• Tidak ada hasil yang ditemukan

ARTIKEL ILMIAH HUSDIANAWAT batal. docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ARTIKEL ILMIAH HUSDIANAWAT batal. docx"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PROGRAM BUDIDAYA RUMPUT LAUT JENIS RHODOPHYCEAE TERHADAP TINGKAT PENDAPATAN MASYARAKAT PESISIR TELUK SALEH

DESA LABUHAN AJI KECAMATAN TARANO SUMBAWA BESAR TAHUN 2016

ABSTRAK

Program budidaya rumput laut merupakan usaha untuk mengembangkan produktifitas rumput laut yang dinilai potensial dari segi ekonomi, sehingga akan meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pengembangan usaha alternatif yang dilatar belakangi oleh dukungan kondisi sumber daya alam daerah pengembangan budidaya. Pendapatan masyarakat adalah jumlah penghasilan yang diterima oleh masyarakat atas prestasi kerjanya selama satu periode tertentu, baik harian, mingguan, bulanan ataupun tahunan. Masalah yang diajukan dalam penelitian ini Apakah ada pengaruh program budidaya rumput laut jenis rhodophyceae terhadap tingkat pendapatan masyarakat pesisir teluk saleh desa labuhan aji kecamatan tarano sumbawa besar tahun 2016. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui “ Pengaruh Program Budidaya Rumput Laut Jenis Rhodophyceae Terhadap Tingkat Pendapatan Masyarakat Pesisir Teluk Saleh Desa Labuhan Aji Kecamatan Tarano Sumbawa Besar Tahun 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dan Metode pengumpulan datanya adalah menggunakan Metode Angket. Metode analisis data yang diterapkan dianalisis dengan menggunakan rumus statistik r product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : pengujian nilai r xy diperoleh r hitung sebesar 0,761 lebih besar dari r tabel sebesar 0,396 dengan taraf signifikansi 5 % maka r xy dinyatakan signifikan. Dengan demikian, hipotesis nihil (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Berdasarkan analisis data, disimpulkan bahwa “Ada pengaruh program budidaya rumput laut jenis rhodophyceae terhadap tingkat pendapatan masyarakat pesisir teluk saleh desa labuhan aji kecamatan tarano sumbawa besar tahun 2016”

(2)

PENDAHULUAN Latar Belakang

Indonesia merupakan negara maritim, kurang lebih 70 persen wilayah Indonesia terdiri dari laut yang pantainya kaya akan berbagai jenis sumber daya hayati dan lingkungan yang potensial. Potensi ini merupakan suatu sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk menuju indonesia yang maju dan makmur. Wilayah pesisir menjadi tumpuan dan harapan bagi pembangunan bangsa Indonesia di masa yang akan datang terutama komoditi perikanannya yang berlimpah.

Untuk memaksimalkan pembangunan ekonomi dalam bidang kelautan dan perikanan maka pada tahun 2005 pemerintah mencanangkan suatu program Revitalisasi Pertanian Perikanan dan Kehutanan (RPPK) yang merupakan salah satu program nasional yang ditujukan untuk peningkatan kesejahteraan nelayan, peningkatan daya saing produk pertanian, perikanan dan kehutanan serta menjaga kelestarian sumberdaya pertanian, perikanan dan kehutanan.

Sarana yang disediakan antara lain yaitu sarana pertanian, perikanan dan kehutanan yang dikembangkan untuk memberdayakan kehidupan masyarakat yang ada di pelosok desa. Budidaya rumput laut merupakan salah

satu jenis budidaya dibidang perikanan yang mempunyai peluang untuk dikembangkan di perairan Indonesia. Rumput laut sendiri merupakan komoditas utama dari tiga program revitalisasi perikanan yang berperan penting dalam peningkatan kesejahteraraan masyarakat.

Dalam pengembangan di wilayah pesisir, salah satu pengembangan kegiatan ekonomi yang sedang dijalankan pemerintah adalah pengembangan budidaya rumput laut. Melalui program ini diharapkan dapat merangsang pertumbuhan ekonomi wilayah akibat peningkatan pendapatan masyarakat. Rumput laut telah menjadi salah satu sumber pendapatan bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat khususnya Kabupaten Sumbawa Besar saat ini. Rumput laut merupakan komoditi yang potensial dalam memberikan kontribusi pada pendapatan keluarga nelayan. Komoditi rumput laut ini telah dibudidayakan di Desa Labuhan Aji Kecamatan Tarano Kabupaten Sumbawa Besar.

(3)

masyarakat lebih menguasai cara budidaya rumput laut yang bersifat tradisional. Tidaklah heran jika rumput laut diperhadapkan dengan masalah hama. Kondisi ini menyebabkan masyarakat di Desa Labuhan Aji membutuhkan bantuan pemerintah melalui Dinas Kelautan untuk membantu nelayan rumput laut dalam mengatasi permasalahan nelayan rumput laut tersebut dan sekaligus memberikan pemahaman kepada nelayan guna meningkatkan produksi dan kualitas hasil panen rumput laut.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dapat dirumuskan permasalahannya yaitu “Apakah ada Pengaruh Program Budidaya Rumput Laut Jenis Rhodophyceae Terhadap Tingkat Pendapatan Masyarakat Pesisir Teluk Saleh Desa Labuhan Aji Kecamatan Tarano Sumbawa Besar ?”

Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui ”Pengaruh Program Budidaya Rumput Laut Jenis Rhodophyceae Terhadap Tingkat Pendapatan Masyarakat Pesisir Teluk Saleh Desa Labuhan Aji Kecamatan Tarano Sumbawa Besar”.

Manfaat penelitian Manfaat Teoritis

Adapun manfaat secara teoritis dari penelitian ini yaitu :

1. Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi atau pengetahuan tentang program budidaya rumput laut jenis rhodopyceae di Indonesia tepatnya di Desa Labuhan Aji Kecamatan Tarano Sumbawa Besar.

2. Hasil penelitian ini dapat berguna bagi masyarakat khususnya pembudidaya rumput laut jenis rhodopyceae terhadap tingakat pendapatan masyarakat pesisir Teluk Saleh Desa Labuhan Aji Kecamatan Tarano Sumbawa Besar Manfaat Praktis

Adapun manfaat secara praktis dari penelitian ini yaitu :

1. Menambah wawasan dan pengetahuan penulis mengenai kehidupan masyarakat daerah pembudidaya rumput laut jenis rhodophyceae di Desa Labuhan Aji Kecamatan Tarano Sumbawa Besar 2. Diharapkan dapat memberikan

(4)

TINJAUAN PUSTAKA Budidaya Rumput Laut

Budidaya merupakan kegiatan terencana pemeliharaan sumber daya hayati yang dilakukan pada suatu areal lahan untuk diambil manfaat atau hasil panennya. Kegiatan budidaya dapat dianggap sebagai inti dari usaha tani.

Rumput laut merupakan hasil perikanan yang bukan berupa ikan, tetapi berupa tanaman. Usaha budidaya ini mengingat potensi rumput laut sebagai salah satu komoditas ekspor non migas ternyata mempunyai prospek ekonomi yang cukup cerah, (Hidayat,1994:12).

Rumput laut atau alga (sea weed) merupakan salah satu komoditas penting perikanan di Indonesia. Indonesia menduduki posisi penting sebagai produsen rumput laut dunia. Produksi rumput laut Indonesia berasal dari pengambilan di laut dan pembudidayaan dilaut. Disamping potensi lahan (daerah pasang surut) yang luas, kebutuhan rumput laut yang terus menunjukkan peningkatan merupakan prospek bagi pengembangan rumput laut di Indonesia, (Ghufran, 2011: 16).

Budidaya rumput laut merupakan bentuk kegiatan perencanaan pemeliharaan dan penangkaran rumput laut yang dilakukan pada suatu areal pembudidaya untuk

diambil manfaat atau hasil panennya. Kegiatan budidaya dapat diaggap sebagai inti dari usaha tani. Dengan adanya program budidaya rumput laut dapat membantu nelayan rumput laut dalam mengatasi permaslahan dan dapat memeberikan pemahaman kepada petani rumput laut guna meningkatakan produksi dan kualitas hasil panennya.

