• Tidak ada hasil yang ditemukan

UJI PENGARUH APLIKASI EKSTRAK RIMPANG KUNYIT TERHADAP MORTALITAS ULAT KOBIS Plutella xylostella (LEPIDOPTERA: PYRALIDAE)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "UJI PENGARUH APLIKASI EKSTRAK RIMPANG KUNYIT TERHADAP MORTALITAS ULAT KOBIS Plutella xylostella (LEPIDOPTERA: PYRALIDAE)"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

t32 Agrivet Vol 7. No. 2 Desember 2003 :75-146

UJI PENGARUH APLTKASI BKSTRAK

RIMPANG

KUT{YIT

TERIIADAP MORTALITAS ULAT

KOBIS

Plutella xylostuAa'

L.

(LEPIDOPTERA:

PYRALIDAE)

The

Study

lication

Effect on

The

M6r

lla

xYlostellaL.

Mofit

Eko Poerwanto

Staf Pengajar Fakultas Pertanian [lPN "Veteran" Yogyakarta

ABSTRACT

Research was done to obtain the lowest concentralion of curcumq extracl

that

is

able

to

kill,

to

inhibit

the developmenl, and

lo

increase sex

ralio of

Plutello xylostella

L.

It

was conducted

in planl

protection laboratory UPN

"Veteran'i Yogtakarta

from

May 2002 to January 2003, arranged in

factorial

completely rindomized design

with

tv,o

factors:

concentration

of

C-urcuma_ extrqct 10, tZ.S, 25, 37.5 and 50%o) and technique of application (feeding ond conlact) in./iv e replicates.

The

lowes/ concenlralion

of

curcuma rhizome exlract

applied

through feeding thal is able to

kill,

to inhibit the development, and to increase sex ratio

of

Plutella xylostella was I2.5ok.

Key words: curcuma Plutella xylostella L., rhizome sxtract

ABSTRAK

Penelitian berlujuan untuk mendapatkan konsentrasi ekstak k-unyit terendah yamlg

mampu

menimbulkan

mortalitas,

menghambat perkembangan, dan meningkatkan

nilai

sex

rasio

P.

xylostella

L.

dilakukan

di

laboratorium Perlindungan Tanaman

UPN

"Veteran" Yogyakarta dengan Rancangan Acak Lengkap

(RAL)

faktorial terdiri atas dua faktor yaitu konsentrasi ekstrak kunyit (0o/o, 12,5o/o, 25V", 37,5yo dan 50%), dan cara aplikasi (oral dan kontak) dengan ulangan lima kali.

Hasil

penelitian menuqjukkan bahwa eksfrak rimpang

kunyit

marnpu menimbulkan mortalitas, mengharnbat porkembangan

ulat

serta meningkatkan sex rasio imago I'. xylostella apabila diaplikasikan secala oral (pengumpanan) pada konsentrasi eksnak kunyit terendah 12,5o/o.
(2)

PENDAHULUAN

untung (1993),

memperkirakan bahwa kerugian rata-rata setiap tahun

akibat

serangan

hama

di

Indonesia

adalah

rs-z}o6 dari total

pioduksi pertanian. Hama utama yang menyerang

kubis

adalah

ulat hijau lrnrt"tto

xylostella

L.),

dan ulat jantung kubis (Crocidolomia

binotalis

ZelI.). Serangan

P.

rylostella

L.

dapat mengakibatkan

tidak

terberrtuknya

krop (Ruedi

&

shelton,

1997). Kehilangan hasil panen

kubis

akibat serangan ulat tersebut

pada

musim kemarau dapat mencapai 100%

(Sudarwohadi,

1975). Pengendalian terhadap hama

ini

terutama menggunakan insektisida kimia

yang dianggap sebagai metode yang paling

efektif

bagi pengendalian hama. Pengunaan

insektisida

kimiawi

pada

tanaman

kubis

di

pusat-pusat pertanarnan sa)

ran

di hrdonesia saat ini sudah sangat intensif.

