• Tidak ada hasil yang ditemukan

(Studi Putusan Nomor: 15-K/PM.II-10/AD/IV/2014) Penulisan Hukum (Skripsi)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "(Studi Putusan Nomor: 15-K/PM.II-10/AD/IV/2014) Penulisan Hukum (Skripsi)"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

i

PERTIMBANGAN HAKIM PENGADILAN MILITER II-10 SEMARANG MEMERIKSA DAN MENGADILI SECARA IN ABSENTIA TERDAKWA

PELAKU TINDAK PIDANA DESERSI DENGAN PEMBERATAN (Studi Putusan Nomor: 15-K/PM.II-10/AD/IV/2014)

Penulisan Hukum (Skripsi)

Disusun dan Diajukan untuk

Melengkapi Persyaratan Guna Meraih Derajat Sarjana S1 dalam Ilmu Hukum pada Universitas Sebelas Maret Surakarta

Oleh: WULANDARI NIM. E0011332

FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

(2)

ii

PERSETUJUAN PEMBIMBING Penulisan Hukum (Skripsi)

PERTIMBANGAN HAKIM PENGADILAN MILITER II-10 SEMARANG MEMERIKSA DAN MENGADILI SECARA IN ABSENTIA TERDAKWA

PELAKU TINDAK PIDANA DESERSI DENGAN PEMBERATAN (Studi Putusan Nomor: 15-K/PM.II-10/AD/IV/2014)

Oleh:

Wulandari NIM. E0011332

Disetujui untuk dipertahankan dihadapan Dewan Penguji Penulisan Hukum (Skripsi) Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta

Surakarta, 2 Oktober 2015

Dosen Pembimbing

Sri Wahyuningsih Yulianti, S.H.,M.H. NIP. 196107211988032001

(3)

iii

PENGESAHAN PENGUJI Penulisan Hukum (Skripsi)

PERTIMBANGAN HAKIM PENGADILAN MILITER II-10 SEMARANG MEMERIKSA DAN MENGADILI SECARA IN ABSENTIA TERDAKWA PELAKU TINDAK PIDANA DESERSI DENGAN PEMBERATAN(Studi

Putusan Nomor: 15-K/PM.II-10/AD/IV/2014)

Oleh Wulandari NIM. E0011332

Telah diterima dan dipertahankan di hadapan Dewan Penguji Penulisan Hukum (Skripsi) Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta

Pada: Hari : Tanggal : DEWAN PENGUJI Mengetahui Dekan,

Prof. Dr. Supanto, S.H., M.Hum NIP. 196011071986011001

(4)

iv

SURAT PERNYATAAN

Nama : Wulandari Nim : E0011332

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa penulisan hukum (skripsi) berjudulPERTIMBANGAN HAKIM PENGADILAN MILITER II-10 SEMARANG MEMERIKSA DAN MENGADILI SECARA IN ABSENTIA

TERDAKWA PELAKU TINDAK PIDANA DESERSI DENGAN

PEMBERATAN (Studi Putusan Nomor: 15-K/PM.II-10/AD/IV/2014). adalah betul-betul karya sendiri. Hal-hal yang bukan karya saya dalam penulisan hukum (skripsi) ini diberi tanda citasisan ditunjukkan dalam daftar pustaka. Apabila dikemudian hari terbukti pernyataan saya tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan penulisan hukum (skripsi) dan gelar saya peroleh dari penulisan hukum (skripsi) ini.

Surakarta, 2 Oktober 2015 Yang membuat pernyataan

Wulandari E0011163

(5)

v

PERSEMBAHAN

Dengan mengucapkan syukur, Penulis mempersembahkan karya ini kepada: 1. Allah SWT yang telah memberikan kesehatan dan kesempatan yang tak

terhingga, serta skenario kehidupan yang indah sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi ini tepat pada waktunya.

2. Bapak dan Ibu saya yang senantiasa mendukung kuliah, memberikan doa dan nasihat, semangat, cinta dan kasih sayang serta kerja keras yang tak ternilai harganya demi mewujudkan cita-cita saya menjadi seorang Sarjana Hukum dan membuat saya lebih menghargai setiap usaha, waktu, dan kesempatan di dalam hidup saya

3. Sahabat-sahabatku yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu yang selalu memberikan keceriaan dan menemani saat susah dan senang.

