Pemanfaatan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk Identifikasi Zonasi Pemunculan Mataair di Kabupaten Boyolali
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Overlay dilakukan pada peta curah hujan, kemiringan lereng, peta infiltrasi tanah dan peta penggunaan lahan yang merupakan parameter kerentanan banjir yang digunakan
Dari urutan nilai koefisien tersebut diketahui variabel penggunaan lahan memiliki nilai koefisien lebih besar dari pada variabel kemiringan lereng, curah hujan dan
Koefisien aliran merupakan metode yang digunakan untuk melihat nilai aliran permukaan dengan menggunakan karakteristik fisik DAS seperti kemiringan lereng, infiltrasi
Berdasarkan hasil interpretasi pada citra Landsat 5 TM, didapatkan hasil yaitu peta pola aliran, peta bentuklahan, peta struktur geologi, peta penggunaan lahan, dari keempat
Berdasarkan hasil interpretasi pada citra Landsat 5 TM, didapatkan hasil yaitu peta pola aliran, peta bentuklahan, peta struktur geologi, peta penggunaan lahan, dari keempat
Berdasarkan hasil interpretasi pada citra Landsat 5 TM, didapatkan hasil yaitu peta pola aliran, peta bentuklahan, peta struktur geologi, peta penggunaan lahan, dari keempat
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan citra Quickbird untuk menyadap parameter fisik lahan yang mempengaruhi tingkat kerawanan banjir, mengkaji hubungan
10%PPL 1 Keterangan : PKL : Parameter Kemiringan Lereng PAS : Parameter Aliran Sungai PJT : Parameter Jenis Tanah PPL : Parameter Penggunaan/Penutup Lahan Parameter Aliran Sungai