• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 3

ANALISIS DAN PERANCANGAN

3.1 Gambaran Umum Perusahaan

Di dalam melengkapi analisis penulisan skripsi ini, penulis mengambil objek Lauw Bakery, yaitu perusahaan yang bergerak di bidang produksi barang jadi berupa roti dan kue yang memiliki beberapa pabrik dan toko dalam menjalankan usahanya.

3.1.1 Profil Perusahaan

Lauw Bakery pertama kali didirikan pada tahun 1945 oleh Ncun Suryadi. Usaha ini kemudian diteruskan oleh anaknya, Pandji Suryadi. Pada mulanya Lauw Bakery mengambil lokasi di Jl. Raya Srikaya 10, Boplo, Jakarta Pusat yang masih beroperasi sampai sekarang dan menjadi kantor pusat. Pada awalnya didirikannya perusahaan ini, Lauw Bakery hanya memiliki satu pabrik dan satu toko yang berlokasi di tempat yang sama. Seiring berjalannya waktu, perusahaan ini mengalami perkembangan terus-menerus hingga sekarang memiliki 4 pabrik dan 8 toko yang tersebar di sekitar Jabotabek.

Ciri khas yang tetap dipertahankan oleh Lauw Bakery adalah cita rasa dan aroma klasik tradisional roti Belanda. Beragam roti tawar, roti manis (dengan rasa nanas, coklat, mocca, keju, kelapa, abon, kombinasi dan lain-lain), beserta aneka kue ditawarkan, dengan kapasitas produksi sekitar 1000 potong roti tawar per hari untuk memenuhi permintaan konsumen.

Sekarang ini ada 4 pabrik yang beroperasi setiap harinya untuk memproduksi roti, yang berlokasi di Boplo, Kebayoran Baru, Pulo Gadung, dan Pondok Aren.

(2)

Sedangkan toko dan tempat pemasaran roti yang tersebar di sekitar Jabotabek berjumlah 8, yang berlokasi di Senen, Joglo, Bekasi, Bojong, Tanggerang, Ciputat, Norotok, dan Pasar Minggu. Untuk pengiriman barang saat ini ada sejumlah armada 5 engkel biasa (mobil box ukuran sedang) dan 3 engkel besar (mobil box ukuran besar dengan roda belakang ganda).

3.1.2 Struktur Organisasi Perusahaan

Berikut adalah struktur organisasi perusahaan Lauw Bakery dalam pendelagesian tugas, wewenang dan tanggung jawab masing-masing. Setiap orang pada tingkat struktur organisasi bertanggung jawab langsung kepada orang di tingkat atasnya.

ƒ Direktur

Tugas : mengawasi kegiatan keseluruhan perusahaan.

Wewenang : mengambil keputusan untuk kepentingan perusahaan dalam mewujudkan visi dan misi perusahaan.

ƒ Kepala Cabang

Tugas : mengawasi kegiatan cabang toko sehari-hari dan melaporkan pada direktur. Dalam menjalankan tugasnya seorang kepala cabang dibantu beberapa karyawan keuangan, manager marketing dan timnya, beserta karyawan untuk pelayanan pelanggan.

Wewenang : mengambil keputusan jangka pendek untuk menjaga kelangsungan usaha pada toko tersebut.

ƒ Personalia

Tugas : mengamati kinerja karyawan dan memberikan arahan dan traning untuk meningkatkan kinerja karyawan.

(3)

Wewenang: mengangkat dan memberhentikan karyawan toko. ƒ Manager Produksi

Tugas : menjaga agar proses produksi pada pabrik bisa berjalan dengan baik. Dalam menjalankan tugasnya seorang manager produksi dibantu beberapa karyawan dari bagian pengendali kualitas, teknik dan service, gudang, security, dan packing.

Wewenang : mengambil keputusan jangka pendek untuk menjaga kelangsungan produksi pada pabrik tersebut.

ƒ Purchasing

Tugas : mengadakan pembelian bahan baku sesuai kebutuhan produksi atau kebutuhan toko.

Wewenang : mengunakan uang kas dan membuka cek untuk transaksi pembelian.

