Muhammad Iqbal 133112340350012 Universitas Nasional
Model Pengambilan Keputusan dan Penggunaan Sumber Daya Aktivitas dalam Penilaian Relevansi
1. Biaya Relevan
Biaya relevan adalah biay masa memdatang dlam berbagai alternatif untuk mengambil kepoutusan manajemen. Biaya relevan seriring disebut biaya deferensiasial yaitu biaya yang berbeda –beda akibat adanya tingkat priduksi yang berbeda yang mengakibatkan perbedaan biaya tetap. Kedua jenis biaya hakikatnya sama, yakni berbagai alternatif biaya yang disebabkan olelh tingkat produksi.
Biaya relevan merupakan hasil pengolahan data historis oleh akuntan intern, oleh ahli yang lainnya. Ia disebut relevan karena berhubungan erat dengan penaaagambilan keputusan manajemen. Ia merupakan biaya masa datang karena digunakan untuk menyusun anggaran, perencanaan laba, dan pengendalian kegiatan yang bertumpu pada priggram jangka pendek dan jangka panjang.
a. Konsep biaya untuk pembuatan keputusan
Salah satu tugas manajer adalah membuat keputusan bersadasarkan informasi akuntansi yang relevan. Keputusan itu tersiri dari keputusann rutin dan sehari-hari sesuai dengan fungsi – fungsi manajemen (pemasaran . produksi, dan keuangan). Sedangkan keputusan khkusus adalah keputusan yang hanya kadangkala saja dibuat, yaitu misalnya keputusan tentang:
1. Menolak atau menerima orderan khusus 2. Menetapkan kebijakan harga
3. Menetapkan devisi atau mengembangkan 4. Menentukan laba pada keterbebasan kapasistas 5. Membuat sendiri atau membeli produk
b. Mengindentifikasi biaya dan manfaat yang relevan
bioskop atau menyewa video tape. Biasanya biaya yang dilakukan pada keputusan ini di sebut biaya terhindar (avaoidable cost). Avoidble cost adalah biaya yang dapat dihilangkan baik seluruhnya ataupun sebagian dengan memilih salah datu alternatif yang ada. Dan biaya avoidable adalah biaya relevan.
Ada dua kategori biaya yang tidak pernah relevan dalam pembuattan keputusan. Biaya tidak relevan tersebut adalah;
1. Sunk cost
2. Future cost yang tidak berbeda di antara berbagai alternatif.
Sunk cost adalah biaya yang telah terjadi dan tidak dapat di hindari dari apapun keputusan yang dibuat manajer. Sunk cost akan selalu sama, tidak memiliki pengaruh terhadap berbagai alternatif yang di pertimbangkan, biaya tersebut selalu tidak relevan dan sebaiknya diabaikan. Sedangkan future cost yang berbeda diantara alternatif yang tersedia adalah biaya relevan.
Dalam akuntansi manajerial, istilah biaya terhindar (avoidable cost),biaya diferensial (diferential cost), incremental cost, dan biaya relevan selalu digunakan secara bergantian.
c. Penambahan dan pengurangan lini produk dan segmen lain
Keputusan apakah kan menambah atau mengurangi lini produk atau segmen perusahaan menjadi bagian sulit yang harus dihadapi oleh manajer. Dalam keputusan seperti itu, beberapa faktor kuantitatif dan kualitatif harus dipertimbangkan. Pada akhirnya,keputusan final untuk menambah atau mengurangi segmen perusahaan terutama akan bergantung pada dampak keputusan tersebut pada laba bersih opoerasi. Untuk menaksir dampak ini, sangant perlu untuk mrmbuat analisis secara hati – hati terhadap biayaapa saja yang digunakan.
- Ilustrasi analisis biaya
Anggaplah ada tiga lini produk utama di drug company yaitu oabat – obatan, kosmetik, dan perlatan rumah tangga. Apkah yang dilakuakan oleh perusahaan untuk memperbaiki kinerjanya? Misalnya salah satu lini mengalami kerugian, kita umpakan lini peralatan rumah tangga yang mengalami kerugian setiap bulan.barangkali membuang lini ini dapat memperbaiki laba perusahaan. Dalam memutuskan menghilangkan lini tersebut para manajer harus mempertimbangkan berbagai hal,jika perusahaan meniadakan lini tersebut maka marjin kontribusi dari lini tersebut akan hilang. Dan dapat mengurangi biaya tetap.
Beberapa manajer biasanya melakukan berbagai cara untuk melakukan pengambikan keputusan dengan membandingkan lini yang satu dengan lini yang lainnya, yang mereka lihat dari sisi keuntungan laba bagi perusahaan dan aspek –aspek lainnya. - Kehati – hatian dalam alokasi biaya tetap
Mengapa dalam mengalokasikan biaya tetap pada suatu lini para manajer harus mempertimbangkan secara seksama?, itu disebabkan karena mengalokasikan biaya tetap maka dapat membuat lini yang lainnya nampak kurang menguntungkan dari keadaan sesungguhnya.
- Keputusan untuk membeli
Keputusan untuk memproduksi sendiri komponen fabrikasi secara internal atau membeli dari supplier disebut keputusan untuk membuat atau membeli (make or buy decision). Pada dasarnya, keputusan yang berkaitan dengan integrasi vertikal adalah keputusan untuk membuat atau membeli karena perusahaan memutuskan untuk memenuhi kebutuhannya dengan memproduksi sendiri atau membeli dari luar.
- Aspek strategis keputusan membuat atau membeli
Dalam mengambil keputusan mebuat atau membeli para manajer harus cermat dalam melakukan langkah – langkah bisnisyang akan mepuanyai dampak besar bagi perusahaan mereka, maka dari para manajer mempunyai rencana strategis ,misalkan dengan cara integrasi, sebab cara ini dapat menguntungkan perusahaan dengan cara mengurangi ketergantungan pada pemasok dan dan perusahaan dapat merancang alur komponen dengan baik dibandingkan dengan pererusahaan yang tidak melakukan integrasi.
- Contoh keputusan untuk membuat atau membeli
Misalnya suatu perusahaan melakukan keputusan membeli atau membuat, maka kita haru melihat aspek biaya variabelnya (bahan, tenaga kerja, dan overhead variable) sebab biaya ini merupakan biaya diferensial karena biaya- biaya tersebut dapat dihindari dengan membeli pemindahan dari pemasok luar. Jika dalam perusahaan itu terdapat badan penyelia, maka penyelia dapat diberhentikan dan gajinya dapat dihindari dengan membeli pemindahan, jadi gaji penyelia adalah biaya diferensial dan relevan untuk membuat keputusan.
- Opportunity cost
Opportunity cost merupakan salah satu pilihan manajemen untuk pengambilan keputusan. Pengertian biaya opportunity cost adalah kesempatan memperoleh hasil yang dikorbankan karena memilih alternatif lain untuk memperoleh hasil yang lebih baik dengan menggunakan sumber daya terbatas.
d. Pesanan khusus
khusus adalah pesanan pada waktu tertentu yang bukan merupakan hasil dari kegiatan normal perusahaan.
e. Penggunaan sumber daya yang terbatas
Manajer terus- menerus dihadapkan oleh masa sumber daya yang terbatas. Mengapadikatan kendala sebab kalua sumber daya yang mereka gunakan terbatas maka prusahaan tidak dapt memenuhi ambisi mereka , sehingga manjer harusmemutuskan bagaimana cara untuk menggunakan sumber daya tersebut. Dan para manjer harus memaksimumkan total margin kontribusi.
- Kontribusi dan keterbatasan sumber daya
Untuk memaksimumkan total margin kontribusi , perusahaan tidak hanya sekedar mempromosikan produknya yang memberikan margin kontribusi per unit yang paling tinggi. Total margin kontribusi akan mencapai tingkat maksimum dengan mempromosikan produk-produk perusahaan atau menerima pesanan yang memberikan margin kontribusi per unit tertinggi dalam kaitannya dengan sumber daya yang terbatas.
- Mengelola kendala
Dalam keterbatasan sumber daya alam banyak timbul kendala – kendal yang dapt memusingkan para manajer, sehingga mreka dituntut untuk merpikir lebih keras lagi untuk mengelola kendala dengan cara yang tepat sehingga memberikan margin kontribusi yang baik bagi perusahaan.
- Masalah adanya banya kendala
Apa yang harus dilakukan oleh perusahaan apabila ada lebih dari satu kendala? Sebagai contoh perusahaan mungkin memiliki keterbatasan bahan baku, tenaga kerja langsung, ruang, dan dana untuk promosi. Bagaimanakah menentukan yang baik? Kambinasi yang baik dapt diperoleh dengan menggunakan program linear yang meliputi metode kuantitatif dan manajemen operasi.
f. Activity Based Costing (ABC) dan biaya relevan
ABC dapat digunakan untuk membantu mengindentikfikasikan biaya relevan yang potensial untuk tujuan pembuatan keputusan. ABC memperbaiki kemungkinan dapat di telusurinya biaya dengan memfokuskan pada aktivitas yang disebabkan oleh produk atau segmen yang lain. Manejer harus berhati – hati dan cermat membaca istilah kemampuan untuk dapat di telusuri dibandingkan dengan kondisi yang sesungguhnya. Banyak orang yang mengamsumsiakan bahwa jika biaya dapat ditelusuri ke segmen tertentu, biaya tersebut otomatis menjadi biaya yang dapat terhindari.
Dalam pengambilan keputusan menerima atau menolak (pesanan khusus), informasi akuntansi adalah pendapatan diferensial dan biaya diferensial. Jika pendapatan diferensial (yaitu tambahan pendapatan dengan diterimanya pesanan khusus tersebut) lebih tinggi dibandingkan dengan biaya diferensial (yaitu tambahan biaya karena memenuhi pesanan khusus tersebut) maka pesanan khusus tersebut sebaiknya diterima. Dilain pihak , jika pendapatan diferensial lebih rendah dibandingkan dengan biaya difernsial, maka pesanan khusus sebaiknya ditolak.
Contoh :
PT. Oki memproduksi produk X dalam pabrik yang berkapasitas 200.000 satuan pertahun . Untuk tahun anggaran 20X1 perusahaan merencanakan akan memproduksi dan menjual produk X sebanyak 150.000 satuan dengan harga jual sebesar Rp.1.250 persatuan. Anggaran biaya untuk tahun tsb sbb:
Persatuan Total
Biaya Variabel:
By. Produksi variabel Rp.400 Rp.60.000.000
By.komersial variabel 120 18.000.000
Biaya Tetap:
By.Produksi tetap 300 45.000.000
By. Komersial tetap 150 22.500.000
Rp.970 Rp.145.000.000
Gb: Data biaya persatuan dan total biaya produk X
Misal perusahaan menerima pesanan khusus ( diluar pesanan yang reguler ) sebanyak 30.000 satuan produk X dari perusahaan lain. Harga yang diminta oleh pemesan Rp.750 perpesanan.
Pendapatan diferensial : 30.000 satuan x Rp.750 Rp.22.500.000
Biaya diferensial:
By. Komersial Variabel Rp. 3.600.000
Rp.15.600.000
Laba Diferensial Rp. 6.900.000
Gb. Pendapatan & biaya diferensial yang dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan Menerima atau menolak pesanan khusus.
Berdasarkan informasi akuntansi diferensial seperti disajikan diatas maka sebaiknya PT. Oki menerima pesanan khusus tersebut.
3. Membeli atau membuat sendiri ( Make or buy decision )
Keputusan membeli atau membuat sendiri dapat dibagi menjadi dua macam :
1. Keputusan membeli atau membuat sendiri yang dihadapi oleh perusahaan yang sebelumnya memproduksi sendiri produknya, kemudian mempertimbangkan akan membeli produk tersebut dari pemasok. (Tipe 1)
2. Keputusan membeli atau membuat sendiri yang dihadapi oleh perusahaan yang sebelumnya membeli produk tertentu dari pemasok luar, kemudian mempertimbangkan akan memproduksi sendiri produk tersebut. (Tipe 2)
Tipe 1 umumnya merupakan keputusan manajemen jangka pendek, yang tidak menyangkut investasi jangka panjang. Dua kemungkinan yang dihadapi oleh manajemen dalam pengambilan keputusan ini :
a. Fasilitas yang digunakan untuk memproduksi tidak dapat dimanfaatkan jika produk dihentikan produksinya karena manjemen memilih alternatif membeli dari luar. Untuk pengambilan keputusan, manajemen perlu memperhitungkan pengorbanan dan manfaat dari pemilihan alternatif membeli atau membuat sendiri. manfaat dari pemilihan alternatif membeli dari luar yaitu besarnya biaya diferensial yang berupa biaya yang terhindarkan (avoidable cost) jika kegiatan membuat sendiri dihentikan. Pengorbanan dari pemilihan alternatif membeli dari luar yaitu : sebesar biaya diferensial yang berupa biaya yang dikeluarkan untuk membeli produk dari pemasok luar.
b. fasilitas yang digunakan untuk memproduksi dapat dimanfaatkan untuk usaha lain yang mendatangkan laba, jika produk dihentikan produksinya, karena manajemen memilih alternatif membeli dari luar. Jika perusahaan sebelumnya membuat sendiri kemudian mempertimbangkan akan membeli dari luar, manfaat dari pemilihan alternatif membeli dari luar adalah besarnya biaya diferensial, yang berupa biaya yang terhindarkan (avoidable cost) jika kegiatan membuat sendiri dihentikan dan pendapatan diferensial dari pemanfaatan fasilitas dalam usaha bisnis lain.
Pengorbanan dari pemilihan alternatif membeli dari luar adalah sebesar biaya diferensial yang berupa biaya yang dikelurkan untuk membeli produk dari pemasok luar. Jika manfaat lebih besar dari pengorbanan, alternatif membeli dari luar lebih menguntungkan jika dipilih. Jika manfaat lebih kecil dari pengorbanan, alternatif membeli dari luar sebaiknya tidak dipilih.
Tipe 2 umumnya merupakan keputusan manajemen jangka panjang, karena kemungkinan menyangkut investasi dana dalam jumlah yang besar untuk pengadaan mesin dan perlengkapan produksi.
Dua kemungkinan yang dihadapi ole manajemen dalam pengambilan keputusan ini : a. Keputusan membuat sendiri tidak memerlukan tambahan fasilitas produksi, karena
manajemen dapat memanfaatkan kapasitas yang masih menganggur dari mesin dan ekuipmen yang telah dimiliki sebelumnya.
Jika perusahaan sebelumnya membeli dari luar dan kemudian mempertimbangkan akan membuat sendiri, manfaat dari pemilihan alternatif membuat sendiri adalah besarnya biaya diferensial yang berupa biaya yang terhindarkan (avoidable cost) sebagai akibat membeli produk dari pemasok luar.
Pengorbanan dari pemilihan alternatif membuat sendiri adalah sebesar biaya diferensial yang berupa biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi sendiri produk tersebut.
Jika manfaat lebih besar dari pengorbanan, alternatif membuat sendiri lebih menguntungkan jika dipilih. Sebaliknya jika manfaat lebih kecil dari pengorbanan alternatif membuat sendiri sebaiknya tidak dipilih.
(avidable cost) sebagai akibat membeli produk dari pemasok luar. Pengorbanan dari pemilihan alternatif membuat sendiri adalah sebesar biaya diferensial yang berupa biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi sendiri produk tersebut.
Manfaat bersih yang diperoleh dibandingkan dengan besarnya investasi dalam mesin dan ekuipmen (aktiva penuh) untuk memutuskan apakah manfaat bersih yang diperoleh sebanding dengan investasi yang akan dilakukan.
Lampiran 7-1
Latihan soal : By. Diferensial dalam alternatif pengambilan keputusan membeli atau membeli suku cadang A tersebut dengan harga Rp. 25 perbuah. Ditinjau dari biaya, Memb
Fasilitas yang digunakan untuk membuat dihentikan pemakaiannya
Biaya diferensial berupa biaya terhindarkanA
Biaya diferensial berupa harga beli dari pemasok luarB
Keputusan
Jika A > B, alternatif membeli dapat dipilih Jika A < B, alternatif membeli tidak dapat dipilih
Fasilitas yang digunakan untuk membuat dapat disewakan atau dioperasikan
untuk kegiatan bisnis yang lain Biaya diferensial berupa biaya terhindarkanA
Pendapatan diferensialB
Biaya diferensial berupa harga beli dari pemasok luarC
Biaya diferensial : biaya untuk membuatB Keputusan
Jika A > B, alternatif membuat dapat dipilih Jika A < B, alternatif membuat tidak dapat Aktiva diferensial berupa investasi dalam fasilitasC
Keputusan
Jika selama umur ekonomis fasilitas
manajemen puncak perusahaan perlu mempertimbangkan keputusan membeli suku cadang tersebut atau tetap memproduksi sendiri.
