• Tidak ada hasil yang ditemukan

HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN KKN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN KKN"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

1 COVER

(2)

2

HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN KKN

Tema KKN : Pemuda Peduli Desa dalam Rangka Pemutusan Rantai Penyebaran Covid19 bersama KKN BMC UNNES 2020

Ketua Kelompok

Nama : Rezal Helwin Bramantara

NIM : 8111417181

Jurusan/Fakultas : Ilmu Hukum/Hukum Jumlah Anggota : 38

Lokasi KKN :

Semarang, 19 September 2020 Menyetujui

Dosen Pembimbing Lapangan Ketua Kelompok

Nanang Indardi, S.Si., M.Si.Med Rezal Helwin Bramantara

NIP. 132308388 NIM. 8111417181

Mengetahui,

Kepala Pusat Pengembangan KKN

Dr. M. Burhan Rubai Wijaya, M.Pd. NIP 1963021311988031001

(3)

3

RINGKASAN

KKN BMC UNNES menyediakan beberapa program kerja kelompok dan individu, dari beberapa program kerja ini pastinya ada kesuksesan dan kendalanya contohnya dalam program kerja wajib membuat mapping data Covid-19 dengan menggunakan aplikasi INARISK, aplikasi ini sangat bermanfaat dan memberikan informasi mengenai covid-19 bagi warga sekitarnya jika sudah mengisi data, namun kendalanya dari data yang telah disimpan seringkali hilang dan tidak muncul peta yang diinginkan. Program kerja kelompok yang pertama yaitu donasi masker dan atau donasi sembako, meskipun membutuhkan waktu yang cukup lama namun dari proses pembuatan dan hasilnya sangat bermanfaat, kita dapat lebih mengenal potensi desa-desa di berbagai kabupaten pada provinsi jawa timur dan beberapa penduduk di desa juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan itu. Namun, kendala yang dihadapi dalam program kerja pembagian masker dan atau pembagian sembako ini dibagi menjadi menjadi beberapa masalah, seperti kurangnya donasi yang diterima dan anggota kelompok harus ikut memberikan bantuan berupa iuran secukupnya. Program kerja kelompok yang kedua yaitu pembuatan buku saku covid-19 sangat membantu bagi masyarakat yang dituju pada beberapa lokasi KKN, namun kendalanya saat pembuatan masih sering dijumpai kurangnya pengalaman untuk membuat kreasi buku saku. Saat proses pembuatan buku saku juga terdapat masalah seperti dalam pencarian grafis dan pengaturan layout buku.

(4)

4

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.

Puja dan puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Mahakuasa atas segala anugerah-Nya. Selawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW.

KKN (Kuliah Kerja Nyata) adalah wujud sumbangsih dan partisipasi nyata dalam kehidupan bermasyarakat. Inovasi dan kreasi menjadi tujuan utama dalam perancangan program kerja sebagai upaya pengembangan kehidupan masyarakat, baik secara nansial maupun sosial. Pandemi Covid-19 tentu sangat memengaruhi kondisi kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, UNNES (Universitas Negeri Semarang) mencanangkan sebuah Program KKN BMC (Bersama Melawan Covid-19). KKN BMC diadakan sebagai langkah untuk membantu pemerintah dalam upaya pencegahan Covid-19. KKN BMC dilaksanakan di lingkungan domisili mahasiswa, sehingga program ini berlangsung di seluruh Indonesia. Hal itulah yang menyatukan kami dalam kelompok KKN BMC Jawa Timur.

Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan buku ini, dan kami sangat mengapresiasi apabila ada kritik dan saran yang membangun. Terima kasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Ngawi, 30 Agustus 2020 KKN BMC 2020

(5)

5 Daftar Isi

COVER ... 1

HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN KKN ... 2

RINGKASAN ... 3

KATA PENGANTAR ... 4

BAB I PENDAHULUAN ... 6

BAB II PELAKSANAAN KEGIATAN ... 7

A. PROGRAM KERJA KELOMPOK ... 7

1. Infografis program kerja kelompok ... 7

B. PROGRAM KERJA INDIVIDU ... 10

1. Profil Desa ... 10

5) Infografis Individu ... 12

BAB III PENUTUP ... 21

A. Simpulan ... 21

B. Saran ... 21

(6)

6 BAB I PENDAHULUAN

KKN BMC merupakan kuliah kerja nyata yang dilaksanakan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 dan berlokasi di desa domisili mahasiswa. KKN BMC diadakan oleh Pusbang KKN UNNES, dengan program kerja yang sudah ditentukan oleh pihak Universitas terdiri dari program kerja kelompok dan individu.

Mahasiswa UNNES yang berdomisili di berbagai kabupaten pada provinsi Jawa Timur, Kabupaten Tegal dikelompokkan menjadi satu untuk melaksanakan KKN BMC. Provinsi Jawa Timur terbagi menjadi 38 mahasiswa, dari Kabupaten Banyuwangi, Bojonegoro, Jember, Jombang, Madiun, Magetan, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pasuruan, Probolinggo dan Sidoarjo. Salah satu dari kabupaten tersebut yaitu Kabupaten Ngawi, dari Kabupaten Ngawi terdapat Kecamatan Ngrambe dan Desa Wakah. Desa Wakah merupakan desa yang cukup padat mayoritas penduduk bekerja di bidang pertanian dan perdagangan.

Program Penanganan Covid-19 di Desa Wakah diwujudkan dengan adanya SATGAS (Satuan Gugus Tugas). Sesuai dengan aturan pemerintah untuk melaksanakan program tersebut, pemerintah desa membutuhkan dukungan dari masyarakat. Hal ini sangat penting dengan mengetahui cara penanganannya sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Masyarakat juga harus mendapatkan informasi mengenai penanganan Covid-19. Dari setiap kecamatan menghimbau untuk desa-desanya agar dapat bergerak dengan cepat mengenai adaya OTG, PDP, atau ODP, pemberian bantuan dari pemerintah untuk warga sekitar yang terdampak Covid-19, serta pelayanan kesehatan khususnya dari tingkat desa yakni puskesmas juga harus tetap berjalan walaupun di tengah pandemi seperti sekarang ini, selain itu pelayanan kesehatan baik di tingkat desa yakni puskesmas dan rumah sakit harus tetap memadai dan ditingkatkan pelayanannya baik untuk warga yang terpapar Covid-19 atau pun tidak.

Desa Wakah juga mempunyai data yang jelas untuk penerima bantuan sembako, agar dapat dibagikan secara merata dan sesuai kondisi warganya. Jika ada yang terkonfirmasi Covid-19 juga pemerintah desa menghimbau warganya untuk tidak panik, dan tidak menyebarkan berita-berita “hoax” yang belum benar adanya. SATGAS Desa harus tanggap untuk mengatasi warga yang terkonfirmasi Covid-19 dengan cara melakukan menghubungi Dinas Kesehatan setempat, melakukan tes swab, melakukan isolasi mandiri, dan dijaga ketat agar tidak menyebar.

(7)

7 BAB II

PELAKSANAAN KEGIATAN

A. PROGRAM KERJA KELOMPOK 1. Infografis program kerja kelompok

(8)

8 1.1 Donasi Masker dan atau Donasi Sembako

Donasi sembako adalah salah satu program kerja kelompok. Donasi ini dibagi menjadi 2 macam yakni sembako dan masker. Pelaksana KKN ditiap-tiap daerah dapat memilih untuk melaksanakan pembagian sembako maupun donasi masker, kami membuat poster untuk donasi bagi siapa saja kemudian hasilnya kami belikan masker dan sembako untuk dibagikan di kebupaten masing-masing secara merata. Sasaran dari donasi ini adalah anak-anak, warga desa pelaksana KKN maupun masyarakat umum. Program ini sangat bermanfaat bagi mereka yang sudah lanjut usia tetapi masih mencari rezeki demi kehidupan keluarga dan lokasinya kami memilih tempat umm seperti pasar dan alun-alun.