Dari sekian banyak jenis rumput laut, yang mendapat perhatian khusus serta mempunyai nilai ekonomi yang tinggal hanya ada 4 genus (marga) saja. Keempat genus tersebut semuanya termasuk dalam kelas Rhodophyceae atau alga merah. Salah satu filum dari alga berdasarkan zat warna atau pigmentasinya. Warna merah pada alga ini disebabkan oleh pigmen fikoeritrin dalam jumlah banyak dibandingkan pigmenklorofil, karoten, dan xantofil.

(5)

oksigen. Selain itu ada pula yang hidup di air payau.

Pendapatan masyarakat

Menurut Sukirno (2006:47) pendapatan adalah jumlah penghasilan yang diterima oleh masyarakat atas prestasi kerjanya selama satu periode tertentu, baik harian, mingguan, bulanan ataupun tahunan.

Menurut kahirul anwar (2011:33) pendapatan mesyarakat merupakan pendapatan bersih masyarakat ditambah dengan upah keluarga yang layak, upah tenaga luar dalam bentuk uang atau bahan, dan pajak.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pendapatan masyarakat merupakan jumlah penghasilan yang diterima masyarakat dalam berbentuk uang maupun barang atas prestasinya selama satu periode tertentu.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Menurut Kuswana (2011: 49), penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menggunakan angka dalam penyajian data dan analisis yang menggunakan uji statistika. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang dipandu oleh hipotesis tertentu yang salah satu tujuannya adalah menguji hipotesis yang ditentukan sebelumnya.

Dalam penelitian kuantitatif, hubungan anatara peneliti dan responden bersifat

independen. Dengan menggunakan daftar pertanyaan sebagai teknik pengiumpulan data, penelitian kuantitatif dapat meminta orang lain untuk pengumpulan data. Oleh karena itu, dalam penelitian kuantitatif peneliti “hampir” tidak mengenal yang diteliti atau siapa sebenarnya responden yang memberikan data.

Lokasi Penelitian

(6)

Penentuan Subyek Penelitian

Menurut Sugiyono (2014: 117), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas : obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Adapun subjek dalam penelitian ini yaitu nelayan rumput laut pada masing-masing dusun yaitu Dusun Aipaya, Dusun Labuhan Terujung dan Dusun Padaelo. Nelayan yang mendapat program budidaya rumput laut berjumlah 25 orang. Dusun Aipaya 5 orang, Dusun Labuhan Terujung 10 orang dan Dusun Padaelo 10 orang. Penelitian ini merupakan penelitian populasi karena jumlah subjek kurang dari 100, sehingga peneliti mengambil semua nelayan rumput laut sebagai subjek penelitian.

Jenis dan Sumber Data Jenis Data

Adapun Jenis data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah jenis data kuantitatif. Data kuantitatif di bagi menjadi empat bagian yaitu:

1. Data interval adalah data yang dihasilkan dari pengukuran, yang di dalamnya

pengukuran itu di asumsikan terdapat satuan (unit) pengukuran yang sama. 2. Skala nominal adalah statistik yang

didasarkan dengan klasifikasi tertentu secara dikhotomik (saling pilih secara jelas). Misalnya jenis kelamin yang mencerminkan laki-laki, perempuan, siang malam, tinggi rendah dan lain-lain. 3. Skala ordinl adalah data statistic yang

disusun berdasarkan rangkin, misalnya:juara 1,2,3,dan seterusnya. 4. Data rasio adalah data yang dalam proses

kuantifikasinya mempunyai nol mutlak, (Koencaraningrat,2007:251)

Adapun jenis data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data interval. Jadi data yang dipakai dalam penelitian ini adalah jenis data interval yang didasarkan pada ukuran nilai angka (numerial data). Penggunaan jenis data ini dimaksudkan sebagai upaya untuk menjelaskan pengaruh program budidaya rumput laut terhadap tingkat pendapatan masyarakat.

Sumber Data

Menurut sifatnya, sumber data yang digolongkan menjadi 2 (yaitu), yaitu:

(7)

2. Sumber data sekunder adalah sumber yang mengutip dari sumber orang lain (Surakhmad,1999:143)

Berdasarkan keterangan tersebut, maka sumber data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer. Hal ini mengingat bahwa data yang diperoleh dari responden melalui angket yang di jawab/diisi.

