KEMITRAAN ANTAR STAKEHOLDERS DALAM
PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL KERAJINAN SEBAGAI
BASIS PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL
KABUPATEN GUNUNGKIDUL
(STUDI KASUS : KECAMATAN PATUK DAN SEMANU)
TESIS
Karya tulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister dari
Institut Teknologi Bandung
Oleh
RISNA M HASAN
NIM 25407081
PROGRAM STUDI MAGISTER PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA SEKOLAH ARSITEKTUR PERENCANAAN DAN
PENGEMBANGAN KEBIJAKAN INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
KEMITRAAN ANTAR STAKEHOLDERS DALAM
PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL KERAJINAN SEBAGAI
BASIS PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL
KABUPATEN GUNUNGKIDUL
(STUDI KASUS : KECAMATAN PATUK DAN SEMANU)
TESIS
Karya tulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister dari
Institut Teknologi Bandung
Oleh
RISNA M HASAN
NIM 25407081
Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota Institut Teknologi Bandung
Menyetujui Pembimbing
Dr. Ir. Hj. Dewi Sawitri Tjokropandjojo, MT NIP. 131 660 128
KEMITRAAN ANTAR STAKEHOLDERS DALAM
PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL KERAJINAN SEBAGAI
BASIS PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL
KABUPATEN GUNUNGKIDUL
(STUDI KASUS : KECAMATAN PATUK DAN SEMANU)
Oleh
RISNA M HASAN
NIM 25407081
Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota Institut Teknologi Bandung
Menyetujui Pembimbing
Tanggal ………..
Dr. Ir. Hj. Dewi Sawitri Tjokropandjojo, MT NIP. 131 660 128
Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan
Institut Teknologi Bandung
Ir. Tubagus Furqon Sofhani, MA., Ph.D. NIP. 132 045 674
i ABSTRAK
KEMITRAAN ANTAR STAKEHOLDERS DALAM PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL KERAJINAN SEBAGAI BASIS
PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL KABUPATEN GUNUNGKIDUL
Oleh Risna M Hasan NIM : 25407081
Dalam Pengembangan Ekonomi Lokal keberadaan industri kecil memiliki peranan yang penting karena umumnya berkembang dengan adanya semangat kewirausahaan lokal dan lebih mengutamakan pemanfaatan input bahan baku dan tenaga kerja lokal sehingga keberadaan industri kecil ini dapat berpotensi sebagai penggerak tumbuhnya kegiatan ekonomi lokal suatu wilayah. Salah satu strategi pengembangan industri kecil untuk mendukung Pengembangan Ekonomi Lokal adalah melalui kemitraan usaha sebagai salah satu upaya untuk menumbuhkan lokalitas dengan memadukan, mengorganisasi dan mentransformasi seluruh potensi lokal yang ada terutama aspek pemasaran dan pendanaan sehingga dapat menciptakan sinergi pembangunan.
Studi ini dilakukan di tiga sentra industri kecil kerajinan di Kabupaten Gunungkidul yaitu sentra industri kecil kerajinan topeng dan batik kayu di Bobung, Patuk, sentra industri kerajinan ornamen batu di Semanu, sentra industri kerajinan bambu di Semanu. Dampak keberadaan industri ini belum memberikan sumbangan yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi wilayah disebabkan lemahnya posisi tawar karena produk yang dihasilkan masih bersifat job order sehingga pengrajin sangat tergantung pada pembeli/eksportir.
Studi ini bertujuan untuk melihat pola kemitraan antar stakeholder dalam upaya pengembangan industri kecil kerajinan di Kabupaten Gunungkidul. Kemitraan yang ingin diidentifikasi adalah kemitraan antar industri kecil kerajinan, kemitraan antara industri kecil kerajinan dengan pedagang/eksportir/BUMN/Asosiasi, kemitraan antara industri kecil kerajinan dengan perguruan tinggi dan kemitraan antara industri kecil kerajinan dengan pemerintah.
Hasil studi ini menunjukkan bahwa secara umum pola kemitraan yang terjadi adalah dalam subkontrak barang setengah jadi, pola perdagangan umum antara pembeli dan produsen, pendidikan dan pelatihan, fasilitasi promosi produk industri kecil. Faktor yang mempengaruhi kemitraan secara umum adalah faktor demand masih terbatas, tidak ada komunikasi yang terbuka dan faktor kepercayaan; faktor belum ada keinginan/minat dari pedagang/eksportir, faktor motivasi bisnis; faktor keinginan, kelayakan usaha; motivasi program.
Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa pola kemitraan yang ada pada kenyataannya belum semuanya terjadi pada ketiga sentra industri kecil kerajinan yang distudi. Sentra industri kecil kerajinan yang telah melaksanakan sebagian besar pola
ii
kemitraan antar stakeholders adalah sentra bobung sehingga sentra ini lebih maju dibandingkan kedua sentra lainnya. Pola kemitraan yang seharusnya terjadi antar industri kecil kerajinan sebagai stakeholders utama adalah kemitraan dalam pemanfaatan teknologi agar menghasilkan desain-desain produk yang bernilai jual tinggi. Pola kemitraan yang terjadi di ketiga sentra industri kecil kerajinan ini belum dapat dikatakan kemitraan yang seharusnya dalam pengembangan industri kecil kerajinan karena belum berada pada kesejajaran kedudukan dan belum berdasarkan prinsip saling membutuhkan, saling memperkuat dan saling menguntungkan.
Berdasarkan hasil studi tersebut maka beberapa arahan untuk peningkatan kemitraan yang ada dapat di usulkan adalah : 1) Peningkatan kualitas produk kerajinan melalui pengembangan inovasi teknologi 2) Penguatan lembaga koperasi yang ada 3) Pemerintah mendukung pengembangan industri kecil kerajinan melalui program pemberdayaan dalam pengembangan teknologi produksi, manajemen, permodalan dan pemasaran. 4)Peningkatan peran pemerintah dalam memediasi kemitraan antara industri kecil dengan pedagang/eksportir 5) Peningkatan peran pemerintah dalam memediasi kemitraan dengan BUMN melalui sosialisasi 6) Peningkatan peran pemerintah dalam memediasi kemitraan antara industri kecil kerajinan dengan perguruan tinggi 7) Pengembangan kluster industri sebagai wujud keterkaitan usaha antar industri kecil dalam sentra,
Kata kunci : Pengembangan ekonomi lokal, industri kecil kerajinan, kemitraan usaha, stakeholders.
iii ABSTRACT
INTER STAKEHOLDERS PARTNERSHIP IN THE DEVELOPMENT OF HANDYCRAFT SMALL INDUSTRY AS THE BASIS OF LOCAL ECONOMIC
DEVELOPMENT IN GUNUNGKIDUL REGENCY RISNA M HASAN
NIM : 25407081
In Local Economic Development, the existence of small industry has an important it generally grows as result of local entrepreneurship and emphasizes more on the utilization of local labor and materials so that the existence of this small industry has potency as the driving force of the growth of local economic activities in the region. One of the small industry development strategis to support Local Economic Developmnet through business partnership as an effort to grow locality by combining, organizing, and transforming all existing local potency, especially marketing and funding in order to create development synergy.
This study was conducted in three handycraft small industries centers in Gunungkidul Regency, i.e. the center of mask and wooden batik handycraft small industry in Bobung, Patuk, the center of stone ornamnet handycraft small industry in Semanu, and the center of bamboo handycraft small industry in Semanu. The impact of existence of these industries has not contributed significantly to regional that the craftsmen are depended on the buyers/exporters.
The purpose of this study is look at the pattern of stakeholders partnership in an effort to develop handycraft small industry in Gunungkidul regency. The partnership that is going to be identified is the partnership among the handycraft small industries, partnership between handycraft small industry and buyers/exporters/BUMN/Associated, partnership between handycraft small industry and universities, and partnership between handycraft small industry and government.
The result shows that the pattern of partnership that exists are mostly in the form of sub contract of ’semi finished goods’, general trade between buyers and producers, training and education, facilitating the promotion of small industry product. Factors influencing partnership are limited demand, lack of open communication and trust, lack of willingness/interest of the traders/exporters, business motivation, willingness, business feasibility, and program motivation.
The study concludes that the existing partnership has not occurred entirely in three studied handycraft small industries. The center of handycraft small industry that has implemented some of partnership pattern is the center in Bobung, so that this center is more developed that the others. The partnership pattern that should occur among the handycraft small industries as the main stakeholders is partnership in technology utilization in order to pruduce designs with high selling vallue. The partnership pattern in these three centers has not been able to be called a partnership that should occur in the development of handycraft small industry because they are not at the
iv
same position and has not been based on the principle of needing each other, strengthening each other, and benefiting each other.
Based on the result of the study, some directions for the improvement of the partnership are proposed, i.e.: 1) improvement of the quality of the handycraft produsct through technology innovation development; 2) strengthening of the existing cooperative agency; 3) increasing government support in the development of handycraft small industry through empowerment program in the development of production technology, management, capital, and marketing; 4) increasing the role of government in mediating partnership between small industry and traders/exporters; 5) increasing the role of gevernment in mediating partnership between small industry and state-owned enterprise through socialization; 6) increasing the role of government in mediating partnership between handycraft small industry and universities; and 7) developing industrial cluster as the manifestation of business correlation among the small industries at the center.
