Laporan ini dibuat untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Disusun oleh : Edy Sutrisno NIM. 8305118072 Dosen : RM. Agung Harimurti, M. Kom PROGRAM STUDI PRODUKSI MEDIA INFORMASI PUBLIK SEKOLAH TINGGI MULTI MEDIA “MMTC” YOGYAKARTA 2012
DAFTAR ISI Halaman Judul BAB I. PENDAHULUAN ... 1 1. Latar Belakang ... 1 2. Perumusan Masalah ... 2 3. Tujuan Penulisan ... 2 4. Manfaat Penulisan ... 2 BAB II. DASAR PEMIKIRAN ... 3 1. Kerangka Pemikiran (e‐Gov Concept) ... 3 a.Visi dan Misi e‐Government ... 3 b.Kondisi Saat Ini ... 5 2. Regulasi Pusat yang Mengatur ... 13 3. Regulasi Daerah yang Mengatur ... 14 BAB III. METODE PENELITIAN ... 15 1. Metode Pengambilan Data ... 15 2. Teknik Analisis Data (SWOT) ... 15 BAB IV. PEMBAHASAN ... 17 1. Implementasi e‐Government di Kecamatan Miri ... 17 2. Analisis SWOT ... 20 3. Matrik SWOT ... 21 BAB V. PENUTUP ... 23 1. Kesimpulan ... 23 2. Rekomendasi ... 23 REFERENSI
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Perkembangan teknologi di bidang informasi dan komunikasi melaju dengan cepat sehingga mampu mengubah segala aspek kehidupan terutama pada aspek kinerja. Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang mendorong percepatan globalisasi telah mendorong tuntutan keadilan dalam memperoleh akses informasi, akses pelayanan dan juga akses kecepatan dan kemudahan bertransaksi.
Di bidang pemerintahan, Undang‐undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) berusaha memberikan payung hukum atas perkembangan TIK dimana Pemerintah Indonesia telah melindungi terhadap hak dan kewajiban dalam melakukan transaksi elektronik sehingga keamanan data dan transaksinya terjamin. Undang‐undang ini juga menyebutkan bahwa implementasi e‐government dengan pemanfaatan teknologi informasi dan transaksi elektronik dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelayanan public.
Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e‐government dimana setiap Gubernur/Walikota telah diamanatkan untuk mengambil langkah‐langkah yang diperlukan sesuai dengan tugas, fungsi dan kewenangan masing‐masing guna terlaksananya pengembangan e‐government secara nasional. Teknologi informasi dan komunikasi tersebut dapat digunakan untuk mendukung 2 (dua) aktivitas yang berkaitan dengan:
1. Pengolahan data, pengolahan informasi, sistem manajemen dan proses kerja secara elektronis;
2. Pemanfaatan kemajuan teknologi informasi agar pelayanan publik dapat diakses secara mudah dan murah oleh seluruh masyarakat. Kemudahan dalam mendapatkan ataupun memanfaatkan data‐data informasi tersebut mutlak diperlukan untuk satu daerah dalam rangka mengembangkan potensi yang terdapat di masing‐masing daerahnya, serta
dalam memperkuat daya saing daerah baik dalam kawasan nasional maupun global. Salah satu sarana dalam menunjang hal tersebut adalah melalui pemanfaatan sistem dan teknologi informasi di berbagai bidang pemerintah. Organisasi Pemerintah Pemerintah Kabupaten Sragen yang mempunyai tugas untuk mengakumulasi data dan informasi dari beberapa pemerintah kabupaten dan kota dibawah koordinasinya, harus saling kerjasama khususnya dalam pertukaran data/informasi untuk mendukung pembuatan suatu kebijakan atau keputusan yang akurat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sragen.
Sebagai salah satu Kecamatan di Kabupaten Sragen yang letaknya paling jauh dari pusat pemerintahan, implementasi e‐government yang optimal dapat meningkatkan efektivitas kinerja dan peningkatan kualitas pelayanan public kepada masyarakat. Sangat penting bagi seluruh jajaran Pemerintah Kecamatan Miri untuk ikut mensukseskan implementasi e‐government sehingga visi dan misi e‐government dapat tercapai hingga level pemerintahan paling bawah. 2. Perumusan Masalah
Dari latar belakang yang telah diuraikan diatas maka perumusan masalah penulisan adalah bagaimana implementasi e‐government di Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen?
3. Tujuan Penulisan
Tujuan yang ingin dicapai adalah ingin mengetahui bagaimana implementasi e‐government di Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen.
