• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMUKIMAN BUKU PELAJARAN SENI BUDAYA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEMUKIMAN BUKU PELAJARAN SENI BUDAYA"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PEMUKIMAN

BUKU PELAJARAN SENI BUDAYA

PENULIS :

SUTRISNO MURTIYOSO ENDO SUANDA KONTRIBUTOR & EDITOR:

SUGIARTI UNTUK KELAS

IX

EDISI UJI COBA PSN 2007

(2)

PEMUKIMAN

Buku Pelajaran Kesenian Nusantara Untuk Kelas IX Penulis : Sutrisno Murtiyoso Endo Suanda Kontributor: Sugiarti

Penanggung Jawab Isi: Penulis

Penanggung Jawab Administratif : LPSN

ISBN : 979-3679-08-1

© Lembaga Pendidikan Seni Nusantara

Kantor Sekretariat

Lembaga Pendidikan Seni Nusantara Jl. Sawah Lunto 65 Jakarta 12970 Tlp./Faks.: (021) 8294643, 8315084 Email : [email protected] Editor teks : Sugiarti Tim Materi AV: Adi Nugroho Ign. Satya Pandia Gatot Slametto Sampul & Tata Letak: Muhammad “Amax” Isnaini

Edisi pertama, Buku Uji Coba Lembaga Pendidikan Seni Nusantara, 2007. Dicetak terbatas untuk kalangan sendiri, didistribusikan hanya pada sekolah uji-coba LPSN, dan tidak diperdagangkan di pasaran. Kutipan akademis harus dengan ijin tertulis dari LPSN dan/atau Penulis.

Hak cipta dilindungi undang-undang Nomor 19 Tahun 2002. Dilarang memperbanyak/menyebarluaskan dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Lembaga Pendidikan Seni Nusantara.

(3)

PENGANTAR

B

uku Pemukiman ini merupakan bagian dari seri bahan ajar Pendidikan Seni Nusantara untuk pelajaran Seni-Budaya bagi siswa Kelas IX (SMP Kelas 3). Topik “pemukiman,” mungkin selintas akan tampak asing sebagai bagian pelajaran kesenian, karena seakan-akan wilayahnya tidak berkaitan. Namun demikian, pandangan LPSN agak berbeda. Kami menandai bahwa berbagai peristiwa budaya yang terjadi dalam kehidupan sosial, termasuk kesenian, terdapat dalam suatu lingkup pemukiman. Demikian juga sebaliknya, cara manusia bermukim tidak lepas dari kesenian-kebudayaan yang tumbuh di setiap wilayah. Dari sisi itu, maka sistem bermukim dari suatu kelompok sosial, merupakan bagian dari identitas budayanya yang unik. Dengan kata lain, ruang pemukiman melahirkan kebudayaan, dan sebaliknya juga kebudayaan melahirkan sistem pemukiman. Berbagai produk kesenian, baik yang berbentuk fisik maupun nonfisik, tumbuh dalam ruang dan kondisi lingkungan alam dan masyarakat penyangganya. Produk-produk kesenian tersebut berperan pula dalam mewujudkan ekspresi kelompok pemukim, sebagai bagian dari identitas budayanya.

Selain itu kesenian merupakan media atau wahana ketaatan para pemukim terhadap tata aturan atau adat istiadat setempat. Misalnya, bentuk seni rupa, musik, tari, dan teater dari suatu daerah, pola atau gayanya terkait dengan tata-cara, norma hidup, dan falsafah kelompok pemukimnya. Dengan demikian, untuk memahami sebuah pemukiman, kita tidak bisa melepaskan dari pengamatan terhadap produk budaya yang lahir di dalamnya. Atas dasar pertimbangan ini, maka LPSN menganggap penting untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan peserta didik terhadap pemukiman, melalui suatu pelajaran yang lebih sistematis. Jika sekarang nama pelajaran “kesenian” telah berubah: dari KTK, ke Kesenian, dan terakhir dalam KTSP menjadi Seni Budaya, kami rasa justru pelajaran mengenai pemukiman ini lebih merupakan keharusan dalam mengikuti perubahan itu.

Buku ini membahas pola pemukiman dari berbagai sisi, termasuk aspek sarana dan prasarananya. Namun, tekanan utamanya tetap pada aspek kebudayaan, yang memang tidak bisa lepas dari konteks pemukiman itu

(4)

iv — PEMUKIMAN

sendiri. Melalui buku ini, kami berharap kita semua akan terpanggil untuk menyadari realitas pemukiman yang ada di Indonesia, dengan berbagai permasalahannya: baik secara geografis, bentuk rumah (arsitektur), norma sosial, adat istiadat, maupun sejarahnya. Dengan meningkatnya perhatian itu, kami berharap akan muncul dua hal. Pertama, adalah tumbuhnya kreativitas para siswa dalam berkarya seni yang berkaitan dengan pemukiman—misalnya membuat peta, membuat maket, desain, model rumah, perabotan, dan lain-lain. Kedua, dari buku yang bersifat umum ini akan lahir dorongan untuk penulisan buku-buku suplemen di berbagai wilayah, mengenai tradisi pemukimannya masing-masing. Jika kedua hal ini tumbuh, kami rasa hal itu akan memberi sumbangan yang sangat berharga pada kita semua, dalam mengenal berbagai budaya pemukiman dari bangsa kita yang sangat besar, luas, dan beragam ini.

Tumbuhnya kepedulian serta kreativitas para siswa, akan mening-katkan peran aktifnya dalam meningmening-katkan kualitas lingkungan pemukiman masing-masing. Betapa pun sedikitnya, hal ini akan menjadi syarat utama, untuk terjadinya perbaikan terhadap wilayah pemukiman kita yang makin lama makin parah kerusakan sistemnya. Hanya dengan kepedulian semua pihaklah harapan terciptanya lingkungan pemukiman madani, yang memberikan kenyamanan, keamanan, dan ketentraman itu suatu saat bisa tercapai—jika bukan oleh generasi kita sekarang, mudah-mudahan oleh anak cucu kita ke depan. Apa pun alasannya, kesadaran hidup bersama dalam suatu pemukiman merupakan sesuatu yang perlu terus dijaga, agar secara menerus pula masing-masing bisa menyesuaikan diri terhadap perkembangan lingkungan alam, sosial-budaya, dan teknologi yang terus berubah semakin cepat.

Seperti halnya bahan ajar LPSN lainnya, buku Pemukiman ini pun disertai kemasan audiovisual, yang berisi klip-klip kegiatan bermukim dari berbagai tempat: lingkungan pemukiman, bentuk-bentuk rumah, cara bekerja, media transportasi, kegiatan kesenian, dan sebagainya. Namun demikian, buku ini merupakan edisi dan usaha yang pertama, yang tentu saja baik isi maupun metodologinya belum sebaik yang diharapkan. Di sana-sini pasti terdapat banyak kekurangan. Oleh sebab itu, LPSN berharap untuk mendapat masukan dan kritik baik dari para siswa, guru, serta masyarakat pada umumnya, agar buku ini menjadi lebih baik ke depan.

Semoga buku ini bermanfaat bagi kita semua.

(5)

DAFTAR ISI

PENGANTAR ... iii DAFTAR ISI ... v BAB 1 BERMUKIM ... 1 1.1. Pengertian ... 1 1.1.1 Arti Kata ... 3 1.1.2 Batasan ... 3 1.1.3 Kegiatan Bermukim ... 4 1.2 Manusia ... 8 1.2.1 Biologis ... 9 1.2.2 Sosial ... 11 1.2.3 Spiritual ... 14 1.3 Lingkungan ... 18

1.3.1 Tanah dan Lahan ... 19

1.3.2 Iklim ... 20

1.4 Norma Sosial ... 21

1.4.1 Pembagian Kerja ... 21

1.4.2 Aturan ... 23

1.4.3 Hak dan Kewajiban ... 25

1.5 Kebudayaan ... 27

1.5.1 Kesenian ... 29

1.5.2 Kesenian dan Kegunaan ... 31

1.5.3 Upacara ... 32

1.6 Bermukim dan Pemukiman ... 35

(6)

vi — PEMUKIMAN

BAB 2 PEMUKIMAN ... 39

2.1 Penduduk ... 41

2.1.1 Kegiatan Bersama ... 43

2.1.2 Organisasi Kemasyarakatan ... 46

2.2 Besaran dan Batasan Pemukiman ... 50

2.2.1 Besaran Pemukiman ... 50

2.2.2 Batasan Pemukiman ... 52

TUGAS ... 54

BAB 3: RUMAH ... 55

3.1 Penghuni Rumah ... 56

3.1.1 Kebutuhan akan Ruang ... 57

3.2 Fungsi dan Ekspresi Rumah ... 59

3.2.1 Rumah Sebagai Pernaungan dan Perlindungan.... 60

a. Cuaca dan Iklim ... 61

b. Ancaman Makhluk Lain ... 62

c. Kekuatan Alam ... 62

d. Ekspresi Martabat ... 63

3.2.2 Rumah Sebagai Ungkapan Ekspresi ... 65

3.3 Susunan Ruangan ... 67

3.3.1 Kelengkapan dan Pembagian Ruangan ... 68

3.4 Perwujudan Rumah ... 71 3.4.1 Ukuran ... 73 3.4.2 Bentuk Rumah ... 73 3.4.3 Pola Rumah ... 74 3.4.4 Tampilan Rumah ... 76 a. Bentuk Atap ... 77

