• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERAMALAN PRODUKSI GAS ALAM INDONESIA ME

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PERAMALAN PRODUKSI GAS ALAM INDONESIA ME"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1

Muh. Hasbiollah, Devi Kumala Sari, RB. Fajriya Hakim Jurusan Statistika, Fakultas MIPA, Universitas Islam Indonesia

E-mail: [email protected], [email protected], [email protected]

ABSTRAK. Gas adalah salah satu komoditi unggulan Indonesia di bidang energi. Melonjaknya harga minyak menyebabkan kalangan industri nasional berlomba-lomba untuk melakukan konversi minyak ke gas. Selain bersih dan berkalori tinggi, gas sangat efisien untuk proses pembakaran. Akan tetapi, saat ini banyak industri dalam negeri yang menjerit akibat kekurangan gas. Peramalan merupakan bagian internal dari kegiatan pengambilan keputusan manajemen. Pendekatan model ARIMA untuk masalah nonlinier yang kompleks mungkin tidak memadai. Faktanya,

sistem dunia nyata sering nonlinier. Ada beberapa teknik Soft Computing yang dapat

digunakan untuk melakukan peramalan. Satu diantaranya adalah Fuzzy Time Series.

Metode tersebut dapat menyelesaikan peramalan data pada model-model kompleks

yang berhubungan dengan model nonlinier time series. Pada penelitian ini,

digunakan metode Two-Factor Fuzzy Time Series dan metode peramalan klasik

yaitu SES dan ARIMA. Data yang digunakan adalah data produksi dan konsumsi

gas alam Indonesia tahun 1994-2013. Hasilnya, metode Two-Factor Fuzzy Time

Series lebih akurat dibandingkan metode SES dan ARIMA dalam peramalan produksi gas alam Indonesia tahun 1994-2013. Berdasarkan metode yang lebih akurat dari beberapa metode yang digunakan, diperoleh nilai peramalan tahun 2014 sebesar 68,93.

Kata Kunci: Gas Alam, Indonesia, Peramalan, Fuzzy Time Series.

1. PENDAHULUAN

Gas adalah salah satu komoditi unggulan Indonesia di bidang energi. Menurut BIN (2012),

“Potensi gas dalam negeri sebagai energi terbarukan sangat besar. Indonesia diklaim memiliki

cadangan gas alam sebesar 2,8 triliun meter kubik pada akhir 2005, atau setara dengan 1,5 persen

cadangan dunia”. Menurut Hidayatullah (2012), “Melonjaknya harga minyak menyebabkan

kalangan industri nasional berlomba-lomba untuk melakukan konversi minyak ke gas. Selain bersih

dan berkalori tinggi, gas sangat efisien untuk proses pembakaran. Akan tetapi, saat ini banyak

industri dalam negeri yang menjerit akibat kekurangan gas. Selain itu, pada neraca gas tahun 2011

terlihat bahwa pada tahun 2020 defisit gas Indonesia mencapai 1316 MMSCFD”. Oleh karena itu,

(2)

permasalahan gas tersebut. Menurut Makridakis dkk (1999), peramalan merupakan bagian internal

dari kegiatan pengambilan keputusan manajemen.

Model statistik tradisional termasuk Moving Average, Exponential Smoothing dan

Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) adalah linier dalam memprediksi nilai

peramalan di masa mendatang yang dibatasi pada fungsi linier dalam observasi di masa lalu (Zhang,

2003). Pendekatan model ARIMA untuk masalah nonlinier yang kompleks mungkin tidak memadai

(Zhang, 2003). Faktanya, sistem dunia nyata sering nonlinier (Granger dan Terasvirta, 1993). Ada

beberapa teknik Soft Computing yang dapat digunakan untuk melakukan peramalan data yaitu

diantaranya adalah Fuzzy Time Series, Neural Network, dan Algoritma Genetik. Metode-metode

tersebut dapat menyelesaikan peramalan data pada model-model kompleks yang berhubungan

dengan model nonlinier time series (Lamabelawa, 2011).

Pada penelitian ini, akan digunakan metode Two-Factor Fuzzy Time Series dan beberapa metode

peramalan klasik untuk mengetahui apakah metode Two-Factor Fuzzy Time Series lebih akurat

dibandingkan dengan metode peramalan klasik tersebut dalam peramalan produksi gas alam

Indonesia tahun 1994-2013. Kemudian berdasarkan metode peramalan yang lebih akurat dari

beberapa metode yang digunakan, akan diramalkan jumlah produksi gas alam indonesia pada tahun

2014.

2. METODEPENELITIAN

Pada penelitian ini, digunakan metode Two-Factor Fuzzy Time Series untuk peramalan beberapa

tahun ke depan. Metode tersebut akan dibandingkan dua metode peramalan klasik seperti Single

Exponential Smoothing (SES) dan ARIMA. Berikut adalah beberapa definisi terkait dengan

Two-Factor Fuzzy Time Series (Hsu dkk, 2010):

Definisi 2.1. Misalkan dan adalah Dua Fuzzy Time Series. Jika diakibatkan oleh

. Maka relasi Two-Factor

th Fuzzy Time Series direpresentasikan oleh

2 1, 1→ ( ), dimana ( ) dan ( ) disebut dengan Main-Factor Fuzzy Time

Series dan Second-Factor Fuzzy Time Series.

Tahap-tahap peramalan dengan menggunakan metode Two-Factor Fuzzy Time Series (Hsu dkk,

2010) yaitu: 1). Definisikan himpunan semesta dan , 2). Bagi himpunan semesta

(3)

semua data aktual, 5). Bentuk semua two-factor th-order fuzzy relationship groups, 6). Hitung nilai

peramalan dan bentuk semua aturan peramalan fuzzy berdasarkan fuzzy relationship groups.

3. HASILPENELITIANDANPEMBAHASAN

3.1 Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data produksi dan konsumsi gas alam

Indonesia tahun 1994-2013. Data diperoleh melalui website www.bp.com. Pola data tersebut adalah

data horizontal, maka dari itu digunakan metode SES dan ARIMA sebagai pembanding untuk

metode Two-Factor Fuzzy Time Series.

3.2 Peramalan dengan Metode Two-F actor F uzzy Time Series (Two-F actor FTS)

3.2.1 Definisikan himpunan semesta dan

Pada penelitian ini, digunakan data produksi gas alam Indonesia sebagai dan konsumsi

gas alam Indonesia sebagai . Pada , diperoleh data minimum sebesar 60,4 dan maksimum

(penentuan jumlah interval bebas tergantung peneliti). Misalkan interval himpunan semesta

adalah . Maka Intervalnya adalah , . Misalkan

Interval himpunan semesta adalah . Maka intervalnya adalah ,

.

3.2.3 Definisikan Himpunan Fuzzy (Fuzzy Set)

Berdasarkan interval yang terbentuk, dapat disusun himpunan fuzzy pada masing-masing

himpunan semesta. Pada penelitian ini, himpunan semesta akan digunakan sebagai himpunan

fuzzy faktor utama dan himpunan semesta sebagai himpunan fuzzy faktor kedua. Himpunan

fuzzy dapat didefinisikan sebagai berikut (Song dan Chissom, 1993):

, , ,

, , ,

(4)

, , ,

, , .

Sedangkan untuk himpunan fuzzy dapat didefinisikan sebagai berikut:

, , ,

, , ,

, , .

3.2.4 Fuzzifikasi Semua Data Aktual

Setelah himpunan fuzzy terbentuk, maka selanjutnya adalah memfuzzifikasi data aktual.

Hasilnya adalah sebagai berikut:

Berdasarkan hasil fuzzifikasi pada tabel 1, dapat bentuk Two-Factor th-Order Fuzzy

Relationship Groups. Misalkan digunakan dua orde sebelumnya sebagai current state (F(t-2),F(t-1))

dan satu tahun setelahnya sebagai next state (F(t)). Pengelompokan dilakukan berdasarkan current

state yang sama. Pada penelitian ini, tidak terdapat current state yang sama. Oleh karena itu,

masing-masing group hanya memiliki satu anggota next state. Two-Factor Second-Order Fuzzy

(5)

Tabel 2. Two-Factor Second-Order Fuzzy Relationship Groups

peramalan ke t+1 (F(t+1)). Sehingga himpunan fuzzy-nya tidak diketahui (unknown value).

