• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Percepatan Waktu Penyelesaian Proyek Menggunakan Metode Fast-track Dan Crash Program

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Analisis Percepatan Waktu Penyelesaian Proyek Menggunakan Metode Fast-track Dan Crash Program"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 2. Penjadwalan sebelum fast-track
Gambar 3. Penjadwalan setelah fast-track I         Setelah pekerjaan pengecatan di gedung  B  di fast-track pekerjaan pasangan dan pekerjaan  pengecatan  gedung  A  menjadi  kritis  sehingga  harus  dilakukan  fast-track
Tabel 1. Percepatan waktu gedung B  No  Jenis  Pekerjaan  Waktu yang  dipercepat (hari)  1  Pasangan  70-53,84 = 16,16  2  Pengecatan  70-53,84 = 16,16
Tabel 4 Percepatan waktu gedung A  No  Jenis  Pekerjaan  Waktu yang  dipercepat (hari)  1  Pasangan  84-64,61 = 19,39  2  Pengecatan  70-53,84 = 16,16

Referensi

Dokumen terkait

Sejalan dengan transformasi bisnis di atas, Bank Mandiri juga melakukan transformasi budaya dengan merumuskan kembali nilai-nilai budaya untuk menjadi pedoman pegawai

dapat dijelaskan bahwa Sesudah adanya pembelajaran dengan metode permainan congklak dari 21 anak diketahui bahwa skor kemampuan kognitif yaitu kemampuan berhitung anak terdapat 9

ISO 9001 menekankan penggunaan Plan-DO-Check-Act (PDCA) Cycle untuk diterapkan di seluruh sistemnya dan pada sistem manajemen mutu secara keseluruhan. Preventive action yang

Menyatakan bahwa skripsi berjudul “ANALISIS PENGARUH MOTIVASI DAN DISIPLIN KERJA KARYAWAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN (STUDI PADA PT MULTI SERVISINDO SARANA SEMARANG

Tanpa bimbingan-Nya penulis tidak akan mampu melewati segala hambatan yang terjadi selama proses penyusunan Skripsi dengan judul ”Kecemasan Orang Tua Terhadap

Hasil uji signifikansi parameter individual (Uji-t) menunjukkan bahwa (i) terdapat pengaruh kepuasan pekerjaan itu sendiri terhadap kinerja, (ii) terdapat pengaruh kepuasan

Informasi/Teknologi Informasi Menggunakan Kerangka The Open Group Architecture Framework (TOGAF) (Studi Kasus: Pemda Kabupaten Sumba Barat)” dengan baik tanpa ada

Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran