BAB I PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan Pengendalian Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, Pemerintah Daerah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang merupakan penjabaran visi, misi dan program kepala daerah. Dari dokumen perencanaan 5 (lima) tahunan daerah yang tertuang dalam RPJMD ini kemudian dijadikan pedoman dalam menyusun Rencana Strategis (Renstra) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Satuan Kerja Perangkat Daerah, yang selanjutnya disebut Rencana Strategis SKPD adalah dokumen perencanaan satuan kerja perangkat daerah untuk periode 5 (lima) tahun dengan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Renstra SKPD merupakan tanggungjawab Kepala SKPD yang memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan yang sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD.
Penyusunan Renstra-SKPD Bagian Pertanahan Sekretariat Daerah Kota Padang berpedoman pada Peraturan Daerah Kota Padang Nomor ... Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Padang Tahun 2014-2019 dan diselaraskan dengan program pembangunan yang menjadi prioritas Kepala Daerah sebagaimanana tertuang dalam RPJMD Kota Padang namun dengan tetap mendasarkan pada tugas dan fungsi Bagian Pertanahan serta memperhatikan program dan kegiatan yang telah dicapai sebelumnya
Sehubungan dengan hal tersebut diatas, Bagian Pertanahan Sekretariat Daerah Kota Padang sebagai salah satu Unit Satuan Kerja Perangkat Daerah perlu menyusun Renstra SKPD sebagai dokumen perencanaan kegiatan.
Dalam Ketentuan Pasal 15 ayat (3) dan ayat (4) Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional antara lain dinyatakan bahwa Renstra-SKPD disiapkan dengan berpedoman pada rancangan awal RPJM Daerah, sedangkan rancangan RPJM Daerah disusun dengan menggunakan rancangan Renstra SKPD dan berpedoman pada RPJP Daerah. Dengan demikian dokumen Renstra-SKPD tidak bisa dipisahkan dari keberadaan 2 (dua) dokumen yang lain yaitu RPJP Daerah dan RPJM Daerah. Adapun secara substansi Renstra-SKPD juga terkait dengan perencanaan sebelumnya dalam artian merupakan perencanaan-perencanaan yang telah ada.
1.2. LANDASAN HUKUM
1. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kota Besar dalam Lingkungan Daerah Propinsi Sumatera Tengah; 2. Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar
Pokok-pokok Agraria ( Lembaran Negara Tahun 1960 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2043);
3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional ;
4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah kedua kali dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008 ;
5. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional ;
6. Undang-undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan Umum (Lembaran Negara Tahun 2012 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5280);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah ;
8. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Propinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota;
9. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah ;
10. Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 65 Tahun 2006;
11. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum;
12. Keputusan Presiden Nomor 34 Tahun 2003 tentang kebijakan Nasional di Bidang Pertanahan (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 60);
13. Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2007 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan Umum sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan Umum;
14. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 58/PMK.02/2008 tentang Biaya Panitia Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan Umum;
15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
16. Keputusan Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 2 Tahun 2000 tentang Norma dan Standar Mekanisme Ketatalaksanaan Kewenangan Pemerintah di Bidang Pertanahan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota;
17. Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2012 tentang Petunujuk Teknis Pelaksanaan Pengadaan Tanah 18. Peraturan Daerah Kota Padang Nomor 18 Tahun 2004 tentang Rencana
19. Peraturan Daerah Kota Padang Nomor 15 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan tata Keja Sekretariat daerah dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah;
20. Peraturan Daerah Kota Padang Nomor... Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kota Padang Tahun 2014-2019;
21. Peraturan Walikota Padang Nomor 40 Tahun 2012 tentang Penjabaran Tugas Pokok dan Fungsi Asisten, Bagian dan Sub Bagian pada Sekretariat Daerah;
1.3. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud : Maksud disusunnya Renstra SKPD adalah sebagai pedoman perencanaan atau dasar pelaksanaan kegiatan Bagian Pertanahan Sekretariat Daerah Kota Padang serta memberikan arah kebijakan, program dan kegiatan yang ingin dicapai selama 5 (lima) tahun kedepan.
Tujuan : Tujuan disusunnya Renstra SKPD adalah untuk mengoptimalkan peran Bagian Pertanahan Sekretariat Daerah Kota Padang dalam pencapaian visi, misi, Pemerintah Kota sesuai dengan tugas dan fungsi Bagian Pertanahan agar selaras dengan program prioritas Kepala Daerah yang tertuang dalam RPJMD.
1.4. SISTEMATIKA PENULISAN BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Mengemukakan secara ringkas pengertian Renstra Bagian Pertanahan, fungsi Renstra Bagian Pertanahan dalam penyelenggaraan pembangunan daerah.
1.2. Landasan Hukum
Memuat penjelasan tentang undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan daerah, dan ketentuan peraturan lainnya 1.3. Maksud dan Tujuan
Memuat penjelasan tentang maksud dan tujuan dari penyusunan Renstra Bagian Pertanahan
1.4. Sistematika Penulisan
Menguraikan pokok bahasan dalam penulisan Renstra Bagian Pertanahan, serta susunan garis besar isi dokumen
BAB II GAMBARAN PELAYANAN BAGIAN PERTANAHAN 2.1. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi
Memuat penjelasan umum tentang dasar hukum pembentukan Bagian Pertanahan, struktur organisasi Bagian Pertanahan, serta uraian tugas dan fungsi sampai dengan satu eselon dibawah kepala Bagian Pertanahan. Uraian tentang struktur organisasi Bagian Pertanahan ditujukan untuk menunjukan organisasi, jumlah personil, dan tata laksana Bagian Pertanahan (proses, prosedur, mekanisme)
2.2. Sumber Daya Bagian Pertanahan
Memuat penjelasan ringkas tentang sumber daya yang dimiliki Bagian Pertanahan dalam menjalankan tugas dan fungsinya, mencakup sumber daya manusia, asset/modal.
2.3. Kinerja Pelayanan Bagian Pertanahan
Bagian ini menunjukkan tingkat capaian kinerja Bagian Pertanahan berdasarkan sasaran/target Renstra Bagian Pertanahan periode sebelumnya, menurut SPM untuk urusan wajib, dan/atau indikator kinerja pelayanan Bagian Pertanahan dan/atau indikator lainnya atau indikator yang telah diratifikasikan oleh pemerintah.
2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Bagian Pertanahan
Bagian ini mengemukakan hasil analisis terhadap Renstra SKPD Kabupaten/Kota (untuk provinsi) dan Renstra SKPD provinsi (untuk kabupaten/kota), hasil telaahan terhadap RTRW, dan hasil analisis terhadap KLHS yang berimplikasi sebagai tantangan dan peluang bagi pengembangan pelayanan Bagian Pertanahan pada lima tahun mendatang, bagian mengemukakan macam pelayanan, perkiraan besaran kebutuhan pelayanan, dan arahan lokasi pengembangan pelayanan yang dibutuhkan.
BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI 3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi
Pada bagian ini dikemukakan permasalahan-permasalahan pelayanan Bagian Pertanahan beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya
Bagian ini mengemukakan apa saja tugas dan fungsi Bagian Pertanahan yang terkait dengan visi, misi, serta program kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih
3.3. Telaahan RTRW dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis
Berisi tentang implementasi Perda RTRW untuk tahun 2010-2013, serta dokumen kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) 3.4. Penentuan Isu-isu Strategis
Berisi isu-isu strategis yang diangkat oleh Bagian Pertanahan dengan berpedoman pada isu strategis RPJMD 2014-2019 Kota Padang
BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1. Visi dan Misi
Berisi visi dan misi Bagian Pertanahan untuk lima tahun ke depan 4.2. Tujuan Dan Sasaran Jangka Menengah
Berisi tujuan serta sasarannya yang hendak dicapai oleh Bagian Pertanahan
4.3. Strategi Dan Kebijakan
Rumusan strategi yang menjelaskan bagaimana tujuan dan sasaran dapat dicapai serta dijabarkan dalm serangkaian kebijakan
BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF
Pada bagian ini dikemukakan rencana program dan kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran, dan pendanaan indikatif
BAB VI INDIKATOR KINERJA
Pada bagian ini dikemukakan indikator kinerja SKPD yang secara langsung menunjukan kinerja yang akan dicapai SKPD dalam lima tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD.
BAB II
GAMBARAN PELAYANAN BAGIAN PERTANAHAN
2.1. TUGAS, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI
Bagian Pertanahan Sekretariat Daerah Kota Padang dibentuk Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Padang Nomor 15 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Padang Nomor 13 Tahun 2012 .
Berdasarkan Peraturan Walikota Padang Nomor 40 Tahun 2012 tentang Penjabaran Tugas Pokok dan Fungsi Asisten, Bagian dan Sub Bagian pada Sekretariat Daerah, Bagian Pertanahan mempunyai Tugas Pokok menyusun program , melaksanakan kebijakan dan mengkoordinasikan pelaksanaan, pelayanan dan penyelenggaraan di bidang Pertanahan.
Dalam menyelenggarakan tugas pokok tersebut, Bagian Pertanahan mempunyai fungsi:
a. Mengolah urusan administrasi pertanahan
b. Menelaah dan mengevaluasi masalah pertanahan yang berkaitan dengan ganti rugi tanah
c. Melakukan koordinasi dan penyiapan bahan pertimbangan dalam rangka penyelesaian proses pertanahan
d. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya
Bagian Pertanahan dipimpin oleh seorang Kepala Bagian dan masing-masing Sub Bagian dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bagian. Bagan Susunan Organisasi Bagian Pertanahan Sekretariat Daerah Kota Padang adalah sebagai berikut :
Sub Bagian Administrasi Pertanahan
Sub Bagian Administrasi Pertanahan mempunyai tugas mengumpulkan bahan, menyusun pedoman dan petunjuk teknis pembinaan prasarana fisik pemerintahan Kota dan pembinaan administrasi Pertanahan
Penjabaran tugas Sub Bagian Administrasi Pertanahan adalah :
a. Melaksanakan penatausahaan program atau kegiatan, administrasi, keuangan, peralatan, perlengkapan aset, kepegawaian, dokumentasi dan arsip yang berkaitan dengan bidang tugas Bagian Pertanahan.
b. Mencari, mengumpulkan, menghimpun, menginventarisasi dan mengolah data, informasi serta permasalahan-permasalahan yang berhubungan dengan bidang administrasi pertanahan serta menyiapkan bahan petunjuk pemecahan masalah
c. Menyiapkan bahan menyusun kebijaksanaan, pedoman dan petunujuk teknis dibidang administrasi pertanahan
d. Menyiapkan bahan menyusun pedoman dan petunujuk teknis pembinaan penyelenggaraan administrasi pertanahan pemerintah Kota
e. Membuat evaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas Sub Bagian Administrasi Pertanahan
f. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya
Sub Bagian Ganti Rugi Pertanahan
Sub Bagian Ganti Rugi Pertanahan mempunyai tugas mengumpulkan dan mengolah data, bahan dan informasi dalam menyusun pedoman dan petunujuk teknis, penyelesaian masalah pertanahan.
Penjabaran tugas Sub Bagian Ganti Rugi Pertanahan adalah :
a. Mengumpulkan dan mempelajari Peraturan Perundang-undangan, pedoman dan petunjuk teknis dibidang penyelenggaraan ganti rugi tanah
b. Menyiapkan, menghimpun, mengolah data, bahan dan informasi dalam rangka ganti rugi tanah
c. Menyiapkan dan mengolah data, bahan dan informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan ganti rugi tanah
d. Mengumpulkan dan menyimpan bahan dan data hasil pelaksanaan penyelesaian ganti rugi
e. Membuat evaluasi dan laporan pelaksanaan tugas Sub Bagian Ganti Rugi Pertanahan Tanah
f. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya
Sub Bagian Penyelesaian Masalah Pertanahan
Sub Bagian Penyelesaian Masalah Pertanahan mempunyai tugas mengumpulkan, mengolah data, bahan dan informasi dalam menyusun pedoman dan petunujuk teknis penyelesaian masalah pertanahan
Penjabaran tugas Sub Bagian Penyelesaian Masalah Pertanahan adalah :
a. Mengumpulkan, menghimpun dan mengolah data dan informasi serta mempelajari peraturan Perundang-undangan, kebijakan teknis, pedoman dan petunujuk teknis yang berkaitan dengan penyelesaian masalah Pertanahan b. Menyiapkan bahan dan informasi yang diperlukan dalam rangka Penyelesaian
Masalah Pertanahan
c. Melakukan inventarisasi dan klarifikasi permasalahan dibidang Penyelesaian Masalah Pertanahan
d. Melakukan penerapan dan penyelesaian permasalahan tanah ulayat e. Melakukan penyelesaian sengketa tanah garapan
f. Membuat evaluasi dan laporan pelaksanaan tugas Sub Bagian Penyelesaian Masalah Pertanahan
g. Melakukan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya
2.2 SUMBER DAYA BAGIAN PERTANAHAN
a. Sumber Daya Manusia
Dalam pelaksanaan tugas, Bagian Pertanahan Sekretariat Daerah Kota Padang didukung oleh pegawai berjumlah 19 0rang
Secara rinci data pegawai di Bagian Pertanahan Sekretariat Daerah Kota Padang dapat dibagi sebagai berikut :
Tabel 1. Jumlah Pegawai berdasarkan Golongan
NO. GOLONGAN JUMLAH (ORANG)
1. Golongan IV 1
2. Golongan III 12
3. Golongan II 5
4. Golongan I -
Tabel 2. Jumlah Pegawai berdasarkan Tingkat Pendidikan
NO. PENDIDIKAN JUMLAH (ORANG)
1. S2 2 2. S1 6 3. Sarjana Muda/D3/D2 3 4. SLTA/Sederajat 7 5. SLTP/Sederajat - 6. SD -
Tabel 3. Jumlah Jabatan Struktural menurut Eselon. NO. JABATAN ESELON III A IV A 1. Kepala Bagian 1 -
2. Kepala Sub Bagian - 3
b. Perlengkapan/Aset
Sarana prasarana yang dimiliki untuk mendukung aktivitas Bagian Pertanahan Sekretariat Daerah Kota Padang terus diupayakan bertambah sesuai dengan kebutuhan. Adapun sarana prasarana yang dimiliki, antara lain :
NO. JENIS JUMLAH
1. Kendaraan Dinas Roda 4 (Mobil) 2
2. Kendaraan Dinas Roda 2 (Sepeda Motor) 3
4. Lemari Besi 2 5. Lemari kayu 2 6. Filling Besi 5 7. Lemari Kaca 1 8. Meja Rapat 1 9. Kursi Tamu 2 10. Kursi Putar 5 11. Meja staf 13 12. Kursi Biasa 34 13. Meja Biro 1 14. Lemari Es 2 15. Televisi 2 16. Komputer 6 17. Lap Top 7 18. Printer 8 19. UPS 5 20. Proyektor 1 21. Camera 1
Untuk melaksanakan program dan kegiatan masing-masing sub bagian, Bagian Pertanahan Sekretariat Daerah Kota Padang memperoleh dukungan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Padang.
