• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menarche pada Remaja Perempuan dan Fakto

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Menarche pada Remaja Perempuan dan Fakto"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Menarche pada Remaja Perempuan dan Faktor-faktor

yang Mempengaruhi Terjadinya Menarche

Abstrak: Saat memasuki usia pubertas, tubuh dan pikiran seorang gadis akan mengalami berbagai macam perubahan. Hormon-hormon yang ada di dalam tubuh mulai merangsang perkembangan tubuh seorang anak menuju ke arah kedewasaan. Namun, kesadaran dan pengetahuan remaja perempuan akan hal tersebut masih tergolong rendah, sehingga terkadang remaja perempuan akan terkejut dan panik ketika melihat perubahan yang terjadi. Menstruasi merupakan tahap utama pada usia pubertas seorang gadis. Menstruasi pertama yang dialami oleh seorang gadis disebut sebagai menarche. Lamanya waktu dari satu periode menstruasi ke periode berikutnya disebut sebagai siklus menstruasi, dimana siklus menstruasi pada masing-masing individu memiliki lama waktu yang berbeda.Menstruasi yang terjadi pada masing-masing individu dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhinya terdiri dari faktor nutrisi, faktor aktivitas fisik, massa lemak, faktor hormon, faktor lingkungan, dan faktor psikologis.

Kata Kunci: Plasmodium, malaria, malaria berat, splenomegali.

Abstract: In the age of puberty, a girl's body and mind will undergo various changes. The hormones in her body begin to stimulate her body towards maturity. However, awareness and knowledge of adolescent girls are still low, and so sometimes adolescent girls become shocked and panicked when she saw the changes that she found. Menstruation is the main stage for the girls’ age of puberty. First period experienced by a girl called menarche. The length of time of one menstrual period to the next period referred to as the menstrual cycle, which menstrual cycles in each individual has a different in duration. Menstruation happens to each individual is influenced by various factors. Factors that influence consisting of nutritional factors, physical activity factors, fat mass, hormonal factors, environmental factors, and psychological factors.

Key words: Plasmodium, malaria, severe malaria, splenomegaly.

Pendahuluan

(2)

mengira mereka terkena penyakit yang berbahaya atau tidak jarang yang mengira bahwa dirinya sedang berada dalam masa kehamilan, padahal sebenarnya tidak demikian. Timbulnya persepsi yang salah dalam pikiran para remaja tersebut sering disebabkan karena kurangnya komunikasi antara anak perempuan dengan orang tuanya, khususnya sang ibu. Kurangnya komunikasi antara kedua pihak menyebabkan anak perempuan tidak mendapatkan pengetahuan dari sang ibu yang pernah mengalami menarche seperti yang dialami oleh anak perempuannya.

Gambaran Kasus

Seorang anak perempuan berusia 12 tahun terkejut saat bangun tidur karena menemukan adanya bercak merah pada pakaian dalamnya. Ibu dari anak tersebut menjelaskan bahwa sang anak mulai mendapatkan menstruasi.

Pembahasan

Untuk mengetahui secara jelas mengenai keluhan yang dialami oleh pasien, kita harus mempunyai pengetahuan tentang keluhan-keluhan yang dialami pasien dan harus memahami langkah-langkah dalam mendiagnosis keluhan yang dialami pasien. Langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam mendiagnosis keluhan yang dialami pasien dalam kasus tersebut adalah dengan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, menentukan diagnosis, dan sebagainya.

Anamnesis

Anamnesis atau wawancara medis merupakan tahap awal dari rangkaian pemeriksaan pasien, baik secara langsung pada pasien yang bersangkutan atau tidak langsung melalui keluarga ataupun kerabat pasien yang bertujuan untuk mendapatkan informasi secara menyeluruh dari pasien yang bersangkutan seperti identitas pasien, keluhan utama, riwayat penyakit sekarang, riwayat penyait dahulu, riwayat kesehatan keluarga, riwayat pribadi, dan riwayat sosial-ekonomi-budaya.1Seorang dokter harus melakukan wawancara yang seksama

secara langsung ke pada pasiennya (autoanamnesis) atau keluarga dekatnya (alloanamnesis) mengenai masalah yang menyebabkan pasien mendatangi pusat pelayanan kesehatan.

