i
PENGUKURAN BEBAN KERJA MENTAL OPERATOR PADA
BAGIAN PEMASANGAN SISTEM MEKANIK BOOGIE
DENGAN PENDEKATAN METODE SUBJECTIVE WORKLOAD
ASSESSMENT TECHNIQUE (SWAT)
(Studi Kasus PT. INKA MADIUN)Skripsi
Diajukan Kepada Universitas Muhammadiyah Malang Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Akademik
Dalam Menyelesaikan Program Sarjana Teknik
Disusun Oleh :
RAHMAT HI. BASRI TJENNO 201510140311057
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2021
xii
KATA PENGANTAR
Puji Syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengukuran Beban Kerja Mental Operator Pada Bagian Pemasangan Sistem Mekanik Boogie Dengan Pendekatan Metode Subjective Workload Assessment Technique (SWAT)”
Skripsi ini dibuat dan diajukan untuk memenuhi syarat guna memperoleh gelar Sarjana Teknik pada Fakultas Teknik di Universitas Muhammdiyah Malang. Selain itu, tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada pembaca mengenai ergonomi khususnya pengukuran beban kerja karyawan.
Selama penulisan skripsi ini, penulis banyak menerima bantuan dan dukungan sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:
1. Pertama penulis mengucupkan rasa syukur dan terimakasih kepada Allah SWT karena atas berkat dan rahmat-Nya sehingga penulisan skripsi/tugas akhir ini dapat terselesaikan.
2. Teristimewa untuk kedua Orang Tua tercinta, Ayahanda Almarhum Basri Tjenno dan Ibunda Ainun Wahid yang tidak pernah luput memberikan dukungan doa, dan semangat, serta seluruh saudara yang selalu memberikan dukungan moral dan materi untuk penulis sampai pada titik ini.
3. Ibu Dian Palupi Restuputri, S.T.,M.T selaku Dosen Pembimbing I yang memberikan waktu, tenaga serta bimbingan dalam penulisan skripsi ini. Kepada Bapak Dana Marsetiya Utama, S.T.,M.T selaku Dosen Pembimbing II yang telah memberikan masukan dan selalu mengkoreksi jika penulisan skripsi ini masih terdapat kesalahan oleh penulis.
4. Ibu Shanty Kusuma Dewi, S.T., M.T., selaku Ketua Jurusan dan seluruh Bapak/Ibu Dosen beserta staff jurusan teknik industri karena sudah memberikan pengetahuan dan wawasan yang tak terhingga sehingga penulis bisa seperti sekarang.
xiii
5. Pimpinan dan seluruh staff/karyawan PT. INKA khususnya Bapak Dian Rahmat Fauzi selaku pembimbing lapangan yang selalu memberikan arahan kepada penulis saat melakukan penelitian.
6. Tak lupa untuk keluarga Marwahe Dinoyo yang selalu memberikan waktu dan menjadi tempat bersandar untuk sejenak mengistirahatkan pikiran dikala lelah dengan aktifitas perkuliahan.
7. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh teman seperjuangan Keluarga Besar Teknik Industri B 2015 atas segala pengalaman, solidaritas yang sangat membantu penulis selama proses belajar sehingga penulis menjadi pribadi yang lebih baik seperti sekarang.
Akhir kata, rasa hormat dan terimaksih kepada semua pihak atas segala dukungan, pengalaman dan doanya, penulis hanya dapat menghaturkan doa kepada Allah SWT agar kebaikan selalu kembali menyertai mereka. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna karena adanya keterbatasan ilmu dan pengalaman yang dimiliki. Oleh karena itu, semua kritik dan saran yang bersifat membangun akan penulis terima dengan senang hati. Penulis berharap, semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang memerlukan.