Pengunaan

insektisida

kimiawi yang

kurang bijaksana

dapat

mengakibatkan

timbulnya

resistensi, resurgensi

hama, ledakan

harna sekundeq pengaruh negatif terhadap perkembangan musuh alami,

sitrva

liar

dan lingkurgan, keracunan terhadap konsumen serta tersisanya residur pada lingkungan

(untung,

1993). salah satu sistem yang cukup baik dalam ,rpaya mengatasi masalah

ini

adalah mengunakan insektisida alamiah yang berasal

dari

tumbuhan/pestisida

nabati

(Mulawarman dan

Hamid, lg94).

pestisida nabati yaihr pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tanaman bukan dari sonyawa kirnia. Trunbuhan rnampu rnemproduksi zat metabolit sekunder yang

mempengaruhi perilaku, perkembangan dan

fisiologi

serangga (Price, 19s4).

Grainge dan

Ahmed (1988)

telah mencatat sekitar

2.400

spesies tanaman

yang

diketahui

mempunyai kernampuan

untuk

rnengendalikan organisme pengganggu.

Namur

pada saat

ini

hanya

sedikit

yang

telah

dimanfaatkan secara optimal untuk keperluan tersebut.

Ekstrak rimpang kunyit pada konsentrasi25%" dalarn pelanrl aceton yang

diaplikasikan secara furnigasi mampu menimbulkan mortalitas seoara nyata pada sitophilus oryzae (Poerwanto, 2002), serta membunth callosobntncus

chinensis dan S. oryzqe pada konstasi ekstrak 25%oyargdiaplikasikan secara oral dan kontak (Solichah dan

Poerwanto,lgg7).

Mengingat Indonesia kaya

akan

sumber daya hayati

ini,

maka

eksplorasi turmbuhan

yang

berdaya insektisidal ini harus digalakkan.

BAHAN DAN METODE

Penelitian

dilakukan

di

laboratoriun

Perlindungan Tanarnan Fakultas Pertanian

UPN "Veteran"

Yoryakarta, mulai bulan

Mei

2002 sampai dengan Januari 2003. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap

(RAL)

faktorial

terdiri

atas dua faktor yaifu konsentrasi eksfrak

kunlt

(\yo,

l2,5yo, 25oA, 37,5oh dan 50YQ, dan cara aplikasi (oral dan kontak) dengan ulangan tima

kali.

Setiap ulangan

terdiri

atas 20 ekor ulat.
(3)

Agrivet Vol 7. No. 2 Desember 2003 :75-146 Serangga

uji

dicari dari

pertanaman

kubis dan sawi

di

Sawangan Magelang-

Ulat

yang didapat kemudian dibiakkan untuk mendapatkan larva yang berumur seragam untuk perlakuan.

Rimpang

kunyit

dibersihkan dari kotoran, dipotong

tipis-tipis

dimasukan

dalam kantong kertas dan dikeringkan

(dijemw)

selama

+

3

hari. Kunyit

kering

selanjutnya dihaluskan sarnpai berbentuk

bubuk. Bubuk

dengan perbandingan

1 : 2

(blv)

direndam

dalam alkohol

75o/o

selana

t

hari,

kernudian diperap dan dipisahkan bagian padatan dan larutannya. Larutan

yang didapat dianggap berkonsentrasi 100%, kemudian dienoerkan dengan

alkohol sesuai dengan konsenhasi perlakuan.

Pengarnatan mortalitas serangga

uji

dilakukan pada

24, 48,72, 96

jam

setelah perlakuan. Pengamatan penunjang untuk mengetahui efek

lain

selain

mortalitas dilakukan terhadap persentase larva menjadi

pupa,

persentase pupa menjadi imago, dan perbandingan jantan dan betina.

Data

dianalisis keragarnanya dengan mengunakan analisis

sidik

ragam

(anova)

pada

jenjang

kesalahan

5yo.

Data

persentase

seb-elumnya dikansfonnasikan

ke

arc

sin

S-.

