Dipresentasikan dalam Sosialisasi “Pentingnya Perlindungan HKIbagi Karya
Intelektual dan Prosuk Unggulan Daerah”
Bangkalan-Madura, 28 Agustus 2013
Dr. Sabartua Tampubolon, SH, MH
Kepala Bidang Masyarakat
Asisten Deputi kekayaan Intelektual dan Standardisasi Iptek
Kementerian Riset dan Teknologi RI
Global Competitiveness Index*
beberapa negara ASEAN**
*Sumber WEF 2011, 2012 & 2013
12 Pilar Parameter Indeks Daya
Saing Global Indonesia
Peran Riset dalam Meningkatkan Daya Siang
Industri
Peran Riset dalam meningkatkan daya saing industri
dalam negeri berbasis iptek
Idea
Research
Development
& Design
Production
Market
Users
Waste
Ide
Riset
Pengembangan
& Desain
Pasar
Konsumen
Limbah
Luar Negeri Dalam Negeri
Iptek Manufaktur Perdagangan
Produksi
Tahap Industri
0. Import
1. Assembly
2. Under License
3. New Design
4. New Technology
5. Basic Research
01
3
5
4 Pemerintah mendominasi
lingkaran/spiral lainnya
Koordinasi birokratis top-down Mentalitas “proyek besar”
Industri: national champion Perguruan tinggi: terutama
berperan sebagai lembaga pengajaran
Perguruan tinggi :
melaksanakan riset dasar dan penyediaan SDM
Industri : perusahaan
terhubungkan oleh pasar
Pemerintah : dibatasi pada
penanggulangan kegagalan pasar
Mentalitas individualistik
Unit-unit antarmuka (interface)
pada garis batas yang ketat.
Pemerintah
Bisnis
Litbangya
sa & PT
1
2
3
Tri-literal network dan
Organisasi Hybrid
Hubungan/interaksi antar kelembagaan dalam “pusaran
spiral” sebagai “proses transisi tanpa akhir dan
dinamis”
Akademia Industri Pemerintah
Pemerintah
Akademia Industri
Sumber : Disesuaikan seperlunya dari Etzkowitz dan Leydesdorff (2000).
Masalah Mendasar dalam
Pembangunan Iptek Di Indonesia
1. Keterbatasan sumber daya Iptek
2. Belum berkembangnya budaya Iptek
3. Belum optimalnya intermediasi Iptek
4. Lemahnya sinergi kebijakan Iptek
5. Belum terkaitnya kegiatan riset dengan kegiatan nyata
6. Belum maksimalnya kelembagaan litbang
Motivasi Industri
Mengakses infrastruktur
penelitian dan tenaga ahli
Membantu dalam pembaruan
teknologi yang digunakan
Mendapat akses pada tenaga
kerja yang potensial
Memperluas kontak pada
komunitas lab
Meningkatkan
pre-competitive
research
Memperluas kemampuan
penelitian internal
Globalisasi
Perubahan
Teknlogi
Dinamika Pasar
& Kompetisi
Industri
Kompleksitas
Produk
Risiko
pengembangan
Litbang
Tuntutan pemegang
saham untuk
Quick Return
Regulasi
Tekanan
menurunkan
biaya produksi
Desakan
Perubahan
(dari Luar)
Desakan
Perubahan
(dari Dalam)
Tantangan Industri
Sumber teknologi utama di
perusahaan dalam negeri
Pemasuk teknologi dari
luar negeri terbesar
Sumber Teknologi di Industri Domestik
Proporsi Belanja Litbang
Sumber : Indikator Iptek, Survei Litbang Ind Manufaktur 2009 (Papiptek LIPI, 2010)
0,08 %
dari
GDP
Proporsi Belanja Litbang di Beberapa Negara
Asean
No.
Negara
Expenditures on R & D
(billion US $, PPP)
Rasio Anggaran
R & D/PDB (%), PPP
1.
Singapura
6.3
2.2 % (tahun 2011)
2.
Malaysia
2.6
0.63 % (tahun 2010)
3.
Thailand
1.46
0.25 % (tahun 2010)
4.
