LAKIP Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015| 2
LAKIP DINAS KESEHATAN
KOTA PASURUAN
TAHUN 2015
Buku ini diterbitkanoleh
DINAS KESEHATAN KOTA PASURUAN
“Subag Perencanaan & Evaluasi”Jl. Ir. Juanda No. 66 Pasuruan Telp. (0343) 423453
Fax. (0343) 422563
LAKIP Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015| i
KATA PENGANTAR
Puji syukur atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, maka Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015 dapat disusun dengan baik. Dinas Kesehatan Kota Pasuruan sebagai bagian dari Pemerintah Kota Pasuruan dituntut untuk mengembangkan pola manajemen kesehatan secara optimal terutama dalam mengelola seluruh sumber daya yang dimiliki. Salah satu instrumennya adalah penyelenggaraan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) sebagaimana diinstruksikan dalam Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tanggal 15 Juni 1999. Akuntabilitas Kinerja merupakan perwujudan pertanggungjawaban instansi Pemerintah tentang pelaksanaan visi dan misi organisasi dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, melalui Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP).
LAKIP Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015 ini berorientasi untuk sarana perbaikan dan peningkatan kinerja secara berkesinambungan disertai analisis lanjutan dengan tujuan untuk mengidentifikasi peluang-peluang dan masukan-masukan penting guna perbaikan kinerja dalam rangka mewujudkan visi misi Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2011-2015. Penghargaan yang setinggi-tingginya disampaikan kepada semua pihak yang terlibat dalam penyusunan LAKIP Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015.
Pasuruan, Maret 2016 Kepala Dinas Kesehatan
Kota Pasuruan
dr. Bambang Pramono, MM NIP. 19580907 198802 1 002
LAKIP Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015| ii
IKHTISAR EKSEKUTIF
Pembangunan kesehatan di Kota Pasuruan bertujuan untuk: 1) Tersedianya obat & perbekalan kesehatan yang berkualitas serta pengawasan mutu makanan; 2) Meningkatkan kesadaran akan status gizi masyarakat; 3) Meningkatkan aksestabilitas & kualitas
pelayanan kesehatan melalui Puskesmas dan sarana kesehaan swasta lainnya; 4) Memberdayakan individu, keluarga dan masyarakat agar mampu menumbuhkan
perilaku hidup bersih dan sehat; 5) Terwujudnya penurunan dan pengendalian penyakit menular dan tidak menular serta masalah kesehatan lainnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, ditetapkan sasaran dengan indikator-indikatornya sebagaimana dirumuskan dalam Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kota Pasuruan tahun 2011-2015 dan dijabarkan dalam Rencana Kerja (Renja) Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015.
Sasaran diharapkan dapat memberikan fokus pada penyusunan program operasional dan kegiatan pokok organisasi yang bersifat spesifik, terinci, dapat terukur dan dapat dicapai. Seluruh upaya pencapaian sasaran untuk mencapai tujuan Dinas Kesehatan dilakukan dengan menganut dan menjunjung tinggi nilai-nilai: pro rakyat, inklusif responsif, efektif dan bersih.
Dengan menyimak analisis capaian kinerja indikator sepanjang tahun 2015, maka dapat dijelaskan bahwa secara umum pembangunan kesehatan di Kota Pasuruan telah berada pada pola/alur yang benar dalam mengemban visi “TERWUJUDNYA MASYARAKAT KOTA PASURUAN YANG SEHAT DAN MANDIRI” yang merupakan komponen tak terpisahkan dari perwujudan Millenium Development Goals (MDG’s). Secara keseluruhan (rata-rata) sasaran yang ditetapkan Dinas Kesehatan Kota Pasuruan melalui 50 (lima puluh) indikator sasaran yang ada sudah sangat berhasil mencapai target yang ditetapkan pada tahun 2015. Meskipun masih terdapat pula 5 (lima) indikator sasaran dengan capaian kinerja yang belum optimal (masih kurang dari 70%), akan tetapi hal ini tidak sampai menimbulkan pergeseran dari arah kebijakan yang ditetapkan.
Dalam tatanan desentralisasi, pencapaian visi dan misi kesehatan di tingkat Kabupaten/Kota sangat bergantung pada keberhasilan penyelenggaraan dengan benar Sistem Kesehatan Nasional (SKN) di daerah yang bersangkutan melalui terwujudnya Kabupaten/Kota Sehat bahkan juga Kecamatan Sehat dan Kelurahan Sehat. Oleh karena itu, arah kebijakan ke depan Dinas Kesehatan Kota Pasuruan dalam rangka meningkatkan
LAKIP Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015| iii dan/atau mempertahankan capaian kinerja indikator sasaran yang sudah memenuhi target serta meningkatkan capaian kinerja indikator sasaran yang belum memenuhi target adalah dengan memberikan penguatan pada sumber daya yang mendukung pelaksanaan program kegiatannya, baik dari pihak pelaksana program, lintas sektor maupun masyarakat mengingat bagaimanapun juga masalah kesehatan tidak akan pernah dapat dituntaskan hanya oleh jajaran kesehatan terutama yang langsung melibatkan masyarakat.
Penguatan pada pelaksana program (dalam hal ini Dinas Kesehatan dan jaringannya) dilakukan melalui peningkatan kerjasama lintas program dan manajemen program yang lebih baik dari segi perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Penguatan pada lintas sektor melalui kerjasama lintas sektor yang ditingkatkan secara berkesinambungan melalui Forum Komunikasi Kota Swasti Saba. Sedangkan penguatan pada masyarakat difokuskan dalam hal pemahaman nilai-nilai hidup bersih dan sehat di masyarakat dengan terus meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui posyandu dan UKBM lainnya terutama Kelurahan Siaga yang telah dilaksanakan sejak tahun 2006, yaitu suatu bentuk kemandirian masyarakat kelurahan dalam menyiapkan sumber daya dan kemampuannya untuk mengatasi masalah-masalah kesehatan yang timbul.
Pasuruan, Maret 2016 Kepala Dinas Kesehatan
Kota Pasuruan
dr. Bambang Pramono, MM NIP. 19580907 198802 1 002
LAKIP Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015| iv
DAFTAR ISI
PENGANTAR ... i IKHTISAR EKSEKUTIF ... ii DAFTAR ISI ... iv BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG ... 11.2 MAKSUD DAN TUJUAN ... 2
1.2.1 MAKSUD ... 2
1.2.2 TUJUAN ... 2
1.3 DASAR HUKUM PENYUSUNAN ... 2
1.4 SISTEMATIKA PENYUSUNAN ... 4
BAB 2 PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA 2.1 VISI DAN MISI DINAS KESEHATAN KOTA PASURUAN .. 5
2.2 TUJUAN, SASARAN DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KESEHATAN TAHUN 2015 ... 6
2.3 RENCANA KINERJA DINAS KESEHATAN KOTA PASURUAN TAHUN 2015 ... 10
BAB 3 AKUNTABILITAS KINERJA 3.1 CAPAIAN KINERJA ORGANISASI ... 14
3.2 REALISASI ANGGARAN ... 30
BAB 4 PENUTUP ... 53 LAMPIRAN
LAKIP Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015| 1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Pembangunan kesehatan merupakan salah satu kesatuan visi Pembangunan Nasional berdasarkan UUD 1945, Pancasila dan Sistem Kesehatan Nasional. Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Dengan demikian pembangunan kesehatan ditekankan pada peningkatan perilaku dan kemandirian masyarakat serta upaya promotif dan preventif disamping upaya kuratif dan rehabilitatif.
Sistem Kesehatan Nasional yang bersifat umum tidak dapat diterapkan begitu saja di daerah, sehingga dalam hal ini otonomi daerah memegang peranan penting karena mengandung semangat untuk memperhatikan masalah spesifik daerah, kebutuhan dan aspirasi masyarakat daerah serta inovasi yang muncul dan berkembang di daerah. Dalam pelaksanaan Sistem Kesehatan Nasional, setiap penyelenggara harus menerapkan manajemen kesehatan yang efektif, efisien dan strategis dalam mendukung pencapaian visi pembangunan kesehatan setempat.
Dinas Kesehatan Kota Pasuruan sebagai bagian dari Pemerintah Kota Pasuruan dituntut untuk mengembangkan pola manajemen kesehatan secara optimal terutama dalam mengelola seluruh sumber daya yang dimiliki sesuai tugas pokok dan fungsi dinas. Untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi pengelolaan sumber daya yang berbasis kinerja, maka disusunlah Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015 sebagai bagian dari pemenuhan kewajiban dalam perspektif transparansi dan akuntabilitas publik. Penyelenggaraan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) ini sebagaimana diinstruksikan dalam Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tanggal 15 Juni 1999.