ƒ Manager Keuangan

Tugas : mengawasi ,mengendalikan dan melaporan status keuangan perusahaan yang didalamnya berupa aliran kas, utang dan piutang. Dalam menjalankan tugasnya seorang manager keuangan dibantu beberapa karyawan bagian kas, accounting, dan kolektor.

Wewenang : mengambil keputusan untuk menjaga kestabilan keuangan antara arus kas, utang dan piutang.

(4)
(5)

3.1.3 Analisis Permasalahan pada Lauw Bakery

Sistem pengiriman barang yang digunakan Lauw Bakery adalah mengirimkan barang dari pabrik ke toko berdasarkan jarak terdekat dan berdasarkan urutan permintaan, padahal pabrik tersebut belum tentu dapat memenuhi semua permintaan dari toko sekitarnya, oleh karena itu permintaan harus dipenuhi oleh pabrik lainnya. Selama ini Lauw Bakery tidak pernah memperhitungkan ongkos pengiriman barang, karena Lauw Bakery belum mempunyai departemen khusus yang menangani pengiriman barang. Pengeluaran perusahaan dalam pengiriman barang hanya berupa pengisian bahan bakar kendaraan, servis kendaraan apabila terdapat masalah pada kendaraan dan upah supir kendaraan.

Unit dasar yang diteliti adalah ongkos pengiriman barang pada Lauw Bakery. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah:

a. Wawancara.

Yaitu memperoleh data dengan melakukan tanya jawab secara langsung dengan Manager Personalia/HRD dan Direktur tentang data yang diperlukan dalam penyusunan skripsi ini.

b. Observasi.

Yaitu memperoleh data dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara langsung terhadap perusahaan pada bagian pengiriman barang.

3.2 Solusi Permasalahan

Dengan dilatarbelakangi masalah pengiriman barang, maka dapat dimodelkan suatu masalah transshipment, di dalam penulisan skripsi ini akan dibandingan tiga metode untuk memecahkan masalah transshipment, ketiga

(6)

metode tersebut adalah Metode Pendekatan Vogel, Metode Pendekatan Russell, dan Metode Multiplier. Lalu dicari biaya yang paling optimal untuk setiap kondisi sekaligus menganalisis kelebihan dan kekurangan dari masing-masing metode. Untuk itu diperlukan perancangan aplikasi untuk memenuhi kebutuhan analisis masalah tersebut.

3.2.1 Gambaran Umum Perancangan

Program aplikasi yang dirancang hanya dapat digunakan untuk menghitung ongkos pengiriman barang dan memberikan informasi mengenai alokasi barang dari tiap daerah asal ke tiap daerah tujuan. Input untuk program aplikasi ini adalah data-data ongkos pengiriman barang dari tiap daerah asal ke tiap daerah tujuan, jumlah barang yang akan dikirim dari tiap daerah asal, jumlah barang yang akan diterima tiap daerah tujuan, nama tiap daerah asal dan nama tiap daerah tujuan. Program akan mengolah data-data tersebut menggunakan Metode Pendekatan Vogel, Metode Pendekatan Russell, atau Metode Multiplier. Output dari program aplikasi ini adalah berupa informasi mengenai alokasi barang dari tiap daerah asal ke tiap daerah tujuan beserta jumlah ongkos pengirimannya, iterasi proses untuk mendapatkan hasil akhir dan lama waktu proses setiap metode yang dipilih.

Program aplikasi ini dirancang berbasiskan website, dengan scripting language PHP(PHP: Hypertext Preprocessor) dan AJAX (Asynchronous Javascript And XML).

Perancangan program aplikasi secara garis besar dibagi dalam beberapa tahap, yaitu:

1. Perancangan modul 2. Perancangan database

(7)

3. Perancangan tampilan layar

3.2.2 Perancangan Modul

Berikut ini adalah perancangan modul berupa perancangan flow chart dan pseudocode metode-metode yang digunakan untuk perancangan dan analisis, diantaranya:

1. Modul Metode Northwest-Corner

Metode Northwest-Corner digunakan untuk menghasilkan solusi layak awal, yang sudah pasti hasilnya jauh dari optimal karena metode ini tidak memperhitungkan biaya pengiriman.

