• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMERINTAH KABUPATEN MOJOKERTO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEMERINTAH KABUPATEN MOJOKERTO"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PEMERINTAH KABUPATEN MOJOKERTO

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MOJOKERTO NOMOR 17 TAHUN 2006

TENTANG

TATA CARA PENYUSUNAN, PENGENDALIAN DAN EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN DESA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO,

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Undang-Undang Nomor 32

Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Pasal 66 Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa, maka perlu ditetapkan Peraturan Daerah tentang Tata Cara Penyusunan, Pengendalian Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Desa ;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang Pembentukan

Daerah-daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timur Juncto Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1965 tentang Perubahan Batas Wilayah Kotapraja Surabaya dan Daerah Tingkat II Surabaya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1965 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2730) ;

2. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389) ;

Formatted: French (France)

Formatted: French (France)

(2)

3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421) ;

4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 38, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4493) yang ditetapkan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4548) ;

5. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438) ;

6. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4587) ;

Dengan Persetujuan Bersama

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN MOJOKERTO dan

BUPATI MOJOKERTO M E M U T U S K A N :

Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG TATA CARA

PENYUSUNAN, PENGENDALIAN DAN EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN DESA.

(3)

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Kabupaten Mojokerto.

2. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kabupaten Mojokerto. 3. Bupati adalah Bupati Mojokerto.

4. Kecamatan adalah wilayah kerja camat sebagai perangkat Daerah Kabupaten.

5. Camat adalah wakil Pemerintah Daerah di wilayah Kecamatan yang bersangkutan dan bertanggung jawab kepada Bupati. 6. Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki

batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

7. Pemerintahan Desa adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa. Dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam Sistem Pemerintahan Negara Kasatuan Republik Indonesia.

8. Kepala Desa adalah Pemimpin masyarakat desa dan memimpin penyelenggaraan pemerintahan desa.

9. Perangkat desa adalah Pembantu kepala Desa dalam penyelenggaraan Pemerintahan Desa.

10. Badan Permusyawaratan Desa yang selanjutnya disingkat BPD adalah lembaga yang merupakan perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Desa.

11. Perencanaan Pembangunan Desa adalah perencanaan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah desa yang terdiri dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMD) jangka waktu lima tahun dan Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKPD) jangka waktu 1 tahun.

(4)

BAB II

RENCANA PEMBANGUNAN DESA Pasal 2

(1) Dalam rangka Penyelenggaraan Pemerintahan Desa disusun Perencanaan pembangunan Desa sebagai satu kesatuan dalam sistem Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten.

(2) Perencanaan Pembagunan Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun secara partisipatif oleh Pemerintah Desa sesuai dengan Kewenangannya.

(3) Dalam menyusun Perencanaan Pembangunan Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib melibatkan Lembaga Kemasyarakatan Desa.

Pasal 3

(1) Perencanaan Pembangunan Desa sebagaimana dimaksud pada Pasal 2 ayat (2) di susun secara berjenjang yang meliputi :

a. Rencana Pembangunan Desa Jangka Menengah Desa yang selanjutnya di sebut RPJMD untuk jangka waktu 5 (lima) tahun;

b. Rencana Kerja Pembangunan Desa, selanjutnya disebut RKP-Desa, merupakan penjabaran dari RPJMD untuk jangka waktu 1 (satu) tahun.

(2) RPJMD sebagaimana dimaksud pada Pasal 3 ayat (a) ditetapkan denga Peraturan Desa, dan RKP Desa ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa.

Pasal 4

(1) Perencanaan Pembangunan Desa sebagaimana dimaksud pada Pasal 2 ayat (1) di dasarkan pada data dan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

(5)

(2) Data dan Informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup :

a. Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, meliputi Kewenangan dan yang dimiliki Desa ;

b. Organisasi dan Tata Kerja Pemerintahan Desa ; c. Keuangan Desa ;

d. Profil Desa meliputi luas wilayah, jumlah penduduk, Sumber Daya Alam, Sumber Daya Manusia dan informasi lainnya terkait dengan penyelenggaraan Pemerintahan Desa, pelaksanaan pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat.

BAB III

TAHAPAN DAN TATA CARA PENYUSUNAN Pasal 5

(1) Perencanaan Pembangunan Desa disusun dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat dengan Sistem Bottom Up Planing.

(2) Masukan dari masyarakat, RT, RW dihimpun dan di Verifikasi sebagai bahan penyusunan perencanaan pembangunan Desa. (3) Kepala Desa bersama-sama dengan Perangkat Desa dan

Lembaga Kemasyarakatan Desa menyusun Rencana Pembangunan Desa berdasarkan skala prioritas dan kemampuan anggaran.

(4) Rencana Pembangunan Desa yang telah disusun selanjutnya diserahkan kepada BPD untuk diadakan pembahasan bersama dengan Kepala Desa, Perangkat Desa dan Lembaga Kemasyarakatan Desa.

(5) Setelah dianggap cukup dalam pembahasan, BPD menetapkan persetujuan Rencana Pembangunan Desa untuk ditetapkan menjadi Peraturan Desa dengan Keputusan BPD.

(6)

Pasal 6

(1) Kepala Desa menetapkan Peraturan Desa setelah mendapat persetujuan dengan BPD.

(2) Dalam Penyusunan Rencana Pembangunan Desa agar di sinkronkan dengan Rencana Pembangunan Daerah Kabupaten dan Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten serta program atau proyek yang diarahkan ke Desa.

(3) Selambat-lambatnya 2 (dua) minggu setelah ditetapkan Kepala Desa melaporkan Peraturan Desa tentang Rencana Pembangunan Desa kepada Bupati melalui Camat.

(4) Camat memfasilitasi Penyusunan Perencanaan Pembangunan Desa.

BAB IV

PENGENDALIAN, EVALUASI DAN PELAPORAN Pasal 7

(1) Camat dan Dinas teknis melakukan pembinaan, pengawasan, pengendalian dan mengevaluasi terhadap pelaksanaan Rencana Pembangunan Desa.

(2) Selambat-lambatnya 1 bulan setelah berakhirnya tahun anggaran Kepala Desa melaporkan hasil pelaksanaan Rencana Pembangunan Desa kepada Bupati melalui Camat.

(3) Camat selambat-lambatnya 2 (dua) minggu segera meneruskan laporan tersebut kepada Bupati dengan disertai catatan-catatan yang dianggap perlu.

(4) Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) merupakan satu kesatuan dari Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa. (5) Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mencakup :

(7)

b. Rencana ; c. Realisasi ; d. Pendanaan ;

e. Hambatan dan Kendala ;

f. Langkah-langkah penyelesaian.

BAB V

KETENTUAN PENUTUP Pasal 8

Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengudangan Peraturan daerah ini dengan Penempatannya pada Lembaran Daerah Kabupaten Mojokerto.

Ditetapkan di Mojokerto pada tanggal 14 Agustus 2006

BUPATI MOJOKERTO, ttd.

A C H M A D Y

Diundangkan di Mojokerto

pada tanggal 21 Nopermber 2006

SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN MOJOKERTO, ttd.

R. SOEPRAPTO

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MOJOKERTO TAHUN 2006 NOMOR 11 SERI E

Salinan sesuai aslinya

KEPALA BAGIAN HUKUM

BAMBANG SUGENG, SH., MM. Pembina Tingkat I

NIP. 010 103 517

Formatted: French (France)

Formatted: German (Germany)

(8)

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MOJOKERTO NOMOR 17 TAHUN 2006

TENTANG

TATA CARA PENYUSUNAN, PENGENDALIAN DAN EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN DESA

I. U M U M

Bahwa guna menampung aspirasi yang berkembang pada masyarakat Desa dan dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan Pemerintahan Desa yang lebih efektif, demokratis dan bertanggung jawab serta untuk mewujudkan aparatur penyelenggara Pemerintahan Desa yang mempunyai kemampuan, integritas moral dan bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Berkenaan dengan itu, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menegaskan bahwa salah satu landasan pemikiran pengaturan mengenai Desa adalah otonomi, dimana mempunyai makna bahwa kewenangan Pemerintahan Desa dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat didasarkan pada hak asal-usul dan nilai-nilai sosial budaya masyarakat setempat. Salah satu kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat adalah kewenangan untuk menentukan pemimpin masyarakat dan pimpinan Pemerintahan Desa.

Sehubungan dengan itu, untuk melaksanakan ketentuan Pasal 200 sampai dengan Pasal 216 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 dan Pasal 66 Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa, maka untuk memberikan penegasan bagi Desa dalam menentukan rencana pembangunan desa, tahapan dan tata cara penyusunan dan pengendalian, evaluasi dan pelaporan maka perlu dituangkan dalam suatu Peraturan Daerah.

II. PASAL DEMI PASAL

Pasal 1

Cukup jelas. Pasal 2

Ayat (1)

Cukup jelas.

(9)

Ayat (2)

Yang dimaksud dengan “partisipatif” dalam ketentuan ini adalah melibatkan pihak terkait dalam penyusunan perencanaan pembangunan desa.

Ayat (3)

Yang dimaksud dengan ”Lembaga Kemasyarakatan Desa” seperti rukun tetangga, rukun warga, karang taruna, PKK, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat. Pasal 3 Cukup jelas. Pasal 4 Cukup jelas. Pasal 5 Cukup jelas. Pasal 6 Cukup jelas. Pasal 7 Cukup jelas. Pasal 8 Cukup jelas.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil perhitungan statistik didapatkan hasil signifikansi variabel secara simultan adalah 0,018 dimana hasil tersebut menunjukkan nilai yang lebih kecil

P.6/ Menhut-I I / 2007 tentang Rencana Kerja, Rencana Kerja Tahunan Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Dalam Hutan Alam dan Restorasi Ekosistem Dalam Hutan Alam Pada Hutan

Dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 beserta perubahannya dan mengacu kepada Dokumen Pengadaan serta berdasarkan Berita Acara

Unduh audio pelajaran gratis di NHK

Dari definisi-definisi di atas dapat dikemukakan bahwa pemasaran adalah proses yang melibatkan analisis, perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian yang mencakup barang dan jasa,

Selama proses persalinan di Rs Arofah terdapat penyulit yaitu selama kala I kontraksi tidak teratur dan lemah sehingga dilakukan Oksitosin Drip dan pada saat proses

(3) Persetujuan Prinsip dan Izin Tetap bagi Perusahaan Kawasan Industri yang penanaman modalnya dilakukan dalam rangka Undang-undang Nomor 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal

Dalam tingkatan ini, tipe sistem yang digunakan dinamakan sistem pendukung bagi eksekutif (ESS) atau seringkali disebut dengan Sistem Informasi Eksekutif (EIS), yaitu sistem