BAB III METODE PENELITIAN. digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional, yaitu suatu penelitian

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian

Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik kuantitatif yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan untuk mencari korelasi antara variabel terikat dengan variabel bebas. Pada penelitian ini dilakukan analisis terhadap data (Sastroasmoro dan Ismail, 2011). Jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional, yaitu suatu penelitian yang pengukuran variabel-variabelnya dilakukan pada suatu saat tertentu dan hanya satu kali (Sastroasmoro dan Ismail, 2011).

1. Rancangan Penelitian

Rancangan studi croos sectional dapat dilihat dibawah ini : Populasi

(Sampel)

Faktor risiko + Faktor risiko –

Efek+ Efek- Efek+ Efek-

Skema 3.1 Rancangan Penelitian Notoatmodjo, 2007

(2)

2. Alur Penelitian

Skema 3.2 Alur Penelitian Notoatmodjo, 2007 Posyandu Lansia Puskesmas

Pulau Burung

Jumlah lansia dari enam posyandu lansia 257 yang

aktif keposyandu

Jumlah lansia di posyandu lansia Anggrek 132 yang aktif

senam 55

Fungsi kognitif lansia Senam lansia Seminggu sekali Pengolahan data Analisa Data : 1. Pengolahan data: a. Editting b. Coding c. Entry d. Cleaning 2. Analisa data a. Univariat b. Bivariat Hasil

(3)

B. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Posyandu Lansia Puskesmas Pulau Burung Kecamatan Pulau Burung Kabupaten Indragiri Hilir.

2. Waktu Penelitian

Waktu penelitian ini dilakukan pada tanggal 30 Mei – 1 Juni 2016

C. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti (Notoatmodjo, 2005). Populasi target dalam penelitian ini adalah seluruh lansia dari 60 – 80 tahun yang berada di kecamatan Pulau Burung yang berjumlah 132 orang, sedangkan populasi terjangkau adalah seluruh kelompok lansia yang aktif datang ke posyandu lansia terpilih. Berdasarkan catatan dari petugas lansia, jumlah seluruh lansia yang aktif datang di posyandu lansia rata-rata sebanyak 55 orang.

2. Sampel

Sampel dalam penelitian ini yaitu semua lansia yang berumur 60 – 80 tahun yang ada di posyandu lansia puskesmas Pulau Burung dengan kreteria sebagai berikut :

a. Kreteria Inklusi

1) Berusia lebih dari 60 – 80 tahun, baik laki-laki maupun perempuan. 2) Bersedia menjadi responden yang dinyatakan dengan

(4)

3) Dapat berkomunikasi secara verbal . b. Kreteria Ekslusi

1) Pada pemeriksaan fisik dijumpai kelainan yang tidak memungkinkan mengikuti senam.

2) Lansia yang mengalami sakit saat penelitian berlangsung

3. Tehnik pengambilan sampel

Sampel pada penelitian ini adalah lansia yang berkunjung pada posyandu lansia yang dipilih dengan cara total sampling yaitu teknik pengambilan sampel dengan mengambil seluruh populasi secara acak dan berstrata proporsional yang berdasarkan kelompok posyandu yang berada di Kecamatan Pulau Burung baik yang melakukan senam dan yang tidak melakukan senam. Sampel dalam penelitian ini dipilih dengan mempertimbangkan subyek penelitian yang cukup dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.

4. Sampel Penelitian

Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 55 orang lansia usia 60 – 80 tahun.

D. Etika Penelitian

Dalam melakukan penelitian, penelitian akan mengumpulkan data melalui prosedur sebagai berikut :

1. Lembaran Persetujuan (Informed Consent)

Informed Consent merupakan persetujuan antara penelitian dangan responden penelitian dengan memberikan lembaran persetujuan. Informed

(5)

consent tersebut diberikan sebelum dilakukan. Tujuannya adalah agar responden mengerti maksud dan tujuan penelitian. Jika subjek bersedia, maka mereka harus menandatangani lembaran persetujuan tersebut. Jika responden tidak bersedia untuk diteliti, maka peneliti tidak akan memaksa dan tetap menghormati hak-haknya.