Berikut adalah pseudocode-nya: Set baris=0

Set kolom=0

While baris<=byk_supply And kolom<=byk_demand do alokasi[baris][kolom] = min(supply[baris],demand[kolom]) If supply[baris]==demand[kolom] then

supply[baris] = 0 demand[kolom] = 0 move to next baris move to next kolom

Else If supply[baris]>demand[kolom]

supply[baris] = supply[baris] - alokasi[baris][kolom] demand[kolom] = 0

move to next kolom

(8)

supply[baris] = 0

demand[kolom] = demand[kolom] - alokasi[baris][kolom] move to next baris

Else If supply[baris]=demand[kolom] supply[baris] = 0

demand[kolom] = 0 move to next baris move to next kolom end IF

While End

(9)

Start

baris<=byk_supply And kolom<=byk_demand

Alokasikan sebanyak mungkin pada baris dan

kolom tersebut

Bandingkan Bandingkan sisa jumlah

barang di baris dan kolom

supply dibaris; demand di kolom

Kurangi supply di baris tersebut, Kosongkan demand di kolom tersebut, pindah ke kolom berikut Kurangi demand di kolom tersebut,

Kosongkan supply di baris tersebut, pindah ke kolom berikut

Ya End Input byk_supply Input byk_demang Input cost Tidak Set baris = 0 Set kolom = 0 >

Kosongkan supply di baris tersebut, Kosongkan demand di kolom tersebut,

pindah ke kolom dan baris berikut <

(10)

2. Modul Metode Least Cost

Metode Least Cost juga digunakan untuk menghasilkan solusi layak awal ataupun mengisi sisa alokasi yang belum terpenuhi oleh Metode Pendekatan Vogel atau Metode Pendekatan Russell.

Berikut adalah pseudocode-nya: Set sisa_baris=byk_supply Set sisa_kolom= byk_demand

While sisa_baris>1 And sisa_kolom >1 do

Cari baris & kolom ongkos terkecil seluruh sel tabel yang belum ditinggalkan alokasi[baris][kolom] = min(supply[baris],demand[kolom])

If supply[baris]==demand[kolom] then supply[baris] = 0

demand[kolom] = 0 leave out this baris leave out this kolom

Else If supply[baris]>demand[kolom]

supply[baris] = supply[baris] - alokasi[baris][kolom] demand[kolom] = 0

leave out this kolom;

Else If supply[baris]<demand[kolom] supply[baris] = 0

demand[kolom] = demand[kolom] - alokasi[baris][kolom] leave out this baris

(11)

While End

Untuk menvisualisasikan metode ini berikut adalah flow chart-nya: Start sisa_baris > 1 dan sisa_kolom > 1 Tidak Ya Cari ongkos terkecil dari seluruh sel yang belum ditinggalkan

Bandingkan sisa jumlah barang di baris dan kolom

sisa di kolom < baris

Tidak Ya

Alokasikan sisa di kolom pada sel itu Tinggalkan kolom

itu

Alokasikan sisa di baris pada sel itu Tinggalkan baris

itu

Masih ada sel kosong Tidak

Ya Bandingkan sisa jumlah barang di baris dan kolom

sisa di kolom < baris Alokasikan sisa di

kolom pada sel itu Alokasikan sisa di

baris pada sel itu

Ya

Tidak End

Set sisa_baris = byk_supply Set sisa_kolom = byk_demand

Input byk_supply Input byk_demang Input cost tiap cell

Gambar 3.3 Flow Chart Metode Least Cost 3. Modul Metode Pendekatan Vogel

Berikut adalah pseudocode Metode Pendekatan Vogel: Set sisa_baris=byk_supply

Set sisa_kolom= byk_demand

(12)

Cari nilai terkecil pada tiap baris dan kolom yg belum ditinggalkan Cari nilai terkecil kedua pada tiap baris dan kolom yg belum ditinggalkan Hitung tiap penalty[baris] = nilai_terkecil[baris] – nilai_terkecil2[baris] Hitung tiap penalty[kolom] = nilai_terkecil[kolom] – nilai_terkecil2[kolom] Cari nilai penalty[baris] atau penalty[kolom] terbesar

alokasi[baris][kolom] = min(supply[baris],demand[kolom]) If supply[baris]==demand[kolom] then

supply[baris] = 0 demand[kolom] = 0 leave out this baris leave out this kolom

Else If supply[baris]>demand[kolom]

supply[baris] = supply[baris] - alokasi[baris][kolom] demand[kolom] = 0

leave out this kolom;

