• Tidak ada hasil yang ditemukan

Himpunan Dai Muda Indonesia RAGAM AMAL SUNNAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Himpunan Dai Muda Indonesia RAGAM AMAL SUNNAH"

Copied!
66
0
0

Teks penuh

(1)

RAGAM

AMAL SUNNAH



 



 





(2)

2 | H D M I

RAGAM AMAL SUNNAH

24 JAM RAMADHAN

#dirumahaja

Oleh

Dr. Derysmono, Lc., M.A.

Jakarta, 27 April 2020M / 3 Ramadhan 1441 H

PENERBIT

Perkumpulan Dai Muda Indonesia

Alamat : Jl. Otista Raya No.64, RT.5/RW.12. Kp Melayu, Jatinegara

Kota Jakarta Timur. Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13330

Website: daimuda.org. Email: [email protected]

(3)

3 | H D M I

Ragam Amal Sunnah 24 Jam Ramadhan #Dirumahaja. Dr. Derysmono, Lc, S.Pd.I, M.A.; Editor, Hanasa Shelviani; Penata Letak, Hanasa Shelviani ; Desain Cover Abdus Samad H Abdullah; Jakarta: Perkumpulan Dai Muda Indonesia, 2020.

66 hlm.;182X257 mm.

ISBN. 978-623-93161-3-6

---

Judul :

“Ragam Amal Sunnah 24 Jam Ramadhan #Dirumahaja”

Penulis :

Dr. Derysmono, Lc, S.Pd.I, M.A.

Editor:

Hanasa Shelviani

Penata Letak :

Hanasa Shelviani

Desain Cover :

Abdus Samad H Abdullah

Penerbit:

Perkumpulan Dai Muda Indonesia

Jl. Otista Raya No.64, RT.5/RW.12, Kp. Melayu, Jatinegara, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13330

daimuda.org * [email protected] Cetakan pertama Syawwal 1441H/Juni 2020M

(4)

4 | H D M I

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadiran Allah SWT Yang Maha Esa karena dengan rahmatNya rangkaian buku ini selesai. Teruntuk tim kepenulisan PP Himpunan Dai Muda Indonesia terima kasih tak terhingga berkat doa dan dukungannya kumpulan khutbah Jum‟at ini dapat rampung.

E-Book yang berjudul “RAGAM AMAL SUNNAH 24 JAM RAMADHAN #dirumahaja” berisi tentang keutamaan mengerjakan amalan sunnah beserta panduan ramadhan selama di rumah oleh Dr. Derysmono, Lc., M.A.

Penulis paham bahwa masih banyak kekurangan dalam buku ini. Harapannya adalah ada kritik dan saran yang membangun. Untuk kemajuan kepenulisan PP HDMI, semoga buku ini dapat menjadi referensi pembaca sekalian.

Jakarta, 28 Mei 2020 Tim Penulis

(5)

5 | H D M I

Daftar Isi

KATA PENGANTAR ... 4

Daftar Isi ... 5

PENDAHULUAN ... 9

A. Keutamaan bersegera dalam beramal ... 9

B. Ramadhan bulan dibukanya semua Kebaikan... 10

C. Gembira dengan ada Bulan Ramadhan ... 11

D. Menghidupan sunnah-sunnah Nabi SAW ... 12

SUNNAH-SUNNAH 24 JAM SAAT PUASA ... 14

1. NIATKAN PUASA KARENA ALLAH ... 16

 BERNIAT DI MALAM PUASA ... 17

2. SANTAP SAHUR ... 18

3. MENGAKHIRKAN SAHUR ... 19

5. SANTAPAN SAHUR DENGAN KURMA ... 21

6. SAHURLAH MESKI SATU TEGUK AIR ... 22

7. SAHUR DENGAN KURWA AJWAH ... 23

8. MANDI ... 24

9. MEMBACA DZIKIR/DOA SORE HARI ... 25

DOA LAINNYA ... 27

DOA MUSTAJAB UNTUK ORANG BERPUASA ... 28

10. MEMBACA AL-QUR‟AN ... 29

11. BERINFAQ/BERSEDEKAH ... 32

12. BERSIWAK ... 33

BAU MULUT ORANG YANG BERPUASA... 34

13. MENYEGERAKAN BERBUKA PUASA JIKA SUDAH DATANG WAKTU SHALAT MAGRIB ... 38

14. MEMBACA DOA BERBUKA PUASA ... 39

DO‟A BERBUKA LAINNYA ... 39

(6)

6 | H D M I

16. TAHAPAN MAKANAN YANG DISUNNAHKAN KETIKA

BERBUKA ... 41

17. MEMBERI MAKANAN BERBUKA (TA‟JIL) KEPADA ORANG BERPUASA ... 43

18. SHALAT SUNNAH QIYAMULLAIL DI MALAM LAILATUL QADR ... 44

19. SHALAT DHUHA ... 44

20. SHALAT RAWTIB (QABLIYAH & BA‟DIYAH) ... 46

21. SHALAT TARAWIH... 48

22. DISUNNAHKAN MANDI DI WAKTU FAJAR KARENA JUNUB. ... 49

23. MELANJUTKAN PUASA MESKI MAKAN DAN MINUM KARENA LUPA ... 50

24. BELAJAR AL-QUR‟AN DI BULAN RAMADHAN ... 51

25. HATI-HATI KETIKA ISTINSYAQ (MEMASUKKAN AIR KE HIDUNG) SAAT PUASA... 52

26. MENJAGA MULUT DAN ANGGOTA BADAN (DARI MAKSIAT) SAAT PUASA ... 52

27. TIDAK BERBOHONG ... 53

28. PERBANYAK ISTIGHFAR ... 54

29. MENGHINDARI YANG SIA-SIA ... 55

30. MEMBACA DO‟A SAAT BERTEMU MALAM LAILATUL QADR ... 56

31. MENGAJAK KELUARGA DALAM BERIBADAH ... 56

32. BERBURU MALAM LAILATUL QADR ... 57

33. TIDAK LALAI/ SIA-SIAKAN KEBAIKAN DAN AMAL SHALIH PADA MALAM LAILATUL QADR ... 57

34. IBADAH BERNILAI PAHALA TAK TERHINGGA ... 58

35. MELAKUKAN I‟TIKAF DI SEPULUH AKHIR RAMADHAN ... 58

36. SUNNAH PUASA 6 HARI SYAWWAL ... 59

(7)

7 | H D M I

Biografi Penulis ... 63 Referensi ... 64

(8)

8 | H D M I

RAGAM AMAL SUNNAH

24 JAM RAMADHAN

#dirumahaja

Oleh

Dr. Derysmono, Lc., M.A.

Jakarta, 27 April 2020M / 3 Ramadhan 1441 H

Penerbit

Perkumpulan Dai Muda Indonesia

Alamat:

Jl. Otista Raya No.64, RT.5/RW.12, Kp. Melayu, Jatinegara, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13330

Website daimuda.org / email :

(9)

9 | H D M I

PENDAHULUAN

A. Keutamaan bersegera dalam beramal

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda,

بًِِْٕؤُِ ًُُجَّشٌا ُحِجْصُ٠ ٍُِِْظٌُّْا ًِْ١ٌٍَّا ِغَطِمَو بًَٕزِف ِيبَّْػَلأبِث اُٚسِدبَث

َُٕٗ٠ِد ُغ١ِجَ٠ ا ًشِفبَو ُحِجْصُ٠ َٚ بًِِْٕؤُِ ِٝغُّْ٠ َْٚأ ا ًشِفبَو ِٝغُّْ٠ َٚ

بَ١ُّْٔذٌا َِِٓ ٍض َشَؼِث

“Bersegeralah melakukan amalan sholih sebelum datang fitnah (musibah) seperti potongan malam yang gelap. Yaitu seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman dan di sore hari dalam keadaan kafir. Ada pula yang sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi hari dalam keadaan kafir. Ia menjual agamanya karena sedikit dari keuntungan dunia” (HR. Muslim no. 118).

Dalam Syahr Muslim, Imam An-Nawawi mengatakan Hadits ini memotivasi agar kaum muslimin bersegera beramal shalih sebelum datang masa dia tidak bisa melakukannya dan sibuk sehingga tidak dapat melaksanakannya, sebelum datang juga masa-masa fitnah dan ujian begitu banyak seperti halnya kegelapan malam yang begitu pekat tiada rembulan yang menyinari, ini lah permisalahan bagi seorang muslim yang di sore hari dia muslim kemudian pagi harinya

(10)

10 | H D M I

menjadi kafir, atau kebalikannya, manusia mudah berubah-ubah keyakinannya dalam satu hari.1

Kita di Masa-masa Pandemi, juga hendaknya memperbanyak amal shalih dan tidak menyia-nyiakan waktu dan kesehatan, gunakan dengan baik dalam ketaatan dan ibadah kepada Allah atau hal-hal yang bermanfaat.

B. Ramadhan bulan dibukanya semua Kebaikan

ٗ١ٍػ الله ٍٝص الله يٛعس ْأ ٕٗػ الله ٟظس حش٠ش٘ ٟثأ ٓػ

ذمٍُّغٚ ،خٕجٌا ةاٛثأ ذحّزُف ْبعِس ءبج ارإ( :يبل ٍُعٚ

ٍُغِ ٖاٚس )ٓ١غب١شٌا دذّفُصٚ ،سبٌٕا ةاٛثأ

.

Dari Abi Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda, jika datang bulan Ramadhan dibuka pintu-pintu surga, dan ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggu setan-setan. (HR Muslim)

Dalam penjelasan an-Nawawi beliau mengutip perkataan al-Qadhi Iyadh rahimahullah; “ada kemungkinan seperti itulah yang terjadi di bulan Ramadhan dan hakikatnya, bahwasannya pintu-pintu Surga terbuka, Pintu-pintu neraka ditutup, dan setan diikat sebagai suatu tanda masuknya bukan Ramadhan dan apa yang terjadi tersebut sebagai bentuk pengagungan terhadap bulan Ramadhan, diikatnya setan agar tidak menyakiti kaum muslimin dan mengganggu mereka. boleh jadi maknanya (bahwa pintu surga dibuka, pintu neraka

1

(11)

11 | H D M I

ditutup, setan diikat ) adalah sebagai ungkapan majaz saja bukan sungguhan, sebagai isyarat bahwa di bulan Ramadhan akan ada banyak pahala, ampunan dan setan akan menjadi sedikit tipu dayanya dan gangguannya terhadap orang beriman sehingga setan-setan dijelaskan seperti dalam keadaan terikat”.

ada pula penjelasan Al-Qadhi Iyadh, kemungkinan maknanya pintu surga dibuka adalah ungkapan bahwa Allah membuka pintu ketaatan pada bulan ini (orang suka berbuat ketaatan), belum tentu terjadi pada bulan lain secara umum seperti puasa, qiyamullail, perbuatan baik lainnya dan berhenti dari berbuat kesalahan dan dosa ini akan menjadi sebab-sebab masuk surga nya seseorang. dan ditutupnya pintu neraka dan diikatnya setan adalah ungkapan bahwa orang berhenti dari berbuat yang terlarang dan kemaksiatan2.