(9)

9 1.2 Pembuatan buku saku “Mengenal Covid-19”

Pembuatan buku saku adalah salah satu program kerja kelompok. Buku saku ini berjudul “Buku Saku UNNES Melawan Covid-19”, yang di dalamnya terdiri dari sepuluh bagian, yaitu; pengenalan mengenai apa itu Covid-19, cara penularan Covid-19, tanda gejala Covid-19, cara pencegahan Covid-19, cara memakai masker yang benar, hal yang harus dilakukan setelah berpergian, 9 tahap mencuci tangan, menerapkan etika batuk, siapa yang paling rentan, perbedaan OTG OTP PDP, ketahui sebelum isolasi mandiri, isolasi mandiri OTG, isolasi mandiri ODP PDP, orang yang diisolasi mandiri, pemakaman jenazah pasien covid-19, peran RT/RW dalam pencegahan covid-19, peran ormas dalam pencegahan covid-19, penundaan mudik dan kebijakan new normal. Buku ini terdiri dari 22 halaman dan setiap halamannya memuat infografis mengenai covid-19. Infografis yang disajikan berupa visual karakter yang dibuat menarik dan bervariasi.

Sasaran dari buku ini adalah anak-anak, warga desa pelaksana KKN maupun masyarakat umum. Luaran program kerja kelompok buku saku ini adalah e-book dan buku cetak. E-book di unggah pada internet, untuk memudahkan akses oleh masyarakat umum. Selain E-book, terdapat juga buku yang dicetak dan didistribusikan kepada masing-masing pelaksana KKN. Buku tersebut dapat digunakan sebagai media pembelajaran mengenai literasi Covid-19 di daerah pelaksana KKN berada.

Proses pembuatan buku saku ini membutuhkan waktu selama tiga minggu, dengan menggunakan aplikasi adobe ilustrator, coreldraw dan photoshop. Kendala dalam pembuatan buku saku ini yaitu laptop yang terkadang tidak support dan pembuatan gambar visualnya yang lumayan memakan waktu. Setelah proses layout buku saku selesai kemudian dilanjutkan dengan proses pencetakan buku. Berhubung biaya percetakan mahal, maka kami memutuskan untuk mencetak di Semarang kemudian dikirimkan hasil print out buku saku tersebut.

(10)

10 B. PROGRAM KERJA INDIVIDU

1. Profil Desa 1) Potensi Geografis a. Letak Geografis • Luas wilayah 1.295,98 km² (BPS 2019) • Banyaknya penduduk 899.495 (DKCS 2019) b. Tata ruang

Hampir sekeliling Desa Wakah merupakan daerah pertanian karena terletak di kaki gunung lawu. Tanah di daerah Desa Wakah mayoritas untuk lahan sawah padi dan sayur-sayuran. Dusun ini pun termasuk dalam dusun yang asri karena disekitar jalan masuk menuju dusun ini sudah terjajar pepohonan yang membuat sejuk pemandangan sekitar.

c. Sumber Daya Alam

Berkaitan dengan sumber daya alam diketahui bahwa Desa Wakah memiliki potensi wisata alam yang bagus,hal ini didukung oleh

letak geografis pegunungan dan pemandangan yang bagus, Wakah juga berada diantara pusat pariwisata alam Agro Techno Park, Ari Terjun Pengantin, Air Terjun Suwono, dan Kebun Teh Jamus yang merupakan Industri Pembuatan Teh yang ada dari kebupaten Ngawi.