Gbr. 7.4 Biaya produksi penuh (Full Costs of production) suku cadang A
Jawab: Manfaat :
Biaya diferensial (Biaya terhindarkan )
Biaya-biaya variabel (biaya bahan baku,biaya tenaga kerja variabel Rp.18
dan overhead variabel )
Biaya tetap terhindarkan Rp. 4
Jumlah biaya terhindarkan jika membeli dari luar Rp. 22
Pengorbanan : Biaya Diferensial
Harga beli jika membeli dari luar Rp.25
Kerugian jika membeli dari luar Rp. 3
Dari data tersebut jelas terlihat bahwa alternatif tetap memproduksi sendiri yang menguntungkan, karena jika membeli dari luar pengorbanan yang dikeluarkan adalah Rp. 25 perbuah. Sedangkan penghematan yang diperoleh ( berupa biaya terhindarkan ) hanya sebesar Rp. 22 perbuah.
Perbuah100.000 buah
Biaya bahan bakuRp. 5Rp. 500.000
Biaya tenaga kerja variabelRp.101.000.000 Biaya overhead pabrik variabelRp. 3300.000 Biaya overhead pabrik tetap Rp. 4400.000 terhindarkan
(avoidable fixed factory overhead )
Biaya overhead pabrik tetap bersamaRp. 5500.000 (jion fixed factory overhead )
2. PT. X berusaha dalam bidang perakitan. Suku cadang A dari produk rakitannya selama ini dibeli dari pemasok luar dengan harga Rp. 35 persatuan. Kebutuhan suku cadang tersebut berjumlah 100.000 satuan setahun. Manajemen perusahaan tersebut mempertimbangkan untuk memproduksi sendiri suku cadang tersebut.Taksiran biaya produksi suku cadang A jika diproduksi sendiri disajikan dalam gambar 7.5.
Jawab: Manfaat :
Biaya diferensial (Biaya terhindarkan )
Harga beli jika membeli dari luar Rp. 35 Rp.3.500.000
Pengorbanan : Biaya Diferensial
Taksiran biaya produksi suku cadang A 27 Rp.2.700.000
Keuntungan jika memproduksi sendiri Rp. 12 Rp. 1.200.000
Dari data tersebut jelas terlihat bahwa alternatif tetap memproduksi sendiri yang menguntungkan, karena jika membeli dari luar pengorbanan yang dikeluarkan adalah Rp. 35 perbuah atau Rp.3.500.000 pertahun. Sedangkan taksiran biaya produksi jika suku cadang tersebut dibuat sendiri hanya sebesar Rp. 27 per buah Rp. 2.700.000.
4. Menghentikan atau Melanjutkan Produksi Produk Tertentu atau Kegiatan Usaha Departemen Lain
Perbuah100.000 buah
Biaya bahan bakuRp. 5Rp. 500.000
Biaya tenaga kerja variabelRp.101.000.000 Biaya overhead pabrik variabelRp. 3300.000
Biaya overhead pabrik tetap terhindarkanRp. 9900.000 (avoidable fixed factory overhead )
Dalam perusahaan yang menghasilkan lebih dari satu macam keluarga produk (product line ) atau yang memilki berbagai departemen penghasil laba,
Adakalnya manajemen puncak menghadapi salah satu keluarga produknya atau salah satu departemennya mengalami kerugian usaha yang akan diperkirakan akan berlangsung terus.
Dalam menghadapi kondisi ini, manajemen perlu mempertimbangkan keputusan menghentikan atau tetap melanjutkan produksi produk atau kegiatan usaha departemen yang mengalami kerugian.
Informasi yang relevan untuk dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan ini adalah biaya difernsial dan pendapatan diferensial. Dengan dihentikannya produksi produk tertentu atau kegiatan departemen tertentu perusahaan akan kehilangan kesempatan memperoleh pendapatan dari produk /departemen tertentu( foregone revenues ). Pendapatan hilang ini merupakan informasi pendapatan diferensial dan merupakan pengorbanan yang ditanggung karena pemilihan alternatif menghentikan produksi produk atau departemen tertentu.
