• Tidak ada hasil yang ditemukan

View of Studi Penilaian Produk Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "View of Studi Penilaian Produk Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

ISU TEKNOLOGI STT MANDALA VOL.12 NO.1 JULI 2017 - ISSN 1979-4819 61

Studi Penilaian Produk Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen

Rusman Suwarno

Jurusan Teknik Mesin, Sekolah Tinggi Teknologi Mandala (STT Mandala) Bandung

JL. Soekarno-Hatta No. 597, Bandung 40284.

ABSTRAK

Produk yang ditawarkan kepada pasar haruslah memiliki nilai pembeda (differentiation value) dan

memberikan nilai tambah (added value) untuk konsumennya. Studi ini dilakukan untuk penilaian produk, bukan hanya dari segi desain dan fungsinya saja, tetapi juga faktor kepuasaan. Dengan kuesioner yang disebarkan kepada 200 responden pengguna helm, studi ini menganalisa apa yang menjadi keutamaan dari penilaian pengguna helm dengan menggunakan metode campuran dari skala Likert, Normalisasi dan Korelasi Statistik. Dari hasil studi ini diketahui, bahwa pengguna

menilai keutamaan helm “ABC” oleh karena variasi desainnya selain segi keamanan dan

kenyamannya sebagai perlengkapan kendaraan bermotor. Di sini, keutamaannya adalah pada model helm full-face yang warnanya lebih beragam selain juga dapat dipakai untuk bergaya, walaupun harganya lebih mahal.

Kata Kunci: Kepuasan Konsumen, Penilaian Metode Campuran, Helm.

ABSTRACT

The product offered to the market must have the differentiation and added value to their customers. This study is to assess the product related to the satisfaction factor, not only based on the design and its function. Using the developed questionnaire that were distributed to 200 helmet user, this study analyzed the ultimate focus of the helmet user judgment. In this study, the analyzes conducted using a mixed method of Likert scale, Normalization and Statistical Correlation. This study found that the preferences of the user judgment was related to the helmet design variation and also to the safety and comfortness. In addition, there were the full-face helmet model that having more color variation which can be for stylish purpose although the price is rather more expensive.

Keywords: Customer Satisfaction, Mixed Method Assessment, Helmet

I. PENDAHULUAN

Persaingan di dalam era globalisasi begitu sengit, sehingga setiap perusahaan dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan konsumen melalui penciptaan produk yang mempunyai keunggulan terhadap pesaingnya (Porter, 1985). Dengan demikian, produk yang ditawarkan haruslah memiliki nilai pembeda

dan memberikan nilai tambah untuk

konsumennya (Baker and Hart, 2007). Namun, pada kenyataannya tidak mungkin untuk menemukan satu bahkan dua kesimpulan

pengukuran yang dapat secarat akurat

menangkap apa saja yang membuat

pelanggan tertarik. Oleh karena itu, Schor

(2004) mengatakan bahwa kita harus

memulainya dengan suatu jangkauan yang

luas dari perilaku, nilai, dan aktifitas

pelanggan. Menurut Hammonds (2003), dalam

hal ini berdasarkan format keuntungan

persaingan yang harus dicapai dengan pengetahuan dan inovasi. Artinya, jika perusahaan ingin tetap bertahan dalam dunia bisnis yang dijalaninya, maka produk yang ditawarkan kepada konsumen haruslah melalui usaha pengembangan produk secara strategis dengan memberikan penawaran produk yang inovatif (Cooper and Edgett, 2010). Walaupun, secara lugas, Greewald dan Kahn (2005)

mengatakan bahwa tindakan- tindakan

persaingan secara esensinya adalah

berkenaan dengan level dari keluaran dan kapasitas produksi daripada harga.

Selain itu, sebelum suatu produk yang baru dapat meyakinkan konsumen, maka

produk tersebut haruslah menyakinkan

perusahaan terlebih dahulu (Fishman, 1999). Tujuannya adalah untuk tercapainya suatu kepuasan, apakah dari pembeli (karena

membeli produk yang sesuai dengan

(2)

ISU TEKNOLOGI STT MANDALA VOL.12 NO.1 JULI 2017 - ISSN 1979-4819 Page 62 perusahaan (demi mendapatkan keuntungan

dari penjualan produk-produknya dan juga menjaga citra atau brand perusahaan di mata

pelanggan). Dalam hal ini, dengan

memberikan penekanan kepada fitur dari produk (melalui penjelasan spesifik), sehingga semakin sukar bagi pesaing untuk mengklaim bahwa mereka dapat menawarkan fitur yang sama (Costell, 2004).

Selanjutnya, semenjak tujuan dari

penilaian produk adalah sebagai pembuka terhadap peluang peningkatan kemampuan bisnis (dengan faktor pembeda dan keunikan dari pembangunan produk) yang bukan hanya didasarkan pada desain dan fungsinya saja, tetapi juga perlu dinilai kenyamanan dan

keamanan dari suatu produk (comfortness to

safety value). Dengan demikian, studi

penelitian dilakukan terhadap produk yang digunakan oleh pengemudi sepeda motor, yakni helm. Dalam hal ini adalah helm standar

yang memiliki nilai keamanan yang

direkomendasikan, bukan saja hanya sebagai pelindung kepala yang fungsinya untuk melindungi pemakainya dari benturan jika terjadi kecelakaan. Tetapi, juga membuat

pemakainya merasa nyaman dalam

menggunakannya, selain hal- hal yang

menjadi pembeda atau diferensiasi dari suatu produk helm terhadap keputusan pembelian oleh konsumen. Terutama, dari produk helm

full-face dan open-face untuk pengendara

sepeda motor roda dua. Khususnya, terhadap kebutuhan akan kenyamanan, keamanan dan keselamatan bagi pengendara sepeda motor roda dua berdasarkan persepsi dan harapan akan kualitas model helm full-face dan

open-face. Sehingga dengan demikian, dapat

diketahui apa yang menjadi perhatian utama dari pengguna helm atau pengendara sepeda motor terhadap karakteristik helm mana yang dianggap nyaman dan aman untuk dipakai.

II. TINJUAN PUSTAKA

Konsep Pengembangan dan Pembangunan

Produk

Secara umum, Ulrich dan Eppinger (2001) menjelaskan proses pengembangan produk dengan tahapan tahapan seperti pada gambar 1. Sementara itu menurut Crawford dan

Benedetto (2000), bahwa tahapan

pengembangan produk terdiri atas 5 fase (gambar 2). Cooper (2001) menyebutkan tahapan pengembangan produk yang dikenal

sebagai Stage-Gate Process adalah sebuah

tahapan pergerakan suatu proyek produk baru dari sebuah ide hingga ke tahap peluncuran

Pindai Ide Pindai Ke-2 Pembangunan Testing Peluncuran

STAGE-1

Gambar 3: Tahapan pengembangan produk Cooper

IDENTIFIKASI /

Gambar 2: Tahapan pengembangan produk Crawford dan Benedetto

PERENCANAAN

(3)

ISU TEKNOLOGI STT MANDALA VOL.12 NO.1 JULI 2017 - ISSN 1979-4819 63 Dari ke-3 konsep di atas, identifikasi

kebutuhan pelanggan merupakan bagian terpenting dari proses pengembangan produk serta merupakan tahapan yang mempunyai

hubungan paling erat dengan proses seleksi

dari konsep serta benchmark dengan pesaing

untuk menetapkan spesifikasi produk yang akan dibuat. Filosofi yang mendukung metode

ini adalah dengan menggunakan jalur

informasi yang berkualitas antara pelanggan sebagai target pasar dengan perusahaan pengembang produk. Secara langsung, di dalamnya diatur secara detail suatu produk berdasarkan rancang bangun industri yang dihasilkan dari interaksi dengan pelanggan. Di sini, spesifikasi produk yang merupakan serangkaian detail mestilah terukur untuk dirancang-bangun melalui suatu produk yang akan dibuat. Dalam hal ini, spesifikasi dari suatu produk yang dibuat adalah tidak

memberitahukan bagaimana memenuhi

kebutuhan pelanggan. Tetapi, menampilkan suatu pernyataan mengenai apa yang harus

dilakukan untuk memuaskan kebutuhan

pelanggan melalui suatu konsep penyelesaian dengan menggunakan prosedur pencarian eksternal dan internal. Misalnya, melalui konsep pemilihan: kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Untuk itu, seleksi konsep merupakan

proses menilai konsep yang harus

memperhatikan kebutuhan pelanggan dan kriteria lain, selain membandingkan kekuatan dan kelemahan relatif dari konsep, serta memilih satu atau lebih konsep untuk penyelidikan, pengujian dan pengembangan selanjutnya. Didalamnya, perlu dilakukan sebagai berikut:

Analisis kuantitatif.

Analisis yang melihat dari segi aliran informasi masuk. Misal: biaya proses pengembangan, biaya produksi (seperti pembelian perlengkapan, dan alat-alat),

dsb. Dalam hal ini, produk yang

menguntungkan adalah produk yang menghasilkan jumlah kumulatif keuangan yang masuk lebih banyak dibandingkan yang keluar.

Analisis kualitatif.

Analisis yang lebih memperhatikan

masalah lingkungan proyek, yakni

menangkap persoalan-persoalan dan

mempertimbangkan interaksi antara

proyek dengan perusahaan, pasar dan lingkungan ekonomi makro.

Konsep

Pemasaran

Produk

and

Kepuasan Pelanggan

Dalam bisnis yang berhubungan dengan pelanggan, perlu diidentifikasikan pengambil keputusan utama untuk memastikan bahwa

kebutuhan pelanggan terpenuhi (Sihombing et

al., 2012). Namun demikian, karena hampir

tidak mungkin untuk menguji nilai pelanggan dengan semua pelanggan saat ini, maka proses penargetan perlu dilakukan. Ini terutama berlaku jika proses pembuatan keputusan memerlukan daftar prioritas yang

memerlukan masukan. Anderson et al., (1993)

dalam hal ini mengusulkan penggunaan metode yang berbeda. Pertama, melalui metode pertanyaan dengan jawaban "ya" atau ‘tidak”. Pertanyaan diajukan melalui survei langsung dan penilaian teknik internal yang merupakan metode yang umum. Kedua, pendekatan komposisional yang sekalipun

kompleksitasnya tinggi, namun dapat

dilakukan untuk analisa gabungan (Sihombing

et al., 2015). Sebenarnya, tidak ada gambaran

umum tentang survei kepuasan, namun metode tersebut adalah metode yang paling umum. Reichheld (1996) mengungkap alasan utama mengapa cara ini kurang digunakan, yaitu karena sebagai berikut:

Tidak dipahaminya hubungan kausal

antara loyalitas pelanggan di satu sisi dan keuntungan di sisi lain.

Pembelotan pelanggan seringkali sulit

didefinisikan.

Terkadang pelanggan itu sendiri sukar

untuk didefinisikan.

Sangat sukar untuk menemukan apa

penyebab sebenarnya jika terjadi

pembelotan pelanggan dengan

mengekstrak pengujian yang sesuai.

Meskipun banyak penelitian membahas mengenai kepuasan pelanggan (misalnya Chakraborty et al., 2007, Paulssen dan Birk, 2007, Russell-Bennett et al., 2007, Spreng et

al., 2009), namun masih hanya sebagian kecil

yang berkenaan dengan kepuasan pelanggan di pasar konsumen. Ini karena industri konsumen lebih transaksional, sebab berfokus pada transaksi tunggal. Sementara pelanggan industri (yang melayani lebih berorientasi relasional) adalah berpikiran panjang dalam pendekatan pemasaran mereka. Untuk itu, kepuasan pelanggan dibagi menjadi dua

konsep yang berbeda, yaitu kepuasan

transaksi dan kepuasan kumulatif (Brunner et

al., 2008, Lam et al., 2004). Kepuasan

(4)

ISU TEKNOLOGI STT MANDALA VOL.12 NO.1 JULI 2017 - ISSN 1979-4819 Page 64 terhadap loyalitas menurun seiring dengan

pengalaman pelanggan terhadap pemasok

(Brunner et al., 2008). Dengan demikian,

penting untuk diketahui konsep mana yang akan digunakan untuk penyelidikan. Ini disebabkan pengaruh yang berbeda terhadap

kedua anteseden (misalnya harapan)

(Patterson et al., 1997) dan hasilnya (misalnya loyalitas) (Brunner et al., 2008) terhadap kepuasan. Dalam konteks ini, pelanggan baru memiliki harapan yang tinggi (Patterson et al., 1997) yang akan mempengaruhi kepuasan (Oliver, 2010). Di sisi lain, pelanggan

berpengalaman memiliki lebih banyak

pengetahuan tentang produk, yang pada gilirannya menyebabkan kepuasan yang lebih tinggi (Bennett et al., 2005). Oleh karena itu, kepuasan konsumen sering diukur sebagai transaksi yang spesifik (Oliver, 2010).

