CONTOH KARYA ILMIAH ( 3 )

19  21 

Teks penuh

(1)

Proposal

Pengertian Proposal: Ciri-Ciri Proposal, Unsur-Unsur Proposal, dan Tujuan Proposal Proposal -- Proposal dapat dikatakan

sebagai rencana yang dituangkan kedalam rancangan kerja kegiatan yang meliputi kegiatan pengumpulan, pengolahan,

penganalisaan, dan penyajian data yang disusun secara sistematis dalam rangka menyelesaikan sebuah permasalahan yang ditujukan untuk menguji hipotesis sehingga data yang diperoleh dapat

digunakan sebagai acuan baru pengembangan sebuah ilmu (Teori). Oleh karena itu, jika Anda mengharapkan sebuah proposal yang bagus. Anda harus belajar tentang sistematika proposal agar proposal enak dibaca dan dapat menarik minat baca.

Pengertian Proposal Berdasarkan KBBI (2002) adalah rencana yang dituangkan ke dalam bentuk rancangan kerja, perencanaan secara sistematis, matang dan teliti yang dibuat oleh peneliti sebelum melaksanakan penelitian, baik penelitian di lapangan (feld research) ataupun penelitian di perpustakaan (library

research). Keterampilan menulis proposal perlu dimiliki setiap insan berpendidikan agar mereka terbiasa berpikir sistematis dan juga logis sebagaimana di dalam langkah-langkah penulisan proposal.

Ciri-Ciri Proposal

Untuk mendapatkan sebuah proposal yang baik dan benar maka Anda harus memperhatikan ciri-ciri proposal yang baik berikut ini. Proposal dibuat seringkas-ringkasnya

Proposal digunakan sebagai media informasi kepada pembaca Berisi latar belakang, tujuan, dan saran-saran

Laporan penelitian sudah harus dijilid

(2)

Unsur-Unsur Proposal

Unsur-unsur proposal yang dimaksud disini adalah bagian-bagian dari proposal penelitian, yaitu:

Latar belakang masalah. Rumusan masalah

Tujuan Penelitian Hipotesis.

Asumsi dasar Manfaat

Batasan dan Ruang Lingkup Definisi Operasional

Kajian Pustaka Metode

Hasil Penutup

Dengan mengacu pada bagian-bagian proposal penelitian tersebut kiranya dapat membantu Anda dalam mengajukan sebuah

permohonan.

Tujuan Proposal

Tujuan Proposal adalah untuk mendapatkan dukungan finansial dan mendapatkan bantuan sponsor tentang masalah perizinan. Dengan adanya tujuan yang jelas maka sebuah kegiatan akan dapat

dengan mudah meraih hasil yang diharapkan. Beda halnya dengan kegiatan yang tidak memiliki proposal tentu didalamnya tidak akan ada kejelasan mengenai nama kegiatan, latar belakang

(3)

acara tersebut. Sehingga tidak akan ada orang yang mau membantu kegiatan tersebut.

Langkah-langkah pembuatan proposal

HALAMAN JUDUL

Halaman judul memiliki susunan yang sudah ditetapkan yakni sebagai berikut :

Judul ulasan penelitian, sebaiknya dipilih judul yang singkat dan jelas yang merupakan gambaran dari keseluruhan penelitian, memiliki keterkaitan antara variabel, lokasi penelitian, sampel dan tahun penelitian.

Jenis laporan

Lambang Institusi perguruan tinggi Nama mahasiswa dan NIM

Nama jurusan

Nama program studi Nama perguruan tinggi Tahun pengajuan proposal

(4)

Secara umum, halaman ini berisi usulan penelitian, persetujuan dosen pembimbing beserta tanda tangan dan waktu persetujuan.

DAFTAR ISI

Secara umum halaman ini berisikan seluruh daftar proposal, baik bagian isi, sub dan lampiran-lampiran.

