• Tidak ada hasil yang ditemukan

LKJIP TAHUN ANGGARAN 2019

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LKJIP TAHUN ANGGARAN 2019"

Copied!
64
0
0

Teks penuh

(1)

LKJIP

TAHUN ANGGARAN 2019

DINAS KOPERASI, USAHA KECIL DAN

MENENGAH KOTA BENGKULU

JL. SERUNI NO. 027 KEL. NUSA INDAH KEC. RATU

AGUNG TELP (0736) 7322572

(2)

DAFTAR ISI

Halaman Judul

i

Daftar Isi

ii

Kata Pengantar

iv

Ringkasan Eksekutif

vi

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ...

1

B. Dasar Hukum ……….

2

C. Gambaran Organisasi ...

3

C.1. Struktur Organisasi... 3

C.2. Fungsi dan Tugas... 4

C.2.1 Fungsi... 5

C.2.2 Tugas... 5

C.2.3 Susunan Organisasi... 6

C.2.3.1 Tugas Dan Fungsi Sekretariat ... 6

C.2.3.2 Bidang Koperasi ... 6

C.2.3.3 Bidang Pengawasan... 6

C.2.3.3 Bidang Usaha Kecil Dan Menengah 7

C.3. Keadaan Pegawai... 7

C.4. Keadaan Sarana Dan Prasarana... 9

C.5. Keuangan... 10

D. Isu Strategis... 11

E. Sistematika Penulisan ... ... 14

BAB II PERENCANAAN KINERJA

A. Rencana Strategis ...

15

1. Visi dan Misi... 15

2. Tujuan dan Sasaran... 15

B. Indikator Kinerja Utama ...

17

C. Rencana Kerja Tahunan ...

18

D. Perjanjian Kinerja tahun 2019 ...

19

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

A. Capaian Kinerja Organisasi... 22

A.1.1. Target dan Realisasi Capaian Kinerja... 22

A.1.2. Realisasi Tahun 2019 dengan Realisasi

Tahun 2018... 23

(3)

A.1.3. Realisasi Tahun 2019 dengan Realisasi

Renstra... 25

A.1.4. Perbandingan Target dan Capaian Kinerja

Sasaran RPJMD... 27

A.1.5. Capaian Indikator Kinerja sasaran perjanjian

Kinerja (PK) Walikota Bengkulu Tahun

2019... 28

A.1.6. Target Indikator Kinerja sasaran perjanjian

Kinerja (PK) Walikota Bengkulu Tahun

2020... 32

A.1.7. Analisis Penyebab Keberhasilan/Kegagalan

serta alternatif solusi yang dilakukan... 33

A.1.8. Analisis atas Efisiensi Penggunaan Sumber

Daya ... 37

A.1.9. Analisis Program / Kegiatan yang

menunjang keberhasilan atau kegagalan

Pencapaian Pernyataan Kinerja... 38

B. Realisasi Anggaran ...

48

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan ...

54

B. Langkah-langkah Peningkatan Kinerja di Masa

(4)

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah Yang Maha Kuasa yang telah

memberikan kekuatan dan petunjukNya sehingga Laporan

Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Dinas Koperasi, Usaha Kecil

dan Menengah Kota Bengkulu Tahun 2019 telah disusun sesuai

rencana guna memenuhi kewajiban menyampaikan LKJIP

setelah pelaksanaan program/kegiatan APBD 2019 sebagaimana

Peraturan Presiden Nomor 29 tahun 2014 tentang Sistem

Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan

Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi

Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis

Penyusunan Penetapan Kinerja, Pelaporan Kinerja, dan Tata

Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

Dokumen LKjIP menyajikan hasil pengukuran kinerja

tahun 2019 serta evaluasi dan analisis akuntabilitas kinerjanya,

sehingga dokumen LKjIP ini dapat memberikan informasi

keberhasilan/kegagalan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan

Menengah Kota Bengkulu Tahun 2019 serta dapat diketahui

apakah program/kegiatan yang dilaksanakan telah mencapai

indikator dan target kinerja serta mengarah pada terwujudnya

visi dan misi Walikota Bengkulu. Selain itu, dokumen LKjIP juga

menyajikan dokumen perencanan dan kinerja lain seperti

Rencana Strategis (Renstra), Indikator Kinerja Utama (IKU),

Rencana Kinerja Tahunan (RKT), Rencana Kegiatan dan

Anggaran (RKA), serta Penetapan Kinerja, sehingga dokumen

LKjIP juga dapat digunakan untuk mengevaluasi konsistensi

penerapan rencana strategis yang telah ditetapkan, melalui

pelaksanaan tugas pokok dan fungsi di masing-masing Bagian

sekaligus dapat memberikan gambaran penerapan prinsip-

(5)
(6)

RINGKASAN EKSEKUTIF

(Summary Executive)

Dengan adanya sistem akuntabilitas kinerja instansi

pemerintah serta untuk mengetahui tingkat akuntabilitas tersebut,

perlu adanya Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKJIP) yang

merupakan bahan utama untuk monitoring dan evaluasi sistem

akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.

Dengan telah selesainya pelaksanaan tahun anggaran 2019,

sesuai Peraturan Presiden Nomor 29 tahun 2014 tentang Sistem

Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Dinas Koperasi, Usaha

Kecil dan Menengah Kota Bengkulu wajib menyusun LKjIP. Dokumen

LKjIP merupakan bentuk pertanggungjawaban atas keberhasilan dan

kegagalan pelaksanaan tugas Pada tahun anggaran 2019 Dinas

Koperasi dan UKM Kota Bengkulu .

Secara umum nilai capaian kegiatan, program dan kebijakan

yang dilakukan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota

Bengkulu sudah berjalan dengan baik hal ini terlihat pada

Pengukuran Kinerja Kegiatan (PKK) dan Penetapan Kinerja Tahun

2019.

Sedangkan upaya yang dilakukan agar kinerja Dinas Koperasi

dan UKM Kota Bengkulu lebih baik dan akuntabel antara lain

melakukan reorientasi terhadap program/kegiatan yang kurang tepat

sasaran, meningkatkan kualitas dokumen perencanaan, melakukan

sinkronisasi antara dokumen perencanaan, terutama dengan merevisi

dokumen IKU, serta memanfaatkan secara nyata hasil evaluasi

kinerja sebagai bahan perbaikan pelaksanaan program/kegiatan.

Untuk dana APBD Rp. 3.946.138.890 semua kegiatan telah

terealisasi Rp. 3.851.108.943 dengan capaian 97,59 %, dan untuk

dana APBN sebesar Rp. 469.000.000 telah terealisasi Rp.

465.103.071 atau 99,17%. ( DAK Non Fisik / APBN )Kendala lain

yang terjadi adalah perlunya peningkatan kualitas Sumber Daya

(7)
(8)

DAFTAR TABEL :

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKJIP) DINAS

KOPERASI DAN UKM

KOTA BENGKULU

Tabel 1.1. Jumlah pegawai Dinas Koperasi Dan UKM

Berdasarkan status Kepegawaian dan jenis kelamin.

Tabel 1.2. Jumlah pegawai Dinas Koperasi Dan UKM

Berdasarkan Golongan / Kepangkatan.

Tabel 1.3. Jumlah pegawai Dinas Koperasi Dan UKM

Berdasarkan Pendidikan

Tabel 1.4. Daftar Aset Dinas Koperasi Dan UKM Kota

Bengkulu tahun 2019

Tabel 2.0. Target Sasaran dan Indikator Kinerja Sasaran

RPJMD periode 2019-2021.