Keywords : local economic development, handycraft small industry, business partnership, stakeholders.
v
PEDOMAN PENGGUNAAN TESIS
Tesis S2 yang tidak dipublikasikan terdaftar dan tersedia di Perpustakaan Institut Teknologi Bandung, dan terbuka untuk umum dengan ketentuan bahwa hak cipta ada pada pengarang dengan mengikuti aturan HaKI yang berlaku di Institut Teknologi Bandung. Referensi kepustakaan diperkenankan dicatat, tetapi pengutipan atau peringkasan hanya dapat dilakukan seizin pengarang dan harus disertai dengan kebiasaan ilmiah untuk menyebutkan sumbernya.
Memperbanyak atau menerbitkan sebagian atau seluruh tesis haruslah seizin Direktur Program Pascasarjana, Institut Teknologi Bandung.
vi
AMAT RUGILAH MANUSIA YANG TIDAK MEMANFA'ATKAN WAKTUNYA UNTUK BERBAKTI
Demi masa.
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati
supaya menetapi kesabaran. (Al ‘Ashr)
Kupersembahkan karya sederhana ini untuk : Papa dan Mami Tercinta
Mama Tersayang Ade – ade Tersayang
vii
KATA PENGANTAR
Segenap puji adalah milik Allah SWT semata, yang atas Rahmaan dan Rahiim-Nya sehingga tesis yang berjudul “ Kemitraan Antar Stakeholders Dalam Pengembangan Industri Kecil Kerajinan Sebagai Basis Pengembangan Ekonomi Lokal Kabupaten Gunungkidul” dapat diselesaikan dengan baik.
Pada kesempatan ini disampaikan ucapan terima kasih yang tulus atas bimbingan, dukungan, bantuan, dan doa kepada :
1. Dr. Ir. Dewi Sawitri, M.T, sebagai dosen pembimbing yang telah banyak memberikan bimbingan, masukan, arahan, dan dukungan selama penelitian dan penulisan tesis ini.
2. Bapak Ir. Andi Oetomo, MPl dan Ir. Suhirman, M.T selaku pembahas dan penguji yang telah memberikan masukan dan arahan dalam penyempurnaan tesis ini.
3. Ir. Tubagus Furgon Sofhani, MA.,Ph.D, Ir. Mangisi Irene Masnida P., M.Sc, Prof. Ir. Tommy Firman, M.Sc., Ph.D, atas segala saran, bimbingan dan masukannya selama studio pengembagan wilayah maupun penelitian dan penulisan tesis ini
4. Ir. Hastu Prabatmodjo, MS, Ph.D. sebagai Dosen Wali, atas segala arahan dalam proses penyelesain studi.
5. Ir. Siti Sutriah Nurzaman, M.T. atas kesediannya memberikana arahan dalam penelitia dan penulisan tesis ini.
6. Bapak dan Ibu staf Dosen Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota ITB atas keilkhlasannya memberikan ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat selama mejalani studi.
7. Direktur Pusbindiklatren Bappenas atas bantuan Beasiswa untuk pendidikan magister ini.
8. Bupati Gorontalo, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Gorontalo dan Kepala Bidang Perindustrian atas ijin dan bantuannya untuk menempuh pendidikan MPWK - ITB.
viii
9. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Gunungkidul atas ijin dan kemudahan dalam memperoleh data untuk penelitian ini.
10. Pengrajin Sentra Industri Kecil Kerajinan Bobung, Sentra Industri Kerajinan Ornamen Batu, Sentra Industri Kerajinan Bambu atas bantuan dan kemudahan dalam memperoleh data untuk penelitian ini.
11. Staf Tata Usaha dan Perpustakaan MPWK-ITB atas segala bantuan yang diberikan.
12. Teman-teman PWK, Teman-teman Studio Perencanaan Wilayah, atas segala dukungan moral, kerjasama dan rasa persaudaraan diantara kita.
13. Papa, Mami, Mama dan Ade-ade tercinta yang tiada henti memberikan semangat dan doa sehingga Allah SWT memberikan kemudahan dan kelancaran kepada penulis dalam menyelesaikan studi.
14. Spesial Thanks buat Dia yang telah pergi atas dukungan doa dan semangat selama penyelesaian studi.
15. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu atas segala bantuan dan dorongan langsung maupun tidak langsung.
Penulis menyadari bahwa tesis ini jauh dari sempurna sehingga tanggapan, kritik maupun saran sangat diharapkan. Semoga karya sederhana ini tetap dapat memberikan manfaat bagi pihak-pihak yang membutuhkannya.