(6)

vi ABSTRAK

WULANDARI. 2015. E0011332. PERTIMBANGAN HAKIM

PENGADILAN MILITER II-10 SEMARANG MEMERIKSA DAN MENGADILI SECARA IN ABSENTIA TERDAKWA PELAKU TINDAK PIDANA DESERSI DENGAN PEMBERATAN(Studi Putusan Nomor: 15-K/PM.II-10/AD/IV/2014).Penulisan Hukum (Skripsi). Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret, Surakarta

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pertimbangan Hakim dalam pemeriksaan secara in absentiaterhadap Terdakwa pelaku tindak pidana desersi dengan pemberatan dalam Putusan Pengadilan Militer II-10 Semarang Nomor 15-K/PM.II-10/AD/IV/2014. Serta untuk mengetahui kesesuaian Pasal 141 ayat (10), Pasal 143 Jo Pasal 115 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1997 tentang Peradilan Militer terhadap Pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan pidana tanpa hadirnya Terdakwa dan saksi-saksi yang dibacakan keterangannya dalam Putusan Pengadilan Militer II-10 Semarang Nomor 15-K/PM.II-10/AD/IV/2014.

Penelitian ini termasuk jenis penelitian hukum normatif, bersifat preskriptif dan terapan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kasus. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer danbahan hukum sekunder. Metode analisis bahan hukum mengunakan metode deduksi silogisme.

Berdasarkan hasilpenelitian dalampembahasan, mengenai Pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan pidana tanpa hadirnya Terdakwa dalam Putusan Pengadilan Militer Semarang II-10 sudah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer. Dalam kasus tersebut Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana desersi dengan pemberatan yang diadili dalam peradilan in absentia. Hakim dalam menjatuhkan pidana dalam putusannya sudah sesuai dengan Pasal 141 ayat (10) dan Pasal 143 Jo Pasal 155 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer yang merupakan aspek-aspek Pertimbangan Hakim dalam pemeriksaan secara in absentia terhadap pelaku tindak pidana desersi.

(7)

vii ABSTRACT

WULANDARI. 2015. E0011332. CONSIDERATION OF MILITARY COURT JUDGE II - 10 SEMARANG CHECKING AND PASSING in absentia BUSINESS CRIME DEFENDANT desertion by weighting ( Study of Decision No. 15 - K / PM.II - 10 / AD / IV / 2014 ) . Legal Writing ( Thesis ) . Faculty of Law, University of March , Surakarta

This study aims to determine the Consideration The judge in the examination in absentia against the defendant criminal desertion by weighting the Military Court Decision II - 10 Semarang No. 15 - K / PM.II - 10 / AD / IV / 2014 . And to investigate the appropriateness of Article 141 paragraph ( 10 ) , Article 143 Jo Article 115 of Law No. 31 of 1997 on Military Justice against Considerations judge in imposing punishment without the presence of the defendant and witnesses read out his statement in the Decision of the Court of Military II - 10 Semarang No. 15 - K / PM.II - 10 / AD / IV / 2014 .

This research includes the study of law normative , prescriptive and applied . The approach used in this study is a case approach . Legal materials used are primary legal materials and secondary law . Law material analysis method using the method of deduction syllogism .

Based on the results of the study in discussion , concerning consideration in imposing criminal judge without the presence of the defendant in Semarang Military Court Decision II - 10 is in conformity with the Law No. 31 of 1997 on Military Justice . In such cases the defendant is proven legally and convincingly guilty of committing the crime of desertion by weighting were brought to trial in absentia . The judge in imposing a criminal in the decision is in conformity with Article 141 paragraph ( 10 ) and Article 143 Jo Article 155 of Law No. 31 of 1997 on Military Justice that an aspect consideration in examining judge in absentia against the perpetrators of the crime of desertion .

(8)

viii

KATA PENGANTAR

Puji syukur Penulis persembahkan kepada Allah SWT karena dengan rahmat dan hidayah-Nya Penulis dapat menyelesaikan penulisan hukum (skripsi) yang berjudul PERTIMBANGAN HAKIM PENGADILAN MILITER II-10 SEMARANG MEMERIKSA DAN MENGADILI SECARA IN ABSENTIA

TERDAKWA PELAKU TINDAK PIDANA DESERSI DENGAN

PEMBERATAN(Studi Putusan Nomor: 15-K/PM.II-10/AD/IV/2014).