4. Manfaat Penulisan
Dari penulisan ini diharapkan dapat memberikan manfaat antara lain: 1. Bagi mahasiswa, dapat mengetahui sejauh mana implementasi e‐
government di Kabupaten Sragen khususnya di Kecamatan Miri. Selain itu mahasiswa juga dapat belajar banyak mengenai implementasi e‐government yang telah diimplementasikan pada instansi pemerintah.
2. Bagi Kecamatan Miri, mendapatkan gambaran analisis perbandingan dari pihak lain dalam melihat implementasi e‐government di instansinya sehingga dapat digunakan untuk memperbaiki implementasi e‐government yang akan datang.
BAB II DASAR PEMIKIRAN
1. Kerangka Pemikiran (e‐gov Concept)
a. Visi dan Misi e‐government
E‐goverment merupakan sebuah proses transformasi pelayanan publik dari manual ke elektrik, maka dibutuhkan upaya‐upaya sistematis yang menyangkut subyek, obyek dan metode yang terkait dengan proses transformasi tersebut. Diperlukan visi dan misi yang terarah dari Pemerintah Kabupaten Sragen yang dijadikan sebagai arah pedoman penerapan e‐ government. Visi dan misi e‐goverment Kecamatan Miri mengacu pada visi dan misi Kabupaten Sragen.
VISI e‐government;
Visi e‐government menggambarkan keinginan masa datang yang memiliki pemikiran jauh kedepan mengenai apa yang akan dicapai dari E‐ government bagi Pemerintah Kabupaten Sragen.
Dari hasil analisis dan pembahasan mengenai visi dan misi serta berbagai masukan yang diperoleh selama pengumpulan data/kuesiener, maka definisi visi e‐government Pemerintah Kabupaten Sragen adalah:
Terwujudnya Sragen Sejahtera didukung Sistem Informasi Yang Terintegrasi Dengan Dilsi Hasil Kajian Kegiatan dan Penelitian yang Akurat
MISI e‐government;
Misi e‐government merupakan penjabaran dari visi e‐government dalam bentuk kalimat tertulis. Dalam penyusunannya, misi harus singkat, ringkas tapi jelas pengertiannya. Berdasarkan hasil analisa, maka definisi misi e‐government Pemerintah Kabupaten Sragen adalah: • Terwujudnya pelayanan masyarakat yang optimal melalui Jaringan Sistem Teknologi Informasi Yang Terintegrasi secara Online. • Terwujudnya kualitas SDM yang hl berwawasan IPTEK • Terwujudny Sistem Informasi dan Komunikasi Yang Efektif • Terwujudnya Hasil Penelitian dan Pengembangan Yang Akurat dan Applicable.
Sesuai dengan Inpres No. 3/2003 tentang Kebijakan Dan Strategi Nasional Pengembangan e‐government, setiap Gubernur dan Bupati / Walikota diamanatkan untuk mengambil langkah‐langkah yang diperlukan sesuai dengan tugas, fungsi dan kewenangannya masing‐masing guna terlaksananya pengembangan e‐government secara nasional.
Menurut Inpres No. 3/2003:
Pengembangan e‐government merupakan upaya untuk mengembangkan penyelenggaraan kepemerintahan yang berbasis (menggunakan) elektronik dalam rangka meningkatkan kualitas layanan publik secara efektif dan efisien. Melalui pengembangan e‐government dilakukan penataan sistem manajemen dan proses kerja di lingkungan pemerintah dengan mengoptimasikan pemanfaatan teknologi informasi.
Pemanfaatan teknologi informasi tersebut mencakup dua aktivitas yang berkaitan yaitu :
