• Tidak ada hasil yang ditemukan

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Nilai Tukar Petani (NTP) Gabungan bulan Februari 2016 Provinsi Kalimantan Barat sebesar 95,17 poin turun 0,26 poin atau berubah 0,27 persen dibanding NTP bulan Januari 2016 yaitu 95,43 poin. Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani naik sebesar 0,09 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani naik sebesar 0,36 persen.

NTP Tanaman Padi dan Palawija (NTPP) Februari 2016 sebesar 99,72 poin mengalami kenaikan 0,23 persen dibandingkan NTP bulan Januari 2016, sebesar 99,49 poin.

NTP Hortikultura (NTPH) Februari 2016 sebesar 103,35 poin mengalami penurunan sebesar 0,48 persen dibandingkan NTP bulan Januari 2016 yaitu sebesar 103,85 poin.

NTP Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) Februari 2016 sebesar 88,09 poin turun

sebesar 0,66 persen dibandingkan NTP bulan Januari 2016, yaitu sebesar 88,68 poin.

NTP Peternakan (NTPT) Februari 2016 sebesar 95,90 poin mengalami penurunan sebesar

0,41 persen dibandingkan dengan bulan Januari 2016, sebesar 96,29 poin.

NTP Perikanan (NTPN) Februari 2016 sebesar 102,30 poin turun sebesar 0,01 persen.dibandingkan dengan bulan Januari 2016 yaitu sebesar 102,32 poin.

Secara rinci NTP Perikanan dapat dipisahkan menjadi 2 subsektor, yaitu NTP Ikan Tangkap dan NTP Ikan Budidaya.

- NTP Perikanan Tangkap Februari 2016 sebesar 104,37 poin naik sebesar 0,56 persen dibandingkan dengan bulan Januari 2016 yaitu sebesar 103,79 poin.

- NTP Perikanan Budidaya Februari 2016 sebesar 99,14 poin tutun sebesar 0,92 persen dibandingkan dengan bulan Januari 2016 yaitu sebesar 100,05 poin.

Dari empat Provinsi di Pulau Kalimantan yang dilaporkan pada bulan Februari 2016, NTP Provinsi Kalimantan Barat turun sebesar 0,27 persen, NTP Kalimantan Tengah naik sebesar 0,13 persen, NTP Kalimantan Selatan turun sebesar 0,22 persen, dan NTP Kalimantan Timur naik sebesar 0,14 persen.

Nilai Tukar Petani (NTP) Nasional bulan Februari 2016 tercatat sebesar 102,23 poin, turun 0,32 poin atau berubah 0,31 persen dibanding NTP Nasional bulan Januari 2016 yaitu sebesar 102,55 poin.

No. 15/03/61/Th.XIX, 1 Maret 2016

PERKEMBANGAN

NILAI

TUKAR

PETANI

KALIMANTAN

BARAT

BULAN : FEBRUARI 2016

(2)

Nilai Tukar Petani (NTP) diperoleh dari perbandingan antara Indeks Harga yang Diterima Petani (It) dengan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) dalam persentase. Pengeluaran konsumsi rumah tangga dan biaya produksi pertanian, merupakan salah satu Indikator Proxy untuk melihat tingkat kesejahteraan petani. NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, relatif semakin sejahtera tingkat kehidupan petani.

NTP berfluktuasi setiap bulannya selama periode Januari 2016-Februari 2016. Penurunan NTP umumnya terjadi pada saat panen tanaman pangan, tanaman hortikultura (tanaman bahan makanan) maupun tanaman perkebunan rakyat, tetapi naik kembali pada waktu sesudahnya. Penurunan NTP di Kalimantan Barat terjadi pada bulan Februari 2016 (95,17 poin) karena penurunan harga jual bahan makanan ataupun hasil tanaman bahan makanan ataupun hasil tanaman perkebunan rakyat. Meskipun demikian, fluktuasi harga komoditas konsumsi rumah tangga dan biaya produksi serta penambahan barang modal (BPPBM) juga mempengaruhi tinggi rendahnya NTP.

