• Tidak ada hasil yang ditemukan

ABSTRAK. Kata Kunci: Nilai Perusahaan, Kebijakan Utang, PBV, DER, Ukuran Perusahaan.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ABSTRAK. Kata Kunci: Nilai Perusahaan, Kebijakan Utang, PBV, DER, Ukuran Perusahaan."

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

vi

Judul : Pengaruh Kebijakan Utang Pada Nilai Perusahaan Dengan Ukuran Perusahaan Sebagai Variabel Moderasi

Nama : I Pande Putu Suwisanaya NIM : 1306305112

ABSTRAK

Perusahaan sebagai suatu entitas ekonomi umumnya memiliki tujuan untuk memperoleh laba secara maksimal dan meningkatkan nilai perusahaan. Nilai perusahaan dapat tercermin dari harga sahamnya. Harga saham yang tinggi akan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap kinerja dan prospek perusahaan. Supaya nilai perusahaan meningkat, perusahaan perlu mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kebijakan utang pada nilai perusahaa dengan ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi.

Penelitian ini dilakukan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2015. Jumlah sampel sebanyak 88 perusahaan dengan jumlah observasi sebanyak 352 observasi. Metode yang digunakan adalah nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data berdasarkan teknik dokumenter. Teknik analisis yang digunakan adalah uji moderated regression analysis (MRA). Nilai perusahaan dalam penelitian ini di proksikan denga price book value (PBV), sedangkan kebijakan utang diproksikan dengan debt to equity ratio (DER), dan ukuran perusahaan diproksikan dengan logaritma natural of total asset.

Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa kebijakan utang berpengaruh positif signifikan pada nilai perusahaan. Ini menunjukan semakin besar kebijakan utang yang dilakukan perusahaan maka akan semakin tinggi nilai perusahaannya. Sedangkan ukuran perusahaan memperlemah hubungan antara kebijakan utang pada nilai perusahaan. Hal ini berarti semakin besar ukuran perusahaan yang dilihat dari logaritma natural of total asset akan semakin mengurangi pengaruh kebijakan utang perusahaan dengan nilai perusahaan.

Kata Kunci: Nilai Perusahaan, Kebijakan Utang, PBV, DER, Ukuran Perusahaan.

(2)

vii DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

PERNYATAAN ORISINALITAS ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

ABSTRAK ... vi

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR TABEL ... ix

DAFTAR GAMBAR ... x

DAFTAR LAMPIRAN ... xi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Rumusan Masalah Penelitian ... 7

1.3 Tujuan Penelitian ... 7

1.4 Kegunaan Penelitian ... 7

1.4.1 Kegunaan Teoretis ... 7

1.4.2 Kegunaan Praktis ... 8

1.5 Sistematika Penulisan ... 8

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 Landasan Teori dan Konsep ... 10

2.1.1 Teori Sinyal ... 10

2.1.2 Nilai Perusahaan ... 11

2.1.3 Kebijakan Utang ... 12

2.1.4 Ukuran Perusahaan ... 14

2.2 Hipotesis Penelitian ... 15

2.2.1 Pengaruh Kebijakan Utang Pada Nilai Perusahaan ... 15

2.2.2 Ukuran Perusahaan Dalam Memoderasi Pengaruh Kebijakan Utang Pada Nilai Perusahaan ... 17

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian ... 19

3.2 Lokasi atau Ruang Lingkup Wilayah Penelitian ... 19

3.3 Objek Penelitian ... 20

3.4 Identifikasi Variabel ... 20

3.5 Definisi Operasional Variabel ... 21

3.5.1 Nilai Perusahaan ... 21

3.5.2 Kebijakan Utang ... 22

3.5.3 Ukuran Perusahaan ... 22

3.6 Jenis dan Sumber Data ... 23

3.6.1 Jenis Data ... 23

3.6.2 Sumber Data ... 23

(3)

viii

3.7.1 Populasi ... 23

3.7.2 Sampel ... 24

3.8 Metode Pengumpulan Data ... 25

3.9 Teknik Analisis Data ... 25

3.9.1. Statistik Deskriptif ... 25

3.9.2. Uji Asumsi Klasik ... 26

3.9.3. Moderated Regression Analysis ... 28

3.9.4. Koefisien Determinasi (R2) ... 29

3.9.5. Uji Kelayakan Model (Uji F) ... 29

3.9.6. Uji Hipotesis (Uji t)... 30

BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN 4.1 Gambaran Data Penelitian ... 31