Bandung, September 2008
ix DAFTAR ISI
ABSTRAK………. ... i
ABSTRACT ……….. ... iii
PEDOMAN PENGGUNAAN TESIS ... v
HALAMAN PERUNTUKAN ... vi
KATA PENGANTAR………… ... vii
DAFTAR ISI……….. ... ix
DAFTAR LAMPIRAN……….. ... x
DAFTAR GAMBAR…………. ... xi
DAFTAR TABEL……….. ... xii
Bab 1 Pendahuluan………… ... 1
I.1 Latar Belakang….. ... 1
I.2 Rumusan Masalah ... 2
I.3 Tujuan, Sasaran …. ... 3
I.4 Manfaat Penelitian ... 4
I.5 Ruang Lingkup ... 4
I.5 Metodologi Penelitian ... 6
I.6 Sistematika Pembahasan ... 15
Bab II Tinjauan Pustaka ……. ... 16
II.1 Konsep Pengembangan Ekonomi Lokal ... 16
II.2 Peranan Industri Kecil Kerajinan dalam Pengembangan Ekonomi Lokal ... 18
II.3 Kemitraan Usaha ... 23
II.4 Kajian Pengumpulan Data, Stakeholders dan Analisis Data ... 32
Bab III Gambaran Umum Umum ... …….. ... 36
III.1 Gambaran Karakteristik Industri di Gunungkidul ... 36
III.2 Sentra Industri Kerajinan di Gunungkidul ... 39
Bab IV Kemitraan Antar Stakeholders dalam Pengembangan Industri Kecil Kerajinan ... 45
IV.1 Pemetaan Stakeholders dalam Pengembangan Industri Kecil Kerajinan ... 45
IV.2 Identifikasi Pola Kemitraan antar Stakeholders dalam Pengembangan Industri Kecil Kerajinan ... 53
IV.3 Analisis Kemitraan antar Stakeholders dalam Pengembangan Industri Kecil Kerajinan ... 58
IV.4 Analisis Faktor-faktor yang mempengaruhi Kemitraan Antar Stakeholders ... 74
Bab V Kemitraan antar Stakeholders dan Arahan Peningkatannya dalam Pengembangan Industri Kecil Kerajinan ... 80
V.1 Temuan Studi…. ... 80
V.2 Kesimpulan…… ... 83
V.3 Arahan Peningkatan Kemitraan antar Stakeholders ... 85
V.4 Keterbatasan Studi ... 86
V.5 Saran Studi lanjutan ... 87
x
Daftar Lampiran
Lampiran A. Panduan Wawancara untuk Pengusaha Industri
Kecil Kerajinan ... 91
Lampiran A-1 Profil Pengusaha Industri yang dijadikan Responden ... 95
Lampiran A-2 Transkrip Wawancara dengan pengusaha industri ... 98
Lampiran B Wawancara untuk Instansi Pemerintah ... 110
Lampiran C Wawancara untuk Pedagang/Eksportir/BUMN/Asosiasi ... 113
xi Daftar Gambar
Gambar I.1. Peta Orientasi Wilayah Studi Kabupaten Gunungkidul ... 5
Gambar I.2. Kerangka Pemikiran Studi ... 8
Gambar I.3. Bagan Pemetaan Penentuan Sampel ... 14
xii Daftar Tabel
Tabel I.1. Indikator kemitraan antar Stakeholders ... 10
Tabel I.2. Matriks kebutuhan data, metode pengumpulan data dan sumber data ... 12
Tabel II.1. Program lembaga-lembaga pendukung pengembangan Usaha kecil……… ... 29
Tabel II.2. Faktor-faktor yang menentukan keberhasilan kemitraan ... 30
Tabel III.1. Jumlah industri berdasarkan cabang industri ... 37
Tabel III.2. Jenis Industri berdasarkan komoditi per Kecamatan ... 37
Tabel III.3. Lima sentra terbesar berdasarkan jumlah unit usaha dan penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Gunungkidul ... 40
Tabel IV.1. Interest, kepentingan dan pengaruh Stakeholders dalam pengembangan industri kecil kerajinan di Kabupaten Gunungkidul ... 49
Tabel IV.2. Pemetaan Stakeholders berdasarkan pengaruh (influence) dan kepentingan (importance) ... 51
Tabel IV.3. Indikator kemitraan yang di butuhkan ... 54
Tabel IV.4. Kemitraan antar Stakeholders dalam pengembangan Industri kecil kerajinan ... 55
Tabel IV.5. Faktor yang mempengaruhi kemitraan antar industri dalam sentra ……. ... 75
Tabel IV.6. Faktor yang mempengaruhi kemitraan industri kecil dengan pedagang/eksportir ... 76
Tabel IV.7. Faktor yang mempengaruhi kemitraan industri dengan BUMN dan Asosiasi/Yayasan ... 77
Tabel IV.8. Faktor yang mempengaruhi kemitraan industri kecil kerajinan dengan perguruan tinggi . ... 78
Tabel IV.9. Faktor yang mempengaruhi kemitraan industri kecil kerajinan dengan pemerintah . ... 79