Dalam hal kepuasaan terhadap produk, Kotler (2017) membaginya kepada 5 tingkatan produk, yaitu:

 Manfaat inti (Cost Benefit), yaitu jasa atau

manfaat dasar sesungguhnya dibeli

pelanggan. Merupakan tingkatan yang paling dasar, yaitu manfaat atas jasa yang

sebenarnya dibeli oleh pelanggan.

Misalnya seorang tamu hotel membeli "istirahat dan tidur".

 Produk dasar (Basic Product). Pada tahap

ini pemasar harus mengubah manfaat menjadi produk dasar, yaitu dengan melengkapi atau menambahkan fungsi dasar dari sebuah produk. Merupakan versi dasar dari produk atau manfaat umum yang diperoleh dari produk yang dikonsumsi. Misalnya sebuah kamar hotel mencakup kamar mandi, tempat tidur, handuk, meja rias, meja tulis, dan lemari pakaian.

 Produk yang diharapkan (Expected

Product). Pada tahap ini pemasar

menyiapkan produk yang diharapkan konsumen dengan suatu set atribut dan kondisi yang biasanya diharapkan dan

disetujui konsumen ketika mereka

membeli produk. Merupakan seperangkat

atribut atau kondisi minimal yang

diharapkan oleh pembeli ketika membeli suatu produk. Misalnya tamu hotel dapat mengharapkan tempat tidur yang bersih,

handuk bersih, lampu baca, dan

ketenangan.

 Produk yang ditingkatkan (Augmented

Product). Pada tahap ini pemasar

menyiapkan produk yang akan

ditingkatkan dengan cara memenuhi

keinginan pelanggan dan melampaui

harapannya tentang suatu produk.

Merupakan produk yang memiliki manfaat

tambahan yang lebih daripada expected

product atau yang melampaui harapan

pelanggan. Misalnya suatu hotel dapat

meningkatkan produknya dengan

menyertakan pesawat televisi dengan alat pengendali jarak jauh, bunga segar,

check-in yang cepat, check-out segera,

dan lain-lain.

 Produk potensial (Potential Product). Pada tahap ini peningkatan mencakup semua hal dan tranformasi yang akhirnya akan dialami produk tersebut di masa depan. Di sini perusahaan-perusahaan perlu secara agresif mencari berbagai cara baru

untuk memuaskan pelanggan dan

membedakan penawaran. Merupakan

keseluruhan penyempurnaan dan

perubahan yang mungkin dialami sebuah produk dikemudian hari. Produk Potensial

menekankan pada evolusi dimana

perusahaan mencari cara-cara baru yang

agresif untuk memuaskan dan

membedakan tawaran pesaing. Misalnya

suatu hotel menyediakan kamar president

suite dengan berbagai fasilitas yang

mewah.

Sementara itu, kunci keunggulan bersaing adalah diferensiasi produk. Dalam hal ini,

produsen harus dapat menetapkan

perbedaan-perbedaan yang berarti pada

setiap produk yang dihasilkannya agar produk tersebut dapat bersaing dengan produk pesaing lainnya. Tentunya, menurut Schor

(2004) juga harus dinilai dari derajat

keterlibatan konsumen yang diharapkan akan mendorong hubungan- hubungan sosial yang kuat. Pembedaan atau diferensiasi produk dilakukan berdasarkan acuan kebutuhan, keinginan dan permintaan konsumen, selain kemampuan produksi untuk menghasilkan pembeda atau diferensiasi produk yang diharapkan.

III. METODOLOGI

Tujuan dan alur dari penelitian ini

dijelaskan menurut proses alir dari

metodologi penelitian pada gambar 1.

Dalam studi penelitian ini, dilakukan melalui survei dan wawancara langsung terhadap 200 responden untuk mengetahui bagaimana perasaan dan pengalaman mereka sebagai pengguna helm. Di dalam hal ini, terutama berkenaan dengan desain, kenyamanan, dan

harga dari helm merk “ABC”, serta bagaimana

pengalaman mereka dalam menggunakan

(5)

ISU TEKNOLOGI STT MANDALA VOL.12 NO.1 JULI 2017 - ISSN 1979-4819 Page 65 sedang hujan. Pada gambar 2 di bawah ini

adalah 4 contoh helm “ABC” menurut model

dan bentuk full-face, half-face, dan gabungan antara keduanya.

Helm open-face .

Flip-up atau Modular

[Mixed of Helm full-face with open-face] Helm full-face

Helm open-face ~ half face Gambar 2: Contoh helm produksi “ABC”

Kuesioner yang disebarkan dalam survei untuk tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: Tabel 1: Kuesioner Berdasarkan Harga, Model & Warna, Nyaman & Kenyamanan

A.Karakteristik Model Helm.

No Harga Ya Tidak

1 Harga helm full-face“ABC” lebih mahal dibanding helm open-face“ABC”  

2 Harga helm full-face“ABC” terjangkau dengan keuangan yang saya miliki  

3 Harga mahal helm “ABC” sesuai dengan tingkat kenyamanan dan keamanan  

4 Saya memilih helm “ABC” walaupun harga lebih mahal  

5 Saya membeli helm “ABC” karena kepuasan dalam pemakaian  

6 Saya membeli helm “ABC” karena sesuai harga helm  

No Model dan Warna Ya Tidak

7 Menurut pendapat saya, warna helm full-face“ABC” lebih beragam  

8 Menurut pendapat saya, warna helm full-face“ABC” lebih memberikan rasa puas  

9 Menurut pendapat saya, warna yang sesuai dengan selera membuat tingkat percaya diri  

10 Menurut pendapat saya, warna sangat mempengaruhi dalam memilih helm “ABC”  

11 Saya menggunakan helm “ABC” untuk bergaya  

12 Saya membeli helm “ABC” karena variasi kemasan helm  

13 Saya membeli helm “ABC” karena merk terkenal  

14 Saya membeli helm “ABC” karena informasi dari media iklan  

15 Saya membeli helm “ABC” karena pengalaman diri sendiri  

16 Saya membeli helm “ABC” karena informasi dari penjual helm  

No Kenyamanan dan Keamanan Ya Tidak

17 Helm full-face“ABC” kurang nyaman dalam melakukan aktivitas (i.e. makan, minum, merokok dan terima HP).   18 Helm open-face“ABC” lebih nyaman untuk melakukan aktivitas (i.e. makan, minum, merokok dan terima HP).  

19 Asesoris tambahan dari model helm full-face meningkatkan rasa percaya diri  

20 Helm full-face yang menutupi rahang lebih menambah rasa aman dalam berkendara sepeda motor  

21 Helm full-face yang tertutup, membuat kenyamanan berkurang karena rasa panas dan gerah  

22 Walaupun helm full-face ini cenderung tertutup, tetapi keleluasaan pandangan ke depan tetap baik   23 Dengan memakai helm full-face, polusi debu cenderung sedikit terhirup sehingga lebih baik untuk kesehatan   24 Model helm open-face yang terbuka kurang baik untuk kesehatan karena tidak menutup resiko dari debu  

25 Kualitas pendengaran pada model helm full-face kurang baik dibanding model helm open-face  

26 Saya memilih model helm open-face daripada helm full-face  

Tabel 2: Kuesioner Berdasarkan Desain Tampilan, Material, Kelengkapan, dan Penilaian

B.Karakteristik Desain Helm

No PERTANYAAN STS TS KS S SS

Metode Penilaian Campuran

Kajian Pustaka

Survei Lapangan

Kuestioner RELIABILITY SURVEI ANALISIS

EVALUASI

Gambar 1: Metodologi Penelitian YA

(6)

ISU TEKNOLOGI STT MANDALA VOL.12 NO.1 JULI 2017 - ISSN 1979-4819 Page 66

ABC1 Bentuk Helm “ABC” yang lebih menarik dibanding dengan helm merk lain     

ABC 2 Desain Helm “ABC” yang variatif sesuai dengan selera     

ABC 3 Tempurung Helm “ABC” yg terbuat dari ABS lebih aman dibandingkan helm standar lainnya      ABC 4 Cat Helm “ABC” berkualitas tinggi & tidak mudah luntur dibandingkan helm standar lainnya     

ABC 5 Kinerja Helm “ABC” lebih unggul dibanding lelm standar Lain     

ABC 6 Harga Helm “ABC” sesuai dengan kinerja yang diberikan     

ABC 7 Bahan Helm “ABC” lulus uji internasional berdasarkan standar DOT (Departement of Transportation)     

ABC 8 Bahan busa Helm “ABC” adalah berkualitas dan busa yang bukan daur ulang     

ABC 9 Bahan material Helm “ABC” lebih tahan lama dibanding helm standar lain     

ABC 10 Kaca Helm “ABC” jenis night visior mampu menyaring cahaya yang menyilaukan mata      ABC 11 Helm “ABC” memiliki banyak kehandalan dibandingkan dengan helm standar lain      ABC 12 Untuk menggurangi dehidrasi saat bermotor, Helm “ABC” memiliki ventilasi/ sirkulasi udara.     

ABC 13 Ketersediaan suku cadang membantu dalam menggunakan Helm “ABC” secara optimal     

ABC 14 Helm “ABC” mudah diperbaiki dibandingkan Helm standar lainnya     

ABC 15 Penampilan fisik Helm “ABC” lebih bergaya dibandingkan helm standar lainnya     

ABC 16 Gaya tampilan Helm “ABC” sesuai selera dan kepribadian anak muda yang bergaya     

ABC 17 Rancangan Helm “ABC” lebih tinggi dibandingkan dengan Helm standar lainnya     

ABC 18 Tali pengikat double kancing dan klip Helm “ABC” lebih aman dalam penggunaanya     

ABC 19 Helm “ABC” menjadi suatu keperluan /kebutuhan dasar perlengkapan kendaraan bermotor roda 2.     

ABC 20 Informasi Helm “ABC” mudah didapatkan     

Berdasarkan survei yang disebarkan terhadap 200 orang responden, diketahui terdapat 145 laki- laki dan 55 wanita. Sedangkan berdasarkan pekerjaan, diketahui 90 orang adalah sebagai pelajar, 30 bekerja sebagai pegawai negeri, 55 orang sebagai pegawai swasta dan 25 orang adalah lainnya. Table 3 menunjukkan banyaknya jawaban berdasarkan “ya” atau “tidak” dari setiap pertanyaan dengan pengelompokan harga, model & warna serta kenyaman & keamanan.

Sedangkan table 4, secara spesifik

menggunakan skala Likert dengan

pengelompokan desain tampilan, material, kelengkapan, penilaian, dan kepuasan. Untuk table 3, nilai reliability berdasarkan cronbach

alpha untuk harga, model & warna,

kenyamanan & keamanan adalah masing- masing 0.697, 0.825, dan 0.915. Artinya, pertanyaan- pertanyaan pada tabel tersebut adalah reliable.

Berdasarkan survei yang dilakukan (table 3), diketahui bahwa faktor yang dominan (melebihi 173 responden) untuk masalah harga adalah H3, H5 dan, H6. Artinya, bahwa

pengguna menggunakan helm “ABC”

dikarenakan kepuasan dalam pemakaian (H5), harga yang sesuai dengan kemampuan pengguna (H6) dan tingkat kenyamanan serta keamanan yang diberikan (H3).

Sedangkan untuk masalah model & warna, faktor dominan adalah M3, M8, M9, dan M10. Artinya, pengguna mengetahui dan

memilih helm “ABC” dari segi model dan

warna dikarenakan pengalaman (M9),

informasi yang diberikan oleh penjual (M10), dan media iklan (M8), selain faktor warna terhadap percaya diri (M3).

Penilaian yang tertinggi untuk helm “ABC” (197 dari 200 responden) adalah dikarenakan kepuasaan pemakaian (H5). Ini artinya, pengguna merasa puas dengan menggunakan

helm “ABC” (sudah berpengalaman terhadap

produk “ABC”).

Untuk table 4, nilai reliability berdasarkan cronbach alpha untuk desain tampilan, desain

material, desain kelengkapan,

persepsi-penilain, dan kepuasan adalah masing- masing 0.692, 0.848, 0.827, 0.685, dan 0.740. Artinya, pertanyaan- pertanyaan pada tabel 4

adalah reliable. Selanjutnya, dengan membuat

nilai normalisasi dari table 4, maka akan didapatkan nilai jangkauan seperti pada tabel 5.

Berdasarkan tabel 6, diketahui bahwa

pengguna cenderung untuk setuju (S)

terhadap Desain Helm “ABC” lebih baik

dibandingkan dengan helm standar lainnya

(ABC 17), Bahan busa Helm “ABC” adalah

berkualitas dan busa yang bukan daur ulang (ABC 8), Tali pengikat double kancing dan klip

Helm “ABC” lebih aman dalam penggunaanya

(ABC 18), Untuk mengurangi dehidrasi saat bermotor maka Helm “ABC” memiliki ventilasi/ sirkulasi udara (ABC 12), Ketersediaan suku

cadang Helm “ABC” membuat saya yakin

dengan kualitas produk helm ini (ABC 13),

Helm “ABC” menjadi suatu keperluan

(7)

ISU TEKNOLOGI STT MANDALA VOL.12 NO.1 JULI 2017 - ISSN 1979-4819 Page 67 bermotor roda-2 (ABC 19), Saya merasa puas

menggunakan Helm “ABC” (ABC 23), dan

Saya bersedia merekomendasikan

penggunaan Helm “ABC” (ABC 24).

Kecenderungan setuju tersebut nilainya adalah moderate (M). Sedangkan kecenderungan untuk setuju (S) pada pilihan terhadap Variasi desain Helm “ABC” sesuai dengan selera

(ABC 2) dan Helm “ABC” sebagai

perlengkapan dalam bersepeda motor (karena aman dan nyaman) (ABC 21) adalah kuat (K).

Sementara kepuasaan terhadap penggunaan

helm “ABC” sebagai helm standar terbaik

(ABC 22) adalah sangat kuat (SK) pada keadaan netral (N). Dengan demikian, dapat

disumpulkan bahwa pengguna helm “ABC”

menilai Variasi desain Helm “ABC” sesuai dengan selera mereka (ABC 2) terhadap desain tampilan dan kepuasan dalam menilai

helm “ABC” sebagai perlengkapan dalam

bersepeda motor (karena aman dan nyaman) (ABC 21).

Tabel 3: Kuesioner Berdasarkan Harga, Model & Warna, Nyaman & Kenyamanan

No Ya Tidak Cronbach

HARGA 0.697

H1 Harga helm full-face“ABC” lebih mahal dibanding helm open-face“ABC” 171 [85.5% ] 29 [14.5% ] 0.641 H2 Harga helm full-face“ABC” terjangkau dengan keuangan yang saya miliki 51 [25.5% ] 149 [74.5% ] 0.692

H3 Harga mahal helm “ABC” sesuai dengan tingkat kenyamanan dan keamanan 186 [93% ] 14 [7% ] 0.661

H4 Saya memilih helm “ABC” walaupun harga lebih mahal 55 [27.5% ] 145 [72.5% ] 0.690

H5 Saya membeli helm “ABC” karena kepuasan dalam pemakaian 197[98.5% ] 3[1.5% ] 0.708

H6 Saya membeli helm “ABC” karena harganya sesuai kemampuan keuangan saya 193[96.5% ] 7 [3.5% ] 0.692

0.

MODEL & WARNA 0.825

M1 Warna helm full-face“ABC” lebih beragam 77 [38.5% ] 123 [61.5% ] 0.844

M2 Warna helm full-face“ABC” sesuai selera dan warna kegemaran saya 73 [36.5% ] 127 [63.5% ] 0.852

M3 Warna helm full-face “ABC” meningkatkan percaya diri saya 190[95% ] 10 [5% ] 0.819

M4 Faktor warna sangat mempengaruhi saya dalam memilih helm “ABC” 153 [76.5% ] 47 [23.5% ] 0.785

M5 Saya menggunakan helm “ABC” untuk bergaya 153 [76.5% ] 47 [23.5% ] 0.778

M6 Saya membeli helm “ABC” karena variasi kemasan helm 150 [75% ] 50 [25% ] 0.781

M7 Saya membeli helm “ABC” karena merk terkenal 157 [78.5% ] 43 [21.5% ] 0.780

M8 Saya membeli helm “ABC” karena informasi dari media iklan 179[89.5% ] 21[10.5% ] 0.810

M9 Saya membeli helm “ABC” karena pengalaman diri sendiri 182[91% ] 18[9% ] 0.811

M10 Saya membeli helm “ABC” karena informasi dari penjual helm 190[95% ] 10[5% ] 0.812

KENYAMANAN & KEAMANAN 0.915

N1 Helm full-face“ABC” kurang nyaman dalam melakukan aktivitas (i.e. makan, minum, merokok dan terima HP). 157 [78.5% ] 43 [21.5% ] 0.903 N2 Helm open-face“ABC” lebih nyaman untuk melakukan aktivitas (i.e. makan, minum, merokok dan terima HP). 171 [85.5% ] 29 [14.5% ] 0.906 N3 Asesoris tambahan dari model helm full-face meningkatkan rasa percaya diri 168 [84% ] 32 [16% ] 0.904 N4 Helm full-face yang menutupi rahang lebih menambah rasa aman dalam berkendara sepeda motor 80 [40% ] 120 [60% ] 0.935 N5 Helm full-face yang tertutup, membuat kenyamanan berkurang karena rasa panas dan gerah 110 [55% ] 90 [45% ] 0.899 N6 Walaupun helm full-face ini cenderung tertutup, tetapi keleluasaan pandangan ke depan tetap baik 171 [85.5% ] 29 [14.5% ] 0.907 N7 Dengan memakai helm full-face, polusi debu cenderung sedikit terhirup sehingga lebih baik untuk kesehatan 102 [51% ] 98 [49% ] 0.903 N8 Model helm open-face yang terbuka kurang baik untuk kesehatan karena tidak menutup resiko dari debu 117 [58.5% ] 83 [41.5% ] 0.902 N9 Kualitas pendengaran pada model helm full-face kurang baik dibanding model helm open-face 128 [64% ] 72 [36% ] 0.900 N10 Saya memilih model helm open-face daripada helm full-face 171 [85.5% ] 29 [14.5% ] 0.905 Rata – Rata = 143.5 56.5] 0.905

Minimum= 25.5% 1.5%

Maksimum= 98.5% 74.5%

Faktor dominan = Minimum+ (Maksimum – Miniimum))/2)= 86.5% = 173

Tabel 4: Kuesioner Berdasarkan Desain Tampilan, Material, Kelengkapan, dan Penilaian

No PERTANYAAN STS TS KS S SS Cronbach

DESAIN TAMPILAN 0.692

ABC1 Bentuk Helm “ABC” lebih menarik dibanding dengan helm merk lain 10 5 55 105 25 0.646

ABC 2 Variasi desain Helm “ABC” sesuai dengan selera 0 20 15 130 35 0.612

ABC 17 Desain Helm “ABC” lebih baik dibandingkan dengan Helm standar lainnya 5 20 50 120 5 0.681 ABC 15 Penampilan fisik Helm “ABC” lebih bergaya dibandingkan helm standar lainnya 0 20 112 57 11 0.679 ABC 16 Gaya tampilan Helm “ABC” sesuai selera dan kepribadian anak muda yang bergaya 0 5 80 90 25 0.744

DESAIN MATERIAL 0.848

(8)

ISU TEKNOLOGI STT MANDALA VOL.12 NO.1 JULI 2017 - ISSN 1979-4819 Page 68 ABC 12 Untuk menggurangi dehidrasi saat bermotor, Helm “ABC” memiliki ventilasi/ sirkulasi udara. 5 15 50 120 10 0.740

PERSEPSI - PENILAIAN 0.685

ABC 13 Ketersediaan suku cadang Helm “ABC” membuat saya yakin dengan kualitas produk helm ini 0 5 60 120 15 0.668 = Normalisasi Max + Normalisasi Min= 38.75%

Dengan menggunakan nilai dari

Normalisasi Max + Normalisasi Min = 41.25%, maka dapat dibuat nilai jangkauan atau range pada tabel 5, di mana penerjemahan hasil survey berdasarkan desain, penilain dan kepuasan menjadi seperti ditunjukkan pada tabel 6.

Table 7 menunjukkan bahwa Harga helm

full-face “ABC” lebih mahal dibanding helm

open-face “ABC” (H1), Harga mahal helm

“ABC” sesuai dengan tingkat kenyamanan dan

keamanan (H3), dan Saya membeli helm

“ABC” karena harganya sesuai kemampuan

keuangan saya (H6) tidak berkorelasi terhadap Desain Tampilan, Material, Kelengkapan, Penilaian, dan Kepuasan Berdasarkan Nilai Jangkauan. Tetapi, terhadap Harga dan Model & Warna, diketahui bahwa pengguna helm “ABC” yang menilai helm “ABC” sebagai perlengkapan dalam bersepeda motor (karena aman dan nyaman) (ABC 21) adalah berkorelasi signifikan (p<0.01) terhadap Warna helm full-face “ABC” lebih beragam (M1) dan

Saya menggunakan helm “ABC” untuk

bergaya (M5). Dalam hal ini, nilai signifikan korelasi yang tertinggi adalah 0.201 (M1) dan 0.203 (M5) (p<0.01) .

Pada tabel 7 juga, dijelaskan bahwa hasil survei menunjukkan Warna helm full-face “ABC” meningkatkan percaya diri (M3), Saya membeli helm “ABC” karena informasi dari media iklan (M8), dan informasi dari penjual helm (M10) tidak berkorelasi dengan Desain Tampilan, Material, Kelengkapan, Penilaian, dan Kepuasan. Ini karena konsumen atau pengguna lebih mengutamakan pengalaman

langsung untuk menggunakan dan melihat helm “ABC” daripada melihatnya dari iklan. Ini juga terlihat ketika mereka sebagai konsumen

(pengguna helm) “ABC” akan merasa aman

dan nyaman terhadap model helm full-face

yang warnanya lebih beragam sekaligus juga

untuk bergaya saat mereka mencoba

langsung.

Terhadap Desain, Penilaian, dan

Kepuasan (table 8), diketahui bahwa nilai

signifikan tertinggi (>0.200) adalah

berhubungan dengan harga dari helm “ABC”

(0.239 dan 0.222 untuk masing- masing N3 dan N4, p<0.01), yang walaupun lebih mahal tetapi memberikan tingkat kenyamanan dan keamanan.

Dalam hal Kenyamanan & Keamanan terhadap Desain, Penilaian, dan Kepuasan (table 8), diketahui bahwa Desain Tampilan,

Material, Kelengkapan, Penilaian, dan

Kepuasan tidak berkorelasi terhadap helm

full-face yang menutupi rahang untuk lebih

menambah rasa aman dalam berkendara

sepeda motor (N5), model helm open-face

yang terbuka sehingga kurang baik untuk kesehatan karena tidak menutup resiko dari debu (N8), dan kualitas pendengaran pada model helm full-face kurang baik dibanding

model helm open-face (N9), pilihan model helm

open-face daripada helm full-face (N10).

Berdasarkan table 8 ,diketahui bahwa

pengguna helm “ABC” terhadap Desain,

Penilaian, dan Kepuasan, lebih menilainya (dari banyaknya signifikan korelasi) dari segi keterikatan merk / produk sekalipun harganya lebih mahal (N4).

(9)

ISU TEKNOLOGI STT MANDALA VOL.12 NO.1 JULI 2017 - ISSN 1979-4819 Page 69

Min Max Kode Keterangan

38,75% 51,25% STK Sangat Tidak Kuat

51,25% 57,50% TK Tidak Kuat

57,50% 63,75% M Moderat

63,75% 70,00% K Kuat

70,00% 76,25% SK Sangat Kuat

Tabel 6: Desain Tampilan, Material, Kelengkapan, Penilaian, dan Kepuasan Berdasarkan Nilai Jangkauan

No PERTANYAAN STS TS N S SS

DESAIN TAMPILAN

ABC1 Bentuk Helm “ABC” lebih menarik dibanding dengan helm merk lain TK

ABC 2 Variasi desain Helm “ABC” sesuai dengan selera K

ABC 17 Desain Helm “ABC” lebih baik dibandingkan dengan Helm standar lainnya M ABC 15 Penampilan fisik Helm “ABC” lebih bergaya dibandingkan helm standar lainnya TK ABC 16 Gaya tampilan Helm “ABC” sesuai selera dan kepribadian anak muda yang bergaya STK STK

DESAIN MATERIAL

ABC 3 Tempurung Helm “ABC” yg terbuat dari ABS lebih aman dibandingkan helm standar lainnya TK

ABC 8 Bahan busa Helm “ABC” adalah berkualitas dan busa yang bukan daur ulang M ABC 9 Bahan material Helm “ABC” lebih tahan lama dibanding helm standar lain STK STK ABC 7 Bahan Helm “ABC” lulus uji internasional berdasarkan standar DOT (Departement of Transportation) STK STK ABC 5 Kinerja (Performance) Helm “ABC” lebih unggul dibanding lelm standar Lain TK ABC 11 Helm “ABC” memiliki banyak kehandalan dibandingkan dengan helm standar lain TK

DESAIN KELENGKAPAN

ABC 4 Cat Helm “ABC” berkualitas tinggi & tidak mudah luntur dibandingkan helm standar lainnya STK ABC 10 Kaca Helm “ABC” jenis night visior mampu menyaring cahaya yang menyilaukan mata TK

ABC 18 Tali pengikat double kancing dan klip Helm “ABC” lebih aman dalam penggunaanya M

ABC 12 Untuk menggurangi dehidrasi saat bermotor, Helm “ABC” memiliki ventilasi/ sirkulasi udara. M

PERSEPSI - PENILAIAN

ABC 13 Ketersediaan suku cadang Helm “ABC” membuat saya yakin dengan kualitas produk helm ini M

ABC 14 Helm “ABC” mudah diperbaiki dibandingkan helm standar lainnya STK

ABC 6 Harga Helm “ABC” sesuai dengan kinerja yang diberikan STK STK

ABC 20 Informasi mengenai Helm “ABC” mudah didapatkan TK

KEPUASAN

ABC 19 Helm “ABC” menjadi suatu keperluan /kebutuhan dasar perlengkapan kendaraan bermotor roda 2. M

ABC 21 Helm “ABC” adalah pilihan utama perlengkapan dalam bersepeda motor karena aman & nyaman K

ABC 23 Saya merasa puas menggunakan Helm “ABC” M

ABC 22 Menurut saya, Helm “ABC” adalah helm standar yang terbaik SK

ABC 24 Saya bersedia merekomendasikan penggunaan Helm “ABC” M

Tabel 7: Korelasi antara Harga dan Model & Warna terhadap Desain, Penilaian, dan Kepuasan

H1 H2 H3 H4 H5 H6 M1 M2 M3 M4 M5 M6 M7 M8 M9 M10

ABC1

ABC2 -.142(*) -.171(*) -.139(*)

ABC3 -.179(*) -.166(*) -.171(*) -.169(*) .140(*)

ABC4 .142(*) .145(*)

ABC5

ABC6 -.154(*)

ABC7

ABC8 -.142(*)

ABC9 .145(*) -.179(*) .144(*)

ABC10 -.175(*) -.157(*) -.161(*) -.140(*) .152(*)

ABC11

ABC12 -.162(*) -.148(*) -.157(*) -.181(*)

ABC13

ABC14 -.154(*) .191(**) . .164(*) .190(**)

ABC15 -.167(*)

ABC16 -.152(*)

ABC17 -.164(*) -.146(*) -.161(*)

ABC18

ABC19

ABC20 -.140(*)

ABC21 .201(**) .203(**)

ABC22

(10)

ISU TEKNOLOGI STT MANDALA VOL.12 NO.1 JULI 2017 - ISSN 1979-4819 Page 70

ABC24

** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). * Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

Tabel 8: Korelasi antara Kenyamanan & Keamanan terhadap Desain, Penilaian, dan Kepuasan

N1 N2 N3 N4 N5 N6 N7 N8 N9 N10

ABC1

ABC2 -.191(**) -.148(*)

ABC3 ABC4 ABC5

ABC6 -.161(*)

ABC7 ABC8

ABC9 -.183(**)

ABC10 -.165(*)

ABC11

ABC12 -.140(*)

ABC13

ABC14 .178(*) .145(*) .

ABC15 -.193(**) -.140(*)

ABC16 -.140(*) -.166(*)

ABC17 ABC18 ABC19 ABC20

ABC21 .239(*) 222(**)

ABC22 .137(*)

ABC23 ABC24

** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). * Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

V. SIMPULAN

Studi ini menggabungkan penilaian dari skala Likert dengan bentuk normalisasi (sangat tidak kuat, tidak kuat, moderate, kuat dan sangat kuat) untuk mendapatkan penilaian

utama dari suatu produk. Dengan

penggabungan metode penilaian tersebut serta, bentuk korelasi dari metode statistik (dalam kasus penilaian produk helm “ABC”), diketahui bahwa pilihan pengguna terhadap helm “ABC” adalah sebagai berikut:

Pengguna setuju (dengan kuat) bahwa

Variasi desain Helm “ABC” sesuai dengan selera (ABC 2) dan merasa puas sebagai perlengkapan dalam bersepeda motor karena aman dan nyaman (ABC 21).

Penilaian ini berhubungan desain

tampilan, material, kelengkapan,

penilaian, dan kepuasan di mana

pengguna helm “ABC” akan merasa aman

dan nyaman terhadap model helm full-face

yang warnanya lebih beragam karena bisa

sekaligus untuk bergaya, walaupun

harganya lebih mahal. Namun demikian, penilaian ini akan sangat tergantung ketika mereka mencoba langsung atau melihat langsung sebagai suatu pengalaman

daripada sekedar informasi iklan

(M3,M8,M10)

Terhadap model helm, diketahui bahwa

model full-face yang menutupi rahang

untuk lebih menambah rasa aman dalam berkendara sepeda motor (N5), model

open-face yang terbuka sehingga kurang

baik untuk kesehatan karena tidak

menutup resiko dari debu (N8), dan kualitas pendengaran pada model helm

full-face kurang baik dibanding model

helm open-face (N9) adalah tidak

berkorelasi sama sekali dengan Desain

Tampilan, Material, Kelengkapan,

Penilaian, dan Kepuasan.