Tabel 2.1. Indikator Kinerja Utama (IKU) Dinas Koperasi dan

UKM Kota Bengkulu tahun 2019

Tabel 2.2. Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Dinas Koperasi dan

UKM Kota Bengkulu tahun 2019

Tabel 2.3. Perjanjian Kinerja Dinas Koperasi dan UKM Kota

Bengkulu tahun 2019

Tabel 3.1. Taget dan realisasi Capaian Perjanjian Kinerja Dinas

Koperasi dan UKM Kota Bengkulu 2019

Tabel 3.2 Perbandingan Capaian Perjanjian Kinerja Dinas

Koperasi dan UKM Kota Bengkulu 2019 dengan

tahun sebelumnya

Tabel 3.3. Perbandingan Capaian Perjanjian Kinerja tahun

2019 dan Target Renstra

(9)

Tabel 3.4. Perbandingan Target dan Capaian Kinerja Sasaran

RPJMD periode 2019-2021

Tabel 3.5. Capaian Indikator Kinerja Sasaran Perjanjian

Kinerja (PK) Walikota Bengkulu Tahun 2019

Tabel 3.6. Target Indikator Kinerja Sasaran Perjanjian Kinerja

(PK) Walikota Bengkulu Tahun 2020

Tabel 3.7. Analisis Pencapaian Indikator Kinerja Sasaran

Tahun 2019

Tabel 3.8. Analisis Efisiensi Penggunaan Sumber Daya

Tabel 3.9. Realisasi Penggunaan Anggaran Kegiatan Dinas

Koperasi dan UKM Kota Bengkulu tahun 2019

Tabel 3.10. Selisih Anggaran Dinas Koperasi dan UKM Kota

Bengkulu tahun 2018 dan tahun 2019 berdasarkan

Jenis Belanja

(10)

DAFTAR GAMBAR :

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKJIP) DINAS

KOPERASI DAN UKM KOTA BENGKULU

Gambar 01. Struktur Organisasi Dinas Koperasi dan UKM Kota

Bengkulu

(11)

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Terselenggaranya Good Governance merupakan prasyarat utama untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dalam mencapai tujuan dan cita-cita bangsa dan negara. Dalam rangka itu diperlukan pengembangan dan penerapan sistem petanggungjawaban yang tepat, jelas dan nyata sehingga penyelengaraan pemerintahan dan pembangunan dapat berlangsung secara berdaya guna, berhasil guna dan dapat dipertanggungjawabkan serta bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Akuntabilitas merupakan sebuah wujud kewajiban untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai tujuan dan sasaran–sasaran yang telah ditatapkan melalui suatu media pertanggungjawaban yang dilaksanakan secara periodik.

Berangkat dari pemikiran tersebut, pemerintah menetapkanPeraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.Peraturan Presiden tersebut mewajibkan setiap entitas Akuntabilitas Kinerja menyusun dan menyajikan Laporan Kinerja atas prestasi kerja yang telah dicapai berdasarkan penggunaan anggaran yang telah dialokasikan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, laporan kinerja merupakan bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah atas penggunaan anggaran. Hal terpenting yang diperlukan dalam penyusunan laporan kinerja adalah pengukuran kinerja dan evaluasi serta pengungkapan

(12)

(disclosure) secara memadai hasil analisis terhadap pengukuran kinerja.

Dalam hal ini, penyusunan LKjIP

Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan

Menengah Kota Bengkulu

Tahun 2019 dimaksudkan sebagai perwujudan

peran serta Inspektorat Kota Bengkulu untuk mewujudkan akuntabilitas dan pencapaian kinerja dalam pelaksanaan visi dan misi yang telah ditetapkan. LKjIP

Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah

Kota Bengkulu

Tahun 2019 juga dimanfaatkan sebagai alat untuk

memperbaiki kinerja

Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota

Bengkulu

di tahun yang akan datang.

B. DASAR HUKUM

Peraturan perundang-undangan yang menjadi dasar dalam penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP)

Dinas

Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu

, antara lain :

1. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat RI Nomor XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme;

2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme; 3. Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem

Perencanaan Pembangunan Nasional;

4. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

6. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;

7. Peraturan Daerah Kota Bengkulu Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Bengkulu;

(13)

8. Peraturan Walikota Bengkulu Nomor 44 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Badan Daerah Kota Bengkulu;

9.. Peraturan Daerah Kota Bengkulu Nomor : 05 Tahun 2018 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Bengkulu Tahun Anggaran 2019;

10. Peraturan Walikota Bengkulu Nomor : 50 Tahun 2018 tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bengkulu Tahun Anggaran 2019

C. GAMBARAN ORGANISASI

C.1 Struktur Organisasi

Struktur organisasi

Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah

Kota Bengkulu

berdasarkan Peraturan Walikota Bengkulu Nomor 42

(14)

Gambar 01

Struktur Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota

Bengkulu

1. Uraian T

C. 2. FUNGSI DAN TUGAS

Selanjutnya mengenai Uraian Tugas dan Fungsi

Dinas Koperasi,

Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu

diatur berdasarkan Peraturan

Walikota Bengkulu Nomor 55 Tahun 2016 tentang Uraian Tugas dan Fungsi Dinas Koperasi Dan UKM Kota Bengkulu.

BIDANG KOPERASI BIDANG

PENGAWASAN USAHA KECIL DAN BIDANG

MENENGAH KEPALA DINAS KOPERASI,

USAHA KECIL DAN MENENGAH KOTA BENGKULU SEKRETARIS SUB BAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN SUB BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN KEUANGAN Jabatan Fungsional SEKSI PERMODALAN KOPERASI SEKSI KELEMBAGAAN KOPERASI SEKSI KEPATUHAN DAN PENERAPAN SANKSI SEKSI PEMERIKSAANUSAHA DAN PENILAIAN KESEHATANSIMPAN PINJAM SEKSI PEMERIKSAAN KELEMBAGAAN SEKSI PRODUKSI DAN PEMASARAN USAHA KECIL SEKSI PERMODALAN USAHA KECIL SEKSI PENGEMBANGAN DAN RESTRUKTURISASI USAHA KECIL SEKSI JARINGAN USAHA KOPERASI UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS SAMISAKE

(15)

Uraian Fungsi dan Tugas

Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan

Menengah Kota Bengkulu

dapat dijelaskan sebagai berikut :

C. 2.1 FUNGSI

Dalam melaksanakan tugas Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu mempunyai fungsi :

a. penyusunan Program di bidang Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah.

b. perumusan kebijakan teknis di bidang Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah.

c. pemberian rekomendasi izin usaha simpan pinjam untuk koperasi dengan wilayah keanggotaan dalam Daerah Kota Bengkulu.

d. pemberian rekomendasi izin pembukaan kantor cabang, cabang pembantu dan kantor kas koperasi simpan pinjam untuk koperasi dengan wilayah keanggotaan dalam Daerah Kota Bengkulu.

e. penilaian kesehatan koperasi simpan pinjam /unit simpan pinjam koperasi yang wilayah keanggotaan dalam Daerah Kota. f. pendidikan dan latihan perkoperasian bagi koperasi yang

wilayah keanggotaan dalam Daerah Kota Bengkulu.

g. pemberdayaan dan perlindungan koperasi yang wilayah keanggotaan dalam Daerah Kota Bengkulu.

h. pemberdayaan dan pengembangan usaha mikro.

i. pemeriksaan dan pengawasan koperasi yang wilayah keanggotaan dalam Dalam Daerah Kota Bengkulu.

j. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di bidang Koperasi, Usaha Kecil dan Menegah.

k. pelaksanaan administrasi Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menegah. dan

l. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan Walikota terkait dengan tugas dan fungsinya.

A. C.2.2 TUGAS

Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah mempunyai tugas membantu Walikota melaksanakan Urusan Pemerintahan yang

(16)

menjadi kewenangan Daerah dan tugas pembantuan di Bidang Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah.

C. Susunan Organisasi

Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu terdiri dari :

1. Kepala Dinas. 2. Sekretariat. 3. Bidang Koperasi. 4. Bidang Pengawasan. 5. Bidang Usaha Kecil

6. Unit Pelaksana Teknis Dinas. dan 7. Kelompok Jabatan Fungsional. D. Tugas dan Fungsi Sekretariat

1. Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris yang bertugas memberi pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi dalam lingkungan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah.

2. Sekretariat Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu terdiri atas :

a. Sub Bagian Penyusunan Program dan Keuangan b. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

E. Bidang Koperasi

1. Bidang Koperasi dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang bertugas melaksanakan urusan koperasi dalam lingkungan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah.

2. Bidang Koperasi terdiri atas : a. Seksi Kelembagaan Koperasi b. Seksi Permodalan Koperasi c. Seksi Jaringan Usaha Koperasi

F. Bidang Pengawasan

1. Bidang Pengawasan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang bertugas melaksanakan pengawasan perkoperasian di Bidang Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah.

(17)

a. Seksi Pemerikasaan Kelembagaan.

b. Seksi Pemeriksaan Usaha dan Penilaian Kesehatan Simpan Pinjam.

c. Seksi Kepatuhan dan Penerapan Sanksi. G. Bidang Usaha Kecil Dan Menengah

Bidang Usaha Kecil dan Menengah dipimpin oleh seorang Kepala Bidang dan bertugas melaksanakan pemberdayaan dan pengembangan Usaha Kecil di bidang Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah.