Jika begitu banyak kesempatan berbuat baik di bulan Ramadhan ini sangat disayangkan jika kita tidak berbuat apa-apa, apalagi nauzubillah berbuat kemaksiatan dan kejahatan.

C. Gembira dengan ada Bulan Ramadhan

صلى الله عليه وسلم الله يٛعس يبل

:

ضشف نسبجِ شٙش ْبعِس شٙش ُوبرأ

ِٗب١ص ُى١ٍػ الله

.

ٗححص

ٟٔبجٌلأا

"Datang kepada Kalian bulan yang penuh berkah, Allah wajibkan bagi kalian berpuasa di bulan itu"

Dalam Hadits ini Rasulullah Mengungkapankan dan mengabarkan kepada Sahabat-sahabatnya akan datangnya bulan Ramadhan, bulan

2

(12)

12 | H D M I

penuh keberkahan dimana Allah wajibkan hamba-Nya untuk berpuasa.

Dan ini merupakan motivasi dari Rasulullah SAW agar kita memperbanyak amal shalih di bulan Ramadhan, karena bulan yang diberkahi. Keberkahan Sahur bahkan ibnu Hajr Al-Asqolani dalam Fath al-Barinya memberi bab Keberkahan Sahur3, ini menunjukkan makan yang merupakan kebutuhan jasadiyah juga menjadi keberkahan sendiri bagi orang yang melaksanakan sahur. Adapun Jalaluddin as-Sayuthi mengatakan yang dimaksud dengan berkah itu adalah pahala dan ganjaran.4

Belum lagi keberkahan waktunya, keberkahan malam lailatul qadr dan masih banyak keberkahan lainnya.

D. Menghidupan sunnah-sunnah Nabi SAW

Demikian pula dalam firman-Nya Ta‟ala,

َْبَو ٌَِّْٓ ٌخََٕغَح ٌح َْٛعُأ ِ َّاللَّ ِيُٛعَس ِٟف ُُْىٌَ َْبَو ْذَمٌَ

َ َّاللَّ ُٛج ْشَ٠

ا ًش١ِضَو َ َّاللَّ َشَوَر َٚ َش ِخ٢ا ََ َْٛ١ٌْا َٚ

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (balasan kebaikan pada) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (QS al-Ahzab:21).

3

Ibnu Hajar, Fath Al-Bari, Jilid 4, hal. 139.

4

Jalaluddin As-Sayuthi, Hasiyatu As-Sayuthi ala Sunan An-Nasa‟i, jilid 4, hal. 141.

(13)

13 | H D M I

Al-Qurthubi menjelaskan ayat ini adalah perintah kewajiban dalam mengikuti perkara-perkara di dalam Islam.5 “Ayat yang mulia ini merupakan landasan (pokok) penting dalam meneladani Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam, baik dalam ucapan, perbuatan dan keadaan beliau.”6

Rasulullah SAW telah mencontohkan kepada kita begitu banyak sunnah-sunnahnya, baik berbentuk perkataan maupun perbuatan. Apalagi di bulan Puasa, meski di rumah saja. Kita dapat mengamalkan amalan-amalan yang simpel dan mudah. Yang in sya Allah akan kami jelaskan pada buku ini. Semoga Allah memberikan Taufiq dan hidayah-Nya sehingga kita dapat mengamalkannya secara bertahap dan sedikit demi sedikit.

5

Al-Qurthuby, Al-Jami‟ Li Ahkamil Quran, jilid 14, hal. 156.

6

(14)

14 | H D M I

SUNNAH-SUNNAH 24 JAM SAAT PUASA

Banyak ibadah yang dapat dilakukan, apa yang penulis sampaikan hanya sebagian saja;

1. Niatkan puasa karena Allah berniat di malam puasa

2. Santap Sahur

3. Mengakhirkan sahur

5. Santapan Sahur dengan kurman 6. Sahurlah meski satu teguk air 7. Sahur dengan Kurwa Ajwah 8. Mandi

9. Membaca Dzikir/Doa Sore hari Doa lainnya

Doa Mustajab untuk orang berpuasa 10. Membaca al-Qur‟an

11. berinfaq/bersedekah 12. bersiwak

Bau mulut orang yang berpuasa

13. menyegerakan berbuka puasa jika sudah datang waktu shalat magrib 14. Membaca doa berbuka puasa

Do‟a berbuka lainnya

15. Berbuka dengan kurma dan air

16. Makanan sesuai sunnah dalam berbuka

17. Memberi makanan berbuka (ta‟jil) kepada orang berpuasa 18. shalat di malam Lailatul qadr

19. Shalat Dhuha

20. Shalat Rawtib (Qabliyah&Ba‟diyah) 21. Shalat Tarawih

(15)

15 | H D M I

22. Disunnahkan mandi di waktu Fajar karena junub.

23. Melanjutkan puasa meski Makan dan minum karena Lupa 24. Belajar Al-Qur‟an di Bulan Ramadhan

25. Hati-hati ketika istinsyaq (memasukkan air ke hidung) saat Puasa 26. Menjaga Mulut dan anggota badan (dari maksiat) saat puasa 27. Tidak berbohong

28. Perbanyak Istighfar 29. Menghindari yang sia-sia

30. Membaca Do‟a saat bertemu malam Lailatul Qadr 31. Mengajak keluarga dalam beribadah

32. Berburu malam Lailatul Qadr

33. Tidak lalai/ sia-siakan kebaikan dan amal shalih pada malam lailatul Qadr

34. Ibadah bernilai puasa

35. Melakukan i‟tikaf di sepuluh akhir ramadhan 36. Sunnah Puasa 6 hari Syawwal

(16)

16 | H D M I

1. NIATKAN PUASA KARENA ALLAH

Allah berfirman,

َءاَفَنُح َنْيِّدلا ُهَل َنْي ِصِلْخُم َاللهُدُبْعَيِلَّلاِإ ا ْو ُرِمُأ اَمو

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus…[Al-Bayyinah/98 : 5]

Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan bahwa ayat ini Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

بََٔأ الَِّإ ٌَِٗإ َلَّ ُٗأَأ ِْٗ١ٌَِإ ٟ ِدُٛٔ الَِّإ ٍيُٛع َس ِِْٓ َهٍِْجَل ِِْٓ بٍَْٕع ْسَأ بِ َٚ

ُِْٚذُجْػبَف

Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya, "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.” (Al-Anbiya: 25)

Syaikh as-Sa‟di rahimahullah menafsirkan ayat QS Al-Bayyinah 5:

هيدل ىفلزلا بلطو ،الله هجو ةنطابلاو ةرهاظلا متهادابع عيمبج نيدصاق

Tujuan orang-orang yang melakukan semua ibadah baik zhahir dan batinnya adalah karena mengharap wajahnya Allah, mencari kedekatan kepada Allah.7

،َُْٕٗػ ُ االلَّ َٟ ِظ َس ِةباطَخٌْا ِْٓث َشَُّػ َْٓػ

«

َيُٛع َس ُذْؼَِّع :َيبَل

ًُِّىٌِ بَّأِإ َٚ ِدبا١ٌِّٕبِث ُيبَّْػَ ْلْا بَّأِإ :ُيُٛمَ٠ َُاٍَع َٚ ِْٗ١ٍََػ ُ االلَّ ٝاٍَص ِ االلَّ

َف ،ٌُِِٗٛع َس َٚ ِ االلَّ ٌَِٝإ ُُٗر َشْجِ٘ ْذَٔبَو ََّْٓف ،ٜ ََٛٔ بَِ ٍئ ِشِْا

ُُٗر َشْجِٙ

7

(17)

17 | H D M I

ٍحَأ َشِْا َِٚأ بَُٙج١ ِصُ٠ بَ١ُْٔذٌِ ُُٗر َشْجِ٘ ْذَٔبَو َِْٓ َٚ ،ٌُِِٗٛع َس َٚ ِ االلَّ ٌَِٝإ

ِْٗ١ٌَِإ َشَجبَ٘ بَِ ٌَِٝإ ُُٗر َشْجَِٙف ،بَُٙذِىَْٕ٠

. »

ٍُِْغُِ َٚ ُّٞ ِسبَخُجٌْا ُٖا َٚ َس

.

Dari Umar radhiyallahu „anhu, bahwa Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim)

Niat adalah ibadah yang sangat penting, begitu pentingnya bab niat, dan hadist ini, Imam As-Syafi‟i rahimahullah mengatakan bahwa ia (niat) mencakup sepertiga agama ini.8

 BERNIAT DI MALAM PUASA

َيبَل ٍَََُّع َٚ ِْٗ١ٍََػ ُ َّاللَّ ٍََّٝص َِّٟجٌَّٕا ََّْأ َٓ١ِِِْٕؤٌُّْا َُِّأ َخَصْفَح َْٓػ َٚ

ُٖا ََٚس } ٌَُٗ ََبَ١ ِص َلََف ِشْجَفٌْا ًَْجَل ََبَ١ّ ِصٌا ْذِّ١َجُ٠ ٌَُْ َِْٓ { :

ُِّٞزِِ ْشِّزٌا َيبَِ َٚ ، ُخَغَّْخٌْا

، ِِٗفْل َٚ ِح١ ِج ْشَر ٌَٝإ ُِّٟئبَغٌَّٕا َٚ

َْبَّج ِح ُْٓثا َٚ َخَّْ٠َضُخ ُْٓثا بًػُٛف ْشَِ َُٗحَّحَص َٚ

َلَ { ِِّْٟٕطُلَساَّذٌٍِ َٚ

ًِْ١ٌٍَّا ِِْٓ ُْٗظ ِشْفَ٠ ٌَُْ ٌَِّْٓ ََبَ١ ِص

}

Dari Hafshoh Ummul Mukminin bahwa Nabi shallallahu „alaihi wa sallam berkata, “Barangsiapa yang tidak berniat di malam hari

8

Ibnu Rajab Al-Hambali, Jami‟ Al-Ulum wa Al-Hikam, Syarh Syeikh al-Arnauth, jilid 1, hal. 61

(18)

18 | H D M I

sebelum fajar, maka tidak ada puasa untuknya.” Hadits ini dikeluarkan oleh yang lima, yaitu Abu Daud, Tirmidzi, An Nasai dan Ibnu Majah. An Nasai dan Tirmidzi berpendapat bahwa hadits ini mauquf, hanya sampai pada sahabat (perkataan sahabat).

Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibbah menshahihkan haditsnya jika marfu‟ yaitu sampai pada Nabi shallallahu „alaihi wa sallam. Dalam riwayat Ad Daruquthni disebutkan, “Tidak ada puasa bagi yang tidak berniat ketika malam hari.”

Jangan lupakan niat di malam ketika akan berpuasa. Jumhur ulama mengatakan bahwa tidak sah puasa Ramadhan orang yang tidak berniat di malam hari sebelum fajar. Kecuali puasa sunnah boleh malam dan siang.9 Hal itu pula yang dijelaskan oleh Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Al-Majmu‟10, As-Syarbini

rahimahullah dalam Mughni Al-Muhtaj11.

2. SANTAP SAHUR

خوشث سٛحغٌا ٟف ْئف اٚشحغر[ : صلى الله عليه وسلم الله يٛعس يبل

[

ٗ١ٍػ كفزِ

"Bersahurlah kalian karena pada sahur itu barokah" Muttafaq Alaihi

9

Ibnu hajar, Fath Al-Bari, jilid 4, hal. 142.

10

An-Nawawi, Al-Majmu‟ Syarh Al-Muhazzab, jilid 6, hal. 288

11

(19)

19 | H D M I

ٓثا يبل

ٗ١ٌإ ةٚذِٕ سٛذغٌا ْأ ءبٍّؼٌا غّجأ :سزٌّٕا

،َلاغٌا ٗ١ٍػ ٗزِأ طدٚ ،ٗوشر ِٓ ٍٝػ ُصأِ لَّٚ ،تذزغِ

،ُِٙب١ص ٍٝػ ٌُٙ حٛل ْٛى١ٌ ٗ١ٍػ

Ibnu Munzir rahimahullah: Konsensus para ulama mengatakan bahwa sahur hukumnya mandub (dianjurkan) mustahab (sunnah). Tidak berdosa jika meninggalkannya. Rasulullah SAW memotivasi umatnya untuk mengerjakan sahur, supaya menjadi kekuatan (tahan) untuk puasa mereka.12

Menurut Imam An-Nawawi rahimahullah keberkahan pada sahur adalah dapat membuat orang berpuasa kuat, semanga dalam berpuasa, dan mempunyai keinginan untuk berpuasa lagi esok hari.13

Dalam ibadah sahur terdapat keberkahan dan kebaikan yang banyak, yang jangan sampai ketinggalan seorang muslim mengerjakannya.

3. MENGAKHIRKAN SAHUR

يبل ٕٗػ الله ٟظس ذثبص ٓث ذ٠ص ٓػ

:

ٓ١ث ْبو ُو[: ذٍل ، حلَصٌا ٌٝإ َبل ُص صلى الله عليه وسلم ٟجٌٕا غِ بٔشحغر

خ٠آ ٓ١غّخ سذل يبل سٛحغٌاٚ ْارلأا

]

ٞسبخجٌا ٖاٚس

12

Ibnu Battal, Syarh Shahih Bukhari, jilid 4, hal. 145.

13

(20)

20 | H D M I

"Kami sahur bersama Nabi Shollallahu Alaihi Wa Sallam kemudian beliau bangkit untuk sholat, aku berkata berapa jarak antara adzan dan sahur? Sekadar bacaan 50 ayat".

Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan yang dimaksudkan jarak 50 ayat, adalah jarak antara waktu melakukan sahur dan waktu datangnya waktu Fajar. Hadist ini juga mengajurkan dan memotivasi agar mengakhirkan sahur.14

Dalam Hadist lain disebutkan.

:َيبَل ،َُْٕٗػ ُ االلَّ َٟ ِظ َس ٍذِثبَص ِْٓث ِذْ٠ َص َْٓػ ، ٍظََٔأ َْٓػ

«

بَٔ ْشاذَغَر

ِحَلااصٌا ٌَِٝإ ََبَل اُُص ،َُاٍَع َٚ ِْٗ١ٍََػ ُالله ٝاٍَص ِِّٟجإٌا َغَِ

»

َُْو : ُذٍُْل ،

:َيبَل " ؟ ِسُٛذاغٌا َٚ ِْاَرَلْا َْٓ١َث َْبَو

«

ْذَل

خَ٠آ َٓ١ِغَّْخ ُس

»

15

Adapun Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan bahwa Rahimahullah yang dimaksud jarak 50 ayat, adalah jarak antara selesainya sahur dan datangnya waktu fajar 50 ayat. Kadar waktu yang disebutkan dalam hadist tersebut adalah karena orang sudah tidak makan lagi dan awal pelaksanan Shalat Subuh.16

يبمف ً١ٍث ْرؤ٠ ْبو لَلَث ْأ بٕٙػ الله ٟظس خشئبػ ٓػ

، َٛزىِ َأ ٓثا ْرؤ٠ ٝزح اٛثششاٚ اٍٛو[ : صلى الله عليه وسلم الله يٛعس

شجفٌا غٍط٠ ٝزح ْرؤ٠ لَ ٗٔئف

ٞسبخجٌا ٖاٚس

14

An-Nawawi, Al-Minhaj Syarh Muslim, Jilid 7, hal. 208

15

Ibnu hajar, Fath Al-Bari, jilid 4, hal. 138.

16

(21)

21 | H D M I

"Makanlah dan minumlah sampai Ibnu Ummi Maktum adzan, karena dia tidak adzan kecuali setelah terbit fajar" H.R Bukhari.

Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan bahwa Ibnu Ummi Maktum seorang yang buta, beliau tidaka akan azan kecuali dikatakan kepadanya, “sudah subuh”.17

Perintah makan dan minum dalam hadist ini hukumnya sunnah hal ini juga berdasarkan beberapa riwayat lainnya.18

5. SANTAPAN SAHUR DENGAN KURMA

صلى الله عليه وسلم الله يٛعس يبل

:

شّزٌا ِٓؤٌّا سٛحع ُؼٔ

.

ٟٔبجٌلأا ٗححص

"Sebaik baik sahur seorang mukmin adalah kurma" dishahihkan oleh Al-Albani.

ِظْفَٔ ِٟف اَْ ِلْ ِذْل ٌَْٛا اَزَ٘ ِٟف َشّْازٌا َحَذَِ بَّأِإ َٚ :ُِّٟج١ِّطٌا َيبَل

َشَطْفَأ اَرِإ ِخَو َشَث ٍََٝػ ، خَو َشَث ِشّْازٌبِث ُُٗص١ ِصْخَر َٚ ، خَو َشَث ِسُٛذاغٌا

َو َشَث ُٗأِإَف ، ٍشَّْر ٍََٝػ ْشِطْفُ١ٍَْف ُُْوُذَدَأ

ِِٗث ُءُٚذْجٌَّْا َُْٛىَ١ٌِ ، خ

َْباج ِد ُْٓثا َُٗذاذَص َٚ َدا َُٚد ُٛثَأ ُٖا َٚ َس( َخَو َشَجٌْا ِْٗ١ٌَِإ ََٝٙزٌُّْْٕا َٚ

( خ١ثبصٌّا حبىشِ حشش خ١ربفٌّا حبلشِ

4

/

1388

(

17

Ibnu Rajab, Fath Al-Bari, jilid 5, hal. 319.

18

(22)

22 | H D M I

Ini merupakan bentuk pujian rasulullah SAW kepada kurma di waktu ini (waktu sahur), karena pada waktu sahur ada keberkahan, dan mengkhususkan (menyantap) kurma pada waktu ini adalah berkah,jika kalian berbuka puasa maka berbukalah dengan kurma, karena itu adalah berkah, agar dimulai (makan pada waktu sahur) adalah berkah dan diakhiri (waktu berbuka) dengan berkah.19

6. SAHURLAH MESKI SATU TEGUK AIR

الله يٛعس يبل :يبل ٕٗػ الله ٟظس ٞسذخٌا ذ١ؼع ٟثأ ٓػ

ُوذحأ عشج٠ ْأ ٌٛٚ ٖٛػذر لَف ؛خوشث ٍٗوأ سٛحغٌا( :صلى الله عليه وسلم

ٍٝػ ٍْٛص٠ ٗزىئلَِٚ ًجٚ ضػ الله ْئف ؛ءبِ ِٓ خػشج

ْبجح ٓثاٚ ذّحأ ٖاٚس )ٓ٠شّحغزٌّا

.

Dari Abu Said al Khudri Radhiyallahu Anhu berkata, bersabda Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam: “Makan sahur adalah berkah, jangan kalian tinggalkan meski hanya dengan seteguk air, sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla dan para malaikat mengucapkan salam kepada orang-orang yang makan sahur.” ( HR. Ahmad dan Ibnu Hibban ).

Keberkahan dalam makanan sahur adalah dapat menambah ketahanan atau kekuatan saat berpuasa dan juga menambah pahala,

19

Al-Mala Ali Al-Qari, Mirqorul Mafatih Syarh Misykat Al-Mashobih, jilid 4, hal. 1388.

(23)

23 | H D M I

dan sahur boleh dengan air atau dengan yang lainnya, adapun shalawat Allah SWT kepada mereka yang melakukan sahur ialah kasih sayang Allah akan diberikan kepada mereka, dan Shalawat malaikat maksudnya malaikat mendoakan mereka yang melakukan sahur.20

Dengan adanya hadist ini mendorong kita untuk berusaha sahur meski hanya seteguk air, untuk mengambil keberkahannya.

7. SAHUR DENGAN KURWA AJWAH

َلَ َٚ ٌُُّع ََ َْٛ١ٌْا َهٌَِر َُّٖشُعَ٠ ٌَُْ ًح َْٛجَػ ٍدا َشََّر ِغْجَغِث َحَّجَصَر َِْٓ

ٌشْحِع

“Barangsiapa di pagi hari memakan tujuh butir kurma ajwa, maka ia tidak akan terkena racun dan sihir pada hari itu.”

(Muttafaqun „alaih. HR. Bukhari no. 5779 dan Muslim no. 2047). Yang dimaksud dengan Tashobbaha artinya seseorang memakan ajwah di pagi hari sebelum menyantap makanan-makanan lainnya.Ajwah adalah jenis kurma di Madinah.21 Imam An-Nawawi rahimahullah memasukkan hadist ini ke Bab keutamaan Kurma Madinah.22

20

Muhammad Al-Kahlani, At-Tanwir Syarh Al-Jami‟ As-Shaghir, jilid 6, hal.464.