Terima Kasih
Malang, 29 Maret 2021 Penulis
xiv ABSTRACT
PENGUKURAN BEBAN KERJA MENTAL OPERATOR DENGAN METODE SUBJECTIVE WORKLOAD ASSESSMENT
TECHNIQUE (SWAT) (STUDI KASUS : PT. INKA MADIUN)
Rahmat Hi Basri Tjenno1, Dian Palupi Restuputri2, Dana Marsetiya3 123Jurusan Industri, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Malang
Jl. Raya Tlogomas No.246 Malang, Jawa Timur 65144 Telp (0341) 464318/Fax (0341) 460782, 460435
E-mail : [email protected], [email protected]2, [email protected]3
The installation of boogie mechanic workshop consists of 8 workstations and 34 operators. The results of researcher’s observations showed there are several factors potentially make the operator suffer in fatigue both physically and mentally. The fatigue caused by work activities which required accuracy and the ability to think, memorize, and focus for a long time. Furthermore, the amount of workers in each workstation was not balanced. It showed by some unemployed workers during activities. Thus, a method is needed to evaluate the mental workload of operator which have the goals to find and balance the operator workload in each work station. Subjective Workload Assessment Technique (SWAT) is a method that used as a subjective measuring tool to describe the operator mental workload based on time load, mental effort load, and psychological stress load. The final result showed Minor Bushing workstation has the smallest workload value, 17.7 (low category). Others, minor swing link and spring plank has the biggest value, 64 (high category).
Keywords : SWAT, Subjective Measurement, Mental Workload
xv ABSTRAK
PENGUKURAN BEBAN KERJA MENTAL OPERATOR DENGAN METODE SUBJECTIVE WORKLOAD ASSESSMENT
TECHNIQUE (SWAT) (STUDI KASUS : PT. INKA MADIUN)
Rahmat Hi Basri Tjenno1, Dian Palupi Restuputri2, Dana Marsetiya3 123Jurusan Industri, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Malang
Jl. Raya Tlogomas No.246 Malang, Jawa Timur 65144 Telp (0341) 464318/Fax (0341) 460782, 460435
E-mail : [email protected], [email protected]2, [email protected]3
Workshop pemasangan mekanik boogie terdiri dari 8 stasiun kerja
dengan jumlah pekerja tetap adalah 34 orang. Hasil observasi peneliti terdapat beberapa faktor yang berpotensi membuat operator mengalami kelelahan secara fisik maupun mental karena aktiftas pekerjaan membutuhkan ketelitian, kemampuan berfikir, mengingat dan fokus dalam waktu yang cukup lama, selain itu pembagian jumlah tenaga kerja per stasiun kerja dirasa kurang optimal karena terdapat beberapa stasiun kerja yang menunjukan pekerjanya menganggur saat jam kerja. Sehingga dibutuhkan suatu metode untuk mengevaluasi beban kerja mental seluruh operator dengan tujuan untuk mengetahui dan menyeimbangkan aktifitas beban kerja operator antara stasiun kerja satu dengan yang lain. Peneliti mengusulkan Subjective Workload Assessment Technique (SWAT) dimana dalam aplikasinya metode ini digunakan sebagai alat pengukuran secara subjektif untuk memberkan gambaran beban kerja mental yang diterima operator berdasarkan dimensi beban waktu (Time Load), beban usaha mental (Mental Effort Load) dan beban psikologis (Psychological Stress
Load). Hasil perhitungan beban kerja mental menunjukan stasiun kerja Minor Bushing memiliki nilai beban kerja paling kecil yaitu 17,7 dengan
kategori beban kerja mental ringan dan stasiun kerja Minor Swing Link and Spring Plank memiliki nilai beban paling besar yaitu 64,0 dengan kategori beban kerja mental tinggi.