Metode Pengumpulan Data

Dalam pengumpulan data, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi, angket dan observasi.

Instrumen Penelitian

Menurut (Sugiyono,2014:148) Instrumen adalah suatau alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun social yang diamati. Secara spesifik semua fenomena ini disebut variable penelitian.alat-alat yang digunakan berkaitan dengan metode penelitian.

Metode pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Jadi instrumen penelitian yang peneliti gunakan adalah angket atau kuesioner

Variabel dan Definisi Operasional Variabel Penelitian

Identifikasi Variabel

Menurut hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain maka macam-macam variabel dalam penelitian dapat dibedakan menjadi, (Sugiyono, 2014: 60) :

1. Variabel independen : Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel bebas. Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Adapun yang menjadi variabel independen dalam penelitian ini adalah program budidaya rumput laut.

2. Variabel Dependen : Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Adapun yang menjadi variabel dependen dalam penelitian ini adalah tingkat pendapatan masyarakat.

Definisi Operasional Variabel

Definisi operasianal adalah suatu definisi mengenai variabel yang dirumuskan berdasarkan karakteristik-karakteristik variabel tersebut yang dapat diamati (Azwar, 2004: 74). Definisi operasional variabel pada penelitian ini adalah:

(8)

Pemerintah dalam usaha budidaya rumput laut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan.

2. Tingkat perekonomian masyarakat adalah kedudukan atau posisi seseorang dalam masyarakat berkaitan dengan tingkat pendidikan, tingkat pendapatan pemilikan kekayaan atau fasilitas serta jenis tempat tinggal.

Teknik Analisis Data

Analisis data merupakan kegiatan yang dilakukan setelah data dari seluruh responden atau sumber lain terkumpul (Sugiyono, 2014: 333). Untuk dapat menarik kesimpulan dari data yang diperoleh, maka teknik analisis data yang diterapkan di analisis dengan menggunakan rumus statistik r product moment.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil analisis korelasi product moment seperti yang telah dipaparkan di atas, nilai koefisien korelasi yang ditunjukkan adalah r xy = 0,761, sedangkan nilai r xy dalam tabel dengan taraf signifikansi 5 % dan N = 25 adalah 0,396. Kenyataan ini menunjukkan bahwa nilai r xy yang diperoleh dalam penelitian ini adalah lebih besar dari pada nilai r xy dalam r tabel, sehingga korelasi r xy dinyatakan signifikan. Hal ini berarti hipotesis alternatif

(Ha) yang berbunyi “ Adapengaruh program budidaya rumput laut jenis rhodophyceae terhadap tingkat pendapatan masyarakat pesisir teluk saleh desa labuhan aji kecamatan tarano sumbawa besar tahun 2016 ” diterima, sedangkan hipotesis nihil (Ho) yang berbunyi “Tidak ada pengaruh program budidaya rumput laut jenis rhodophyceae terhadap tingkat pendapatan masyarakat pesisir teluk saleh desa labuhan aji kecamatan tarano sumbawa besar tahun 2016” ditolak.

(9)

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa program budidaya rumput laut mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap tingkat pendapatan masyarakat Desa Labuhan Aji Kecamatan Tarano Sumbawa Besar.

Program budidaya rumput laut merupakan usaha untuk mengembangkan produktifitas rumput laut yang dinilai potensial dari segi ekonomi, sehingga akan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengembangan usaha alternatif yang dilatar belakangi oleh dukungan kondisi sumber daya alam daerah pengembangan budidaya. Bantuan yang diberikan kepada masyarakat melalui program budidaya rumput laut berupa bibit rumput laut, pelampung, tali, dan tempat pengeringan/penjemuran.

SIMPULAN DAN SARAN Simpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa “Ada pengaruh program budidaya rumput laut jenis rhodophyceae terhadap tingkat pendapatan masyarakat pesisir teluk saleh desa labuhan aji kecamatan tarano sumbawa besar tahun 2016”. Hal ini terbukti dari hasil pengujian nilai r product moment, dimana r hitung sebesar 0,761 lebih besar dari r tabel sebesar 0,396 dengan taraf signifikansi 5 %, maka r xy dinyatakan signifikan dan

hipotesis nihill (Ho) ditolak atau hipotesis alternatif (Ha) diterima.

