• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

20 BAB III

METODE PENELITIAN

Bab ini menyajikan tentang jenis dan metode penelitian, unit analisis dan unit pengamatan, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian dan prosedur analisis data dan metode verifikasi data.

3.1 Jenis dan Metode Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Denzin dan Lincoln dalam Meleong (2010:5) menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah Penelitian yang menggunakan latar alamiah, dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada. Penelitian ini merupakan penelitian dalam bidang pendidikan yaitu untuk mendeskripsikan tentang kompetensi pedagogik di kalangan guru SMP Negeri 2 Kaloran Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung.

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif fenomenology yang bermaksud untuk memahami dan menggali fenomena tentang kompetensi kompetensi pedagogik di kalangan guru SMP Negeri 2 Kaloran Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung. Kompetensi pedagogik guru akan digambarkan dengan menyesuaikan kompetensi guru dalam Permendiknas Nomor 16 tahun 2007.

3.2 Unit Analisis dan Pengamatan

Unit analisis menurut Moleong (2010:86) adalah suatu yang berkaitan dengan fokus/komponen yang diteliti. Unit analisis suatu penelitian dapat berupa individu, kelompok, organisasi, benda, wilayah dan waktu tertentu sesuai dengan fokus permasalahannya. Unit analisis dalam penelitian ini adalah kompetensi pedagogik guru SMP Negeri 2 Kaloran Kecamatan Kaloran Kabupaten.

Menurut Gulo (2002:77) satuan pengamatan merupakan satuan tempat informasi diperoleh tentang unit analisis. Satuan pengamatan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, dan siswa SMP Negeri 2 Kaloran. Satuan pengamatan

(2)

21

sebagai sumber data yang digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling dan snowball.

3.3 Sumber dan Teknik Pengumpulan Data

Penelitian ini menggunakan data primer, sehingga dalam pengumpulan data penulis menggunakan sumber primer. Sugiyono (2010:308) mengatakan bahwa Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Data primer diperoleh dari kepala sekolah, guru dan siswa SMPN 2 Kaloran. Sumber data penelitian ini adalah pihak-pihak yang dinilai oleh penulis mempunyai pengetahuan dan informasi tentang hal-hal yang dibutuhkan dalam penelitian ini.

Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan beberapa cara, yaitu: 1. Observasi

Salah satu teknik pengumpulan data yang dilakukan penulis dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik observasi. Penulis mengobservasi langsung tentang kompetensi pedagogik di kalangan guru SMP Negeri 2 Kaloran Kecamatan Kaloran Kabupaten.

Nasution dalam Sugiyono (2010:64) menyatakan bahwa Observasi adalah dasar semua ilmu pengetahuan. Para ilmuwan hanya dapat bekerja berdasarkan data, yaitu fakta mengenai dunia kenyataan yang diperoleh melalui observasi.

Patton dalam Moleong (2010:67) menyatakan bahwa manfaat observasi adalah sebagai berikut:

1. Dengan observasi di lapangan peneliti akan lebih mampu memahami konteks data dalam keseluruhan situasi sosial, jadi akan dapat diperoleh pandangan yang holistik atau menyeluruh

2. Dengan observasi maka akan diperoleh pengalaman langsung, sehingga memungkinkan peneliti menggunakan pendekatan induktif, jadi tidak dipengaruhi oleh konsep atau pandangan sebelumnya. Pendekatan induktif membuka kemungkinan melakukan penemuan atau discovery

(3)

22

3. Dengan observasi, peneliti dapat melihat hal-hal yang kurang atau tidak diamati orang lain, khususnya orang yang berada dalam lingkungan itu, karena telah dianggap”biasa”dan karena itu tidak akan terungkap dalam wawancara.

4. Dengan observasi, peneliti dapat menemukan hal-hal yang sedianya tidak akan terungkapkan oleh responden dalam wawancara karena bersifat sensitif atau ingin ditutupi karena dapat merugikan nama lembaga.

5. Dengan observasi peneliti dapat menemukan hal-hal yang diluar persepsi responden, sehingga peneliti memperoleh gambaran yang lebih komprehensif. 6. Melalui pengamatan di lapangan, peneliti tidak hanya mengumpulkan daya yang

kaya, tetapi juga memperoleh kesan-kesan pribadi, dan merasakan suasana situasi sosial yang diteliti.

