• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA KINERJA TAHUNAN R K T

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RENCANA KINERJA TAHUNAN R K T"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA KINERJA TAHUNAN

R

K

T

KECAMATAN BAGELEN

TAHUN ANGGARAN 2011

(2)

PEMERINTAH KABUPATEN PURWOREJO

KECAMATAN BAGELEN

Jl. Yogja Km. 12, Bagelen, Telp/FAX. ( 0275 ) -756003.

KEPUTUSAN CAMAT BAGELEN NOMOR : 188.4/ /2010

TENTANG

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2011 CAMAT BAGELEN Menimbang Mengingat Menetapkan PERTAMA : : : :

a.

bahwa Kecamatan Bagelen sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Purworejo, perlu menyusun Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Tahun 2011

b.

bahwa Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Tahun 2011 perlu ditetapkan dengan Surat Keputusan Camat ;

1. Undang – undang Nomor 13 Tahun 1950 Tentang pembentukan Daerah-daerah Kabupaten dalam lingkungan Propinsi Jawa Tengah;

2. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437);

3. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 Tentang Rencana Kerja Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4405);

4. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1998 tentang Penyelenggaran Pendayagunaan Aparatur Negara; 5. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999

Tentang Akuntabiltas Kinerja Instansi Pemerintah;

6. Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor : 589/IX/6/Y/1999 tentang Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

7. Peraturan Daerah Kabupaten Purworejo Nomor 14 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Purworejo;

8. Peraturan Bupati Purworejo Nomor 22 Tahun 2005 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Purworejo 2006-2010);

9.

Peraturan Bupati Purworejo Nomor 30.Z Tahun 2008 tentang Penjabaran Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Kecamatan di Lingkungan Kabupaten Purworejo;

M E M U T U S K A N :

Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Kantor Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo Tahun 2011 merupakan landasan dan pedoman operasional dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan Tahun 2011 dan merupakan komitmen bersama seluruh pelaku kegiatan di Kantor Kecamatan Bagelen sekaligus sebagai dasar untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan yang akan dituangkan dalam Dokumen Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

(3)

KEDUA

KETIGA

:

:

Dokumen Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Kecamatan Bagelen Tahun 2011 adalah sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan ini dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari keputusan ini;

Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dan apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapannya akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Bagelen

Pada tanggal : 10 Nopember 2010 CAMAT BAGELEN

KENDRASMOKO, M.Si PEMBINA

(4)

KATA PENGANTAR

Dalam rangka mewujudkan aspirasi masyrakat dan mencapai tujuan serta cita-cita berbangsa dan bernegara yaitu penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good govermance), maka diterbitkan Intruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) yang merupakan tindak lanjut dari TAP MPR RI Nomor XI/MPR/1998 dan Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999, yang keduanya mengatur tentang penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas koropsi, kolosi dan nepotisme.

Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan (RKT) ini merupakan kewajiban instansi pemerintah sebagaimana diatur dalam Keputusan Kepala LAN Nomor 239/IX/6/8/2003, tanggal 25 Maret 2003 tentang perbaikan pedoman penyusunan Akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.

Dengan adanya Rencana Kinerja Tahunan (RKT) diharapkan kita dapat menyusun LAKIP yang lebih obyektif karena rencana telah ditetapkan pada awal tahun kerja, dapat memacu kinerja karena instansi dan pejabatnya karena memiliki beban tanggungjawab untuk merealisasikan target yang telah ditetapkan serta pembuatan LAKIP pada akhir tahun anggaran dapat dilaksanakan dengan relatif lebih mudah dan cepat.

Kami menyadari bahwa penyusunan Rencana Kinerja Tahunan ini masih jauh dari sempurna namun demikian dapat di gunakan sebagai pedoman dalam menjalankan misi untuk mewujudkan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan tugas pokok, fungsi dan kewenangan yang ada.