Saran

Bertitik tolak dari simpulan yang diperoleh dalam penelitian ini, maka ada beberapa saran yang perlu dipertimbangkan oleh Pemerintah, masyarakat, maupun bagi peneliti lain yang tertarik dengan topik ini. Adapun saran-sarannya adalah sebagai berikut :

a. Pemerintah

Terdapat pengaruh yang signifikan antara program budidaya rumput laut dengan pendapatan masyarakat, maka hendaknya Pemerintah mempertahankan atau meningkatkan program budidaya rumput laut berikutnya agar masyarakat bisa hidup sejahtera.

b. Masyarakat

Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi masyarakat agar dalam proses budidaya rumput laut lebih memperhatikan teknik budidaya dari Pemerintah melalui program budidaya rumput laut.

c. Peneliti Berikutnya

(10)

aspek-aspek yang belum terjangkau dalam penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA

Anggadiredja, Jana T. 2011. Rumput Laut. Jakarta : Penebar Swadaya. Anonim. TT. Rumput Laut Di Indonesia. Jakarta : Sinar Harapan

Arikunto,Suharsimi.2010. Metode penelitian (Suatu PendekatanPraktik). Jakarta: PT.Rineka Cipta

Hamid, Abdul. 2009. “ Pengaruh Berat Bibit Awal Dengan Metode Apung ( Floating Method ) Terhadap Persentase Pertumbuhan Harian Rumput Laut ” . Diambil tanggal 1 Mei 2013 dari http://www.google.com/url?q=http://luluvikar.files.wordpress.com

Hidayat A. 1994. Budidaya Rumput Laut. Surabaya : Usaha Nasional

Indriani Hety, Suminarsih Emi. 2005. Budidaya, Pengelolaan, dan Pemasaran Rumput Laut. Jakarta : Penebar Swadaya.

Kuswana, Dadang. 2011. Metode Penelitian Sosial. Bandung : CV Pustaka Setia.

Maftukhah. 2007. “ Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Geografi Siswa Kelas VIII SMP N 1 Randudongkal Kabupaten Pemalang Tahun 2006/2007”. Diambil tanggal 1 Mei 2013 dari http://www.google.com/url? q=http://lib.uin

Moleong Lexy J, 2001, Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung : Rosdakarya Offset Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung : Alfabeta

Supardan, Dadang. 2009. Pengantar Ilmu Sosial : Sebuah Kajian pendekatan Struktural. Jakarta : Bumi Aksara.

(11)

Referensi

Dokumen terkait

Tingkat penyerapan tenaga kerja pengembangan budidaya rumput laut jenis coklat pada kondisi kapasitas asimilasi perairan (minimal – maksimal) ……… Tingkat penyerapan tenaga

Tingkat penyerapan tenaga kerja pengembangan budidaya rumput laut jenis coklat pada kondisi kapasitas asimilasi perairan (minimal – maksimal) ……… Tingkat penyerapan tenaga

Pada kedua kategori kawasan tersebut terdapat beberapa jenis tipe pemanfaatan sumber daya hayati yang ada yaitu budidaya rumput laut, budidaya ikan kerapu yang

Pembangunan perikanan budidaya, khususnya rumput laut memberikan kontribusi yang cukup baik bagi perkembangan pendapatan petani rumput laut di Maluku utara maupun

Pada kedua kategori kawasan tersebut terdapat beberapa jenis tipe pemanfaatan sumber daya hayati yang ada yaitu budidaya rumput laut, budidaya ikan kerapu yang

(Kelompok Pembudidaya Rumput Laut) tentang Pembelian/ Pengumpulan Rumput Laut Kering Jenis Eucheuma cottonii di wilayah hamparan budidaya rumput laut dan dengan Zona III (PT.

ABSTRAK Analisis Tingkat Produksi Dan Pendapatan Usahatani Rumput Laut Di Kabupaten Luwu Utara Berdasarkan Musim Tanam Studi Kasus : Petani Rumput Laut Di Desa Munte Kecamatan Tana

32 5.4 Analisis Biaya dan Pendapatan Usahatani Rumput Laut .... 35 5.5 Analisis Kelayakan Usahatani Rumput Laut