Pada pediatri, aspek yang nyata dan paling penting adalah bahwa yang memberikan informasi mengenai pasien seringkali adalah bukan pasiennya (kecuali bila anak tersebut berusia 4 sampai 5 tahun), melainkan orang tua pasien yang pada umumnya adalah sebagai sumber informasi utama.2

(3)

 Identitas pasien

Identitas pasien yang dapat diisi pada lembar anamnesis mencakup nama pasien, umur, jenis kelamin, nama orang tua pasien, pekerjaan, dan alamat tempat tinggal pasien.1,2 Data-data ini sangat penting dan berkaitan dengan masalah klinik dan

gangguan sistem tubuh.1

Dari hasil anamnesis terhadap pasien, data-data yang diperoleh adalah sebagai berikut:

- Nama Pasien : Nona A

- Usia : 12 tahun

- Jenis Kelamin : Perempuan - Nama Orang Tua : Ibu B

 Keluhan utama

Keluhan utama merupakan keluhan terpenting yang menyebabkan pasien datang ke dokter atau petugas kesehatan lain untuk meminta pertolongan, dan ditulis secara singkat beserta lamanya.1,2

Berdasarkan kasus di atas, keluhan utama yang menyebabkan pasien datang ke dokter adalah dikarenakan sang pasien merasa terkejut setelah menemukan bercak merah pada pakaian dalamnya setelah bangun tidur.

 Riwayat Penyakit Sekarang

Riwayat penyakit sekarang (RPS) adalah riwayat mengenai penyakit pasien saat ini, yang dimulai dari sejak akhir masa sehat pasien. Biasanya riwayat penyakit sekarang ditulis secara kronologis ditinjau dari urutan waktu, perkembangan penyakit, dan perjalanan penyakit serta gambaran dari setiap keluhan. Gambaran keluhan dari suatu penyakit mencakup lamanya, awal timbulnya keluhan tersebut, perkembangan dari keluhan, faktor pemicu, gejala-gejala tambahan, dan riwayat pengobatan yang sedang dijalankan.1,2

Sesuai dengan kasus di atas, hal-hal yang dapat kita tanyakan mengenai keluhannya adalah mengenai kapan timbulnya keluhan tersebut, bagaimana warna yang terlihat dari bercak tersebut, bagaimana bau yang ditimbulkan oleh bercak tersebut, dan apakah pasien mengalami keluhan lain seperti lemas, sakit kepala, ataupun ada rasa nyeri.

Berdasarkan data yang diberikan pasien, pasien tidak mengalami adanya keluhan-keluhan tambahan dan semuanya tampak normal.

 Riwayat Penyakit Dahulu

(4)

Dari hasil anamnesis, pasien tersebut tidak pernah mengalami sakit apapun sebelumnya.

 Riwayat Penyakit Keluarga

Riwayat penyakit keluarga menggambarkan tentang penyakit-penyakit yang pernah diderita oleh anggota keluarga lainnya. Penyakit yang diderita oleh seorang anggota keluarga terkadang dapat diturunkan ke pada anggota keluarga yang lain. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui kondisi kesehatan keluarga pasien.

Dari hasil anamnesis, anggota keluarga pasien semuanya sehat dan tidak ada yang menderita penyakit.

 Riwayat Tumbuh Kembang

Riwayat tumbuh kembang mencakup riwayat kelahiran, proses pertumbuhan dan perkembangan anak.2 Untuk menanyakan mengenai riwayat tumbuh kembang anak,

kita dapat menanyakan ke pada orang tuanya.

Dari hasil anamnesis, didapatkan bahwa tumbuh kembang anak tersebut adalah baik dan sesuai dengan umur anak tersebut.

 Riwayat Nutrisi

Rincian makanan dan pola makan pasien dapat membantu dalam mendiagnosis kekurangan energi protein (protein-energy malnutrition) dan kegagalanpertumbuhan. Selain itu, hal ini dapat membantu dalam menyusun rencana diet untuk rehabilitasi gizi anak untuk penyakit tertentu.2

 Riwayat Imunisasi

Dari anamnesis yang dilakukan, anak tersebut telah mendapatkan imunisasi tepat waktu sesuai dengan usianya.

 Riwayat Personal dan Sosial

Dalam riwayat personal dan sosial, hal yang dapat ditanyakan adalah mengenai perilaku anak sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga maupun dalam pergaulan dengan teman-temannya. Selain itu, tanyakan juga mengenai kebiasaan sehari-hari pasien seperti olahraga, kegiatan yang dilakukan, dan apakah pasien suka mengonsumsi alkohol ataupun rokok.

Berdasarkan hasil anamnesis, diketahui bahwa hubungan sosial yang terjalin di dalam keluarga berlangsung dengan baik. Selain itu, pasien juga memiliki hubungan sosial yang baik dengan teman-temannya. Pasien juga rajin berolahraga, suka membaca buku, membantu orang tua di rumah, berpergian bersama teman-temannya, dan pasien tidak mengonsumsi rokok maupun alkohol.

Pemeriksaan Fisik

(5)

berdasarkan gejala klinis yang ditemukan pada saat melakukan pemeriksaan fisik, khususnya penyakit yang memiliki gejala klinis yang khas.

Pada kasus dalam makalah ini, untuk menegakkan diagnosis dari keluhan remaja perempuan tersebut, maka pemeriksaan fisik yang dapat dilakukan antara lain terdiri dari:

 Pemeriksaan Umum

Pemeriksaan umum terhadap penampilan pasien, tinggi dan berat badan dilakukan ketika pertama kali berjumpa dengan pasien, namun pengamatan terhadap penampilan pasien akan dapat diperjelas ketika dokter melakukan pemeriksaan fisik.3

Pada kasus di atas, pemeriksaan umum yang dapat dilakukan terhadap anak perempuan tersebut adalah dengan mengukur tinggi badan dan berat badannya. Berat badan dan tinggi badan anak berdasarkan umur dapat diperkirakan dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Berat Badan=8+2n

Tinggi Badan=80+5n

n=usiadalam tahun

Selain itu, kita juga dapat memeriksa status gizi anak tersebut dengan menggunakan pemeriksaan antropometri untuk mengetahui indeks massa tubuh (IMT). Indeks massa tubuh dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:3

IMT= Berat Badan(kg)

Tinggi Badan(m2)

Klasifikasi indeks massa tubuh yang dapat digunakan untuk mengetahui status gizi anak tersebut adalah sebagai berikut:

BB kurang : IMT < 18,5 BB normal : 18,5 – 22,9 BB berlebih : IMT > 23 - Dengan risko : 23 – 24,9 - Obesitas kelas I : 25 – 29,9 - Obesitas kelas II : > 30

 Pemeriksaan Tanda-tanda Vital

Memeriksa tanda-tanda vital yang terdiri dari pemeriksaan denyut nadi, suhu tubuh, tekanan darah, dan pernapasan. Pemeriksaan tanda-tanda vital memberikan informasi awal yang penting yang seringkali mempengaruhi arah evaluasi.3

(6)

Anak perempuan pada umumnya peka terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuhnya ketika ia berada pada usia remaja. Untuk melakukan pemeriksaan ginekologi pada pasien usia remaja, sebaiknya pasien ditanyakan apakah ia ingin sang ibu menemaninya pada proses pemeriksaan atau tidak, jika pasien menjawab tidak, sebaiknya ada seorang asisten wanita yang menemani dokter saat pemeriksaan.4

Selain itu, sangatlah penting bagi dokter untuk meyakinkan pasien bahwa mungkin pasien akan merasa malu ataupun tidak nyaman ketika pemeriksaan berlangsung, namun pemeriksaan tersebut tidak akan menimbulkan rasa sakit dan tidak merusak himen.4 Dengan kata lain, dokter harus menjelaskan proses

pemeriksaan yang akan dilakukan dengan kata-kata yang mudah dimengerti oleh pasien sehingga tidak menimbulkan salah persepsi oleh pasien.

Pemeriksaan ginekologi pertama yang dianjurkan untuk dilakukan yaitu ketika seorang gadis menginjak usia 13 sampai 15 tahun. Pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan terhadap panggul. Genitalia eksterna harus diperiksa dengan pasien berada dalam posisi dorsal litotomi ketika komunikasi sedang berlangsung antara dokter dengan pasien, oleh karena itu pemeriksa harus mempertahankan kontak mata dengan pasiennya. Selain itu, pasien juga harus dipartisipasikan dalam pemeriksaan dengan memberikan pasien cermin sehingga pasien dapat melihat pemeriksaan yang dilakukan dan izinkan pasien untuk bertanya sebelum, saat, dan sesudah pemeriksaan. Inspeksi terhadap alat kelamin meliputi pemeriksaan terhadap rambut pubis, labia mayor dan minor, klitoris, uretra, dan cincin himen.5

Setelah melakukan pemeriksaan genitalia eksterna, lakukan inspeksi serviks dan vagina dengan spekulum vagina Huffman-Graves berbilah panjang. Jika pembukaan himen cukup besar, dapat dilakukan palpasi bimanual dengan satu jari dalam vagina. Jika tidak, uterus dan ovarium dapat dipalpasi melalui rektum.4

Dari hasil pemeriksaan fisik yang telah dilakukan, tinggi badan pasien yaitu sekitar 140 cm dan berat badan pasien adalah 35 kg. Tanda-tanda vital pasien juga tergolong normal, dan dari hasil pemeriksaan ginekologi, tidak ditemukan adanya tanda kelainan pada genitalia pasien.

Pemeriksaan Penunjang

(7)

dilakukan untuk mengetahui apakah anak tersebut mengalami anemia. Selain itu, pemeriksaan lain yang dapat dilakukan adalah dengan pemeriksaan kimia yang meliputi pemeriksaan besi serum (BS), daya ikat total besi (DIBT), saturasi transferin, dan kadar feritin serum.

Diagnosis Kerja

Berdasarkan hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik yang ada, anak perempuan usia 12 tahun tersebut mengalami menarche atau menstruasi pertama.

Diagnosis Banding

Selain diakibatkan oleh menarche, darah yang keluar melalui vagina dapat disebabkan oleh penyebab lainnya sehingga menimbulkan beberapa diagnosis banding. Diagnosis banding yang dapat diperkirakan antara lain:6

 Vulvovaginitis

Vulvovaginitis merupakan masalah ginekologi yang paling umum terjadi pada anak-anak usia prepubertas. Kurang menjaga kebersihan diri dan bahan-bahan kimia penyebab iritasi (sabun batang, sabun cair, shampoo) adalah penyebab utama dari vulvovaginitis. Vulvitis mengacu pada gejala pruritus, terbakar, kemerahan, dan ruam. Vaginitis merupakan peradangan pada vagina, yang bermanifestasi klinik yaitu keluarnya cairan vagina dengan atau tanpa bau atau pendarahan. Vulvovaginitis yang bersifat infeksius, di mana terdapat patogen spesifik yang menimbulkan gejala, mungkin disebabkan oleh patogen dari kotoran maupun saluran pernapasan, yaitu

Escherichia coli, Streptococcus pyogenes, Staphylococcus aureus, Haemophilus influenzae, dan pada kasus yang jarang, Candida spp. Selain itu, Neisseria gonorrhoeae dan Chlamydia trachomatis juga dapat menyebabkan vulvovaginitis yang infeksius.

 Pendarahan pada Vagina oleh Penyebab Lain

Penyebab lain yang dapat menimbulkan pendarahan vagina selain vulvovaginitis dapat berupa:

- Benda asing seperti sisa dari pemakaian tisu toilet.

- Kondisi dermatologi seperti lichen sclerosus di mana kondisi ini dicirikan oleh adanya radang kronik, pruritus yang hebat, dan penipisan serta pemutihan dari kulit vulva dan perianal. Selain itu petechiae dapat juga ditemukan dan sering dikelirukan sebagai tanda dari pelecehan seksual.

(8)

ataupun luka gores, namun pelecehan fisik dan seksual juga harus dipikirkan. Secara umum, bila traumanya disebabkan oleh kecelakaan, biasanya tidak menimbulkan kelainan pada himen, namun bila terdapat luka gores pada himen, khususnya pada bagian belakang, tindakan pelecehan harus dicurigai.

- Prolaps uretra merupakan penyebab lain yang berpotensi menyebabkan pendarahan pada vagina. Hal ini terjadi ketika ujung distal dari uretra mengalami prolaps sebagian atau menyeluruh. Pasien yang datang mungkin tidak bergejala atau disertai dengan pendarahan, disuria, atau kesulitan dalam berkemih. Kadar estrogen yang rendah, trauma, batuk kronik, dan konstipasi diyakini sebagai faktor yang mempengaruhi hal ini.

Fisiologi Menarche

Haid pertama yang dialami oleh seorang perempuan disebut sebagai menarche (dibaca: menarki).7 Menarche pada umumnya terjadi sekitar 2 tahun setelah thelarche, pada

usia rata-rata 12,6 tahun. Haid yang pertama pada umumnya bersifat anovulasi dan diperkirakan durasinya tidak teratur. Ketidakteraturan ini mungkin akan berlangsung selama 2 hingga 5 tahun. Selama fase ini, umpan balik estrogen terhadap hipotalamus mengurangi sekresi gonadotropin, di mana hal ini akan mengurangi produksi estrogen dan menyebabkan pendarahan yang dapat berlangsung lama dan berat.5

Pendarahan anovulasi ini biasanya tidak terasa sakit. Ketikasumbu hipotalamus-hipofisis-gonad matang, siklus ini akan berubah menjadi bersifat ovulasi. Ketika ovulasi terbentuk, rata-rata panjang siklus menjadi 21 hingga 45 hari.5,7

Lamanya waktu dari satu periode menstruasi ke periode menstruasi berikutnya disebut sebagai siklus menstruasi. Durasi siklus menstruasi biasanya berlangsung selama 28 hari (lihat Gambar 1).7,8 Namun siklus menstruasi pada setiap orang memiliki durasi yang

berbeda-beda. Siklus ini ada yang berlangsung selama 24 hari, 28 hari, 30 hari, dan bahkan ada yang 35 hari.7

Fase-fase Siklus Menstruasi pada Ovarium dan Endometrium

 Fase Folikuler dan Proliferasi

(9)

seiring dengan pertumbuhannya, sel-sel granulosa akan mensekresikan estradiol (estrogen utama) dalam jumlah besar. Kadar estradiol dalam darah akan bertambah pada hari ke 12 dari siklus tersebut.8

Pada saat yang bersamaan, endometrium akan memperbaiki diri dan berproliferasi dibawah pengaruh estrogen yang dihasilkan oleh folikel yang baru saja bertumbuh. Estrogen merangsang proliferasi sel-sel epitel, kelenjar-kelenjar, dan pembuluh darah pada endometrium, menambah lapisan endometrium ini hingga ketebalannya mencapai 3 sampai 5 mm.9

 Fase Ovulasi

Dibawah pengaruh rangsangan FSH, folikel de Graaf bertumbuh menjadi besar dan akan berubah menjadi tonjolan berdinding tipis pada permukaan ovarium. Pertumbuhan folikel akan diikuti oleh peningkatan estradiol secara cepat yang akan merangsang terjadinya pelonjakan LH pada hari ke-13. Pelonjakan LH akan menyebabkan dinding folikel de Graaf pecah pada hari ke-14 dan melepaskan oosit sekunder yang dikelilingi oleh zona pellucida dan corona radiata ke dalam tuba uterina.

 Fase Luteal dan Sekresi

Setelah ovulasi, folikel yang kosong dirangsang oleh LH untuk membentuk suatu bangunan baru yang disebut sebagai korpus luteum. Perubahan struktur ini diikuti dengan perubahan fungsi di mana korpus luteum berfungsi dalam memproduksi progesteron. Kadar progesteron dalam darah meningkat pada fase luteal, biasanya 1 minggu setelah terjadinya ovulasi. Kadar progesteron yang tinggi dikombinasikan dengan estradiol memberikan efek umpan balik negatif terhadap sekresi FSH dan LH.8

Pada endometrium, progesteron mengubah lapisan endometrium menjadi menebal, sedangkan estrogen membuat lapisan endometrium menjadi kaya akan pembuluh darah dan mengisi jaringan-jaringan yang ada dengan glikogen. Glikogen-glikogen tersebut dihasilkan oleh kelenjar endometrium yang aktif mensekresikan glikogen ke dalam lumen uterus untuk memberi makan embrio yang sedang berkembang sebelum tertanam pada dinding endometrium.9

Kadar estrogen dan progesteron juga mengalami penurunan pada fase luteal (dimulai pada hari ke-22) dikarenakan korpus luteum mengalami regresi dan berhenti berfungsi dikarenakan oleh tidak terjadinya fertilisasi dan implantasi.8,9Penurunan

kadar hormon-hormon ovarium mencapai level yang sangat rendah pada hari ke-288

dan merangsang pelepasan prostaglandin uterus yang menyebabkan vasokonstriksi

pembuluh-Sumber: Dee Unglaub Silverthorn, 5th editon

(10)

pembuluh darah endometrium, mengurangi

penyediaan darah

ke dinding

endometrium. Pengurangan transpor oksigen ke jaringan

endometrium mengakibatkan kematian jaringan endometrium dan pembuluh

darahnya. Sebagai hasil akhirnya, pendarahan melalui pembuluh darah yang telah rusak membilas jaringan endometrium yang mati ke dalam lumen uterus.9

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Menarche

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi waktu dimulainya kematangan organ reproduksi pada wanita. Beberapa faktor tersebut antara lain:

 Nutrisi

Cadangan energi yang adekuat diperlukan untuk mempercepat pertumbuhan linear dan pencapaian kematangan reproduksi pada usia pubertas.Status gizi memodulasi terjadinya gonadarche pada anak perempuan, sebagaimana tercermin dari penemuan yang memperlihatkan bahwa menarche tertunda terjadi pada anak perempuan kurang gizi, dan menarche cenderung terjadi pada berat tertentu atau berat "kritis" tubuh daripada usia yang ditetapkan.10 Untuk itu, kondisi gizi tubuh yang baik akan

mempercepat terjadinya menarche.

 Aktivitas Fisik

(11)

tertunda. Usia menarche rata-rata dari atlet wanita yang kompetitif dan penari balet seringkali mengalami penundaan 2 hingga 4 tahun.11

 Massa lemak

Beberapa peneliti merekomendasikan bahwa berat terendah atau ambang batas untuk menarche adalah sekitar 17% lemak sebagai persentase berat badan. Sejalan dengan itu, kurang lebih 26-28% lemak sebagai persentase dari berat badan dicapai pada pencapaian pertumbuhan yang khas dan berat terendah sekitar 22% lemak tubuh sangat penting untuk pemeliharaan atau kelanjutan dari menstruasi pada anak perempuan yang usianya lebih tua dari 16 tahun.12

 Hormon Leptin

Satu faktor yang mungkin berkontribusi terhadap hipogonadisme oleh kelaparan adalah rendahnya kadar hormon leptin. Leptin merupakan hormon protein yang dihasilkan oleh jaringan adiposa yang terlibat dalam homeostasis energi. Hipoleptinemia berhubungan dengan rendahnya kadar LH dan estradiol dan mungkin juga bekerja secara langsung pada tingkat hipofisis dan ovarium di mana dijumpai reseptor-reseptor leptin.12

 Faktor Lingkungan

Pada dunia yang berkembang, anak-anak dari kelas sosial yang tinggi akan matang lebih dini dibandingkan dengan anak-anak dari kelas sosial yang rendah, dan gadis yang tinggal di kota lebih cepat matang dibandingkan dengan gadis yang tinggal di desa.13

Stress merupakan faktor risiko sosial lain yang mungkin atau tidak mempercepat terjadinya pematangan. Anak perempuan yang tumbuh pada lingkungan yang sulit (sebagai contoh, di mana orang tua telah berpisah atau hidup dalam konflik) memiliki menarche 4 bulan lebih dini dibandingkan dengan anak perempuan yang tumbuh pada lingkungan yang stabil.13

Penatalaksanaan

Penatalaksanaan yang dapat dilakukan pada pasien dengan kasus di atas adalah sebagai berikut:

 Medica mentosa

Pada anak yang mengalami menstruasi, dapat kita berikan suplemen zat besi (Fe) untuk menggantikan besi yang hilang saat menstruasi.5 Selain itu, bila menstruasinya

disertai dengan rasa nyeri, kita dapat memberikan obat penghilang rasa nyeri seperti ibuprofen atau asam mefenamat.7

(12)

Dokter dapat memberikan penyuluhan kepada anak perempuan mengenai apa yang sedang terjadi pada dirinya dan cara menanganinya, seperti menjaga kebersihan diri, mengganti pembalut setiap 3 atau 4 jam. Selain itu orang tua anak juga harus diberikan edukasi mengenai apa yang harus dilakukan saat menstruasi pertama kali.

Prognosis

Prognosis untuk pasien yang mengalami menarche biasanya baik.

Komplikasi

Pendarahan hebat saat menstruasi dapat mengarah pada kondisi medis lain, di antaranya adalah sebagai berikut:

 Anemia

Anemia ini dapat ditimbulkan akibat terjadinya menorrhagia di mana terlalu banyak pendarahan yang terjadi saat menstruasi.7 Sebagian besar kasus anemia hanya berada

dalam kondisi yang ringan, namun anemia dapat menyebabkan kelelahan, peningkatan denyut jantung, sinkop, sakit kepala.5

 Nyeri saat haid

Keluhan ginekologis yang paling umum dari wanita muda adalah nyeri menstruasi, atau dysmenorrhea, yang berlangsung sejak hari pertama sampai hari ke-3 dari pendarahan. Pelepasan prostaglandin dan leukotrien dari endometrium yang berdegenerasi setelah penurunan kadar progesteron menyebabkan peningkatan tonus uterus dan meningkatkan frekuensi dan dysrhythmia dari kontraksi uterus.5

Kesimpulan

Anak perempuan usia 12 tahun tersebut mengalami menarche atau menstruasi pertama yang dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti nutrisi, hormon, faktor sosial dan ekonomi, faktor psikologis, dan sebagainya. Mempersiapkan mental anak dalam menghadapi menstruasi pertamanya sangat penting bagi anak dalam memahami perubahan fisik yang terjadi pada dirinya dan cara menanganinya. Selain itu, peran orang tua juga sangat penting dalam membantu anak dalam menghadapi situasi seperti ini.

Daftar Pustaka

(13)

2. Parthasarathy A, Menon PSN, Agarwal RK, Choudhury P, Thacker NC, Ugra D, et. al. IAP textbook of pediatrics. 4th ed. Mumbai: Jaypee Brothers Medical Publishers;

2009. p. 24-7.

3. Bickley LS, Szilagyi PG. Bates’ guide to physical examination and history taking. 11th

ed. China: Lippincott Williams & Wilkins; 2013. p. 114, 17-8.

4. Benson RC, Pernoll ML. Buku saku obstetri dan ginekologi. Edisi ke-9. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2008. h. 14-5.

5. Marcdante KJ, Kliegman RM. Nelson essentials of pediatrics. 7thed. Philadelphia:

Elsevier; 2011. p. 240-1, 244, 510.

6. Hoffman BL, Schorge JO, Schaffer JI, Halvorson LM, Bradshaw KD, Cunningham FG. Williams’ gynecology. 2nd ed. China: McGraw-Hill; 2012. p. 387-9.

7. Priyatna A. Be a smart teenager! (for boys & girls). Jakarta: Elex Media Komputindo; 2009. h. 62, 7, 98, 100.

8. Fox SI. Human physiology. 12th ed. United States: McGraw-Hill; 2011. p. 722-5.

9. Sherwood L. Introduction to human physiology. 8th ed. China: Brooks/Cole Cengage

Learning; 2013. p. 809.

10. Strauss JF, Barbieri RL. Yen & Jaffe’s reproductive endocrinology: physiology, pathophysiology, and clinical management. 7th ed. Philadelphia: Elsevier; 2014. p.

391.

11. Brown JE, Isaacs JS, Krinke UB, Lechtenberg E, Murtaugh MA, Sharbaugh C, et. al. Nutrition through the life cycle. 5th ed. USA: Cengage Learning; 2013. p. 60.

12. Hollins-Martin CJ, van den Akker OBA, Martin CR, Preedy VR. Handbook of diet and nutrition in the menstrual cycle, periconception, and fertility. Netherlands: Wageningen Academic Publishers; 2014. p. 264-5.

13.Goldman MB, Troisi R, Rexrode KM. Women & health. 2nd ed. Philadelphia:

Referensi

Dokumen terkait

Penyusunan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra-SKPD) Bappeda Kota Bogor Tahun 2010-2014 ini, telah diupayakan menampung substansi dari Rencana

Pada masa ini individu mulai meninggalkan peran sebagai anak-anak dan berusaha mengembangkan diri sebagai individu yang unik dan tidak tergantung pada orang tua. Fokus

Setelah dilakukan analisis data penelitian variabel UTAUT yang mempengaruhi minat mahasiswa melakukan akses ke dalam sistem informasi Akper Alkautsar dan variabel

Tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi istilah asing bidang perkomputeran yang paling dikenal oleh kalangan mahasiswa di Kota Surakarta, (2)

adalah karya tulis ilmiah berupa paparan hasil penelitian yang membahas suatu masalah dalam bidang ilmu hukum untuk mencari pemecahan masalahnya dengan menggunakan teori-teori,

Produk yang diharapkan akan dihasilkan melalui penelitian pengembangan berupa model sarana pembelajaran atletik alat lempar cakram melalui modifikasi ukuran berat,

Dari hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa religiusitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit artinya bahwa auditor yang

Sindroma nefrotik adalah penyakit ginjal yang mengenai glomerulus (ginjal terdiri dari tubulus, glomerulus dll.) dan ditandai proteinuria (keluarnya protein melalui