1. Pengolahan data, pengelolaan informasi, sistem manajemen dan proses kerja secara elektronis;
2. Pemanfaatan kemajuan teknologi informasi agar pelayanan publik dapat diakses secara mudah dan murah oleh masyarakat.
Transformasi Operasional Manajemen Pendekatan Manajemen tradisional
SKPD A SKPD X SKPD B SKPD Y SKPD A SKPD X SKPDy
Pendekatan Manajemen e-Government
Layanan terpadu Inovatif Layanan Terkait Informasi
Administrasi
Aplikasi
Akses internet dan Intranet
SKPD B
Gambar 1. Pemanfaatan TIK pada Manajemen dan Proses kerja
Transformasi Pelayanan Masyarakat SKPD x Layanan x eGovt Layanan Inovatif Meja Layanan
Operator pusat kontak
@ Layanan e Mail
Akses Internet
masyarakat
Pendekatan Pelayanan tradisional Pendekatan Pelayanan e-Government
eRp SKPD y Layanan y SKPD z Layanan z SKPD x SKPD y SKPD z Layanan x Layanan y Layanan z Gambar 2. Pemanfaatan TIK untuk Pelayanan Publik. b. Kondisi Saat Ini 1) Sumber Daya Manusia
Jumlah pegawai yang ada di Kecamatan Miri sebanyak 22 pegawai. Dari jumlah tersebut ditunjuk satu pegawai menjadi operator IT Kecamatan Miri. Operator ini bertanggungjawab terhadap jalannya IT yang ada di Kecamatan Miri. Selain itu, operator IT Kecamatan Miri juga mempunyai tanggung jawab untuk mengkoordinasikan operator IT yang ada di desa. Memang dengan adanya kebijakan pembangunan e‐ government di Kabupaten Sragen maka ada kebijakan dari Pemerintah Kabupaten Sragen untuk menempatkan PNS di Desa dengan tugas spesifik yaitu sebagai penyuluh pertanian, penyuluh KB dan operator IT Desa. Ketiga PNS ini sering disebut sebagai PNS Desa yang memang ditujukan untuk membantu meningkatkan kinerja aparat desa. Ketiga PNS tersebut dibekali dengan kendaraan dinas dan honorarium sebagai stimulant dalam meningkatkan pembangunan berbasis desa.
1. Memonitor Jaringan Desa se‐Kecamatan. 2. Memonitor Jaringan Kecamatan. 3. Mengambil tindakan untuk mengatasi apabila terjadi kerusakan peralatan atau koneksi pada jaringan mati. 4. Melaporkan ke Bagian Litbang dan Data Elektronik apabila kerusakan jaringan tidak bisa diatasi. 5. Mengaktifkan Kantaya dan Netmeeting setiap jam kerja. 6. Membuka e‐mail (alamat, user dan password email sudah dikirim lewat message di Kantaya/hub. Admin PDE) . 7. Bertanggung jawab pada kondisi jaringan online di Satker masing‐ masing. 8. Bertanggung jawab pada daily report di Satker masing‐masing. 9. Bertanggung jawab sebagai Operator LCD (Assisten Sorot) di Satker masing‐masing 10. Membantu atau tanggung jawab memberikan data atau profil Satker, data pokok masing‐masing Satker, up load data rutin Sedangkan tugas operator IT Desa adalah sebagai berikut: 1. Memonitor Jaringan di Desa/Kelurahan. 2. Mengambil tindakan untuk mengatasi apabila terjadi kerusakan peralatan atau koneksi pada jaringan mati. 3. Melaporkan ke Kecamatan apabila kerusakan jaringan tidak bisa diatasi. 4. Mengaktifkan Kantaya. 5. Bertanggung jawab pada daily report di Desa. 2) Infrastruktur Jaringan
Infrastruktur jaringan yang ada di Kecamatan Miri merupakan jaringan client dari NOC yang ada di Kantor PDE Kabupaten Sragen. Di Kecamatan Miri terdapat jaringan client yang terdiri dari beberapa bagian antara lain seperti pada gambar berikut:
COL- ACT-
STA-1 2 3 4 5 6 7 8 9STA-10STA-1STA-1STA-12
HS1 HS2 OK1 OK2 PS CONSOLE
123 456 789 *8#
Tower Triangle yang terpasang di Kecamatan Miri menggunakan layout sebagai berikut:
Pertama kali mulai dibangunnya e‐government di Kabupaten Sragen, tim dari Kantor PDE Kabupaten Sragen menentukan titik koordinat masing‐masing Kecamatan dan Desa se‐Kabupaten Sragen. Setelah titik koordinat ditentukan maka kemudian dibangun tower triangle di seluruh Kecamatan dan Desa serta seluruh SKPD. Ketinggian tower disesuaikan dengan kondisi geografis letak instansi.