LAKIP Dinas Kesehatan Kota Pasuruantahun 2015 merupakan bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan visi dan misi pembangunan kesehatan dalam mencapai tujuan, sasaran serta kebijakan yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kota Pasuruan 2011-2015. Rencana Strategis ini disusun berdasarkan tugas pokok dan fungsi Dinas Kesehatan yang memberikan penekanan
LAKIP Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015| 2 pada pencapaian visi dan misi Kota Pasuruan yang tertuang dalam RPJPD maupun RPJMD, Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan dan Millenium Development Goals (MDG’s). Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kota Pasuruan 2011-2015 selanjutnya dijabarkan setiap tahun dalam bentuk Rencana Kerja (Renja) tahunan yang pada tahun 2015.
1.2 MAKSUD DAN TUJUAN 1.2.1 MAKSUD
Penyusunan LAKIP Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015 dimaksudkan untuk memberikan gambaran pencapaian kinerja (sebagai media pertanggungjawaban kinerja) Dinas Kesehatan Kota Pasuruan dalam mencapai tujuan dan sasaran strategis instansi tahun 2015. LAKIP menyajikan hasil pengukuran kinerja atas dokumen penetapan kinerja tahunan antara Kepala Dinas Kesehatan dengan Walikota Pasuruan yang memuat pernyataan dan lampiran formulir yang mencantumkan sasaran strategis, indikator kinerja utama organisasi, beserta target kinerja dan anggaran.
1.2.2 TUJUAN
Tujuan penyusunan LAKIP sebagai media pertanggungjawaban kinerja adalah menjadi bahan evaluasi akuntabilitas kinerja bagi pihak yang membutuhkan; penyempurnaan dokumen perencanaan periode yang akan datang; penyempurnaan pelaksanaan program dan kegiatan yang akan datang; serta penyempurnaan berbagai kebijakan yang diperlukan terkait pembangunan kesehatan di Kota Pasuruan.
1.3 DASAR HUKUM PENYUSUNAN
Dasar Hukum penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015 adalah sebagai berikut:
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme;
LAKIP Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015| 3 3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan
Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 97, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4664); 6. Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara,
Penyusunan, Pengendalian Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4689);
7. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian;
8. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
9. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi;
10. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 09/M.PAN/05/2007 tentang Pedoman Penyusunan Indikator Kinerja Utama di lingkungan Instansi Pemerintah;
11. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 20/M.PAN/11/2008 tentang Petunjuk Penyusunan Indikator Kinerja Utama; 12. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi Nomor 12 Tahun 2010 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kementerian Pendayagunaan dan Reformasi Birokrasi;
13. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
14. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 741/Menkes/SK/V/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan Kabupaten/Kota;
LAKIP Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015| 4 15. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 828/Menkes/SK/V/2008 tentang Juknis
SPM;
16. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.03.01/160/I/2010 tentang Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2010-2015;
17. Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Nomor 440/1289a/423.104/2010 tanggal 2 Agustus 2010 tentang Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2011-2015.
1.4 SISTEMATIKA PENYUSUNAN
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015 disusun berdasarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 sebagai berikut :
IKHTISAR EKSEKUTIF BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 1.2 Maksud dan Tujuan 1.3 Dasar Hukum Penyusunan 1.4 Sistematika Penyusunan
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KERJA 2.1 Visi dan Misi Dinas Kesehatan Kota Pasuruan
2.2 Tujuan, Sasaran dan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Tahun 2015 2.3 Rencana Kinerja Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 3.1 Capaian Kinerja Organisasi 3.2 Realisasi Anggaran
LAMPIRAN
Lampiran 1 : Penetapan Kinerja (PK) Dinas Kesehatan Tahun 2015
Lampiran 2 : Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Dinas Kesehatan Tahun 2015
Lampiran 3 : Rencana Kinerja Kegiatan (RKK) Dinas Kesehatan Tahun 2015
Lampiran 4 : Pengukuran Kinerja Kegiatan (PKK) Dinas Kesehatan Tahun 2015
LAKIP Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015| 5
BAB II
PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA
2.1 VISI DAN MISI DINAS KESEHATAN KOTA PASURUAN
Rencana Strategis (Renstra) Dinas Kesehatan tahun 2011-2015 didasarkan pada tugas pokok dan fungsi Dinas Kesehatan yang memberikan penekanan pada pencapaian visi dan misi Kota Pasuruan yang tertuang dalam RPJPD maupun RPJMD, Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan di Kota Pasuruan dan Millenium Development Goals (MDG’s). Rencana strategis digunakan sebagai acuan dalam penyusunan Rencana Kerja Tahunan dan penetapan kinerja Dinas Kesehatan Kota Pasuruan.
A. VISI
Dinas Kesehatan Kota Pasuruan sebagai salah satu pelaku dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan dalam kurun waktu 2011-2015 mempunyai visi “TERWUJUDNYA MASYARAKAT KOTA PASURUAN YANG SEHAT DAN MANDIRI”. Terwujudnya masyarakat yang sehat dan mandiri berarti terwujudnya suatu kondisi di mana masyarakat Kota Pasuruan menyadari, mau dan mampu untuk mengenali, mencegah dan mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi, sehingga dapat bebas dari gangguan kesehatan, baik yang disebabkan karena penyakit termasuk gangguan kesehatan akibat bencana, maupun lingkungan dan perilaku yang tidak mendukung untuk hidup sehat.
B. MISI
Untuk mencapai terwujudnya masyarakat yang sehat dan mandiri di Kota Pasuruan, maka ditempuh misi sebagai berikut:
1. Mengupayakan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau 2. Membangun kemandirian masyarakat untuk hidup sehat
LAKIP Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015| 6 2.2 TUJUAN, SASARAN DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KESEHATAN
TAHUN 2015 A. TUJUAN
1. Untuk mewujudkan misi “Mengupayakan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau”, maka ditetapkan tujuan antara lain:
a. Tersedianya obat & perbekalan kesehatan yang berkualitas serta pengawasan mutu makanan
b. Meningkatkan kesadaran akan status gizi masyarakat
c. Meningkatkan aksestabilitas & kualitas pelayanan kesehatan melalui Puskesmas dan sarana kesehatan swasta lainnya
2. Untuk mewujudkan misi “Membangun kemandirian masyarakat untuk hidup sehat”, maka ditetapkan tujuan yaitu memberdayakan individu, keluarga dan masyarakat agar mampu menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat
3. Untuk mewujudkan misi “Meningkatkan pengendalian penyakit dan penanggulangan masalah kesehatan”, maka ditetapkan tujuan yaitu terwujudnya penurunan dan pengendalian penyakit menular dan tidak menular serta masalah kesehatan lainnya
B. SASARAN
Sasaran merupakan penjabaran dari tujuan organisasi dan menggambarkan hal-hal yang ingin dicapai melalui tindakan-tindakan yang akan dilakukan secara operasional. Berdasarkan makna penetapan sasaran tersebut maka sampai dengan akhir tahun 2015, Dinas Kesehatan Kota Pasuruan menetapkan sasaran dengan rincian sebagai berikut:
1. Untuk mewujudkan tujuan “Tersedianya obat & perbekalan kesehatan yang berkualitas serta pengawasan mutu makanan”, maka ditetapkan sasaran Meningkatnya ketersediaan serta pengawasan obat & makanan; dengan indikator keberhasilan sasaran antara lain:
a) Persentase ketersediaan obat sesuai kebutuhan
b) Persentase sarana distribusi obat, obat tradisional, kosmetika, PKRT, makmin yang diawasi menerapkan cara distribusi sesuai standar
LAKIP Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015| 7 2. Untuk mewujudkan tujuan “Meningkatkan kesadaran akan status gizi
masyarakat”, maka ditetapkan sasaran Meningkatnya perbaikan gizi masyarakat; dengan indikator keberhasilan sasaran antara lain:
a) Persentase KEP pada balita
b) Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan
c) Cakupan pemberian MP-ASI pada anak usia 6-24 bulan dari gakin d) Persentase sasaran resiko tinggi anemia yang mendapatkan
penyuluhan
e) Persentase bayi usia 0-6 bulan mendapat ASI eksklusif