2.3 KINERJA PELAYANAN BAGIAN PERTANAHAN
Pelayanan yang diselenggarakan Bagian Pertanahan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya adalah sebagai berikut :
1. Pelayanan Administrasi Pertanahan
Pelayanan adminstrasi pertanahan diselenggarakan dalam rangka terciptanya administrasi yang tertib serta tersedianya petunjuk teknis tentang aturan pengadaan tanah untuk kepentingan umum adalah sebagai berikut :
b. Melakukan konsultasi Peraturan-peraturan serta konsep pedoman dan petunjuk teknis penyelesaian masalah bidang administrasi pengadaan tanah dengan instansi terkait
c. Memberikan informasi tentang dokumen yang harus disiapkan oleh SKPD yang membutuhkan tanah untuk dibebaskan
d. Melakukan koordinasi dengan tim independen penilai harga tanah e. Melaksanakan pemecahan sertifikat/balik nama atas tanah yang telah
dibebaskan
2. Pelayanan Ganti Rugi.
Pelayanan Ganti rugi diselenggarakan dalam rangka pengadaan tanah untuk kepentingan umum adalah sebagai berikut:
a. Melakukan konsultasi Peraturan-peraturan serta konsep pedoman dan petunjuk teknis ganti rugi tanah.
b. Melakukan sosialisasi serta negosiasi tentang ganti rugi kepada masyarakat yang objeknya terkena pembangunan proyek untuk kepentingan umum
c. Melakukan koordinasi survey dan inventarisasi tanah dengan instansi terkait
d. Memberikan informasi/laporan kepada atasan, instansi yang membutuhkan tanah tentang objek/tanah yang telah maupun yang belum dibebaskan
3. Pelayanan Penyelesaian Masalah Pertanahan.
a. Melakukan konsultasi Peraturan-peraturan serta konsep pedoman dan petunjuk teknis penyelesaian masalah Pertanahan dengan instansi terkait
b. Memberikan petunjuk dalam hal dokumen yang harus disiapkan kepada masyarakat serta langkah-langkah untuk penyelesaian masalah tanah milik masyarakat.
c. Menyediakan informasi tentang proses yang telah dilalui dalam hal penyelesaian masalah tanah kepada atasan maupun instansi yang berkepentingan dengan pengadaan tanah tersebut.
2.4. TANTANGAN DAN PELUANG PENGEMBANGAN PELAYANAN BAGIAN PERTANAHAN.
Berangkat dari visi dan misi pembangunan Daerah Kota Padang dalam hal pengadaan tanah dan memperhatikan prioritas pembangunan daerah, maka dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kota Padang Tahun 2009-2013 , telah dibebaskan beberapa persil tanah dan Penyelesaian masalah beberapa tanah untuk pembangunan guna kepentingan umum.
Dalam masa jabatan Walikota hasil pemilihan kepala daerah tahun 2009-2013 telah dilakukan pembebasan tanah sebanyak 196 Persil dan penyelesaian masalah pertanahan untuk kepentingan umum sebanyak 48 Kasus
Keberhasilan pembebasan tanah untuk pembangunan diupayakan untuk pencapaian visi dan misi pembangunan daerah sebagaimana telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Padang Tahun 2004-2020.
Walaupun Bagian Pertanahan telah melakukan pembebasan tanah sebanyak 196 persil namun dari seluruh persil tanah yang telah dibebaskan tersebut tidak tertutup kemungkinan muncul gugatan dari pihak-pihak lain atau tanah yang telah dibebaskan akan kembali di kuasai oleh pemilik awal apabila tidak segera dilakukan pensertifikatan/balik nama.
Untuk menghindari gugatan yang bisa muncul sewaktu-waktu dan supaya tanah yang telah dibebaskan tidak dikuasai kembali oleh pemilik awal, maka perlu dilakukan pembuatan tempat penyimpanan arsip untuk menyimpan berkas-berkas ganti rugi yang telah dibayarkan dan untuk tanah yang telah dibebaskan segera dilakukan pensertifkatan/balik nama serta memasang plank tanda tanah milik Pemko Padang di tanah tersebut
BAB III
ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
Isu strategis merupakan kondisi atau hal yang harus diperhatikan atau dikedepankan dalam perencanaan pembangunan daerah karena dampaknya yang signifikan dan menentukan tujuan penyelenggaraan pemerintahan daerah di masa yang akan datang. Ini berarti bahwa apabila isu strategis ini tidak diantisipasi dengan baik akan menimbulkan kerugian yang lebih besar dan berdampak pada tidak terwujudnya pembangunan sesuai dengan apa yang telah direncanakan atau ditagetkan atau salah dalam menentukan kebijakan yang akan diambil dalam hal pembebasan tanah
Pembangunan yang berkelanjutan meliputi pembebasan tanah untuk pembangunan jalan, Jembatan, Normalisasi Sungai, pembebasan tanah untuk sekolah dan kantor pemerintahan serta pengelolaan administrasi pertanahan yang lebih baik Karena itu pengelolaan administrasi serta terwujudnya pengadaan tanah untuk kepentingan umum merupakan tugas pokok dan fungsi yang perlu dilakukan dalam periode lima (5) tahun mendatang
Isu-isu pembangunan pokok dari pembangunan daerah yang bersifat strategis yang dimiliki oleh Bagian Pertanahan merupakan isu strategis dari Pemerintah daerah Kota Padang yaitu antara lain “
isu Strategis Infrastruktur dan
Prasarana Daerah
,”
sebagaimana yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) daerah Kota Padang Tahun 2014-2019.