Dalam penyusunan penulisan hukum ini, terdapat banyak pihak yang telah memberikan bantuan berupa bimbingan, saran, nasihat, fasilitas serta dukungan moril maupun materiil. Oleh karena itu, dalam kesempatan yang baik ini dengan segala kerendahan hati, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak sebagai berikut:

1. Bapak Prof. Dr. Supanto, S.H.,M.Hum, selaku Dekan Fakultas Hukum UNS yang telah memberikan ijin dan kesempatan kepada penulis untuk mengmbangkan ilmu hukum dalam menyelesaikan penulisan hukum ini. 2. Bapak Dr. Soehartono, S.H., M.H., selaku Ketua Hukum Acara yang telah

memberikan kesempatan bagi penulis untuk menyelesaikan skripsi di bagian Hukum Acara Pidana.

3. Ibu Sri Wahyuningsih Yulianti, S.H.,M.H., selaku pembimbing penulisan hukum yang telah bersedia meluangkan waktu dan pikirannya dengan sangat sabar untuk memberikan bimbingan dan arahan bagi tersusunnya penulisan hukum ini.

4. Ibu Djuwityastuti, S.H.,M.H., selaku pembimbing akademik yang telah memberikan arahan dan dukungan selama masa perkuliahan

5. Seluruh dosen dan staff pengajar Fakultas Hukum UNS yang telah memberikan ilmu pengtahuan kepada penulis sehingga menjadi bekal dalam penulisan hukum ini.

6. Kedua orang tuaku tercinta, Bapak Yulianto Sih Nugroho dan Ibu Anik Sri Rejeki Handayaniyang telah memberikan limpahan kasih sayang, dukungan, semangat, dan doa yang tiada henti sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan penulisan hukum ini. Tiada kata selain ucapan terimakasih

(9)

ix

dan semoga ananda dapat memenuhi harapan kalian untuk dapat mengejar cita-cita demi masa depan

7. Kepada Seluruh keluarga besar

8. Yoga Fais Luthfianto, teman yang selalu memberikan semangat, motivasi dan waktu kepada penulis

9. Sahabat yang sudah seperti keluarga, Fitria Eka Sari, Yulya Ade Saputri, Annas Prestika Aditama, Da’afiq Rizky Rukhyana, yang telah setia menjadi partner dan saudara yang telah memberikan inspirasi serta keceriaan bagi saya.

10. Sahabatku, Elizabeth Julia Andini, Intan Kartikasari, Sartika Bani, Elza Aulia, Adhela Kurniartha Sekar Arum, Erin Putri Kurniawan, Resti Dian Luthfianti, Dikta Angga, Prayogo, Quartas Ivan, Mayaringga Dewi, Vidia Ning Pangesti, Nuria Yunita Putri, Rieka Estuningtyas,Na’im, Rio Bima, Wendy Librata terimakasih telah banyak memberikan dukungan, arahan, doa-doa, dan terimakasih telah menjadi teman-teman yang setia selama 4 tahun kuliah hingga akhir.

11. Keluarga Baru KKN dan BNN, terimakasih telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menambah pengalaman serta ilmu saya baik dalam dunia kerja dan bersosialisasi dalam masyrakat.

12. Teman-teman di Fakultas Hukum UNS angkatan 2011 yang senasib seperjuangan dalam mengerjakan penulisan hukum dengan segala informasi dan kesetiannya dalam mendukung dan membantu.

13. Adik-adik tingkat angkatan 2012, 2013, 2014, dan seluruh Civitas Akademika FH UNS.

14. Semua pihak yang tidak bisa Penulis sebutkan satu-persatu yang telah membantu baik moril maupun materiil dalam Penulisan Hukum ini.

Mengingat keterbatasan dan kemampuan Penulis, Penulis sadar bahwa penulisan hukum (skripsi) ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, adanya saran dan kritik yang bersifat membangun dari pembaca sangat penulis harapkan.

(10)

x

Semoga penulisan hukum ini dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan pada umumnya dan ilmu hukum pada khususnya, sehingga dapat diamalkan dalam pengembangan dan pembangunan hukum nasional dan tidak menjadi suatu karya yang sia-sia. Aamiin.