Bagelen, 10 Nopember 2010 CAMAT BAGELEN

KENDRASMOKO, M.Si PEMBINA

(5)

RINGKASAN EKSEKUTIF

Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Kantor Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo Tahun 2011 merupakan landasan dan pedoman operasional dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan Tahun 2011 dan merupakan komitmen bersama seluruh pelaku kegiatan di Kantor Kecamatan Bagelen sekaligus sebagai dasar untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan yang akan dituangkan dalam Dokumen Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

Rencana Kinerja Tahunan adalah dokumen yang menjabarkan Rencana Strategis yang berisi informasi tentang tingkat atau target kinerja (berupa output dan atau outcome) yang ingin diwujudkan oleh suatu organisasi pada satu tahun tertentu . Rencana Kinerja Tahunan merupakan hasil dari proses perencanaan kinerja.

Tujuan dari disusunnya Rencana Kinerja Tahunan adalah untuk menciptakan LAKIP yang obyetif, serta memberikan landasan dan pedoman operasional dalam melaksanakan kegiatan.

Rencana Kinerja Tahunan (RKT) merupakan materi penjabaran Rencana strategis, yang berisi sasaran, program dan kegiatan selama 1 tahun.

Pada Tahun 2011 Kecamatan Bagelen menetapkan 1 (satu) sasaran Yaitu

Optimalisasi fungsi kecamatan dan kelurahan di bidang

pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan ”.

Untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan dituangkan melalui 5 (lima) program yaitu :

1. Program pelayanan administrasi perkantoran

2. Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur

3. Program peningkatan fungsi pembinaan dan fasilitasi pemerintahan desa 4. Program peningkatan fungsi pembinaan dan fasilitasi pembangunan wilayah 5. Program peningkatan fungsi pembinaan dan fasilitasi kemasyarakatan.

Program – program yang ada di realisasikan dengan 25 (dua puluh lima) kegiatan sebagai berikut :

1. Penyediaan jasa komonikasi, sumber daya air dan listrik; 2. Penyediaan jasa kebersihan kantor;

3. Penyediaan alat tulis kantor;

4. Penyediaan barang cetakan dan penggadaan;

5. Penyediaan komponen instalasi listrik / penerangan kantor; 6. Penyediaan peralatan rumah tangga;

7. Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan; 8. Penyediaan makanan dan minuman;

(6)

10. Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke dalam daerah 11. Pemeliharaan rutin / berkala gedung kantor

12. Pemeliharaan rutin / berkala kendaraan dinas/operasional 13. Pemeliharaan rutin/berkala komputer

14. Konferensi Kepala Desa/Kelurahan dan Sekretaris Desa/Kelurahan 15. Pembinaan adminitrasi desa/kelurahan

16. Fasilitasi Pengelolaan DAUD, TPAD, dan DAK Desa 17. Fasilitasi Pelayanan Administrasi Perijinan

18. Intensifikasi PBB, Pajak dan Retribusi Daerah

19. Musyawarah Perencanaan Pembangunan Tingkat Kecamatan

20. Pembinaan Lembaga Ekonomi Desa dan Kelompok Ekonomi Produktif 21. Rapat Dinas Pelaksanaan Pembagunan di Tingkat Kecamatan

22. Pemantauan dan pengendalian bencana alam 23. Fasilitasi kegiatan PKK

24. Pembinaan dan Patroli Kamtibmas

(7)

DAFTAR ISI

1. Halaman judul

2. Surat Keputusan Camat Bagelen 3. Kata Pengantar

4. Ringkasan eksekutif 5. Daftar Isi

BAB I : Pendahuluan

A. Pengertian Rencana Kinerja Tahunan B. Dasar Hukum

C. Tugas pokok, fungsi dan tatakerja D. Kondisi aktual

BAB II : Sasaran, Indikator Sasaran dan Program BAB III : Kegiatan dan Indikator Kinerja Kegiatan

BAB IV : Penutup

Lampiran-lampiran :

Jadwal pelaksanaan kegiatan Tahun anggaran 2011 Matrik Rencana Kinerja Tahunan Tahun 2011

(8)

I. PENDAHULUAN

A. Pengertian Rencana Kinerja Tahunan (RKT)

Rencana Kinerja Tahunan adalah dokumen yang menjabarkan Rencana Strategis yang berisi informasi tentang tingkat atau target kinerja (berupa output dan atau outcome) yang ingin diwujudkan oleh suatu organisasi pada satu tahun tertentu . Rencana Kinerja Tahunan merupakan hasil dari proses perencanaan kinerja.