21

Jamaluddin al-jauzi, Kasyf Musykil min Hadits Shahihaini, jilid 1, hal. 235.

22

(24)

24 | H D M I

Tidak secara hadits dan dalil khusus untuk sahur kurma ajwah, hanya saja memakan kurma ajwah memiliki kandungan dan manfaat yang banyak.

Sehingga perintah dalam hadits yang memerintahkan kita untuk mengkonsumsi kurma ajwah dapat kita laksanakan pada pagi harinya. Wallahu a‟la.

Gambar Kurma Ajwah

Sumber: https://www.tagar.id/

8. MANDI

Nabi shallallahu „alaihi wa sallam, ia berkata,

ُّتُصَ٠ ٍَََُّع َٚ ِْٗ١ٍََػ ُ َّاللَّ ٍََّٝص ِ َّاللَّ َيُٛعَس ُذْ٠َأَس

َءبٌَّْا ِِٗعْأ َس ٍََٝػ

(25)

25 | H D M I

“Aku melihat Rasulullah shallallahu „alahi wa sallam menyiramkan air ke kepalanya dalam keadaan berpuasa, karena kehausan, atau karena kepanasan.” Hadis ini dinyatakan shahih oleh al-Albani dalam “Shahih Abu Dawud”.

ٌُ بِ ،ٗ١ف ظّغٕ٠ٚ ءبٌّا ٗعأس ٍٝػ تص٠ ْأ ُئبصٌٍ صٛج٠

ٗمٍد ٌٝإ يضٕ٠

Menurut Imam an-Nawawi rahimahulla Boleh bagi orang yang berpuasa menyiram kepalanya dengan air (mandi) dan menyelupkan diri di air23, selama tidak masuknya air ke tenggorokan.24

Dalam mazhab hanafi juga mengatakan hukum menyiram air ke kepala bagi orang berpuasa dan menyelupkan di air adalah tidak makruh25

9. MEMBACA DZIKIR/DOA SORE HARI

Hal ini juga berdasarkan ayat al-Qur‟an:

بَِ ٍََٰٝػ ْشِجْصبَف

ِظَّّْشٌا ِعٍُُٛغ ًَْجَل َهِّثَس ِذَّْحِث ْحِّجَع َٚ ٌَُُْٛٛمَ٠

ِةُٚشُغٌْا ًَْجَل َٚ

“Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya)” (QS. Qaf: 39).

Dan hadist Rasulullah SAW,

23

An-Nawawi, Al-Majmu‟ Syarh Al-Muhazzab, jilid 6, hal. 347.

24

Yahya Al-U‟mroni, Al-Bayan Fii Mazhab Al-Imam As-Syafi‟I, jilid 3, hal. 531.

25

(26)

26 | H D M I

dari hadits „Utsman bin „Affan, Rasul shallallahu „alaihi wa sallam bersabda,

ِالله ُِْعبِث ٍخٍَْ١ٌَ اًُو ٍءبَغَِ َٚ ٍَ َْٛ٠ ًُِّو ِحبَجَص ِٟف ُي ُْٛمَ٠ ٍذْجَػ ِِْٓ بَِ

ِءبَّاغٌا ِٟف َلَّ َٚ ِض ْسَلْا ِٟف ءَْٟش ِِّْٗعا َغَِ ُّشُعَ٠ َلَّ ِٞزاٌا

َٚ

ءَْٟش ُٖ ُّشُعَ١َف ٍدا اشَِ َسَلاَص ُُْ١ٍَِؼٌا ُغْ١ِّاغٌا َُٛ٘

“Tidaklah seorang hamba ketika subuh setiap paginya dan masa‟ setiap malamnya mengucapkan “bismillahilladzi laa yadhurru ma‟as mihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa‟ wa huwas samii‟ul „aliim (Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui)” sebanyak tiga kali, maka mustahil ada yang membahayakan dirinya.” (HR. Al Hakim dalam mustadroknya 1: 695 dan sanadnya shahih).

Keutamaan do‟a ini adalah Jika seseorang menyebut nama Allah ke suatu makanan dengan keyakinan baik dan niat yang shalih maka tidak akan berbahaya makanan tersebut, kalaupun jika dibacakan nama Allah kepada musuhnya maka tidak menag musuh tersebut, begitu pula Jika dibacakan kepada yang lain.26

خ١ٔٚ َٓغَد دبمزػا ٓػ َبؼغ ٍٝػ َّٗعا ًُجشٌا شور ارإ

ٍُّٚذػ ِٗجٚ ٍٝػ َّٗعا شَوَر ٌٛٚ ،َُبؼطٌا هٌر ٖ ُّشع٠ لَّ خصٌبخ

ءب١شلْا ُغ١ّج هٌزوٚ ،ٖ ُُّٚذَػ ٗ١ٍػ شفظ٠ لَّ

).

ٟف خ١ربفٌّا

( خ١ثبصٌّا حشش

3

/

210

(

26

(27)

27 | H D M I DOA LAINNYA

يبل يبل ٕٗػ الله ٟظس ْبثٛص ٓػ ،ٞزِشزٌا ةبزو ٟف بٕ٠ٚسٚ

،بثس للهبث ذ١ظس ٟغّ٠ ٓ١ح يبل ِٓ صلى الله عليه وسلم الله يٛعس

ْأ ٌٝبؼر الله ٍٝػ بمح ْبو ،ب١جٔ صلى الله عليه وسلم ذّحّثٚ ،بٕ٠د َلَعلإبثٚ

ٗ١ظش٠

Artinya, “Diriwayatkan kepada kami di Kitab At-Turmudzi dari Tauban RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, „Siapa saja yang membaca di sore hari, „Radhītu billāhi rabbā, wa bil islāmi dīnā, wa bi Muhammadin shallallāhu „alaihi wa sallama nabiyyan,‟ niscaya Allah meridhainya,”27

Hal ini dipertegas dengan riwayat Anas Radhiyallahu anhu,

Anas bin Malik radhiyallahu „anhu berkata, rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

ِحاَذَغٌْا ِح َلََص ِِْٓ ٌَٝبَؼَر َ َّاللَّ َُْٚشُوْزَ٠ ٍَ َْٛل َغَِ َذُؼْلَأ َْْ َلأ

َّٝزَح ،

ِذٌَ َٚ ِِْٓ ًخَؼَث ْسَأ َكِزْػَأ َْْأ ِِْٓ ٌََِّٟإ ُّتَحَأ : ُظَّّْشٌا َغٍُْطَر

ِشْصَؼٌْا ِح َلََص ِِْٓ َ َّاللَّ َُْٚشُوْزَ٠ ٍَ َْٛل َغَِ َذُؼْلَأ َْْ َلأ َٚ ، ًَ١ِػبَّْعِإ

ًخَؼَث ْسَأ َكِزْػَأ َْْأ َِْٓ ٌََِّٟإ ُّتَحَأ : ُظَّّْشٌا َةُشْغَر َْْأ ٌَِٝإ

27

Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], hal. 65.

(28)

28 | H D M I

“Aku duduk bersama orang-orang yang berdzikrullah Ta‟ala mulai dari (waktu) sholat shubuh hingga terbit matahari lebih aku cintai daripada memerdekakan empat orang budak dari putra Nabi Isma‟il. Dan aku duduk bersama orang-orang yang berdzikrullah mulai dari (waktu) sholat Ashar sampai terbenam matahari lebih aku cintai daripada memerdekakan empat orang budak” (HR. Abu Dawud: 3667, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani).

DOA MUSTAJAB UNTUK ORANG BERPUASA

:صلى الله عليه وسلم الله يٛعس يبل

ٍداَٛػَد ُسلَص

، ُِِئبصٌا ُحٛػد :ٍدبثبجزغُِ

ِشِفبغٌّا ُحٛػدٚ ، ٍَُِٛظٌّا ُحٛػدٚ

)

( ٟٔبجٌلأا

ٕٔٗٓ

،)ـ٘

غِبجٌا ح١حص

ٖٖٓٓ

ح١حص

ٟف ٟٔاشجطٌا ٗجشخأ

«

ءبػذٌا

( »

ٖٖٔٔ

ٟف ٟمٙ١جٌاٚ ،ٌٗ ظفٌٍاٚ )

«

داٛػذٌا

ش١جىٌا

( »

٨ٗ٦

ٟف ٞشجشٌاٚ ،)

«

ٗ١ٌبِأ ت١رشر

( »

ٔٓٔٗ

)

Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda:” Tiga doa yang dikabulkan,yaitu doa orang yang berpuasa, doa orang yang dizhalimi, doa musafir. ( HR. At-Thabrani, Al-Baihaqi) Shahih Al-Albani Shahih al-Jami.

(29)

29 | H D M I

Yang dimaksud dengan mustajab adalah lebih cepat dikabulkan oleh Allah ketimbang doa dalam keadaan lainnya.28

Dalam Riwayat lain disebutkan

دشر لَّ خصلاص(( :صلى الله عليه وسلم الله يٛعس يبل :يبل ،حش٠ش٘ ٟثأ ٓػٚ

حٛػدٚ ،يدبؼٌا َبِلإاٚ ،شطف٠ ٓ١د ُئبصٌا :ُٙرٛػد

ٍَٛظٌّا

:ةشٌا يٛم٠ٚ ،ءبّغٌا ةاٛثأ بٌٙ خزفرٚ َبّغٌا قٛف الله بٙؼفش٠

[ ٞزِشزٌا ٖاٚس ))ٓ١د ذؼث ٌٛٚ هٔشصٔلْ ٟرضػٚ

2249

[.

( ٕٓغٌا كئبمد ٓػ فشبىٌا ٟج١طٌٍ حبىشٌّا حشش

5

/

1717

)

Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda:” Tiga orang yang tidak ditolak doanya ,yaitu doa orang yang berpuasa ketika dia berbuka, pemimpin yang adil, doa orang yang dizhalimi Allah angkat ke atas awan, dan dibuka pintu langut, Allah berfirman : Demi kemulian dan keagunganKu, Aku pasti akan menolongmu walaupun setelah beberapa waktu.(HR. At-tirmizi)29

10. MEMBACA AL-QUR‟AN

Allah Ta‟ala berfirman,

28

Syaikh Ali Azizi, As-Siraj al-Munir Syarh Jami‟ As-Shaghir fi Hadits Al-Basyir An-Nazir, jilid 3, hal. 52.