2. Wawancara

Wawancara digunakan oleh penulis dalam menggali lebih dalam mengenai fenomena-fenomena yang ada di objek penelitian yang tidak dapat dilakukan jika hanya menggunakan teknik observasi saja. Sugiyono (2010:194) mengatakan bahwa wawancara adalah teknik pengumpulan data yang digunakan apabila peneliti akan melaksanakan studi pendahuluan agar menemukan masalah yanga akan diteliti, dan berguna juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dengan jumlah responden yang kecil/sedikit.

Penelitian ini menggunakan wawancara semi terstruktur untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, di mana pihak yang diajak wawancara diminta berpendapat dan ide-idenya mengenai pengelolaan pembelajaran mulai dari pemahaman terhadap siswa, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran serta evaluasi pembelajaran. Dengan wawancara semi terstruktur diharapkan penulis dapat mengetahui bagaimana kompetensi pedagogik guru SMP N 2 Kaloran Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung.

3. Dokumentasi

Sugiyono (2008:82) mengemukakan bahwa Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Penelitian ini menggunakan studi dokumen

(4)

23

sebagai pelengkap dari penggunaan metode obervasi dan wawancara yang berupa RPP, silabus, gambar situasi pada saat pembelajaran dikelas, dan laporan PTK. Hasil penelitian dari observasi dan wawancara akan lebih kredibel/ dapat dipercaya kalau didukung oleh sejarah pribadi.

3.4. Instrumen Penelitian

Instrumen utama dalam penelitian ini adalah penulis sendiri dengan pedoman observasi, wawancara dan dokumentasi. Penulis harus memahami metode penelitian kualitatif, mempunyai wawasan yang luas tentang bidang yang diteliti, serta siap memasuki obyek penelitian untuk menjaga validitas data yang digunakan dalam penelitian.

Hal ini sesuai dengan pernyataan Sugiyono (2012:305) bahwa dalam penelitian kualitatif, yang menjadi instrumen atau alat penelitian adalah peneliti itu sendiri. Oleh karena itu peneliti sebagai instrumen juga harus”divalidasi”seberapa jauh peneliti kualitatif siap melakukan penelitian yang selanjutnya terjun ke lapangan. Validasi terhadap peneliti sebagai instrumen meliputi validasi terhadap pemahaman metode penelitian kualitatif, penguasaan wawasan terhadap bidang yang diteliti, kesiapan peneliti untuk memasuki obyek penelitian, baik secara akademik maupun logistiknya. Pada penelitian ini validasi dilakukan oleh peneliti sendiri, melalui evaluasi diri seberapa jauh pemahaman terhadap metode kualitatif, penguasaan teori dan wawasan terhadap bidang yang diteliti, serta kesiapan dan bekal memasuki lapangan.

Tabel 3.1.

TEKNIK ANALISIS DATA PENELITIAN”KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU SMP NEGERI 2 KALORAN KECAMATAN KALORAN KABUPATEN” Teknik Pengumpulan

Data Kategori Data

Wawancara Ada 10 aspek yang meliputi:

(5)

24

perkembangan dan kemampuan fisik non fisik peserta didik

2) Kompetensi menguasai teori dan prinsip-prinsip pembelajaran.

3) Kompetensi pengembangan kurikulum dan rancangan pembelajaran.

4) Kompetensi menyelenggarakan pembelajaran yang berkualitas.

5) Kompetensi memanfaatkan teknologi pembelajaran.

6) Kompetensi memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik.

7) Kompetensi berkomunikasi secara efektif, empatik dan satuan dengan peserta didik. 8) Kompetensi menyelenggarakan penilaian

hasil belajar.

9) Kompetensi memanfaatkan penilaian hasil belajar..

10) Kompetensi melakukan tindakan reflektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Observasi Mengamati 10 aspek kompetensi pedagogik yang

dimiliki guru Dokumentasi  RPP

 Silabus

 Gambar situasi kelas pada saat pembelajaran  Laporan PTK

(6)

25 3.5. Prosedur Analisis Data

Penelitian ini menggunakan metode analisis interaktif model Miles and Huberman. Analisis Interaktif dipilih karena data kualitatif yang diperoleh senantiasa akan terus bertambah sampai data tersebut jenuh. Miles dan Huberman dalam Sugiyono (2010:338) mengemukakan bahwa:

“Aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data, yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification.”

Gambar 3.1 Komponen dalam analisis data (interactive model) Sumber: Sugiyono, 2010, Metode Penelitian Pendidikan, Alfabeta,

Bandung, h. 338. 3.5.1 Pengumpulan Data (Data Collection)

Pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Data yang dikumpulkan melalui observasi adalah terkait dengan perilaku yang menunjukkan kompetensi pedagogik di kalangan guru SMP Negeri 2 Kaloran Kecamatan Kaloran Kabupaten. Data yang dikumpulkan melalui wawancara untuk menggali informasi mengenai kompetensi pedagogik di kalangan guru SMP Negeri 2 Kaloran Kecamatan Kaloran Kabupaten. Sumber data diperoleh dari kepala sekolah, guru dan siswa SMPN 2 Kaloran.