Else If supply[baris]<demand[kolom] supply[baris] = 0

demand[kolom] = demand[kolom] - alokasi[baris][kolom] leave out this baris

While End

If masih ada sel kosong then

Alokasikan dengan metode Least Cost end if

(13)

Start

sisa_baris > 1 dan

sisa_kolom > 1 Tidak

Ya Cari nilai terkecil pada

tiap baris dan kolom yg belum ditinggalkan sisa di kolom < baris Tidak Ya Alokasikan sisa di kolom pada sel itu Tinggalkan kolom

itu

Alokasikan sisa di baris pada sel itu Tinggalkan baris

itu

Masih ada sel

kosong Tidak

Ya

Alokasikan dengan Metode Least Cost

End Cari nilai terkecil pada

tiap baris dan kolom yg belum ditinggalkan Hitung tiap penalty[baris] = nilai_terkecil[baris] -nilai_terkecil2[baris] Hitung tiap penalty[kolom] = nilai_terkecil[kolom] -nilai_terkecil2[kolom] Hitung tiap penalty[kolom] = nilai_terkecil[kolom] -nilai_terkecil2[kolom] Cari nilai penalty[baris] atau penalty[kolom] terbesar

Set sisa_baris = byk_supply Set sisa_kolom = byk_demand

Input byk_supply Input byk_demang Input cost tiap cell

(14)

4. Modul Metode Pendekatan Russell

Berikut adalah pseudocode Metode Pendekatan Vogel: Do

Cari cost terbesar pada setiap baris yg belum ditinggalkan Cari cost terbesar pada setiap kolom yg belum ditinggalkan Hitung delta, Δij =Cijuivj

Cari posisi baris & kolom variabel delta dengan nilai negatif terbesar alokasi[baris][kolom] = min(supply[baris],demand[kolom])

If supply[baris]==demand[kolom] then begin

supply[baris] = 0 demand[kolom] = 0 leave out this baris leave out this kolom end If

Else If supply[baris]>demand[kolom] begin

supply[baris] = supply[baris] - alokasi[baris][kolom] demand[kolom] = 0

leave out this kolom; end If

Else If supply[baris]<demand[kolom] begin

(15)

supply[baris] = 0

demand[kolom] = demand[kolom] - alokasi[baris][kolom] leave out this baris

end IF While delta < 0

(16)

Start

Cari cost terbesar pada setiap baris yg

belum ditinggalkan

sisa di kolom < baris Alokasikan sisa di

kolom pada sel itu

Tinggalkan kolom itu

Masih ada sel

kosong Tidak

Ya

Alokasikan dengan Metode Least Cost

End Cari cost terbesar pada setiap kolom yg

belum ditinggalkan

Cari posisi baris & kolom variabel delta

dengan nilai negatif terbesar Cari nilai penalty[baris] atau penalty[kolom] terbesar Hitung delta, j i ij ij =Cuv Δ Alokasikan sisa di baris pada sel itu

Tinggalkan baris itu

Ya Tidak

delta >=0 Ya

Tidak

Set sisa_baris = byk_supply Set sisa_kolom = byk_demand

Input byk_supply Input byk_demang Input cost tiap cell

(17)

5. Modul Metode Multiplier

Berikut adalah pseudocode Metode Multiplier: While true

Mencari tiap harga multiplier berdasarkan alokasi basis

Menentukan entering_variable dengan mencari nilai negatif terbesar If entering_ variabel >=0 then Exit Procedure

Buat closed_loop

Beri tanda plus minus secara bergantian

Alokasikan barang berdasarkan tanda plus minus While end

(18)

Start

Mencari tiap harga multiplier berdasarkan alokasi basis Menentukan entering_variable dengan mencari nilai negatif terbesar entering_ variabel >=0 closed_loop