C. 3. Keadaan Pegawai

Jumlah ASN pada Dinas Koperasi Dan UKM dilihat dari berdasarkan Status Kepegawaian dan Jenis kelamin dapat dijelaskan sebagai berikut : Laki-laki 28 orang ( 46 %) dan Perempuan 51 orang ( 54 %) dengan Jumlah keseluruhan 79 orang.

Tabel 1.1

JUMLAH PEGAWAI DINAS KOPERASI DAN UKM

BERDASARKAN STATUS KEPEGAWAIAN DAN JENIS KELAMIN No PEGAWAI Jenis Kelamin Jumlah

Laki-laki Perempuan A. Pegawai Negeri Sipil

1. Kepala Dinas 1 0 1 2. Sekretariat 4 4 8 3. Bidang Koperasi 4 4 8 4. Bidang UKM 0 5 5 5. Bidang Pengawasan 1 5 6 B. Pegawai Kontrak 6. Tenaga Kontrak 18 33 51 Total 28 51 79

Jumlah ASN pada Dinas Koperasi Dan UKM dilihat dari Golongan/Pangkat dapat dijelaskan sebagai berikut : 4 orang ( 14

(18)

%) Golongan IV, 22 orang ( 78 %) Golongan III dan sisanya 2 orang ( 8 %) Golongan II.

Tabel 1.2

JUMLAH PEGAWAI DINAS KOPERASI DAN UKM BERDASARKAN GOLONGNAN/KEPANGKATAN

No PEGAWAI GOLONGAN JUMLAH II III IV 1. Kepala Dinas 0 0 1 1 2. Sekretariat 1 6 1 8 3. Bidang Koperasi 1 7 0 8 4. Bidang UKM 0 4 1 5 5. Bidang Pengawasan 0 5 1 6 Total 2 22 4 28

Pegawai ASN pada Dinas Koperasi Dan UKM maupun Tenaga kontrak Sebanyak 16 orang ( 20 %) berpendidikan SMU dan Diploma III , berpendidikan Sarjana (S-1) sebanyak 58 orang ( 73 %) sisanya 5 orang ( 7 %) yang berpendidikan Pasca Sarjana (S-2) ASN maupun tenaga Kontrak yang tersebar pada berbagai macam konsentrasi Ilmu.

Tabel 1.3

JUMLAH PEGAWAI DINAS KOPERASI DAN UKM BERDASARKAN PENDIDIKAN

No PEGAWAI PENDIDIKAN JUMLAH SMA/D3 S-1 S-2 1. Kepala Dinas 0 1 0 1 2. Sekretariat 2 5 1 8 3. Bidang Koperasi 1 7 0 8 4. Bidang UKM 1 3 1 5 5. Bidang Pengawasan 0 3 3 6 6. Tenaga Kontrak 12 39 0 51 Total 16 58 5 79

(19)

C. 4. Keadaan Sarana Dan Prasarana

Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi pada Dinas Koperasi Dan UKM Kota Bengkulu didukung dengan beberapa peralatan/Asset, baik yang bersifat umum maupun khusus, Asset Dinas Koperasi Dan UKM Kota Bengkulu diperoleh dari hasil pengadaan yang didanai sepenuhnya oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sejauh ini telah cukup untuk memadai untuk menunjang kinerja sebagaimana Tabel berikut.

Tabel 1.4

DAFTAR ASSET DINAS KOPERASI DAN UKM KOTA BENGKULU TAHUN 2019

No. Jenis Sarana Dan Prasarana

Jumlah (Unit)

Kondisi Tanah & Bangunan

a. Kantor b. Rumah Dinas 1 Unit 1 Unit Baik Baik Kendaraan a. Roda Empat b. Roda Dua 4 Unit 84 Unit Baik Baik 76, 8 Rusak berat Peralatan Kantor a. Komputer b. Mesin Ketik c. Mesin Hitung d. Wireles e. Printer f. Faximile g. Laptop 18 Unit 2 Unit 1 Unit 2 Unit 11 Unit 1 Unit 11 Unit Baik 7, 11 Rusak berat Baik Baik Baik Baik Baik Baik

(20)

Perlengkapan Kantor a. Meja Biro b. Meja ½ Biro c. Kursi Direksi d. Kursi Chitos e. Kursi Plastik f. Kursi Kayu g. Kursi Tamu h. Meja Rapat i. Kipas Angin

j. Lemari Arsip Kayu k. Lemari Arsip Besi l. Filling Kabinet

m. Papan White Board n. Telpon o. AC 6 Unit 31 Unit 3 Unit 2 Unit 30 Unit 10 Unit 1 Unit 3 Unit 7 Unit 18 Unit 1 Unit 6 Unit 10 Unit 1 Unit 6 Unit Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik 2, 4 Rusak berat Baik 2, 4 Rusak berat Baik Baik

Total 281 unit Baik = 254 unit Rusak berat = 27 unit

C. 5. Keuangan

Dukungan Dana dan Anggaran dari Pemerintah Daerah Kota Bengkulu untuk melakasanakan tugas dan fungsi oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu di Tahun 2019 berasal dari APBD Kota Bengkulu.

Untuk mendukung pelaksanaan program yang berkaitan langsung dengan Indikator sasaran strategis maupun program pendukung yang tercermin dari pelaksanaan DPA Tahun Anggaran 2019 disediakan pagu anggaran sebesar Rp

(21)

dan tunjangan ) Rp 2.973.645.000,00 dan Belanja langsung: Rp 3.946.138.890,00.

Dengan demikian total anggaran Dinas Koperasi Dan UKM Kota Bengkulu Tahun Anggaran 2019 Realisasi penggunaan anggaran berdasarkan Program dan kegiatan sejumlah Rp. 6.567.123.042,00 dengan Persentase Realisasi Keuangan Sebesar 94,90%. Untuk dana APBD Rp. 3.946.138.890 semua kegiatan telah terealisasi Rp. 3.851.108.943 dengan capaian 97,59 %, dan untuk dana APBN sebesar Rp. 469.000.000 telah terealisasi Rp. 465.103.071 atau 99,17%. ( DAK Non Fisik/APBN).

D. ISU STRATEGIS (Strategic Issued)

1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian dan peraturan pelaksanaannya mengamankan bahwa koperasi baik sebagai gerakan ekonomi rakyat maupun sebagai badan usaha berperan serta untuk mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945

2. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2008 tentang UMKM menyebutkan bahwa pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah perlu diselenggarakan secara menyeluruh optimal dan berkesinambungan melalui pengembangan iklim yang kondusif.

Berdasarkan analisa lingkungan strategis tersebut maka permasalahan utama atau ISU STRATEGIS yang dihadapi oleh Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu adalah sebagai berikut :

Masih rendahnya dan kurangnya kemampuan manajemen dan permodalan bagi koperasi dan UKM , sehingga menyebabkan rendahnya kontribusi sektor Koperasi dan UKM , Rendahnya kapasitas manajerial koperasi dan UKM, Rendahnya kapasitas SDM pengelola koperasi dan UKM terhadap pertumbuhan ekonomi khususnya di Kota Bengkulu.

Beberapa Permasalahan dalam pelaksanaan pembangunan Sektor Koperasi Usaha Kecil dam Menengah (UKM) di Kota Bengkulu, di antaranya :

(22)

1. Kesadaran koperasi tentang pentingnya penilaian kesehatan koperasi masih kurang dalam aspek yang duimulai untuk memenuhi kewajiban kewajiban.

2. Kesadaran koperasi untuk menyampaikan laporan triwulan masih kurang.

3. Pengelolaan koperasi masih belum mematuhi standar akuntansi keuangan

4. Belum semua koperasi menggunakan pembukuan secara tertib. 5. Semua usaha kecil dan menengah wajib mengurus seluruh

perizinan yang dibutuhkan.

6. Masih rendahnya akses koperasi terhadap berbagai sumber daya produktif, sarana dan prasarana usaha.

7. Masih kurangnya jumlah koperasi yang berkualitas serta masih lemahnya citra koperasi di kalangan masyarakat.

8. Perlu pembinaan dan motivasi koperasi koperasi yang tidak aktif.

Koperasi Usaha Kecil dan Menengah merupakan bagian terpenting yang mencerminkan akan kemajuan kesejahteraan bagian terbesar masyarakat Indonesia dan masyarakat Bengkulu pada khususnya. Ini mengingat besarnya potensi yang dimiliki Koperasi Usaha Kecil dan Menegah yang ditunjukan olehdengan kegiatan usaha yang mencakup hampir seluruh lapangan usaha serta tersebar di 9 Kecamatan Kota Bengkulu.