3. Untuk mewujudkan tujuan “Meningkatkan aksestabilitas & kualitas pelayanan kesehatan melalui Puskesmas dan sarana kesehaan swasta lainnya”, maka ditetapkan sasaran antara lain:
1) Meningkatnya mutu pelayanan kesehatan ibu, bayi, anak, remaja dan lanjut usia serta kesehatan reproduksi
a) Angka kematian ibu per 1.000 kelahiran hidup b) Cakupan kunjungan ibu hamil K4
c) Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani
d) Cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan e) Cakupan pelayanan nifas
f) Cakupan peserta KB aktif
g) Cakupan neonatus dengan komplikasi ditangani h) Angka kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup i) Cakupan kunjungan bayi
j) Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD/MI dan setingkat k) Cakupan pelayanan kesehatan pada anak balita
l) Cakupan pelayanan kesehatan pra lansia dan lansia
2) Meningkatnya akses pelayanan kesehatan masyarakat dan pemeliharaan sarana prasarana kesehatan
a) Cakupan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat miskin b) Persentase Puskesmas dan Pustu dengan pemeliharaan sarana c) Persentase keluarga dengan akses air bersih
d) Persentase kelurahan yang melaksanakan keg. Pospindu PTM e) Persentase rumah tangga menggunakan jamban
LAKIP Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015| 8 f) Persentase Puskesmas yang melakukan pengelolaan limbah padat
medis
g) Cakupan pelayanan kesehatan haji
h) Persentase pembiayaan kesehatan terhadap total APBD Kota i) Persentase Puskesmas yang memanfaatkan aplikasi Simpus
j) Persentase penduduk mempunyai jaminan pemeliharaan kesehatan dasar
k) Persentase Puskesmas yang ber-ISO teraudit l) Persentase pelajar yang tersosialisasi NAPZA
m) Persentase Puskesmas & Pustu yang mendapatkan pembinaan program pelayanan kesehatan dasar
n) Persentase nakesdan yang mengikuti seleksi tingkat provinsi
o) Persentase badan usaha bidang kesehatan industri rumah tangga yang mendapatkan rekomendasi perijinan
p) Persentase Puskemsas yang terpantau penyelenggaraan kapitasi BPJS q) Persentase Puskesmas yang mendapatkan sosialisasi dan pembinaan
akreditasi Puskesmas
r) Persentase Puskesmas menyelenggarakan PONED
s) Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin 4. Untuk mewujudkan tujuan “Memberdayakan individu, keluarga dan
masyarakat agar mampu menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat”, maka ditetapkan sasaran Meningkatnya pengetahuan dan kesadaran untuk berperilaku hidup bersih dan sehat serta pemberdayaan masyarakat ke arah kemandirianantara lain:
a) Persentase Rumah Tangga Sehat ber-PHBS
b) Persentase posyandu berstrata purnama dan mandiri c) Cakupan kelurahan siaga aktif
5. Untuk mewujudkan tujuan “Terwujudnya penurunan dan pengendalian penyakit menular dan tidak menular serta masalah kesehatan lainnya”, maka ditetapkan sasaran Menurunnya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular dan tidak menular serta masalah kesehatan lainnyaantara lain:
a) Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit DBD b) Cakupan kelurahan UCI
LAKIP Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015| 9 c) Cakupan kelurahan mengalami KLB yang dilakukan Penyelidikan
Epidemiologi
d) Rate penemuan penderita AFP per 100.000 penduduk <15 th e) Cakupan penemuan dan Cakupan penanganan penderita diare f) penanganan penderita penyakit TB BTA (+)
g) Cakupan penemuan dan penanganan penderita Pneumonia balita h) Persentase penderita kusta telah menyelesaikan pengobatan sesuai
standar
i) Persentase ODHA yang mendapatkan ART
Indikator Kinerja Kunci (IKK) Dinas Kesehatan
Mengacu 3 (tiga) indikator kinerja kunci RPJMD Kota Pasuruan, maka ditetapkan pula indikator kinerja kunci (IKK)/Key Performance Indicator dalam Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kota Pasuruan tahun 2011-2015 dengan target pencapaian pada tahun 2015 sebagai berikut:
1. Angka Kematian Bayi (AKB) sebesar 6,00 per 1.000 kelahiran hidup; 2. Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 0,800 per 1.000 kelahiran hidup; 3. Persentase KEP pada balita < 15%.
Selain 3 (tiga) indikator tersebut, masih terdapat 1 (satu) indikator kinerja kunci yang disebutkan dalam RPJMD yakni indikator Angka Harapan Hidup (AHH). Indikator AHH merupakan tanggung jawab multi sektor (bukan hanya tanggung jawab bidang kesehatan) dikarenakan AHH dipengaruhi oleh multi faktor antara lain : ketersediaan pangan; keadaan gizi (sektor gizi, pertanian, kelautan, perikanan); kemiskinan (sektor ekonomi, pendapatan, ketenagakerjaan); penyakit menular; serta fasilitas kesehatan (fasilitas milik Pemerintah maupun swasta); serta kecelakaan, bencana, kelaparan massal.
B. KEBIJAKAN
Kebijakan Dinas Kesehatan Kota Pasuruan dirumuskan dalam rangka mewujudkan misi, tujuan serta sasaran yang akan dicapai sampai tahun 2015 serta 1. Untuk mewujudkan misi “Mengupayakan pelayanan kesehatan yang
LAKIP Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015| 10 a. Pemenuhan ketersediaan dan pengendalian obat, perbekalan kesehatan dan
makanan;
b. Penanganan masalah gizi kurang dan gizi buruk pada bayi, anak balita, ibu hamil dan menyusui;
c. Percepatan penurunan kematian ibu dan anak;
d. Peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan terutama bagi masyarakat miskin;
e. Peningkatan penyehatan lingkungan;
f. Peningkatan pembiayaan kesehatan serta pengembangan kebijakan dan manajemen kesehatan;
2. Untuk mewujudkan misi ”Membangun kemandirian masyarakat untuk hidup sehat”, maka ditetapkan kebijakan antara lain:
a. Pengembangan PHBS;
b. Pengembangan Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM);
3. Untuk mewujudkan misi “Meningkatkan pengendalian penyakit dan penanggulangan masalah kesehatan” maka ditetapkan kebijakan yaitu Peningkatan pencegahan, surveilans, deteksi dini penyakit menular, penyakit tidak menular, penyakit potensial KLB/wabah dan ancaman epidemi yang diikuti dengan pengobatan sesuai standar serta penanggulangan masalah kesehatan lainnya dan bencana
LAKIP Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015| 11 2.3 RENCANA KINERJA DINAS KESEHATAN
Rencana Kinerja Dinas Kesehatan dimaksud berupa dokumen Rencana Kerja Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015 berisi tujuan dan sasaran yang ingin dicapai dengan mengoptimalkan kebijakan dalam bentuk program dan kegiatan dalam kurun waktu tahun 2015. Masing-masing kegiatan dilengkapi dengan indikator kinerja dan rencana tingkat capaian atau target sesuai dengan kebijakan yang ditempuh Dinas Kesehatan Kota Pasuruan. Dalam pelaksanaan program dan kegiatan Dinas Kesehatan berpatokan pada dokumen perencanaan tingkat Kota dan Renstra serta Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah yang telah diubah kedua kalinya dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 21 Tahun 2011.
Tabel 2.1 Rencana Kerja Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015
No Sasaran
Strategis Indikator Kinerja Target
1 Meningkatnya ketersediaan serta pengawasan obat & makanan
1 Persentase ketersediaan obat sesuai kebutuhan 100 % 2 Persentase sarana distribusi obat, obat
tradisional, kosmetika, PKRT, makmin yang diawasi menerapkan cara distribusi sesuai standar
85 %
2 Meningkatnya perbaikan gizi masyarakat
1 Persentase KEP pada balita 15 % 2 Cakupan balita gizi buruk mendapat
perawatan
100 % 3 Cakupan pemberian MP-ASI pada anak usia
6-24 bulan dari gakin
100 % 4 Persentase sasaran resiko tinggi anemia yang
mendapatkan penyuluhan
100 % 5 Persentase bayi usia 0-6 bulan mendapat ASI
eksklusif
80 % 3 Meningkatnya
mutu pelayanan kesehatan ibu, bayi, anak, remaja dan lanjut usia serta kesehatan reproduksi
1 Angka kematian ibu per 1.000 kelahiran hidup 0.8 per 1.000 LH 2 Cakupan kunjungan ibu hamil K4 95 % 3 Cakupan komplikasi kebidanan yang
ditangani
80 % 4 Cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga
kesehatan
95 % 5 Cakupan pelayanan nifas 95 % 6 Cakupan peserta KB aktif 70 % 7 Cakupan neonatus dengan komplikasi
ditangani
80 % 8 Angka kematian bayi per 1.000 kelahiran
hidup
6 per 1.000 LH
LAKIP Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015| 12 No Sasaran
Strategis Indikator Kinerja Target
10 Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD/MI dan setingkat
100 % 11 Cakupan pelayanan kesehatan pada anak
balita
90 % 12 Cakupan pelayanan kesehatan pra lansia dan
lansia 70 % 4 Meningkatnya akses pelayanan kesehatan masyarakat dan pemeliharaan sarana prasarana kesehatan
1 Cakupan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat miskin
100 % 2 Persentase Puskesmas dan Pustu dengan
pemeliharaan sarana
100 % 3 Persentase keluarga dengan akses air bersih 95 % 4 Persentase kelurahan yang melaksanakan keg.