Beri tanda plus minus secara

bergantian

Beri tanda plus minus secara

bergantian

Ya

End Tidak

Gambar 3.6 Flow Chart Metode Multiplier

(19)

Program aplikasi transshipment yang akan dibuat akan menggunakan database MySQL agar dapat melihat pengiriman transshipment atau transportasi yang sudah pernah dilakukan. Untuk maksud tersebut, digunakan sebuah tabel yang diberi nama ‘transshipment’ dengan kolom sebagai berikut:

Tabel 3.1 Struktur Tabel ‘transshipment’ pada Database

No Field Tipe Data Keterangan

1 no_record integer Sebagai primary key dengan setting auto_increment sebagai tanda yang unik untuk setiap record.

2 byk_supply tiny integer Untuk menyimpan berapa banyak supply 3 byk_demand tiny integer Untuk menyimpan berapa banyak demand. 4 supply tiny text Untuk menyimpan harga-harga setiap

supply, yang disusun menjadi suatu string dipisahkan dengan karakter ‘;’ (titik koma) antar data.

5 demand tiny text Untuk menyimpan harga-harga setiap demand, yang disusun menjadi suatu string dipisahkan dengan karakter ‘;’ (titik koma) antar data.

6 cost tiny text Untuk menyimpan harga-harga setiap cost, yang disusun menjadi suatu string

dipisahkan dengan karakter ‘;’ (titik koma) antar data dalam satu baris dan dipisahkan dengan tanda ‘ ‘ (spasi) antar data per bar baris.

7 nama_pabrik tiny text Untuk menyimpan label setiap nama pabrik, yang disusun menjadi suatu string

dipisahkan dengan karakter ‘;’ (titik koma) antar data.

8 nama_toko tiny text Untuk menyimpan label setiap nama toko, yang disusun menjadi suatu string

dipisahkan dengan karakter ‘;’ (titik koma) antar data.

9 masalah varchar(15) Untuk menyimpan apakah yang mau diselesaikan adalah masalah transshipment atau masalah transportasi biasa.

10 tanggal date Untuk menyimpan informasi tanggal berapa record tersebut disimpan.

11 waktu time Untuk menyimpan informasi waktu record tersebut disimpan.

(20)

3.2.4 Perancangan Tampilan Layar

Ada 3 kelompok tampilan yang digunakan dalam pembuatan program aplikasi ini walaupun dalam hasil jadinya nanti akan ada banyak ragam tampilan tetapi secara keseluruhan tampilan yang serupa dikelompokkan dan dirancang menjadi satu kelompok rancangan, ketiga rancangan tersebut adalah:

1. Rancangan layar input

Layar input adalah layar yang pertama kali dijumpai oleh pengguna aplikasi, pengguna harus memilih ‘Banyak Supply’, ‘Banyak Demand’ untuk menentukan besar tabel dibawahnya. Berikutnya ada pilihan ‘Metode’ yang akan dipakai. Setelah itu ada dua pilihan ‘Problem’ yaitu transshipment atau transportasi. Pilihan optional ‘Load from Database’ untuk membuka catatan terdahulu.

Di dalam tabel pengguna memasukkan nilai-nilai cost pengiriman dari suatu pabrik ke toko begitu juga dengan banyak supply atas setiap pabrik dan demand atas setiap toko.

Pengguna juga dapat mengganti nama pabrik ataupun toko pada tabel pilihan ‘Nama Toko dan Pabrik’ yang secara default dinamai sesuai nomor urut.

Untuk melanjutkan proses perhitungan alokasi, pengguna harus menekan tombol ‘Lanjutkan’.