B. Dasar Hukum

Dasar hukum penyusunan Rencana Kinerja Tahunan adalah : 1. UU 28/1999 2. UU 17/2003 3. UU 25/2004 4. UU 32/2004 5. INPRES 7/1999 6. INPRES 5/2004 7. SE MENPAN 31/M.PAN/12/2004

8. KEPUTUSAN KEPALA LAN 239/IX/6/8/2004

9.

Peraturan Daerah Kabupaten Purworejo Nomor 14 Tahun 2008, tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Purworejo

10. Peraturan Bupati Purworejo Nomor 30.Z Tahun 2008 tentang Penjabaran Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Kecamatan di Lingkungan Kabupaten Purworejo;

C. Tugas pokok dan fungsi pemerintahan kecamatan

1. Tugas Pokok dan Fungsi

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Purworejo Nomor 14 Tahun 2008, tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Purworejo, Camat mempunyai tugas pokok melaksanakan kewenangan pemerintahan yang dilimpahkan oleh Bupati untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah dan menyelenggarakan tugas umum pemerintahan.

Tugas pokok Camat dalam melaksanakan kewenangan pemerintahan yang dilimpahkan oleh Bupati untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah adalah meliputi aspek sebagai berikut :

a. Perijinan; b. Rekomendasi; c. Koordinasi; d. Pembinaan; e. Pengawasan; f. Fasilitasi;

(9)

g. Penetapan; h. Penyelenggaraan;

i. Kewenangan lain yang dilimpahkan.

Tugas pokok Camat dalam menyelenggarakan tugas umum pemerintahan meliputi :

a. Mengkoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat;

b. Mengkoordinasikan upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum; c. Mengkoordinasikan penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangan; d. Mengkoordinasikan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum; e. Mengkoordinasikan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di tingkat

kecamatan;

f. Membina penyelenggaraan pemerintahan desa dan/atau kelurahan;

g. Melaksanakan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya dan/atau yang belum dapat dilaksanakan pemerintahan desa atau kelurahan.

Dalam melaksanakan tugas pokoknya Camat menyelenggarakan fungsi : a. Pelaksanaan kewenangan pemerintahan yang dilimpahkan oleh Bupati; b. Pengkoordinasi kegiatan pemberdayaan masyarakat;

c. Pengkoordinasian upaya penyelenggaran ketenteraman dan ketertiban umum; d. Pengkoordinasian penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangan; e. Pengkoordinasian pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum;

f. Pengkoordinasian penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di tingkat kecamatan; g. Pembinaan penyelenggaraan pemerintahan desa dan/atau kelurahan;

h. Pelaksanaan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya dan/atau yang belum dapat dilaksanakan pemerintahan desa atau kelurahan. 2. Susunan organisasi

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Purworejo Nomor 14 Tahun 2008, tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Purworejo, Susunan Organisasi Pemerintah Kecamatan adalah sebagai berikut :

a. Camat

b. Sekretariat, membawahkan :

1. Subbagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan; 2. Subbagian Keuangan

3. Subbagian Umum dan Kepegawaian c. Seksi Tata Pemerintahan

d. Seksi Ekonomi dan Pembangunan e. Seksi Kemasyarakatan

f. Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum g. Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa h. Kelompok Jabatan Fungsional.

(10)

Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Camat.

Seksi-seksi masing-masing dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Camat melalui Sekretaris

Subbagian – Subbagian masing-masing dipimpin oleh seorang Kepala Subbagian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris.

Kelompok jabatan fungsional dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior sebagai ketua Kelompok dan bertanggung jawab kepada Camat.