Pospindu PTM
60 % 5 Persentase rumah tangga menggunakan
jamban
75 % 6 Persentase Puskesmas yang melakukan
pengelolaan limbah padat medis
100 % 7 Cakupan pelayanan kesehatan haji 100 % 8 Persentase pembiayaan kesehatan terhadap
total APBD Kota
10 % 9 Persentase Puskesmas yang memanfaatkan
aplikasi Simpus
100 % 10 Persentase penduduk mempunyai jaminan
pemeliharaan kesehatan dasar
100 % 11 Persentase Puskesmas yang ber-ISO teraudit 100 % 12 Persentase pelajar yang tersosialisasi NAPZA 100 % 13 Persentase Puskesmas & Pustu yang
mendapatkan pembinaan program pelayanan kesehatan dasar
100 % 14 Persentase nakesdan yang mengikuti seleksi
tingkat provinsi
100 % 15 Persentase badan usaha bidang kesehatan
industri rumah tangga yang mendapatkan rekomendasi perijinan
75 % 16 Persentase Puskemsas yang terpantau
penyelenggaraan kapitasi BPJS
100 % 17 Persentase Puskesmas yang mendapatkan
sosialisasi dan pembinaan akreditasi Puskesmas
100 %
18 Persentase Puskesmas menyelenggarakan PONED
25 % 19 Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien
masyarakat miskin 100 % 5 Meningkatnya pengetahuan dan kesadaran untuk berperilaku hidup bersih dan sehat serta
pemberdayaan masyarakat ke arah kemandirian
1 Persentase Rumah Tangga Sehat ber-PHBS 80 % 2 Persentase posyandu berstrata purnama dan
mandiri
89 % 3 Cakupan kelurahan siaga aktif 80 %
LAKIP Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015| 13 No. Sasaran
Strategis Indikator Kinerja Target
6 Menurunnya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular dan tidak menular serta masalah
kesehatan lainnya
1 Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit DBD
100 %
2 Cakupan kelurahan UCI 90 %
3 Cakupan kelurahan mengalami KLB yang dilakukan Penyelidikan Epidemiologi
100 % 4 Rate penemuan penderita AFP per 100.000
penduduk <15 th
2 per 100.000 pendudu k <15th 5 Cakupan penemuan dan penanganan penderita
penyakit TB BTA (+)
75 % 6 Cakupan penanganan penderita diare 100 % 7 Cakupan penemuan dan penanganan penderita
Pneumonia balita
100 % 8 Persentase penderita kusta telah
menyelesaikan pengobatan sesuai standar
100 % 9 Persentase ODHA yang mendapatkan ART 100 % Sumber: RKT, PK setelah PAK Dinas Kesehatan,2015
Tabel diatas merupakan rencana kerja yang bersumber dari dokumen RKT dan PK Dinas Kesehatan, dimana program kegiatan dan indikator yang direncakan di RKT (Rencana Kinerja Tahunan) sama dengan program kegiatan dan indikator yang diperjanjikan dalam dokumen PK (Penetapan Kinerja) Dinas Kesehatan tahun 2015
LAKIP Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015| 14
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
3.1 CAPAIAN KINERJA ORGANISASI
Berdasarkan Permenpan & RB Nomor 29 Tahun 2010 Bab III
pengukuran Kinerja Pasal 10 menyebutkan bahwa setiap akhir periode instansi
melakukan pengukuran pencapaian target kinerja yang ditetapkan dalam dokumen penetapan kinerja. Pengukuran pencapaian target kinerja sebagaimana dimaksud dilakukan dengan membandingkan antara target kinerja dan realisasi kinerja. Pengukuran kinerja tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
Tabel 3.1 Pengukuran Kinerja Dinas Kesehatan Tahun 2013 s/d 2015 1. Sasaran “Meningkatnya ketersediaan serta pengawasan obat & makanan”
Indikator Kinerja Satuan
Target Renstra
SKPD Realisasi Rasio capaian
2013 2014 2015 2013 2014 2015 2013 2014 2015 Persentase ketersediaan obat
sesuai kebutuhan
% 100 100 100 100 100 100 100% 100% 100% Persentase sarana distribusi obat,
obat tradisional, kosmetika, PKRT, makmin yang diawasi menerapkan cara distribusi sesuai standar
% 83 83 85 79.31 79.31 85 96% 96% 100%
Sumber: PKT Dinas Kesehatan 2013-2015
Berdasarkan tabel diatas maka dapat disimpulkan bahwa:
a. Ketersediaan obat di Kota Pasuruan telah sesuai dengan perencanaan dan kebutuhan. Rasio capaian pada tahun 2015 sebesar 100%. Indikator ini ditunjang oleh program obat dan perbekalan kesehatan.
b. Pengawasan terhadap distribusi obat, obat tradisional, kosmetika, PKRT, makmin pada tahun 2015 meningkat bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Rasio capaian pada tahun 2015 telah 100% memenuhi target yang ditetapkan. Indikator ini ditunjang oleh program pengawasan obat makanan dan program pengembangan obat asli Indonesia
LAKIP Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015| 15 2. Sasaran “Meningkatnya perbaikan gizi masyarakat”
Indikator Kinerja Satuan
Target Renstra
SKPD Realisasi Rasio capaian
2013 2014 2015 2013 2014 2015 2013 2014 2015 Persentase KEP pada
balita
% 15 15 15 7.57 7.68 7 150% 149% 151% Cakupan balita gizi buruk
mendapat perawatan
% 100 100 100 100 100 100 100% 100% 100% Cakupan pemberian
MP-ASI pada anak usia 6-24 bulan dari gakin
% 100 100 100 100 100 100 100% 100% 100% Persentase sasaran resiko
tinggi anemia yang mendapatkan penyuluhan
% 100 100 100 100 100 100 100% 100% 100%
Persentase bayi usia 0-6 bulan mendapat ASI eksklusif
% 50 65 80 63.81 66.82 60.43 127% 103% 75.54% Sumber: PKT Dinas Kesehatan 2013-2015
Berdasarkan tabel diatas maka dapat disimpulkan bahwa:
a. Persentase KEP pada balita di Kota Pasuruan menurun dari tahun ke tahun. Pada tahun 2015 persentase KEP sebesar 7% dari total balita, dan telah memehuhi target <15%. Penurunan KEP ini membuktikan bahwa proses indentifikasi dan penanganan terhadap balita BGM, balita gizi kurang dan balita gizi buruk semakin membaik.
KEP (Kekurangan Energi Protein) merupakan kekurangan gizi yang terjadi pada anak yang kurang mendapat masukan makanan bergizi, atau asupan kalori dan proteinnya kurang dalam jangka waktu yang lama. KEP ini banyak terjadi pada bayi dan balita yang daya tahan tubuhnya masih rendah serta perlu banyak nutrisi untuk pertumbuhan dan perkembangannya.
Dinas Kesehatan, Puskesmas dan jaringannya terus mengupayakan agar permasalahan KEP ini dapat ditekan dari tahun ke tahun melalui pengaktifan posyandu, program imunisasi, deteksi dini dan pengobatan semua penyakit infeksi, rehabilitasi (untuk memulihkan keadaan gizi bayi atau balita) dengan pemberian HEM (High Energy Milk) dan MP (Makanan Pendamping) ASI, program pendidikan gizi yang baik untuk ibu hamil dan ibu melahirkan, program promosi ASI, perbaikan sanitasi lingkungan serta kampanye tentang bahaya gizi buruk di masyarakat. Namun semua upaya tersebut tidak akan berarti bila tidak didukung lintas sektor dan peran aktif masyarakat, mengingat selama kemiskinan masih
LAKIP Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015| 16 melanda sebagian besar penduduk maka permasalahan gizi KEP maupun gizi buruk akan sulit diberantas.
b. Cakupan balita gizi buruk yang mendapatkan perawatan pada tahun 2015 sebesar 100%, hal ini menandakan bahwa semua balita gizi buruk yang ditemukan telah ditangani seluruhnya, jumlah kasus balita gizi buruk di Kota Pasuruan sebanyak 38 kasus. Dinas Kesehatan, puskesmas dan jaringannya berupaya mengoptimalkan perencanaan, pelaksanaan maupun monitoring dan evaluasi kegiatan dalam program perbaikan gizi masyarakat dan program pelayanan kesehatan penduduk miskin untuk melaksanakan penanganan balita gizi buruk sesuai standar. Indikator ini diperkuat oleh kegiatan pelayanan kesehatan balita gizi buruk untuk rawat jalan dan Penanganan Rawat Inap Balita Gizi Buruk.