Apabila ada beda nyata antar perlakuan rnaka dilanjutkan dengan uji

jarak

berganda Duncan

(DMRT)

pada jeqiang kesalahan 5olo.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Mortalitas ulat P. xylostella

L.

pada penggunaan ekstrak rimpang kunytt

yang

diaplikasikan

baik

secara

oral

melalui pengumpanan maupun secara kontak, oukup bervariasi, disajikan pada tabel

1,2,

dan 3 berikut ini:

Pada hari pertama, kedua dan ketiga pengamatan didapatkan bahwa ada interaksi antara konsentrasi ekstrak rimpang kunyit dengan cara aplikasinya.

Hanya pada

uji

oral

yang mampu menimbulkan mortalitas

lebih tinggi

dari

pada kontrol.

Sedangkan konsentrasi

terendah

yang

telah

mampu menimbulkan mortalitas adalah konsenfoasi l2,5yo pada aplikasi secara oral.

Mortalitas yang

timbul

tidak

ada

beda nyata

antara konsentrasi ekstrak 12,5oh, 25yo, 37,5yo dan 50% pada aplikasi secara oral pada hari kedua dan ketiga.

Peningkatan

mortalitas

ulat

tertinggi

terjadi

pada

hari

pertama dan semakin memrnrn pada hari selanjutnya. HaI

ini

menunjukkan bahwa ekstrak

kunyit beke{a

seca.ra cepat menimbulkan

mortalitas dan masih

mampu

meracuri sampai hari ketiga pengamatan.

Aplikasi

secara oral menimbulkan mortalitas lebih

tingg

karena

zat

akJcif yang bersifat insektisidal masuk melalui sistem pencernaan uIat. Zat tersebut diduga tidak terurai atau mengalanri perubahan ke bentuk senyawa yang lebih beracun oleh berbagai

jenis

enzimyang ada pada sistem pencernaall. Sasaran bekerjanya zat

aktif

tersebut tidak dikelahui secara pasti tetapi kemungkinan
(4)

mampu

menimbulkan

mortalitas

melalui

sistem pernafasin

(Poerwanto, 2002), maupun kontak (Solichah

&

Poerwanto,1997).

Tabel

I.

Mortalitas P. Xylostella

L

(o/o) hasil aplikasi ekstrak kunyit secara oral dan kontak setelah 24 jam perlakuan

I(eterangan : angka di dalam kolorn maupun baris yang diikuti oleh huruf sarn4 tidak beftedatyatamenurut uji DMRT pada tmaf nyata 95olo. (+): ada interaksi antar perlakuan

Tabel2. Mortalitas P. Xylostella L. (%) hasil aplikasi ekstr-ak kunyit secarb oral dan kontak setelah 48 jam perlakuan

Keterangan : angla di dalam kolom maupun baris yang diikuti oleh huruf sarn4 tidak belbedanyatamenurut uji DMRT pada

traf

nyata95o/o. (+): ada interaksi antar perlakuan

Tabel 3. Mortalitas P. Xyloslella L. (o/o) hasil aplikasi ekstrak kunyit secara oral dan kontak setelah 72 jatn perlakuan

Keterangan : angka di dalam kolom maupun baris yang diikuti oleh huruf sama" tidak berbedanyatamenurut uji DMRT pada taraf nyata95o/o. (+): ada interaksi antar perlakuan

Mortalitas ulat diduga karena adanya

zat

aktif kurkuminoid dan mnyak

atsin.

Kandwrgan

kurkuminoid

rimpang

kunyit

rata-rata

10,29

persen

(Mublisah,

1995). Kandungan kurkuminoid

terdiri

atas senyawa kurkttmin, desmetoksikurkurrin, dan bis-desmetoksikwlaunin yang mempunyai aktifitas biologis berspektmm luas diantaranya insektisidal.