Dilain pihak, dengan dihentikannya usaha departemen tertentu, perusahaan menikmati manfaat berupa biaya terhindarkan yang mrp informasi akuntansi diferensial . Jika biaya terhindarkan (yg mrp manfaat yg diperoleh ) lebih besar dari pendapatan yang hilang ( yg mrp pengorbanan) akibat dihentikannya produksi produk atau kegiatan usaha departemen tertentu, maka alternatif penghentian sebaiknya dipilih. Jika biaya terhindarkan lebih kecil dari dari pendapatan yang hilang akibat dihentikannya produksi produk atau kegiatan usaha departemen tertentu, maka alternatif penghentian tsb tidak dipilih.
Contoh : Suatu toko memiliki 3 departemen : departemen kosmetika ,departemen pakaian, departemen bahan kelontong. Laporan laba-rugi tiap departemen tahun anggaran 20x4 disajikan Sbb:
Kosmetika Pakaian Brg Kelontang
Hasil Penjualan Rp. 50.000.000 Rp. 25.000.000 Rp. 25.000.000
Biaya Variabel Rp. 25.000.000 Rp. 10.000.000 Rp. 12.000.000
Laba Kontribusi Rp. 25.000.000 Rp. 15.000.000 Rp. 13.000.000
Biaya tetap terhindarkan Rp. 10.000.000 Rp. 8.000.000 Rp. 11.000.000
terhindarkan
Jmh by tetap Rp. 13.000.000 Rp. 13.000.000 Rp. 14.000.000
Laba (rugi) bersih Rp. 12.000.000 Rp. 4.000.000 (Rp. 1.000.000)
Gb. Laporan Laba-rugi perdepartemen thn anggaran 20X4
Manfaat :
Biaya diferensial berupa biaya yang terhindarkan dengan ditutupnya Kegiatan usaha Departemen barang kelontang:
Biaya variabel Rp. 12.000.000
Biaya tetap terhindarkan Rp. 11.000.000
Total manfaat (benefit) Rp. 23.000.000
Pengorbanan
Pendapatan diferensial yang berupa pendapatan Penjualan yang hilang dengan ditutupnya kegiatan
Usaha departemen barang kelontong Rp. 25.000.000 Manfaat lebih kecil dari pengorbanan jika alternatif menghentikan kegiatan
Usaha departemen brg kelontong dipilih Rp. 2.000.000 Lampiran 7-3
5. Menghentikan atau Melanjutkan Produksi Produk Tertentu atau Kegiatan Usaha menghentikan atau tetap melanjutkan produksi produk atau kegiatan usaha departemen yang mengalami kerugian.
Informasi yang relevan untuk dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan ini adalah biaya difernsial dan pendapatan diferensial. Dengan dihentikannya produksi produk tertentu atau kegiatan departemen tertentu perusahaan akan kehilangan kesempatan memperoleh pendapatan dari produk /departemen tertentu( foregone revenues ). Pendapatan hilang ini merupakan informasi pendapatan diferensial dan merupakan pengorbanan yang ditanggung karena pemilihan alternatif menghentikan produksi produk atau departemen tertentu.
Dilain pihak, dengan dihentikannya usaha departemen tertentu, perusahaan menikmati manfaat berupa biaya terhindarkan yang mrp informasi akuntansi diferensial . Jika biaya terhindarkan (yg mrp manfaat yg diperoleh ) lebih besar dari pendapatan yang Menghentikan
Jika A positif, penghentian produksi produk sebaiknya dipilih
Jika A negatif, penghentian produksi produk sebaiknya tidak dipilih
Jika A positif, penghentian produksi produk sebaiknya dipilih
hilang ( yg mrp pengorbanan) akibat dihentikannya produksi produk atau kegiatan usaha departemen tertentu, maka alternatif penghentian sebaiknya dipilih. Jika biaya terhindarkan lebih kecil dari dari pendapatan yang hilang akibat dihentikannya produksi produk atau kegiatan usaha departemen tertentu, maka alternatif penghentian tsb tidak dipilih.