Oleh karena itu pemberdayaan koperasi, usaha kecil dan menengah menjadi sangat strategis untuk mendukung peningkatan produktivitas, penyediaan lapangan pekerjaan yang semakin luas dan peningkatan pendapatan bagi masyarakat miskin. Hal ini merupakan suatu peluang sekaligus tantangan yang harus ditangani secara berkelanjutan.

Tugas Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Menengah Kota Bengkulu pada hakekatnya merupakan upaya merumuskan program, kebijakan dan memberikan pelayanan perijinan perkoperasian serta pembinaan kepada koperasi dan UKM sudah menunjukkan kemajuan, masih terdapat permsalahan yang di hadapi oleh koperasi dan UKM khususnya di Kota Bengkulu..

(23)

Masalah SDM ini akan berdampak pada produktivitas dan pengelolaan manajemen. Kemampuan UMKM yang berkembang saat ini belum cukup merata pada seluruh UMKM karena terbatas jumlah dan kualitas dari lembaga pengembangan bisnis demikian pula dengan keterbatasan akses modal dan informasi pasar.

Dinas Koperasi Usaha kecil dan Menengah sangat pentingnya pembangunan di bidang ekonomi melalui ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

Koperasi dan UKM merupakan bagian penting yang mencerminkan akan kemajuan kesejahteraan bagian terbesar khususnya masyarakat di Kota Bengkulu.

Oleh karena itu, pemberdayaan UMKM menjadi semaki strategis intuk mendukung peningkatan produktivitas, penyediaan lapangan kerja yang lebih luas, dan peningkatan pendapatanbagi masyarakat miskin. Secara umum UMKM masih menghadapi rendahnya kualitas sumber daya seperti kurang terampilnya SDM dan kurangnya jiwa kewirausahaan, rendahnya penguasaan teknologi dan manajeme, serta informasi pasar. Masalah SDM ini akan berdampak pada rendahnya tingkat produktivitas dan kualitas pengelolaan manajemen.

Dinas Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah Kota Bengkulu

dalam

penyelenggaraan pemerintahan daerah terdapat pada beberapa fungsi utamanya yang dapat dijelaskan sebagai berikut: Dari visi, misi dan tujuan yang telah ditetapkan, maka langkah selanjutnya adalah menetapkan cara pencapaian atau bagaimana mengupayakan agar tujuan dapat tercapai. Adapun cara mencapai tujuan yang meliputi penetapan Sasaran, Kebijakan, Program dan Kegiatan.

Strategi yang digunakan adalah mengembangkan berbagai pendekatan kepada berbagai pihak terkait (stakeholders) untuk diajak berpartisipasi aktif dalam mencapai visi dan misi guna terwujudnya sasaran, kebijakan, program dan kegiatan Dinas Koperasi, Dalam melaksanakan Misinya Dinas Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah Kota Bengkulu senantiasa mencermati

(24)

perubahan-perubahan yang terjadi di tengah masyarakat.Pengaruh yang berasal dari lingkungan internal maupun eksternal menjadi bahan kajian untuk mengevaluasi misi menuju kesempurnaan dan pencapaian hasil yang optimal.

E. SISTEMATIKA PENULISAN

Sistematika penulisan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah adalah sebagai berikut:

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

B. Dasar Hukum

C. Gambaran Organisasi

D. Sistematika Penulisan

BAB II PERENCANAAN KINERJA

A. Rencana Strategis

B. Indikator Kinerja Utama

C.

Rencana Kerja Tahunan

D.

Perjanjian Kinerja

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

A. Capaian Kinerja Organisasi

B. Realisasi Anggaran

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan

B. Langkah-langkah Peningkatan Kinerja di Masa Yang Akan

Datang

(25)

BAB II

PERENCANAAN KINERJA A. RENCANA STRATEGIS

1. Visi dan Misi

Untuk mendukung Visi Walikota Bengkulu dengan misi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance dan clean government) maka Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu memiliki visi:

“ Terwujudnya Peningkatan Kesejahteraan Rakyat Melalui Pemberdayaan Koperasi Dan Usaha Mikro Kecil Menengah “

Untuk mencapai visi tersebut, misi Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu:

1. Mewujudkan peningkatan tata kelola dan kinerja aparatur Dinas Koperasi Dan UKM Kota Bengkulu.

2. Mewujudkan peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan Koperasi dan UKM yang berkelanjutan.

3. Mewujudkan peningkatan kualitas kelembagaan Koperasi dan UKM menuju Kota Bengkulu yang sejahtera.

2. Tujuan dan Sasaran

Misi ke- 1. Mewujudkan peningkatan tata kelola dan kinerja aparatur Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu

1) Tujuan

Sasaran

:

:

Terlaksananya pekerjaan kantor secara efektif dan efisien

Terwujudnya pengolahan administrasi yang berkualitas, sarana dan prasarana kantor serta kerja sama dan koordinasi yang baik. 2) Tujuan

Sasaran

: :

Terwujudnya pelayanan kantor yang maksimal

Meningkatnya kenyamanan kerja 3) Tujuan

Sasaran

: :

Terwujudnya peningkatan kinerja aparatur Meningkatnya disiplin PNS Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu

(26)

4) Tujuan

Sasaran

:

:

Terwujudnya pemantauan dan evaluasi kinerja yang transparan dan akuntabel

Tercapaian kualitas monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan dan perencanaan program Dinas.

Misi ke- 2.Mewujudkan peningkatan pertumbuhan Ekonomi melalui pemberdayaan Koperasi dan UKM yang berkelanjutan.

1) Tujuan

Sasaran

:

:

Terciptanya keberpihakan iklim usaha kepada Koperasi dan UKM

Meningkatnya jumlah dan peran Koperasi dan UKM dalam perekonomian kota Bengkulu.

2) Tujuan

Sasaran

:

:

Terwujudnya peningkatan daya saing produk Koperasi dan UKM dalam pemasaran produknya.

Meningkatnya kewirusahaan, kemitraan dan pemasaran produk, pemberdayaan Koperasi dan UKM, serta jaringan usaha Koperasi dan UKM.

Misi ke- 3. Mewujudkan peningkatan kualitas kelembagaan Koperasi dan UKM menuju Kota Bengkulu yang sejahtera

1) Tujuan

Sasaran

:

:

Peningkatan akses permodalan bagi Koperasi dan UKM

Terwujudnya akses permodalan bagi Koperasi dan UKM.

2) Tujuan

Sasaran

:

:

Peningkatan SDM dan Kelembagaan Koperasi dan UKM

Terwujudnya SDM, Pengelolaan Koperasi dan UKM yang berkualitas dan Koordinasi pelaksanaan kebijakan program.

3) Tujuan Sasaran

: :

Peningkatan Pertumbuhan ekonomi Kreatif Terciptanya peningkatan produk unggulan daerah dan pemanfaatan sistem teknologi informasi.

(27)

Target Sasaran dan Indikator Kinerja Sasaran RPJMD Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu dalam lingkup makro yang berkaitan dengan target yang tertuang dalam RPJMD Tahun 2019-2023 pada tabel dibawah ini :

Tabel. 2.0

Target Sasaran dan Indikator Kinerja Sasaran RPJMD Periode 2019 – 2021

No Sasaran No Indikator Sasaran

Satuan Target Kinerja 2019 2020 2021

1 2 3 4 5 7 8 8

1 Meningkatnya kontribusi sektor Koperasi dan UKM terhadap pertumbuhan ekonomi 1 Persentase koperasi yang meningkat SHU nya Koperasi 2% 4% 6% 2 Persentase peningkatan kelas usaha mikro ke kecil UKM 3% 6% 7%

B. INDIKATOR KINERJA UTAMA Dinas Koperasi Dan UKM

Indikator Kinerja Utama Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan

Menengah Kota Bengkulu Tahun 2019 yang digunakan sebagai acuan dalam penetapan sasaran kinerja Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu Tahun 2019 dan sebagai pedoman dalam Perjanjian Kinerja Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu Tahun 2019 disajikan dalam tabel 2.1 dibawah ini: :

(28)

Tabel 2.1

Indikator Kinerja Utama Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu

NO SASARAN STRATEGIS IKU KETERANGAN

1. Meningkatnya kualitas Koperasi dan UKM

- Persentase Peningkatan kelas usaha mikro ke kecil

- Persentase koperasi yang sehat

- Persentase peningkatan omzet UKM

C. RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2019

Rencana Kerja Tahunan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu Tahun 2019 yang digunakan Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu Tahun 2019.