29

Syaraf ad-Din At-Thoyyibi, Syarh Al-Misykat al-Kasyif Haqaiq A-Sunan, jilid 5, hal. 1717.

(30)

30 | H D M I

ٍدبَِّٕ١َث َٚ ِطبٌٍَِّّٕ ًٜذُ٘ ُْاَء ْشُمٌْا ِٗ١ِف َي ِضُٔأ ِٞزٌَّا َْبَعََِس ُشَْٙش

ِْبَل ْشُفٌْا َٚ َٜذٌُْٙا َِِٓ

“ Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur‟an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)” QS. (Al Baqarah : 185).

Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan Allah Swt. memuji bulan Ramadan di antara bulan-bulan lainnya, karena Dia telah memilihnya di antara semua bulan sebagai bulan yang padanya diturunkan Al-Qur'an yang agung. Sebagaimana Allah mengkhususkan bulan Ramadan sebagai bulan diturunkan-Nya Al-Qur'an, sesungguhnya telah disebutkan oleh hadis bahwa pada bulan Ramadan pula kitab Allah lainnya diturunkan kepada para nabi Sebelum Nabi Muhammad Saw.

بََٕصاذَد :ُ االلَّ َُّٗ ِد َس ،ًٍَجَْٕد ُْٓث ُذَّْدَأ َُبَِِ ْلإا َيبَل

ٌَٝ َِْٛ ٍذ١ِؼَع ُٛثَأ

ِٟثَأ َْٓػ ،َحَدبَزَل َْٓػ ، َِا اَٛؼٌْا ُٛثَأ ْاشّْػ بََٕصاذَد ، ٍُِشبَ٘ َِٟٕث

َخٍَِصا َٚ َْٓػ ،ِخ١ٌٍَِّْا

ِغَمْعَ ْلْا َْٓثا ِْٟٕؼَ٠

الله ٍٝص الله يٛعس اَْأ

ِِْٓ ٍخٍَْ١ٌَ ِي اَٚأ ِٟف َُ١ِ٘ا َشْثِإ فُذُص ْذٌَ ِضُْٔأ" :يبل ٍُعٚ ٗ١ٍػ

َِ َس

، َْبَعَِ َس ِِْٓ ٓ١َعَِ ٍّذِغٌ ُحا َس ْٛازٌا ِذٌَ ِضَْٔأ َٚ .َْبَع

َْآ ْشُمٌْا ُ االلَّ َي َضَْٔأ َٚ َْبَعَِ َس ِِْٓ ْذٍََخ َح َشَشَػ َس َلاَضٌِ ًُ١ ِجِْٔ ْلإا َٚ

َْبَعَِ َس ِِْٓ ْذٍََخ َٓ٠ ِشْشِػ َٚ ٍغَث ْسَ ِلْ

"

(31)

31 | H D M I

Imam Ahmad ibnu Hambal mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa'id maula Bani Hasyim, telah menceritakan kepada kami Imran Abul Awwam, dari Qatadah, dari Abul Falih, dari Wasilah (yakni Ibnul Asqa), bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Lembaran-lembaran Nabi Ibrahim diturunkan pada permulaan malam Ramadan dan kitab Taurat diturunkan pada tanggal enam Ramadan, dan kitab Injil diturunkan pada tanggal tiga belas Ramadan, sedangkan Al-Qur'an diturunkan pada tanggal dua puluh empat Ramadan.

Dari Abu Hurairah radhiallahu „anhu,

ِجٌَّٕا ٍََٝػ ُضشْؼ٠ ْبو ً٠شجج ْأ

ٍَََُّع َٚ ِْٗ١ٍََػ ُ َّاللَّ ٍََّٝص ِّٟ

ِٞزٌَّا َِبَؼٌْا ِٟف ِْٓ١َرَّشَِ ِْٗ١ٍََػ َضشؼَف ، ًحَّشَِ ٍَبَػ ًَُّو َْآ ْشُمٌْا

ٗ١ف َطِجُل

“Dahulu Jibril mendatangi dan mengajarkan Al-Qur‟an kepada Nabi shalallahu „alayhi wa sallam setiap tahun sekali (pada bulan ramadhan). Pada tahun wafatnya Rasulullah shalallahu „alayi wasallam Jibril mendatangi dan mengajarkan Al-Qur‟an kepada beliau sebanyak dua kali (untuk mengokohkan dan memantapkannya)” ( HR. Bukhari no. 4614)

Ibnu Atsir rahimahullah menjelaskan,

اذ٠ ْبو ٞأ

ْآشمٌا ِٓ يضٔ بِ غ١ّج ٗعس

“yaitu mempelajari (mudarasah) semua ayat Al-Quran yang turun” ( Al-Jami‟ fi Gharib Hadits, 4/64).

(32)

32 | H D M I

11. BERINFAQ/BERSEDEKAH

dalam hadits Rasulullah:

ٍََّٝص ُِّٟجٌَّٕا َْبَو :َيبَل ،بََُّْٕٙػ ُ َّاللَّ َٟ ِظَس ٍطبَّجَػ َْٓثا ََّْأ

ُالله

ِٟف ُُْٛىَ٠ بَِ ُد َْٛجَأ َْبَو َٚ ، ِشْ١َخٌبِث ِطبٌَّٕا َد َْٛجَأ ٍَََُّع َٚ ِْٗ١ٍََػ

ُٖبَمٍَْ٠ ََُلََّغٌا ِْٗ١ٍََػ ًُ٠ ِشْج ِج َْبَو َٚ ،ًُ٠ ِشْج ِج ُٖبَمٍَْ٠ َٓ١ ِح َْبَعََِس

ٍََّص ُِّٟجٌَّٕا ِْٗ١ٍََػ ُض ِشْؼَ٠ ،َخٍَِغَْٕ٠ َّٝزَح ،َْبَعََِس ِٟف ٍخٍَْ١ٌَ ًَُّو

ٝ

َْبَو ،ََُلََّغٌا ِْٗ١ٍََػ ًُ٠ ِشْج ِج َُٗ١ِمٌَ اَرِئَف ،َْآ ْشُمٌا ٍَََُّع َٚ ِْٗ١ٍََػ ُالله

ِخٍََع ْشٌُّا ِح٠ ِّشٌا َِِٓ ِشْ١َخٌبِث َد َْٛجَأ

Sesungguhnya Ibnu „Abbas RadhiyalLahu „anhumā berkata: “Rasulullah shalallahu „alaihi wa sallam adalah manusia yang paling dermawan, dan Beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan tatkala berjumpa malaikat Jibril alaihissalam. Malaikat Jibril bertemu dengan Beliau setiap malam pada bulan Ramadhan sampai penghujung Ramadhan, Nabi Shalallahu „alaihi wa sallam membacakan Al-Qur`an kepada Jibril, maka tatkala Beliau bertemu dengan Jibril, Beliau lebih derwaman dengan memberikan kebaikan melebihi angin yang bertiup.” (HR Muslim)

Kenapa Rasulullah SAW begitu semangat untuk berinfaq di bulan Ramadhan,

خلذصٌا ةاٛص ٗ١ف فػبعز٠ شٙش ٗٔلْ

.

ٟٔلاطغمٌا حشش

( ٞسبخجٌا خ١ذص حششٌ ٞسبغٌا دبشسإ

3

/

352

)

(33)

33 | H D M I

Karena bulan Ramadhan adalah bulan berlipat gandanya pahala sedekah dan maa dalam lafaz ini30

ْبعِس شٙش ٟف دٛجٌبث حدب٠ضٌا ًجشٌٍ تدأف :ٟؼفبشٌا يبل

الله يٛعشث ءاذزلا

صلى الله عليه وسلم

،ُٙذٌبصِ ٌٝإ ٗ١ف طبٌٕا خجبذٌٚ ،

ٟفبشٌا ُٙجعبىِ ٓػ حلاصٌاٚ َٛصٌبث ُِٕٙ ش١ضو ًغبشزٌٚ

( ٟؼفبشٌا ذٕغِ حشش ٟف

3

/

251

(

Imam Syafi‟i rahimahullah mengatakan : maka saya suka jika seseorang lebih banyak bersedekah di bulan Ramadhan karena mengikuti sunnah Rasulullah SAW dan alasannya orang-orang sangat membutuhkan (sedekah) karena kebutuhan-kebutuhan (besar), dan orang-orang sibuk berpuasa dan shalat ketimbang mencari nafkah.31

12. BERSIWAK

خؼ١ثس ٓث شِبػ ٓػ َُِٞٚس بٌّ ،َب١صٌا يبح ٟف صلى الله عليه وسلم ٗواٛع

:يبل

«

ُئبص ٛ٘ٚ نٛغز٠ ٟصحأ لَ بِ صلى الله عليه وسلم ٟجٌٕا ذ٠أس

( ٞزِشزٌا

525

ٟف فلَزخلَاٚ ٗ١ف فٍزخِ ش٠ذحٌاٚ ،)

ناٛغٌا خ١ػٚششّث ٌٗ كٍؼر لَ ش٠ذحٌا

شِلأا َّٛؼٌ ؛ُئبصٌٍ

،خّ٠ضخ ٓثا ح١حص :شظٔا

3

/

245

.

30

Al-Qastholani, Irsyad as-Sari li Syarh Shahih Al-Bukhari, jilid 3, hal. 352.

31

Ibnu al-Atsir As-Syaibani, As-Syafi Fii Syarh Musnad As-Syafi‟I, jilid 3, hal. 251.

(34)

34 | H D M I

Siwaknya Nabi SAQ ketika berpuasa, diriwatkan dari Amir bin Rabi‟ah ia berkata saya melihat Nabi SAW saya tidak dapat menghitungnya berapa kali beliau bersiwak dalam keadaan puasa. HR. Tirmizi

)

صدأ لَّ بِ

،ٗرشضو ِٓ ِّٖذػ ٍٝػ سذلأ لَّ بِ :ٞأ ؛)ٟ

،سبٌٕٙا غ١ّج ٟف ُئبصٌٍ ُناٛغٌا ٖ َشىُ٠ لَّٚ ،ُّذَؼٌا :)ءبصدلإا(

شضوأ ذٕػ خإُع ٛ٘ ًث

ءبٍّؼٌا

ٚ

خف١ٕد ٛثأ يبل ٗث

.