Aplikasi Kornentrasi ekstrak (%) Rerata

0 t2.s 25 37.s 50

Oral

6ab

32c

48c

s2d

s6d

38.8

Kontak

0a

8ab L2 ab

t6b

18b 10_8

Rerata J 20 30 34 37 +

Aplikasi Konsenffasi ekstak (%) Rer:t1a

0

1)\

25 37.5 50

Oral 18a

56b

60b

64b

68b

s3,2

Kontak 12a 18a 22a

26a

28a

21.2

Rerata 15 37

4t

45 48 a

I

Aplikasi Konsentrasi ekstrak (%) Rerata

0 12.5 25 37_s 50

Ord

24a

60b

66b

68b

80b

s96

Kontak

14a

22a

24a

30a

30a

24
(5)

136 Agrivet Vol 7. No. 2 Desember 2003 :75-146 Perkembangan ulat

P.

xylostella

L.

dicerminkan dengan persentase ulat

yang

berhasil

menjadi

kepompong

dan

persentase

ulat

yang

berhasil mencapai imago. Persentase kepompong adalah rasio antara kepompong yang terbenhrk terhadap populasi ulat.

Pada pengamatan keberhasilan ulat berkepompong didapatkan bahwa ada interaksi antara konsentrasi eksffak rimpang kunytt dengan cara aplikasinya.

Hanya

pada

uji

oral

yang mampu menuunkan persentase berkepompong

Iebih rendah dari pada

kontrol.

Sedangkan konsentrasi terendah yang telah mampu menurunkan keberhasilan berkepompong adalah konsentrasi 12,5o/o pada aplikasi secara oral.

Tidak

ada beda nyata

ntara

konsentrasi ekstrak l2,5Yo. 25Yo, dan 37,syo. Persentase kepompong terendah pada konsentrasi

ekstrak

50Vo pada

aplikasi

secara

oral. Hasil

selengkapnya pada

tabel

5 berikut:

Tabel 5. Keberhasilan ulat P. xyl os te I I a L. membentuk kepompong (%) pada

aplikasi ekstrak kunyit secara oral dan kontak

Aplikasi Konsenfrasi ekstrak (%) Rerata

0 12_5 25 37,s 50

Oral

58c

26b

22b

12 ab

8a

2s.2

Kontak

68c

66c

62c

62c

58c

63.2

Rerata 63 46 42 37 33 +

Ketorangan : arrry)<adi dalam kolom maupun baris yang diikuti oleh huruf sam4 tidak berbedanyatamenurut uji DMRT pada tmaf nyata95o/o. (+): ada interaksi antar perlakuan

Persentase imago adalah rasio antara jumlah imago yang berhasil muncul terhadap populasi ulat. Hasil selengkapnyapada tabel6 berikut:

Tabel 6. Keberhasilan ulat P. xylostella L. membentuk imago (o/o)pada aplikasi eksfak kuryrt secara oral dan kontak

Aplikasi Konsentrasi ekstak (%) Rerata

0 t2-5 25 37.5 50

Oral

40c

28bc

18b

4a

4a

18.8

Kontak

s4d

50d

50d

44c

44c

48.4

Rerata 47 39 34 24 24 +

Keterangan : angka di dalam kolom maupun baris yang diikuti oleh huruf sam4 tidak beft eda nyata menurut uji DMRT pada tzraf nyata 9 5o/o.

(+): ada interaksi antar perlakuan

Pada pengama,tan keberhasilan ulat rnenjadi imago didapatkan bahwa ada interaksi antma konsentrasi

ekstak

rimpang kunyit dengan cara aplikasinya.

Hanya

pada

uji

oral

yang

mulmpu menurunkan persentase pembentukan imago lebih rendah dan pada kontrol. Sedangftan konsentrasi terendah yang

telah

mampu nenurutrkan

keberhasilan pembentukan

imago

adalah
(6)

konsentrasi ekstrak

l2,5yo

dan 25To, tetapi beda nyata dengan konsentrasi ekstrak 37,5Yo dan 50To.

