• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemanfaatan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk Identifikasi Zonasi Pemunculan Mataair di Kabupaten Boyolali

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pemanfaatan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk Identifikasi Zonasi Pemunculan Mataair di Kabupaten Boyolali"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 2 Peta Bentuklahan  Kabupaten Boyolali
Gambar 3 Peta Kemiringan Lereng  Kabupaten Boyolali
Gambar 5 Peta Potensi Air yang  Masuk ke dalam tanah  Pola Aliran

Referensi

Dokumen terkait

Overlay dilakukan pada peta curah hujan, kemiringan lereng, peta infiltrasi tanah dan peta penggunaan lahan yang merupakan parameter kerentanan banjir yang digunakan

Dari urutan nilai koefisien tersebut diketahui variabel penggunaan lahan memiliki nilai koefisien lebih besar dari pada variabel kemiringan lereng, curah hujan dan

Koefisien aliran merupakan metode yang digunakan untuk melihat nilai aliran permukaan dengan menggunakan karakteristik fisik DAS seperti kemiringan lereng, infiltrasi

Berdasarkan hasil interpretasi pada citra Landsat 5 TM, didapatkan hasil yaitu peta pola aliran, peta bentuklahan, peta struktur geologi, peta penggunaan lahan, dari keempat

Berdasarkan hasil interpretasi pada citra Landsat 5 TM, didapatkan hasil yaitu peta pola aliran, peta bentuklahan, peta struktur geologi, peta penggunaan lahan, dari keempat

Berdasarkan hasil interpretasi pada citra Landsat 5 TM, didapatkan hasil yaitu peta pola aliran, peta bentuklahan, peta struktur geologi, peta penggunaan lahan, dari keempat

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan citra Quickbird untuk menyadap parameter fisik lahan yang mempengaruhi tingkat kerawanan banjir, mengkaji hubungan

10%PPL 1 Keterangan : PKL : Parameter Kemiringan Lereng PAS : Parameter Aliran Sungai PJT : Parameter Jenis Tanah PPL : Parameter Penggunaan/Penutup Lahan Parameter Aliran Sungai