خ١ربفٌّا

( خ١ثبصٌّا حشش ٟف

3

/

29

)

Maa laa uhshi artinya (begitu banyaknya) saya tidak dapat menghitung kebiasaan beliau yang sering (ihsha‟) artinya hitungan. Tidak makruh hukunya bersiwak bagi orang yang berpuasa di sepanjang siang, bahkan siwak itu sunnah menurut kebanyak para ulama.begitu pula yang dikatakan oleh Abu Hanifah rahimahullah.32

BAU MULUT ORANG YANG BERPUASA

يبل ٕٗػ الله ٟظس حش٠ش٘ ٟثأ ٓػ

:

الله ٍٝص الله يٛعس يبل

ٍُعٚ ٗ١ٍػ

:

ذٕػ ت١غأ ُئبصٌا ُف فٍٛخٌ ٖذ١ث ٟغفٔ ٞزٌاٚ

هغٌّا ح٠س ِٓ ٌٝبؼر الله

ٗ١ٍػ كفزِ

32

(35)

35 | H D M I

"Demi yang jiwaku berada ditangannya sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi disisi Allah dari bau misik" muttafaq alaih

ِةا ََٛص َٚ َب١صٌا ًعف ٟف از٘ٚ ٗ١ف ُُُْٙجِّغ َشُ٠ َٚ ِْٗ١ٍََػ ُُُّْٙعُذَ٠

ُِِئباصٌا

.

( سبوززعلَّا

3

/

375

(

Maksud bau mulut orang berpuasa lebih baik dari bau kasturi, adalah memotivasi dan menganjurkan orang-orang (agar berpuasa) dan ini keutamaan berpuasa dan pahala atau ganjaran untuk orang yang berpuasa.33

Hadist siwak dan hadist bau mulut ini tidaklah bertentangan melainkan hadits siwak menjelaskan dan menambahin hadits bau mulut tadi.

Karena bau mulut itu muncul dari lambung yang kosong.

Ibnu Rajab rahimahullah menjelaskan bahwa bau mulut berasal dari uap lambung yang baik ke mulut. Beliau berkata,

حذؼٌّا ٍٛخٌ حشخثلْا ِٓ ِٕٗ ذػبصز٠ بِ خذئاس :ُفٌا فٍٛخ

طبٌٕا َبشِ ٟف خ٘شىزغِ خذئاس ٟ٘ٚ ،َب١صٌبث َبؼطٌا ِٓ

ٕٙىٌ ب١ٔذٌا ٟف

ٗزػبغ ٓػ خئشبٔ ذٔبو ش١د الله ذٕػ خج١غ ب

تغض٠ خِب١مٌا َٛ٠ ءٟج٠ ذ١ٙشٌا َد ْأ بّو ،ٗربظشِ ءبغزثاٚ

هغٌّا خ٠س ٗذ٠سٚ َذٌا ٌْٛ ٌٗٔٛ بِد

33

(36)

36 | H D M I

“Bau yang naik berupa uap karena kekosongan lambung dari makanan ketika puasa. Bau yang tidak disukai oleh penciuman manusia di dunia, akan tetapi baik di sisi Allah karena muncul dari ketaatan dan mencari keridhaan Allah. Sebagaimana darah orang yang syahid akan datang pada hari kiamat, warnanya warna darah tetapi baunya bau misk.” [Al-Lathaif Al-Ma‟arif hal 161]

Namun demikian kita berusaha agar menjaga bau mulut tadi tidak menganggu orang-orang sekitar sehingga kita bersiwak. Apalagi bersiwak itu dapat mendatangkan ridho Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda,

ِّة اشٌٍِ حبَظ ْشَِ ، َُِفٌٍِْ ح َشَْٙطَِ ُنا َِّٛغٌا

“Bersiwak bisa membersihkan mulut dan mendatangkan ridha Allah.” [HR. Nasa‟i]

Gambar Siwak

(37)

37 | H D M I

Lalu bagimana penjelasan dunia medis terhadap bau mulut?

Gambar : Sebab-sebab Bau Mulut (pada umumnya) Sumber : https://www.ebdg.com.au

Di antara Yang dapat menyebabkan bau mulut34 :

1. Makanan seperti bawang putih, bawang merah dan rempah-rempah

2. Produk tembakau

3. Penyakit dan masalah kesehatan tertentu 4. Kebersihan mulut yang buruk

5. Mulut kering 6. Kehamilan

7. Obat-obatan tertentu

Jika sebabnya adalah kebersihan Mulut yang buruk, maka sunnah Rasulullah SAW bersiwak saat berpuasa sangatlah tepat, karena selain dapat membersihkan kotoran gigi atau mulut dan juga dapat mendapat pahala sunnah Nabi SAW. Wallahu A‟la.

34

(38)

38 | H D M I

13. MENYEGERAKAN BERBUKA PUASA JIKA SUDAH DATANG WAKTU SHALAT MAGRIB

Rasuluallah SAW bersabda,

ُ َّاللَّ ٍََّٝص ِ َّاللَّ َيُٛعَس ََّْأ ، َُْٕٗػ ُ َّاللَّ َٟ ِظَس ٍذْؼَع ِْٓث ًَِْٙع َْٓػ َٚ

اٍَُّٛجَػ بَِ ٍشْ١َخِث ُطبٌَّٕا ُيا َضَ٠ َلَ : َيبَل ٍَََُّع َٚ ِْٗ١ٍََػ

ٌكَفَّزُِ َشْطِفٌْا

ِْٗ١ٍََػ

Dari Sahl bin Sa‟ad radhiyallahu „anhu, bahwa Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda, “Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan waktu berbuka.” (Muttafaqun „alaih).

ٍػ طد بّٔإ :تٌٍّٙا يبل

لائٌ شطفٌا ً١جؼر ٍٝػ َلاغٌا ٗ١

ضٚشف ٝف حدب٠ص هٌر ْٛى١ف ،ً١ٌٍا ِٓ خػبع سبٌٕٙا ٝف داض٠

َب١صٌا ٍٝػ ٌٗ ٜٛلأٚ ُئبصٌبث كفسأ هٌر ْلْٚ ،الله

حشش

( يبطث ٓثلَّ ٜسبخجٌا خ١ذص

4

/

104

(

Al-Mahlab mengatakan : Rasulullah SAW sengaja menganjurkan menyegerakan berbuka puasa agar tidak menambah waktu puasa di siang hari dengan waktu di malam hari, maka hal tersebut menambah kewajiban yang Allah berikan, dan menyegerakan berbuka puasa

(39)

39 | H D M I

lebih lemah lembut kepada orang berpuasa dan lebih kuat baginya untuk berpuasa.35

14. MEMBACA DOA BERBUKA PUASA

Rasulullah melafalkan doa sebagaimana berikut:

ِذٍََّزْثا َٚ ُأََّّظٌا َتََ٘ر : َيبَل َشَطْفَأ اَرِإ ،صلى الله عليه وسلم ِالله ُيُٛع َس َْبَو

ُالله َءبَش ِْْإ ُشْجَلأا َذَجَص َٚ ،ُقُٚشُؼٌْا

Rasulullah ketika berbuka, Beliau berdoa: „Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala tetap, insyaallah,” (HR. Abu Daud).

DO’A BERBUKA LAINNYA

Rasulullah SAW bersabda:

ٗغٍث َٗٔأ ح َش٘ص ٓث ربَؼِ َٓػ

ِْٗ١ٍََػ ُ َّاللَّ ٍََّٝص ِٟجٌَّٕا َْأ

ٌٍََُُّّٙا : َيبَل شطفأ ارِإ َْبَو َ ٍََُّع َٚ

هلصس ٍََٝػ َٚ ذّص هٌَ

دٚاد ٛثأ ٖاٚس دشطفأ

Artinya: Dari Mu‟adz bin Zuhrah, bahwa sesungguhnya ia telah sempai kepadanya bahwasannya Nabi Shallallahu Alalihi Wasallam

35

(40)

40 | H D M I

jika berbuka, ia berkata,”Ya Allah, untuk-Mu puasaku dan atas rizki-Mu aku berbuka.” (Riwayat Abu Dawud)

Al Hafidz Ibnu Al Mulaqqin berkata mengenai hadits ini,”Isnad ini hasan, tetapi ia mursal.” (Al Badr Al Munir, 5/271)

ٍٝػٚ ذّص هٌ ٌٍُٙا :ٖسبطفإ ذٕػ يٛم٠ ْأ تذزغٌّاٚ

دشطفأ هلصس

.

( ٞصاش١شٌٍ ٟؼفبشٌا َبِلإا خمف ٟف ةزٌّٙا

1

/

343

(

Hanya saja As-Syairozi rahimahullah mengatakan disunnahkan mengucapkan ketika berbuka puasa “Ya Allah, untuk-Mu puasaku dan atas rizki-Mu aku berbuka”.36 Dan pendapat ini juga yang dikatakan An-Nawawi dalam Al-Majmu‟.37

15. BERBUKA DENGAN KURMA DAN AIR

َْٓػ َٚ

ِِّّٟجَّعٌَا ٍشِِبَػ ِْٓث َْبٍََّْع

ٕٗػ الله ٟظس

ِِّٟجٌََّٕا َِٓػ

صلى الله عليه وسلم

:َيبَل

ْذ ِجَ٠ ٌَُْ ِْْئَف , ٍشَّْر ٍََٝػ ْشِطْفُ١ٍَْف ُُْوُذَحَأ َشَطْفَأ اَرِإ

ٌسَُٛٙغ َُِّٗٔئَف ,ٍءبَِ ٍََٝػ ْشِطْفُ١ٍَْف

ِا َُٗحَّحَص َٚ ,ُخَغَّْخٌَْا ُٖا َٚ َس

ُْٓث

ُُِوبَحٌْا َٚ َْبَّج ِح ُْٓثا َٚ َخَّْ٠َضُخ

36

As-Syairozi, Al-Muhazzab Fi Fiqh Imam As-Syafi‟I, jilid 1, hal. 343.

37

(41)

41 | H D M I

Dari Salman bin „Amir Adh Dhobbi radhiyallahu „anhu, dari Nabi shallallahu „alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian berbuka, maka berbukalah dengan tamr (kurma kering). Jika tidak dapati kurma, maka berbukalah dengan air karena air itu mensucikan.” Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim.

As-Shan‟ani rahimahullah meletakkan hadist ini pada bab keutamaan berbuka dengan kurma dan air.38 Hal itu menunjukkan keutamaan jika kita berbuka puasa dengan santapan kurma dan air, namun jika seseorang tidak mendapatkan kurma atau air, maka berbuka dengan sesuatu yang mudah didapatkan baginya39.