Hal tersebut sesuai dengan pendapat Chapman (1973) yang menyatakan

bahwa seftmgga yang diberi pakan yang

tidak."*uai

baik kuantitas maupun

kualitasnya

akan

menghambat perkembangannya.

Kualitas

makanan yang

tercemar

akan

menurunkan peluang

hidup

dan

pertumbuhan

larva

(ulat)

(ohgushi

1992).

Hasil

tersebut memrnjukkan bahwa ekstrak

kunyit

yang

diaplikasikan secara

oral

berpenganrh nyata terhadap kelangsungan hidup

popnlasi P.

XylostellaL.

,

Sex rasio adalah perbandingan antara jumlah kupu

jantan

dengan kupu

betina. Sex rasio imago

P.

xyktstella

L.

pada

aptkasi

ekstrak kunyrt secara oral dan kontak tertera pada tabel

7.

Tidak ada interaksi antara konsentrasi

ekstrak

kuryit

dengan cara aplikasinya terhadap sex rasio

P. xylostelta

L. Konsentrasi eksfiak

tidak

mempengaruhi

nilai

sex rasio,

tetapi

cara aplikasi ekstrak mempenganrhi

nilai

sex rasio.

Aplikasi

secara oral ternyata meningkatkan nilai sex rasjo menjadi 0,922,

berbeda nyata

dengan

aplikasi

kontak yang bernilai 0,886.

Hal

ini

menunjukkan bahwa aplikasi secara

oral

akan meningkatkan jumlah jantan dan menurunkan

junlah

betinanya

Tabel T. Sex rasio imago P. xylostella L. sesudah aplikasi eksh'ak kunyit secara oral dan kontak

Aplikasi Konsent'asi ekstrak (%) Rerata

0 12.s 25 37.5 50

Oral 081 I 0,8 t I 0,922 a

Kontak 0-93 0.92 0.92 0-83 083 0.886 b

Rerata 0.87 p 0,96 p 0.86 p 0.92 p

0,92p

Keterangan : angka di dalamkolom maupun baris yang diikuti oleh huruf sarn4 tidak berbeda nyata menurut uji DMRT pada taruf ny ata 9 5o/o.

(-): tidak ada interaksi antar perlakuan

Kondisi makanan yangndak sesuai unhrk kehidupan serangga cenderung mendorong serangga untuk menghasilkan

jenis

kelamin jantan lebih banyak.

Menurut

Subagja

(2003,

kornunikasi

pribadi),

dengan

strategi

tersebut diharapkan semua

telur

yang terbentuk akan terbuahi secara sempurna dan

ketwunan yang

dihasilkan

lebih

mampu

bertahan

hidup.

Pada

kondisi tersebut pembentukan

telur

dan kelangsungan hidup cukup rendah, sehingga apabila persentase telur yang berhasil urenetas rneningkat maka populasi bisa dipertahankan.

Berdasarkan

hasil

tersebut

di

atas maka ekshak

kunyit

mempunyai prospek untuk digunakan sebagai pengganti insektisida sintetik organik dalam mengendalikan hama-hama pada bahan simpanan. Kelebihan ekstrak kunyit
(7)

Agrivet Vol 7. No. 2 Desember 2003 :75-146 138

meninggalkan residu pada bahan yang akan dapat membahayakan konsuuren, murah-dan mudah didapat maupun

diaplikasikan-KESIMPULA}[

Ekstrak

kunyit

mampu

menimbulkan

mortalitas'

menghambat

p"rr."-u*gan

ulat

serta meninglGtkan

sex rasio imago

P.

xylostella

L'

apabila Aiaptitasitan secara oral (pengurnpanan)'

'

Korrrent

asi

ekstrak

kunyii

terendah

yurg

mampn

menimbulkan

mortalitas, menghanrbat perkembangan

uht

i

r

meningkatkan

sex

rasio imago P.

rylostellal.

adalah

l2,5oh-UCAPAN

TERIMAKASM

!.