Untuk mendukung implementasi e‐government, Kecamatan Miri memperoleh bantuan seperangkat komputer lengkap (CPU, Monitor LCD, speaker, UPS), seperangkat peralatan jaringan client serta memperoleh alokasi IP address yang dapat digunakan untuk koneksi di Kecamatan Miri. Alokasi IP Address untuk Kantor Kecamatan Miri adalah sebagai berikut:
NO KEC KOMP IP ADDRESS RADIO WIRELESS
14 MIRI 192 168 230 35 AP 192 168 207 136 Omni 192 168 208 7 arah Gemolong 192 168 80 86 Router arah Sumberlawang 192 168 80 89 Router arah Gemolong 1 192 168 94 241 2 192 168 94 242 3 192 168 94 243 4 192 168 94 244 5 192 168 94 245 6 192 168 94 246 7 192 168 94 247 8 192 168 94 248 9 192 168 94 249 10 192 168 94 250
Pembangunan tower juga dilakukan di seluruh desa se‐ Kecamatan Miri dengan mempertimbangkan koordinat dalam menentukan ketinggian tower yang akan dibangun. Dari hasil survei tim jaringan Kantor PDE Kabupaten Sragen diperoleh data sebagai berikut:
Nama Desa Koordinat Elevasi (dpl) Tinggi Tower Kecamatan Miri 185 1 Geneg E110 57.456 S7 28.115 93m 24m 186 2 Jeruk E111 01.438 S7 30.162 212m 24m 187 3 Sunggingan E110 54.961 S7 17.544 137m 24m 188 4 Girimargo E110 57.456 S7 28.115 93m 24m 189 5 Doyong E111 01.748 S7 16.598 147m 24m 190 6 Soko E110 54.031 S7 23.391 82m 24m 191 7 Brojol E111 04.881 S7 28.459 157m 24m 192 8 Bagor E110 54.212 S7 22.439 109m 24m 193 9 Gilirejo E110 57.456 S7 28.115 93m 24m 194 10 Gilirejo Baru E110 57.456 S7 28.115 93m 24m
Masing‐masing desa juga sudah dialokasikan IP address dari Kantor PDE supaya tidak terjadi IP conflict. IP address tersebut dapat digunakan oleh operator IT Kecamatan Miri untuk memonitor jaringan yang ada di seluruh desa se‐Kecamatan Miri. Peta jaringan Kecamatan ke Desa dapat dilihat dalam gambar sebagai berikut:
3) Aplikasi Sistem Informasi
Ada beberapa aplikasi system informasi yang digunakan di Kecamatan Miri antara lain:
a. SIMDA
Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Keuangan Daerah (SIMDA) yang digunakan di Kecamatan Miri merupakan system aplikasi untuk mengelola data dan informasi yang berkaitan dengan keuangan. Aplikasi ini dijalankan oleh Bendahara untuk menyusun rencana anggaran hingga pertanggungjawaban anggaran. SIMDA masih menggunakan system offline sehingga apabila update atau pemutahiran data dilakukan dengan mentranfer data melalui CD atau flashdisk. Data tersebut harus dikirim atau diambil di DPPKAD Kabupaten Sragen. Dengan adanya SIMDA ini perencanaan keuangan,pengajuan anggaran dan pertanggungjawaban anggaran dapat berjalan dengan akurat, sesuai dengan pagu anggaran yang sudah ditetapkan dari DPPKAD.
b. SIAK
Sistem Informasi Administrasi Administrasi Kependudukan (SIAK) digunakan untuk menggantikan Sistem Informasi Manajemen Administrasi Kependudukan (SIMDUK) yang sudah lebih dulu digunakan. SIMDUK mempunyai database lokal Kabupaten Sragen sedangkan SIAK sudah mengacu pada database nasional sehingga database yang ada didalam SIAK merupakan data yang digunakan untuk perekaman data e‐ KTP.
c. KANTAYA
Kantor Pemerintahan Maya (KANTAYA) merupakan suatu system informasi yang memuat beberapa fitur antara lain muka, agenda, fasilitas, buku alamat, lemari, dimana, forum, diskusi, surat dan profil. Aplikasi ini digunakan sebagai kantor pemerintahan maya yang dapat digunakan untuk mencatat agenda harian serta menyimpan file‐ file kantor dalam tab lemari. Selain itu juga terdapat tab forum yang berisikan perbincangan antar instansi untuk berbagi informasi dan menyampaikan pengumuman antar instansi.
d. SURYA
Dalam tab surat yang ada di Kantaya dihubungkan dengan aplikasi Surya ini. Surat Maya (SURYA) merupakan system informasi berkirim surat antar instansi. Semua instansi yang telah terhubung dengan jaringan online Kabupaten Sragen akan mempunyai username yang dapat melakukan pengiriman pesan maupun menerima pesan. Pesan yang terkirim dapat ditujukan secara spesifik kepada satu atau beberapa instansi saja namum surat bias juga dikirimkan secara kumulatif langsung kepada seluruh SKPD atau kelompok‐kelompok SKPD. Aplikasi ini sangat membantu dalam mempercepat pengiriman surat serta mengurangi penggunaan kertas. Dalam mengirim permintaan laporannya pun instansi dapat memanfaatkan aplikasi SURYA untuk mempermudah dan mempercepat pengiriman laporan tersebut.