2) Potensi Demografis

• Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial

Masyarakat Desa Wakah memiliki beberapa interaksi sosial seperti kegiatan kerja bakti, saling gotong royong terkena bencana atau musibah, dan mengadakan acara besar seperti pernikahan atau semacamnya. Selain itu masyarakat disana memiliki interaksi di bidang keagamaan seperti tahlilan, istighosah, yasinan, banca’an, pengajian dan kegiatan keagamaan lainnya

3) Kondisi Pendidikan

Terdapat sarana pendidikan di Desa Wakah ,diantaranya : • Sekolah Pendidikan Anak Usia Din (PAUD);

(11)

11 • Sekolah Taman Kanak-kanan (TK);

• Sekolah Dasar (SD). 4) Kondisi kesehatan

Sarana kesehatan seperti posyandu yang disediakan guna memperoleh kemudahan untuk mendapatkan informasi dan pelayanan kesehatan bagi ibu, bayi, dan anak balita. Bayi dan anak balita mendapatkan kapsul Vitamin A. Bayi

(12)

12 5) Infografis Individu

(13)

PELATIHAN BUDIDAYA SAYURAN DAUN BAWANG

13 PELAKSANAAN

Program kerja ini berupa pelatihan dan pengoptimalan budidaya sayuran daun bawang melalui WA Group RT yang dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2020 secara daring melalui WA Group RT, mulai dari persiapan bedengan, semai untuk calon bakal daun bawang, dan pengoptimalannya dengan cara ocor (media pemupukan dengan cara melarutkan pupuk dan air), serta cara menyiangi tanaman hama yang menganggu pertumbuhan daun bawang. Dokumentasi kegiatan ini saya unggah pada tanggal 20 Agustus 2020.

SASARAN DAN HASIL

Sasaran yang dituju adalah warga di lingkungan RT 06.

Hasil yang dicapai dari program kerja ini di antaranya yaitu pe Warga Desa Wakah RT 06 memahami dan mengetahui mengenai cara budidaya sayuran daun bawang dengan media bedengan dan mulsa (plastik) dan

dengan media polybag, warga Desa Wakah RT 06 memahami dan mengetahui mengenai cara pengoptimalan atau perawatan sayuran daun bawang, dan respon positif dari anggota WA Group RT.

EVALUASI DAN SARAN

Program ini sangat mengedukasi khususnya bagi warga di lingkungan RT 06. Anggota grup sangat antusias dalam mengikuti sosialisasi yang dikakukan secara daring ini walaupun tidak semuanya merespon di grup. Saran yang dapat dilakukan adalah lebih tepatnya sosialisasi dilaksanakan secara langsung karena lebih efektif sebab pelatihan secara daring ini warga desa tidak dapat melihat pelatihannya secara tatap muka langsung karena pandemi Covid-19, dan pelatihan secara daring ini nyatanya memang kurang efektif khususnya bagi warga Desa Wakah RT 06.

(14)

PENDAMPINGAN BELAJAR DARI RUMAH BAGI ANAK SEKOLAH

14 PELAKSANAAN

Program kerja ini berupa pendampingan belajar secara luring sesuai dengan protokol kesehatan dengan dibatasi hanya beberapa anak saja. Pelaksanaan pendampingan belajar anak sekolah dari rumah ini tidak dilaksanakan ditanggal berapapun. Rencananya pelaksanaan program kerja ini untuk siswa SD dan mata pelajaran yang diajarkan di antaranya matematika, bahasa Inggris, bahasa indonesia, dan ilmu pengetahuan sosial.

SASARAN DAN HASIL

Sasaran yang dituju adalah anak-anak sekolah di lingkungan RT 06.

Hasil yang ingin dicapai dari program kerja ini di antaranya yaitu pemahaman anak-anak dari materi atau latihan soal yang saya berikan setiap pertemuannya, anak-anak dapat mengerjakan tugas atau latihan soal sendiri, anak-anak dapat menghafal perkalian dan bahasa asing, anak-anak menjadi lebih pintar, serta mendapat respon positif dari anak-anak dan orang tua mereka.

EVALUASI DAN SARAN

Program ini sangat bermanfaat khususnya bagi anak-anak sekolah di lingkungan RT 06. Jika program kerja ini dilaksanakan mungkin Anak-anak sangat antusias dalam mengikuti pendampingan belajar ini. Anak-anak dan orang tua mereka mungkin akan merasa sangat terbantu karena anaknya dapat didampingi dalam belajar dan mengerjakan tugas, karena dapat mengurangi beban mereka yang merasa kesulitan dalam tugas yang diberikan oleh sekolah. Saran yang dapat dilakukan adalah menunggu jadwal sekolah masuk seperti biasanya lalu memberikan materi pelajaran dan menjelaskan kepada anak-anak dengan cara yang mudah agar mereka bisa paham. Menggunakan model pembelajaran yang menarik agar anak-anak tidak cepat bosan.

(15)

INFOGRAFIS MAPPING DATA COVID-19

15 PELAKSANAAN

Program kerja ini berupa sosialisasi aplikasi INARISK Personal secara daring (media Whatsapp) dan luring di lingkungan RT 06/RW 02 Desa Wakah, serta pendataan warga ke dalam aplikasi INARISK Personal dengan menggunakan angket yang dilaksanakan secara bertahap dari tanggal 24 Juli 2020. Setelah mendapatkan data warga RT 06, kemudian saya menginput data tersebut ke dalam aplikasi INARISK Personal untuk mengetahui tingkat resiko Covid-19 di RT 06/RW 02.

SASARAN DAN HASIL

Sasaran yang dituju adalah warga RT 06/RW 02 Desa Wakah.

Hasil yang dicapai dari program kerja ini di antaranya yaitu Warga Desa memahami dan mengetahui tentang Covid-19 dan asal-usulnya baik secara luring di lingkungan RT 06 atau pun daring yang saya lakukan melalui WA Group RT, warga Desa Wakah memahami dan mengetahui mengenai aplikasi INARISK Personal, peta persebaran dan penilaian resiko keluarga di RT 06/RW 02 Kelurahan Wakah masih dalam kategori rendah, serta Rekomendasi dari aplikasi INARISK Personal bagi resiko keluarga dalam kategori rendah.

EVALUASI DAN SARAN

Program ini sangat bermanfaat khususnya bagi warga Desa Wakah RT 06/RW 02 dalam mengetahui tingkat kerawanan Covid-19 di daerahnya apakah dalam status resiko rendah, sedang atau berat melalui aplikasi INARISK Personal ini. Di dalam aplikasi tersebut juga terdapat rekomendasi bagi warga untuk RS rujukan terdekat dan RS terdekat. Saran perlu pengembangan aplikasi lebih lanjut agar mempermudah masyarakat dalam menggunakan aplikasi ini, sebab masih banyak warga yang merasa kesulitan atau kebingungan bagaimana cara untuk menggunakan aplikasi ini.

(16)

MEDIA EDUKASI COVID-19

16 PELAKSANAAN

Program kerja ini berupa pembuatan poster edukasi tentang Covid-19 yang dilaksanakan pada tanggal 14 Juli sampai 15 Juli 2020 mulai pengerjaan pembuatan poster media edukasi, dan diunggah ke media sosial 16 Juli 2020 lewat apliaksi Instagram.

SASARAN DAN HASIL

Sasaran yang dituju adalah Masyarakat umum.

Hasil yang dicapai dari program kerja ini di antaranya yaitu poster tentang Covid-19, sreenshoot poster pada saat pembuatannya melalui aplikasi CorelDRAW dan diunggah pada Media Sosial lewat aplikasi instagram, dan dengan pemahaman masyarakat umum mengenai Covid-19.

EVALUASI DAN SARAN

Program ini sangat efektif untuk mengedukasi masyarakat pada umumnya pada khususnya mengenai Covid-19.

Saran yang dapat dilakukan adalah perlu ditingkatkan edukasi melalui poster-poster yang mudah dipahami oleh masyarakat, selain itu juga agar terlihat menarik, serta pengefektifan media Whatsapp sebagai pengganti diskusi secara luring.

(17)

MEDIA EDUKASI PEMBUATAN HAND SANITIZER

17 PELAKSANAAN

Program kerja ini berupa pembuatan poster edukasi tentang Pembuatan Hand Sanitizer yang dilaksanakan pada tanggal 22 Juli 2020, dan pembuatan sanitizer pada tangal 6 Agustus 2020 mengunggah poster ke media sosial Instagram pada tanggal 7 Agustus 2020. Mengunggah poster, video dan sosialisasi mengenai Pembuatan Hand Sanitizer alami di WA Group RT pada tanggal 11 Agustus 2020.

SASARAN DAN HASIL

Sasaran yang dituju adalah Masyarakat umum dan warga di lingkungan RT 06.

Hasil yang dicapai dari program kerja ini di antaranya yaitu Poster dan video tentang Pembuatan Hand Sanitizer, sreenshoot unggahan poster dan video di Media Sosial dan WA Group RT, pemahaman warga Desa RT 06 mengenai pembuatan hand sanitizer secara alami, serta respon positif dari anggota WA Group RT.

EVALUASI DAN SARAN

Program ini sangat efektif untuk mengedukasi masyarakat pada umumnya dan warga Desa pada khususnya terutama mengenai Pembuatan Hand Sanitizer secara alami dari daun sirih dan jeruk nipis. Saran yang dapat dilakukan adalah perlu ditingkatkan edukasi melalui poster-poster atau video yang mudah dipahami oleh masyarakat, selain itu juga agar terlihat menarik, serta pengefektifan media Whatsapp sebagai pengganti diskusi secara luring.

(18)

MEDIA EDUKASI NEW NORMAL

18 PELAKSANAAN

Program kerja ini berupa pembuatan poster edukasi tentang New Normal yang dilaksanakan pada tanggal 28 Juli 2020, dan diunggah ke media sosial Instagram dan Facebook pada tanggal 28 Juli 2020. Mengunggah poster dan sosialisasi mengenai New Normal di WA Group RT pada tanggal 8 Agustus 2020.

SASARAN DAN HASIL

Sasaran yang dituju adalah Masyarakat umum dan warga di lingkungan RT 06.

Hasil yang dicapai dari program kerja ini di antaranya yaitu poster tentang New Normal (Adaptasi Kebiasaan Baru), sreenshoot unggahan poster di Media Sosial dan WA Group RT, pemahaman warga Desa RT 06 mengenai New Normal (Adaptasi Kebiasaan Baru), dan respon positif dari anggota WA Group RT.

EVALUASI DAN SARAN

Program ini sangat efektif untuk mengedukasi masyarakat pada umumnya dan warga Desa pada khususnya terutama mengenai New Normal (Adaptasi Kebiasaan Baru). Saran yang dapat dilakukan adalah perlu ditingkatkan edukasi melalui poster-poster yang mudah dipahami oleh masyarakat, selain itu juga agar terlihat menarik, serta pengefektifan media Whatsapp sebagai pengganti diskusi secara luring.

(19)

MEDIA EDUKASI PHYSICAL DISTANCING

19 PELAKSANAAN

Program kerja ini berupa pencarian poster edukasi tentang Physical Distancing yang dilaksanakan pada tanggal 26 Juli 2020, dan diunggah ke media sosial Instagram pada tanggal 28 Juli 2020. Mengunggah poster dan sosialisasi mengenai Physical Distancing di media.

SASARAN DAN HASIL

Sasaran yang dituju adalah Masyarakat umum dan warga di lingkungan RT 06.

Hasil yang dicapai dari program kerja ini di antaranya yaitu poster tentang Physical Distancing (jaga jarak), sreenshoot unggahan poster di Media Sosial, pemahaman warga mengenai Physical Distancing, dan respon dari warga pada media sosial.

EVALUASI DAN SARAN

Program ini sangat efektif untuk mengedukasi masyarakat pada umumnya dan warga Desa pada khususnya terutama mengenai Physical Distancing (jaga jarak).

Saran yang dapat dilakukan adalah perlu ditingkatkan edukasi melalui poster-poster yang mudah dipahami oleh masyarakat, selain itu juga agar terlihat menarik, serta pengefektifan media Whatsapp sebagai pengganti diskusi secara luring.

(20)

MEDIA EDUKASI PEMBUATAN DESINFEKTAN

20 PELAKSANAAN

Program kerja ini berupa pembuatan poster edukasi tentang Pembuatan Desinfektan yang dilaksanakan pada tanggal 26 Juli 2020, dan diunggah ke media sosial Instagram pada tanggal 28 Juli 2020. Mengunggah poster dan sosialisasi mengenai Pembuatan Desinfektan di media.

SASARAN DAN HASIL

Sasaran yang dituju adalah Masyarakat umum dan warga di lingkungan RT 06.

Hasil yang dicapai dari program kerja ini di antaranya yaitu poster tentang Pembuatan Desinfektan, sreenshoot unggahan poster di Media Sosial, pemahaman warga mengenai Pembuatan Desinfektan, dan respon dari warga pada media sosial.

EVALUASI DAN SARAN

Program ini sangat efektif untuk mengedukasi masyarakat pada umumnya dan warga Desa pada khususnya terutama mengenai Pembuatan Desinfektan.

Saran yang dapat dilakukan adalah perlu ditingkatkan edukasi melalui poster-poster yang mudah dipahami oleh masyarakat, selain itu juga agar terlihat menarik, serta pengefektifan media Whatsapp sebagai pengganti diskusi secara luring.

(21)

21 BAB III PENUTUP A. Simpulan

KKN BMC merupakan kuliah kerja nyata yang dilaksanakan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 dan berlokasi di desa domisili mahasiswa. KKN BMC UNNES 2020 yang dilakukan di Desa Wakah ini dapat berjalan dengan baik dan tetap memperhatikan protokol kesehatan untuk pelaksanaan program kerja yang bersifat luring. Dengan 8 Program kerja individu dan 3 program kerja kelompok memberi manfaat bagi masyarakat di lingkungan masing-masing mahasiswa contohnya seperti program kerja pendampingan belajar anak ini terus dilakukan walaupun KKN BMC telah usai, karena para orang tua murid pun kesulitan dalam menghadapi tugas sekolah anak mereka. Program kerja INARISK pun sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar namun karena kendala data seringkali hilang dan aplikasi sering lemot ketika dibuka, namun dapat dketahui hasilnya persebaran Covid-19 di lingkungan Desa Bengle. Selain itu juga media edukasi pembuatan handsanitzer alami dari daun sirih dan jeruk nipis yang berupa video dapat bermanfaat bagi warga sekitar dan menambah wawasan mereka.

B. Saran

Saran untuk penanganan Covid-19 yaitu program SATGAS dapat dilakukan lebih baik lagi dan tidak terhenti karena di Bengle sendiri SATGAS hanya aktif diawal saja sekarang sudah tidak aktif. Satgas ini untuk penjagaan warga desa dari penyebaran Covid-19 dan bantuan dari pemerintah pun bisa lebih berjalan dengan lancar dan tepat sasaran bagi warga yang terdampaj dan sangat membutuhkan.