Surakarta, 2 Oktober 2015

(11)

xi DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI ... iii

HALAMAN PERNYATAAN ... iv

PERSEMBAHAN ... vi

ABSTRAK ... vii

KATA PENGANTAR ... viii

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR GAMBAR ... xiv

BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 4

C. Tujuan Penelitian ... 5

D. Manfaat Penelitian ... 5

E. Metode Penelitian ... 6

F. Sistematika Penulisan Hukum ... 10

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kerangka Teori ... 12

1. Tinjauan Umum Mengenai Ruang Lingkup Peradilan Militer ... 12

2. Tinjauan Umum Mengenai Kompetensi Pengadilan Militer ... 14

a. Kompetensi Absolut Pengadilan Militer ... 14

b. Pengertian Prajurit TNI ... 15

(12)

xii

3. Tinjauan Umum Mengenai Pertimbangan Hakim dalam

Menjatuhkan Putusan ... 17

4. Tinjauan Umum Mengenai Jenis Putusan dalam Perkara Militer . 20 a. JenisPutusanPengadilandalamPerkaramiliter ... 20

b. JenisPidanadalamPerkaraMiliter ... 21

c. Hal-hal yang DimuatdalamPutusanPidanaPerkaraMiliter ... 23

5. Tinjauan Umum Mengenai Acara Pemeriksaan dalam Sidang ... 24

a. Acara Pemeriksaan Biasa ... 24

b. Acara Pemeriksaan Cepat ... 25

c. Acara Pemeriksaan Singkat ... 25

d. Peradilan In absentia ... 26

6. Tinjauan Umum Mengenai Tindak Pidana Desersi ... 28

a. Pengertian Tindak Pidana Desersi ... 28

b. Macam Desersi ... 30

c. Desersi dengan Pemberatan ... 31

B. Kerangka Pemikiran ... 34

BAB III. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN C. Hasil Penelitian ... 36

1. Identitas Terdakwa ... 36

2. Uraian Singkat Fakta Peristiwa ... 36

3. Dakwaan Oditur Militer ... 37

4. Barang Bukti ... 39

5. Pemeriksaan Saksi ... 39

6. Tuntutan Oditur Militer ... 42

7. Putusan ... 43

8. Prosedur Penanganan Tindak Pidana Militer ... 44

D. Pembahasan ... 45 1. Kesesuaian Pasal 141 Ayat (10) Undang-Undang Nomor

(13)

xiii

Pemeriksaan Secara In Absentia Pelaku Tindak Pidana

Desersi ... 45 2. Kesesuaian Pasal 143 Jo Pasal 155 Undang-Undang

Nomor 31 Tahun 1997 Terhadap Pertimbangan Hakim Pengadilan Militer II-10 Semarang Menjatuhkan Pidana

Tanpa Hadirnya Terdakwa ... 55 BAB IV. PENUTUP

A. Simpulan ... 67 B. Saran ... 68 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

DAFTAR GAMBAR

(14)

Referensi

Dokumen terkait

pertimbangan yang mendasari hakim dalam menjatuhkan putusan pidana terhadap korban tindak pidana narkotika. Kesimpulan : dalam memutus perkara tindak pidana narkotika

DASAR PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENJATUHKAN PUTUSAN YANG RASIONAL TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA ... Tinjauan Mengenai Peranan Hakim Dalam Peradilan

Penelitian hukum ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian upaya pembuktian Penuntut Umum terhadap tindak pidana pembunuhan yang dilakukan terdakwa berdasarkan alat-alat

Bahwa Saksi tidak mengetahui secara pasti penyebab hingga Terdakwa melakukan tindak pidana Militer Disersi, yang Saksi ketahui bahwa Terdakwa pada tanggal 27 Juni 2014 sekira

1. Untuk mengetahui secara mendalam mengenai pertanggungjawaban pidana anggota militer yang melakukan tindak pidana desersi. Untuk mengetahui upaya anggota militer yang

Pertimbangan hakim dalam menjatuhkan sanksi pidana bagi anak sebagai pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan dalam perkara di Pengadilan Negeri Yogyakarta

“UPAYA PEMBUKTIAN KESALAHAN TERDAKWA PELAKU TINDAK PIDANA PERZINAHAN DENGAN MENDENGARKAN KETERANGAN ISTRI TERDAKWA SEBAGAI KETERANGAN YANG MEMBERATKAN (STUDI PUTUSAN

Bahwa dengn berdasarkan pada ketentuan Pasal 143 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1997, yang menyatakan bahwa perkara tindak pidana desersi yang Terdakwa melarikan diri, baik melarikan diri