ISI

Bagian ini merupakan alasan kenapa penelitian diadakan, teori yang mendukung penelitian berikut penyelesaiannya. Berikut ini bagian yang terdapat pada isi proposal.

BAB I PENDAHULUAN

Latar belakang masalah

Latar belakang masalah pada proposal harus bisa menjawab

alasan memilih judul penelitian. Dijelaskan secara mengerucut dari garis besar hingga spesifk.

Perumusan masalah

Rumusan masalah harus berupa pertanyaan yang berhubungan dengan dua variabel atau lebih.

Batasan masalah

Sub bab ini membahas batasan masalah baik melalui ruang lingkup tempat penelitian, informasi penelitian, dan waktu penelitian.

Tujuan penelitian

(5)

Tujuan umum : berisikan tujuan secara keseluruhan atau secara garis besar.

Tujuan khusus : berisiskan tujuan secara khusus ditujukan.

Manfaat penelitian

Ada 3 manfaat penelitian :

Manfaat bagi peneliti

Manfaat bagi masyarakat

Manfaat bagi pengembang keilmuan

Keaslian penelitian

Bagian ini merupakan pernyataan peneliti tentang keaslian peneliti. Baik itu merupakan replikasi penelitian sebelumnya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Landasan teori

Landasan teori sebaiknya mendukung hipotesis penelitian yang mengurai kerangka teori berdasarkan pendapat para ahli.

Kerangka teori

Kerangka teori berisikan isu atau fakta penelitian.

Kerangka konsep penelitian

Kerangka konsep adalah gambaran dari kerangka teori yang dipilih.

Hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara dari masalah yang dipilih dan mampu dipertanggung jawabkan kebenarannya. Hipotesis dinyatakan dalam bentuk pertanyaan.

BAB III METODE PENELITIAN

(6)

Jenis penelitian merupakan langkah yang akan diambil untuk membuktikan kebenaran hipotesis.

Populasi dan sampel

Populasi merupakan keseluruhan subjek peneliti dan sampel adalah sebagaian dari jumlah populasi.

Lokasi dan waktu penelitian

Menjelaskan tempat dan waktu penelitian.

Variabel

Menjelaskan keterangan variabel dan faktor yang diteliti dalam penelitian.

Teknik pengumpulan data

Teknik pengumpulan data boleh berupa observasi, wawancara langsung, angket, dan pengukuran.

Instrumen penelitian

Instrument penelitian merupakan alat ukur berupa kuisioner dan cek list sebagai pedoman observasi, wawancara dan angket.

Tehnik pengolahan data

Berisi cara pengolahan data yang dapat digunakan untuk menarik kesimpulan penelitian

Metode analisis data

Menjelaskan seluruh data yang diperoleh menjadi sebuah informasi.

5. DAFTAR PUSTAKA

Berisiskan daftar rujukan pembuatan proposal yang diperoleh dari segala aspek.

(7)

Lampiran merupakan bahan pendukung sebuah proposal yang digunakan selama proses penelitian berlangsung

Berbagi Ilmu Berbagi Manfaat~

LANGKAH LANGKAH PEMBUATAN KARYA ILMIAH

Karya ilmiah atau karangan ilmiah adalah sebuah laporan yang secara tertulis dan diterbitkan dengan memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau dalam sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika

keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. Atau karya ilmiah dapat diartikan sebagai karangan yang

mengungkapkan buah pikiran hasil pengamatan, dalam bidang tertentu dengan sistematika penulisan bersantun bahasa yang kebenarannya dapat dipertanggung jawabkan.

Pengertian Karya ilmiah menurut Eko Susilo adalah suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat

keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggung jawabkan keilmiahannya.

Adapun jenis karya ilmiah antara lain leporan penelitian, makalah seminar, artikel ilmiah, naskah publikasi, tugas akhir, tesis, skripsi, dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan.

Dalam pembuatan sebuah karya ilmiah dibutuhkan beberapa tahapan tahapan diantaranya yaitu tahap persiapan, tahap penulisan dan tahap evaluasi.

A. Tahap Persiapan

(8)

Topik adalah inti utama dari seluruh isi tulisan yang hendak disampaikan atau lebih dikenal dengan topic pembicaraan. Topic adalah hal yang pertama kali ditentukan oleh penulis ketika akan membuat tulisan. Sementara itu, tema diartikan sebagai

pernyataan sentral tentang topic yang akan ditulis.

Hal hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih topic :

- Harus topic yang paling menarik perhatian

- Terpusat pada segi lingkup yang sempit dan terbatas

- Memiliki data dan fakta yang obyektif

- Harus diketahui prinsip prinsip ilmiahnya

- Harus memiliki sumber acuan

Dalam pembatasan topic harus diperhatikan beberapa hal :

- Pembatasan topic harus dilakukan sebelum penulisan karya ilmiah

- Penentuan judul karya ilmiah : pertanyaan yang mengandung unsure 4W+1H

2. Menentukan tujuan

Dalam penulisan, tujuan merupakan pedoman dalam menyusun karangan maupun mencari bahan dan data yang diperlukan. Setiap penulis memiliki tujuan tertentu sehubungan dengan kegiatan menulisnya. Misalnya untuk mempengaruhi, meyakinkan, memberi informasi, menceritakan dan sebagainya

3. Mengumpulkan bahan

Setelah memilih topic dan menentukan tujuan, penulis mulai

mengumpulkan bahan. Bahan bisa didapatkan dari berbagai media cetak maupun elektronik. Bahan bahan tersebut dikumpulkan terutama yang relevan dengan topic dan tema yang akan ditulis. Pemilihan bahan relevan ini bisa dengan cara membaca atau

(9)

4. Survei lapangan

Langkah ini adalah melakukan pengamatan atas obyek yang diteliti. Menetapkan masalah dan tujuan yang akan diteliti dan dijadikan karya ilmiah. Langkah ini merupakan titik acuan dalam proses penulisan.

5. Menyusun hipotesis

Langkah ini adalah penyusunan dugaan dugaan yang menjadi penyebab dari obyek penelitian. Hipotesis ini merupakan prediksi yang ditetapkan ketika mengamati obyek penelitian.

6. Menyusun rancangan penelitian

Merupakan kerangka karangan kerja bagi penelitian yang

dilakukan. Menyusun rancangan penelitian sebagai langkah dari menulis karya ilmiah.

7. Melaksanakan percobaan berdasarkan metode yang direncanakan

Langkah ini merupakan kegiatan nyata dari proses penelitian dalam bentuk percobaan terkait penelitian yang dilakukan.

8. Melaksanakan pengamatan dan pengumpulan data

Setelah melakukan percobaan atas obyek penelitian dengan metode yang direncanakan, maka selanjutnya melakukan pengamatan terhadap objek percobaan yang dilakukan.

(10)

Langkah ini menganalisa dan mengintepretasikan hasil pengamatan yang sudah dilakukan.

10. Merumuskan kesimpulan dan teori

Langkah ini merumuskan kesimpulan dan teori mengenai segala hal yang terjadi selama percobaa, pengamatan, penganalisaan, dan pengintepretasian terhadap objek penelitian.

B. Tahap Penulisan

Format penulisan karya ilmiah :

o Bagian Permulaan

1. Halaman Sampul

- Judul

- Jenis laporan (KTI, Skripsi, Tesis, Disertasi)

- Nama, NIM mahasiswa

- Lambang Institusi

- Nama Lengkap Mahasiswa

2. Halaman Logo

3. Halaman Judul

4. Halaman Persetujuan

5. Kata Pengantar

6. Ucapan terimakasih

7. Abstrak

8. Daftar Isi

9. Daftar Tabel, gambar dan Lampiran

o Bagian Isi

1. Pendahuluan

(11)

- Perumusan masalah

- Tujuan

- Manfaat

2. Kerangka teori

3. Kerangka konsep

4. Metodologi penelitian

5. Hasil penelitian

6. Pembahasan

7. Kesimpulan

8. Saran

C. Tahap Evaluasi

(12)

CONTOH KARYA ILMIAH

KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI SEKITAR KITA

DISUSUN OLEH :

NAMA : PARTA SETIAWAN

(13)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan YME yang telah

memberikan rahmat dan juga karunia-Nya kepada kita sehingga dapat berhasil menyelesaikan Karya Ilmiah ini tepat pada

waktunya yang berjudul “KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI SEKITAR”.

Karya Ilmiah ini berisikan mengenai informasi Pengertian suatu Kebersihan Lingkungan Di Sekitar Kita atau yang lebih umumnya ialah membahas penerapan kebersihan lingkungan di sekitar. Diharapkan dengan adanya Karya Ilmiah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua mengenai kebersihan lingkungan di sekitar kitaini.

Saya menyadari adanya Karya Ilmiah ini masih jauh dari sempurna, oleh sebab itu kritik dan juga saran dari semua pihak yang bersifat baik dan membangun selalu saya harapkan untuk kesempurnaan Karya Ilmiah ini.

Diakhir kata, saya ucapkan terima kasih kepada anda semua

semua yang telah berperan didalam meyusun Karya Ilmiah ini dari awal sampai selesasi . Semoga Tuhan YME senantiasa memberikan apa yang baik untuk segala usaha kita. Amin.

Nusa Tenggara Barat, 09 Maret 2015

(14)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang B. Perumusan Masalah C. Tujuan Penelitian

D. Metode dan Teknik Penelitian E. Sistematika Penulisan

BAB II PEMBAHASAN

A. Kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan B. Cara Menjaga Kebersihan Lingkungan

(15)

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

Latar belakang

Kebersihan lingkungan ialah suatu keadaan yang bebas dari kotoran seperti , debu, sampah, dan juga bau. Indonesia

khususnya, masalah kebersihan lingkungan tersebut selalu menjadi perdebatan dan juga masalah yang terus berkembang. Kasus yang menyangkut suatu masalah kebersihan lingkungan pada

tiap tahunnya terus meningkat.

Masalah mengenai kebersihan lingkungan yang tidak kondusif disebabkan karena masyarakat selalu tidak sadar akan

(16)

berbagai upaya pengembangan kesehatan pada anak secara umum pun menjadi terhambat olehnya.

Perumusan Masalah

Dengan berdasarkan latar belakang yang telah dinyatakan

tersebut, penulis merumuskan juga beberapa masalah yang akan dibahas didalam suatu karya tulis ilmiah, yakni:

Mengenai Bagaimana kepedulian di masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sekitar?

Mengenai Bagaimana cara untuk menjaga kebersihan lingkungan di sekitar?

Tujuan Penelitian

Ialah Supaya lingkungan di sekitar dapat tetap terjaga kebersihannya.

Ialah untuk meningkatkan kesadaran para masyarakat disekitar akan pentingnya suatu lingkungan yang bersih.

Metode dan Teknik Penelitian

Untuk mendapatkan informasi dan juga data yang diperlukan, penulis akan menggunakan metode observasi dan juga

kepustakaan. adapun teknik yang dipergunakan dalam penelitian ini ialah sebagai berikut :

Teknik Pengamatan Langsung, ialah penulis terjun langsung dan juga meneliti ke lapangan untuk dapat mengetahui bagaimana kebersihan lingkungan dan juga bagaimana peranan pelajar terhadap suatu masalah kebersihan lingkungan.

Teknik Wawancara, Tujuan dari teknik ini ialah agar memperoleh suatu gambaran yang lebih tentang kasus yang dibahas.

Responden yang meliputi masyarakat sekitar, khususnya ahli kebersihan lingkungan hidup ialah sebagai sumber informasi tentang studi kasus masalah kebersihan lingkungan.

(17)

E. Sistematika Penulisan

Didalam karya ilmiah ini, penulis akan juga menjelaskan hasil penelitian di lapangan yang dimulai dengan bab pendahuluan. Bab tersebut meliputi tentang latar belakang masalah, perumusan dalam masalah, tujuan dalam penelitian dan juga sistematika penulisan. untuk Bab selanjutnya, penulis akan melakukan penelitian lapangan.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan Kebersihan ialah sebagai cerminan bagi tiap individu didalam menjaga kesehatan yang begitu penting didalam kehidupan . Dan juga seperti yang diketahui bahwa kebersihan ialah sebagai dari iman , kebersihan juga suatu keadaan dimana bebas dari kotoran, penyakit, dan juga lain sebagainya, yang jelas dapat merugikan ke segala aspek yang menyangkut tiap kegiatan dan juga pada

perilaku lingkungan masyarakat. sebagaimana diketahui bahwa kehidupan manusia tersebut tidak bisa dipisahkan baik itu lingkungan alam ataupun juga lingkungan sosial. Oleh sebab itu sebagai masyarakat harus dapat menjaga kebersihan lingkungan tersebut.

dikarenakan tanpa adanya lingkungan yang bersih pada

tiap individu atau pun masyarakat itu sendiri akan dapat menderita sebab salah satu faktor yang merugikan seperti halnya kesehatan. Kesehatan tersebut begitu mahal harganya. Sehingga baiknya kebersihan tersebut semuanya harus di olah dengan baik .

Lingkungan yang kotor tersebut berarti ialah penganggu kesehatan yang juga ialah berarti menanamkan bibit penyakit.

tetapi segala sesuatu terdapat suatu perubahan hanya saja

didalam segala persoalan dalam menjaga kebersihan lingkungan, semua itu tidak dapat dijalankan dengan tanpa sebuah kesadaran dari setiap individu ataupun masyarakat untuk menjaga

kebersihan, Oleh karena itu Kebersihan tersebut akan berguna dan juga akan menimbulkan keuntungan jika tiap individu ataupun juga masyarakat dapat menjaga lingkungan di sekitarnya.

(18)

Berikut ini Tips dan juga cara menjaga kebersihan lingkungan:

Dimulai keingininan dari diri sendiri dengan cara memberi contoh kepada masyarakat banyak bagaimana menjaga suatu kebersihan lingkungan.

Libatkan tokoh masyarakat yang daoat berpengaruh untuk dapat memberikan arahan kepada masyarakat bahwa pentingnya

menjaga suatu kebersihan lingkungan.

Sertakan juga para pemuda untuk dapat ikut aktif menjaga kebersihan lingkungan disekitar.

buat pekerjaan sebagai petugas kebersihan lingkungan dengan cara memberi imbalan setiap bulannya.

Sosialisasikan pada masyarakat untuk harus

terbiasa memilih sampah rumah tangga kesampah organik dan non organik.

Pelajari juga teknologi pembuatan pupuk kompos dari sampah organik agar yang dihasilkan dapat dimanfaatkan ;

Harus Kreatif, Dengan membuat souvenir atau juga membuat kerajinan tangan dengan menggunakan sampah.

Buat jadwal untuk kegiatan kerja bakti untuk membersihkan lingkungan sekitar.

Perbanyak juga tempat sampah di sekitar lingkungan;

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari hal ini dapat diambil suatu kesimpulan bahwa pada

(19)

Marilah kita semua dapat menjaga kebersihan dengan secara bersama-sama.

B. Saran

Saya menyadari bahwa dalam membuat penulisan karya tulis tentnag kebersihan lingkungan disekitar kita ini masih banyak sekali terdapat kekurangan baik dari segi materi, isi materi, dan juga bahkan cara penulisan karya tulis ini, untuk hal itu penulis meminta saran dari anda pembaca semua untuk dapat makalah tersebut bisa untuk lebih sempurna lagi untuk penulisan

selanjutnya. Atas perhatiannnya Saya ucapkan terima kasih.

DAFTAR PUSTAKA

www.google.com/

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...