(21)

Banyak supply : M

Banyak demand : N

Metode : Metode

Problem : Transshipment

Load from database : Load from database

-Toko 1 Toko 2 Toko 3 Supply

Pabrik 1

X

11

X

12

X

13 Pabrik 2

X

21

X

22

X

23 Pabrik 3

X

31

X

32

X

33 Demand

Nama Toko dan Pabrik Pabrik 1 Pabrik 1 Pabrik 2 Pabrik 2 Pabrik 3 Pabrik 3 Toko 1 Toko 1 Toko 2 Toko 2 Toko 3 Toko 3 Lanjutkan

Gambar 3.7 Rancangan Layar Input 2. Rancangan layar hasil proses tiap metode

Setelah pengguna menekan tombol ‘Lanjutkan’ dan proses dijalankan untuk metode yang dipakai, maka akan keluar layar tampilan hasil proses tiap metode berisi hasil alokasi yang telah dihitung. Di atas layar ada pilihan ‘[Input]’ untuk kembali ke layar input. Menu ‘[Metode Pendekatan Vogel]’, ‘[Metode Pendekatan Russell]’, ‘[Metode Multiplier]’, atau ‘[Three In One]’ untuk membandingkan dengan metode lainnya.

Pada bagian atas ada judul metode yang sedang dipakai untuk memecahkan masalah transshipment atau transportasi. Di dalam layar ini ada tabel yang

(22)

berisi alokasi hasil perhitungan dari metode yang dipakai, menu untuk lihat iterasi per langkah dengan menekan menu ‘[Click Here]’, dibawahnya terdapat hasil total cost berdasarkan metode yang digunakan, waktu proses pada komputer yang digunakan (hasil bisa bervariasi tergantung spesifikasi komponen komputer), dibawahnya lagi terdapat penjelasan berupa text untuk memudahkan pemahanan secara penulisan.

Di pojok kanan bawah terdapat tombol ‘Save to Database’ bila pengguna ingin menyimpan data-data kedalam database.

[Input] [Metode Pendekatan Vogel] [Metode Pendekatan Russell] [Metode Multiplier] [Three In One]

Metode : Metode yang Dipakai untuk memecahkan masalah : Transshipment/Transportasi

Toko 1 Toko 2 Toko 3 Supply

Pabrik 1 x y - y - y x

Pabrik 2 - y x y - y x

Pabrik 3 - y - y x y x

Demand x x x xx

Lihat iterasi yang terjadi pada Metode yang Dipakai [Click Here] Total cost (Z) hasil perhitungan Metode yang Dipakai = xxx Waktu process yang dibutuhkan = xxx microseconds. Penjelasan

[Buka/Tutup Penjelasan]

Pabrik 1 me-supply ke Toko 1 sebanyak yy Pabrik 2 me-supply ke Toko 2 sebanyak yy Pabrik 3 me-supply ke Toko 3 sebanyak yy

Save to Database

Gambar 3.8 Rancangan Layar Hasil Proses Tiap Metode 3. Rancangan layar iterasi tiap metode

(23)

Layar ini ditujukan untuk melihat iterasi per langkah dari awal sampai terbentuknya hasil akhir, disertai pengamatan nilai-nilai perubahan yang terjadi.

Pada bagian atas terdapat informasi langkah iterasi ke-xx dari sekian rangkaian yy interasi. Disusul dengan area dimana pengguna bisa mengamati secara detail perubahan nilai-nilai yang mempengaruhi pengalokasian sesuai dengan metode yang dipakai, ukuran, isi, jenis dan nilai-nilai bisa bervariasi untuk setiap metode. Kemudian di bawahnya lagi terdapat tabel hasil pengalokasian sementara di iterasi ke-xx. Untuk melanjutkan ke interasi berikutnya user dapat menekan pilihan ‘[Next >>]’ tetapi pilihan ini tidak akan muncul untuk interasi terakhir dan diganti dengan hasil total cost alokasi. Sedangkan untuk kembali ke interasi sebelumnya pengguna dapat menekan pilihan ‘[<< Prev]’, pilihan ini tidak akan tampil untuk interasi pertama.