c. Cakupan pemberian MP-ASI pada anak usia 6-24 bulan dari gakin pada tahun 2015 sebesar 100% (Telah memenuhi target). Pemberian MP-ASI pada anak usia 6-24 bulan dari keluarga miskin dilakukan secara intensif selama 90 hari. Untuk peningkatan jangkauan pemberian MP-ASI pada anak usia 6-24 bulan dari gakin, Dinas Kesehatan, puskesmas dan jaringannya akan tetap giat melaksanakan skrining gizi di posyandu dan Puskesmas agar penanganan tetap memenuhi standar.Indikator ini diperkuat oleh kegiatan pemberian MP-ASI pada balita gizi kurang dari gakin
d. Persentase sasaran resiko tinggi anemia yang mendapatkan penyuluhan pada tahun 2015 sebesar 100% (pencapaian sama dengan tahun-tahun sebelumnya). Penyuluhan dilakukan pada santri di ponpes sebanyak 480 siswa. siswa sekolah merupakan salah satu sasaran yang rawan terkena anemia. indikator ini diperkuat oleh kegiatan penyuluhan penanggulangan anemia gizi.
e. Persentase bayi usia 0-6 bulan mendapat ASI eksklusif pada tahun 2015 sebesar 60,43%. Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya maka persentase bayi yang mendapat asi ekslusif menurun. Bayi usia 0-6 bulan berada pada golden age dimana membutuhkan gizi tinggi untuk tumbuh kembang yang optimal. Menurunnya persenrtase indicator ini disebabkan oleh banyak factor, antara lain ibu bekerja, kurangnya pengetahuan dan kesadaran keluarga serta minimnya konselor asi. Indikator ini diperkuat oleh kegiatan bimtek petugas konselor ASI.
LAKIP Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015| 17 3. Sasaran “Meningkatnya mutu pelayanan kesehatan ibu, bayi, anak, remaja dan
lanjut usia serta kesehatan reproduksi”
Indikator Kinerja Satuan
Target Renstra
SKPD Realisasi Rasio capaian
2013 2014 2015 2013 2014 2015 2013 2014 2015 Angka kematian ibu per 1.000
kelahiran hidup
per 1.000
LH
0.805 0.8 0.8 0.549 1.19 1.23 131% 51% 46% Cakupan kunjungan ibu hamil
K4
% 93 94 95 98.87 84.36 85.35 106% 90% 90% Cakupan komplikasi kebidanan
yang ditangani
% 80 80 80 94.37 94.59 88.24 118% 118% 110% Cakupan persalinan yang
ditolong oleh tenaga kesehatan
% 94 95 95 97.64 90.72 91.17 104% 95% 96% Cakupan pelayanan nifas % 95 95 95 97.4 89.58 90.20 103% 94% 95% Cakupan peserta KB aktif % 70 70 70 70.05 68.37 69.61 100% 98% 99% Cakupan neonatus dengan
komplikasi ditangani
% 77 80 80 91.26 80.05 81.45 119% 100% 102% Angka kematian bayi per 1.000
kelahiran hidup
per 1.000
LH
6.1 6 6 7.14 7.14 10.21 82% 81% 29% Cakupan kunjungan bayi % 90 90 90 96.27 93.92 93.39 107% 104% 104% Cakupan penjaringan kesehatan
siswa SD/MI dan setingkat
% 100 100 100 100 100 100 100% 100% 94% Cakupan pelayanan kesehatan
pada anak balita
% 85 87 90 89.91 75.49 79.27 106% 87% 88% Cakupan pelayanan kesehatan
pra lansia dan lansia
% 70 70 70 66.62 11.78 65.9 95% 17% 94% Sumber: PKT Dinas Kesehatan 2013-2015
Berdasarkan tabel diatas maka dapat disimpulkan bahwa:
a. Angka kematian ibu per 1.000 kelahiran hidup di Kota Pasuruan tahun 2015 sebesar 1.23 per 1.000 kelahiran hidup. Hal ini mengindikasikan bahwa ada 4 ibu yang meninggal dalam 3232 kelahiran hidup selama 2015. Bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya maka angka kematian ibu semakin meningkat dan melebihi target Renstra. Untuk mencegah terjadinya kematian ibu, maka Dinas Kesehatan, puskesmas dan jaringannya akan terus melakukan upaya penyuluhan yang lebih intensif kepada masyarakat terutama ibu hamil, peningkatan manajemen KIA serta pemberdayaan masyarakat dalam upaya Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) menuju persalinan yang aman dan selamat. Apabila dibandingkan dengan target nasional maka angka kematian ibu masih dibawah target 20%.
LAKIP Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015| 18 b. Cakupan kunjungan ibu hamil K4 di kota Pasuruan tahun 2015 sebesar 85,35%,
masih belum memenuhi target 95%. Bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, maka cakupan kunjungan ibu hamil K4 meningkat bila dibandingkan dengan realisasi 2014 tetapi masih dibawah realisasi tahun 2013. Penyuluhan lebih intensif baik melalui posyandu, kelurahan siaga maupun kegiatan pemberdayaan lain, manajemen KIA yang lebih optimal serta kerja sama lintas program dan lintas sektor sangat diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan indikator ini agar riwayat ibu hamil dapat diikuti secara lengkap minimal sampai dengan persalinan. Indikator ini didukung oleh kegiatan pertemuan revitalisasi peningkatan kapasitas pengelola program dalam pelayanan kesehatan antenatal terpadu dan penyuluhan pada petugas pembina kelurahan tentang kelompok ibu hamil.
c. Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani di Kota Pasuruan tahun 2015 sebesar 88,24% dan telah memenuhi target. Bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, maka realisasi pada tahun 2015 menurun. Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani yang dimaksud adalah ibu dengan komplikasi kebidanan di satu wilayah kerja pada kurun waktu 1 tahun yang mendapat penanganan difinitif sesuai dengan standar oleh tenaga kesehatan terlatih pada tingkat pelayanan kesehatan dasar (karena dalam lingkup Dinas Kesehatan).
d. Cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan di kota Pasuruan tahun 2015 sebesar 91,17% (masih belum memenuhi target). Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya maka realisasi tahun 2015 meningkat bila dibandingkan dengan realisasi 2014 dan menurun bila dibandingkan dengan realisasi tahun 2013. Cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan yang dimaksud adalah ibu bersalin yang mendapat pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan di wilayah Kota Pasuruan pada kurun waktu 1 tahun.
e. Cakupan pelayanan nifas tahun 2015 sebesar 90.2% (masih belum memenuhi target). Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya maka realisasi 2015 menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnuya. Cakupan pelayanan nifas adalah pelayanan kepada ibu nifas sebanyak 3 kali pada masa 6 jam sampai dengan 42 hari pasca persalinan sesuai standar.
f. Cakupan peserta KB aktif tahun 2015 sebesar 69,61% (masih belum memenuhi target). Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya maka realisasi 2015 meningkat dibandingkan realisasi 2014 tetapi menurun bila dibandingkan dengan
LAKIP Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015| 19 realisasi 2013. Cakupan peserta KB aktif yang dimaksud adalah jumlah peserta KB aktif dibandingkan dengan jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu
g. Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani pada tahun 2015 sebesar 81,45% (sudah memenuhi target). Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya maka realisasi 2015 meningkat bila dibandingkan dengan realisasi 2014 dan menurun bila dibandingkan dengan realisasi 2013. Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani adalah neonatus dengan komplikasi di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu yang ditangani sesuai standar oleh tenaga kesehatan terlatih di seluruh sarana pelayanan kesehatan. Pencapaian target ini dikarenakan optimalisasi pelayanan kesehatan di Dinas Kesehatan, puskesmas dan jaringannya disertai dengan keterjangkauan akses pelayanan kesehatan baik dari segi tempat, waktu maupun biaya.
h. Angka kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2015 sebesar 10,21%. Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya maka realisasi 2015 meningkat. Angka Kematian Bayi (AKB) menggambarkan jumlah bayi (umur <1 tahun) yang meninggal di suatu wilayah tertentu selama 1 tahun diantara jumlah kelahiran hidup di wilayah dan pada kurun waktu yang sama. Kedepan Dinas Kesehatan, puskesmas dan jaringannya akan berupaya terus menekan angka kematian bayi melalui peningkatan upaya penyuluhan, manajemen KIA, serta pemberdayaan masyarakat (melalui posyandu maupun kelurahan siaga) didukung kerja sama lintas sector
i. Cakupan kunjungan bayi pada tahun 2015 sebesar 93,39% (telah memenuhi target). Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya maka realisasi 2015 menurun. Capaian kinerja indikator ini harus terus ditingkatkan melalui upaya perbaikan berkelanjutan terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Dinas Kesehatan, puskesmas dan jaringannya (Puskesmas dan jaringannya) dalam pelayanan kuratif dan rehabilitatif maupun pelayanan promotif dan preventif untuk memotivasi masyarakat berperilaku sehat (dalam hal ini memeriksakan kesehatan bayi ke sarana kesehatan).
j. Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD/MI dan setingka pada tahun 2015 sebesar 100% (telah memenuhi target). Hal ini mengindikasikan bahwa seluruh siswa SD/MI di Kota Pasuruan telah diskreening kesehatannya. Penjaringan kesehatan siswa SD/MI dan setingkat adalah pemeriksaan kesehatan umum, kesehatan gigi
LAKIP Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015| 20 dan mulut siswa SD/MI dan setingkat melalui penjaringan kesehatan terhadap murid kelas 1 SD dan Madrasah Ibtidaiyah yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan bersama guru UKS dan atau dokter kecil setahun sekali.
k. Cakupan pelayanan kesehatan pada anak balita pada tahun 2015 sebesar 79,27% (belum memenuhi target). Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, maka realisasi tahun 2015 meningkat dibanding 2014 dan menurun dibanding 2013. Cakupan pelayanan anak balita adalah anak balita (12-59 bulan) yang memperoleh pelayanan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan sesuai standar minimal 8 kali.
l. Cakupan pelayanan kesehatan pra lansia dan lansia tahun 2015 sebesar 65,9% (belum memenuhi target). Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, maka realisasi 2015 meningkat dibandingkan realisasi 2014 dan menurun dibandingkan
realisasi 2013.
4. Sasaran “Meningkatnya akses pelayanan kesehatan masyarakat dan pemeliharaan sarana prasarana kesehatan”
Indikator Kinerja Satuan
Target Renstra
SKPD Realisasi Rasio capaian
2013 2014 2015 2013 2014 2015 2013 2014 2015 Cakupan pelayanan kesehatan
dasar bagi masyarakat miskin
% 100 100 100 127 118 116.6 127% 118% 117% Persentase Puskesmas dan Pustu
dengan pemeliharaan sarana
% 100 100 100 94 86 100 94% 86% 100% Persentase keluarga dengan akses
air bersih
% 95 95 95 97 90 95 102% 95% 100% Persentase kelurahan yang
melaksanakan keg. Pospindu PTM
% 50 50 60 50 50 50 100% 100% 83% Persentase rumah tangga
menggunakan jamban
% 75 75 75 77 73 72 103% 97% 96% Persentase Puskesmas yang
melakukan pengelolaan limbah padat medis
% 100 100 100 100 100 100 100% 100% 100%
Cakupan pelayanan kesehatan haji
% 100 100 100 60 100 100 60% 100% 100% Persentase pembiayaan kesehatan
terhadap total APBD Kota
% 10 10 10 9.72 10.16 10.16 97% 102% 102% Persentase Puskesmas yang
memanfaatkan aplikasi Simpus
% 100 100 100 100 100 100 100% 100% 100% Persentase penduduk mempunyai
jaminan pemeliharaan kesehatan dasar
% 100 100 100 100 100 100 100% 100% 100%
Persentase Puskesmas yang ber-ISO teraudit
LAKIP Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015| 21 Indikator Kinerja Satuan
Target Renstra
SKPD Realisasi Rasio capaian
2013 2014 2015 2013 2014 2015 2013 2014 2015 Persentase pelajar yang
tersosialisasi NAPZA
% 100 100 100 100 100 100 100% 100% 100% Persentase Puskesmas & Pustu
yang mendapatkan pembinaan program pelayanan kesehatan dasar
% 100 100 100 100 100 100 100% 100% 100%
Persentase nakesdan yang mengikuti seleksi tingkat provinsi
% 100 100 100 100 100 100 100% 100% 100% Persentase badan usaha bidang
kesehatan industri rumah tangga yang mendapatkan rekomendasi perijinan
% 60 60 75 65 70 70 108% 117% 93%
Persentase Puskemsas yang terpantau penyelenggaraan kapitasi BPJS
% 0 100 100 0 100 100 0% 100% 100%
Persentase Puskesmas yang mendapatkan sosialisasi dan pembinaan akreditasi Puskesmas
% 0 0 100 0 0 100 0% 0% 100%
Persentase Puskesmas menyelenggarakan PONED
% 25 25 25 12.5 12.5 12.5 50% 50% 50% Cakupan pelayanan kesehatan
rujukan pasien masyarakat miskin
% 100 100 100 6.05 5.75 6.18 6% 6% 6% Sumber: PKT Dinas Kesehatan 2013-2015
Berdasarkan tabel diatas maka dapat disimpulkan bahwa:
a. Cakupan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat miskin pada tahun 2015 sebesar 116% (telah memenuhi target). Cakupan kunjungan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin yang dimaksud di sini adalah jumlah kunjungan baru dan lama masyarakat miskin (kuota dan non kuota) dibandingkan dengan jumlah masyarakat miskin di wilayah kerja puskesmas dan jaringannya pada kurun waktu tertentu. Dinas Kesehatan, puskesmas dan jaringannya akan terus meningkatkan pelayanan kesehatan dasar terutama bagi masyarakat miskin pada tahun-tahun berikutnya. Didukung dengan adanya jaminan pelayanan kesehatan untuk seluruh penduduk, kegiatan pemberdayaan di masyarakat (penyuluhan yang intensif di posyandu balita, posyandu lansia, kelurahan siaga, dan kegiatan lain), kebijakan pelayanan serta manajemen keuangan dan sumber daya yang baik di seluruh Puskesmas maupun Dinas Kesehatan menjadikan kemudahan akses sarana pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang diikuti dengan kesadaran dan kemauan memanfaatkannya.
LAKIP Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015| 22 b. Persentase Puskesmas dan Pustu dengan pemeliharaan sarana pada tahun 2015
sebesar 100% (telah memenuhi target). Bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, realisasi pada tahun 2015 meningkat.
c. Persentase keluarga dengan akses air bersih pada tahun 2015 sebesar 95% (telah memenuhi target). Akses air bersih menjadi sangat penting dalam upaya penyelenggaraan kesehatan lingkungan teruatama untuk mencegah penularan penyakit yang ditularkan melalui air (water born disease).
Dinas Kesehatan, puskesmas dan jaringannya telah mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan hal tersebut untuk mengubah tindakan masyarakat dalam menggunakan air bersih. Hal ini harus terus ditingkatkan melalui intervensi yang lebih intensif dan berkelanjutan serta kerja sama lintas sektor agar semakin banyak keluarga yang tidak hanya mempunyai akses terhadap air bersih tetapi juga mau menggunakan air bersih tersebut mengingat perubahan perilaku membutuhkan waktu yang tidak singkat.
d. Persentase kelurahan yang melaksanakan keg. Pospindu PTM pada tahun 2015 sebesar 50% (belum memenuhi target). Bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, realisasi 2015 meningkat.
e. Persentase rumah tangga menggunakan jamban pada tahun 2015 sebesar 72% (belum memenuhi target). Bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, maka realisasi pada tahun 2015 menurun. Kepemilikan jamban keluarga maupun jamban kolektif di Kota Pasuruan pada dasarnya sudah cukup. Namun yang menjadi masalah adalah mau/tidaknya masyarakat (dalam hal ini lingkup keluarga) untuk menggunakan jamban yang tersedia. Hal ini terkait dengan aspek perilaku sehat yang secara teoritis dan aplikatif sulit diubah pada tahap tindakan diantara 3 tahap (pengetahuan, sikap dan tindakan). Optimalisasi penyuluhan, pemberdayaan masyarakat serta kerja sama lintas program di Dinas Kesehatan, puskesmas dan jaringannya serta lintas sektor terkait sangat berperan meningkatkan capaian kinerja indikator ini.
f. Persentase Puskesmas yang melakukan pengelolaan limbah padat medis pada tahun 2015 sebesar 100% (telah memenuhi target). Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya maka realisasi indikator ini tetap. Semua Puskesmas telah melakukan pembakaran limbah padat medis di incenerator RSUD dr. Soedarsono Kota Pasuruan.