Indonesia
0.72
0.07 % (tahun 2010)
Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_research_and_development_spending#cite_not e-battelle-1Dampak dari tingginya dana litbang negara lain :
Jumlah keluaran litbang (publikasi dan paten) lebih tinggi dibandingkan
Indonesia yang memberikan dampak bagi peringkat daya saing
Program KRT untuk Mendukung Riset di PT
Program Insentif Riset:
Riset dasar, Riset Terapan, Peningkatan Kapasitas Iptek Sistem Produksi dan
Difusi Pemanfaatan Iptek
Program Peningkatan Efektivitas Riset Secara Sinergi antara Perguruan Tinggi
dengan Lembaga Riset
Jakstranas Iptek 2010-2014 dan ARN 2010-2014 menjadi pedoman dan berlaku
bagi seluruh pelaku dan kelembagaan Iptek, termasuk perguruan tinggi
Penguatan fungsi koordinasi dan sinkronisasi Kementerian Riset dan Teknologi
(secara fungsional meliputi level 1, 2 dan 3) melalui -Penguatan Kelembagaan,
Sumber Daya, Jaringan, Relevansi dan Produktivitas, serta Pendayagunaan Iptek
Penguatan fungsi instrumen kebijakan dalam pelaksanaan koordinasi dan
sinkronisasi pembangunan Iptek nasional, antara lain meliputi:
Pengembangan pusat unggulan
Kegiatan tematik
Pengembangan kompetensi, sertifikasi dan akreditasi lembaga dan SDM Iptek
Pengembangan konsorsium/forum litbang
Instrumen Kebijakan Riset
Pergeseran Orientasi Litbang PT
Nilai
Produk /
Jasa Iptek
Industri /
Masyarakat
Konsep /
Ilmu Pengetahuan
Litbang
Perguruan Tinggi
Tahapan Pengembangan
Laboratorium
Rekayasa
Produksi
• SDM • Finansial
14
Perbedaan Kepentingan PT vs Industri
PERGURUAN
TINGGI
INDUSTRI
Komersialisasi
Teknologi
Baru & Tepat Guna
Pendidikan
Litbang
Pengabdian
Masyarakat
Pembangunan
Ekonomi
Profit
Litbang Produk
Pengetahuan untuk
Pengetahuan
Kebebasan Akademis
Open Disclousure
Pengetahuan untuk
profit
Kerahasiahan
Limited Public Disclosure
Perlunya Hubungan PT dengan Industri
Supply-push --> Science in a steady state
Jika tidak terbentuk hubungan dengan industri, iptek
lambat berkembang
Demand-pull
--> meningkatnya kompetisi, globalisasi, teknologi
baru bersifat dinamis/ multidisiplin
Adanya tarikan dari pasar, mendorong muncul berbagai
pengetahuan baru serta kombinasi berbagai pengetahuan
yang ada
The new production of knowledge
Terciptanya suatu mekanisme baru untuk meningkatkan
pengetahuan dan menemukan pengetahuan baru, baik dari sisi
industri maupun perguruan tinggi
HKI adalah hak yang timbul dari hasil olah pikir otak
yang menghasilkan suatu produk atau proses yang
berguna bagi manusia.
Pada intinya HKI adalah hak untuk menikmati
secara ekonomis hasil dari suatu kreativitas
intelektual. Objek yang diatur dalam HKI adalah
karya-karya yang timbul atau lahir karena
kemampuan intelektual manusia.
Hak Kekayaan Intelektual (HKI) adalah padanan
kata dari Intellectual Property Rights (IPR)
LINGKUP HKI
HAK CIPTA (COPYRIGHT)
HAK KEKAYAAN INDUSTRI (INDUSTRIAL PROPERTY RIGHTS)
Paten (Patent)
Desain Industri (Industrial Design)
Merek (Trademark)
Perlindungan Varietas Tanaman(Plant Variety Protection)
Desain tata letak sirkuit terpadu (Layout design of
integrated circuit)
A. BERSIFAT KOMUNAL
B. BERSIFAT PERSONAL
FOKLORE/EKSPRESI BUDAYA TRADISIONAL
PENGETAHUAN TRADISIONAL
INDIKASI ASAL / INDIKASI GEOGRAFIS *)
SUMBERDAYA GENETIK
HAK CIPTA **)
HAK MILIK INDUSTRI
PATEN MEREK
DESAIN INDUSTRI RAHASIA DAGANG **)
DESAIN TATA LETAK SIRKUIT TERPADU VARIETAS TANAMAN
Catatan: A. Pemiliknya entitas dalam wilayah negara atau negara pemegang hak B. Pemilik dan Pemegang hak ekslusifnya orang / badan hukum
*) Kekayaan Intelektual Komunal umumnya tidak dilakukan pendaftaran kecuali Indikasi Geografis yang dilakukan pendaftaran melalui UU Merek
**) Kekayaan Intelektual Personal umumnya bersifat pendaftaran tetapi untuk Hak Cipta dan Rahasia Dagang bersifat deklaratif (tidak wajib daftar)
HKI
CAKUPAN HKI DALAM PERKEMBANGANNYA
Minimnya Jurnal dan Paten Indonesia
Gambar.1.4 Jumlah Publikasi Internasional
1996-2011
Sumber: www.scimagojr.com/countryrank/php
Tabel.1.2 Jumlah Permohonan Paten di Ind
DALAM NEGERI LUAR NEGERI DALAM NEGERI LUAR NEGERI 1991-2000 1 4.628 749 23,872 782 465 30,497 2001 4 2.901 208 813 197 24 4.147 2002 6 2.976 228 633 157 48 4.048 2003 - 2.620 201 479 163 29 3.492 2004 1 2.989 226 452 177 32 3.877 2005 1 3.536 234 533 163 32 4.498 2006 6 3.805 282 519 242 26 4,880 2007 5 4.357 279 493 209 34 5.377 2008 12 4.278 375 469 214 34 5.382 2009 2 3.761 413 342 247 38 4.803 2010 11 4.596 497 401 251 38 5.794 2011 8 4,839 533 458 236 56 6,130 2012 10 5,471 601 680 219 51 7,032 Jumlah 67 10,350 4,826 30,144 3,257 907 48,580 TAHUN
PATEN PATEN SEDERHANA Jlh PCT NON PCT DALAM NEGERI LUAR NEGERI
Publikasi dan Sitasi
Amandemen UUD 1945 yang mengamanahkan
anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN
Pemerintah mengalokasikan paling sedikit 30
persen dari dana bantuan operasional PT untuk
dana penelitian (vide pasal 89 ayat (6) UU PT)
Hasil Penelitian Sivitas Akademika (vide pasal 46
ayat (3) UU PT, antara lain:
jurnal internasional,
paten
teknologi tepat guna,
buku ajar
Pengalaman Jepang:
Suatu Perbandingan
Published disclosure
•University of California System
1.196
515
43.6
•University of Tokyo
627
313
49.9
•California Institute of Technology
549
416
75.8
•Tohoku University
527
380
72.1
•Osaka University
525
261
49.7
•Massachusetts
Institute
of
Technology
515
287
55.7
•Tokyo Institute of Technology
464
317
68.3
•Kyoto University
457
324
70.9
•University of Wisconsin
405
163
40.3
•University of Pennsylvania
392
536
136.7
Invensi dan Aplikasi Paten di Beberapa
Universitas di LN
Published Invention Patent App. (Dom) App. Rate
Source: Todai TLO
524 457 392 390 405 405 396 0 100 200 300 400 500 600 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010
Published disclosure
KYOTO UNI.
Pengungkapan Invensi di Univ. Kyoto
Source: Kyoto Uni.
Patent Application
8078 8833 10202 10048 9438 9529 1881 5085 7197 7182 6882 6980 0 2000 4000 6000 8000 10000 12000 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Invention Disclosures Patent Applications Sources : MEXTPerforma HKI Universitas di Jepang
Source: MEXT
1881 5085 7197 7282 6882 6980 581 909 1330 1808 2987 2455 0 2000 4000 6000 8000 10000 12000 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Overseas Domestic
Patent Application
Aplikasi Paten Domestik dan Asing di Jepang
Source: MEXT
Research Collaboration
9255 10728 13020 14757 16211 13786 15236 16960 18045 18525 0 5000 10000 15000 20000 25000 30000 35000 40000 2003 2004 2005 2006 2007 Entrusted Research Cooperative ResearchNumber (certfified) TLOs
4 10 11 25 31 36 39 41 42 46 46 47 42 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010J-TLO: Fakta dan Tantangan
Source: METI
Gov. Subsidies to TLOSs
0 100 200 300 400 500 600 700 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 Source: METIRoyalties Income
0 500000 1000000 1500000 2000000 2500000 3000000 3500000 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Source:METI & MEXT
Performances
39 17 31 30 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100%Loss -making licensing income ≤ 5 million ¥ offerd license ≤ 10 a year ≤ 10 employees Source: METI
Perfromance Issues
Financial issues
Bureaucratic Gridlock
The Challenges
None are
self-sustaining
TLO vs UIPC ?