Dimana dalam pelaksanaan RPJMD Kota Padang, Bagian Pertanahan melaksanakan misi ke 5 yaituMenciptakan Kota Padang yang Aman,
Bersih, Tertib, Bersahabat dan Menghargai kearifan lokal.
Dengan tujuan yang hendak dicapai dalam misi ini adalah Terwujudnya perbaikan kualitas lingkungan hidup Kota Padang melalui penanggulangan resiko bencana, baik gempa, tsunami, banjir dan longsor serta pengelolaan lingkungan hidup yang baik.3.1. IDENTIFIKASI PERMASALAHAN BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI Permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam pelayanan SKPD beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya, antara lain :
1. Sumber Daya Manusia Aparatur yang masih perlu ditingkatkan terutama tenaga lapangan dan administrasi pertanahan dan jumlah aparatur yang kurang.
2. Sarana dan Prasarana yang terbatas terutama sekali tempat atau ruang penyimpanan arsip.
3. Sikap mental masyarakat yang lebih terfokus secara ekonomi dari pada kepentingan umum.
4. Menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
3.2. TELAAHAN VISI, MISI DAN PROGRAM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH TERPILIH.
Visi Walikota dan Wakil Walikota Padang terpilih adalah “
Mewujudkan Kota
Padang sebagai Kota Pendidikan, Perdagangan dan Pariwisata yang
Sejahtera, Religius dan Berbudaya “
Dari visi tersebut terdapat 6 hal pokok yang menjadi landasan dan sasaran utama yang diharapkan dapat tercapai dalam periode 5 tahun mendatang yaitu :
1. Pendidikan, melalui pendidikan akan dapat diwujudkan sumberdaya manusia yang berkulaitas sebagai modal dasar untuk mendorong proses pembangunan Kota.
2. Perdagangan, baik untuk produksi pertanian dan usaha kecil dan menengah (UKM) dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga kota.
3. Pariwisata, khususnya wisata bahari dengan memanfaatkan pantai Padang yang indah dan bersih serta pulau-pulau yang berdekatan, merupakan potensi Kota yang sangat penting disamping perdagangan. Kharakteristik kegiatan pariwisata yang mempunyai keterkaitan erat dengan sektor lain, baik pertanian, industri, perdagangan dan jasa akan memungkinkan pengembangan sektor pariwisata secara terpadu dengan sektor-sektor lainnya sehingga proses pertumbuhan ekonomi kota menjadi semakin cepat dan efesien.
bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bermoral tinggi dan sangat peduli terhadap kepentingan umum masyarakat;
5. Tata kehidupan masyarakatnya didasarkan pada budaya lokal, khususnya budaya minangkabau dalam rangka mewujudkan masyarakat yang rukun dan damai serta saling menghormati satu sama lainnya sesuai dengan warisan budaya tradisional masyarakat.
Untuk mewujudkan visi tersebut, maka misi atau upaya umum yang akan dilakukan adalah :
1. Mewujudkan pendidikan yang berkualitas untuk menghasilkan sumberdaya manusia yang beriman, kreatif dan berdaya saing;
2. Menjadikan Kota Padang sebagai pusat perdagangan wilayah barat sumatera;
3. Menjadikan Kota Padang sebagai daerah tujuan wisata yang nyaman dan berkesan;
4. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pengembangan ekonomi kerakyatan;
5. Menciptakan kota Padang yang aman, bersih, tertib, bersahabat dan menghargai kearifan lokal;
6. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan melayani. Dalam rangka melaksanakan pembangunan Kota Padang yang berkelanjutan khususnya dalam hal Penyediaan tanah untuk kebutuhan pembangunan kota yang berkeadilan, Sebagaimana telah dimuat dalam Rancangan Peraturan Daerah Kota Padang tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Padang Tahun 2014-2019, guna mewujudkan pengadaan tanah untuk pembangunan tersebut, Pemerintah Kota Padang telah menetapkan beberapa tujuan guna mencapai misi Pemerintah Kota Padang. Oleh karena itu perlu melakukan berbagai kebijakan lanjutan dalam hal pengadaan tanah untuk pembangunan. Bahwa dalam melaksanakan program sesuai dengan tugas dan fungsi Bagian Pertanahan Sekretariat Daerah Kota Padang kedepan (tahun 2014-2019) yang telah direncanakan dalam beberapa kegiatan yaitu :
1. Mewujudkan pengadaan sarana pengolahan dan penyimpanan arsip Bagian Pertanahan
3. Berkurangnya permasalahan tanah yang dihadapi Pemko untuk pembangunan
4. Mewujudkan pengadaan tanah untuk Pembangunan
Bahwa implementasi dalam mewujudkan tugas dan fungsi Bagian Pertanahan perlu didukung dengan upaya-upaya peningkatan yaitu :
1. Pengadaan sarana pengolahan dan penyimpanan arsip
2. Mensertifikatkan sekaligus memancang dengan plank tanda tanah milik Pemko Padang untuk tanah yang telah dibebaskan
3. Memberikan pemberitahuan/informasi/petunjuk kepada pemilik tanah tentang solusi untuk beberapa kasus tanah yang berhubungan dengan masalah legalitas tanah
4. Melakukan proses ganti rugi tanah milik masyarakat yang terkena pembangunan
Bahwa upaya untuk mewujudkan hal tersebut diatas perlu dilakukan guna meningkatkan kinerja Bagian Pertanahan Sekretariat Daerah Kota Padang khususnya sehingga dapat memberikan jawaban atas harapan yang diinginkan sesuai dengan visi, misi serta tujuan Bagian Pertanahan Sekretariat Daerah Kota Padang dalam melaksanakan pembangunan yang berlandaskan demokrasi, keadilan, transparansi dan akuntabel.
Namun demikian upaya untuk mewujudkan pemerintah yang mampu memberikan jawaban atas harapan tersebut sangatlah tidak mudah, perlu dukungan dari masyarakat dan instansi terkait.