LAKIP Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015| 23 g. Cakupan pelayanan kesehatan haji pada tahun 2015 sebesar 100% (telah memenuhi
target). Dinas Kesehatan Kota Pasuruan sebagai kepanjangan tangan dari Kementerian Kesehatan di Kota Pasuruan berupaya mempersiapkan CJH agar memiliki status kesehatan optimal dan mempertahankannya untuk menuju terwujudnya jemaah haji sehat dan mandiri. Calon jemaah haji mendapatkan pemeriksaan kesehatan yang berfungsi sebagai alat untuk mengetahui status kesehatan dan pembinaan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan tersebut dilakukan 2 (dua) tahap yaitu tahap sebelum berangkat haji dana tahap 2 sesudah kembali ke tanah air (disebut pelacakan). Agar pembinaan dan pemantauan kesehatan yang berlangsung secara terus-menerus, berkualitas sesuai dengan standar atau prosedur, dan berkelanjutan, maka diperlukan Buku Kesehatan Jamaah Haji (BKJH) yang memuat data hasil pemeriksaan kesehatan secara lengkap dan dapat menggambarkan status kesehatan CJH.
h. Persentase pembiayaan kesehatan terhadap total APBD Kota pada tahun 2015 sebesar 10,16% (telah memenuhi target). Hal tersebut telah memenuhi target WHO dan UU no. 36 tahun 2009 bahwa minimal 10% dari total APBD diluar gaji diperuntukkan untuk pembiayaan kesehatan.
i. Persentase Puskesmas yang memanfaatkan aplikasi Simpus pada tahun 2015 sebesar 100% (telah memenuhi target). Aplikasi Simpus ini berfungsi dalam pengelolaan data kesehatan di Puskesmas.
j. Persentase penduduk mempunyai jaminan pemeliharaan kesehatan dasar pada tahun 2015 sebesar 100% (telah memenuhi target). Kota Pasuruan pelayanan kesehatan di Puskesmas digratiskan bagi seluruh penduduk Kota Pasuruan tanpa terkecuali. Dengan demikian setiap penduduk Kota Pasuruan mempunyai jaminan pemeliharaan kesehatan (100%).
k. Persentase Puskesmas yang ber-ISO teraudit pada tahun 2015 sebesar 100% (telah memenuhi target). Puskesmas yang telah teraudit ISOnya adalah Puskesmas Karangketug.
l. Persentase pelajar yang tersosialisasi NAPZA pada tahun 2015 sebesar 100%. Hal ini mengindikasikan bahwa sasaran telah mendapatkan penyuluhan NAPZA.
m. Persentase Puskesmas & Pustu yang mendapatkan pembinaan program pelayanan kesehatan dasar pada tahun 2015 sebesar 100%. Hal ini mengindikasikan bahwa semua Puskesmas dan Pustu telah mendapatkan pembinaan program pelayanan kesehatan dasar
LAKIP Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015| 24 n. Persentase nakesdan yang mengikuti seleksi tingkat provinsi pada tahun 2015
sebesar 100% (telah memenuhi target). Bila dibandingkan dengan realisasi pada tahun-tahun sebelumnya, maka realisasi pada tahun 2015 tetap.
o. Persentase badan usaha bidang kesehatan industri rumah tangga yang mendapatkan rekomendasi perijinan
p. Persentase Puskesmas yang terpantau penyelenggaraan kapitasi BPJS pada tahun 2015 sebesar 100%. Hal ini mengindikasikan bahwa semua Puskesmas telah terpantau penyelenggaraan kapitasi BPJS.
q. Persentase Puskesmas yang mendapatkan sosialisasi dan pembinaan akreditasi Puskesmas tahun 2015 sebesar 100%. Hal ini mengindikasikan bahwa semua Puskesmas telah mendapatkan sosialisasi dan pembinaan akreditasi Puskesmas. r. Persentase Puskesmas menyelenggarakan PONED pada tahun 2015 sebesar 12,5%
(belum memenuhi target). Bila dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya, maka realisasi tahun 2015 tetap. Puskesmas yang menyelenggarakan PONED adalah Puskesmas Karangketug.
s. Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin pada tahun 2015 sebesar 6,18% (masih belum memenuhi target). Bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, maka realisasi tahun-tahun 2015 meningkat. Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin (maskin) yang dimaksud di sini adalah jumlah rujukan pasien maskin (rujukan lama dan baru) di sarana kesehatan strata dua dan strata tiga (Rumah Sakit) pada kurun waktu tertentu.
5. Sasaran “Meningkatnya pengetahuan dan kesadaran untuk berperilaku hidup bersih dan sehat serta pemberdayaan masyarakat ke arah kemandirian”
Indikator Kinerja Satuan
Target Renstra
SKPD Realisasi Rasio capaian
2013 2014 2015 2013 2014 2015 2013 2014 2015 Persentase Rumah Tangga Sehat
ber-PHBS
% 60 70 80 38 40 37 63% 57% 47% Persentase posyandu berstrata
purnama dan mandiri
% 84 87 89 91 96 93.3 108% 110% 104% Cakupan kelurahan siaga aktif % 60 70 80 100 100 100 167% 143% 125% Sumber: PKT Dinas Kesehatan 2013-2015
LAKIP Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015| 25 Berdasarkan tabel diatas maka dapat disimpulkan bahwa:
a. Persentase rumah tangga sehat ber-PHBS pada tahun 2015 sebesar 37%. Meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, walaupun masih belum memenuhi target 80%. Hal ini mengindikasikan bahawa jumlah rumah tangga yang menerapkan PHBS semakin meningkat, tetapi masih jauh dari target 70%. Rumah Tangga Sehat adalah rumah tangga yang melakukan 10 (sepuluh) indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di rumah tangga. Program PHBS dalam rumah tangga adalah upaya pemberdayaan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu mempraktekkan PHBS, serta ikut berperan aktif dalam gerakan-gerakan peningkatan kesehatan masyarakat. Indikator ini diperkuat oleh kegiatan Penyuluhan Masyarakat Pola Hidup Sehat
b. Persentase posyandu yang berstrata purnama mandiri pada tahun 2015 sebesar 93,33%, meningkat bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya dan telah memenuhi target. Terdapat 4 tahapan posyandu yakni tahap pratama, madya, purnama, mandiri. Dari 285 posyandu yang ada di Kota Pasuruan pada tahun 2015 total sebanyak 266 posyandu dalam purnama dan mandiri. Kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui posyandu telah dan akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan oleh Dinas Kesehatan, puskesmas dan jaringannya untuk mendorong masyarakat agar mau dan mampu meningkatkan kesehatannya (terutama kelompok umur rentan yakni ibu, anak dan lanjut usia) melalui posyandu. Indikator ini diperkuat oleh kegiatan penyediaan sarana dan prasarana posyandu, pembinaan kader posyandu dan pengembangan taman posyandu.
c. Cakupan kelurahan siaga aktif pada tahun 2015 sebesar 100% (telah memenuhi target). Kelurahan siaga adalah kelurahan yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan, bencana dan kegawatdaruratan kesehatan, secara mandiri. Di Kota Pasuruan pada tahun 2015 dari 34 kelurahan yang ada tercatat 5 kelurahan dalam tahap pratam a, 8 kelurahan pada tahap madya,18 Kelurahan pada tahap purnama dan 3 kelurahan pada tahap mandiri. Jumlah absolut ini sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Indikator ini diperkuat oleh kegiatan pembinaan kader kelurahan siaga dan pembinanaan kelurahan siaga aktif percontohan
LAKIP Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015| 26 6. Sasaran “Menurunnya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular
dan tidak menular serta masalah kesehatan lainnya” Indikator Kinerja Satuan
Target Renstra
SKPD Realisasi Rasio capaian
2013 2014 2015 2013 2014 2015 2013 2014 2015 Cakupan penemuan dan
penanganan penderita penyakit DBD
% 100 100 100 100 100 100 100% 100% 100%
Cakupan kelurahan UCI % 85 85 90 82 88.24 91 96% 104% 101% Cakupan kelurahan
mengalami KLB yang dilakukan Penyelidikan Epidemiologi
% 100 100 100 100 100 100 100% 100% 100%
Rate penemuan penderita AFP per 100.000 penduduk <15 th per 100.000 penduduk <15th 2 2 2 4.02 2.01 2 201% 101% 100%
Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit TB BTA (+) % 70 70 75 130.2 159.13 136 186% 196% 212% Cakupan penanganan penderita diare % 85 90 100 229.8 252.6 182 270% 281% 182% Cakupan penemuan dan
penanganan penderita Pneumonia balita
% 90 100 100 52.79 67.8 235 59% 68% 235%
Persentase penderita kusta telah menyelesaikan pengobatan sesuai standar
% 90 100 100 100 82.61 77.78 111% 83% 77.78%
Persentase ODHA yang mendapatkan ART
% 100 100 100 100 100 80 100% 100% 80% Sumber: PKT Dinas Kesehatan 2013-2015
Berdasarkan tabel diatas maka dapat disimpulkan bahwa:
a. Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit DBD sebesar 100% (telah memenuhi target). Jumlah kasus DBD yang ditemukan dan ditangani sebanyak 227 kasus. Cakupan penemuan dan penangan penderita penyakit DBD tahun 2015 sama dengan tahun-tahun sebelumnya dimana semua kasus DBD yang ditemukan telah ditangani 100%. Indikator ini didukung oleh kegiatan penyemprotan/fogging sarang nyamuk dan pelayanan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular Puskesmas
b. Cakupan kelurahan UCI tahun 2015 sebesar 91% (telah memenuhi target). Realisasi tahun 2015 meningkat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Imunisasi dasar lengkap sangat penting karena mencegah bayi terserang penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Angka ini harus terus diupayakan meningkat secara berkelanjutan oleh Dinkes Kota Pasuruan disertai penyuluhan kepada keluarga
LAKIP Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015| 27 dengan bayi agar memberikan imunisasi lengkap kepada bayinya. Indikator ini ditunjang oleh kegiatan pelayanan vaksinasi bagi anak balita dan anak sekolah, pelayanann penanganan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) dan pelayanan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular Puskesmas.