Data collection Data reduction Data display Conclusion

(7)

26 3.5.2 Reduksi Data (Data Reduction)

Reduksi data merupakan proses berfikir sensitif yang memerlukan kecerdasan dan keluasan dan kedalaman wawasan yang tinggi. Sugiyono (2010:338) mengatakan bahwa mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya dan membuang yang tidak perlu. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan.

3.5.3 Penyajian Data (Data Display)

Langkah kedua setelah data direduksi adalah mendisplaykan data. Penyajian data dalam penelitian ini menggunakan teks yang bersifat naratif. Penyajian dalam bentuk naratif bertujuan untuk menjelaskan semua data yang telah dikumpulkan dan direduksi agar mudah dipahami.

3.5.4 Penarikan Kesimpulan (Conclusion)

Langkah terakhir dalam analisis data kualitatif adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi lain halnya jika kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat penulis kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.

3.6. Metode Verifikasi Data

Verifikasi data adalah pemeriksaan kembali terhadap kebenaran data-data yang sudah terkumpul. Metode verifikasi dapat dilakukan dengan adanya trianggulasi. Adapun langkah-langkah yang ditempuh dalam melaksanakan verifikasi data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

(8)

27

1. Meningkatkan ketekunan dalam mengumpulkan data. Ketekunan ini penting karena semakin banyak dan berkualitas data yang diperoleh, maka jawaban dari masalah penelitian akan semakin baik pula.

2. Mengidentifikasi data dan mengelompokkan data yang telah diperoleh.

3. Menyusun data secara sistematis dan membentuk pola hubungan antar data dengan pemikiran induktif dan deduktif. Pola adalah pernyataan yang merupakan perluasan dari definisi. Pola dalam penelitian ini juga merupakan hasil analisis data yang telah dikumpulkan.

Data yang diperoleh dari observasi, wawancara semi terstruktur dan dokumentasi dapat saling dihubungkan untuk memperjelas apa saja yang sebenarnya terjadi pada objek penelitian. Menurut Sugiyono (2008:83) dalam teknik pengumpulan data, Trianggulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada.

Cara untuk membantu memudahkan triangulasi data yaitu membuat lembar catatan data untuk mengorganisir data, membuat ringkasan sementara dari permasalahan penelitian yang terkait sekaligus memeriksa kembali data apa saja yang sudah dan belum tersedia serta data apa saja yang layak di analisis atau yang telah dikonfirmasi dengan sumber data lain.

Kepala Sekolah

Guru Siswa

Gambar

Gambar 3.1 Komponen dalam analisis data (interactive model)  Sumber: Sugiyono, 2010, Metode Penelitian Pendidikan, Alfabeta,

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil uji statistik chi- square didapatkan nilai p value = 0,842 lebih besar dari nilai α=0,05 sehingga dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara riwayat

Berdasarkan Grafik 4 diatas untuk debit air yang terbuang ini dapat kita ketahui dengan menghitung terlebih dahulu debit input air yang masuk dalam pompa

Latar Belakang : Permasalahan yang terdapat dalam pelaksanaan pemantauan penyakit menular potensial wabah antara lain : a) Keterlambatan data yang berasal dari Puskesmas, meskipun

Untuk maksud tersebut, bersama ini kami kirimkan daftar isian terlampir untuk diisi dan mohon segera dikirim kembali melalui email [email protected] paling

Hasil dari penelitian ini terdiri dari tiga aspek, yaitu (1) dampak keberadaan hiburan malam (band) terhadap perilaku remaja baik berdampak positif maupun negatif, (2) faktor

Berbeda pada rumah Jawa pada umumnya, rumah tradisional Jawa masyarakat Klipoh digunakan tidak hanya sebagai tempat tinggal tetapi juga untuk melakukan kegiatan

Dengan meningkatkan kualitas dari jalannya fraud brainstorming sessions pada awal perencanaan audit dapat membagi informasi antar tim perikatan sehingga mampu untuk

Jika Helaian Data Keselamatan kami telah diberikan kepada anda bersama bekalan Asal bukan HP yang diisi semula, dihasilkan semula, serasi atau lain, sila berhati-hati bahawa