• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penerapan model pembelajaran DMR (Diskursus Multy Reprecentacy) dengan puzzle kubus dan balok untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar materi pokok kubus dan balok siswa kelas VIII D SMP Muhammadiyah 8 Semarang tahun pelajaran 2014/2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Penerapan model pembelajaran DMR (Diskursus Multy Reprecentacy) dengan puzzle kubus dan balok untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar materi pokok kubus dan balok siswa kelas VIII D SMP Muhammadiyah 8 Semarang tahun pelajaran 2014/2015"

Copied!
227
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 2.2  Jaring-jaring Kubus
Gambar 2.3  Jaring-jaring Balok
Gambar  di  atas  menunjukkan  bentuk-bentuk  kubus  dengan  ukuran  berbeda.  Kubus  pada  Gambar    (a)  merupakan  kubus  satuan
Tabel 4.3  Hasil Siklus 1
+4

Referensi

Dokumen terkait

Dari permasalahan mengenai model pembelajaran yang kurang maksimal, sikap peserta didik yang kurang aktif selama proses pembelajaran, dan media belajar yang belum

Dari permasalahan mengenai model pembelajaran yang kurang maksimal, sikap peserta didik yang kurang aktif selama proses pembelajaran, dan media belajar yang belum

Untuk meningkatkan keaktifan belajar peserta didik, pendidik perlu mengadakan variasi dalam proses pembelajaran di kelas, agar peserta didik dapat aktif dalam mengikuti

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan pembelajaran efektif yang ditandai: (1) prestasi belajar kelas eksperimen mencapai ketuntasan belajar, (2) minat belajar siswa

Peningkatan keaktifan proses pembelajaran akan sejalan dengan peningkatan hasil belajar peserta didik, karena kemampuan kognitif, dan psikomotorik mereka terasah

Berdasarkan hasil analisis diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: (1) pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran jigsaw dapat meningkatkan keaktifan belajar peserta

Langkah-langkah dalam penelitian ini adalah peserta didik diamati selama proses pembelajaran dengan dibantu observer untuk mengisi lembar observasi keaktifan belajar

Susanto dalam Ifa Seftia, dkk (2016: 70) media pembelajaran yakni media yang mencakup semua yang dapat membantu peserta didik dan guru dalam mencapai tujuan