Tabel. 2.2

Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Tahun 2019

No Sasaran Strategis

Indikator Kinerja Target Program Dan Kegiatan

1 2 3 4 5 1 Meningkatnya kualitas Koperasi dan UKM Persentase Peningkatan kelas usaha mikro ke kecil

3% Program : Pengembangan sistem pendukung usaha bagi UMKM

Kegiatan : Pendataan UKM

Kota Bengkulu

Persentase koperasi yang sehat

2 % Program : Pengembangan

Sistem Pendukung Usaha bagi Usaha

Kegiatan : Penilaian kesehatan koperasi

Program : Pengembangan

Kewirausahaan dan

Keunggulan kompetitif usaha kecil menengah

Kegiatan : Pemberdayaan

anggota koperasi melalui

(29)

manajemen keusahaan usaha

Persentase

peningkatan omzet UKM

6% Program : Pengembangan sistem pendukung usaha bagi UMKM

Kegiatan : Penyelenggaraan

promosi produk UMKM

Perencanaan Kinerja Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu dalam lingkup makro yang berkaitan dengan target yang tertuang dalam RPJMD Tahun 2019-2023.

D. PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2019

Perjanjian kinerja pada dasarnya adalah pernyataan komitmen yang mempresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelolanya.Perjanjian kinerjaini merupakan tolok ukur evaluasi akuntabilitas kinerja pada akhir tahun 2019.

Penyusunan Perjanjian Kinerja ini didasarkan pada Peraturan Menteri Negara PAN dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja Dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Acuan dalam menyusun Penetapan Kinerja tahun 2019 tidak terlepas dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2020.

Perjanjian Kinerja adalah lembar/dokumen yang berisikan penugasan dari pimpinan yang lebih tinggi kepada pimpinan instansi yang lebih rendah untuk melaksanakan program/kegiatan yang disertai dengan indikator kinerja.

Melalui perjanjian kinerja, terwujudlah komitmen penerima amanah dan kesepakatan antara penerima amanah dan pemberi amanah atas kinerja terukur tertentu berdasarkan tugas, fungsi dan wewenang serta sumber daya yang tersedia.Kinerja yang disepakati tidak dibatasi pada kinerja yang dihasilkan atas kegiatan tahun yang bersangkutan, tetapi termasuk kinerja

(30)

(outcome)yang seharusnya terwujud akibat kegiatan tahun-tahun

sebelumnya. Dengan demikian target kinerja yang diperjanjikan juga mencakup outcome yang dihasilkan dari kegiatan tahun-tahun sebelumnya, sehingga terwujud kesinambungan kinerja setiap tahunnya.

Perjanjian Kinerja sebagai bagian tidak terpisahkan dari Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) ini merupakan upaya dalam membangun manajemen pemerintahan yang transparan, partisipatif, akuntabel dan berorientasi hasil, yaitu peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan rakyat.

Perjanjian Kinerja Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu Tahun 2019 secara ringkas dapat diuraikan sebagai berikut :

Tabel 2.3

Perjanjian Kinerja Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu Tahun 2019

NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET

1. Meningkatnya kualitas Koperasi dan UKM

- Persentase Peningkatan kelas usaha mikro ke kecil

3%

- Persentase koperasi yang sehat 2%

- Persentase peningkatan omzet UKM

6%

Untuk mencapai kinerja yang diharapkan dari sestiap sasaran strategis tersebut, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu merencanakan melaksanakan 7 Program Kerja dengan 28 Kegiatan Tahun Anggaran 2019.

(31)

AKUNTABILITAS KINERJA

A . CAPAIAN KINERJA ORGANISASI

Capaian kinerja makro berkaitan dengan sasaran dan

indikator dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah

Daerah (RPJMD) periode 2019 – 2023 yang terkait dengan

kontribusi Dinas Koperasi Dan UKM Kota Bengkulu diuraikan

sebagai berikut :

A.1.1. Target dan Realisasi Capaian Kinerja Dinas Koperasi

dan UKM Kota Bengkulu Tahun 2019

Tabel 3.1

untuk setiap pernyataan Kinerja Sasaran Strategis pada

tabel berikut :

Target Dan Realisasi Capaian Perjanjian Kinerja Dinas Koperasi,

Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu Tahun 2019

SASARAN

INDIKATOR

TARGET

Realisasi

SATUAN VOLUME

1

2

3

4

5

Meningkatnya kualitas Koperasi dan UKM

1.

Persentase peningkatan kelas usaha mikro ke kecil

UKM

3%

6,16 %

2. Persentase Koperasi yang sehat

Koperasi

2%

5,5%

3. Persentase Peningkatan omzet UKM

UKM

6%

11,2 %

(32)

Dari tabel 3.1 dapat kita lihat dalam Perjanjian

Kinerja Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota

Bengkulu Tahun Anggaran 2019 untuk Untuk Sasaran 1

indikator 1 mencapai target dari 4251(3%) pelaku usaha

(UKM) realisasinya 4322 UKM dengan bertambahanya

UKM Kelas Kecil sebesar (6,16 %), capaian indikator

persentase pertumbuhan UMKM sudah menjadi 71

UMKM yang naik kelas target sesuai pendataan di

lapangan secara riil.

Secara umum capaian indikator pada sasaran 1

indikator 2 untuk

Persentase Koperasi yang sehat

dapat

dicapai sesuai dengan terget. Sehingga capaian kinerja

tercapai 5,5 %. Apabila dibandingkan dengan volume

Jumlah target sebesar 2 % pada tahun 2019.

Untuk sasaran 1 indikator 3 Kenaikan

Persentase Peningkatan omzet UKM

dari volume target sebesar (6 %)

untuk realisasinya (11,2 %). Ini disebabkan semakin

meningkatnya Pendataan dan Sosialisasi UMKM dalam

Volume Penjualan.

A.1.2. Realisasi tahun 2019 dengan realisasi tahun 2018

Perbandingan Capaian Kinerja Dengan tahun

sebelumnya pencapaian kinerja Dinas Koperasi, Usaha

Kecil dan Menengah Kota Bengkulu Tahun Anggaran

2019 dengan tahun sebelumnya dapat dilihat dalam

tabel 3.2 sebagai berikut :

(33)

Tabel 3.2

Perbandingan Capaian Perjanjian Kinerja Dinas

Koperasi,Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu

Tahun Anggaran 2019 dengan Tahun Sebelumnya

SASARAN INDIKATOR SATUAN REALISASI 2018 REALISASI 2019 1 2 3 4 5 Meningkatnya kualitas Koperasi dan UKM Persentase peningkatan kelas usaha mikro ke kecil UKM

0,23%

6,16 %

Persentase Koperasi yang sehat Koperasi

4,4 %

5,5 %

Persentase Peningkatan omzet UKM UKM

1,69%

11,2 %

Dari tabel 3.2 di atas terlihat bahwa pada tahun 2019

terdapat terdapat peningkatan realisasi sebelumnya.

beberapa indikator kinerja yang pencapaian kinerjanya tidak

sama dengan tahun sebelumnya, dan ada juga ada yang

meningkat. untuk pencapaian kinerja Sasaran 1

Meningkatnya produktivitas UMKM terdiri dari 2 indikator

yang mana Persentase peningkatan kelas usaha mikro ke

kecil terjadi kenaikan realisasi untuk perbandingan tahun

2019 dengan realisasi 6,16 % .Dikarenakan pelaku UKM

sudah produktif usahanya. Pada tahun 2019 persentase

kenaikan volume penjualan UMKM yang difasilitasi

pemasarannya meningkat 5,93% capaian realisasinya

dibanding tahun sebelumnya.

(34)

Beberapa faktor penyebab peningkatan indikator

jumlah Persentase koperasi yang Sehat ini tidak lepas dari

pembinaan yang dilakukan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil

dan Menengah Kota Bengkulu, dukungan dana melalui

program Peningkatan kualitas kelembagaan Koperasi

dengan

kegiatan

Pembinaan

pengawasan,

dan

pengembangan koperasi berprestasi dan kegiatan Monitoring,

evaluasi dan pelaporan. Untuk pencapaian kinerja Sasaran 2

terdiri yang mana indikator persentase Persentase koperasi

yang Sehat terjadi Kenaikan untuk tahun 2019 dengan

realisasi 5,5 % koperasi. Dan pada tahun 2019 persentase

jumlah anggota koperasi yang sehat mengalami kenaikan

sebesar 1,1 % dengan Target volume sebesar 2 %.

pencapaian kinerja Sasaran 3

Persentase Peningkatan omzet UKM

yang mana Persentase

Peningkatan omzet UKM

terjadi

kenaikan realisasi untuk tahun 2019 dengan realisasi 11,2

%. sebesar 9,51 % dibanding tahun sebelumnya.

A.1.3. Realisasi tahun 2019 dengan realisasi Renstra

Realisasi Pencapaian Kinerja dengan target

Renstra, maka sampai dengan tahun 2019 adalah sebagai

berikut :

Tabel 3.3

Realisasi Capaian Kinerja TA 2019 dan Target Renstra

SASARAN INDIKATOR SATUAN TARGET

RENSTRA REALISASI KINERJA 2019 (%) 1 2 3 4 5 Meningkatnya kualitas Koperasi dan Persentase peningkatan kelas usaha mikro ke UKM 3% 6,16%

(35)

UKM kecil Persentase Koperasi yang sehat Koperasi 2% 5,5% Persentase Peningkatan omzet UKM UKM 6% 11,2 %

Dari tabel 3.3 terlihat pada capaian kinerja Dinas

Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu Tahun

2019 tidak dapat dibandingkan dengan Renstra karena

pencapaian kinerja Tahun 2019 sangat jauh berbeda dengan

target Renstra. Untuk perjanjian kinerja tahun 2019 ini

Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu

lebih ditujukan pada perbaikan indikator- indikator capaian

kinerja tersebut dan mengikuti arahan Peraturan Menteri

PAN RB nomor 53 Tahun 2014 tentang Perjanjian Kinerja,

Laporan Kinerja dan Reviu Laporan Kinerja. Perbandingan

antara Capaian Kinerja TA 2019 dan Target Renstra Dinas

Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu Tahun

2019 dengan standar nasional belum bisa dibandingkan

karena data standar nasional belum ada.

Laporan pelaksanaan Perjanjian Kinerja untuk Tahun

2019 ini diharapkan dapat meningkatkan Kinerja Dinas

Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu

sehingga hasil capaian kinerja dapat dibandingkan output

dan outcomenya dan sebagai acuan dalam Penyusunan

Renstra Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota

Bengkulu Tahun 2019 – 2023 agar lebih baik.

(36)

A.1.4. Perbandingan Target dan Capaian Kinerja Sasaran

RPJMD

Dari tabel di bawah terlihat bahwa terdapat dua sasaran

dengan dua indikator kinerja sasaran RPJMD yang berkaitan

dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota

Bengkulu .

Tabel 3.4

Perbandingan Target dan Capaian Kinerja Sasaran RPJMD

Periode 2019 - 2021

No Sasaran No Indikator Sasaran

Satuan Target Kinerja 2019 2020 2021

1 2 3 4 5 7 8 8

1 Meningkatnya kontribusi sektor Koperasi dan UKM terhadap pertumbuhan ekonomi 1 Persentase koperasi yang meningkat SHU nya Koperasi 2% 4% 6% 2 Persentase peningkatan kelas usaha mikro ke kecil UKM 3% 6% 7%

Untuk Sasaran 1 dengan indikator sasaran Meningkatnya

jumlah koperasi aktif target 898 untuk tahun 2018 dan

kenaikan capaian pada tahun 2019 mencapai 692, belum

mencapai target yang ditetapkan.

Pada Tahun 2019 target yang ditetapkan sebesar 898 dan

capaian kinerja Sebesar 692 , belum mencapai target yang

ditetapkan hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu :

a. Adanya pembubaran koperasi;

b. Sistem pendirian koperasi sudah menggunakan sistem online

jadi untuk melengkapi persyaratan pendirian kelompok

masyarakat agak mengalami kesulitan;

(37)

c. Adanya anjuran dari kementrian koperasi dan UKM RI untuk

mendirikan koperasi yang berkualitas bukan berdasarkan

kuantitas.

Untuk Sasaran 2 dengan indikator sasaran Meningkatnya

jumlah UKM untuk Tahun 2018 target sebesar 4.100 UKM

capaian target sebesar 4.251, pada tahun 2019 target sebesar

4.322 dan capaian target sebesar 4.322.

Indikator kinerja sudah tercapai targetnya karena setelah

dilakukan Pendataan secara riil dilapangan ada beberapa UKM

yang baru. Untuk berhasil dan tercapainya indikator ini perlu

adanya dukungan masyarakat pelaku usaha dan pembinaan

yang dilakukan Pemerintah Kota Bengkulu Melalui Dinas

Koperasi dan UKM Kota Bengkulu serta didukung oleh iklim

yang kondusif untuk berusaha terutama dari segi keamanan dan

infastruktur yang berhubungan dengan UKM.

A.1.5. Capaian Indikator Kinerja Sasaran Perjanjian Kinerja

(PK) Walikota Bengkulu Tahun 2019

Dari tabel di bawah terlihat bahwa terdapat dua indikator

kinerja sasaran Sasaran Perjanjian Kinerja (PK) yang

berkaitan dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah

Kota Bengkulu .

(38)

Tabel 3.5

Capaian Indikator Kinerja Sasaran Perjanjian Kinerja

(PK) Walikota Bengkulu Tahun 2019

No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target 2019 Realisasi 2019 Capaian (%) Target/ Angka Tingkat Provinsi nasional Permasalahan Strategi / Langkah yang sudah dilakukan Perangkat daerah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 Meningkat nya kontribusi sektor Koperasi dan UKM terhadap pertumbu han ekonomi Persentase koperasi yang meningkat SHU nya 2 7,5 3,75% 0 Melakukan klasifikasi Koperasi -Melakukan Kemitraan dengan BUMN - Dana Bergulir SAMISAKE Dinas Koperasi Dan UKM Persentase peningkata n kelas usaha mikro ke kecil 3 6,16 2,053 % 0 Belum mempunyai pembukuan sehingga kesulitan di dalam menginput volume usaha memberikan bimbingan teknis masalah pembukuan - Melakukan kemitraan - Pendataan UKM Dinas Koperasi Dan UKM

Untuk Sasaran 1 dengan indikator Kinerja Persentase koperasi

yang meningkat SHUnya sudah mencapai Realisasi capaian

sebesar 7,5 % dari target dari 2 % Pada Tahun 2019 target yang

ditetapkan sehingga nilai capaian yang didapat 3,75 % hal ini

disebabkan oleh beberapa faktor yaitu :

Melakukan klasifikasi Koperasi ,Melakukan Kemitraan dengan

BUMN dan monev Bergulir SAMISAKE sehingga

Meningkatkanya partisipasi kontributif anggota Koperasi dengan

(39)

cara memberikan pemahaman kepada anggota tentang

pentingnya partisipasi dalam koperasi bagi dirinya sebagai

anggota, transparan, jujur, terbuka, sedangkan untuk

meningkatkan partisipasi insentif dengan cara menurunkan

tingkat bunga dan pemberian hadian lebaran. serta

Meningkatkan pelayanan kepada anggota, yakni dengan cara

tidak memberikan syarat apa pun kepada anggota yang ingin

meminjam, pelayanan bisa dilakukan selain di kantor, dan jika

anggota ingin melunasi pinjaman lebih cepat dari perjanjian

maka cukup mengembalikan sisa utang saja tanpa ada bunga.

selain Meningkatkan Modal Koperasi, yakni dengan cara

menaikkan simpanan wajib anggota dan SHU yang diperoleh

anggota tidak dibagikan namun di masukkan kedalam simpanan

khusus SHU. Sementara Target yang dibuat terlalu kecil

dikarenakan Koperasi di Kota Bengkulu dengan tingkat

klasifikasi Koperasi masih berjalan.

Untuk Sasaran 2 dengan indikator Kinerja Persentase

peningkatan kelas usaha mikro ke kecil pada tahun 2019 target

sebesar 3 dan Realisasi sebesar 6,16 dengan Capaian 2,053, %

indikator Kinerja Persentase peningkatan kelas usaha mikro ke

kecil sudah meningkat capaiannya karena diakibatkan beberapa

hal antara lain :

1. Pertumbuhan UMKM dari tahun ketahun mengalami

peningkatan kualitas dan kuantitas menunjukkan bahwa

keinginan dan kemauan masyarakat untuk membangun

usaha masih relative tinggi sesuai dengan potensi dan

menjadi

sentra-sentra

produksi

barang-barang

yang

dibutuhkan oleh pasar baik lokal maupun nasional didukung

oleh adanya peluang atau kemudahan yang didapatkan

dalam

mendapatkan

permodalan

dalam

menunjang

usahanya dari lembaga keuangan berupa Koperasi yang

menyediakan sumber – sumber pendanaan berupa kredit

usaha bagi para UMKM yang mempunyai orientasi

(40)

pengembangan usaha yang mempunyai inovasi dan

kreatifitas serta jiwa interprenaursip.

2. Adanya perubahan klasifikasi UMKM yang menunjukkan

bahwa kemampuan UMKM dalam menciptakan produksi

yang inovatif yang berdaya saing serta dibutuhkan pasar

serta meningkatnya jiwa kewirausahaan UMKM melihat

peluang pasar baik lokal, nasional maupun internasional.

3. Meningkatnya pengetahuan UMKM khususnya berkaitan

dengan penguasaan teknologi sehingga dengan mudah dapat

mengakses peluang dalam pemasaran produk-produk yang

dibutuhkan oleh konsumen.

4. Meningkatnya sistem pengelolaan usaha koperasi menjadi

lebih baik dari SDM maupuin manajemen tata kelola

sehingga mampu menjadi lembaga yang kuat dan mandiri.

A.1.6. Target Indikator Kinerja Sasaran Perjanjian Kinerja (PK)

Walikota Bengkulu Tahun Anggaran 2020

Dari tabel di bawah terlihat bahwa terdapat dua indikator

kinerja sasaran Sasaran Perjanjian Kinerja (PK) yang

berkaitan dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah

Kota Bengkulu .

(41)

Tabel 3.6

Target Indikator Kinerja Sasaran Perjanjian Kinerja (PK)

Walikota Bengkulu Tahun Anggaran 2020

No Sasaran Indikator Kinerja

4

Target

RPJMD Target PK Keterangan Perangka t daerah 2020 2020 1 2 3 4 5 6 7 1. Meningkatnya kontribusi sektor Koperasi dan UKM terhadap pertumbuhan ekonomi Persentase koperasi yang meningkat SHU nya 4 4 Disesuaikan dengan Anggaran Tahun 2020 Dinas Koperasi Dan UKM Persentase peningkatan kelas usaha mikro ke kecil 6 6 Disesuaikan dengan Anggaran Tahun 2020 Dinas Koperasi Dan UKM

Untuk Sasaran 1 dengan indikator Kinerja Persentase koperasi

yang meningkat SHU nya Pada Tahun 2020 target RPJMD yang

ditetapkan sebesar 4 dan Target PK ditetapkan sebesar 4 hal ini

disebabkan untuk menyesuikan Anggaran yang telah ditetapkan

pada tahun 2020 untuk Melakukan klasifikasi Koperasi

,Melakukan Kemitraan dengan BUMN dan monev Dana

Bergulir.

Untuk Sasaran 2 dengan indikator Kinerja Persentase

peningkatan kelas usaha mikro ke kecil pada tahun 2020 target

RPJMD sebesar 6 dan target PK sebesar 6, Target indikator

Kinerja Persentase peningkatan kelas usaha mikro ke kecil akan

tercapai targetnya dengan melihat Pertumbuhan UMKM dari

tahun ketahun mengalami peningkatan kualitas dan kuantitas

serta adanya kenaikan klasifikasi UMKM ,Meningkatnya

pengetahuan UMKM dalam teknologi dalam pemasaran

(42)

produk-produk serta meningkatnya sistem pengelolaan usaha koperasi

menjadi lebih baik dari SDM maupuin manajemen tata kelola

sehingga mampu menjadi lembaga yang kuat dan mandiri.

A.1.7. Analisis Penyebab keberhasilan/kegagalan serta alternatif

solusi yang dilakukan

Analisis

Penyebab

keberhasilan/kegagalan

serta

alternatif solusi yang dilakukan Perbandingan Analisis

Pencapaian Indikator Kinerja Sasaran Tahun 2019 dengan

tahun sebelumnya, adalah sebagai berikut :

Tabel 3.7

Analisis Pencapaian Indikator Kinerja Sasaran Tahun

2019

No Indikator Sasaran Satuan Target kinerja Capaian kinerja % capaian 2019 2018 2019

1

2

3

4

5

6

7

1. Persentase peningkatan kelas usaha mikro ke kecil

UKM

3%

0,23% 6,16% 2,053 %

2.

Persentase Koperasi yang sehat

Koperasi

2%

4,40% 5,5%

2,75%

3.

Persentase Peningkatan omzet UKM

UKM

6%

1,69% 11,2% 1,86 %

Dari tabel diatas terlihat bahwa terdapat dua sasaran dengan

dua indikator kinerja sasaran RPJMD yang berkaitan dengan

Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu .

(43)

Sasaran 1 dengan Indikator Persentase Peningkatan kelas

Usaha Mikro ke 6,16 % Pada Tahun 2019 target sebesar 3 %

dan peningkatan Indikator Capaian Kinerja sebesar 2,053 %

karena sudah dilakukan pendataan UKM dan sosialisasi adanya

faktor pendorong yaitu :

1. Permodalan.

Selama ini UKM cenderung untuk bisa mengembangkan

usahanya. Dengan modal tambahan para pelaku UKM ini

pun tak terhitung besar. Sehingga, Modal Usaha yang

meningkat menjadi pendorong bagi para pelaku UKM untuk

berkembang.

2. Perizinan yang mudah menjadi salah satu pendorong

pengusaha untuk berusaha. Sehingga bantuan

pemerintah perlu memfasilitasi para pengusaha untuk

mendapat perizinan dengan mudah.

3. Salah satu pendorong lainnya yang dibutuhkan pelaku

UKM untuk berkembang adalah akses untuk memasarkan

produk. Untuk itu pemerintah harus membantu produk

UKM untuk bisa menembus pasar. dengan

mengikutkan mereka ke pameran, serta mewajibkan

perusahaan besar untuk memakai produk UKM.

4. kemampuan para pelaku UKM dalam hal manajemen.

"Terutama soal pembukuan, akses proposal perbankan,

hingga membuat cashflow. Oleh karena itu, pemerintah

harus membina pada pelaku UKM. Selain itu,

pemerintah mesti membuat standar akuntansi yang

sederhana untuk mereka.

5. Pelaku UKM yang sudah bergerak melalui pemasaran online

semakin meningkat dan jaringan bisnis sudah mengarah ke

era e-commerce.

(44)

Sasaran 2 dengan indikator sasaran Persentase koperasi

yang Sehat untuk tahun 2019 terjadi peningkatan capaian

kinerja sebesar 5,5 % dengan target Kinerja sasaran Pada

Tahun 2019 target sebesar 2 % disebabkan oleh beberapa

faktor yaitu :

1. Modal yang meningkat atau kekayaan bersih koperasi yang

terdiri dari simpanan pokok, simpanan wajib, modal

penyertaan, donasi, cadangan umum, cadangan resiko

dan SHU yang belum dibagi.

2. Aktiva produktif yang meningkatkan kekayaan koperasi

yang mendatangkan penghasilan bagi koperasi yang

bersangkutan

3.

Penilaian

aspek

manajemen

koperasi

dalam

memperdayakan SDM

4. Efisiensi kemampuan koperasi yang bertambah untuk

menghemat biaya pelayanan terhadap pendapatan yang

dihasilkan, dan atau jumlah mitra

5. Meningkatnya Likuiditas atau kemampuan koperasi

untuk memenuhi kewajiban jangka pendek

6. Kemampuan dan pertumbuhan koperasi merujuk pada

bagaimana koperasi melayani masyarakat mandiri dan

seberapa besar pertumbuhan koperasi ditahun yang

bersangkutan dibanding tahun sebelumnya.

7. Aspek jati diri koperasi dimaksudkan untuk mengukur

keberhasilan koperasi dalam mencapai tujuannya yaitu

mempromosikan ekonomi anggota.