،ِْٗ١ٍََػ شغ١ز٠ٚ أ١ٙز٠ ءَْٟش َّٞأِث ُِئباصٌا شطْف٠ ِٗ١ِف شوز٠ ةبَث اَزَ٘

،ِٖ ِشْ١َغِث َٚأ ِءبٌَّْبِث َْبَو ءا ََٛع

خ١ذص حشش ٞسبمٌا حذّػ

( ٞسبخجٌا

11

/

65

)

Bab ini disebutkan didalamnya tentang bolehnya orang berpuasa dengan sesuatu yang tersedia dan mudah didapatkan, baik air atau yang lainnya.40

16. TAHAPAN MAKANAN YANG DISUNNAHKAN KETIKA BERBUKA

Dari Anas bin Malik radhiyallahu „anhu, ia berkata,

ِ َّاللَّ ُيُٛع َس َْبَو

-صلى الله عليه وسلم

ٌَُْ ِْْئَف ٍََِّٝصُ٠ َْْأ ًَْجَل ٍدبَجَغُس ٍََٝػ ُشِطْفُ٠

ْٓ ِِ ٍدا ََٛغَح بَغَح ُْٓىَر ٌَُْ ِْْئَف ٍدا َشََّر ٍََٝؼَف ٌدبَجَغُس ُْٓىَر

ٍءبَِ

38

As-Shon‟ani, Subulussalam, jilid 1, hal. 564

39

Badru ad-Din Al-Aini, Umdatu Al-Qari Syarh Shahih Bukhari, jilid. 11, hal. 65.

40

(42)

42 | H D M I

“Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam biasanya berbuka dengan rothb (kurma basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada ruthob (kurma basah), maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air.”

(HR. Abu Daud no. 2356 dan Ahmad 3: 164. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)

Gambar Kurma Ruthob

Sumber : https://rohultoday.id

Gambar Kurma Tamr

(43)

43 | H D M I

17. MEMBERI MAKANAN BERBUKA (TA‟JIL) KEPADA ORANG BERPUASA

صلى الله عليه وسلم الله يٛعس يبل

:

ش١غ ٖشجأ ًضِ ٌٗ ْبو بّئبص شطف ِٓ

ءٟش ُئبصٌا شجأ ِٓ صمٕ٠ لَ ٗٔأ

ٟٔبجٌلأا ٗححص

"Barangsiapa yang memberi makan orang yang berpuasa maka baginya pahala seperti pahala orang yang berpuasa dan tidak dikurangi dari pahala orang yang berpuasa sedikitpun" dishahihkan oleh al-albani.

)

ءبِ ِٓ خػشج ٌٛٚ ٗث شطف٠ بِ ٖبطػأ )ب ّئبص شطف ِٓ

ْبو(

)صمٕ٠ لَّ ٗٔأ ش١غ( ِٗٛص شجأ ًضِ ٞأ )ٖشجأ ًضِ ٌٗ

ُئبصٌٍ ٟغجٕ٠ٚ )ب ئ١ش ُئبصٌا شجأ ِٓ( شطفٌّا ٖبطؼ٠ بِّ

ٗزثبجإٚ حشخ٢ا ٍٝػ ٗ١خلْ خٔبػإ ٗث شطف٠ ْأ ٖبطؼ٠ بِ يٛجل

ءبشؼٌٍ ٖبػد ْإ

.

( ش١غصٌا غِبجٌا حشش ش٠ٕٛزٌا

10

/

329

)

Siapa saja yang memberi makan orang berbuka puasa walaupun seteguk air, maka dia (orang yang memberi) akan mendapatkan pahala seperti pahala yang diberi (dari pahala puasa), tanpa mengurangi pahala orang yang diberi. Dan hendanya orang yang berpuasa menerima pemberian (makanan takjil) dan menyantapnya hal itu dilakukan agar menolong akhirat (pahala) saudaranya (yang memberi) dan menghadiri makan malam jika diundangnya.41

Begitu luar biasa pahala yang diberikan kepada orang memberikan berbuka puasa, mendapatkan pahala seperti orang berpuasa.

41

(44)

44 | H D M I

18. SHALAT SUNNAH QIYAMULLAIL DI MALAM LAILATUL QADR

يبل صلى الله عليه وسلم ٟجٌٕا ْأ ٕٗػ الله ٟظس حش٠ش٘ ٟثأ ٓػ

:

خٍ١ٌ َبل ِٓ

ٗجٔر ِٓ َذمر بِ ٌٗ شفغ بثبغزحاٚ بٔبّ٠إ سذمٌا

.

ٖاٚس

ٞسبخجٌا

"Barangsiapa menghidupkan malam lailatul karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka diampuni baginya apa yang telah lalu dari dosa dosanya"

Disunnahkan mencari malam lailatul qadr42 karena keutamaannya yang sangat besar.

19. SHALAT DHUHA

Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu „alihi wa sallam bersabda,

ٌخَلَذَص ٍخَح١ِجْغَر ًُُّىَف ٌخَلَذَص ُُْوِذَحَأ ِِْٓ ََِٝلَُع ًُِّو ٍََٝػ ُحِجْصُ٠

ٌخَلَذَص ٍح َش١ِجْىَر ًُُّو َٚ ٌخَلَذَص ٍخٍَ١ٍَِْٙر ًُُّو َٚ ٌخَلَذَص ٍحَذ١ِّْحَر ًُُّو َٚ

ٌخَلَذَص ِشَىٌُّْْٕا َِٓػ ٌَْٝٙٔ َٚ ٌخَلَذَص ِفُٚشْؼٌَّْبِث ٌشَِْأ َٚ

ْٓ ِِ ُا ِضْجُ٠ َٚ

َٝحُّعٌا َِِٓ بَُُّٙؼَو ْشَ٠ ِْبَزَؼْوَس َهٌَِر

“Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu

42

(45)

45 | H D M I

pula amar ma‟ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka‟at” (HR. Muslim no. 720).

بَٙأَأ َٚ بَِٙؼِل َِْٛ ِش١ِجَو َٚ َٝذُّعٌا ًِْعَف َُِظِػ ٍََٝػ ً١ٌَِد ِٗ١ِف َٚ

ِْٓ١َزَؼْو َس ُّخ ِصَر

.

( ٍُغِ ٍٝػ ٌٕٞٚٛا حشش

5

/

234

)

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “dalil yang menjelaskan keutamaan yang sangat besar dari shalat Dhuha dan menjelaskan kedudukannya yang agung. Dan shalat Dhuha ini dilaksanakan dengan dua raka‟at”43

.

Bahkan dalam Hadist lain disebutkan keutamaan Shalat Dhuha ini,

Dari Buraidah Al Aslami radhiallahu‟anhu, Nabi shallallahu „alaihi wasallam bersabda,

ٓػ َقاذصز٠ ْأ ٗ١ٍؼف ؛ لا ِصفَِ َُّْٛزِعٚ ٍخئِِ ُسلاص ِْبغٔلإا ٟف

؟ ِالله اٟجٔ ب٠ هٌر ُك١ِطُ٠ َِٓٚ :اٌٛبل ،ٍخلَذصث ِٕٗ ًٍ ِصفَِ ًِّو

،بُِٕٙفذر ِذ ِجغٌّا ٟف ُخػبَخٌُّٕا :يبل

،ِك٠شاطٌا ٓػ ِٗ١ ِّذُٕر ُءٟاشٌاٚ

َهُئ ِضجُر َٝذُّعٌا بزَؼوشف ْذ ِجر ٌُ ْْإف

“Manusia memiliki 360 sendi, diwajibkan untuk bersedekah sedekah untuk setiap sendinya”. Para sahabat bertanya, ”Siapa yang mampu melakukan demikian, wahai Nabi Allah?”. Nabi bersabda, ”Cukup dengan menutup dahak yang ada di lantai masjid dengan tanah dan

43

(46)

46 | H D M I

menghilangkan gangguan dari jalanan. Apabila engkau tidak mendapatinya, maka lakukanlah dua raka‟at shalat Dhuha yang itu bisa mencukupimu” (HR. Abu Daud)

Dengan melaksanakan dua rakaat dhuha kita telah mendapatkan keutamaan ibadah dan amalan pada Hadist yang diriwayatkan Abu Zar. Semoga Allah memberikan taufiq dan hidayahnya agar kita dapat mengerjakan Shalat Dhuha dan merutinkannya dalam keseharian.

20. SHALAT RAWTIB (QABLIYAH & BA‟DIYAH)

Beliau bersabda,

]

َحششػ ٟزٕص ٍَٛ٠ ٟف ٍّٝص ِٓ ]:ٓ١ِٕؤٌّا َأ خج١جح َأ ٓػ

ِخَّٕجٌا ٟف بًز١ث َّٓٙث ٌٗ َُِٟٕث بًػ ُّٛطر ًخؼوس

“barangsiapa yang shalat sunnah 12 rakaat dalam sehari semalam, Allah akan bangunkan untuknya rumah di surga” (HR. Muslim, Tirmizi, Annasa‟i, Ibnu Majah dan Ahmad)

Dalam Riwayat lainnya,

Dari „Aisyah radhiyallahu „anha, Nabi shallallahu „alaihi wa sallam bersabda,

ِٝف ب زْ١َث ٌَُٗ ُ االلَّ ََٕٝث ِخإُّغٌا َِِٓ خَؼْو َس َح َشْشَػ َْٝزِْٕص ٍََٝػ َشَثبَص َِْٓ

ِغَث ْسَأ ِخإَجٌْا

َذْؼَث ِْٓ١َزَؼْو َس َٚ بََ٘ذْؼَث ِْٓ١َزَؼْو َس َٚ ِشُّْٙظٌا ًَْجَل ٍدبَؼَو َس

(47)

47 | H D M I

“Siapa saja merutinkan shalat sunnah dua belas rakaat dalam sehari, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga. Dua belas rakaat tersebut adalah empat rakaat sebelum Zhuhur, dua rakaat sesudah Zhuhur, dua rakaat sesudah Maghrib, dua rakaat sesudah „Isya, dan dua rakaat sebelum Shubuh.” (HR. Tirmidzi) Dari Ibnu Umar radhiyallahu „anhuma, beliau mengatakan,

ِِّٝجإٌا َِِٓ ُذْظِفَد

صلى الله عليه وسلم

، ِشُّْٙظٌا ًَْجَل ِْٓ١َزَؼْو َس ٍدبَؼَو َس َشْشَػ

ِْٓ١َزَؼْو َس َٚ ، ِِٗزْ١َث ِٝف ِة ِشْغٌَّْا َذْؼَث ِْٓ١َزَؼْو َس َٚ ، بََ٘ذْؼَث ِْٓ١َزَؼْو َس َٚ

ًَْجَل ِْٓ١َزَؼْو َس َٚ ، ِِٗزْ١َث ِٝف ِءبَشِؼٌْا َذْؼَث

ِخْجُّصٌا ِحَلاَص

“Aku hafal dari Nabi shallallahu „alaihi wa sallam sepuluh rakaat (sunnah rawatib), ialah dua raka‟at sebelum Zhuhur, dua rakaat sesudah Zhuhur, dua raka‟at sesudah Maghrib di rumahnya, dua raka‟at sesudah „Isya di rumahnya, dan dua raka‟at sebelum Shubuh.” (HR. Bukhari)

ٓثا ش٠ذد ٝفٚ ،شٙظٌا ًجل ًفٕزٌا ٝف ش٠دبدلْا ذفٍزخا

ش٠ذد ٝفٚ ،شٙظٌا ًجل ٓ١زؼوس غوس ، )صلى الله عليه وسلم( ،ٝجٌٕا ْأ ،شّػ

ب ؼثسأ غوس ٗٔأ خشئبػ

.