loss-making TLOs (85 %) Income < 5 million yen (35%)
Licenses <10 (68 %) Employees < 10 (16%)
Sleeping university invention
The Challenges
University research issues
Start up
Tantangan J-TLO Masa Kini
•Neglecting basic
research
•Patent increased
= quality declined,
•Patent without utilization •69 % (660.000) (JPO,1999)•Rate Success
•The future
Update Beberapa
Informasi Perkembangan
Legislasi di bidang HKI
Urgensi Revisi UU Hak Cipta
Pengaturan Lembaga Manajemen Kolektif (LMK)
Perlunya ketentuan tentang pencatatan database GRTKF
Ilegal upload dan download
Visually Impaired Person (pengecualian untuk tunanetra)
Camcoder recording
Creative common license
TV Kabel
Kewenangan menutup website pelanggaran Hak cipta
Kewenangan memberi sanksi terhadap mata acara yang
melanggar Hak Cipta
Urgensi Revisi UU Paten
Perlu pengaturan pendaftaran secara elektronik Penyempurnaan pengertian Paten Sederhana untuk meningkatkan permohonan Paten
nasional khususnya di bidang obat-obatan atau farmasi.
penegasan bahwa Instansi pemerintah merupakan Pemegang Paten atas Paten yang
dihasilkan oleh inventor dalam hubungan dinas
pengaturan mengenai pemberian imbalan kepada inventor yang berasal dari instansi
pemerintah atas Paten
Kewajiban penyebutan dalam deskripsi mengenai asal sumber daya genetik dan/atau
pengetahuan tradisional
Perlu pengaturan mengenai pembayaran biaya tahunan bagi Pemegang Paten UMKM
serta lembaga penelitian dan pengembangan pemerintah.
Perlu pengaturan mengenai pemberian lisensi-wajib atas permintaan Negara
berkembang atau belum berkembang yang membutuhkan produk farmasi yang diberi paten di Indonesia untuk keperluan pengobatan penyakit yang sifatnya endemi, dan produk farmasi tersebut dimungkinkan diproduksi di Indonesia, untuk diekspor ke negara tersebut.
Perlu penyempurnaan mengenai tata cara penetapan sementara
Perlu pengaturan mengenai paralel impor tidak hanya atas produk farmasi tetapi juga produk lain yang tidak dapat dituntut secara pidana dan gugatan perdata
Urgensi Revisi UU Merek
Perluasan definisi Merek (3D, suara, aroma
hologram)
Penyesuaian dengan sistem pendaftaran
internasional Merek (Madrid Protocol)
Penyederhanaan prosedur pendaftaran Merek
Penyesuaian dengan perkembangan Trademark Law
Urgensi Revisi UU Desain
Industri
Perlindungan Hak Desain Industri untuk short cycle
product in market tanpa melalui pendaftaran
Memperjelas kriteria kebaruan desain industri
Perlu Prosedur pendaftaran yang lebih singkat dan
sederhana
Penyesuaian dengan sistem pendaftaran
internasional desain industri (Geneva Act 1999)
Indikasi Geografis yang Sudah
Terdaftar (1)
15 Purwaceng Dieng IG.00.2011.00007 ID G 000000015
16 Carica Dieng IG.00.2011.00008 ID G 000000016
17 Vanili Kepulauan Alor IG.00.2012.0006
ID G 000000017
18
19
Kopi Arabika Kalosi Enrekang Ubi Cilembu Sumedang
IG.00.2012.0001
IG.00.2012.00008
ID G 000000018
ID G 000000019