3.2.6 Hitung Nilai Peramalan dan Aturan Peramalan Fuzzy

Misalkan relasi fuzzy untuk unknown value sebagai berikut:

Pada group 19 yaitu (A7,B5),(A6,B7)#. Maka nilai peramalannya adalah:

Berdasarkan perhitungan peramalan group pada tahap 3.2.6, maka dapat disusun hasil peramalan

sebagaimana tertera pada tabel 3 berikut:

Tabel 3. Hasil Peramalan dengan Metode Two-Factor FTS

(6)

1998 64,6 64,46 2005 71,2 71,61 2012 71,1 71,61

Pada tabel 4, dapat dilihat bahwa nilai kesalahan peramalan dengan menggunakan metode

Two-Factor FTS lebih kecil dibandingkan dengan metode peramalan klasik yaitu SES dan ARIMA. Hal

ini menunjukkan bahwa metode Two-Factor FTS lebih akurat dibandingkan metode SES dan

ARIMA.

4. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat simpulkan bahwa metode Two-Factor FTS lebih

akurat dibandingkan dengan metode SES dan ARIMA. Berdasarkan metode yang lebih akurat dari

beberapa metode yang digunakan, diperoleh nilai peramalan tahun 2014 sebesar 68,93.

DAFTAR PUSTAKA

BIN. (2012). Pemanfaatan Gas Bumi Dalam Negeri : Telaah Pembangunan Kilang LNG Donggi

Senoro.

http://www.bin.go.id/wawasan/detil/140/3/10/09/2012/pemanfaatan-gas-bumi-dalam-negeri---telaah-pembangunan-kilang-lng-donggi-senoro ((diakses pada tanggal 27

Maret 2015 pukul 15.59 WIB).

Hidayatullah, S. (2012). Mengurai Problematika Gas Indonesia. http://ekonomi.kompasiana.

com/bisnis/2012/07/26/mengurai-problematika-gas-indonesia=474110.html (diakses pada

tanggal 27 Maret 2015 pukul 15.56 WIB).

Hsu, dkk. (2010). Temperature prediction and TAIFEX forecasting based on fuzzy relationships and

MTPSO techniques, Expert Systems with Applications, 37, 2756-2770.

Makridakis, S., dkk. (1999). Metode dan Aplikasi Peramalan Jilid I. Edisi Kedua. Binarupa Aksara.

Jakarta.

Song, Q. dan B. S. Chissom. (1993). Fuzzy time series and its models, Fuzzy Sets and systems, 54,

269-277.

Zhang, G.P.. (2003). Time Series Forecasting Using A Hybrid ARIMA And Neural Network Model,

Gambar

Tabel 1. Fuzzifikasi Data Aktual
Tabel 2. Two-Factor Second-Order Fuzzy Relationship Groups

Referensi

Dokumen terkait

yang telah diberikan oleh guru pada aspek kognitif, Guru memberikan contoh dan menjelaskan cara mengelas sambungan atas dengan sudut 90 0 , yaitu dengan cara menempelkan plat

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemanfaatan terminal oleh penumpang dan awak angkutan dirasa masih rendah, walaupun rata-rata pertumbuhan untuk jumlah penumpang yang naik

Mengobservasi kondisi umum pasien, Merapikan tempat tidur, Mengkaji respon pasien terhadap aktivitas, Memonitor tanda-tanda vital klien, Mengkaji pola kebersihan diri,

menjalankan aspek-aspek Konsep Manajemen Mutu Terpadu diantaranya yaitu yaitu Pertama, peran sebagai perencanaan mutu kepala MAN Gumawang melakukan koordinasi

Perhitungan VaR yang didasarkan pada total modal dalam penjualan satu hari menunjukkan bahwa tingkat risiko harga pada cabai, kentang, tomat, bawang merah, dan kubis adalah

Pemodal yang merupakan Perseroan yang telah mendapatkan izin usaha dari OJK untuk menyelenggarakan dan mengelola Dana Perlindungan Pemodal dalam hal ini adalah PT Penyelenggara

Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa metode kolom lebih baik jika dibandingkan dengan metode batch hal ini dikarena pada metode kolom, adsorbat akan turun

Hasil dari penelitian ini adalah Secara simultan atau bersama-sama, kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan Spiritual (SQ) mempunyai pengaruh yang signifikan