Tinjauan hukum Islam terhadap praktek utang-piutang dengan sistem mengelola sawah (studi kasus di Dukuh Rejomulyo Desa Jatisari Kecamatan Subah Kabupaten Batang)
Teks penuh
Dokumen terkait
Dalam hal pelaksanaan perjanjian jika dilihat dari segi rukun maupun syarat akad utang-piutang emas di 5 (lima) gampong di Kecamatan Mila Kabupaten Pidie yaitu
Fokus masalah dari penelitian ini adalah bagaimana praktek arisan beranak berupa uang pada setiap pengundian terdapat tambahan di Desa Sidorejo Kecamatan Wonomulyo
Untuk mengidentifikasi permasalahan tersebut, peneliti menggunakan analisis deskriptif, menganalisis proses utang piutang di Lingkungan Condro Kelurahan Kaliwates
Ketiga, perjanjian utang piutang antara unit simpan pinjam tersebut dengan masyarakat peminjam uang, tidak dengan adanya jaminan secara khusus berupa harta benda milik debitur
Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan, praktik tambahan pembayaran pada utang piutang emas studi kasus di Desa Wadungasri Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo
Implementasinya di Desa Alasdowo Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati bahwa praktek yang dilakukan adalah Para Nelayan yang meminjam uang kepada pengepul maka
Praktik utang-piutang yang terjadi di desa Wuwur menurut penulis dilakukan dengan cara saling meridhawi (antaradlin), namun tetap dianggap kurang tepat karena “keridhawan”
Sebagaimana dengan pengurangan harga padi yang terdapat di dalam transaksi utang piutang sembako yang terjadi di Toko Abila Syifa Desa Balerejo Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun