• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH KENAIKAN HARGA BBM TERHADAP HARGA SATUAN PEKERJAAN JALAN DAN JEMBATAN. Suhariyanto 1 ABSTRAK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH KENAIKAN HARGA BBM TERHADAP HARGA SATUAN PEKERJAAN JALAN DAN JEMBATAN. Suhariyanto 1 ABSTRAK"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH KENAIKAN HARGA BBM TERHADAP HARGA SATUAN

PEKERJAAN JALAN DAN JEMBATAN

Suhariyanto

1

1

Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Malang , Jl. Soekarno Hatta No. 9 Malang Email: [email protected]

ABSTRAK

Kenaikan Indonesian Crude Price (ICP) disinyalir menyebabkan kenaikan harga BBM yang berdampak pada kenaikah harga berbagai komoditas perdagangan termasuk material, peralatan dan upah konstruksi yang pada akhirnya akan mempengaruhi harga satuan pekerjaan dan nilai kontrak (eskalasi harga). Meskipun penyesuaian harga telah diatur pada pada lampiran Keppres No 18 tahun 2000 dan pasal 92 Perpres No. 54 tahun 2010, tetapi batasan kenaikan harga satuan pekerjaan yang perlu mendapatkan eskalasi belum diatur. Artinya tidak setiap terjadi kenaikan BBM perlu direspons dengan eskalasi.

Berdasarkan permasalahan tersebut diatas maka dilakukan kajian untuk mengetahui pengaruh kenaikan harga ICP terhadap harga satuan pekerjaan. Kajian dilakukan pada harga satuan pekerjaan jalan dan jembatan karena relatif padat alat dibanding pekerjaan lainnya. Perhitungan eskalasi dilakukan dengan mengacu lampiran Keppres No. 18 tahun 2000.

Hasil kajian menunjukkan bahwa bahwa kenaikan ICP yang tidak diikuti oleh kebijakan Pemerintah untuk menaikan harga BBM tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap IHPB dan IHK. Meskipun ICP mengalami kenaikan signifikan (sebesar 5% per bulan), besarnya faktor penyesuaian harga satuan pekerjaan (Pn) untuk pekerjaan jalan dan jembatan sebesar 1.01 sampai dengan 1.03. Kenaikan sebesar 1% sampai dengan 3% tersebut tidak perlu direspons dengan eskalasi, karena relatif kecil dan seharusnya sudah diantisipasi oleh penyedia jasa ketika menyusun penawaran.

Kata kunci: ICP, BBM, IHPB, IHK, eskalasi

1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Dengan disahkannya APBNP 2012 dimana ditambahkan ayat 6a pada pasal 7 maka kita harus bersiap-siap jika harga minyak mentah Indonesia/Indonesian Crude Price (ICP) merangkak naik dari asumsi saat ini sebesar $ 105 per Barrel. Batasnya adalah 15% terhadap asumsi ICP saat ini. BBM dipastikan naik jika rata2 ICP dalam 6 bulan terakhir menyentuh harga $120,75 per barrel (Budi Suanda : April 2012).

Kenaikan harga BBM tersebut disinyalir akan berdampak pada kenaikan harga berbagai komoditas perdagangan termasuk material, peralatan dan upah konstruksi yang pada akhirnya akan mempengaruhi harga satuan pekerjaan dan nilai kontrak (eskalasi harga).

Standar kontrak konstruksi internasional FIDIC, mengatur klausul berkaitan dengan dengan eskalasi pada klausul 70.1 Increase or Decrease of Cost, sebagai berikut “There shall be added to or deducted from the Contract Price such sums in respect of rise or fall in the cost of labour and/or materials or any other matters affecting the cost of the execution of the Works...” Sedangkan Perpres No. 54 tahun 2010, tentang Pengadaaan Barang/Jasa Pemerintah, penyesuaian harga diatur pada pasal 92.

Meskipun penyesuaian harga telah diatur pada pada pasal 92 Perpres No. 54 tahun 2010, tetapi batasan kenaikan harga satuan pekerjaan yang perlu mendapatkan eskalasi belum diatur. Artinya tidak setiap terjadi kenaikan BBM perlu direspons dengan eskalasi.

Berdasarkan permasalahan tersebut diatas maka dilakukan kajian untuk mengetahui pengaruh kenaikan harga ICP terhadap harga satuan pekerjaan. Kajian dilakukan pada harga satuan pekerjaan jalan dan jembatan karena relatif padat alat dibanding pekerjaan lainnya.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: ”Bagaimana pengaruh kenaikan ICP terhadap harga satuan pekerjan jalan dan jembatan?”

(2)

1.3 Batasan Masalah

Kajian dilakukan terhadap beberapa harga satuan pekerjaan pada pekerjaan jalan dan jembatan untuk beberapa item pembayaran.

2. METODE KAJIAN

Kajian pengaruh kenaikan harga BBM terhadap harga satuan pekerjaan jalan dan jembatan dilakukan sesuai diagram alir sebagai berikut:

Gambar 1. Diagram Alir Kajian

3. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 Eskalasi

Eskalasi adalah penyesuaian harga satuan pekerjaan (price adjustment) yang disebabkan kenaikan harga-harga dasar bahan, upah dan peralatan. Rumusan penyesuaian harga telah diatur dalam lampiran Keppres No. 18 tahun 2000. Persyaratan penggunaan rumusan penyesuaian harga:

a) Penyesuaian harga diberlakukan bagi kontrak yang masa pelaksanaannya lebih dari 12 (dua belas

bulan) bulan.

b) Penyesuaian harga satuan berlaku bagi seluruh kegiatan kecuali komponen keuntungan dan biaya

overhead.

c) Penyesuaian harga satuan diberlakukan sesuai dengan jadwal pelaksanaan yang tercantum dalam

kontrak. Bagian kontrak atau pekerjaan yang terlambat dilaksanakan karena kesalahan rekanan, penyesuaian harga satuan dan nilai kontrak menggunakan indeks harga sesuai jadwal pelaksanaan pekerjaan yang ditetapkan pada kontrak awal.

d) Penyesuaian harga satuan bagi pekerjaan yang berasal dari luar negeri dan dibayar dengan valuta asing

menggunakan indeks penyesuaian harga dari negara dimana barang tersebut berasal.

e) Penyesuaian harga satuan tidak diberlakukan pada bagian kontrak atau pekerjaan senilai uang muka,

(3)

Metode yang umum digunakan dalam menghitung eskalasi adalah dengan menggunakan persamaan berikut. 0 0 30 3 3 20 2 2 10 1 1 0

F

F

f

E

E

e

M

M

m

M

M

m

M

M

m

L

L

l

A

P

n n n n n n n

=

+

+

+

+

+

+

dengan:

Pn adalah suatu faktor penyesuaian harga untuk diberlakukan bagi mata pembayaran utama dalam

Rupiah. Penyesuaian ini akan dapat digunakan untuk pembayaran pekerjaan yang dilaksanakan pada bulan bersangkutan.

A adalah suatu konstanta dengan nilai 0.15 kecuali jika ditetapkan lain, mewakili bagian yang tidak

bisa disesuaikan di dalam pembayaran kontraktual,

l, m ( 1,2,3), e dan f adalah konstanta atau pembobotan, yang ditetapkan dalam lampiran Syarat-syarat

Kontrak yang berjudul "Komponen Faktor Harga Satuan Pekerjaan” mewakili proporsi yang

diperkirakan dari tiap unsur biaya (tenaga kerja, material, pemakaian peralatan dan bahan bakar) dalam

pekerjaan-pekerjaan. Jumlah l + m1 + m2 + m3 + e + f + A = 1

Lo, M(1,2,3)o, Eo dan Fo, adalah indeks harga dasar atau harga pada 28 hari sebelum pembukaan penawaran (Indeks Nol).

Ln,M(1,2,3)n, En dan Fn, adalah indeks harga yang berlaku pada saat dipertimbangkan atau indeks harga (tenaga kerja, material, pemakaian peralatan dan bahan bakar) untuk bulan "n".

Lo dan Ln adalah Indeks Harga Konsumen (IHK) Kelompok Pengeluaran Umum.

M(1,2,3)o dan M(1,2,3)n adalah Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Kelompok Bahan

Bangunan/Konstruksi Kelompok 2 Barang Galian Segala Jenis.

Eo dan En adalah Indeks Harga Perdagangan Besar Indonesia (IHPB) Kelompok Bahan

Bangunan/Konstruksi Kelompok 22 Alat-alat berat dan perlengkapannya.

Fo dan Fn adalah Indeks Harga untuk bahan bakar dengan dasar harga patokan Pertamina yng berlaku

untuk sektor Industri. Dalam kasus-kasus tertentu, dengan pertimbangan bahwa harga bahan bakar yang dikeluarkan oleh Pertamina adalah berbeda-beda/tidak seragam karena adanya subsidi pemerintah, angka indeks harga bahan bakar dapat didasarkan kepada data BPS.

(4)

3.2 Komponen Faktor Harga Satuan Pekerjaan Jalan dan Jembatan

Besarnya komponen faktor harga satuan pekerjaan jalan dan jembatan untuk beberapa item pembayaran adalah sebagai berikut:

Tabel 2 Komponen faktor Harga Satuan Pekerjaan Jalan dan Jembatan

3.3 Tren Harga Indonesian Crude Oil

Tren Indonesian Crude Price (ICP) periode Desember 2011 sampai dengan Juni 2012 adalah sebagai berikut:

Gambar 2 Tren Harga ICP

(Sumber : Diolah berdasarkan data http://www.esdm.go.id/publikasi/harga-energi/harga-minyak-mentah-indonesia-icp.html)

l f m1 m2 e Total

Divisi 2 Drainase

2.1 Galian untuk drainase dan saluran air m3 0.032 0.327 0.000 0.000 0.491 0.850

2.2 Pasangan batu dengan mortar m3 0.038 0.010 0.329 0.458 0.015 0.850

2.3 (1) - (3) Gorong-gorong pipa beton bertulang m 0.004 0.013 0.022 0.791 0.020 0.850 2.3 (4) Gorong-gorong pipa baja bergelombang ton 0.004 0.013 0.000 0.813 0.020 0.850

Divisi 3 Pekerjaan Tanah

3.1 (1) Galian biasa m3 0.032 0.327 0.000 0.000 0.491 0.850

3.1 (2) Galian batu m3 0.057 0.317 0.000 0.000 0.476 0.850

3.1 (3) - (5) Galian struktur m3 0.012 0.139 0.409 0.000 0.290 0.850

3.1 (6) - (7) Galian perkerasan beraspal m3 0.064 0.314 0.000 0.000 0.472 0.850

3.2 (1) Timbunan biasa m3 0.008 0.220 0.291 0.000 0.331 0.850

3.2 (2) - (3) Timbunan pilihan m3 0.006 0.117 0.552 0.000 0.175 0.850

Divisi 4 Pelebaran Perkerasan dan Bahu Jalan

4.2 (1) - (2) Lapis pondasi agregat kelas A/B m3 0.042 0.117 0.515 0.000 0.176 0.850

4.2 (3) Lapis pondasi semen tanah m3 0.041 0.117 0.516 0.000 0.176 0.850

4.2 (4) Semen untuk lapis pondasi semen tanah t 0.000 0.000 0.000 0.850 0.000 0.850

Divisi 5 Pekerasan Non Aspal

5.1 (1) - (2) Lapis pondasi agregat kelas A/B m3 0.042 0.117 0.515 0.000 0.176 0.850

5.2 Lapis pondasi kelas C m3 0.039 0.117 0.519 0.000 0.175 0.850

5.4 (1) Semen untuk lapis pondasi semen tanah ton 0.000 0.000 0.000 0.850 0.000 0.850

5.4 (2) Lapis pondasi semen tanah m3 0.041 0.116 0.517 0.000 0.176 0.850

Divisi 6 Perkerasan Aspal

6.1 (1) - (2) Lapis resap pengikat/lapis perekat liter 0.033 0.132 0.000 0.487 0.198 0.850 6.2 (1) - (2) Agregat penutup BURTU dan BURDA m2 0.019 0.109 0.559 0.000 0.163 0.850 6.2 (3) Bahan aspal untuk pekerjaan laburan liter 0.000 0.000 0.000 0.850 0.000 0.850

6.3 (1) - (2) Latasir (SS) kelas A/B m2 0.006 0.100 0.208 0.386 0.150 0.850

6.3 (3) Lataston-Lapis aus (HRS-WC) m2 0.006 0.100 0.208 0.386 0.150 0.850

6.3 (4) Lataston-Lapis pondasi (HRS-base) m3 0.006 0.100 0.208 0.386 0.150 0.850

6.3 (5) Laston - Lapis aus (AC-WC) m2 0.006 0.100 0.208 0.386 0.150 0.850

6. 3 (6) Laston - Lapis pengikat (AC-BC) m3 0.006 0.100 0.208 0.386 0.150 0.850

6. 3 (7) Laston - Lapis pondasi (AC-Base) m3 0.006 0.100 0.208 0.386 0.150 0.850

Divisi 7 Struktur

7.1 (1) - (8) Beton m3 0.036 0.013 0.196 0.586 0.019 0.850

7.2 (1) - (8) Unit pracetak gelagar bh 0.049 0.060 0.016 0.629 0.096 0.850

7.2 (9) Baja prategang kg 0.012 0.006 0.000 0.822 0.010 0.850

7.2 (10) Hollow slab pracetak bh 0.002 0.023 0.006 0.785 0.034 0.850

7.2 (11) Diafragma K350 termasuk pra penegangan m3 0.049 0.060 0.016 0.629 0.096 0.850

7.3 (1) - (5) Baja tulangan kg 0.056 0.013 0.000 0.760 0.021 0.850

7.4 (1) - (3) Baja struktur kg 0.056 0.013 0.000 0.760 0.021 0.850

7.5 (1) Pemasangan jembatan baja kg 0.255 0.085 0.000 0.000 0.510 0.850

7.6 (6) - (7) Penyediaan tiang pancang kayu m3 0.035 0.000 0.000 0.815 0.000 0.850

7.6 (8) Penyediaan tiang pancang baja kg 0.035 0.000 0.000 0.815 0.000 0.850

7.6 (9) - (10) Penyediaan tiang pancang pracetak beton m3 0.049 0.013 0.069 0.699 0.020 0.850

7.6 (11) Pemancangan tiang pancang kayu m 0.128 0.043 0.000 0.000 0.679 0.850

7.6 (11) - (14) Pemancangan tiang pancang pipa baja m 0.128 0.043 0.000 0.000 0.679 0.850 7.6 (15) - (17) Pemancangan tiang pancang beton m 0.128 0.043 0.000 0.000 0.679 0.850 7.6 (18) - (22) Tiang bor beton, cor di tempat m 0.043 0.199 0.024 0.267 0.317 0.850 7.7 (1) - (4) Penyediaan dinding sumuran silinder m 0.085 0.042 0.196 0.442 0.085 0.850 7.7 (5) - (8) Penurunan dinding sumuran silinder m 0.328 0.166 0.000 0.000 0.356 0.850

7.9 Pasangan batu m3 0.089 0.071 0.233 0.375 0.082 0.850

7.10 (1) Pasangan batu kosong diisi adukan m3 0.079 0.076 0.231 0.376 0.088 0.850

7.10 (2) Pasangan batu kosong m3 0.155 0.000 0.594 0.000 0.101 0.850

7.10 (3) Bronjong m3 0.147 0.026 0.243 0.396 0.038 0.850

Komponen Faktor Harga Item Pembayaran

(5)

Pada periode bulan Desember 2011 sampai dengan Maret 2012 harga ICP cenderung mengalami kenaikan, selanjutnya setelah bulan Maret 2012 harga ICP mengalami penurunan. Rata-rata kenaikan ICP pada periode Desember 2011 sampai dengan Maret 2012 sekitar 5% per bulan.

3.4 Tren Indeks Harga Konsumen

Tren Indeks Harga Konsumen (IHK) periode Desember 2011 sampai dengan Juni 2012 adalah sebagai berikut:

Gambar 3 Tren Indeks Harga Konsumen (IHK)

(Sumber : Diolah berdasarkan data Perkembangan Indeks Harga Konsument/Inflasi, Berita Resmi Statistik, BPS Bulan Februari 2012 sampai dengan Juni 2012)

Pada periode Desember 2011 sampai dengan Juni 2012, Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk Umum (L) dan Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar (F) cenderung mengalami kenaikan. Rata-rata kenaikan IHK pada periode Desember 2011 sampai dengan Maret 2012 sekitar 0.29% per bulan.

3.5 Tren Indeks Harga Perdagangan Besar Bahan Bangunan dan Konstruksi

Tren Indeks Harga Perdagangan Besar Bahan Bangunan dan Konstruksi (IHPB) untuk Barang Galian Segala Jenis (M1), Semen (M2), Alat-alat Berat dan Perlengkapannya (E) pada periode Desember 2011 sampai dengan Juni 2012 adalah sebagai berikut:

Gambar 4 Tren IHPB

(Sumber : Diolah berdasarkan data Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar, Berita Resmi Statistik, Badan Pusat Statistik Bulan Februari 2012 sampai dengan Juni 2012)

Pada periode Desember 2011 sampai dengan Juni 2012, Indeks Harga Perdagangan Besar Bahan Bangunan dan Konstruksi (IHPB) untuk Barang Galian Segala Jenis (M1), Semen (M2), Alat-alat Berat dan Perlengkapannya (E) cenderung mengalami kenaikan. Rata-rata kenaikan IHPB pada periode Desember 2011 sampai dengan Maret 2012 sekitar 0.56% per bulan.

3.6 Pengaruh Kenaikan BBM terhadap Harga Satuan Pekerjaan Jalan dan Jembatan

(6)

boleh mengubah harga BBM jika harga minyak mentah (Indonesia Crude Price/ICP) mengalami kenaikan atau penurunan rata-rata 15% dalam waktu 6 bulan.

Berdasarkan tren kenaikan ICP, tren kenaikan IHK dan tren IHPB terlihat bahwa kenaikan ICP yang tidak diikuti oleh kebijakan Pemerintah untuk menaikan harga BBM tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kenaikan IHPB dan IHK.

Pada periode Desember 2011 sampai Juni IHK dan IHPB cenderung mengalami kenaikan secara konstan (sebesar 0.29% per bulan untuk IHK dan sebesar 0.56% untuk IHPB), meskipun ICP pada periode tersebut mengalami kenaikan signifikan (sebesar 5% per bulan).

Berdasarkan simulasi yang dilakukan menggunakan rumusan eskalasi dengan menggunakan asumsi indeks harga dasar pada Desember 2011 dan indeks harga yang berlaku pada saat dipertimbangkan pada April 2012, maka besarnya faktor penyesuaian harga (Pn) adalah sebagai berikut:

Tabel 3 Faktor Penyesuaian Harga Satuan Pekerjaan (Pn) Jalan dan Jembatan

Besarnya faktor penyesuaian harga satuan pekerjaan (Pn) sebesar 1.01 sampai 1.03 dipengaruhi oleh inflasi, bukan karena kenaikan ICP. Kenaikan sebesar 1% sampai dengan 3% tersebut tidak perlu direspons dengan eskalasi, karena relatif kecil dan seharusnya sudah diantisipasi oleh penyedia jasa ketika menyusun penawaran.

4. SIMPULAN DAN SARAN 4.1 Simpulan

Berdasarkan kajian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa kenaikan ICP yang tidak diikuti oleh kebijakan Pemerintah untuk menaikan harga BBM tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap IHPB dan IHK. Meskipun ICP mengalami kenaikan signifikan (sebesar 5% per bulan), besarnya faktor penyesuaian harga satuan pekerjaan (Pn) untuk pekerjaan jalan dan jembatan sebesar 1.01 sampai dengan

1.03. Kenaikan sebesar 1% sampai dengan 3% tersebut tidak perlu direspons dengan eskalasi, karena

relatif kecil dan seharusnya sudah diantisipasi oleh penyedia jasa ketika menyusun penawaran.

l f m1 m2 e Total L0 F0 M10 M20 E0 Ln Fn M1n M2n En Divisi 2 Drainase

2.1 Galian untuk drainase dan saluran air m3 0.032 0.327 0.000 0.000 0.491 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.01 2.2 Pasangan batu dengan mortar m3 0.038 0.010 0.329 0.458 0.015 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.03 2.3 (1) - (3) Gorong-gorong pipa beton bertulang m 0.004 0.013 0.022 0.791 0.020 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.03 2.3 (4) Gorong-gorong pipa baja bergelombang ton 0.004 0.013 0.000 0.813 0.020 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.03

Divisi 3 Pekerjaan Tanah

3.1 (1) Galian biasa m3 0.032 0.327 0.000 0.000 0.491 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.01 3.1 (2) Galian batu m3 0.057 0.317 0.000 0.000 0.476 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.01 3.1 (3) - (5) Galian struktur m3 0.012 0.139 0.409 0.000 0.290 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.01 3.1 (6) - (7) Galian perkerasan beraspal m3 0.064 0.314 0.000 0.000 0.472 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.01 3.2 (1) Timbunan biasa m3 0.008 0.220 0.291 0.000 0.331 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.01 3.2 (2) - (3) Timbunan pilihan m3 0.006 0.117 0.552 0.000 0.175 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.02

Divisi 4 Pelebaran Perkerasan dan Bahu Jalan

4.2 (1) - (2) Lapis pondasi agregat kelas A/B m3 0.042 0.117 0.515 0.000 0.176 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.02 4.2 (3) Lapis pondasi semen tanah m3 0.041 0.117 0.516 0.000 0.176 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.02 4.2 (4) Semen untuk lapis pondasi semen tanah t 0.000 0.000 0.000 0.850 0.000 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.03

Divisi 5 Pekerasan Non Aspal

5.1 (1) - (2) Lapis pondasi agregat kelas A/B m3 0.042 0.117 0.515 0.000 0.176 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.02 5.2 Lapis pondasi kelas C m3 0.039 0.117 0.519 0.000 0.175 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.02 5.4 (1) Semen untuk lapis pondasi semen tanah ton 0.000 0.000 0.000 0.850 0.000 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.03 5.4 (2) Lapis pondasi semen tanah m3 0.041 0.116 0.517 0.000 0.176 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.02

Divisi 6 Perkerasan Aspal

6.1 (1) - (2) Lapis resap pengikat/lapis perekat liter 0.033 0.132 0.000 0.487 0.198 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.02 6.2 (1) - (2) Agregat penutup BURTU dan BURDA m2 0.019 0.109 0.559 0.000 0.163 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.02 6.2 (3) Bahan aspal untuk pekerjaan laburan liter 0.000 0.000 0.000 0.850 0.000 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.03 6.3 (1) - (2) Latasir (SS) kelas A/B m2 0.006 0.100 0.208 0.386 0.150 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.02 6.3 (3) Lataston-Lapis aus (HRS-WC) m2 0.006 0.100 0.208 0.386 0.150 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.02 6.3 (4) Lataston-Lapis pondasi (HRS-base) m3 0.006 0.100 0.208 0.386 0.150 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.02 6.3 (5) Laston - Lapis aus (AC-WC) m2 0.006 0.100 0.208 0.386 0.150 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.02 6. 3 (6) Laston - Lapis pengikat (AC-BC) m3 0.006 0.100 0.208 0.386 0.150 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.02 6. 3 (7) Laston - Lapis pondasi (AC-Base) m3 0.006 0.100 0.208 0.386 0.150 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.02

Divisi 7 Struktur

7.1 (1) - (8) Beton m3 0.036 0.013 0.196 0.586 0.019 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.03 7.2 (1) - (8) Unit pracetak gelagar bh 0.049 0.060 0.016 0.629 0.096 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.02 7.2 (9) Baja prategang kg 0.012 0.006 0.000 0.822 0.010 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.03 7.2 (10) Hollow slab pracetak bh 0.002 0.023 0.006 0.785 0.034 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.03 7.2 (11) Diafragma K350 termasuk pra penegangan m3 0.049 0.060 0.016 0.629 0.096 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.02 7.3 (1) - (5) Baja tulangan kg 0.056 0.013 0.000 0.760 0.021 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.03 7.4 (1) - (3) Baja struktur kg 0.056 0.013 0.000 0.760 0.021 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.03 7.5 (1) Pemasangan jembatan baja kg 0.255 0.085 0.000 0.000 0.510 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.01 7.6 (6) - (7) Penyediaan tiang pancang kayu m3 0.035 0.000 0.000 0.815 0.000 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.03 7.6 (8) Penyediaan tiang pancang baja kg 0.035 0.000 0.000 0.815 0.000 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.03 7.6 (9) - (10) Penyediaan tiang pancang pracetak beton m3 0.049 0.013 0.069 0.699 0.020 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.03 7.6 (11) Pemancangan tiang pancang kayu m 0.128 0.043 0.000 0.000 0.679 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.00 7.6 (11) - (14) Pemancangan tiang pancang pipa baja m 0.128 0.043 0.000 0.000 0.679 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.00 7.6 (15) - (17) Pemancangan tiang pancang beton m 0.128 0.043 0.000 0.000 0.679 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.00 7.6 (18) - (22) Tiang bor beton, cor di tempat m 0.043 0.199 0.024 0.267 0.317 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.01 7.7 (1) - (4) Penyediaan dinding sumuran silinder m 0.085 0.042 0.196 0.442 0.085 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.02 7.7 (5) - (8) Penurunan dinding sumuran silinder m 0.328 0.166 0.000 0.000 0.356 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.01 7.9 Pasangan batu m3 0.089 0.071 0.233 0.375 0.082 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.02 7.10 (1) Pasangan batu kosong diisi adukan m3 0.079 0.076 0.231 0.376 0.088 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.02 7.10 (2) Pasangan batu kosong m3 0.155 0.000 0.594 0.000 0.101 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.02 7.10 (3) Bronjong m3 0.147 0.026 0.243 0.396 0.038 0.850 129.91 123.95 240.2 181.09 150.6 131.32 125.51 246.96 187.34 151.12 1.02

No Item Pembayaran Satuan Komponen Faktor Harga Pn Indeks pada 28 hari sebelum batas akhir

pemasukan penawaran (Desember 2011)

Indeks yang berlaku pada bulan n, yaitu pada saat dilakukan pertimbangan eskalasi

(7)

4.2 Saran

Perlu dilakukan kajian lebih lanjut pada kondisi kenaikan ICP yang diikuti oleh kebijakan Pemerintah yang menaikkan BBM untuk mengetahui seberapa besar pengaruhnya terhadap kenaikan harga satuan pekerjaan jalan dan jembatan.

DAFTAR PUSTAKA

Budi Suanda, 2012,Pengaruh Pasal 7 Ayat 6a Pada Risiko Kenaikan Harga Proyek, 1 April 201, www.manajemenproyekindonesia.com

Budi Suanda, 2012, Langkah-Langkah Antisipasi Ketok Palu Kenaikan Harga BBM, 1 April 2012, www.manajemenproyekindonesia.com

Panduan Analisis Harga Satuan No 008/BM/2008, Direktora Bina Marga, Departemen Pekerjaan Umum Http://www.esdm.go.id/publikasi/harga-energi/harga-minyak-mentah-indonesia-icp.html

Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar, Berita Resmi Statistik, Badan Pusat Statistik Bulan Februari 2012 sampai dengan Juni 2012

Perkembangan Indeks Harga Konsument/Inflasi, Berita Resmi Statistik, BPS Bulan Februari 2012 sampai dengan Juni 20

Perpres No. 54 tahun 2010, Tentang Pengadaaan Barang/Jasa Pemerintah

(8)

Gambar

Gambar 1. Diagram Alir Kajian
Gambar 2 Tren Harga ICP
Gambar 4 Tren IHPB
Tabel 3 Faktor Penyesuaian Harga Satuan Pekerjaan (Pn) Jalan dan Jembatan

Referensi

Dokumen terkait

Pada kesempatan yang membahagiakan pada mimbar akademik yang terhormat ini, perkenankanlah saya menyampaikan pidato pengukuhan Guru Besar saya dengan judul: BAYI TABUNG:

Subjek penelitian pewarisan sifat rambut gembel adalah suatu keluarga yang memiliki keturun- an rambut Gembel yang dapat dilacak sampai 3 ( tiga ) generasi. Subjek

Sebelum adanya kegaiatan karang taruna yang berupa pengembangan ekonomi dalam bentuk usaha, para pemuda desa dono arum ini tidak memiliki suatu program sehingga

Pengaruh Salinitas yang Berbeda terhadap Morfologi, Ukuran dan Jumlah Sel, Pertumbuhan serta Rendemen Karaginan Kappaphycus alvarezii.. Apri Arisandi 1* , Marsoedi 2 , Happy Nursyam

Pulo Ie Blang Muko Blang Baro Ujong Sikuneng Purworejo Simpang Peut Alue Ie Mameh Ujong Pasi Kuta Makmue Gunong Reubo Blang Teungoh Ujong Patihah Cot Kumbang Blang Bintang Ujong

 Keragu-raguan pembeli yang harus membeli barang untuk orang lain dapat kita pecahkan dengan cara memberikan jaminan: seandainya salah, barang dapat ditukar

 Kurangnya komunikasi antara dunia usaha Indonesia dengan perwakilan perdagangan di Kanada juga menjadi salah satu kendala yang dihadapi sehingga belum berkembangnya pasar

Karenanya, al-Ma‟mun mengadakan rapat keluarga dan memaparkan sebab niatnya itu yang dianggap akan melanggengkan kekhalifahan Bani Abbas dengan mempersatukan darah