• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peranan polisi air dan udara dalam tindak pidana perikanan (Illegal Fishing) ditinjau dari Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia - Repository Universitas Bangka Belitung

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Peranan polisi air dan udara dalam tindak pidana perikanan (Illegal Fishing) ditinjau dari Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia - Repository Universitas Bangka Belitung"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

PERANAN POLISI AIR DAN UDARA

DALAM TINDAK PIDANA PERIKANAN (

ILLEGAL FISHING

)

DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2002

TENTANG KEPOLISIAN NEGARAREPUBLIK INDONESIA

(Studi Kasus Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung)

SKRIPSI

Oleh:

Jubrianto P Karokaro NIM.401.12.11.505 Konsentrasi: Hukum Pidana

JURUSAN ILMU HUKUM

FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG

BALUNIJUK

(2)
(3)

i

PERANAN POLISI AIR DAN UDARA

DALAM TINDAK PIDANA PERIKANAN (

ILLEGAL FISHING

)

DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2002

TENTANG KEPOLISIAN NEGARAREPUBLIK INDONESIA

(Studi Kasus Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung)

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pada Jurusan Ilmu Hukum- Fakultas Hukum

(4)
(5)
(6)
(7)

v

HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO

“BERJUANG UNTUK SESUATU YANG TAK BERGUNA ADALAH SIA-SIA, BERJUANG UNTUK HAL YANG BERHARGA

ADALAH MIMPI MASA LALU YANG AKAN DATANG PADA MASA PENANTIAN ”

“Karna Masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang (amsal 23:18)”

PERSEMBAHAN:

Puji Syukur Saya Panjatkan Kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang Maha

Memudahkan dan Maha Mengabulkan, Karya tulis ini ku persembahkan buat yang dekat dengan ku dan yang ku harapkan kan selalu dekat denganku, yaitu:

 Alm. Papa Denson Karokaro atas nasehatmu selama ini yang membuat diriku menjadi lebih berarti setidaknya bagiku sendiri semoga ayahanda tenang di surga bersama bapa, dan tetap mendoakan kami agar tetap sehat terlebih anak-anakmu menjadi anak yang berguna bagi keluarga, masyarakat dan negara.

 Ibuku Rosinta Barutu, ya Tuhan berikanlah Panjang umur, kesehatan, dan bimbinglah mama dimanapun berada yang telah memberikan semangat, nasehat yang luar biasa, dan berjuang tiada henti-hentinya untuk memberikan yang

terbaik kepada anaknya sehingga bisa sampai pada saat ini dalam menyelesaikan tugas akhir, tidak ada balasan yang dapat kuberikan untuk membuat hatimu bahagia selain dari pada apa yang ku cita-citakan tercapai. Semoga tuhan selalu menyertaimu mama tersayang;

 Adik- adik tersayang, Sri Ulina Angella Br. Karo, Aprianto Br. Karo, Reh Malem Br. Karo, dan Teresia Savel Br Karo

 Kepada keluargaku yang jauh dan yang dekat yang tidak dapat di sebutkan satu persatu.

(8)

vi

ABSTRAK

Jubrianto P Karokaro

PERANAN POLISI AIR DAN UDARA

DALAM TINDAK PIDANA PERIKANAN (ILLEGAL FISHING) DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2002 TENTANG KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Skripsi, Fakultas Hukum, 2016 Kata Kunci: Polisi Air dan Udara, Tindak Pidana, Perikanan

(9)

vii

ABSTRACT

Jubrianto P Karokaro

THE ROLE OF MARINE POLICE AND AIR POLICE IN HANDLING

ILLEGAL FISHING BASED ON LAW NUMBER 2 OF 2002 ON THE

POLICE FORCE OF INDONESIA

Thesis, law faculty, 2016

Keywords: Marine and Air Police, Crime, Fishery

Fishery crime is defined by illegal fishery activities that are against the law. The

police force is the state apparatus that run the function of law enforcement,

maintain security and order, and provide protection, shelter, and service for the

community. The Marine and Air Police force have a duty to prevent and handle

with fishery crimes. The purpose of this research is to figure out the role of the

police force and its coordination in handling fishery crime in Bangka Belitung. This research also aims to determine the supporting and obstructing factors in the

fishery crimes countermeasures. This research uses empirical juridical research

method, with empirical juridical approach. The research results show that the

roles of Marine and Air Police of Bangka Belitung are to maintain security and

order in society, upholding the law, and providing protection, shelter, and service

for the community. Fishery crimes can be prevented throught 2 ways, which are

preventive measures and repressive measure. In carrying their official duties, the