Disampaikan kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian masyarakat

UpN

"Vete.*"

Yofr.ku.tu

y*it"tuh

memberikan banttlem dana sehingga

penelitian'Ir.EdhiMartono,MSc.yangtelah

memberik

il

Penelitian

ini'

DAFTAR PUSTAKA

Chaoman.

R.F. I

973. The Insecl Structure and Function" English Univorsity Fress Ltd. London. 819 P.

Grainee

.M

dan Ahmad, 1988. Handbook

of

Plant with Pest-Lcntlol Propertis' NJw

York

P.43

Muhlisah. 1995. Tanaman obat Keluarga (Toga). Penebar swadaya Jakarta- Hal'

4648

M

Bogor.

Hal24l-247

Ohzustri,

T.

IggZ

lnsect

Herl':

;oulations' In

Hunter,

M.D.,

ffi-i9dt).^i:1i

"

bf

Resource

ijistriUittion

oti

P': 200

-232

PO

"J#Jff'HH

t

:t-sl'ii-j

i."-**

Price, P.W. 1984. Insect Ecology' John Wiley

&

Sons' New Y'*rk' 607 p'

t997. (DBM)

Rueda dan

Solechah C.

&

M.E. Poerwmto- lgg7

'

Uii

togt1t11"5 Ftr

I

(unvit

Terhadap

""'Uffi;r;6'"iiii""ninensis

dan sirophtlus oryzae'

Agnvc''

(8)

S

an Antara Waktu Tanam Kubis dan Dinamika

dan

Crocidolomi

binotalis.

Bull.

Penelitian Untung,

K.,

1993. Pengantar Pengelolaan Hama Terpadu. Gajahmada University
(9)

Vol.

7 No. 2 Desember

2OO3

Pengaruh

Subkultur EksplanAnyelir

Hiperhidristi

terhadap

Pertumbuhannya

Budi Winarto

Aklimatisasi Dua

Spesies

Anggrek

Bulan Hibrid

pada

Berbagai

lvlacam Media

Tanam

Daisy

P.

Sriyanti

Pengaruh

BensilAdenin (BA),

lvlacam Eksplan,

Lama lnkubasi

Eksplan

dan

Cahaya

pada

Sub

Kultur

Tanaman Nilam

Dameria Hutabarat

Usaha

Menurunkan Kadar

Nikotin Tembakau

Secara

Kultur Jaringan

Ari

Wiiayani

Produktivitas Dua

Genotipe Mentimun

pada Lima Dosis Pemupukan di

Waigete

Kabupaten Sikka

Prajitno

Al.

K.S. dan

Ljjang

A.S.

Respon Kedelai Varietas Wilis dan Malabar

terhadap

lnokulasi

Rhizobium dan Mikorhiza

Rati

Riyati dan Oktavia Sarhesti Padmini

Uji Pengaruh

Aplikasi Ekstrak

Rimpang Kunyit

terhadap

Mortalitas Ulat

'

Kobis Plutelta

xyloslel/a

L.(Lepidoptera: Pyralidae)

Mofit

Eko

Poerwanto

Potensi

Lalat

Argentina

(Procecidoch

ares

connexa) dalam

Pengendalian K[inyuh

(Ch romol aen a

odorata)

Siwi

Hardiastuti

E.K.

AGRIVET No2

AkhirVolume HaJ 75-146 Desember 2003Yogyakarta

tssN

(10)

ffiffiw

'URN'ILILMUTHJURUSAN

AGRONOMI FAKULTAS PERTANIAT{ UPT{ "I'ETERAII"YOGYAKARTA

Yol.T No.2

Desember 2003

DAFTAR

ISI

Pengamh Subkultur Eksplan Anyelir Hiperhidrisiti terhadap Pertumbuhannya [Su b cu l tur e E

ffi

c t of Hyp e rhydri ti s e d C arna ti o n

Explanls on Their GrowlhJ

Budi

Winarto

75-86

Aklimatisasi Dua Spesies Anggrek Bulan Hibrid pada Berbagai Macam Media Tanam [Ac cl imatization Of Tw o Specie s P hala enops is Orchids In Several Growth MediaJ

Daisy P.