4.2 Statistik Deskriptif ... 32

4.3 Uji Asumsi Klasik ... 34

4.3.1 Uji Normalitas ... 34

4.3.2 Uji Autokorelasi ... 35

4.3.3 Uji Heteroskedastisitas ... 36

4.4 Moderated Regression Analysis ... 36

4.5 Koefisien Determinasi (R2) ... 38

4.6 Uji Kelayakan Model (Uji F) ... 39

4.7 Uji Hipotesis (Uji t) ... 39

4.8 Pembahasan Hasil Penelitian ... 40

4.8.1 Pengaruh Kebijakan Utang Pada Nilai Perusahaan ... 40

4.8.2 Ukuran Perusahaan Dalam Memoderasi Pengaruh Kebijakan Utang Pada Nilai Perusahaan ... 41

BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan ... 43

5.2 Saran ... 43

DAFTAR RUJUKAN ... 45

(4)

ix

DAFTAR TABEL

No. Tabel Halaman

4.1 Proses Seleksi Sampel dengan Purposive Sampling ... 31

4.2 Hasil Uji Statistik Deskriptif ... 32

4.3 Hasil Uji Normalitas ... 34

4.4 Hasil Uji Autokorelasi... 35

4.5 Hasil Uji Heteroskedastisitas ... 36

4.6 Hasil Moderated Regression Analysis ... 37

4.7 Hasil Analisis Koefisien Determinasi (R2) ... 38

(5)

x

DAFTAR GAMBAR

No. Gambar Halaman

1.1 Rata-Rata Nilai Perusahaan Manufaktur 2012-2015 ... 6 3.1 Desain Penelitian ... 19

(6)

xi

DAFTAR LAMPIRAN

No. Lampiran

Halaman

1. Daftar Sampel Penelitian... 49

2. Tabulasi Nilai Variabel Tahun 2012 ... 52

3. Tabulasi Nilai Variabel Tahun 2013 ... 55

4. Tabulasi Nilai Variabel Tahun 2014 ... 58

5. Tabulasi Nilai Variabel Tahun 2015 ... 62

6. Hasil data setelah di transfomasi ke bentuk LG10 ... 66

7. Hasil Uji Statistik Deskriptif ... 77

8. Hasil Uji Statistik Deskriptif setelah ditransformasi ke bentuk LG10 ... 78

9. Hasil Uji Normalitas ... 79

10. Hasil Uji Autokorelasi ... 80

11. Hasil Uji Heteroskedastisitas ... 81

12. Hasil Uji F ... 82

(7)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Perusahaan sebagai suatu entitas ekonomi umumnya memiliki tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka panjang. Tujuan jangka pendek perusahaan adalah untuk memperoleh laba secara maksimal, sedangkan tujuan jangka panjangnya adalah untuk meningkatkan nilai perusahaan (Kusumayanti, 2015). Tujuan perusahaan untuk meningkatkan nilai perusahaan berkaitan dengan tujuan utama pendirian suatu perusahaan yaitu untuk memaksimalkan kesejahteraan para pemegang saham yang dapat terwujud apabila perusahaan mampu memaksimalkan nilai perusahaan. Jadi dapat disimpulkan semakin tinggi nilai perusahaan menggambarkan semakin sejahtera pula pemiliknya.

Fama and French (1998) menyatakan bahwa, nilai perusahaan akan tercermin dari harga sahamnya. Harga saham yang tinggi membuat nilai perusahaan juga tinggi, dan meningkatkan kepercayaan pasar tidak hanya terhadap kinerja perusahaan saat ini namun juga pada prospek perusahaan di masa mendatang. Harga saham yang digunakan umumnya harga penutupan (closing

price). Dengan demikian para pemegang saham menginginkan manajer membuat

keputusan yang dapat meningkatkan harga saham. Ketika publik menilai harga saham perusahaan lebih tinggi dari harga bukunya, maka nilai perusahan akan meningkat dan secara langsung akan memakmurkan para pemegang saham.