Dengan terjadi peningkatan capaian kinerja tahun 2019

mendorong Banyaknya anggota koperasi yang aktif dalam

kewirausahaan, Sistem online koperasi mempermudah untuk

melengkapi persyaratan menjadi anggota koperasi mudah

diakses, Pembiayaan simpan pinjam dalam koperasi

menyebabkan berpengaruh pada anggota pada peningkatan

jumlah anggota koperasi.

(45)

Sasaran 3 dengan indikator Persentase Peningkatan Omzet

UKM yang terjadi peningkatan capaian kinerja untuk tahun

2019 sebesar 11,2 % . Kenaikan volume Persentase

Peningkatan Omzet UKM berhasil mencapai target yang

ditetapkan sebesar 6 % pada tahun 2019 kenaikan sebesar

1,86 % . Ini disebabkan semakin meningkatnya kepercayaan

pihak terhadap usaha kecil menengah di Kota Bengkulu

untuk tambahan Modal Usaha. Sehingga modal usaha pelaku

UKM semakin kuat dalam pembiayaan usaha sehingga faktor

pendukung finansial merupakan salah satu faktor utama

yang menentukan perkembangan omzet UKM. Dengan

Indikator Persentase Peningkatan Omzet UKM adanya faktor

Pendorong yaitu :

1. Modal

Pelaku UKM sudah mendapatkan fasilitas pembiayaan

perbankan/modal usaha dan pelaku UKM sudah banyak

mendapatkan informasi tentang tambahan modal usaha

2. Sumber daya manusia

Meningkatnya pengetahuan mengenai teknologi baru yang

bisa mempercepat produksi, serta pengetahuan guna tetap

dapat mengontrol kualitas produk yang ada. Pemasaran

terhadap sebuah produk menjadi strategi marketing utama.

3. Izin Usaha

Izin usaha UKM sudah difasilitasi oleh pihak terkait yang

terdaftar dan legalitas

4. Akuntanbilitas

Pada pelaku UKM yang terdapat di kota Bengkulu sudah

mendapatkan pelatihan urusan menejemen usha yang baik

dan urusan administrasi.

(46)

5. Iklim usaha yang kondusif

peningkatan koordinas antar pengelola/pengusaha UKM

Lembaga pemerintahan, lembaga edukasi dan

lembaga-lembaga finansial yang ada berlangsung sudah bersinergi.

6. Infrastruktur

Fasilitas sarana dan prasarana usaha terutama bersangkutan

dengan alat-alat teknologi, untuk UKM dalam inovasi produk

daan pemasaran sudah berkembang.

7. Akses

Tersedianya Akses untuk UKM guna mengakses bahan baku

yang bagus dan berkualitas. Akses guna mendapatkan

teknologi yang terbaru , sudah mulai meningkat untuk akses

.

A.1.8. Analisis atas Efisiensi penggunaan Sumber daya

Analisis efisiensi Penggunaan Sumber Daya dilakukan

apabila Capaian Kinerja melebihi 100% atau lebih dan

terdapat selisih capaian keuangan dalam pelaksanaan

Program, seperti terlihat pada tabel berikut :

Tabel 3.8

Analisis Efisiensi penggunaan Sumber daya

NO INDIKATOR SASARAN TARGET

RENSTRA REALISASI Capaian Kinerja 2019 Keterangan 1 2 4 5 6

Persentase peningkatan kelas

usaha mikro ke kecil 3% 6,16 %

Mencapai Target yang diupayakan

(47)

Persentase Koperasi yang sehat

2% 5,5% Melebihi Target

Persentase Peningkatan omzet UKM

6% 11,2 % Mencapai

Target yang diupayakan

terjadinya efisiensi sumber daya dalam pencapaian Kinerja

terhadap 3 (tiga) Indikator Sasaran yang mencapai target

dikarenakan sumber daya yang ada berupa Anggaran, Aset

maupun SDM yang tersedia mampu dimaksimalkan

pemanfaatannya sehingga capaian kinerja melebihi target.

A.1.9. Analisis Program/Kegiatan yang menunjang Keberhasilan

atau Kegagalan Pencapaian Pernyataan Kinerja

A. Program Satu Milyar Satu Kelurahan (SAMISAKE)

1) Penyediaan Operasional Kantor UPTD Dana Bergulir Samisake

Kegiatan ini dianggarkan sebesar Rp 95.743.890,00 2) Penyusunan Laporan Realisasi Dana Bergulir Samisake

Kegiatan ini dianggarkan sebesar Rp. 23.500.000,-

Analisis

Program/Kegiatan yang menunjang Keberhasilan atau

Kegagalan dikarenakan dengan terbitnya Perwal No. 66

tahun 2016 tentang penyerapan pola pengelolaan

keuangan BLUD unit Pelaksana Tekhnis Daerah

pengelolaan Dana Bergulir Samisake pada Dinas Koperasi

dan UKM, tanggal 23 april 2019, Anggaran yang bisa

digunakan hanya sampai Triwulan II tahun 2019.

Sehingga Anggaran Program dan Kegiatan tersebut di

masukan di perubahan APBDP pada Kegiatan lain yang

menunjang Kinerja OPD.

3) Auidt Terhadap Laporan Keuangan LKM Tahun 2014 Kegiatan ini dianggarkan sebesar Rp. 135.000.000,-

(48)

B. Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Usaha Kecil dan Menengah

1)

Memfasilitasi peningkatan kemitraan usaha bagi Usaha Mikro Kecil Menengah

Kegiatan ini dianggarkan sebesar Rp. 26.250.000,00 terealisasi secara keseluruhan sebesar Rp. 26.250.000,00 atau dalam persentase sebesar 100 % dengan sisa anggaran sebesar Rp. 0,00 (0 %).

Pada Analisis Kegiatan ini yang menunjang Keberhasilan atau teralisasinya serapan anggaran dikarenakan Kegiatan pelatihan dari Kegiatan Memfasilitasi Peningkatan Kemitraan Usaha Bagi Usaha Mikro Kecil Menengah Ini sangat diperlukan oleh pelaku UKM sehingga pelaksanaan pelatihan ini melebihi target yang ditetapkan dalam Melaksanakan pembinaan kepada usaha mikro kecil dan menengah tentang pemasaran produk dan pengembangan usaha UMKM dan Memfasilitasi para umkm yang ada di wilayah Kota Bengkulu untuk dapat dimitrakan dengan Perusahaan Pemasaran produk yang dihasilkan.

2)

Pemberdayaan UKM melalui penguatan kapasitas kelembagaan dan manajemen keuangan usaha

Kegiatan ini dianggarkan sebesar Rp.110.000.000,00 terealisasi secara keseluruhan sebesar Rp109.026.567,00 atau dalam persentase sebesar 99,12% dengan sisa anggaran sebesar Rp 973.433.,00 (0,82%).

3)

Memfasilitasi anggota koperasi dalam pameran tingkat nasional

Kegiatan ini dianggarkan sebesar Rp. 252.960.000,00 terealisasi secara keseluruhan sebesar Rp. 252.236.637,00 atau dalam persentase sebesar 99,71 % dengan sisa anggaran sebesar Rp.723.363,00 (0,29%).

Referensi

Dokumen terkait

Penyearah gelombang penuh adalah penyearah yang tersusun dari dioda yang menghasilkan tegangan keluaran dc dalam satu periode dari tegangan masukan AC,

Pemberian fraksi AANP Acacia villosa mengakibatkan perubahan histopatologi pada organ hati tikus berupa degenerasi hidropis, degenerai lemak, apoptosis dan pada ginjal

Kinerja Dinas Tenaga Kerja dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kebumen tahun 2020 tergambar dalam tingkat pencapaian sasaran yang dilaksanakan melalui

Capaian Kinerja Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Tasikmalaya tahun 2019. Pengukuran tingkat

Sebagai prioritas kedua pengembangan obyek pariwisata di Kabupaten Dati II Ciamis adalah obyek wisata Batu Karas, yang pada saat ini telah mulai ditata dan dilengkapi dengan

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa bengkel accesories goro profesional adalah perusahaan yang sudah cukup berkembang, karena transaksinya sudah bertambah banyak

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, dengan ini menyetujui untuk memberikan ijin kepada pihak Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus

Berdasarkan perbedaan nilai amplitude maksimum medan magnet kereta dan nilai amplitude maksimum kendaraan umum, serta rata-rata nilai amplitude maksimum medan magnet kereta dan rata