• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III TINJAUAN KASUS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III TINJAUAN KASUS"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

TINJAUAN KASUS

A. Pengkajian

Pengkajian dilakukan pada tanggal 19 Januari 2009, jam 10.00 WIB, di Ruang

VIII Rumah Sakit Jiwa Daerah dr. Amino Gondhohutomo Semarang.

1. Biodata

a. Identitas klien

Nama Tn. A, umur : 26 tahun, jenis kelamin : laki-laki, agama : Islam,

suku / bangsa : Jawa / Indonesia, alamat : Kendal, pendidikan : SMA,

status : belum kawin, tanggal masuk : 11 Januari 2009, diagnosa medis :

Skizofrenia Katatonik.

b. Identitas penanggung jawab

Nama : Tn. S, alamat : Kendal, hubungan dengan klien : Ayah.

2. Alasan masuk

Klien datang ke Rumah Sakit Jiwa Daerah dr. Amino Gondhohutomo

Semarang diantar keluarganya pada tanggal 11 Januari 2009 dengan alasan

sering melamun.

3. Faktor predisposisi

Klien mengatakan tidak ada anggota keluarga yang mengalami gangguan

(2)

tidak mengalami trauma kepala. Klien tidak mengalami penganiayaan fisik

maupun seksual tidak mengalami kekerasan dalam keluarga dan tindakan

kriminal.

4. Stresor presipitasi

Kurang lebih satu bulan sebelum masuk rumah sakit jiwa klien mengatakan

tidak bekerja, klien juga mengatakan malu dengan kondisi rumahnya yang

jelek.

5. Pemeriksaan fisik

a. Tanda-tanda vital

TD

: 130/80 mmHg

N

: 84 x / menit

RR

: 20 x / menit

S

: 36,5 ºC

b. Ukur

BB

: 51 Kg

TB

: 162 Cm

c. Keadaan fisik

Kesadaran

: Composmentis

Kulit

: Sawo matang, turgor baik, tidak ada luka

Kepala

: Rambut hitam, kotor tidak tersisir

(3)

Hidung

: Simetris, tidak ada polip, tidak ada secret

Mulut dan gigi

: Mukosa bibir kering, gigi agak kuning tidak ada caries

Leher

: Tidak ada pembesaran tiroid

Dada

: Bersih tidak ada luka

Abdomen

: Tidak ada masa, tidak ada benjolan

6. Psikososial

a. Genogram

Keterangan :

: Laki-laki

: Perempuan

: Klien / penderita

: Dalam keluarga

(4)

Klien anak pertama dari 2 bersaudara, 1 laki-laki. Klien tinggal

bersama keluarganya. Klien belum menikah. Hubungan klien dengan

keluarganya baik. Keluarga perhatian dan mau mengurusi klien. Klien

dalam mengambil keputusan dengan diskusi dengan keluarga. Pola asuh

dalam keluarga baik, klien selalu patuh kepada kedua orang tuanya dan

klien tidak merasa terkekang.

b. Konsep diri

1) Gambaran diri : Klien mengatakan menyukai semua anggota tubuhnya

dan senang dengan keadaan tubuhnya yang sekarang.

2) Identitas diri : Klien tahu bahwa dirinya adalah seorang laki-laki

bernama Tn. A, usia 26 tahun, alamat Kendal, keluarganya menerima

Tn. A dengan baik.

3) Peran diri : Klien adalah seorang anak yang belum menikah, klien

tidak bekerja, klien mengatakan tidak berguna, tidak bisa berbuat

apa-apa, apalagi menghasilkan sesuatu sehingga klien tidak bisa membantu

keluarga, terutama adiknya karena adiknya masih sekolah dan klien

tidak bisa membantu membiayainya. Keluarga kurang menerima

kondisi Tn. A yang tidak bekerja.

4) Ideal diri : Klien mengatakan ingin kuliah tetapi belum tercapai karena

tidak mempunyai biaya, klien juga ingin bekerja agar bisa membiayai

(5)

5) Harga diri : Klien sering menyalahkan dirinya sendiri, suka

merendahkan diri, klien merasa malu dan tidak percaya pada diri

dengan kondisi yang dialaminya saat ini karena klien tidak bekerja.

c. Hubungan sosial

1) Orang yang berarti

Orang yang berarti bagi klien adalah ibu.

2) Peran serta dalam kegiatan kelompok dan masyarakat

Klien mengatakan tidak mengikuti kegiatan dalam ruangan misalnya

TAK (Terapi Aktivitas Kelompok). Klien mengatakan jarang bergaul

dengan teman-temannya, aktivitas sehari-hari lebih banyak digunakan

untuk melamun. Klien kurang bersosialisasi dengan masyarakat

sehingga hubungan dengan tetangganya renggang karena klien tidak

bekerja, klien merasa malu dan minder.

d. Spiritual

Tn. A beragama Islam, kegiatan ibadah seperti shalat dilakukan

sebelum masuk ke rumah sakit. Selama dirawat di rumah sakit, klien

jarang menjalankan shalat 5 waktu. Pandangan klien terhadap penyakitnya

tersebut karena dirinya sendiri yang tidak bisa mengontrol emosi.

e. Status mental

1) Penampilan

Kebersihan dan kerapihan klien baik, rambut disisir rapi, penggunaan

(6)

2) Pembicaraan

Klien lebih banyak diam, kontak mata kurang.

3) Aktivitas motorik

Klien gelisah, sering berdiam diri, jarang ngobrol dengan teman

sekamar dan melamun, klien tidak pernah melakukan kegiatan di

rumah sakit.

4) Alam perasaan

Klien merasa sedih karena belum ada keluarga yang menjenguknya

5) Afek

Afek klien datar, roman muka klien tidak ada perubahan saat bicara

tentang masalah yang dihadapi. Saat diajak berinteraksi tentang

masalahnya klien tidak terlihat sedih atau gembira.

6) Interaksi selama wawancara

Klien kooperatif, kontak mata kurang, klien lebih banyak diam bicara

kalau ditanya,

saat

berinteraksi

dengan

perawat

klien sering

menundukkan kepala.

7) Persepsi

Klien mengatakan mendengar suara-suara anjing yang menggonggong

sebanyak 3-4 kali, suara itu muncul di malam hari, klien menjerit.

Klien tampak senyum sendiri dan tertawa, menghindar dari orang lain,

(7)

8) Isi pikir

Saat dikaji klien tidak mempunyai gangguan isi pikir atau waham.

9) Proses pikir

Klien bisa menjawab pertanyaan yang diajukan dengan baik tetapi

kadang-kadang malu untuk menjawabnya, pembicaraan sesuai dengan

topik yang dibicarakan.

10) Tingkat kesadaran

Kesadaran pasien baik, kadang-kadang bingung, orientasi terhadap

waktu baik, pagi siang ataupun malam. Klien tahu kalau sekarang

berada di RSJ. Klien bisa mengenali nama perawat.

11) Memori

a) Daya ingat jangka panjang baik, klien masih ingat tanggal

kelahiran.

b) Daya ingat jangka pendek baik, klien mampu mengingat nama

perawat yang jaga di ruangan.

c) Daya ingat saat ini baik, klien dapat menyebutkan nama teman

sekamarnya.

12) Tingkat konsentrasi dan berhitung

Konsentrasi : Klien dapat berkonsentrasi dengan baik pernyataan dan

pembicaraan yang diajukan oleh perawat walaupun hanya sesaat.

Berhitung : Klien mampu berhitung 100 – 50 + 75 = 125, mengingat

(8)

13) Kemampuan penilaian

Klien dapat mengambil keputusan yang sederhana dengan bantuan

orang lain misalnya beri kesempatan klien untuk mandi dulu sebelum

makan / makan dulu sebelum mandi dan jika diberikan penjelasan

klien dapat mengambil keputusan misalnya memakai baju kancingnya

tidak terpasang diberikan penjelasan klien baru membetulkan kancing

bajunya.

14) Daya tilik diri

Klien tidak mengingkari penyakit gangguan jiwa yang di deritanya

dan tidak menyalahkan orang lain / lingkungan yang menyebabkan

kondisi seperti ini.

f. Kebutuhan persiapan pulang

1) Makan

Klien makan 3x sehari 1 porsi habis, klien membersihkan alat-alat

makanan.

2) Kebutuhan eliminasi

Klien mampu dalam mengontrol buang air besar dan buang air kecil

ditempatnya yang sesuai serta membersihkan WC.

3) Mandi

Klien mandi, gosok gigi, cuci rambut dan gunting kuku dilakukan

(9)

4) Berpakaian

Klien mampu memakai pakaian sendiri tanpa bantuan, ganti pakaian 1

hari 2 kali.

5) Istirahat dan tidur

Klien dapat istirahat cukup dan tidur selama kurang lebih 8 jam sehari

dan klien jarang tidur siang.

6) Penggunaan obat

Klien minum obat 2x sehari (pagi dan sore). Klien minum obat sesuai

dosis dan telah dianjurkan oleh dokter.

7) Mekanisme koping

Dalam mengatasi masalah klien sering berespon mal adaptif. Klien

sering menyendiri sambil melamun

8) Masalah psikososial dan lingkungan

Selama di rumah sakit klien tidak mempunyai masalah dalam

hubungan sesame pasien. Klien kadang menyendiri sambil melamun.

9) Pengetahuan

Klien kurang mengerti tentang penyakit jiwa yang diderita dan kurang

(10)

g. Aspek medik

Dx medis : Skizofrenia Katatonik

Rencana terapi dan tindakan

Chlorpromazine 2 x 100 mg

Haloperidol 2 x 5 mg

Trihexypenidil 2 x 2 mg

B. Analisa Data

No Tanggal Data Fokus Masalah

1 19/01/2009 DS : Klien mengatakan tidak berguna, tidak bisa berbuat apa-apa, apalagi menghasilkan sesuatu sehingga klien tidak bisa membantu keluarga terutama adiknya karena adiknya masih sekolah dan klien tidak bisa membantu membiayainya. Klien merasa malu dan tidak percaya diri dengan kondisi yang dialaminya saat ini.

DO : Klien sering menyalahkan dirinya sendiri, klien sering menundukkan kepala, klien banyak berdiam diri, kontak mata kurang, bicara kalau ditanya.

Gangguan konsep diri : harga diri rendah

2 19/01/2009 DS : Klien mengatakan tidak mengikuti kegiatan dalam ruangan misalnya TAK, klien mengatakan lebih suka sendirian.

DO : Klien lebih banyak diam, senang menyendiri dan tidak berinteraksi dengan teman satu ruangan.

(11)

No Tanggal Data Fokus Masalah 3 19/01/2009 DS : Klien mengatakan mendengar suara-suara

anjing yang menggonggong sebanyak 3 -4 kali, suara itu muncul dimalam hari, klien menjerit.

DO : Senyum dan tertawa sendiri, menghindar dengan orang lain, diam dan asyik sendiri.

Perubahan Sensori Persepsi : Halusinasi Pendengaran

4 19/01/2009 DS : Klien mengatakan ingin melanjutkan kuliah 4 tahun yang lalu tetapi tidak mempunyai biaya karena kondisi keluarga yang tidak mampu. Klien juga ingin bekerja dan ingin mempunyai gaji yang banyak sedangkan klien hanya lulusan SMA. Klien juga ingin membantu adiknya yang masih sekolah padahal klien tidak b ekerja.

DO : Waktu luang hanya dihabiskn untuk melmun dan mondar -mandir.

Ideal Diri tidak Realistik

C. Masalah Keperawatan

1. Harga diri rendah

2. Isolasi sosial

3. Perubahan sensori persepsi : Halusinasi

(12)

D. Pohon Masalah

Perubahan Sensori Persepsi : halusinasi

Isolasi Sosial

Ideal diri tidak Realistik

E. Diagnosa Keperawatan

1. Gangguan konsep diri : Harga diri rendah

2. Isolasi sosial

3. Gangguan perubahan sensori persepsi : halusinasi dengar

4. Ideal diri tidak realistik

F. Perencanaan Keperawatan

Perencanaan Tgl No Dx Dx Keperawa tan

Tujuan Kriteria Evaluasi Intervensi 19/01 /2009 1 Gangguan konsep diri : harga diri rendah Klien memiliki konsep diri yang positif 1. Klien dapat membina hubungan saling percaya Setelah … x interaksi, klien menunjukkan ekspresi wajah bersahabat, menunjukkan rasa senang, ada kontak mata, mau berjabat

1. Bina hubungan saling percaya dengan menggunakan prisip komunikasi terapeutik : a. Sapa klien

(13)

tangan, mau menyebutkan nama, mau menjawab salam, klien mau duduk berdampingan dengan perawat, mau mengutarakan masalah yang dihadapi

dengan ramah baik verbal maupun non verbal b. Perkenalkan diri dengan sopan c. Tanyakan nama lengkap dan nama panggilan yang disukai klien d. Jelaskan tujuan pertemuan e. Jujur dan menepati janji f. Tunjukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya g. Beri perhatian dan perhatikan kebutuhan dasar klien 2. Klien dapat mengidentifikas i aspek positif dan kemampuan yang dimilliki Setelah … x interaksi klien menyebutkan : 1. Aspek positif dan

kemampuan yang dimiliki klien 2. Aspek positif keluarga 3. Aspek positif lingkungan klien 1. Diskusikan dengan klien tentang : a. Aspek positif yang dimiliki klien, keluarga, lingkungan b. Kemampuan yang dimiliki klien

(14)

daftar tentang : a. Aspek positif klien, keluarga, lingkungan b. Kemampuan yang dimiliki klien

3. Beri pujian yang realistis, hindarkan memberi penilaian negatif 3. Klien dapat menilai kemampuan yang dimiliki untuk dilaksanakan Setelah … x interaksi klien menyebutkan kemampuan yang dapat dilaksanakan 1. Diskusikan dengan klien kemampuan yang dapat dilaksanakan Diskusikan kemampuan yang dapat dilanjutkan pelaksanaannya 4. Klien dapat merencanakan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki Setelah … x interaksi klien membuat rencana kegiatan harian

1. Rencanakan bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai kemampuan klien : a. Kegiatan mandiri b. Kegiatan dengan bantuan 2. Tingkatkan kegiatan

(15)

pelaksanaan

kegiatan yang dapat klien lakukan 5. Klien dapat melakukan kegiatan sesuai rencana yang dibuat Setelah … x interaksi klien melakukan kegiatan sesuai jadwal yang dibuat

1. Anjurkan klien untuk melaksanakan kegiatan yang telah direncanakan 2. Pantau kegiatan

yang dilaksanakan klien

3. Beri pujian atas usaha yang dilakukan klien 4. Diskusikan kemungkinan pelaksanaan kegiatan setelah pulang 6. Klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang ada Setelah … x interaksi klien memanfaatkan sistem pedukung yang ada di keluarga

1. Beri pendidikan kesehatan pada keluarga tentang cara merawat klien dengan harga diri rendah 2. Bantu keluarga memberikan dukungan selama klien di rawat 3. Bantu keluarga menyiapkan lingkungan di rumah

(16)

G. Implementasi dan Evaluasi

No Hr /Tgl/ Jam

Dx Kep Implementasi Evaluasi TT 1 Senin, 19 Jan ’09, Jam 11.00 Gangguan konsep diri : HDR Sp1p 1. Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki pasien

2. Membantu pasien menilai kemampuan pasien yang masih dapat digunakan

3. Membantu pasien memilih kegiatan yang akan dilatih sesuai dengan kemampuan pasien

4. Melatih pasien kegiatan yang dipilih sesuai kemampuannya

5. Membimbing pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan pasien

S : Klien mengatakan nama saya Tn. A alamat Kendal, kegiatan yang dilakukan dirumah yaitu membantu bersih-bersih rumah dan nonton tv, klen mengatakan kegiatan yang dilakukan di RSJ yaitu senam pagi, jalan-jalan, menyapu, mengepel dan mencicu gelas.

O : Suara klien lamban, ekspresi wajah ceria, kontak mata tidak dapat dipertahankan oleh perawat.

A : Tn. A mampu mengidentifikasi

kemampuan dan aspek positif yang dimiliki. Tn. A mampu menilai kemampuan yang masih dapat digunakan.

Tn. A mampu memilih kegiatan yang akan dilatih sesuai dengan kemampuan. Tn. A mampu melatih sesuai kegiatan yang dipilih sesuai kemampuannya.

(17)

Tn. A mau belajar membuat dan mengisi jadwal kegiatan harian P : k : Menganjurkan klien

untuk menerapkan rencana kegiatan yang telah dibuat bersama. Menganjurkan pada pasien untuk mempraktekkan kemampuan yang dimiliki baik di RS/di rumah.

Anjurkan klien untuk menyusun dalam jadwal harian. p : Melanjutkan Sp2p 2 Kamis, 22 Jan ’09, Jam 11.00 Gangguan konsep diri : HDR Sp2p 1. Memvalidasi masalah dan latihan sebelumnya 2. Melatih kegiatan kedua (atau selanjutnya) yang dipilih sesuai kemampuan 3. Membimbing pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

S : Klien mengatakan masih ingat apa yang dilakukan kemarin. Klien mampu menyapu, mengepel dan mencuci gelas. Klien mengatakan sudah membuat jadwal kegiatan harian.

O :Klien mampu membersihkan ruangan, menyapu dan mengepel, setelah makan klien mencuci gelas. Klien mampu membuat jadwal kegiatan harian sesuai kemampuan.

(18)

1. Klien bisa menyapu dan mengepel

2. Klien bisa mencuci gelas

3. Klien tersenyum saat diberi pujian

A : Klien mampu memvalidasi masalah dan latihan sebelumnya. Klien melakukan kegiatan sesuai dengan kemampuan, klien sudah belajar memasukkan jadwal kegiatan harian. P :k : Menganjurkan klien untuk

menerapkan rencana kegiatan yang telah dibuat bersama. Menganjurkan klien untuk memasukka kedalam jadwal kegiatan harian.

p : Melanjutkan Sp2p Melanjutkan Sp keluarga agar pasien mendapat dukungan dari keluarga. 3 Jumat, 23 Jan ‘09 Gangguan konsep diri : HDR Sp2p 1. Memvalidasi masalah dan latihan sebelumnya 2. Melatih kegiatan kedua

(atau selanjutnya) yang dipilih sesuai kemampuan

S : Klien mengatakan sudah melakukan kegiatan yaitu menyapu, mengepel dan mencuci gelas.

O : Klien mampu membersihkan ruangan, menyapu, mengepel dan mencuci gelas dank lien

(19)

3. Membimbing pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

memasukkannya dalam jadwal kegiatan harian. A : Klien mampu memvalidasi

masalah dan latihan sebelumnya. Klien melakukan kegiatan sesuai dengan kemampuan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian. P : k : Menganjurkan klien untuk melakukan dan mempraktekkan kegiatan yang dipilih. Menganjurkan klien untuk memasukkan dalam jadwal kegiatan harian. p : Melanjutkan Sp Keluarga Melanjutkan Sp2p 4 Sabtu, 24 Jan ‘09 Gangguan konsep diri : HDR Sp2p 1. Memvalidasi masalah dan latihan sebelumnya 2. Melatih kegiatan kedua

(atau selanjutnya) yang dipilih sesuai kamampuan

3. Membimbing pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

S : Klien mengatakan telah melakukan kegiatan yang sudah ada di jadwal kegiatan harian, pasien mau melakukan kegiatan yang belum dilakukan di ruang yaitu menata ruangan dan membersihkan kamar mandi dan klien mau memasukkan kedalam jadwal kegiatan harian.

(20)

O : Klien mampu membersihkan ruangan, menyapu, mengepel dan mencuci gelas, klien juga akan melaksanakan kegiatan yang kemarin belum dilaksanakan yaitu menata ruangan dan membersihkan kamar mandi.