(24)

[Input] [Metode Pendekatan Vogel] [Metode Pendekatan Russell] [Metode Multiplier] [Three In One]

Iterasi ke xx dari yy

Metode : Metode yang Dipakai untuk memecahkan masalah : Transshipment/Transportasi

Toko 1 Toko 2 Toko 3 Supply

Pabrik 1 x y - y - y x

Pabrik 2 - y x y - y x

Pabrik 3 - y - y x y x

Demand x x x xx

Untuk melanjutkan ke iterasi berikutnya [Next >>] Untuk kembali ke iterasi sebelumnya [<< Prev] (bila iterasi sudah pada sampai iterasi terakhir)

Total cost (Z) hasil perhitungan Metode yang Dipakai = xxx

Area perhitungan nilai-nilai yang diamati untuk tiap iterasi, setiap metode mempunyai nilai pengamatan berbeda-beda, seperti pada Metode Pendekatan Vogel berupa nilai penalty, Metode Pendekatan Russell berupa nilai delta, dan metode Multiplier berupa nilai entering

variabel, area ini akan berupa tabel yang berisi nilai-nilai tersebut

Gambar 3.9 Rancangan Layar Iterasi Tiap Metode

Berikut adalah state transition diagram yang mengambarkan hubungan antara ketiga kelompok pada perancangan layar. Pengguna pertama kali akan melihat layar input dimana pengguna mengisi data-data input kemudian menekan tombol ‘Lanjutkan’ untuk masuk ke layar hasil proses, pada layar hasil proses pengguna dapat melihat hasil lain dengan menggunakan metode lain yaitu dengan menekan tombol sesuai dengan nama metode yang diinginkan dan pengguna diperlihatkan hasil pada layar hasil proses berdasarkan metode yang dipilih. Pengguna dapat melihat iterasi per langkah berikut nilai-nilai yang diamati berdasarkan metode yang dipakai dengan menekan tombol ‘Click Here’ pada layar hasil proses, pengguna akan diperlihatkan iterasi pada layar iterasi, dimana pengguna dapat

(25)

maju ke iterasi berikutnya dengan menekan tombol ‘Next’ atau kembali ke iterasi sebelumnya dengan menekan tombol ‘Prev’. Pengguna dapat kembali ke layar hasil proses dengan menekan tombol sesuai nama metode yang diinginkan, selain itu pengguna juga dapat menekan tombol ‘Input’ dari layar hasil proses untuk kembali memulai proses dari awal pemasukan data-data input atau membuka record dari database.

Layar Input

Layar Hasil Proses

Layar Iterasi Tekan 'Lanjutkan'

Layar Hasil berdasarkan metode yang dipakai

Tekan 'Metode yang Dipakai' Ganti Layar Hasil berdasarkan

metode yang dipakai Tekan 'Metode yang Dipakai'

Kembali ke Layar Hasil berdasarkan metode yang dipakai

Tekan 'Input' Kembali ke Layar Input

Tekan 'Click Here' Ke Layar Iterasi

Tekan 'Next >>' Ganti Layar Iterasi dengan

iterasi berikutnya Tekan '<< Prev'

Ganti Layar Iterasi dengan iterasi sebelumnya

Gambar

Gambar 3.2 Flow Chart Metode Northwest-Corner
Gambar 3.3 Flow Chart Metode Least Cost  3.  Modul Metode Pendekatan Vogel
Gambar 3.4 Flow Chart Metode Pendekatan Vogel
Gambar 3.5 Flow Chart Metode Pendekatan Russell
+7

Referensi

Dokumen terkait

Tetapi putusan MK mengubah isi pasal termasuk ayat yang ada, sehingga Ayat 3 menjadi, &#34;Para serikat pekerja/serikat buruh membentuk tim perunding yang keanggotaannya

Dengan demikian diperlukan perbandingan untuk melihat perbedaan pola peresepan obat hipertensi pada pasien Gakin antara semester I dan semester II di suatu puskesmas, karena

Distribusi probabilitas dari J N(t) disajikan dalam bentuk transformasi Laplace ganda yang berbentuk deret tak hingga dengan suku-suku yang sangat kompleks.. Oleh

Digunakan untuk kegiatan yang diprogramkan secara khusus oleh sekolah/madrasah tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif... 26

Penetapan kebijakan harga yang terjangkau dari kemampuan yang dimiliki konsumen serta tingkat harga yang sesuai dengan kualitas dan manfaat barang atau jasa yang

Pada penelitian ini, desain penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah cross-sectional dengan tujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara tingkat

Agar permasalahan dalam penelitian ini menjadi jelas dan tidak menyimpang dari tujuan yang telah ditetapkan, maka peneliti perlu memberi pembatasan masalah yang akan diangkat