3.3 TELAAHAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH DAN KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS
Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Padang Tahun 2010-2030 yang telah ditetapkan dengan Peraturan Daeah Nomor 4 Tahun 2012 telah diimplementasikan oleh Pemerintah Daerah Kota Padang.
RTRW telah diacu dalam hal pemberian
advice planning
terhadap ijin lokasi pemanfaatan lahan dan rencana penggunaan kawasan dalam skala besar. Terkait dengan isu lingkungan, isu lingkungan yang paling utama di Kota Padang adalah tingginya pencemaran akibat kegiatan produksi suatu perusahaan dan kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan (galianLingkungan Hidup Strategis (KLHS), sehingga perangkat untuk melakukan evaluasi terhadap lingkungan hidup di Kota Padang belum tersedia.
3.4 PENENTUAN ISU – ISU STRATEGIS
Isu-isu pembangunan pokok dari pembangunan derah yang bersifat strategis yang dimiliki oleh Bagian Pertanahan merupakan isu trategis dari Pemerintah kota Padang yaitu antara lain Isu
Strategis Infrastruktur dan Prasarana
Daerah
, sebagaimana yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Kota Padang Tahun 2014-2019, dimana dalam pelaksanaan RPJM Daerah Kota Padang, Bagian Pertanahan melaksanakan misi 5, yaituMenciptakan Kota Padang yang Aman, Bersih, Tertib,
Bersahabat dan Menghargai kearifan lokal
, dengan tujuan yang hendak dicapai adalah Terwujudnya perbaikan kualitas lingkungan hidup Kota Padang melalui penanggulangan resiko bencana, baik gempa, tsunami, banjir dan longsor serta pengelolaan lingkungan hidup yang baik. Dengan sasaran yang hendak dicapai adalah :a. Meningkatnya kinerja aparatur kota;
b. Tersedianya data dan informasi tentang pengadaan tanah serta permasalahan yang ada dalam pembebasan tanah;
c. meningkatnya kompetensi aparatur daerah; d. berkurangnya temuan audit keuangan;
e. Menghindari dampak hukum terhadap kegiatan pengadaan tanah yang telah dilakukan
f. meningkatnya efektifitas perencanaan pembangunan;
g. meningkatnya koordinasi dan sinergitas pelaksanaan rencana pembangunan kota.
h. Terwujudnya pengadaan tanah untuk pembangunan
Faktor strategis daerah pada dasarnya adalah unsur penting yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong proses pembangunan yang dimiliki suatu daerah , jika faktor strategis tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik dan tepat, maka hal ini dapat mempercepat proses pencapaian tujuan pembangunan daerah yaitu meningkatkan kemakmuran masyarakat secara keseluruhan.
Proses pembebasan tanah sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan pembangunan fisik baik ditingkat nasional maupun daerah. Karena itu upaya Pembangunan infrastruktur dan prasarana daerah merupakan isu strategis yang sangat penting untuk mendorong proses pembangunan fisik daerah kota Padang yang meliputi Pembangunan jembatan, jalan, sungai, kantor pemerintahan, sekolah dan lain-lain . Sehingga pengadaan tanah untuk pembangunan guna kepentingan umum dalam hal ini merupakan upaya pokok yang perlu dilakukan dalam periode 5 (lima) tahun mendatang.
Untuk meminimalisir isu tersebut Bagian Pertanahan mempunyai tugas menyusun program, melaksanakan, membantu merumuskan kebijakan, menyusun pedoman, mengkoordinasikan sekaligus melaksanakan pembebasan tanah untuk pembangunan infrstruktur dan prasarana daerah lainnya
Pelaksanaan dari tugas dimaksud menunjukkan bahwa pengadaan tanah untuk pembangunan sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan pembangunan infrastruktur dan prasarana daerah. Sedangkan tatangan masa depan merupakan permasalahan dan kendala yang harus dipecahkan untuk dapat mewujudkan masa depan yang lebih baik.
Isu-isu strategis dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Bagian Pertanahan, dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Penyediaan Pelayanan Informasi Pertanahan.
Informasi merupakan hal penting yang harus tersedia guna mendukung pemangku kepentingan dalam hal mengambil keputusan, terutama informasi tentang pengadaan tanah, kurangnya tempat penyimpanan arsip di Bagian Pertanahan membuat arsip kurang tersusun dengan baik sehingga kurang cepat dalam menyiapkan informasi apabila dibutuhkan oleh pihak yang berkepentingan.
Selain hal tersebut dalam hal pembebasan tanah tidak semua tanah yang di bebaskan tersebut selalu aman, kemungkinan munculnya gugatan dari pihak-pihak lain atau aggota kaum pemilik tanah di kemudian hari merupakan hal yang harus diantisipasi.
2. Peran Masyarakat dalam membantu percepatan Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan.
dijalankan atau tidak, oleh karena itu sangat dibutuhkan pengertian atau peran masyarakat terutama masyarakat yang objeknya terkena pembangunan, dalam hal ini peran masyarakat yang dimaksud adalah bersedia menerima ganti rugi sesuai dengan harga yang bisa dipertanggung jawabkan, selain hal tersebut perlu dibentuk tim khusus di masing-masing SKPD yang menjadi sektor utama dalam mempercepat pengadaan tanah untuk pembangunan
3. Fasilitasi Penyelesaian Masalah Pertanahan
Kurang pahamnya masyarakat tentang beberapa aturan khusus mengenai pegadaan tanah, saling klaim kepemilikan tanah antar masyarakat atas tanah yang berhubungan dengan tanah milik pemerintah, klaim masyarakat tentang tanah fasum dan fasos merupakan beberapa kasus penyebab timbulnya konflik/masalah, untuk membantu penyelaisaian contoh kasus diatas perlu dilakukan mediasi atau koordinasi dengan instansi terkait
BAB IV
VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN
4.1. VISI DAN MISI
Bagian Pertanahan sebagai salah satu instansi unsur staf Sekretariat Daerah pada Pemerintah Daerah Kota Padang terus menerus melakukan perubahan ke arah perbaikan dalam melaksanakan peningkatan pelayanan baik untuk lingkungan intern maupun ekstern.