( يبطث ٓثلَّ ٜسبخجٌا خ١ذص حشش

3

/

173

)

Ibnu Battal dalam syarh Bukhari menjelaskan ada perbedaan hadist pada shalat sunnah sebelum zhuhur, dalam Hadist Ibnu Umar bahwa

(48)

48 | H D M I

Nabi SAW melaksanakan dua raka‟at dan di Hadist Aisyah radhiyallahu anha empat raka‟at.44

21. SHALAT TARAWIH

Hadits Nabi riwayat Imam al-Bukhari, Muslim dan lainnya:

َِْٓ

ِِٗجَْٔر ِِْٓ َََّذَمَر بَِ ٌَُٗ َشِفُغ بًثبَغِزْحا َٚ بًٔبَّ٠إ َْبَعََِس ََبَل

Siapa saja yang ibadah (tarawih) di bulan Ramadhan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau” (HR al-Bukhari, Muslim, dan lainnya).

Begitu banyak keutamaan shalat tarawih, salah satunya ada riwayat yang menceritakan bahwa ada sahabat yang meminta kepada Nabi SAW agar mendoakannya bias bersama Nabi SAW di surga,

Nabi shallallahu „alaihi wa sallam,

ِح َشْضَىِث َهِغْفَٔ ٍََٝػ ِِّٕٝػَأَف

ِدُٛجُّغٌا

“Bantulah aku (untuk mewujudkan cita-citamu) dengan memperbanyak sujud (shalat).” (HR. Muslim)

Memperbanyak sujud artinya banyak melakukan shalat sunnah sesuai yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW. Adapun sujud merupakan waktu terdekat seorang hamba dengan Allah SAW.

44

(49)

49 | H D M I

ُٓ١ِىَّْر ِٗ١ِف َٚ ٌَٝبَؼَر ِ ا ِلِلّ ِخا٠ِدُٛجُؼٌْا َٚ ِغُظا َٛازٌا ُخَ٠بَغ َدُٛجُّغٌا اَْ ِلْ َٚ

ِٞزاٌا ِةا َشُّزٌا َِِٓ ُُْٗٙج َٚ َُٛ٘ َٚ بَ٘ َلاْػَأ َٚ ِْبَغِْٔ ْلإا ِءبَعْػَأ ِّضَػَأ

ٍُػأ ُ االلَّ َٚ ََُٓٙزُّْ٠ َٚ ُطاَذُ٠

.

ٍٝػ ٌٕٞٚٛا حشش

( ٍُغِ

4

/

206

)

Sujud merupakan puncak ketawadhuaan dan penghambaan kepada Allah taala dan di dalamnya menempatkan anggota tubuh yang paling mulia dan paling atas yaitu wajah ke tanah yang sering diinjak dan dihina wallahu A‟lam.45

22. DISUNNAHKAN MANDI DI WAKTU FAJAR KARENA JUNUB.

ذٌبل بٕٙػ الله ٟظس خشئبػ ٓػ

:

الله ٍٝص الله يٛعس ْبو

ًغزغ٠ ُص ٍٗ٘أ ِٓ تٕج ٛ٘ٚ شجفٌا ٗوسذ٠ ٍُعٚ ٗ١ٍػ

َٛص٠ٚ

.

ٗ١ٍػ كفزِ

"Rosulullah Shollallahu Alaihi Wa Sallam ketika terbit fajar beliau dalam keadaan junub dari istrinya kemudian beliau mandi dan puasa". Muttafaq Alaihi.

ب ض٠ِذَد َح َشْ٠ َشُ٘ ُٛثَأ ِٗ١ِف ٜ َٚ َشَف .اَزَ٘ ِٟف ف َلا ِخ َغَل َٚ ْذَل َْبَو

«

َخَجْصَأ َِْٓ

ٌَُٗ ََ َْٛص َلاَف ب جُُٕج

»

ِ االلَّ ِيُٛع َس ِطا َٚ ْصَأ ُطْؼَث َهٌَِر ِٟف َغ ِجٚ ُس َْْأ ٌَٝإ

َُاٍَع َٚ ِْٗ١ٍََػ ُ االلَّ ٝاٍَص

ِٔ َْٛو ِِْٓ َشِوُر بَِّث ْد َشَجْخَأَف

ِٗ

ِْٗ١ٍََػ ُ االلَّ ٝاٍَص

45

(50)

50 | H D M I

َُاٍَع َٚ

َُُٛصَ٠ اُُص ب جُُٕج ُخِجْصُ٠ َْبَو

»

.

حذّػ حشش َبىدلْا َبىدإ

( َبىدلْا

2

/

11

)

Terjadi perbedaan riwayat pada permasalahan apakah sah puasa orang yang junub atau tidak, ada riwayat dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Nabi SAW bersabda barang siapa yang paginya junub maka tidak ada puasa baginya. Sehingga dan riwayat lain dari sebagian istri Nabi SAW yang mengabarkan bahwa Nabi SAW pernah pagi hari dalam keadaan junub dan dia dalam keadaan berpuasa. Dan para ahli fiqh sepakat mengambil hadits yang diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu anha.46

23. MELANJUTKAN PUASA MESKI MAKAN DAN MINUM KARENA LUPA

ٗ١ٍػ الله ٍٝص ٟجٌٕا ٓػ ٕٗػ الله ٟظس حش٠ش٘ ٟثأ ٓػ

يبل ٍُعٚ

:

َُِّزُ١ٍَْف ، َة ِشَش َْٚأ ،ًََوأف ،ٌُِئبص ٛ٘ َٚ َِٟغَٔ َِٓ

.ُٖبمَع َٚ ُ َّاللَّ ََُّٗؼْغَأ بَّّٔئف ،َُِٗ َْٛص

ٗ١ٍػ كفزِ

"Apabila salah seorang dari kalian lupa kemudian makan dan minum, maka hendaknya dia menyempurnakan puasanya karena Allah yang memberinya makan dan minum"

Ada riwayat lainnya yang menyatakan,

46

(51)

51 | H D M I

: ُِِوبَذٌٍِْ َٚ

َلَّ َٚ ِْٗ١ٍََػ َءبَعَل َلاَف ب ١ِعبَٔ َْبَعَِ َس ِٟف َشَطْفَأ َِْٓ

َح َسبافَو

خ١ ِذَص َُٛ٘ َٚ

Dalam riwayat Hakim disebutkan, “Barangsiapa yang berbuka di bulan Ramadhan dalam keadaan lupa, maka tidak ada qodho baginya dan juga tidak ada kafaroh.” Hadits ini shahih kata Ibnu Hajar.

24. BELAJAR AL-QUR‟AN DI BULAN RAMADHAN

يبل بّٕٙػ الله ٟظس طبجػ ٓثا ٓػ

ٟف ُٖبمٍ٠ ًُ٠شجج َْبو َٚ

َْآشمٌا ُُٗعساذ١ف َْبعِس ِشَٙش ِٓ ٍخٍ١ٌ ًِّو

ٗ١ٍػ كفزِ

"Dan Jibril mendatangi beliau Shollallahu Alaihi Wa Sallam pada setiap malam dan mengajari beliau Al Qur'an" Muttafaq Alaihi

Pada dasarnya belajar al-Quran terhadap hal-hal yang wajib dikerjakan maka hukumnya menjadi wajib juga.

Seperti halal dan haram, rukum islam dan rukun iman, bahkan Allah menjelaskan dalam Al-Quran keutamaan belajar Al-Quran,

Allah Subhanahu wa Ta‟ala berfirman.

بٌَُٙبَفْلَأ ٍةٍُُٛل ٍََٰٝػ ََْأ َْآ ْشُمٌْا َْٚ ُشاثَذَزَ٠ َلاَفَأ

Maka, apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur`ân, ataukah hati mereka terkunci? [Muhammad/47:24].

Allah Subhanahu wa Ta‟ala juga berfirman.

Gambar

Gambar Kurma Ajwah  Sumber: https://www.tagar.id/
Gambar Siwak  Sumber : https://shopee.co.id
Gambar : Sebab-sebab Bau Mulut (pada umumnya)  Sumber : https://www.ebdg.com.au
Gambar Kurma Ruthob  Sumber : https://rohultoday.id

Referensi

Dokumen terkait

Analisis regresi linear sederhana digunakan untuk melihat pengaruh antara variabel bebas yaitu Mata Kuliah Kewirausahaan (X) terhadap variabel terikat (Y) yaitu

sangat concern terhadap perlunya menghargai preferensi masyarakat, ekologi sosial-budaya serta ekologi fisik daerah tertentu. Melakukan pembangunan perdesaan dengan pendekatan

Setelah emosi intrinsik dapat dipahami dalam cara yang partikular tersebut, para partisipan kemudian dapat memutuskan cara mereka mengatur parameter akustik (seperti

Berdasarkan hasil penelitian laju sedimentasi di muara Sungai Kali Kuto pada bulan Mei 2015 menunjukan bahwa nilai rata-rata terbesar terdapat di stasiun 5 (depan mulut sungai)

Sedangkan timbal yang berasal dari aktivitas manusia antara lain :.

Yang Terdapat Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Pada Tahun 2012 Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji apakah mekanisme good corporate governance berpengaruh terhadap manajemen

Prinsip kredibilitas merupakan prinsip yang mengandung pema- ham an bahwa proses pengem bangan Stranas REDD+ m erupakan pr oses yan g d ikelola oleh kelem bagaan atau or an g-or an

Diurnal Birds (Animalia: Aves) in the Area of Taman Wisata Alam Gunung Meja, Manokwari, West Papua.. Burung Diurnal (Animalia: Aves) di Kawasan Taman Wisata Alam Gunung