3. Susunan organisasi

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Purworejo Nomor 14 Tahun 2008, tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Purworejo, Struktur Organisasi Kecamatan Bagelen sebagai berikut :

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

SEKCAM

BAMBANG SETYO BUDOTO,S.Sos NIP. 19690113 199009 1 002 CAMAT KENDRASMOKO, M.Si NIP. 19600911 198609 1 002 SUB BAGIAN PERENC.EVALUASI DAN PELAPORAN BUDIRATONO,S.Sos, MM NIP. 19710303 199203 1 008 SUB BAGIAN KEUANGAN MARDINEM, S.Sos NIP. 19570503 198110 2 001 SUB BAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN S U W A R T O NIP. 19620327 198503 1 012 SEKSI TATA PEMERINTAHAN AGUS PRASETYONO, SH NIP. 19660903 199403 1 009 SEKSI EKONOMI DAN PEMBANGUNAN AGUS WIDIYANTO,S.IP,M.Si NIP. 19720827 199303 1 003 SEKSI KEMASYARAKATAN

BUDI SUHARJO, SIP

NIP. 19570303 198101 1 004 SEKSI KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN UMUM WASIT RASIMIN, B.Sc NIP. 19550705 198603 1 012 SEKSI PEMBERDAYAAN MASY DAN DESA Drs. BAMBANG AGUS PURWANTO, MM NIP. 19630831 198903 1 007

(11)

D.

Kondisiaktual

Kondisi aktual Kecamatan Bagelen Tahun 2010 berdasarkan pemikiran dan hasil evaluasi tahun 2009, issue strategis yang berkembang yaitu ditetapkannya wilayah Kecamatan Bagelen sebagai kawasan Agropolitan di Kabupaten Purworejo serta prediksi situasi dan kondisi mendatang maka dapat dirumuskan sebagai berikut :

1. Kondisi internal

• Tersedianya SDM yang memadahi secara kuantitas

Adanya struktur organisasi yang memadahi Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Purworejo Nomor 14 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Purworejo dan Peraturan Bupati Purworejo Nomor 30.Z Tahun 2008 tentang Penjabaran Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Kecamatan di Lingkungan Kabupaten Purworejo.

• Kepedulian yang besar terhadap kualitas pelayanan Publik.

• Ketersediaan prasarana dan sarana kerja memadai.

• Pemahaman Tupoksi yang relatif rendah oleh jajaran staf

• Belum tersusunnya Protap pelayanan

• Gairah untuk berkompetisi dalam arti positif masih kurang

• Ketrampilan dan Kemampuan staf masih kurang.

• Penguasaan tehnologi informasi sangat rendah

• Tanggung jawab dan disiplin masih kurang

• Inovatif dan kreativitas masih perlu ditingkatkan.

• Komitemen dan keteladanan pimpinan. 2. Kondisi eksternal

• Ditetapkan sebagai kawasan agropolitan

• Pemerintahan desa yang relatif mandiri

• Perencanaan pembangunan yang aspiratif dengan melibatkan masyarakat

• Kamtibmas yang relatif mantap

• Infrastruktur wilayah yang meningkat

• Kurangnya kualitas SDM perangkat desa

• Kondisi topografi wilayah yang rawan bencana alam

• Masih adanya persepsi negatif masyarakat terhadap pelayanan umum

 Tuntutan masyarakat yang meningkat diberbagai bidang khususnya pelayanan administrasi.

 Terbatasnya kemampuan keuangan daerah.

 Budaya kerja dan disiplin masih perlu ditingkatkan

 Tuntutan peningkatan kinerja menuju pemerintahan yang baik semakin tinggi.

 Etos kerja yang lebih tinggi semakin dibutuhkan.

 Jumlah penduduk usiadoktif rendah karena urbanisasi

 Ditetapkan sebagai kawasan reforma agraria.

(12)

E. SWOT

Prediksi keadaan Kecamatan Bagelen tahun 2011 secara manajerial menurut teori SWOT dapat dikemukakan sebagai berikut :

1. Faktor internal

a. Stength (kekuatan)

• Tersedianya SDM yang memadahi secara kuantitas

Adanya struktur organisasi yang memadahi Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Purworejo Nomor 14 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Purworejo

• Adanya pelimphanan kewenangan dari Bupati kepada Camat

• Ketersediaan prasarana dan sarana kerja b. Weaakness ( kelemahan)

• Belum tersusunnya standar / protap pelayanan masyarakat

• Pemahaman Tupoksi yang relatif rendah oleh jajaran staf

• Penguasaan tehnologi informasi relatif rendah

• Gairah untuk berkompetisi dalam arti positif masih kurang

• Ketrampilan dan Kemampuan staf masih kurang.

• Tanggung jawab dan disiplin masih kurang

• Sikap mental dan kepribadian masih perlu dimantapkan.

• Inovatif dan kreativitas masih perlu ditingkatkan.

• Kondisi sarana dan prasarana relatif kurang memadahi

• Keterbatasan dana 2. Faktor eksternal

a. Opportunities (peluang)

 Pemerintahan desa yang relatif mandiri

 Adanya peningkatan fungsi koordinasi eksternal sampai tingkat desa dan dinas instansi kecamatan

 Perencanaan pembangunan yang aspiratif dengan melibatkan masyarakat

 Kamtibmas yang relatif mantap

 Adanya rencana pembangunan kawasan agropolitan

 Adanya fungsi pelayananan masyarakat

 Program PNPM Mandiri Pedesaan

b. Threats (ancaman)

 Kurangnya kualitas SDM perangkat desa

 Kondisi topografi wilayah yang rawan bencana alam

(13)

 Tuntutan masyarakat yang meningkat diberbagai bidang khususnya pelayanan administrasi.

 Terbatasnya kemampuan keuangan daerah.

 Budaya kerja dan disiplin pegawai masih perlu ditingkatkan

 Tuntutan peningkatan kinerja menuju pemerintahan yang baik semakin tinggi.

 Etos kerja yang lebih tinggi semakin dibutuhkan.

Dari faktor internal dan faktor eksternal kemudian diinteraksikan dengan mengeluarkan Pemetaan prediksi dan pemetaan interaktif, yaitu sebagai berikut :

1. Pemetaan kekuatan untuk memanfaatkan peluang ( S+O)

a. Memanfaatkan semua SDM secara optimal untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi serta kewenangan yang ada;

b. Menggunakan kewenangan yang ada untuk menjalankan fungsi koordinasi sampai ke Pemerintahan desa dan Program PNPM Mandiri Pedesaan serta dukungan terhadap terwujudnya kawasan agropolitan;

c. Meningkatkan kepedulian terhadap pelayanan masyarakat

d. Mengoptimalkan sarana yang ada untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi kecamatan

2. Pemetaan dengan perkecil kelemahan dengan memanfaatkan peluang (O+W)

a. Meningkatkan pemahaman tupoksi, Ketrampilan, penguasaan tehnologi informasi dan kreatifitas dengan mengikuti diklat, tugas belajar atau ijin belajar atau kursus. b. Menyusun Standar/Protap pelayanan masyarakat.

c. Menyusun rencana perawatan sarana dan prasarana yang ada serta pemanfaatannya secara optimal;

d. Menumbuh kembangkan sikap kreasi, inovatif, disiplin serta gairah berkompetisi dalam arti positif di jajaran staf melalui staf meeting.

3. Pemetaan kekuatan untuk menghindari ancaman (S+T)

a. Memanfaatkan secara optimal SDM dan Kewenangan yang ada untuk melakukan pembinaan terhadap perangkat desa

b. Memanfaatkan secara optimal SDM dan prasarana yang ada untuk mengantisipasi daerah rawan bencana

c. Memanfaatkan secara optimal SDM dan Kewenangan yang ada untuk meningkatkan pelayanan administrasi secara prima untuk menghindari persepsi negatif terhadap pelayanan masyarakat.

d. Menumbuh kembangkan serta membangun budaya kerja

4. Pemetaan dengan perkecil kelemahan dan hindari ancaman (W+T)

(14)

b.

Mengoptimalkan fungsi fasilitasi penyelenggaraan pemerintahan desa/kelurahan

c.

Mengoptimalkan sarana prasarana dan dana yang ada untuk pelaksanaan tugas

d.

Meningkatkan disiplin dan sikap mental untuk memenuhi tuntutan kinerja menuju pemerintahan yang lebih baik.