b. Unsur-unsur Lain Rumah ... 78

3.4.5 Langgam atau Gaya ... 81

a. Perkembangan Zaman ... 81

b. Perkembangan Bahan Bangunan ... 83

c. Dorongan Selera Pribadi ... 84

TUGAS ... 86

BAB 4: UNSUR-UNSUR PEMUKIMAN ... 87

4.1 Prasarana Lingkungan ... 90

4.1.1 Jaringan Perhubungan ... 90

a. Jaringan Perhubungan Darat ... 93

b. Jaringan Perhubungan Air ... 98

(7)

PEMUKIMAN — vii

a. Air Bersih ... 106

b. Jaringan Air Kotor ... 109

c. Limbah Rumah Tangga ... 111

d. Energi dan Telekomunikasi ... 114

4.2 Sarana Pemukiman ... 117

4.2.1 Sarana Keamanan ... 117

4.2.2 Sarana Niaga ... 118

4.2.3 Sarana Sosialisasi dan Rekreasi ... 123

4.2.4 Sarana Pendidikan ... 125

4.2.5 Sarana Kesehatan ... 127

4.2.6 Sarana Keagamaan ... 128

4.2.7 Pemakaman ... 129

TUGAS ... 130

BAB 5: WUJUD PEMUKIMAN ... 131

5.1 Letak ... 134 1. Pegunungan ... 137 2. Dataran Tinggi ... 139 3. Dataran Rendah ... 139 4. Pesisir/Pantai ... 139 5.2 Pola Dasar ... 140

5.3 Masyarakat dan Budaya ... 144

TUGAS ... 156 BAB 6: Perubahan ... 6.1 Perubahan Alam ... 159 6.1.1 Sifat Alami ... 159 6.1.2 Perilaku Manusia ... 162 6.2 Perubahan Kebudayaan ... 164 6.2.1 Perubahan Internal ... 164 6.2.2 Perubahan Eksternal ... 166 a. Difusi ... 166 b. Percampuran Budaya ... 168 6.3 Revolusi Industri ... 169

6.3.1 Tenaga Manusia dan Mesin ... 169

6.3.2 Teknologi dan Budaya ... 172

a. Produksi dan Pemakaian ... 172

b. Bahan Sintetis dan Elektronik ... 174

6.4 Sampah ... 176

(8)

viii — PEMUKIMAN

6.4.2 Penanggulangan Sampah ... 180

6.5 Masyarakat Kota ... 184

6.5.1 Individu dan Keluarga ... 186

6.5.2 Publik ... 186

a. Ruang dan Waktu ... 186

b. Suara dan Cahaya ... 187

6.6 Perancangan ... 190

TUGAS ... 193

Referensi

Dokumen terkait

Alih media buku pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas X yang menggunakan kurikulum 2013 dapat dikemas dalam bentuk e-Pub.. Kemasan ini memiliki keunggulan dengan fitur

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : 1) kearifan lokal yang terdapat dalam cerita pendek di buku bahasa Indonesia kelas XI SMA, dan 2)

Penelitian ini akan memaparkan secara deskriptif mengenai fungsi dan bentuk implikatur pada teks anekdot yang terdapat dalam buku pelajaran bahasa Indonesia SMA

Alih media buku pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas X yang menggunakan kurikulum 2013 dapat dikemas dalam bentuk e-Pub.. Kemasan ini memiliki keunggulan dengan fitur

Penelitian terhadap penggunaan Buku Sekolah Elektronik (BSE) Batik sebagai bahan ajar Seni Budaya di SMA Negeri 2 Batu ini diharapkan beberapa manfaat sebagai berikut (1)

Bahasa yang digunakan, baik soal pilihan ganda maupun soal uraian dalam buku teks pelajaran tersebut sesuai dengan kaidah penggunaan bahasa Indonesia; tidak menggunakan bahasa yang

2 bentuk pelanggaran prinsip kesantunan dalam teks sastra pada buku teks pelajaran bahasa Indonesia kelas VIII yaitu a maksim kebijaksanaan memaksimalkan kerugian orang lain dengan

Pertama, bentuk pematuhan prinsip kesantunan dalam teks sastra pada buku teks pelajaran bahasa Indonesia kelas VIII yaitu a pematuhan maksim kebijaksanaan memaksimalkan keuntungan orang