Berdasarkan visi Pemerintah Daerah Kota Padang dan tugas Bagian Pertanahan Setda Kota Padang maka arah yang harus ditempuh oleh Bagian Pertanahan harus sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Daerah Kota Padang. Oleh karena itu harus dilihat 1 (satu) diantara 6 (enam) misi dari Pemerintah Daerah yang dapat dijadikan dasar Visi Bagian Pertanahan. Dari 6 (enam) misi yang dimiliki Pemerintah Daerah yaitu :
1. Mewujudkan pendidikan yang berkualitas untuk menghasilkan SDM yang beriman, kreatif dan berdaya saing;
2. Menjadikan Kota Padang sebagai Pusat Perdagangan wilayah barat Sumatera;
3. Menjadikan Kota Padang sebagai daerah tujuan wisata yang nyaman dan berkesan;
4. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pengembangan ekonomi kerakyatan;
5. Menciptakan Kota Padang yang aman, bersih, asri, tertib, bersahabat dan menghargai kearifan lokal;
6. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan melayani. maka misi nomor 5 (lima) yang dapat dijadikan dasar Visi Bagian Pertanahan, yaitu
Menciptakan Kota Padang yang Aman, Bersih, Tertib,
Bersahabat dan Menghargai kearifan lokal.
Sebagai tindak lanjut melaksanakan kebijakan Walikota Padang yang terkandung dalam visi dan misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2014-2019, Bagian Pertanahan menetapkan visi sebagai
”MENJADI KATALISATOR PERCEPATAN PEMBANGUNAN DAERAH MELALUI ADMINISTRASI PERTANAHAN YANG PROFESIONAL”.
Dengan visi ini akan menempatkan Bagian Pertanahan sebagai Garda terdepan dalam percepatan Pembangunan fisik untuk kepentingan umum dengan dibebaskannya tanah untuk pembangunan fisik tersebut
Berdasarkan visi yang telah ditetapkan tersebut untuk merealisasikannya diperlukan langkah-langkah dalam perumusan kebijakan dalam pengadaan tanah untuk pembangunan guna kepentingan umum.
Bagian Pertanahan sesuai dengan tugas dan fungsinya maka akan sangat strategis apabila untuk merealisasikan visi lebih menitik beratkan pada pengadaan tanah untuk pembangunan guna kepentingan umum. Untuk meningkatkan kualitas ini harus didukung oleh sumber daya manusia, keuangan, sarana, parasarana, teknologi, kebijakan, serta masyarakat. Hal tersebut memang merupakan tuntutan yang harus dipenuhi dalam penetapan misi organisasi. Atas dasar pertimbangan tersebut maka Misi Bagian Pertanahan Sekretariat Daerah Kota Padang adalah :
1. Memberikan kontribusi nyata dalam pembaharuan daerah melalui administrasi pertanahan yang profesional
2. Melaksanakan pengadaan tanah untuk pembangunan bagi kepentingan umum
3. Menyelesaikan masalah pertanahan dalam sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah dan pembangunan.
4.2. TUJUAN DAN SASARAN JANGKA MENENGAH 1. TUJUAN
Bagian Pertanahan Sekretariat Daerah Kota Padang sebagai unit staf yang mempunyai tugas menyusun program , melaksanakan, membantu merumuskan kebijakan dan mengkoordinasikan pelaksanaan, pelayanan dan penyelenggaraan dibidang pertanahan dalam kurun waktu lima (5) tahun kedepan harus sudah mempunyai tujuan yang jelas. Tujuan apa yang hendak dicapai lima tahun kedepan harus dirumuskan dengan cermat dengan mempertimbangkan sumberdaya yang dikuasai. Sehingga tujuan lebih realistik dalam kurun waktu lima tahun kedepan dapat tercapai. Tujuan tidak dapat
dilepaskan dari faktor-faktor kunci keberhasilan organisasi karena untuk tercapainya sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor tersebut.
Tujuan merupakan penjabaran atau implementasi dari misi organisasi dan merupakan hasil akhir yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu lima (5) tahun.
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas maka tujuan yang hendak dicapai oleh Bagian Pertanahan Setda Kota Padang untuk lima tahun kedepan adalah sebagai berikut:
1. Mewujudkan pelayanan informasi, meningkatnya tertib administrasi pertanahan serta penataan, penguasaan, kepemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah
2. Terwujudnya pengadaan tanah untuk pembangunan 3. Terwujudnya penyelesaian masalah pertanahan 2. SASARAN
sasaran Bagian Pertanahan Sekretariat daerah Kota Padang adalah sebagai berikut :
1. Meningkatkan pelayanan, tertib administrasi pertanahan serta penataan, penguasaan, kepemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah, sasarannya adalah
Meningkatnya pelayanan administrasi Penataan arsip
Jelas dan adanya kepastian hukum tanah milik pemerintah Kota Padang 2. Terwujudnya pengadaan tanah untuk pembangunan, sasarannya adalah :
Pengadaan tanah untuk pembangunan
3. Terwujudnya penyelesaian masalah pertanahan, sasarannya adalah : Berkurangnya konflik-konflik Pertanahan
Tabel 4.1
Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan SKPD
NO TUJUAN SASARAN INDIKATOR
SASARAN
TARGET KINERJA SASARAN PADA TAHUN KE- 1 2 3 4 5 1 Meningkatkan pelayanan, tertib administrasi pertanahan serta penataan, penguasaan, kepemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah 1. Tersedianya dokumen perencanaan dari SKPD/Instansi yang membutuhkan tanah untuk pembangunan Jumlah Dokumen Perencanaan dari SKPD/Instansi yang membutuhkan tanah untuk pembangunan 5 5 5 5 5 2. Terlaksana nya pengarsipan surat-surat atau dokumen penting lainnya dengan lebih baik Jumlah surat dan dokumen penting yang akan diarsipkan 1000 1000 1000 1000 1000 3. Terwujudn ya kepastian hukum atas tanah milik pemko dengan disertifikatkanny a tanah milik Pemko Padang Jumlah tanah yang disertifikatkan 50 50 50 50 50 4. Terlaksan anya pemancangan tanah milik Pemko Padang Jumlah plank yang di pancang 60 60 60 60 60 2 Terwujudnya pengadaan Terlaksananya pengadaan tanah Jumlah persil tanah yang 56 63 71 79 83
tanah untuk pembangunan untuk pembangunan dibebaskan 3 Terwujudnya penyelesaian masalah pertanahan Berkurangnya masalah pertanahan Jumlah konflik pertanahan yang diselesaikan 20 18 16 15 14
1.3 STRATEGI DAN KEBIJAKAN 1. STRATEGI
Rumusan strategi merupakan pernyataan-pernyataan yang menjelaskan bagaimana tujuan dan sasaran akan dicapai serta selanjutnya dijabarkan dalam serangkaian kebijakan. Rumusan strategi juga harus menunjukkan keinginan yang kuat bagaimana SKPD menciptakan nilai tambah (
value added
) bagistakeholder
layanan. Suatu strategi yang baik harus dikembangkan dengan prinsip-prinsip:a. Strategi dapat menyeimbangkan berbagai kepentingan yang saling bertolak-belakang;
b. Strategi didasarkan pada tujuan dan sasaran SKPD dan pemenuhan kebutuhan layanan yang berbeda tiap
segment
masyarakat pengguna layanan, dan pemangku kepentingan;c. Layanan yang bernilai tambah diciptakan secara berkelanjutan dalam proses internal SKPD; dan
d. Strategi terdiri dari tema-tema yang secara simultan saling melengkapi membentuk cerita atau skenario strategi.