c. Cakupan kelurahan mengalami KLB yang dilakukan Penyelidikan Epidemiologi pada tahun 2015 sebesar 100% (telah memenuhi target). KLB yang ditemukan di Kota Pasuruan tahun 2015 adalah 4 kasus. Dari keempat kasus tersebut seluruhnya sudah mendapat penanganan termasuk penyelidikan epidemiologi < 24 jam. Capaian kinerja indikator sebesar 100,00% seperti pada tahun sebelumnya dikarenakan adanya komitmen kuat Dinas Kesehatan, puskesmas dan jaringannya dalam memberikan mutu pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat terbukti dengan adanya 8 Puskesmas, 28 Puskesmas Pembantu, 285 posyandu dan 34 kelurahan siaga yang tersebar di setiap kelurahan yang ada di Kota Pasuruan sehingga mampu melaksanakan penyelidikan epidemiologi < 24 jam pada kelurahan dengan KLB. Indikator ini ditunjang oleh kegiatan peningkatan survailence epidemiologi dan penanggulangan wabah
d. Rate penemuan penderita AFP per 100.000 penduduk <15 th pada tahun 2015 sebesar 2 per 100.000 penduduk < 15 tahun (telah memenuhi target). Pada tahun 2015 di Kota Pasuruan ditemukan sebanyak 1 penderita AFP pada penduduk < 15 tahun. Indikator ini didukung oleh kegiatan peningkatan survailens epidemiologi dan penanggulangan wabah
e. Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit TB BTA (+) pada tahun 2015 pada tahun 2015 sebesar 159% (telah memenuhi target). Bila dibandingkan dengan realiasasi pada tahun sebelumnya maka realisasi 2015 meningkat. Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit TB BTA positif yang dimaksud adalah angka Case Detection Rate (CDR). CDR merupakan persentase jumlah penderita baru TB BTA positif yang ditemukan dan diobati dibandingkan dengan jumlah perkiraan kasus baru TB BTA (+) dalam wilayah tertentu dalam waktu satu tahun. Realisasi pada tahun 2014 menunjukkan peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa surveilans semakin optimal namun harus diimbangi dengan penanganan kasus perorangan yang terus menerus secara berkelanjutan selama 6 – 18 bulan ke depan, karena hal ini akan berdampak pada evaluasi tinggi rendahnya success rate di tahun mendatang. Indikator ini didukung oleh kegiatan pelayanan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular
LAKIP Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015| 28 tuberkulosa, pelayanan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular Puskesmas dan hibah yayasan pemberantasan penyakit paru-paru Pasuruan (YPPP Pasuruan)
f. Cakupan penanganan penderita diare tahun 2015 sebesar 182% (telah memenuhi target). Cakupan penanganan penderita diare adalah jumlah penderita yang datang dan dilayani di sarana kesehatan dan kader di suatu wilayah tertentu dalam waktu satu tahun. Realisasi pada tahun 2015 meningkat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Pencapaian indikator pada tahun 2015 jauh diatas target. Bila dikaji lebih lanjut, hal ini dikarenakan sistem surveilans yang berjalan optimal di Puskesmas dan jaringannya (posyandu maupun kelurahan siaga). Dinas Kesehatan, puskesmas dan jaringannya berupaya terus meningkatkan sistem surveilans ini agar minimal 100,00% penderita diare tersebut mendapatkan penanganan sesuai standar. Indikator ini didukung oleh kegiatan pelayanan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular diare
g. Cakupan penemuan dan penanganan penderita pneumonia balita tahun 2015 sebesar 235% (telah memenuhi target). Bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, maka realisasi 2015 meningkat. Hal ini dikarenakan pada tahun 2015 angka perhitungan sasaran program pengendalian pneumonia berubah, yang awalnya angka insiden pneumonia 10% x total balita menurun menjadi 4,45% x total balita. Perubahan angka insiden pneumonia 4,45% mengacu pada hasil Riskesdes 2013, yang memberikan informasi bahwa insiden pneumonia balita bervariasi masing-masing Provinsi. Cakupan penemuan dan penanganan penderita pneumonia balita yang dimaksud adalah persentase balita dengan pneumonia yang ditemukan dan diberikan tatalaksana sesuai standar di sarana kesehatan di satu wilayah dalam waktu satu tahun. Capaian kinerja sebesar 235% tersebut tidak luput dari upaya selalu melaksanakan tata laksana penemuan dan penanganan penderita pneumonia sesuai standar pelayanan.
h. Cakupan penderita kusta telah menyelesaikan pengobatan sesuai standart tahun 2015 sebesar 77,78% (belum memenuhi target). Penderita kusta telah menyelesaikan pengobatan sesuai standar merupakan angka RFT (Release form Treatment), yakni penderita kusta yang menyelesaikan pengobatan tepat waktu di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Pada RFT kusta jenis PB sasarannya adalah penderita kusta PB yang diobati pada tahun lalu. Sedangkan pada RFT MB yang diobati 2 tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan pengobatan kusta membutuhkan waktu yang
LAKIP Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015| 29 lama. Bila dibandingkan dengan realisasi tahun-tahun sebelumnya, maka realisasi pada tahun 2015 menurun. Indikator ini didukung oleh kegiatan pelayanan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular kusta.
i. Persentase ODHA yang mendapatkan ART tahun 2015 sebesar 80%. Jumlah penderita HIV-AIDS Kota Pasuruan tahun 2015 sebanyak 33 orang. Indikator ini didukung oleh kegiatan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS
LAKIP Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2015| 30 3.2 REALISASI KEUANGAN
Realisasi Keuangan memuat uraian kinerja input program dan kegiatan khususnya berupa penggunaan sumber daya uang. Realisasi pelaksanaan program dan kegiatan yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kota Pasuruan sepanjang tahun 2015 sebesar Rp. 22.370.525.081,00 dari total anggaran sebesar Rp. 25.953.777.968,00. Jadi persentase penyerapan anggaran sebesar 86,19 % (lampiran 4 pengukuran kinerja kegiatan) dengan uraian sebagai berikut:
1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
Tabel 3.2.1 Realisasi Keuangan Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Dinas Kesehatan Tahun 2015
No Jenis Kegiatan Alokasi (Rp) Realisasi (Rp) Capaian (%)
1 Penyediaan jasa surat menyurat (01.01)
6,000,000 5,289,000 88.15% 2 Penyediaan jasa komunikasi,
sumber daya air dan listrik (01.02)
120,000,000 47,661,359 39.72%
3 Penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas/operasional (01.06)
10,000,000 5,542,900 55.43%
4 Penyediaan jasa kebersihan kantor (01.08)
15,680,000 15,680,000 100.00% 5 Penyediaan alat tulis kantor
(01.10)
30,631,000 30,631,000 100.00% 6 Penyediaan barang cetakan
dan penggandaan (01.11) 90,491,000 90,491,000 100.00% 7 Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor (01.12) 8,055,000 8,055,000 100.00%
8 Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor (01.13)
170,969,200 169,990,200 99.43% 9 Penyediaan bahan bacaan dan
peraturan perundang-undangan (01.15)
3,000,000 1,910,000 63.67%
10 Penyediaan makanan dan minuman (01.17)
18,900,000 4,605,000 24.37% 11 Rapat-rapat koordinasi dan
konsultasi ke luar daerah (01.18)
218,600,000 211,834,348 96.91%
12 Penyediaan Operasional Pelayanan Administrasi di UPT Perbekalan Kefarmasian (01.19)
122,798,200 80,952,923 65.92%
Jumlah 815,124,400 672,642,730 82.52%