1.1. Indeks Harga yang Diterima Petani (It)

Indek Harga yang Diterima Petani (It) menunjukkan fluktuasi harga komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada bulan Februari 2016, It Kalimantan Barat mengalami kenaikan sebesar 0,09 persen dibandingkan It bulan sebelumnya, yaitu dari 115,02 poin pada bulan Januari 2016 menjadi 115,12 poin pada bulan Februari 2016. Kenaikan It tersebut dipengaruhi oleh naiknya indeks Tanaman Pangan sebesar 0,61 persen, penurunan indeks Hortikultura sebesar 0,26 persen, penurunan indeks Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,28 persen, kenaikan indeks Peternakan sebesar 0,03 persen dan sementara indeks Perikanan tidak mengalami perubahan.

1.2. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib)

Melalui Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat pedesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.

Pada bulan Februari 2016 Ib Kalimantan Barat mengalami kenaikan sebesar 0,36 persen dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 120,54 poin pada bulan Januari 2016 menjadi 120,97 poin pada bulan Februari 2016. Kenaikan Ib dimana komponen pendukungnya yaitu Indeks Konsumsi Rumah Tangga mengalami kenaikan sebesar 0,43 persen, sedangkan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) Pertanian mengalami kenaikan sebesar 0,08 persen.

(3)

Naiknya Indeks Konsumsi Rumah Tangga pada bulan Februari 2016 dibandingkan Januari 2016 juga menunjukkan terjadinya Inflasi perdesaan pada bulan Februari 2016, indeks ini mengalami kenaikan sebesar 0,43 persen dibanding Januari 2016, yang disebabkan oleh ketujuh pendukung subkelompok Konsumsi Rumah Tangga, yaitu, subkelompok Bahan Makanan naik sebesar 0,75 persen, subkelompok Makanan jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau naik sebesar 0,34 persen, subkelompok Perumahan naik sebesar 0,10 persen, subkelompok Sandang naik sebesar 0,31 persen, subkelompok Kesehatan naik sebesar 0,43 persen, subkelompok Pendidikan, Rekreasi & Olah Raga tidak mengalami peribahan dan subkelompok Transportasi dan Komunikasi turun sebesar 0,26 persen.

Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) Pertanian pada bulan Februari 2016 tercatat sebesar 113.75 poin mengalami kenaikan sebesar 0,08 persen dibandingkan Januari 2016 yaitu sebesar 113,66 poin. Dari keenam komponen pendukung pada subkelompok indeks ini, subkelompok Bibit naik sebesar 0,32 persen, subkelompok Pupuk,Obat-obatan & Pakan turun sebesar 0,02 persen, subkelompok Biaya Sewa & Pengeluaran lain naik sebesar 0,01 persen, subkelompok Transportasi turun sebesar 0,32 persen, subkelompok Penambahan Barang Modal naik sebesar 0,03 persen, dan subkelompok Upah Buruh Tani naik sebesar 0,32 persen.

2. NTP Subsektor Tanaman Padi dan Pelawija (NTPP)

Pada bulan Februari 2016, Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Tanaman Padi dan Palawija Provinsi Kalimantan Barat tercatat 99,72 poin, naik 0,23 poin atau berubah 0,23 persen dibanding NTP Januari 2016 yaitu 99,49 poin.

Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) Tanaman Padi dan Palawija naik sebesar 0,61 persen, dibandingkan It bulan sebelumnya, yaitu dari 121,48 poin pada bulan Januari 2016 menjadi 122,22 poin pada bulan Februari 2016, dan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,37 persen, dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 122,11 poin pada bulan Januari 2016 menjadi 122,57 poin pada bulan Februari 2016.

3. NTP Subsektor Hortikultura (NTPH)

Pada bulan Februari 2016, Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat tercatat 103,35 poin turun 0,50 poin atau berubah 0,48 persen dibanding NTP Januari 2016 yaitu 103,85 poin.

Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) Hortikultura turun sebesar 0,26 persen, dibanding It bulan sebelumnya.yaitu dari 126,26 poin pada bulan Januari 2016 menjadi 125,93 poin pada bulan Februari 2016, dan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,23 persen, dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 121,58 poin pada bulan Januari 2016 menjadi 121,85 poin pada bulan Februari 2016

(4)

4. NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR)

Pada bulan Februari 2016, Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Perkebunan Rakyat Provinsi Kalimantan Barat tercatat 88,09 poin turun 0,59 poin atau berubah 0,66 persen dibanding NTP Januari 2016 yaitu 88,68 poin.

Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang diterima Petani (It) Perkebunan Rakyat turun sebesar 0,28 persen, dibandingkan It bulan sebelumnya, yaitu dari 106,48 poin pada bulan Januari 2016 menjadi 106,18 poin pada bulan Februari 2016, dan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,39 persen, dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 120,07 poin pada bulan Januari 2016 menjadi 120,53 poin pada bulan Februari 2016

5. NTP Subsektor Peternakan (NTPT)

Pada bulan Februari 2016, Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Peternakan Provinsi Kalimantan Barat tercatat 95,90 poin mengalami penurunan sebesar 0,39 poin atau berubah 0,41 persen dibanding NTP Januari 2016 yaitu 96,29 poin.

Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) Peternakan naik sebesar 0,03 persen, dibandingkan It bulan sebelumnya, yaitu dari 113,00 poin pada bulan

Januari 2016 menjadi 113,04 poin pada bulan Februari 2016, dan Indeks Harga yang Dibayar Petani( Ib) naik sebesar 0,44 persen, dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 117,36 poin pada bulan Januari 2016 menjadi 117,88 poin pada bulan Februari 2016

6.

NTP Subsektor Perikanan (NTPN)

Pada bulan Februari 2016, Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Perikanan Provinsi Kalimantan Barat tercatat 102,30 poin naik 0,02 poin atau berubah 0,01 persen dibanding NTP Januari 2016 yaitu 102,32 poin.

Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) Perikanan tidak mengalami perubahan, dibandingkan It bulan sebelumnya, yaitu dari 123,11 poin pada bulan Januari 2016 dan 123,11 poin pada bulan Februari 2016, dan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,01 persen, dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 120,32 poin pada bulan Januari 2016 menjadi 120,34 poin pada bulan Februari 2016

7.

NTP Subsektor Perikanan Tangkap

Pada bulan Februari 2016, Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Perikanan Tangkap Provinsi Kalimantan Barat tercatat 104,37 poin naik 0,58 poin atau berubah 0,56 persen dibanding Januari 2016 yaitu 103,79 poin.

Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) Perikanan Tangkap naik sebesar 0,46 persen, dibandingkan It bulan sebelumnya, yaitu dari 126,16 poin pada

(5)

bulan Januari 2016 menjadi 126,74 poin pada bulan Februari 2016, dan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) turun sebesar 0,10 persen, dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 121,55 poin pada bulan Januari 2016 menjadi 121,43 poin pada bulan Februari 2016

8. NTP Subsektor Perikanan Budidaya

Pada bulan Februari 2016, Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Perikanan Budidaya Provinsi Kalimantan Barat tercatat 99,14 poin turun 0,91 poin atau berubah 0,92 persen dibanding NTP Januari 2016 yaitu 100,05 poin.

Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) Perikanan Budidaya turun sebesar 0,74 persen, dibandingkan It bulan sebelumnya, yaitu dari 118,56 poin pada bulan Januari 2016 menjadi 117,69 poin pada bulan Februari 2016, dan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,18 persen, dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 118,50 poin pada bulan Januari 2016 menjadi 118,71 poin pada bulan Februari 2016.

Lebih rinci mengenai perbandingan lt, lb dan NTP bulan Januari 2016 dan Februari 2016 dapat dilihat pada tabel 1.

(6)

Tabel 1.

Perubahan Nilai Tukar Petani Provinsi Kalimantan Barat

Bulan

Januari - Februari 2016

(2012=100)

SEKTOR, KELOMPOK DAN SUBSEKTOR

GABUNGAN

(NTPP, NTPH, NTPR, NTPT &NTPN)

Indeks

Perubahan

(%)

Januari

2016

Februari

2016

(1)

(2)

(3)

(4)

1. INDEKS HARGA YANG DITERIMA PETANI

115.02

115.12

0.09

2. INDEKS HARGA YANG DIBAYAR PETANI

120.54

120.97

0.36

2.1. KONSUMSI RUMAH TANGGA

122.77

123.29

0.43

2.1.1. Bahan Makanan

128.20

129.15

0.75

2.1.2. Makanan Jadi

120.60

121.01

0.34

2.1.3. Perumahan

112.80

112.92

0.10

2.1.4. Sandang

124.02

124.41

0.31

2.1.5. Kesehatan

121.00

121.52

0.43

2.1.6. Pendidikan, Rekreasi & Olah Raga

106.32

106.32

0.00

2.1.7. Transportasi dan Komunikasi

121.37

121.05

-0.26

2.2. INDEKS BIAYA PRODUKSI DAN

113.66

113.75

0.08

PENAMBAHAN BARANG MODAL

(BPPBM)

2.2.1. Bibit

115.69

116.06

0.32

2.2.2. Obat-obatan dan Pupuk

113.54

113.52

-0.02

2.2.3. Sewa Lahan, Pajak dan lainnya

107.78

107.77

0.00

2.2.4. Transportasi

122.53

122.14

-0.32

2.2.5. Penambahan Barang Modal

112.85

112.89

0.03

2.2.6. Upah Buruh Tani

111.62

111.97

0.32

(7)

Tabel 2.

Perubahan Nilai Tukar Petani Provinsi Kalimantan Barat

Dirinci Menurut Sub Sektor

Bulan Januari - Februari 2016

( 2012=100 )

URAIAN SUB SEKTOR

Indeks

Perubahan

Januari

2016

Januari

2016

(%)

(1)

(2)

(3)

(4)

1.INDEKS HARGA YANG DITERIMA PETANI

115.02

115.12

0.09

1.1. Petani Padi Palawija

121.48

122.22

0.61

1.2. Petani Hortikultura

126.26

125.93

-0.26

1.3. Petani Perkebunan Rakyat

106.48

106.18

-0.28

1.4. Petani Peternakan

113.00

113.04

0.03

1.5. Petani Perikanan

123.11

123.11

0.00

1.5. 1.Petani Perikanan Tangkap

126.16

126.74

0.46

1.5. 2.Petani Perikanan Budidaya

118.56

117.69

-0.74

2. INDEKS HARGA YANG DIBAYAR PETANI

120.54

120.97

0.36

1.1. Petani Padi Palawija

122.11

122.57

0.37

1.2. Petani Hortikultura

121.58

121.85

0.23

1.3. Petani Perkebunan Rakyat

120.07

120.53

0.39

1.4. Petani Peternakan

117.36

117.88

0.44

1.5. Petani Perikanan

120.32

120.34

0.01

1.5. 1.Petani Perikanan Tangkap

121.55

121.43

-0.10

1.5. 2.Petani Perikanan Budidaya

118.50

118.71

0.18

3. NILAI TUKAR PETANI

95.43

95.17

-0.27

1.1. Petani Padi Palawija (NTPP)

99.49

99.72

0.23

1.2. Petani Hortikultura (NTPH)

103.85

103.35

-0.48

1.3. Petani Perkebunan Rakyat (NTPR)

88.68

88.09

-0.66

1.4. Petani Peternakan (NTPT)

96.29

95.90

-0.41

1.5. Petani Perikanan (NTPN)

102.32

102.30

-0.01

1.5. 1.Petani Perikanan Tangkap

103.79

104.37

0.56

(8)

9. Perbandingan Antar Provinsi (Kalimantan) dan Indonesia (Nasional)

Bila dibandingkan Nilai Tukar Petani (NTP) antar Provinsi di pulau Kalimantan dari empat provinsi dan NTP Indonesia (Nasional) yang dilaporkan pada bulan Februari 2016 Provinsi Kalimantan Barat turun sebesar 0,27 persen, Provinsi Kalimantan Tengah naik sebesar 0,13 persen, Provinsi Kalimantan Selatan turun sebesar 0,22 persen, dan Provinsi Kalimantan Timur naik 0,14 persen. Sedangkan NTP Indonesia (Nasional) turun sebesar 0,31 persen.

Perbandingan perubahan NTP untuk Pulau Kalimantandan dan NTP Nasional dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3.

Perbandingan Nilai Tukar Petani (NTP)

Desembner 2015-Januari 2016 dan Januari-Februari 2016

Di Pulau Kalimantan dan Indonesia (2012=100)

No Provinsi N T P Perubahan ( % ) Desember 2015 Januari 2016 Februari 2016 Desember 2015-Januari 2016 Januari-Februari 2016 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1 Kalimantan Barat

96,03

95,43

95,17

-0,63 -0,27 2 Kalimantan Tengah

97,74

96,94

97,06

-0,82 0,13 3 Kalimantan Selatan

99,03

99,04

98,82

0,01 -0,22 4 Kalimantan Timur

97,31

97,46

97,60

0,16 0,14 5 Indonesial (Nasional) 102,83 102,55 102,23 -0,27 -0,31

(9)

Informasi lebih lanjut hubungi:

Edi Rahman Asmara, SSi, MM Kepala Bidang Statistik Distribusi

Telepon: 0561-735345 E-mail : distribusi [email protected]

Website : http://kalbar.bps.go.id

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

VISI BPS :

Pelopor Data Statistik Terpercaya Untuk Semua

Informasi lebih lanjut hubungi:

Edi Rahman Asmara, SSi, MM Kepala Bidang Statistik Distribusi

Telepon: 0561-735345 E-mail : distribusi [email protected]

Referensi

Dokumen terkait

yang bertentangan perilaku untuk meningkatkan kepentingannya, bahkan jika pemilik   baru tidak memonitor kinerja manajer# 6ika pemilik baru melakukan memonitor  kinerja

2.2.3 Menilai dan mengulas senarai semak tugas Pengurus Pentas ketika Pra Persembahan yang telah dihasilkan.. Dokumen Penjajaran Kurikulum 2.0 - KSSM SSeM Produksi Seni

Hal tersebut ditunjukkan oleh peningkatan jumlah yang luar biasa semenjak waduk tersebut digunakan sebagai areal produksi ikan dalam KJA (1988) sampai dengan tahun 2003

Judul Tesis : Peningkatan Keterampilan Mengubah Teks Wawancara Menjadi Tulisan Narasi Melalui Metode Kolaborasi Pembelajaran TGT dengan STAD Pada Siswa Kelas VIIA

Pajak penghasilan terkait pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi 0 PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN TAHUN BERJALAN SETELAH

Penurunan ekuitas disebabkan adanya pencatatan kerugian yang belum terealisasi atas efek yang tersedia untuk dijual dan saldo laba (defisit) yang belum ditentukan

Ruko Permata Juanda Surabaya %ient+ Mr Bunawan.. Proram itun

Promosi penjualan menurut morissan (2010:331), Perusahaan seringkali mengguna- kan metode promosi (sales promotion) untuk menarik pengguna internet untuk kembali