e. APLIKASI PEMILIHAN UMUM
Aplikasi untuk keperluan membantu kelancaran pelaporan cepat (quick count) ini biasanya dibuat secara incidental sesuai dengan jenis pemilihan umumnya. Selama ini yang sudah diaplikasikan adalah untuk pemilihan Pemilihan Presiden, Gubernur, Bupati dan Legislatif. Aplikasi ini menjadikan Kantor Kecamatan Miri sebagai operator penginput data yang diperoleh dari masing‐masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) kemudian diakumulasikan oleh system aplikasi sehingga seluruh TPS se‐ Kabupaten Sragen dapat terlihat statistic perolehan suaranya secara realtime. Biasanya dalam waktu kurang dari 4 jam sudah diperoleh hasil quick count pemilihan umum di Kabupaten Sragen.
f. SIPEMDES
Sistem Informasi Pemerintahan Desa (SIPEMDES) adalah aplikasi yang digunakan sebagai database perangkat Pemerintahan Desa mulai dari database perangkat desa sampai data inventaris kekayaan yang dimiliki oleh pemerintah desa. Aplikasi ini dioperasikan oleh operator IT desa yang selalu meng‐update data yang ada didalamnya sehingga
operator IT kecamatan dapat memantau perubahan yang ada di masing‐ masing desa. g. PATEN Aplikasi yang terbaru yang digunakan di Kecamatan Miri adalah aplikasi manajemen untuk mendukung pelaksanaan program Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN). Aplikasi PATEN ini digunakan untuk mempermudah manajemen pelayanan yang ada di Kecamatan berupa pendaftaran, pemrosesan serta biaya pengurusan KTP, KK, SKCK, Perijinan‐perijinan dan pelayanan masyarakat lainnya.
h. Telpon VoIP
Setelah dibangunnya jaringan IT sampai ke tingkat desa maka untuk melakukan hubungan komunikasi antar instansi menggunakan telpon VoIP. Telpon VoIP ini dapat menjangkau seluruh instansi yang sudah terkoneksi dengan jaringan. Penggunaan telpon VoIP ini dapat menghemat biaya telpon karena telpon VoIP bebas biaya.
i. NetMeeting
NetMeeting digunakan untuk melakukan teleconference antar instansi dimana dalam teleconverence tersebut satu dengan yang lain dapat saling bertatap muka secara maya dengan mengadakan komunikasi audio visual serta dapat pula berbagi file yang mungkin diperlukan.
2. Regulasi Pusat yang Mengatur
a. Undang‐Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah
b. Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2003 Tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e‐government.
c. Undang‐undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
d. Keputusan Menteri Komunikasi Dan Informasi Nomor 57 Tahun 2003 Tentang Panduan Penyusunan Rencana Induk Pengembangan E‐government Lembaga.
e. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 13/KEP/M.PAN/1/2003 tentang Pedoman Umum Perkantoran Elektronis Lingkup Intranet di Lingkungan Instansi Pemerintah.
3. Regulasi Daerah yang Mengatur
a. Peraturan Daerah Kabupaten Sragen Nomor 10 Tahun 2008 Tentang Pola Organisasi Pemerintahan Daerah Kabupaten Sragen.
b. Peraturan Bupati Sragen No. 11 Tahun 2008 Tentang Pendayagunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Di Kabupaten Sragen.
c. Penjelasan Peraturan Bupati Sragen No. 11 Tahun 2008 Tentang Pendayagunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Di Kabupaten Sragen
d. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Sragen 2007‐ 2012
BAB III METODE PENELITIAN
1. Metode Pengambilan data
a. Observasi
Penulis menggunakan teknik observasi atau pengamatan langsung sebagaimana disebutkan dalam Nazir (1992: 212) merupakan cara pengambilan data dengan menggunakan mata tanpa ada pertolongan alat standar lain untuk keperluan pengamatan. Penulis mendekatkan diri pada obyek yang akan diamati, kemudian melakukan pendekatan terhadap hal‐hal yang dibutuhkan sesuai dengan kepentingan penelitian.
b. Wawancara
Peneliti menggunakan metode wawancara sebagai proses memperoleh keterangan untuk tujuan pelelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara si penanya atau pewawancara dengan si penjawab atau responden dengan menggunakan interview guide (panduan wawancara). Nazir (1999: 234). Wawancara dilakukan untuk mendapatkan data primer dari narasumber yang relevan yang digunakan sebagai informasi akurat yang kemudian dilengkapi dengan data‐data sekunder.
c. Dokumentasi
Dokumentasi yang peneliti gunakan disini adalah dokumentasi sebagai suatu proses mencari data mengenai hal‐hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, legger agenda dan sebagainya. Arikunto (1992: 200).