Contoh : Suatu toko memiliki 3 departemen : departemen kosmetika ,departemen pakaian, departemen bahan kelontong. Laporan laba-rugi tiap departemen tahun anggaran 20x4 disajikan Sbb:
Kosmetika Pakaian Brg Kelontang
Hasil Penjualan Rp. 50.000.000 Rp. 25.000.000 Rp.25.000.000
Biaya Variabel Rp. 25.000.000 Rp. 10.000.000 Rp. 12.000.000
Laba Kontribusi Rp. 25.000.000 Rp. 15.000.000 Rp. 13.000.000
Biaya tetap Rp. 10.000.000 Rp. 8.000.000 Rp. 11.000.000
terhindarkan
By tetap tidak Rp. 3.000.000 Rp. 3.000.000 Rp. 3.000.000
terhindarkan
Jmh by tetap Rp. 13.000.000 Rp. 13.000.000 Rp. 14.000.000
Laba (rugi) bersih Rp. 12.000.000 Rp. 4.000.000 (Rp. 1.000.000)
Gb. Laporan Laba-rugi perdepartemen thn anggaran 20X4
Manfaat :
Biaya diferensial berupa biaya yang terhindarkan dengan ditutupnya
Kegiatan usaha Departemen barang kelontang:
Biaya variabel Rp. 12.000.000
Total manfaat (benefit) Rp. 23.000.000 Pengorbanan
Pendapatan diferensial yang berupa pendapatan Penjualan yang hilang dengan ditutupnya kegiatan
Usaha departemen barang kelontong Rp. 25.000.000 Manfaat lebih kecil dari pengorbanan jika alternatif menghentikan kegiatan
Usaha departemen brg kelontong dipilih Rp 2.000.000 Lampiran 7-3
Berbagai kemungkinan alternatif dalam keputusan menghentikan produksi atau kegiatan
6. Penetapkan Harga
Salah satu keputusan utama manajer yaitu menetapkan harga. Sebenarnya,harga dapat diambil dengan banyak bentuk. di dalam memutuskan harga dapatdilakukan sebagai berikut:
1. Menentukan harga dari produk baru
2. Menentukan harga produk yang dijual di bawah label biasanya 3. Merespon harga baru dari pesaing
Menghentikan
Jika A positif, penghentian produksi produk sebaiknya dipilih
Jika A negatif, penghentian produksi produk sebaiknya tidak dipilih
Jika A positif, penghentian produksi produk sebaiknya dipilih
4. Penawaran harga pada saat situasi tawar menawar tertutup dan terbuka
Penetapan harga dibahas secara luas dalam literatur ekonomi dan pemasaran. Di sini tujuan kita bukanlah membahas secara luas literatur itu , tetapi untuk mengingat poin penting untuk membantu menggambarkan peran biaya- biaya dalam menetapkan harga.
Teori Ekonomi Dan Penetapan harga
Penetapan harga tergantung pada karakteristik pasar suatu perusahaan. Didalam pasar persaingan sempurna, suatu perusahaan dapat menjual sebanyakmungkin suatu produk, pada harga pasar tunggal. Jika harga lebih mahal, tidakada pelanggan yang akan membeli. Jika harga murah, laba yang didapat sedikit.Oleh karena itu, tiap perusahaan akan menentukan harga menurut pangsa pasar ,dan salah satu keputusan manajer adalah berapa banyak barang yang akandiproduksi.
Walaupun biaya tidak secara langsung mempengaruhi harga di dalam pasar persaingan sempurna, tapi berakibat pada keputusan memproduksi.Kurva biay a marginal diperlihatkan dalam exhibit 5-5 (hal 183).
Biaya marginal adalah biaya tambahan dalam memproduksi dan menjual satu unit barang. Biayamarginal dapat berkurang ketika terjadi peningkatan produksi, karena lebih efisien jika mempoduksi dalam jumlah yang besar. Bagaimanapun, biaya marginal naik pa da saat produksi meningkat sebab fasilitas mulai terlalu penuh, menghasilkanketidakefisie nan.Exhibit 5-5 memperlihatkan kurva pendapatan marginal. pendapatanmarginal adalah pendapatan tambahan dari satu unit penjualan.
Dalam persaingansempurna, kurva pendapatan marginal yaitu garis horizontal yang sama denganharga per unit dari semua volume penjualan. Sepanjang biaya marginal adalahlebih kecil dari harga, penjualan dan produksi tambahan dapat menguntungkan.Ketika biaya marginal melebihi harga, perusahaan kehilangan pendapatan padaunit tambahan. oleh karena itu, volume laba maximal (profit-maximizing volume)adalah besarnya biaya marginal sama dengan harga. Dalam exhibit 5 5, perusahaan memproduksi V0 unit. memproduksi lebih sedikit dapatmenghilangkan