(22)

22

DAFTAR NAMA KELOMPOK

No Nama NIM Fakultas Lokasi KKN

9 Dizza Ainunnabila Ahmad 1201417067 FIP Sidoarjo

19 Gaenti Debiramasari 1401417332 FIP Bojonegoro

2 Isnayatul Fadhilah 1511417021 FIP Bojonegoro

20 Luthfiya Khurum Ma'rufah 1511417038 FIP Ngawi

7 Luthfirif'atul Maghfiroh 2303417003 FBS Ngawi

14 Anggun Mega Yuli Yana 2401417020 FBS Nganjuk

30 Asnathul Deva Puri Ayu Lestari 2501417048 FBS Ngawi

1 Widarwati 2501417086 FBS Magetan

10 Anita Ayu Anggraeni 2601417003 FBS Bojonegoro

17 Cindya Chandra Pradipta 2601417036 FBS Ngawi

36 Dewi Kholifah Anggraeni 2601417059 FBS Pasuruan

24 Ulpi Kumala Dewi 2601417067 FBS Ngawi

13 Nawang Galuh Safitri 2611417005 FBS Madiun

37 Muhammad Reeza Arnanda 3111417033 FIS Ngawi

32 Alfiatus Zulfa 3201417072 FIS Banyuwangi

8 Ruhil Aminatun Nadia 3211417006 FIS Jombang

31 Mahendra Zhafir Pratama 3211417043 FIS Bojonegoro

25 Rizky Kusumawardani Putri 3211417062 FIS Jember

21 Jaka Purwanto 4101417140 FMIPA Ngawi

38 Indah Cintya Asprica Putri 4301417066 FMIPA Bojonegoro

5 Indania Febry Sulistiyani 4311417041 FMIPA Bojonegoro

(23)

23

26 Devy Khusnul Kustiartini 5111417005 FT Bojonegoro

15 Rina Rebut Rayhansah 5111417058 FT Mojokerto

22 M. Ari Widikdo 5201417036 FT Bojonegoro

35 Nila Lutfiatul Fadilah 5302417009 FT Nganjuk

28 Prawidana Kurniawan 5302417028 FT Probolinggo

23 Anggie Cristanti 5402417002 FT Banyuwangi

18 Puji Rahayu Wulandari 7101417063 FE Madiun

6 Erma 7111417015 FE Nganjuk

4 Erna Andriaswati 7111417063 FE Ngawi

3 Ayu Diah Puspitasari 7211417122 FE Magetan

12 Moh. Siroj Sulthonuddin Lidinillah 7211417205 FE Bojonegoro

11 Evridha Nisaa Islami 7311417198 FE Madiun

16 Rezha Setiawan 8111417115 FH Bojonegoro

29 Rezal Helwin Bramantara 8111417181 FH Ngawi

27 Syahdesca Liana Meralda Putri 8111417273 FH Bojonegoro

Referensi

Dokumen terkait

Program kerja KKN BMC UNNES 2020 yang dilaksanakan di Desa Cangkring, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon ini memiliki 11 program kerja yang

Program kerja ini sangat efektif digunakan untuk mengedukasi tentang Covid-19 terutama bagi para pengguna aktif sosial media instagram dan Wa grup, sehingga perlu

KKN UNNES Bersama Melawan Covid-19 yang dilaksanakan di Desa Purwareja RT 01 RW 02, Kecamatan Purwareja Klampok, Kabupaten Banjarnegara terdiri dari 10 program kerja,

Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) BMC UNNES ini, tersebar di Kabupaten Pekalongan yang pelaksanaanya di lakukan secara daring maupun luring sesuai dengan kondisi tempat

Telah dilaksanakan juga program kerja individu wajib dan pilihan sebanyak 13 kegiatan yaitu sosialisasi dan infografis INARISK, Infografis kegiatan Satgas Covid-19

Dalam kegiatan program kerja KKN Unnes Bersama Melawan Covid-19 tahun 2020 yang kemudian disingkat dengan KKN UNNES BMC 2020 adalah Program Kerja yang meliputi Program kerja

Dalam kegiatan program kerja KKN UNNES Bersama Melawan Covid-19 tahun 2020 yang kemudian disingkat dengan KKN UNNES BMC 2020 adalah Program Kerja yang meliputi Program kerja

Program kerja yang telah disusun oleh mahasiswa dan telah dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UNNES Bersama Lawan Covid-19 dipertanggungjawabkan dengan mengisi logbook yang