Dokumentasi dilakukan untuk mendapatkan data‐data baik berupa cetak maupun dokumentasi lainnya dengan cara memilah dokumen yang ada, berkaitan dengan kepentingan penelitian.
2. Teknik Analisis Data (SWOT)
Ada beberapa komponen pokok yang akan dianalisis yaitu sumber daya manusia, jaringan komputer/Internet, aplikasi sistem informasi dan Proses Kerja,
Komponen tersebut dianalisis letak kekuatannya (Strengths), kelemahannya (Weaknesses), peluang (Opportunities) dan tantangan (Threaths).
Dari analisis ini maka dapat dilakukan evaluasi diri untuk berbenah diri membangun sistem e‐government yang handal dan terpadu. Selain itu, dengan analisis SWOT tersebut dapat diidentifikasi beberapa masalah utama yang perlu mendapatkan perhatian untuk dapat mencapai kondisi yang memungkinkan untuk membangun dan mengembangkan e‐government. Strategi pengembangan e‐government menurut prioritas selanjutnya dapat dibangun berdasarkan analisis SWOT yang telah disusun, disesuaikan dengan kondisi riil saat ini yang ada di Pemerintah Kabupaten Sragen.
BAB IV PEMBAHASAN
1. Implementasi e‐government di Kecamatan Miri
Implementasi e‐government di Kecamatan Miri mengacu pada masterplan yang sudah disusun oleh Kantor Pengelola Data Elektronik (KPDE) Kabupaten Sragen yang menjadi acuan pengembangan e‐government di Kabupaten Sragen secara keseluruhan. Implementasi e‐gov ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan dalam melayani masyarakat agar pelayanan public dapat diakses secara mudah dan murah. Selain itu juga untuk mempermudah pengolahan data, informasi, sistem manajemen dan proses kerja secara elektronik.
Dalam mengimplementasikan e‐gov tentunya tidaklah mudah karena sangat berkaitan dengan perubahan mindset pegawai yang telah lama berjalan. Perubahan ini membutuhkan persiapan SDM yang mumpuni di bidang IT dengan mengadakan pelatihan‐pelatihan.
a. Sumber Daya Manusia
Keberhasilan implementasi e‐gov di Kecamatan Miri sangat ditentukan oleh adanya komitmen dari Bupati selaku pimpinan daerah yang mengeluarkan kebijakan pemanfaatan e‐gov yang diimplementasikan ke seluruh SKPD yang ada di Kabupaten Sragen. Adanya komitmen ini memaksa seluruh jajaran pimpinan yang ada di Kabupaten Sragen untuk ikut mendukung dan mengimplementasikan e‐gov dalam kinerja pemerintahannya.
Komitmen ini sangat penting untuk ikut mempercepat mengubah mindset pegawai dari mindset lama menuju transformasi pelayanan dan manajemen pemerintahan berbasis komputerisasi.
Program peningkatan kompetensi pegawai yang menangani IT di Kecamatan Miri pada awal diimplementasikannya e‐gov sangat gencar. Operator IT dibekali pelatihan‐pelatihan komputer dan jaringan serta tehnik‐ tehnik troubleshooting apabila terjadi kerusakan jaringan. Jejaring komunikasi antar operator IT Kecamatan dengan operator SKPD lain juga
dibentuk melalui berbagai sarana, seperti penggunaan telpon VoIP, Netmeeting, Forum Kantaya atau berkomunikasi langsung melalui Hp.