Marine and Air Police also have supporting and obstructing factors. The

supporting factors include the cooperation between Marine and Air Police and

the fishing communities, and adequate facilities and infrastructure. Meanwhile,

the obstructing factors include the lack of expert witnesses in the Marine and

Fishery Departement, lack of personnel, and weather condition that affects the

(10)

viii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkah dan rahmatnya-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Peranan Polisi Air dan Udara Dalam Tindak Pidana Perikanan (illegal

fishing) Ditinjau Dari Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (Studi Kasus Kepolisian Negara Republik Indonesia)”.

Dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih atas bantuan, bimbingan dan motivasi dari semua pihak yang telah membantu sehingga penulisan skripsi dapat terselesaikan, terutama kepada:

1. Bapak Dr. Ir. Muh. Yusuf, Msi., selaku Rektor Universitas Bangka Belitung.

2. Bapak Syamsul Hadi, SH., MH., selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung, sekaligus Dosen Pembimbing Utama yang telah memberikan arahan, dan membantu dalam pemberian pemahaman kepada penulis.

(11)

ix

4. Bapak Sigit Nugroho, SH., MH., selaku Ketua Jurusan Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung.

5. Bapak Wirazilmustaan, SH., MH., selaku Sekretaris Jurusan Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung.

6. Seluruh Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung yang telah memberikan ilmunya selama kurang lebih empat tahun penulis menuntut ilmu di Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung.

7. Bapak dan Ibu penguji sidang skripsi Bapak Dr. Dwi Haryadi., S.H.,M.H selaku ketua, Bapak Rio Armanda Agustian.,S.H.,M.H selaku anggota I, dan Ibu Yokotani.,S.H.,M.H selaku anggota II terima kasih atas semua ilmu dan masukan yang telah diberikan sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini dengan lancar.

8. Dosen dan Staf Pengajar serta seluruh yang ada di lingkungan Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung yang telah memberikan dukungan moral yangtelah memberikan ilmu pengetahuan kepada penulis sehingga dapat dijadikan bekal dalam penulisan skripsi ini.

9. Bapak AKP MS. Manurung, selaku Kasi Lidik Dit. Polisi Air dan Udara Daerah Kepulauan Bangka Belitung.

10.BapakKaptenHukumLaut (Kh) KepalaSeksiHukumLaut TNI AL Kepulauan Bangka Belitung.

(12)

x

12.BapakCung Ling SiawselakuketuanelayanPantaiRebo.

13.Semua pihak yang telah membantu penulis mulai dari awal penyusunan, seminar proposal, penelitian hingga akhir penyelesaian skripsi ini.

14.Teman- Teman seperjuangan di Permahi, Febri Aginta Ginting, Jefri Hutahaean, Mediani C Damanik, Nia Balina Ginting, Daniel Rahman Napitupulu, yang telah berbagi suka dan duka mulai dari mahasiswa baru hingga sekarang.

15.Teman-teman seperjuangan Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung, Rahadi, Adi Nainggolan, Trisno, yang telah membantu penulis secara moril dalam menyelesaikan masa studi di Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung.

16.Teman-Teman di Organisasi Mahasiswa Katolik Kepulauan Bangka Belitung yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu yang telah membantu penulis secara moril.

17.Adik-adik seperjuangan yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan masa studi di fakultas hukum Universitas Bangka Belitung.

(13)

xi

19.Teman-teman di kabupaten Humbang Hasundutan, Ali Murdani Lumban Gaol, Subakti, Jhon Peris Simanjuntak, Jusuf Mario Sirait yang telah memberikan dorongan untuk penyelesaian skripsi ini.