2. Tanpa nama (Anonimity)

Untuk menjaga kerahasian responden,peneliti tidak akan mencantumkan nama responden,pada lembaran pengumpulan data dan hanya menuliskan kode pada lembaran data atau hasil penelitian yang akan disajikan.

3. Kerahasiaan (Confendetiality)

Memberikan jaminan kerahasian hasil penelitian, baik informasi maupun masalah lainnya. Semua informasi yang telah dikumpulkan dijamin kerahasiannya oleh peneliti. Hanya kelompok data tertentu yang akan dilaporkan pada hasil riset

E. Alat Pengumpulan Data

Tekhnik pengumpulan data dapat dilakukan dengan cara :

1. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kuesioner Mini Mental Status Eximinitation (MMSE). Pengumpulan data tentang fungsi kognitif terdiri dari 11 pertanyaan dengan butir penilaian berjumlah 30. Setiap butir penilaian jika di jawab benar memiliki nilai 1 dan apabila dijawab salah diberi nilai 0. Fungsi kognitif lansia dikatakan normal

(6)

apabila nilai yang diperoleh 19-30 nilai fungsi kognitif tidak normal bila nilai yang diperoleh 0-18.

2. Lembar Cheklish

a. Data primer yaitu peneliti melakukan observasi secara langsung terhadap fungsi kognitif pada lansia diposyandu lansia Anggrek puskesmas Pulau Burung kecamatan Pulau Burung kabupaten Indragiri Hilir.

b. Data sekunder yaitu data yang diperoleh melalui pengumpulan atau pengolahan data yang bersifat studi dokumentasi berupa penelaah terhadap dokumen pribadi, resmi kelembagaan, referensi-referensi yang memiliki relevansi dengan fokus permasalahan penelitian (Iskandar, 2010).

F. Uji Validasi dan Reabilitas

Validitas adalah ketepatan pengukuran suatu instrumen dalam melakukan fungsi ukurnya. Suatu instrumen dikatakan mempunyai validitas yang tinggi apabila alat tersebut menjalankan fungsi ukurnya sesuai dengan maksud dilakukan pengukuran tersebut. Sedangkan reabilitas merupakan penerjemah dari kata realibity yang artinya keterpercayaan, keterandalan, kosistensi dan sebagainya. Hasil pengukuran dapat dipercaya bila dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok subjek yang sama diperoleh hasil yang relatif sama, selama aspek yang diukur tidak berubah (Syfrudin, 2009).

Pada penelitian peneliti menggunakan program SPSS. Untuk variabel pengetahuan peneliti menggunanakan uji validitas dengan model Gotman dan

(7)

reabilitas dengan menggunakan KR-20. Menurut Sugiono (2006) sebuah istrumen dikatakan reabel apabila koefisien reabilitasnya di atas 0.60. Untuk mengetahui soal mana yang valid dan butiran soal mana yang gugurdapat dengan membandingkan koefisien validitas yang disebut r hitung dengan r tabel pada taraf signifikan 5%. Berdasarkan tabel r diperoleh r tabel N=10 taraf signifikasi 5% sebesar 0.632. Apabila nilai r hitung lebih besar dari 0.632 maka dapat dinyatakan butir soal tersebut valid. Sebaliknya apabila r hitung lebih kecil dari 0.632 maka butir soal dinyatakan gugur (Syarifudin, 2009)

Uji realibitas untuk untuk skala gutman digunakan rumus :

Keterangan:

KR-20 : Koefisien reabilitas K : Jumlah butiran pertayaan

: Varians skor total

Dimana kreteria reabilitasnya adalah : Tidak rabel : 0.00 - 0.09 Sangat kurang reabel : 0.10 – 0.19 Kurang reabel : 0.20 – 0.30 Cukup reabel : 0.31 – 0.70 Sangat reabel : 0.70 – 1.00 [ ∑ ]

(8)

G. Prosedur Pengumpulan Data

Berikut adalah prosed ur penelitian:

a. Pengurusan surat program studi S1 Keperawatan tersebut diberikan kepada KESBANGPOL Tembilahan.

b. Pengurusan surat KESBANGPOL Tembilahan, untuk diberikan kepada Dinas Kesehatan.

c. Surat pemngambilan data di berikan ke Dinas Kesehatan Kota dan di izin kan untuk melihat data jumlah lansia, sebagai data penunjang

d. Pengurusan surat ke Dinas Kesehatan kabupaten Indragiri Hilir untuk mendapatkan surat rekomendasi puskesmas Pulau Burung.

e. Surat rekomendasi dari Dinas Kesehatan diberikan ke Kepala puskesmas Pulau Burung, dan diberikan izin.

f. Didapatkan masalah fungsi kognitif pada lansia mengajukan judul penelitian g. Pembuatan prosal penelitian

h. Melakukan penelitian i. Pengolahan data penelitian. j. Seminar laporan penelitian

H. Definisi Operasional

Definisi operasional yaitu mendefinisikan variabel secara operasional berdasarkan karakteristik yang diamati ketika melakukan pengukuran secara cermat terhadap suatu objek atau fenomena dengan menggunakan parameter yang jelas (Hidayat.A.A, 2009)

(9)

No Variabel Defenisi operasional Alat ukur Skala ukur Hasil ukur 1. Dependen : Senam Lansia Senam lansia adalah jenis senam yang diajarkan pada kelompok posyandu lansia yang

dilakukan 3 kali dalam sebulan

Daftar Hadir Ordinal 1 = aktif : Jika lansia mengikuti senam sebanyak 3 kali dalam sebulan 0=kurang aktif : jika lansia tidak mengikuti senam sebanyak 3 kali dalam sebulan 2. Independen: Fungsi Kognitif

Kemampuan berpikir dan mengamati, yang mengakibatkan orang memperoleh pengertian atau dibutuhkan untuk menggunakan pengertian, yang diukur menggunakan uji koesioner MMSE

Ordinal 1= fungsi kognitif baik jika reseponden mampu menjawab pertanyaan dengan poin jawaban 19-30. 0 = fungsi kognitif tidak baik jika responden tidak mampu menjawab pertanyaan dengan poin 18-0

I. Pengolahan Data dan Analisis Data 1. Pengolahan Data

a. Pengolahan Data (Editing)

Setelah semua kuesioner diisi kemudian diperiksa untuk mengurangi kesalahan.

b. Pengkodean (Coding)

Memberikan kode pada setiap informasi yang telah terkumpul untuk setiap pertanyaan dalam kuesioner guna pengolahan data.

(10)

Setelah semua kuesioner diisi dengan benar maka data kemudian dimasukkan ke dalam master tabel.

d. Tabulasi Data (Tabulating)

Tabulasi dilakukan dengan memindahkan data kode kedalam tabel-tabel, diagram yang tersedia dengan menggunakan tabel distribusi. e. Membersihkan (Cleaning)

Merupakan pengecekan kembali data yang terkumpul.

2. Analisis Data

a. Analisa Univariat

Analisis univariat digunakan untuk menjabarkan secara deskriptif mengenai distribusi frekuensi dan proporsi masing – masing variabel yang diteliti, baik variabel bebas maupun variabel terikat. dengan rumus :

Keterangan : p : Persentase F : Frekuensi N : Jumlah Sampel

Menurut Iskandar (2010) Rumus mencari Rata – rata (Mean) : Jumlah Nilai Rata – rata = Sampel b. Analisis Bivariat P

(11)

Analisis Bivariat digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dan variabel dependen menggunkana uni statistik Chi-Square (X2) dengan menggunakan derajat ketepatan (tingkat siqnifikan) 5% (α = 0,05). Rumus Chi-Square : X2 =∑ ( fo – fe)2 Fe fo : frekuensi observasi fe : frekuensi harapan

Hasil berdasarkan uji Chi-Square dinyatakan ada hubungan secara bermakna dengan cara membandingkan nilai p value dengan nilai alpha (α = 0,05) dengan kriteria jika nilai p<0,05 maka keputusan H0 ditolak artinya maka terdapat pengaruh yang siqnifikan antara variabel independen dan dependen. Jika nilai p>0,05 maka keputusan H0 diterima artinya maka tidak ada pengaruh yang siqnifikan antara variabel independen dan dependen. Data yang sudah diseleksi dimasukkan ke dalam komputer untuk dilakukan pengolahan selanjutnya.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :