1
BAB III
GAMBARAN UMUM WILAYAH STUDI
3.1 Gambaran Umum Kabupaten Lampung Timur
3.1.1 Kondisi Fisik Geografi Kabupaten Lampung Timur
Berdasarkan kondisi geografis, Kabupaten Lampung Timur memiliki batas-batas wilayah. Sebelah Utara berbatas-batasan dengan Kabupaten Lampung Tengah dan Kabupaten Tulang Bawang, sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Lampung Selatan, sebelah Timur berbatasan dengan Laut Jawa dan sebelah Barat berbatasan dengan Kota Metro dan Kabupaten Lampung Tengah. Secara keseluruhan, Kabupaten Lampung Timur terdiri atas 24 Kecamatan. Salah satunya adalah Kecamatan Labuhan Ratu dan Kecamatan Braja Slebah.
Sumber : BAPPEDA Kab. Lampung Timur, 2011
3.1.2 Kondisi kependudukan
1) Kependudukan Kabupaten Lampung Timur
Gambar 3.2 Menjelaskan jumlah penduduk yang ada di Kabupaten Lampung Timur tahun 2017.
Sumber: BPS Lampung Timur, 2020
Gambar 1.2 Persentase Jumlah Penduduk Kabupaten Lampung Timur 2017
Berdasarkan gambar 3.2 diketahui bahwa Kabupaten Lampung Timur pada tahun 2017 memiliki jumlah penduduk sebesar 1.027.476 jiwa yang terdiri atas 525.169 jiwa penduduk laki-laki dan 502.307 jiwa penduduk perempuan.
2) Kependudukan Desa Labuhan Ratu IX
Gambar 3.3 menjelaskan jumlah penduduk yang ada di desa Labuhan Ratu IX pada tahun 2020.
51,09 %
48,91 %
Jumlah Penduduk Kabupaten Lampung Timur Tahun 2017
laki-laki perempuan
Sumber : BPS Lampung Timur. 2020
Gambar 1.3 Jumlah Penduduk Desa Labuhan Ratu IX
Berdasarkan gambar di atas, dapat diketahui bahwa jumlah penduduk desa Labuhan Ratu IX pada tahun 2020 sebanyak 1.512 jiwa. Yang terdiri atas 791 jiwa berjenis kelamin laki-laki dan 721 jiwa berjenis kelamin perempuan.
3) Kependudukan Desa Braja Yekti
Gambar 3.4 menjelaskan jumlah penduduk yang ada di desa Braja Yekti pada tahun 2020.
Sumber: BPS Lampung Timur, 2020
Gambar 1.4 Jumlah Penduduk Desa Braja Yekti, 2019 52%
48%
Jumlah Penduduk Desa Labuhan Ratu IX Tahun 2020
Laki-laki Perempuan
52% 48%
Jumlah Penduduk Desa Braja Yekti Tahun 2020
Laki-laki Perempuan
Berdasarkan gambar di atas dapat diketahui bahwa jumlah penduduk di desa Braja Yekti pada tahun 2020 sebanyak 3.037 jiwa. Terdiri atas 1.568 jiwa berjenis kelamin laki-laki dan 1.469 jiwa berjenis kelamin perempuan.
4) Kependudukan Desa Labuhan Ratu VII
Gambar 3.5 menjelaskan jumlah penduduk yang ada di desa Labuhan Ratu VII pada tahun 2020.
Sumber: BPS Lampung Timur, 2020
Gambar 1.5 Jumlah Penduduk Desa Labuhan Ratu VII Tahun 2020
Berdasarkan gambar di atas dapat diketahui bahwa pada tahun 2020 jumlah penduduk di desa Labuhan Ratu VII sebanyak 4.581 jiwa. Terdiri atas 2.337 jiwa berjenis kelamin laki-laki dan 2.244 jiwa berjenis kelamin perempuan.
5) Kependudukan Desa Braja Harjosari
Gambar 3.6 menjelaskan jumlah penduduk yang ada di desa Braja Harjosari pada tahun 2020
51% 49%
Jumlah Penduduk Desa Labuhan Ratu VII Pada Tahun 2020
Laki-laki Perempuan
Sumber: BPS Lampung Timur, 2020
Gambar 1.6 Jumlah Penduduk Desa Braja Harjosari Tahun 2020
Berdasarkan gambar di atas, diketahui bahwa jumlah penduduk desa Braja Harjosari pada tahun 2020 sebanyak 6.216 jiwa. Terdiri atas 3.177 jiwa berjenis kelamin laki-laki dan 3.039 jiwa berjenis kelamin perempuan.
3.2 Gambaran Umum Taman Nasional Way Kambas 3.2.1 Sejarah Taman Nasional Way Kambas
Taman Nasional Way Kambas (TNWK) merupakan satu dari dua kawasan konservasi yang berbentuk Taman Nasional di Provinsi Lampung selain Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Taman Nasional Way Kambas ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 670/Kpts-II/1999 tanggal 26 Agustus 1999. Kawasan TNWK memiliki luas kurang lebih 125,631.31 Ha. Secara geografis Taman Nasional Way Kambas terletak antara 40°37’-50°16’ lintang selatan dan antara 105°33’ - 105°54’ bujur timur. Pada tahun 1924 kawasan hutan Way Kambas dan cabang disisihkan sebagai daerah hutan lindung, bersama-sama dengan beberapa daerah yang tergabung didalamnya.
51% 49%
Jumlah Penduduk Desa Braja Harjosari Pada Tahun 2020
Laki-laki Perempuan
Pada tahun 1978 Suaka Margasatwa Way Kambas diubah menjadi Kawasan Pelestarian Alam (KPA) oleh Menteri Pertanian dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 429/Kpts-7/1978 tanggal 10 Juli 1978 dan dikelola oleh Sub Balai Kawasan Pelestarian Alam (SBKPA). Kawasan Pelestarian Alam Diubah Menjadi Kawasan Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) yang dikelola SBKSDA dengan luas 130.000 Ha. pada tahun 1985 dengan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 177/Kpts-II/1985 tanggal 12 oktober 1985. Pada tanggal 1 April 1989 bertepatan dengan Pekan Konservasi Nasional di Kaliurang Yogyakarta, dideklarasikan sebagai Kawasan Taman Nasional Way Kambas Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 444/Menhut-II/1989 pada tanggal 1 April 1989 dengan luas 130.000 Ha.
Kemudian pada tahun 1991 atas dasar Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 144/Kpts/II/1991 tanggal 13 Maret 1991 dinyatakan sebagai Taman Nasional Way Kambas, dimana pengelolaannya oleh Sub Balai Konservasi Sumber Daya Alam Way Kambas yang bertanggung jawab langsung kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam II Tanjung karang. Dengan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 185/Kpsts-II/1997 tanggal 13 Maret 1997 dimana Sub Balai Konservasi Sumber Daya Alam Way Kambas dinyatakan sebagai Balai Taman Nasional Way Kambas (Balai Taman Nasional Way Kambas,2019).
3.2.2 Kondisi Fisik Geografi
Taman Nasional Way Kambas secara administrasi berada di Kabupaten Lampung Timur dan Lampung Tengah, yang berbatasan langsung dengan 36 desa, pada 10 Kecamatan dan dalam 3 Kabupaten, yaitu Lampung Timur, Lampung Tengah dan Tulang Bawang. Desa penyangga membentang dari selatan sampai ke utara yang terletak di bagian barat kawasan dan bagian timur dibatasi oleh pantai timur laut jawa. Terdapat 35 desa penyangga di sekitar Taman Nasional Way Kambas. Beberapa desa penyangga pada kawasan Taman Nasional Way Kambas diantaranya ialah Desa Labuhan Ratu VII, Labuhan Ratu IX, Braja Yekti dan Desa Braja Harjosari yang
berada di Kecamatan Labuhan Ratu dan Kecamatan Braja Slebah (Balai Taman Nasional Way Kambas,2019).
3.2.3 Wisata
Taman Nasional Way Kambas terbagi menjadi 3 (tiga) wilayah, diantaranya : 1. SPTN (Seksi Pengelolaan Taman Nasional) I Way Kanan
SPTN Way Kanan memiliki 4 RPTN (Resort Pengolahan Taman Nasional) yaitu, RPTN Way Kanan, RPTN Rawa Bunder, RPTN Susukan Baru dan RPTN Wako. Seksi way kanan TNWK, memiliki lima tipe vegetasi yaitu vegetasi hutan mangrove, vegetasi hutan pantai, vegetasi hutan riparian, vegetasi hutan rawa dan vegetasi hutan dataran rendah. Kawasan SPTN Way Kanan termasuk hutan dataran rendah yang didominasi oleh meranti, merawan, keruing, medang, nangi, sempu air, mentru, tluntum, nangkan dan lain-lain.
2. SPTN II Bungur
SPTN II Bungur dibagi menjadi 4 resosrt pengelolaan, yaitu Resort Toto Projo, Resort Rantau Jaya, Resort Umbul Salam dan resort Cabang. SPTN II Bungur memiliki beberapa potensi flora dan fauna seperti Simpur Batu, Simpur Air, Meranti Kuyung, Nangi, Gajah Sumatera, Harimau Sumatera, Kijang, Kucing Emas dan Jenis-jenis Musang.
3. SPTN III Kuala Penet
RPTN Kuala Penet terletak di ujung selatan kawasan hutan Taman Nasional Way Kambas dengan luas wilayah 7.174,46 Ha. Di daerah penyangga RPTN Kuala Penet terdapat beragam fasilitas publik yang berhubungan dengan mata pencaharian masyarakat. Sepanjang sungai kuala penet sebelah luar kawasan, sampai radius satu kilometer dari bibir pantai berjajar ratusan perahu nelayan. Terdapat beberapa dermaga, tempat pelelangan ikan dan dinas perhubungan.
Taman Nasional Way Kambas melakukan pengelolaan keanekaragaman hayati yang bersifat masih liar baik flora ataupun faunanya. Salah satu jenis satwa liar yang dikelola secara lebih intensif adalah Gajah Sumatera yang ditempatkan dalam
suatu tempat yang lebih dikenal Pusat Latihan Gajah (PLG). Pada awalnya, pendirian pusat latihan gajah Way kambas ditujukan untuk mengurangi konflik antara gajah dengan manusia. Harapan kedepan pusat latihan gajah harus mampu menjadi pusat konservasi Gajah Sumatera dengan kualitas breeding-nya, pusat wisata unggulan di Provinsi Lampung. Wisata yang ada di Taman Nasional Way Kambas terdiri atas wisata pusat konservasi gajah dan wisata way kanan resort. Wisata way kanan resort terdiri atas bird watching, jungle dan kuala kambas (waykambas.org).
Pusat latihan gajah dengan gajah-gajah yang terlatih, terdiri dari gajah tangkap, latih, atraksi, kerja dan kebutuhan lainnya. pemanfaatan gajah antara lain untuk membantu penanganan konflik manusia dan satwa., penyelamatan satwa, patrol pengamanan dan alat transportasi dalam rangka mendukung pengendalian kebakaran hutan (Balai Taman Nasional Way Kambas,2019).
Sumber : dokumentasi, 2020 Sumber : dokumentasi,2020
a. Atraksi gajah b. Wisata gajah
Gambar 1.7 Kegiatan di TNWK
Fasilitas yang tersedia di Taman Nasional Way Kambas yaitu arena atraksi gajah, kolam gajah, lapangan gajah, arena tunggang gajah, guest house, mushola, gazebo, dan WC umum, serta fasilitas lainnya. adapun aksesbilitas untuk mencapai Taman Nasional Way Kambas berada di dalam kawasan dengan jarak 9 km dari pintu gerbang plang ijo. Dengan waktu tempuh 20 menit, PLG TNWK dihubungkan dengan jalan aspal hitam yang dapat dilalui oleh kendaraan roda 2 sampai roda enam termasuk bUs besar sehingga mudah untuk dijangkau.