Berdasarkan hal- hal tersebut di atas maka strategi yang akan dilaksanakan Bagian Pertanahan Sekretariat Daerah Kota Padang untuk mencapai sasaran disajikan dalam tabel sebagai berikut ;
Tabel.4.2 Penentuan Strategi
No. Sasaran Indikator Kinerja Sasaran Strategi 1 Tersedianya dokumen perencanaan dari SKPD/Instansi yang membutuhkan tanah untuk pembangunan Jumlah dokumen perencanaan dari SKPD/Instansi yang membutuhkan tanah untuk pembangunan Memberikan informasi dan sosialisasi kepada SKPD/Instansi yang membutuhkan tanah, bahwa salah satu syarat atau procedure
pangadaan tanah tersebut harus ada dokumen perencanaan 2 Terlaksananya
pengarsipan surat-surat atau dokumen penting lainnya dengan lebih baik
Jumlah surat dan dokumen penting yang diarsipkan
Menata dan melindungi arsip pertanahan dengan baik dan benar
3 Terwujudnya kepastian hukum atas tanah milik pemko dengan disertifikatkannya tanah milik Pemko Padang
Jumlah tanah yang disertifikatkan
Menginventarisir tanah-tanah milik pemko padang yang belum disertifikatkan
4 Terlaksananya pemancangan tanah milik Pemko Padang
Jumlah plank yang di pancang
Menginventarisir aset tanah-tanah milik pemko padang yang belum terlindungi
4 Terlaksananya pengadaan tanah untuk pembangunan
Jumlah persil tanah yang dibebaskan Melakukan survey, inventarisasi dan pengukuran serta memberikan informasi, sosialisasi kepada masyarakat yang tanah/objeknya terkena
pembangunan guna kepentingan umum dan melakukan pendekatan terhadap masyarakat tersebut agar bersedia melepaskan hak atas tanahnya dengan di ganti rugi
5 Berkurangnya masalah pertanahan
Jumlah konflik pertanahan yang diselesaikan
Melakukan koordinasi dengan instansi terkait serta pendekatan dengan pihak yang
bersengketa/berkonflik 2..KEBIJAKAN
Kebijakan adalah pedoman yang wajib dipatuhi dalam melakukan tindakan untuk melaksanakan strategi yang dipilih, agar lebih terarah dalam mencapai tujuan dan sasaran. Kebijakan yang dirumuskan harus dapat:
a. Membantu menghubungkan strategi kepada sasaran secara lebih rasional. b. Memperjelas strategi sehingga lebih spesifik/fokus, konkrit, dan
operasional;
c. Mengarahkan pemilihan kegiatan bagi program prioritas yang menjadi tugas dan fungsi SKPD yang lebih tepat dan rasional berdasarkan strategi yang dipilih dengan mempertimbangkan faktor-faktor penentu keberhasilan untuk mencapai sasaran; dan
d. Mengarahkan pemilihan kegiatan bagi program prioritas yang menjadi tugas dan fungsi SKPD agar tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan dan melanggar kepentingan umum.
Berdasarkan hal- hal tersebut di atas maka kebijakan Bagian Pertanahan Sekretariat Daerah Kota Padang untuk melaksanakan strategi disajikan dalam tabel sebagai berikut :
Tabel 4.3
Tujuan, Sasaran, Strategi, dan Kebijakan
VISI : ”MENJADI KATALISATOR PERCEPATAN PEMBANGUNAN DAERAH MELALUI ADMINISTRASI PERTANAHAN YANG PROFESIONAL”.
MISI I : Memberikan kontribusi nyata dalam pembaharuan daerah melalui administrasi pertanahan yang profesional
Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan
Tersedianya dokumen perencanaan dari SKPD/Instansi yang membutuhkan tanah untuk pembangunan Jumlah dokumen perencanaan dari SKPD/Instansi yang membutuhkan tanah untuk pembangunan Memberikan informasi dan sosialisasi kepada SKPD/Instansi yang membutuhkan tanah, bahwa salah satu syarat atau procedure
pangadaan tanah tersebut harus ada dokumen perencanaan
Mendatangkan tanaga ahli dan memberikan pemahaman melalui berkas-berkas terkait yang kesemuanya sesuai dengan UU pengadaan tanah untuk pembangunan untuk kepentingan umum Terlaksananya pengarsipan surat-surat atau dokumen penting lainnya dengan lebih baik
Jumlah surat dan dokumen penting yang akan diarsipkan
Menata dan melindungi arsip pertanahan dengan baik dan benar
Membuat tempat penyimpanan arsip
Terwujudnya
kepastian hukum atas tanah mili pemko dengan
disertifikatkannya tanah milik Pemko Padang
Jumlah tanah yang
disertifikatkan
Menginventarisir tanah-tanah milik pemko padang yang belum disertifikatkan Melaksanakan proses balik nama atau mensertifikatka n tanah yang telah dibebaskan ke BPN melalui Notaris
Terlaksananya pemancangan tanah milik Pemko Padang
Jumlah plank yang di pancang
Menginventarisir aset tanah-tanah milik pemko padang yang belum terlindungi Memasang plank tanda tanah milik Pemko di lokasi tanah yang telah dibebaskan
MISI II :
Melaksanakan pengadaan tanah untuk pembangunan bagi kepentinganumum.
Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan
Terlaksananya
pengadaan tanah untuk pembangunan Jumlah persil tanah yang dibebaskan Melakukan survey, inventarisasi dan pengukuran serta memberikan informasi, sosialisasi kepada masyarakat yang tanah/objeknya terkena pembangunan guna kepentingan umum dan melakukan pendekatan terhadap masyarakat tersebut agar bersedia melepaskan hak atas tanahnya dengan di ganti rugi Melaksanakan pengadaan tanah sesuai dengan aturan yang berlaku
1.MISI III : Menyelesaikan masalah pertanahan dalam sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah dan pembangunan
Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan
Berkurangnya masalah pertanahan Jumlah konflik pertanahan yang diselesaikan Melakukan koordinasi dengan instansi terkait serta pendekatan dengan pihak yang bersengketa/berkonflik Memperkecil jumlah konflik pengadaan tanah yang berkaitan
BAB V
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF
Untuk mendukung tercapainya tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan oleh Bagian Pertanahan, maka program dan kegiatan yang akan dilaksanakan selama 5 (lima) tahun kedepan (2014-2019), adalah sebagai berikut :
1. Program penyelamatan dan pelestarian dokumen/arsip daerah, dengan kegiatan: a. Pengadaan sarana pengolahan dan penyimpanan arsip Bagian Pertanahan; 2. Program Penataan ,penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah,
dengan kegiatan :
a. Sertifikasi Hak tanah Pemerintah Kota.
b. Pemancangan plank merek tanah milik pemerintah Kota Padang. 3. Program Penyelesaian konflik-konflik pertanahan
a. Fasilitasi penyelesaian konflik-konflik pertanahan 4. Program penyediaan tanah untuk pembangunan
a. Pengadaan tanah untuk sarana umum
Sebagai penjabaran atas visi dan misi Bagian Pertanahan Sekretariat Daerah Kota Padang, maka selanjutnya ditetapkan program kerja yang merupakan implementasi dari kebijakan. Untuk itu program kerja yang berkaitan dengan kewenangan wajib yang harus dilaksanakan Bagian Pertanahan Sekretariat Daerah Kota Padang adalah: ” Penyediaan Tanah Untuk Pembangunan Guna Kepentingan Umum ”.
Dengan Rencana Program dan Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran, dan Pendanaan Indikatif sebagaimana tercantum pada lampiran Rencana Strategis Bagian Pertanahan 2014-2019 ini.
Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Bagian Pertanahan Sekretariat Daerah Kota Padang seluruhnya dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Padang
BAB VI
INDIKATOR KINERJA YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD
Program Kerja Bagian Pertanahan yang merupakan implementasi dari kebijakan yang berkaitan dengan kewenangan wajib adalah Penataan Peraturan Perundang-undangan.
Indikator Kinerja Bagian Pertanahan yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD Tahun 2014-1019 adalah :
No Indikator Kinerja Kondisi Kinerja pada awal Periode
Target Capaian Setiap Tahun
Kondisi Kinerja pada Akhir Periode RPJMD Tahun 0 Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1. Jumlah dokumen perencanaan dari SKPD/Instansi yang membutuhkan tanah untuk pembangunan 5 5 5 5 5 25
2. Jumlah surat dan dokumen penting yang akan diarsipkan 1000 1000 1000 1000 1000 5000 3. Jumlah tanah yang disertifikatkan 50 50 50 50 50 250 4. Jumlah plank yang di pancang 60 60 60 60 60 300
dibebaskan 6. Jumlah konflik
pertanahan yang diselesaikan
BAB VII PENUTUP
Pembuatan Rencana Strategis Bagian Pertanahan Sekretariat Daerah Kota Padang, berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kota Padang Tahun 2014-2019. Untuk mewujudkan pembangunan kota Padang yang berkelanjutan khususnya dalam hal pengadaan tanah untuk pembangunan guna kepentingan umum dan dalam melaksanakan penerapannya harus mengacu pada aturan pengadaan tanah yang berlaku sehingga tidak berdampak hukum terhadap tim yang memproses pengadaan tanah tersebut
Renstra Bagian Pertanahan Sekretariat Daerah Kota Padang 2014-2019 yang telah dirumuskan ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi Bagian Pertanahan dalam rangka pelaksanaan pembangunan di Kota Padang yang lebih baik sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.
Renstra Bagian Pertanahan Sekretariat Daerah Kota Padang Tahun 2014-2019 yang disusun dalam kerangka Sistem Perencanaan pembangunan Nasional untuk rencana Pembangunan jangka menengah juga merupakan acuan dalam perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi Rencana Pembangunan Tahunan/Rencana Kerja Bagian Pertanahan selama periode 2014-2019. Bagian yang terpenting dari rangkaian perencanaan pembangunan daerah dalam penyusunan Renstra Bagian Pertanahan ini adalah dalam rangka wewujudkan akuntabilitas kinerja instansi Pemerintah sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Ukuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
Namun demikian upaya untuk mewujudkan pemerintah yang mampu memberikan jawaban ataupun harapan sangatlah tidak mudah, sehingga peningkatan pengetahuan terhadap aturan pengadaan tanah perlu ditingkatkan di instansi/ SKPD masing-masing.
KEPALA BAGIAN PERTANAHAN,
AMASRUL, SH Nip. 19650505 198903 1 012
Tabel 8.9.
Program Prioritas Pembangunan Daerah Menurut Urusan Pertanahan dan PendanaanTahun 2014 - 2019
Kode Bidang Urusan Pemerintahan dan Program Prioritas Pembangunan Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (Tahun 0)
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan
SKPD Penanggung
Jawab Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017 Tahun 2018 pada Tahun 2019 Kondisi Kinerja
target Rp juta target Rp juta target Rp juta target Rp juta target Rp juta target Rp juta
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) 1 9 URUSAN PERTANAHAN 66.056,24 34.951,90 45.586,00 52.585,00 68.615,00 70.975,00 1 09 01 Program Penyediaan Tanah dan Pembesan Tanah untuk Pembangunan. Terlaksananya pembangunan untuk kepentingan umum, Kantor pemerintahan serta sarana umum lainnya (persil) 30 56 65.030,79 63 34.000,00 71 44.335,00 79 51.600.00 83 67.600,00 352 69.960,00 Bagian Peranahan 1 09 02 Program Penyelesaian Konflik-Konflik Pertanahan. Berkurangnya konflik-konflik pertanahan yang berkaitan dengan pemkoPadang. 5 20 470,00 18 421,60 16 436,00 15 435,00 14 435,00 83 435,00 Bagian Pertanahan 1 09 03 Program Pembangunan Sistem Pendaftaran Tanah. Ditetapkannya NSPM pendaftaran tanah (paket) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Bagian Pertanahan 1 09 04 Program Pengembangan Sistem Informasi Pertanahan. Tersedianya sebuah sistem informasi tanah (paket). 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Bagian Pertanahan 1 09 05 Program Penataan Penguasaan, Terjaganya aset tanah milik Pemko 60 398,30 60 342,00 60 400,00 60 400,00 60 430,00 300 430,00 Bagian Pertanahan
Pemilikan, Penggunaan, dan Pemanfaatan Tanah. Padang. (persil) 04 Program peningkatan kemampuan administrasi pertanahan Peningkatan dalam hal pengelolaan, pelayanan, pengetahuan dan tertib administrasi dalam kegiatan pengadaan tanah sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku (persentase) 157,15 60 188,30 70 150,00 80 150,00 90 150,00 100 150,00 Bagian Pertanahan 1 24 16 Program penyelamatan dan pelestarian dokumen/arsip daerah Tertatanya arsip dengan diadakannya ruang/tempat penyimpanan arsip Bagian pertanahan (unit) 0 0 0 0 0 2 265,00 0 0 0 0 0 0 Bagian Pertanahan
KEPALA BAGIAN PERTANAHAN,