xvi
DAFTAR ISI
JUDUL ... i
LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI... ii
LEMBAR BIMBINGAN SKRIPSI ... iii
BERITA ACARA UJIAN ... vii
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN... viii
SURAT KETERANGAN PERSETUJUAN PENELITIAN PERUSAHAAN ... ix
FORM CEK PLAGIARISME... xi
KATA PENGANTAR ... xii
ABSTRAK ... xiv
ABSTRACK ... xv
DAFTAR ISI ... xvi
DAFTAR TABEL ... xix
DAFTAR GAMBAR ... xx BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Rumusan Masalah ... 2 1.3 Tujuan Penelitian ... 2 1.4 Manfaat Penelitian ... 3 1.5 Batasan Masalah ... 3
BAB II LANDASAN TEORI ... 4
2.1 Ergonomi ... 4
2.2 Pengukuran Kerja ... 4
2.3 Beban Kerja Mental ... 5
2.4 Subjective Workload Aessemng Technique (SWAT) ... 5
BAB III METODELOGI PENELITIAN ... 16
3.1 Metode Penelitian ... 16
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ... 16
xvii
3.4 Diagram Alir ... 17
3.4.1 Alir Penelitian... 17
3.4.2 Langkah Pemecehan Swat ... 18
3.5 Penjelasan Alur Penelitian ... 19
3.5.1 Studi Lapangan ... 19
3.5.2 Studi Pustaka ... 19
3.5.3 Identifikasi Masalah ... 19
3.5.4 Perumusan Masalah dan Peneteapan Tujuan ... 19
3.5.5 Pengumpulan Data ... 19
3.5.6 Tahap Pengolahan Data ... 21
3.5.7 Analisa dan Pembahasan ... 22
3.5.8 Kesimpulan dan Saran ... 23
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA ... 24
4.1 Gambaran Umum Perusahaan ... 24
4.2 Profil Workshop Pemasangan Mekanik Bogie ... 24
4.2.1 Aktifitas pekerjaan workshop PMK Bogie ... 26
4.3 Pengumpulan Data ... 28
4.3.1 Pengurutan Kartu Swat ... 28
4.3.2 Penyebaran Angket Beban Kerja ... 29
4.3.3 Rekapitulasi Hasil Urutan Beban Kartu SWAT ... 30
4.3.4 Rekapitulasi Angket Beban Kerja ... 32
4.4 Pengolahan Data ... 33
4.4.1 Tahap Penskalaan (Scale Development) ... 34
4.4.2 Penentuan Prototype... 36
4.4.3 Scaling Solution ... 38
4.4.4 Tahap Penilaian (Event Scoring) ... 39
BAB V ANALISA PEMBAHASAN... 42
5.1 Analisa Beban Kerja Mental Mental Operator PMK Bogie ... 42
5.2 Analisa Prototyping dan Analisis Kendall’s Coefficient of Concordance... 42
5.3 Analisa Penentuan Prototype ... 43
xviii
5.5 Analisa Tahap Penilaian (Event Scoring) ... 43
5.6 Analisa Hasil Penilaian Beban Kerja Mental ... 45
5.7 Pembahasan Beban Kerja Mental SWAT ... 47
5.7.1 Pembahasan Nilai dan Kategori Beban Kerja Operator Secara Individu .. 47
5.7.2 Pembahasan Nilai Beban Kerja Per Stasiun Kerja ... 48
5.8 Usulan Perbaikan ... 51
5.8.1 Usulan Perbaikan Untuk Stasiun Kerja ... 51
5.8.2 Usulan Untuk Mengendalikan Beban Kerja Operator ... 51
5.8.3 Usulan Perbaikan Prototype Time, Effort dan Stress ... 52
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN ... 53
6.1 Kesimpulan ... 53
6.2 Saran ... 54
DAFTAR PUSTAKA ... 55
xix
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Kombinasi Beban Waktu (T), Mental (E), dan Psikologis (S) ... 9
Tabel 4.1 Jumlah Pekerja pada Workshop MPK Bogie ... 24
Tabel 4.2 Durasi dan Jadwal Kerja Dalam Satu Shift ... 24
Tabel 4.3 Rekapitulasi Pengurutan Kartu Swat ... 30
Tabel 4.4 Hasil Rekapitulasi Angket Beban Kerja ... 32
Tabel 4.5 Parameter Perhitungan Koefisien Kendall ... 34
Tabel 4.6 Contoh Perhitungan Korelasi Sperman (Rs) ... 36
Tabel 4.7 Rekapitulasi Hasil Sperman ... 38
Tabel 4.8 Hasil Grup Scaling Solution ... 38
Tabel 4.9 Hasil Kategori Nilai Beban Kerja ... 39
Tabel 5.1 Kategori Prototype dab Beban Kerja Masing-Masing Pekerja ... 44
xx
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Kartu SWAT ... 10
Gambar 2.2 Kartu SWAT (Lanjutan)... 11
Gambar 2.3 Kartu SWAT (Lanjutan)... 12
Gambar 2.4 Kartu SWAT (Lanjutan)... 13
Gambar 2.5 Kartu SWAT (Lanjutan)... 14
Gambar 2.6 Kartu SWAT (Lanjutan)... 15
Gambar 3.1 Diagram Alir Penelitian ... 17
Gambar 3.2 Langkah Pemecahan SWAT ... 18
Gambar 4.1 Layout PMK Bogie ... 25
xxi
DAFTAR PUSTAKA
Firmanda, A.R., Implementasi Subjective Workload Assesment Technique (Swat) Untuk Mengukur Beban Kerja Mental Karyawan Produksi Studi Kasus Di Ud. Nagawangi Alam Sejahtera-Singosari. Jurnal Valtech, 2018. 1(1): P. 200-205. Krisnaningsih, E., K. Anwar, And S. Dwiyatno, Pengukuran Beban Kerja Mental Operator Control Room Menggunakan Metode Subjective Workload
Assesment Technique (Swat) Di Pt. Krakatau Steel (Persero) Tbk. Jurnal
Intent: Jurnal Industri Dan Teknologi Terpadu, 2019. 2(1): P. 32-44.
ratama, Ricko Galih. Pengkukuran Beban Kerja Mental Karyawan Dengan Metode
Subjective Workload Assessment Technique (SWAT) Pada Gudang Logistik
Di Pt. Molindo Inti Gas. Diss. Institut Teknologi Nasional Malang, 2020. Purwaningsih, R., & Sugiyanto, A. (2007). Analisis Beban Kerja Mental Dosen Teknik
Industri Undip Dengan Metode Subjective Workload Assessment Technique (SWAT). Jurnal Teknik Industri, 2(2), 28-39.
Putri, R., Analisis Beban Kerja Mental Pada Operator Cetak Dengan Metode SWAT (Subjective Workload Assessment Teknik) Studi Kasus Pada Express Print. 2009, Yogyakarta: UAJY.
Rahayuningsih, S. (2014). Analisis perbaikan kondisi lingkungan kerja terhadap beban kerja mental. Jurnal Teknik Industri, 15(1), 80-87.
Reid, G.B., F.T. Eggemeier, And C.A. Shingledecker, Subjective Workload Assessment
Technique. 1982, Air Force Flight Test Center Edwards AFB CA.
Sabrini, A., Rambe, J. M., & Wahyuni, D. (2016). Pengukuran Beban Kerja Karyawan dengan Menggunakan Metode SWAT (Subjective Workload
Assessment Technique) dan Work Sampling Di PT. XYZ. Jurnal Teknik
Industri USU, 4(2), 219598.
Simanjuntak, R. A. (2010). Analisis Pengaruh Shift Kerja terhadap Beban Kerja Mental dengan Metode Subjective Workload Assessment Technique (SWAT). Jurnal Teknologi, 3(1), 53-60.
xxii
Sunarto, N.N., Analisis Beban Kerja Karyawan Dengan Menggunkan Metode Swat Dan Metode Nasa Tlx (Studi Kasus Di Pt. Lg Electronics Indonesia). 2018. Wignjosoebroto, S. And P. Zaini, Studi Aplikasi Ergonomi Kognitif Untuk Beban
Kerja Mental Pilot Dalam Pelaksanaan Prosedur Pengendalian Pesawat Dengan Metode “SWAT”. Laboratorium Ergonomi Dan Perancangan Sistem Kerja Jurusan Teknik Industri. Surabaya. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, 2007.
Werune, J.J., Strategi Pemerintah Republik Indonesia Dalam Meningkatkan Ekspor Gerbong Kereta Api Ke Bangladesh Tahun 2016-2019. 2020, Universitas Hasanuddin.