(15)

II. SASARAN, INDIKATOR SASARAN DAN PROGRAM

Sasaran, indikator sasaran dan program dalam RKT adalah Sasaran, indikator sasaran dan program yang telah ditetapkan pada Renstra, yang dipilih sesuai dengan sasaran untuk tahun yang bersangkutan.

Dari uraian diatas Kecamatan Bagelen menetapkan sasaran, indikator sasaran dan program sebagai berikut :

Sasaran :

Sasaran adalah hasil yang akan dicapai secara nyata oleh pemerintah dalam rumusan yang lebih spesifik, terukur dalam kurun waktu 1 tahun, sasaran yang dipilih untuk tahun 2011 adalah “Optimalisasi fungsi kecamatan dan kelurahan di bidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan”

Indikator Sasaran :

Indikator sasaran adalah ukuran tingkat keberhasilan pencapaian sasaran untuk diwujudkan pada tahun yang bersangkutan, adapun indikator sasaran Kecamatan Bagelen tahun 2011 adalah “ tertib administrasi desa dan kecamatan “.

Program

Program adalah kumpulan kegiatan yang sistematis dan terpadu untuk mendapatkan hasil guna mencapai sasaran tertentu, sebagai berikut :

1. Pelayanan administrasi perkantoran;

2. Peningkatan sarana dan prasarana aparatur;

3. Peningkatan Fungsi Pembinaan dan Fasilitasi Pemerintahan Desa 4. Peningkatan Fungsi Pembinaan dan Fasilitasi Pembangunan Wilayah 5. Peningkatan Fungsi Pembinaan dan Fasilitasi Kemasyarakatan

(16)

III. KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA KEGIATAN

Kegiatan adalah tindakan nyata dalam waktu tertentu yang dilakukan oleh instansi pemerintah sesuai dengan kebijakan dan program yang telah ditetapkan dalam Renstra dengan memanfaatkan sumber daya yang ada guna mencapai tujuan dan sasaran tertentu.

Indikator kinerja kegiatan adalah ukuran kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu kegiatan (Input, Output dan Outcomes) yang telah ditetapkan.

Kegiatan dan indikator kegiatan sebagai berikut :

URAIAN KEGIATAN INDIKATOR KINERJA SATUAN

RENCANA TINGKAT PENCAPAIAN

TARGET

5 6 7 8

Penyediaan jasa komonikasi,

sumber daya air dan listrik Input :Dana Rp. 6.720.000,-Output :

Jasa layanan komonikasi dan layanan listrik Bulan 12 Outcome :

Meningkatnya kinerja pelayanan administrasi perkantoran % 100 Penyediaan jasa kebersihan

kantor Input :Dana Rp.

4.875.000,-Output :

Jasa kebersihan kantor Bulan 12 Outcome :

Meningkatnya kinerja pelayanan administrasi perkantoran % 100 Penyediaan alat tulis kantor Input :

Dana Rp.

6.985.950,-Output :

Alat tulis kantor Bulan 12

Outcome :

Meningkatnya kinerja pelayanan administrasi perkantoran % 100 Penyediaan barang cetakan dan

penggandaan Input :Dana Rp.

2.072.550,-Output :

Barang cetakan dan penggandaan Bulan 12 Outcome :

Meningkatnya kinerja pelayanan administrasi perkantoran % 100 Penyediaan komponen instalasi

listrik/penerangan bangunan kantor

Input :

Dana Rp.

789.000,-Output :

Komponen instalasi listrik/penerangan kantor Bulan 12 Outcome :

Meningkatnya kinerja pelayanan administrasi perkantoran % 100 Penyediaan peralatan rumah

tangga

Input :

Dana Rp.

945.200,-Output :

Alat kebersihan dan bahan pembersih Bulan 12 Outcome :

Meningkatnya kinerja pelayanan administrasi perkantoran % 100 Penyediaan bahan bacaan dan

peraturan perundang-undangan Input :Dana Rp. 900.000,-Output :

Surat kabar harian Bulan 12

Outcome :

Meningkatnya kinerja pelayanan administrasi perkantoran % 100 Penyediaan makanan dan

(17)

5.940.000,-Output :

Makanan dan minuman harian Bulan 12 Outcome :

Meningkatnya kinerja pelayanan administrasi perkantoran % 100 Rapat-rapat koordinasi dan

konsultasi ke luar daerah

Input :

Dana Rp.