Sriyanti

.87-94

Pengaruh Bensil Adenin (BA), Macam Eksplan, Lama Inkubasi Eksplan dan Cahayapada Sub Kultur Tanaman Nilam

(Pogostemon

Cablin

Benth) secara in Vitro ffhe In/luence of Benzyl Adenine (BA), Explant, Duration of Explant Incubation and Light on Sub Culture of Patchouly (Pogostemon cablin Bentt, by in WtroJ

Dameria

Hutabarat

95-103

Usaha Menurunkan Kadm Nikotin Ternbakau Secara Kultur Jaringan [Reducing oJ'Tobacco Nicotine in Tissue CultureJ

Ari

Wijayani

104-l I I

Produktivitas Dua Genotipe Mentimun pada Lima Dosis Pemupukan di Waigete Kabupaten Sil<ka /Productivity ofTwo Cucumber

Genotypes in Ftve trertilizqtions dt Wdigete Sikka DisftictJ

Prajifno AL

KS. dan Ujang

AS.

ll2-121

Respon Kedelai Varietas Wilis dan Malabar terhadap

Inokulasi Rhizobium dan Mikorhiza

ffhe

Response of Wilis and Malabar Soybean Varieties to Rhizobium andMichorhiza InoculationsJ

Rafi Riyati dan Oktavia Sarhesti

Padmini

122-l3l

Uji

Pengaruh Aplikasi Ekstrak Rimpang Kunyit terhadap Mortalitas

Ulat Kobis Plutella Xylostella L. (Lepidoptera: gnalidae)

ffhe

Study of Curcuma Rhizome Extract Application Efect on the Mortality

of

Diamondback Moth P lute lla xylostel la L. (Lepidoptera : Pyralidae)

J

Mofif

Eko

Poerwanto

132-139

Potensi Lalat Argentina (Procecidochares Connexa) dalam Pengendalian

Ki.i")"rh

(Chromolaenn Odomta)

ffhe

Potency

of

Argentinean Fly (Procecidochares connexa) in Controling Siom Weed

(C hromola ena odora ta)

J

Gambar

Tabel  I.  Mortalitas  P.  Xylostella  L  (o/o)  hasil aplikasi  ekstrak  kunyit  secara  oral dan  kontak  setelah  24  jam perlakuan
Tabel  T.  Sex  rasio imago  P.  xylostella  L.  sesudah  aplikasi  eksh'ak  kunyit  secara oral  dan  kontak

Referensi

Dokumen terkait

xylostella yang berhasil menjadi pupa dan imago pada berbagai perlakuan aplikasi ekstrak buah jarak pagar (

Peningkatan persentase mortalitas larva dengan semakin tingginya konsentrasi EDS selain karena semakin besarnya kadar bahan aktif yang bersifat toksik dalam ekstrak juga

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ekstrak buah belimbing wuluh ( Averrhoa bilimbi L.) terhadap mortalitas dan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pestisida nabati dari ekstrak akar mengkudu (Morinda citrifolia L.) terhadap mortalitas hama ulat daun (Plutella

Dari hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa terdapat pengaruh ekstrak daun mimba (Azedirachta indica) terhadap mortalitas ulat daun (Plutella xylostella)

Hasil analisis varian terhadap indeks panen tanaman sawi menunjukkan bahwa perlakuan perbedaan konsentrasi pestisida nabati dari ekstrak daun papaya dan intensitas

Pemberian ekstrak biji jarak pagar tua konsentrasi 20 g/l air menimbulkan mortalitas yang lebih tinggi (97,5%) dan tidak berbeda nyata dengan konsentrasi 15 g/l air (92,5%)

(Plutella xylostella) dapat disimpulkan bahwa: 1) Pemberian ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) berpengaruh positif terhadap mortalitas ulat daun (Plutella xylostella);