Memaksimalkan nilai perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan fungsi manajemen keuangan, dimana suatu kebijakan atau keputusan keuangan

(8)

2

yang diambil akan mempengaruhi keputusan keuangan lainnya dan berdampak pada nilai perusahaan (Juhandi, et al., 2013). Kebijakan keuangan itu yakni kebijakan investasi, kebijakan pendanaan, dan kebijakan deviden. Kebijakan Investasi merupakan keputusan penanaman dana yang dilakukan oleh suatu perusahaan ke dalam suatu asset (aktiva) dengan harapan memperoleh pendapatan di masa yang akan datang. Kebijakan pendanaan merupakan satu kebijakan yang sangat penting bagi perusahaan, karena menyangkut perolehan sumber dana untuk kegiatan operasi perusahaan. Kebijakan ini akan berpengaruh terhadap struktur modal dan faktor leverage perusahaan, baik leverage operasi maupun leverage keuangan. Kebijakan deviden merupakan keputusan apakah laba yang diperoleh perusahaan akan dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen atau akan ditahan dalam bentuk laba ditahan guna pembiayaan investasi di masa datang.

Kemampuan perusahaan dalam melakukan investasi yang menguntungkan akan berpengaruh terhadap peningkatan nilai perusahan. Implementasi keputusan investasi sangat dipengaruhi oleh ketersediaan dana dalam perusahaan yang berasal dari sumber pendanaan internal (internal financing) dan sumber pendanaan eksternal (external financing). Kebijakan utang merupakan salah satu alternatif pendanaan perusahaan yang bersumber dari eksternal. Kebijakan utang adalah kebijakan yang dilakukan perusahaan untuk mendanai operasinya dengan menggunakan utang keuangan atau yang biasa disebut dengan financial leverage atau leverage keuangan (Nainggolan dan Listiadi, 2014). Kebijakan utang sangat sensitif terhadap perubahan nilai perusahaan. Sampai batas tertentu, semakin

(9)

3

tinggi proporsi utang maka semakin tinggi harga saham, namun pada titik tertentu peningkatan utang akan menurunkan nilai perusahaan karena manfaat yang diperoleh dari penggunaan utang lebih kecil daripada biaya yang ditimbulkannya (Jusriani, 2013). Dalam pengambilan keputusan penggunaan utang ini harus mempertimbangkan besarnya biaya tetap yang muncul dari utang berupa bunga yang akan menyebabkan semakin meningkatnya leverage keuangan dan semakin tidak pastinya tingkat pengembalian bagi para pemegang saham biasa. Modigliani and Miller (1958), berpendapat bahwa, bila ada pajak penghasilan perusahaan maka penggunaan utang akan meningkatkan nilai perusahaan karena biaya bunga utang adalah biaya yang mengurangi pembayaran pajak.

Beberapa penelitian mengenai kebijakan utang telah dilakukan, diantaranya oleh Sukirni (2012), Altan and Ferhat (2011) menemukan bahwa, kebijakan utang berpengaruh positif secara signifkan terhadap nilai perusahaan. Ogbulu and Francis (2012) juga menyimpulkan bahwa utang jangka panjang (Long term debt) ditemukan menjadi penentu utama dari nilai perusahaan. Kemudian, Antwi, et al. (2012) dalam penelitiannya mengindikasikan bahwa, utang mempunyai pengaruh positif dan signifikan dan paling dominan terhadap nilai perusahaan. Sedangkan, pada penelitian Mardiyati, dkk. (2012) menemukan bahwa, kebijakan utang berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Penelitian Nainggolan dan Listiadi (2014), Setiabudi and Diah (2012) menemukan bahwa, kebijakan utang berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan. Penelitian Apergis and Sorros (2010) menunjukkan bahwa variable long term leverage obligation berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai

(10)

4

perusahaan. Sedangkan penelitian Hanarista (2016) menemukan bahwa, kebijakan utang tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

Kebijakan utang biasanya digunakan untuk menciptakan nilai perusahaan yang diinginkan, namun kebijakan utang juga tergantung dari ukuran perusahaan. Purba (2011) menyatakan bahwa, ukuran perusahaan merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan perusahaan dalam menentukan kebijakan utangnya. Ukuran perusahaan akan berpengaruh terhadap kemudahan perusahaan dalam memperoleh sumber pendanaan eksternal. Perusahaan besar lebih mudah memperoleh pinjaman karena nilai aktiva yang dijadikan jaminan lebih besar dan tingkat kepercayaan bank juga lebih tinggi (Wiliandri, 2011).

Tingkat pertumbuhan perusahaan juga merupakan faktor yang mempengaruhi struktur modal, perusahaan yang memiliki tingkat pertumbuhan pesat cenderung lebih banyak menggunakan utang daripada perusahaan yang memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih lambat. Pertumbuhan perusahaan berbanding lurus dengan ukuran perusahaan, sehingga semakin cepat pertumbuhan perusahaan maka semakin besar pula ukuran perusahaan, sehingga ukuran perusahaan berpengaruh terhadap struktur modal karena perusahaan yang lebih besar akan mudah memperoleh pinjaman dibandingkan perusahaan kecil (Pithaloka, 2009). Perusahaan yang besar akan lebih mudah dalam memperoleh utang karena perusahaan mampu dalam pemenuhan kewajibannya dengan adanya diversifikasi yang lebih luas dan memiliki arus kas yang stabil. Selain itu ukuran perusahaan yang besar dan terus tumbuh bisa menggambarkan tingkat profit mendatang. Kemudahan pembiayaan ini bisa mempengaruhi nilai perusahaan dan

(11)

5

dianggap sebagai informasi yang baik bagi investor (Prasetia, dkk. 2014). Jadi dapat disimpulkan ukuran perusahaan dapat mempermudah perusahaan memperoleh utang. Penelitian Faisal (2004) menemukan bahwa, ukuran perusahaan memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kebijakan utang yang diwakili oleh debt to equity ratio.

Persaingan bisnis di Indonesia saat ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Semakin bertambahnya jumlah perusahaan baru dari hari ke hari membuat persaingan bisnis di indonesia menjadi ketat. Hal ini mendorong masing-masing perushaan untuk melakukan berbagai inovasi dan strategi bisnis agar terhindar dari kebangkrutan (Prapaska, 2012).

Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia terdiri dari 3 jenis usaha yaitu perusahaan dagang, jasa dan manufaktur. Dalam penelitian ini perusahaan yang akan diteliti adalah perusahaan manufaktur. Perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang di dalamnya terjadi proses pengolahan bahan mentah menjadi barang jadi yang layak untuk di pasarkan. Perusahaan manufaktur merupakan perusahaan yang paling banyak terdapat di indonesia yang dipengaruhi oleh kondisi perekonomian yang ada karena berhubungan langsung dengan daya beli masyarakat sehari-hari. Persaingan dalam industri manufaktur membuat setiap perusahaan semakin meningkatkan kinerja agar tujuannya dapat tetap tercapai.

(12)

6 Sumber: Data diolah, 2016.

Gambar 1.1 di atas menunjukkan bahwa rata-rata nilai perusahaan manufaktur cenderung menurun. Tahun 2013 terjadi kenaikan, dari 2,50 menjadi 2,71 namun tahun 2014 sampai tahun 2015 terjadi penurunan, dimana tahun 2014 dari nilai 2,71 menjadi 2,36 dan di tahun 2015 menjadi 1,82. Perusahaan yang berjalan dengan baik umumnya mempunyai rasio PBV di atas satu, yang menunjukkan bahwa nilai pasar saham lebih besar dari nilai bukunya. Semakin tinggi PBV berarti pasar percaya akan prospek perusahaan tersebut. Dilihat dari data rata-rata nilai perusahaan manufaktur di atas tidak ada nilai PBV yang dibawah satu, namun masih ada beberapa perusahaan manufaktur yang memiliki rasio PBV dibawah satu. Selain itu di 2 tahun terakhir yaitu dari tahun 2014-2015 terjadi penurunan nilai perusahaan. Hal ini perlu di tindaklanjuti karena dengan terjadinya penurunan rasio PBV berarti harga saham perusahaan juga menurun, dan akan berdampak pada kemampuan perusahaan memenuhi kebutuhan

0.00 0.50 1.00 1.50 2.00 2.50 3.00 2012 2013 2014 2015

Gambar 1.1 Rata-Rata Nilai Perusahaan Manufaktur 2012-2015 PBV Tahun P erse ntase P B V

(13)

7

pendanaannya. Hal ini menarik untuk diteliti, apakah faktor-faktor yang diteliti seperti kebijakan utang berpengaruh pada nilai perusahaan dengan ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi.

1.2 Rumusan Masalah Penelitian

Berdasarkan uraian latar belakang, adapun rumusan masalah yang dapat dirumuskan adalah:

1) Apakah kebijakan utang berpengaruh positif pada nilai perusahaan ?

2) Apakah ukuran perusahaan dapat memoderasi hubungan antara kebijakan utang pada nilai perusahaan ?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah:

1) Untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh kebijakan utang pada nilai perusahaan.

2) Untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh ukuran perusahaan pada hubungan antara kebijakan utang dengan nilai perusahaan.

1.4 Kegunaan Penelitian 1.4.1 Kegunaan Teoretis

Penelitian ini memberikan kontribusi dalam bidang akuntansi mengenai nilai perusahaan khususnya mengenai pengaruh kebijakan utang pada nilai perusahaan dengan ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi. Penelitian ini juga bertujuan untuk mendukung temuan-temuan riset sebelumnya dan dapat dijadikan sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya.

(14)

8 1.4.2 Kegunaan Praktis

Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi tambahan kepada pihak investor sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan investasi serta memahami pengaruh kebijakan utang pada nilai perusahaan dengan ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi. Bagi emiten hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai informasi tambahan dan bahan pertimbangan dalam pembuatan keputusan pendanaan struktur modal yang optimal agar dapat memaksimalkan nilai perusahaan.

1.5 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan penelitian ini terdiri dari lima bab, yaitu sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini menjelaskan mengenai latar belakang masalah penelitian, rumusan masalah penelitian, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, serta sistematika penulisan.

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN

Bab ini menguraikan teori-teori yang mendukung pembahasan masalah penelitian, yaitu teori mengenai kebijakan utang, ukuran perusahaan, dan nilai perusahaan, serta pembahasan hasil penelitian sebelumnya yang diakhiri dengan perumusan hipotesis penelitian.

(15)

9 BAB III METODE PENELITIAN

Bab ini menjelaskan mengenai desain penelitian, lokasi atau ruang lingkup wilayah penelitian, objek penelitian, identifikasi variabel, definisi operasional variabel, jenis dan sumber data, populasi, sampel, dan metode penentuan sampel, metode pengumpulan data, serta teknik analisis data.

BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

Bab ini menguraikan gambaran umum atau wilayah penelitian dan pembahasan hasil penelitian berupa pengujian statistik yang disertai dengan intepretasi dari hasil penelitian yang menggunakan teknik moderated regression analysis.

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

Pada bab ini dikemukakan simpulan yang diperoleh dari hasil pembahasan pada bab sebelumnya serta memuat saran-saran yang diharapkan dapat menjadi masukan bagi penelitian selanjutnya.

Gambar

Gambar  1.1  di  atas  menunjukkan  bahwa  rata-rata  nilai  perusahaan  manufaktur  cenderung menurun

Referensi

Dokumen terkait

PENGARUH RISIKO KEGAGALAN, KESEMPATAN BERTUMBUH DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP EARNING RESPONSE COEFFICIENT (ERC) PADA PERUSAHAAN SEKTOR KEUANGAN YANG TERDAFTAR DI BURSA

Struktur modal adalah perbandingan hutang dan modal sendiri dalam struktur finansial perusahaan. Salah satu fundamental yang mempengaruhi aktivitas suatu perusahaan

Sebelum melakukan pembagian dividen perusahaan harus melakukan pengukuran keuntungan investasi itu sendiri, karena pengukuran itu akan mempermudah perusahaan dalam

Ukuran perusahaan turut menentukan tingkat kepercayaan investor karena semakin besar sebuah perusahaan, maka semakin dikenal oleh masyarakat yang artinya semakin

Perusahaan berusaha untuk menghindari kesulitan dalam mengembalika hutang karena perusahaan telah memiliki resiko bisnis yang tinggi.Hasil penelitian ini sejalan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh likuiditas, ukuran perusahaan, profitabilitas dan leverage terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sub

Dengan demikian, variabel Total Debt berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return On Equity pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012-

Pengaruh Risiko Bisnis, Pertumbuhan Perusahaan, Ukuran Perusahaan Dan Struktur Aktiva Terhadap Kebijakan Hutang Pada Perusahaan Sektor Property And Real Estate Yang Terdaftar Di Bursa