Yang menjadi persoalan adalah keterbatasan personil IT yang paham terhadap perawatan dan perbaikan perangkat komputer dan jaringan. Walaupun operator IT Kecamatan Miri sudah mendapatkan bekal pelatihan tetapi hal tersebut belum bias mengatasi permasalahan yang sifatnya berat. Apabila mengandalkan personil dari KPDE Kabupaten Sragen maka jumlahnya tidak mencukupi.
b. Infrastruktur Jaringan
Kondisi infrastruktur yang sudah terpasang di Kecamatan Miri sudah dirasakan cukup untuk mengimplementasikan e‐gov. Hal ini terbukti dengan berjalannya proses perekaman data e‐KTP dengan menggunakan koneksi jaringan wireless. Aplikasi‐aplikasi lain yang menggunakan koneksi wireless juga berjalan dengan baik. Tapi untuk aplikasi teleconference dengan menggunakan netmeeting yang mengharuskan adanya akses gambar gerak hasilnya masih kurang baik. Hal ini disebabkan karena jarak Kecamatan Miri dengan KPDE selaku NOC terlalu jauh, kurang lebih 35 Km. Jaringan wireless untuk dapat menjangkau ke NOC harus direlay ke Kecamatan Tanon dulu kemudian baru disambungkan ke NOC di KPDE. Hal ini menyebabkan permasalahan apabila Kecamatan Tanon bermasalah atau sedang mati lampu maka otomatis jaringan Kecamatan Miri juga bermasalah.
Kondisi alam berupa angin atau petir juga menjadi kendala tersendiri bagi infrastruktur jaringan Kecamatan Miri. Dalam hal ini, tower triangle Kecamatan Miri pernah dipindah tiang pancangnya karena dikhawatirkan akan roboh terkena angin. Bahkan ada beberapa Desa di Kecamatan Miri yang pernah roboh atau tersambar petir.
c. Aplikasi Sistem Informasi
Pegawai yang ada di Kecamatan Miri sudah dimanjakan dengan adanya beberapa aplikasi yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang kinerja pemerintahan. Aplikasi yang digunakan merupakan aplikasi yang dibangun
oleh Tim KPDE Kab. Sragen. Kecamatan Miri hanya berperan sebagai operator yang diberikan username dan password untuk mengaplikasikannya. Ada juga aplikasi yang dibangun oleh Pemerintah Pusat seperti SIAK.
Di satu sisi banyaknya aplikasi yang digunakan akan dapat meningkatkan kinerja pemerintahan namun di sisi lain banyaknya aplikasi tersebut memaksa SDM yang ada di Kecamatan Miri harus banyak mempelajari berbagai macam aplikasi karena aplikasi satu dengan yang lain tidak saling terhubung.
SDM 1. Adanya operator IT Kecamatan yang bertanggung jawab mengelola IT Kecamatan 2. Adanya jajaran pimpinan yang menuntut penggunaan IT 3. Kemampuan pegawai Kecamatan Miri sudah mulai familier terhadap penggunaan IT 4. Adanya pegawai muda yang sudah faham IT 1. Belum ada pegawai yang ahli IT 2. Kemampuan SDM belum merata 3. Jumlah SDM kurang 1. Sumber Informasi dan pengetahuan serta narasumber untuk proses pembelajaran di bidang teknologi informasi dan komunikasi sangat banyak 2. Banyak tenaga ahli diluar pemerintahan yang berkompeten terhadap pengembangan e‐ government 1. Masyarakat semakin paham akan kebutuhan informasi 2. SDM rentan dipindahtugaskan Infrastruktur Jaringan 1. Kecamatan sudah terhubung dengan SKPD lain dengan menggunakan wireless 2. Perangkat keras lengkap 3. Konektifitas wireless berjalan baik 1. Dengan adanya relay ke SKPD lain sangat menghambat konektifitas jaringan Kecamatan 2. Peralatan yang mulai rusak 1. Perangkat jaringan cenderung murah dan mudah didapat di pasaran. 2. Semakin meningkatnya penggunaan internet, sehingga informasi lebih cepat tersebar 1. Tuntutan tersedianya data dan informasi secara cepat dan akurat Aplikasi Sistem Informasi 1. Pembagian kewenangan untuk operasional aplikasi mulai tertata 2. Banyak aplikasi sistem informasi yang digunakan 1. Antara satu sistem dengan yang lain tidak saling terkoneksi 2. Belum ada aplikasi yang lengkap dan sederhana dalam bidang pelayanan masyarakat 1. Teknologi pengintegrasian data sudah tersedia 1. Tuntutan masyarakat akan transparansi informasi 2. Tuntutan kecepatan pelayanan masyarakat 3. Keamanan dan penyalahgunaan data
1. Pimpinan memiliki e‐leadership 2. Ketersediaan perangkat keras dan jaringan yang baik. 3. Ketersediaan akses internet 4. Pendanaan untuk peningkatan Kapasitas SDM tersedia 5. Aplikasi SI banyak yang digunakan 6. Adanya operator IT 1. SDM yang menguasai dan memanfaatkan TIK belum merata 2. Pengembangan S/W, H/W serta pengelolaan data belum terintegrasi dan terpadu 3. Jumlah SDM kurang 4. Infrastruktur yang mulai rusak
Peluang (O) Strategi menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang Strategi mengatasi kelemahan dengan memanfaatkan pelauang 1. Perangkat TIK cenderung murah dan mudah digunakan. 2. Media akses internet sangat bervariasi dan terjangkau 3. Materi pembelajaran di bidang TIK sangat mudah diperoleh secara free. - Manfaatkan e‐leadership untuk optimalisasi pendayagunaan sumber daya TIK yang sudah ada. - Sharing informasi dengan SKPD yang berkompeten dengan e‐ government untuk mempercepat implementasi e‐government
- Manfaatkan e‐leadership pimpinan untuk efisiensi biaya komunikasi dan proses kerja.