4.775.000,-Output :

Koordinasi ke luar daerah Bulan 12 Outcome :

Meningkatnya kinerja pelayanan administrasi perkantoran % 100 Rapat-rapat koordinasi dan

konsultasi ke dalam daerah

Input :

Dana Rp.

21.640.000,-Output :

Koordinasi dan konsultasi dalam daerah Bulan 12 Outcome :

Meningkatnya kinerja pelayanan administrasi perkantoran % 100 Pemeliharaan rutin / berkala

gedung kantor Input :Dana Rp.

4.300.000,-Output :

Gedung kantor tetap berfungsi dengan baik M2 2.140 Outcome :

Meningkatnya sarana dan prasarana perkantoran % 100 Pemeliharaan rutin / berkala

kendaraan dinas/operasional

Input :

Dana Rp.

7.660.000,-Output :

Kendaraan dinas/operasional berfungsi dengan baik (1 unit mobil & 9 unit sepeda motor)

Bulan 12 Outcome :

Meningkatnya sarana dan prasarana perkantoran % 100 Pemeliharaan rutin/berkala

komputer

Input :

Dana Rp.

2.600.000,-Output :

Perangkat komputer berfungsi dengan baik Unit 6 Outcome :

Meningkatnya sarana dan prasarana perkantoran % 100 Konferensi Kepala

Desa/Kelurahan dan Sekretaris Desa/Kelurahan

Input :

Dana Rp. 4.895.000

Output :

Rapat koordinasi MUSPIKA dan Pimpinan Dinas/Instansi kali 22 Outcome :

Meningkatnya kerjasama dan koordinasi dalam pelaksanaan program dan kegiatan pemerintahan serta pelayanan masyarakat

% 100

Pembinaan adminitrasi

desa/kelurahan Input :Dana Rp.

1.486.000,-Output :

Meningkatnya kemampuan desa dalam penyusunan

adminitrasi desa Desa 17

Outcome :

Meningkatnya tertib administrasi desa % 100 Fasilitasi Pengelolaan DAUD,

TPAD, dan DAK Desa Input :Dana Rp. 2.460.000,-Output :

Meningkatnya kemampuan pengelolaan dan

pengadministrasian pelaksanaan DAUD, TPAD, dan DAK Desa

Desa 17

Outcome :

Meningkatnya kesesuaian pelaksanaan DAUD, TPAD dan DAK Desa dengan Juklak dan Juknis %

100

Fasilitasi Pelayanan Administrasi Perijinan

Input :

Dana Rp.

(18)

Surat ijin/rekomendasi perijinan rekomen dasi Outcome :

Meningkatnya iklim usaha serta jumlah bangunan yang

memiliki IMB % 100

Intensifikasi PBB, Pajak dan

Retribusi Daerah Input :Dana Rp.

5.380.000,-Output :

Pelunasan PBB, pajak dan retribusi daerah sesuai potensi dan tepat waktu

Desa 17

Outcome :

Meningkatnya partisipasi masyarakat sebagai kontributor pendanaan pembangunan daerah

% 100

Musyawarah Perencanaan Pembangunan Tingkat Kecamatan

Input :

Dana Rp.

3.977.500,-Output :

Prioritas rencana pembangunan tingkat kecamatan tahun 2012

Dokumen 1 Outcome :

Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan % 100 Pembinaan Lembaga Ekonomi

Desa dan Kelompok Ekonomi Produktif

Input :

Dana Rp.

2.930.000,-Output :

Meningkatnya ketrampilan dan pengetahuan perajin gula kelapa

Orang 55 Outcome :

Meningkatnya kualitas dan variasi produk serta meningkatnya kinerja lembaga/kelompok

% 100

Rapat Dinas Pelaksanaan Pembagunan di Tingkat Kecamatan

Input :

Dana Rp.