20.Teman-teman di Tanjung Balai, Samuel Marpaung, Daniel Pasaribu, dll terima kasih telah memberikan dorongan dan motovasi selesainya skripsi ini.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari kata sempurna dan tidak luput dari kesalahan dalam isi/materi ataupun susunan penulisan skripsi ini. Penulis berharap pembaca dapat memaklumi dan memberikan kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan skripsi ini ke arah lebih baik. Harapan penulis semoga skripsi ini dapat memberikan sumbangsih pemikiran di bidang hukum yang bermanfaat bagi semua pihak baik penulis dan pembaca.

Balunijuk, Maret 2016 Penulis

(14)

xii

DAFTAR BAGAN

(15)

xiii

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Data penanganan perkara tangkapan kapal dit Polair Baharkam Polri Kep. Babel Tahun 2015

Tabel 3.2 Data penanganan perkara tangkapan kapal dit Polair Baharkam Polri Kep. Babel Tahun 2016

Tabel 3.3 Data Tangkapan kegiatan patroli Dit. Polairda Kep. Bangka Belitung

(16)

xiv

HALAMAN PENGESAHAN... iv

HALAMAN MOTTO & PERSEMBAHAN... v

ABSTRAK.... vi

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian... 11

D. Kerangka Teori... 12

E. Metode Penelitian... 19

BAB IITINDAK PIDANA, POLISI AIR DAN UDARA (POLAIRUD)... 25

1. Tindak Pidana... 25

(17)

xv

b. Unsur-Unsur Tindak Pidana... 26

c. Cara Merumuskan Tindak Pidana... 30

A. Tindak Pidana Perikanan (Illegal Fishing)... 34

1. Pengertian Tindak Pidana Perikanan (Illegal Fishing)... 34

2. Faktor- Faktor Ternyadinya Tindak Pidana Perikanan (Illegal Fishing)... 45

B. Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI)... 48

1. Sejarah POLRI...49

2. Tugas dan Wewenang POLRI... 52

3. Asas-asas POLRI... 62

4. Sumber Hukum POLRI... 67

5. Polisi Air dan Udara...72

BAB III PERANAN POLISI AIR DAN UDARA DALAM TINDAK PIDANA PERIKANAN (ILLEGAL FISHING) DITINJU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2002 TENTANG KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA...75

A. Peranan Polisi Air dan Udara dalam Tindak Pidana Perikanan (Illegal Fishing) Ditinjau dari Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia... 76

1. Polairud dalam menangani tindak pidana perikanan... 77

(18)

xvi

3. Upaya pencegahan dan penanggulangan tindak pidana perikanan

yang dilakukan polisi air dan udara... 97

B. Faktor Pendukung dan Penghambat Polisi air dan udara Bangka Belitung dalam mencegah tindak pidana perikanan...100

BAB IV PENUTUP...115

A. KESIMPULAN... 115

B. SARAN... 117

Gambar

Tabel 3.1 Data penanganan perkara tangkapan kapal dit Polair Baharkam

Referensi

Dokumen terkait

Untuk menanggulangi terjadinya tindak pidana pencurian ikan (illegal fishing) di Indonesia, pemerintah hendaknya membentuk forum koordinasi penegak hukum untuk menyamakan

Untuk menanggulangi terjadinya tindak pidana pencurian ikan (illegal fishing) di Indonesia khususnya di Perairan Pantai Timur Sumatera, pemerintah hendaknya membentuk forum

Sedangkan tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui peran polisi dalam melakukan pencegahan terhadap tindak pidana pembajakan hak cipta ditinjau dari Undang-Undang No 19

Menurut Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Republik Indonesia, yang dimaksud Kepolisian adalah segala sesuatu yang menyangkut lembaga polisi,

Jenis sanksi yang dapat dikenakan terhadap pelaku tindak pidana di bidang perikanan (illegal fishing) secara jelas diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 jo Undang- Undang

Peranan penyidik Kepolisian Resor Rokan Hilir dalam memberantas tindak pidana prostitusi belum berjalan baik karena dalam pelaksanaan pemberantasan tindak pidana

Tindak pidana pencurian ikan (illegal fishing) yang sering terjadi di perairan Indonesia adalah karena penangkapan yang dilakukan tidak di sertai oleh SIUP dan SIPI, untuk

Penerapan kebijakan penenggelaman kapal asing yang melakukan tindak pidana illegal fishing di wilayah perairan Indonesia didasarkan pada ketentuan Pasal 69 ayat (4)