- Manfaatkan Internet untuk meningkatkan kapasitas SDM dan kemandirian mengelola sumber daya TIK
- Manfaatkan ketersediaan S/W, H/W dan jaringan untuk ketersediaan informasi yang cepat dan akurat
Tantangan (T) Strategi menggunakan kekuatan untuk menghadapi tantangan Strategi mengatasi kelemahan untuk menghadapi tantangan 1. Tuntutan masyarakat untuk mendapatkan data dan informasi yang cepat, tepat dan terpadu, serta akurat. 2. Kondisi geografis menyebabkan kesenjangan informasi 3. Keamanan data dan informasi - Tingkatkan kemampuan SDM yang terampil dalam penggunaan teknologi informasi untuk mengefektifkan pelayanan kepada masyarakat
- Manfaatkan internet sebagai sumber pengetahuan yang melimpah.
- Meningkatkan koordinasi antar SKPD
- Memfasilitasi masyarakat dengan akses dan informasi secara merata di seluruh wilayah.
- Meningkatkan kapasitas SDM di bidang TIK dan sikap melayani masyarakat.
- Realokasi penempatan SDM yang tepat di tempat yang tepat untuk antisipasi perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat
- Lakukan Reengineering proses kerja untuk pelayanan terbaik bagi masyarakat - Fasilitasi masyarakat desa dengan akses Informasi Analisis Lingkungan Internal Analisis Lingkungan Eksternal
BAB V PENUTUP
1. Kesimpulan
a. Implementasi e‐gov di Kecamatan Miri mengacu pada masterplan e‐government Kabupaten Sragen yang berfungsi sebagai;
1) Pengolahan data, pengelolaan informasi, sistem manajemen dan proses kerja secara elektronis,
2) Pemanfaatan kemajuan teknologi informasi agar pelayanan publik dapat diakses secara mudah dan murah oleh masyarakat.
b. Dalam mengimplementasikan e‐gov di Kecamatan Miri memerlukan dukungan sumber daya manusia, infrastruktur jaringan dan aplikasi sistem informasi.
c. Dari hasil analisis SWOT, masih terdapat kelemahan yang harus diperbaiki supaya implementasi e‐government di Kecamatan Miri dapat berhasil dengan maksimal. 2. Rekomendasi a. Perlu SDM yang mempunyai pengetahuan dan keahlian spesifik dalam menangani IT di Kecamatan untuk mendukung implementasi e‐government. b. Aplikasi Sistem Informasi yang digunakan di Kecamatan harus dapat terhubung satu dengan yang lain sehingga menjadi satu kesatuan system dengan single sign on. c. Perlu adanya penambahan kapasitas jaringan untuk meminimalisir kelambatan
koneksi jaringan.
d. Perlu meningkatkan kesadaran untuk menjaga inventaris IT baik yang ada di Kecamatan maupun di Desa bekerjasama dengan ahli maintenance.
e. Perlu adanya regulasi sebagai dasar pemanfaatan IT dalam meningkatkan kinerja pemerintah daerah sehingga kebijakan yang diambil mempunyai kekuatan hokum, termasuk didalamnya regulasi paperless office.
f. Dibutuhkan keseriusan semua pihak untuk mengimplementasikan e‐government dalam meningkatkan kinerja dan pelayanan masyarakat.
REFERENSI
Arikunto, Suharsimi, 1992. Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Publik. Yogyakarta : Rineka Cipta
Intruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2003 tentang Kebijakan Dan Strategi Nasional Pengembangan e‐government Masterplan Information Communication and Telecommunication Kabupaten Sragen, 2012 Nazir, Mohammad, 1999. Metode Penelitian. Cetakan Keempat. Jakarta : Ghalia Indonesia