1.024.000,-Output :

Rekomendasi pelaksanaan pembangunan setiap triwulan Dokumen Rekomen

dasi

4 Outcome :

Meningkatnya kinerja pelaksanaan pembangunan di

tingkat kecamatan % 100

Pemantauan dan pengendalian

bencana alam Input :Dana Rp.

3.435.000,-Output :

Data dan informasi kondisi desa rawan bencana serta kesiap siagaan masyarakatnya

Desa 17

Outcome :

Kelancaran prosedur dan mekanisme penanganan

bencana meningkat % 100

Fasilitasi kegiatan PKK Input :Dana Rp. 3.367.050,-Output :

Meningkatnya kapasitas pelaksanaan program dan

kegiatan PKK di tingkat Kecamatan dan Desa Desa 17 Outcome :

Meningkatnya peran PKK dalam pemberdayaan perempuan

% 100

Pembinaan dan Patroli Kamtibmas Input :

Dana Rp.

4.795.000,-Output :

Terselenggaranya pembinaan dan patroli kamtibmas Kali 15 Outcome :

Meningkatnya ketertiban umum dan penegakan perda di wilayah

% 100

Pembinaan kerukunan antar umat

beragama Input :Dana Rp.

5.508.750,-Output :

Forum komonikasi antar umat beragama kali 4 Outcome :

(19)
(20)

111.786.000,-IV. PENUTUP

Rencana Kinerja Tahunan (RKT) yang disusun Kecamatan Bagelen perlu disosilaisasikan kepada jajaran pimpinan, staf, dan pihak-pihak lain yang terkait dalam pelaksanaan RKT dalam satu tahun mendatang.

Dengan sosialisasi ini diharapkan semua pihak memiliki satu persepsi tentang Rencana Kinerja Tahunan yang telah ditetapkan sehingga pelaksanaan kegiatan yang direncanakan dapat tercapai hasilnya secara optimal, yang akhirnya tujuan dan sasaran dapat dicapai.

Namun demikian rencana pencapaian terget dalam RKT secara periodik perlu dipantau secara teratur oleh pimpinan sehingga bila terjadi perubahan asumsi yang dipergunakan dalam penetapan target / rencana dan dapat menyebabkan pencapaian dapat diatasi sedini mungkin.

Selain itu evaluasi diperlukan untuk mendeteksi apakah target yang direncanakan masih relewan dengan tujuan dan sasaran yang akan dicapai.

CAMAT BAGELEN

KENDRASMOKO,M.Si PEMBINA

Referensi

Dokumen terkait

OCBC Bank Singapore adalah salah satu Bank tertua di Singapura yang didirikan tahun 1912 dan merupakan salah satu perusahaan keuangan terbesar di Asia, dengan aset grup usaha lebih

Hasil analisis didapatkan nilai OR sebesar 4,98 (95% CI : 1,07-23,1) yang memiliki arti bahwa ibu dengan status gizi kurang berpeluang 4,98 kali lebih besar untuk melahirkan

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Efektifkah model pembelajaran keterampilan menulis karangan argumentasi dengan menggunakan model kooperatif tipe jigsaw pada siswa kelas

Pengklasifikasian menggunakan analisis diskriminan kernel dengan fungsi kernel normal dengan bandwidth optimum 0,1 pada data nasabah kredit bank “X” di Provinsi

Pondasi yang digunakan untuk dermaga kapal tongkang batubara ini adalah tiang pancang baja. - Kontrol kebutuhan kedalaman tiang.  Tiang tegak: sedalam 21 m dari seabed atau -29

menimbulkan kontroversi ulama tentang kebolehan peng gunaannya. Dapat disimpulkan bahwa di antara alasan pelarangan adalah karena orang-orang yang menggunakan tafsir al-’ilmi

Dalam pelaksanaan PPL terdapat beberapa pendukung yang dapat memperlancar pelaksanaan PPL. Beberapa faktor tersebut diantaranya adalah dari dosen pembimbing,

Undang-undang Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu mendefenisikan wilayah pesisir  wilayah pesisir  sebagai kawasan peralihan yang menghubungkan ekosistem darat dan ekosistem