A : Klien mampu memvalidasi masalah. Klien mampu melatih kegiatan keduayang sesuai dengan kemampuan, membimbing apsien memasukkan dalam kegiatan harian.

P : k : Meganjurkan klien untuk melakukan kegiatan yang kemarin belum dilakukan yaitu menata ruangan dan membersihkan kamar mandi. Memasukkan kedalam jadwal kegiatan harian. p : Melanjutkan Sp Keluarga Melanjutkan Sp1p menarik diri 5 Minggu, 25 Jan ‘09 Gangguan konsep diri : HDR Sp2 Keluarga 1. Mendiskusikan masalah yang S : Keluarga Tn. A mengetahui pengertian HDR : penilaian yang negatif terjadi diri

(21)

2. Menjelaskan

pengertian, tanda gejala harga diri rendah yang dialami pasien beserta proses terjadinya

3. Menjelaskan cara merawat pasien harga diri rendah

Keluarga Tn. A mengatakan tanda dan gejalanya: merendahkan diri, putus asa dan menyendiri.

O : Keluarga kooperatif, keluarga ada kontak mata, keluarga bisa menjelaskan pengertian, tanda gejala harga diri rendah.

A : Keluarga mampu mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga. Keluarga mampu menjelaskan pengertian, tanda gejala harga diri rendah yang dialami pasien beserta proses terjadinya. Keluarga mampu menjelaskan cara merawat pasien harga diri rendah. P : kel : Anjurkan keluarga

untuk memberi dukungan, melatih kemampuan pasien. p : Lanjutkan Sp2 Kel 6 Minggu, 25 Jan ‘09 Gangguan konsep diri : HDR Sp2 Keluarga 1. Melatih keluarga mempraktekkan cara merawat pasien dengan harga diri rendah

S : Keluarga Tn. A mengatakan mau mempraktekkan cara merawat pasien HDR yang diajarkan perawat

(22)

2. Melatih keluarga melakukan cara merawat langsung kepada pasien harga diri rendah

O : Keluarga kooperatif

Keluarga ada kontak mata. Keluarga mau mempraktekkan yang diajarkan perawat.

A : Keluarga mampu mempraktekkan cara merawat pasien dengan HDR, keluarga mampu melakukan cara merawat langsung pasien HDR. P : kel : Anjurkan keluarga

untuk melakukan cara yang telah diajarkan perawat.

p : Lanjutkan Sp3 Kel Pasien pulang

Referensi

Dokumen terkait

Perbedaan penelitian ini dengan penelitian oleh Ariadani dan Yadnyana (2016) dan Kritanti dan Fitrianingsih (2013) adalah mengubah variabel moderasi dari likuiditas yang

rangkaian tema berseri yang diadakan selama bulan September 2016. Kiranya hikmat dari Allah dan kasih karunia-Nya yang besar terpancar dalam ibadah kita, dan Yesus Kristus

DUKUH KUPANG 44 158 SURABAYA Jl Wachid hasym 159 SURABAYA jl.usman sadar no.22 160 SURABAYA jl.jombang 5 babat-lamongan 161 SURABAYA jl.kalimantan no.144 gresik 162 SURABAYA

Pengujian terhadap objek dengan latar belakang yang berbeda ini dimaksudkan untuk melihat sejauh mana latar belakang memberikan pengaruh terhadap proses deteksi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Group Investigation berbasis Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan pemecahan

Pada karya tulis ini, dibahas aplikasi spesifik bluetooth, antara lain servis-servis apa saja yang disediakan oleh teknologi bluetooth; cara kerja bluetooth

Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, Infeksi cacing saluran pencernaan ini dievaluasi pada kambing betina yang dipelihara oleh petani kakao

Metode Mendidik Anak Menurut Pemikiran Abdullah Nashih Ulwan (Telaah Buku Pendidikan Anak dalam Islam Pasal Metode Pendidikan yang Berpengaruh pada Anak).. Skripsi, Jurusan