Sekalipun penggunaan metode campuran (untuk penilaian keutamaan dari suatu produk) dengan kriteria yang telah ditetapkan melalui penggabungan skala Likert, Normalisasi atau Jangkauan, dan Korelasi Statistik adalah mampu mengindentifikasikan dengan jelas

keunggulan suatu produk berdasarkan

kriterianya, namun demikian penelitian lebih lanjut diperlukan untuk penilaian terhadap

kasus – kasus lainnya. Juga, untuk

(11)

ISU TEKNOLOGI STT MANDALA VOL.12 NO.1 JULI 2017 - ISSN 1979-4819 Page 71 untuk tindakan perbaikan dan peningkatan dari

suatu produk.

VI. DAFTAR PUSTAKA

Anderson, J., C., Dipak C., J., and Chintagunta, P.K., (1993). Customer Value Assessment in Business Markets: A

State-of-Practice Study. Journal of Business to

Business Marketing, Vol. 1 No.1, p. 3–30.

Aaker, D.A., V Kumar, dan Day, G.S. (2003) Marketing Research. 8th edition, John Willey & Sons, New York.

Baker, M.J., and Hart, S.J (2007) Product

Strategy and Management. Prentice Hall. Bennett, R., Hartel, C. E. J. and Mccoll-Kennedy, J. R. (2005). Experience as a Moderator of Involvement and Satisfaction on Brand Loyalty in a Business-to-Business

Setting. Industrial Marketing Management,

Vol .34, p.97-107.

Brunner, T. A., Stocklin, M. and Opwis, K. (2008) Satisfaction, Image and Loyalty: New

Versus Experienced Customers. European

Journal of Marketing, Vol. 42, p.1095-1105. Cooper , R.G., and Edgett, S.J., (2010)

Developing a Product Innovation and

Technology Strategy for Your Business. Research and Technology Management, Vol.53, p.33-40.

Cooper, R. G., (2001) Stage-Gate Product

Innovation Process. Available at

https://csbweb01.uncw.edu/

people/howe/classes/MKT445/The%20Stage-Gate%20Process.htm. <akses: 1 November 2017>.

Costell, J., (2004). The Science of Sales

Success: A Proven System for High-Profit, Repeatable Results. Amacom, New York. Crawford, C. M., and Benedetto, C.A. (2000).

New Products Management. 6th edition,

McGraw-Hill, USA.

Chakraborty, G., Srivastava, P., and Marshall,

F. (2007). Are Drivers of Customer

Satisfaction Different for Buyers/Users from

Different Functional Areas? Journal of

Business & Industrial Marketing, Vol. 22, p.20-28.

Fishman, C., (1999). The New Face of Global Competition.Vamos & Lidsky (Eds). 2006.

Fast Company’s: Greatest Hits.Penguin

Groups, New York, p. 82-91.

Greenwald, B., dan Khan, J. (2005). Competition Demystified.Penguin Groups, New York

Hammonds, K.H., (2003). The New Face of Global Competition.Vamos & Lidsky (Eds).

2006. Fast Company’s: Greatest Hits.Penguin

Groups, New York, p.186-197.

Kotler, P., dan Amstrong, G. (2017). Principles of Marketing. 17th eds. Prentice-Hall, USA.

Lam, S. Y., Shankar, V., Erramilli, M. K. and

Murthy, B. (2004). Customer Value,

Satisfaction, Loyalty, and Switching Costs: An

Illustration from a Business-to-Business

Service Context. Journal of the Academy of

Marketing Science, Vol.32, p.293-311.

Oliver, R. L. (2010). Satisfaction : a

Behavioral Perspective on the Consumer, Armonk, N.Y., M.E. Sharpe

Paulssen, M. and Birk, M. M. (2007). Satisfaction and Repurchase Behavior in a Business-to-Business Setting: Investigating the Moderating Effect of Manufacturer, Company and Demographic Characteristics. Industrial Marketing Management, Vol 36, p.983-997.

Patterson, P. G. and Spreng, R. A. (1997)

Modelling the Relationship between

Perceived Value, Satisfaction and

Repurchase Intentions in a Business-To-Business, Services Context: An Empirical

Examination. International Journal of Service

Industry Management, Vol.8, p.414-434.

Porter, M.E. (1985) Competitive Advantage:

Creating and Sustaining Superior

Performance. The Free Press, New York.

Reichheld F.F., (1996) Learning from

Customer Defections, Harvard Business

Review, Vol. 74 No. 2, p. 56-69.

Russell-Bennett, R., Mccoll-Kennedy, J. R. and Coote, L. V. (2007) Involvement, Satisfaction, and Brand Loyalty in a Small Business Srvices Setting. Journal of Business Research, Vol. 60, p.1253- 1260

Schor, J.B., (2004). Born to Buy: The

Commercialzed Child and the New Consumer Culture. Scribner, New York.

Sihombing, H., Yuhazri, M.Y., and Yahaya, S.H (2012) How to Measure and Identify the Ultimate Improvement Required for Customer

Satisfaction. The Global Engineers and

Technologists Review, Vol.2, No.10, pp.

14‐28.

Sihombing, H., Balakrishnan, P., and

Rassiah, K. (2015) Customer Satisfaction using Kano Model towards IPA Method in

Service Business. International Business

Management, Vol.9 No.4, p.358‐366

Spreng, R. A., Shi, L. H. and Page, T. J. (2009). Service Quality and Satisfactsion in

Business-to-Business Services. Journal of

Business & Industrial Marketing, Vol.24, p.537-547

Ulrich, K. T., dan Eppinger, S.D.

Gambar

Gambar 2: Tahapan pengembangan produk Crawford dan Benedetto
Gambar 1: Metodologi Penelitian
Tabel 4: Kuesioner Berdasarkan Desain Tampilan, Material, Kelengkapan, dan Penilaian
tabel 6. Table 7 menunjukkan bahwa Harga helm Saya menggunakan helm bergaya (M5). Dalam hal ini, nilai signifikan korelasi yang tertinggi adalah 0.201 (M1) dan 0.203 (M5) (p<0.01)
+3

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Ibn Miskawaih, keutamaan adalah kebaikan dan ketidakutamaan adalah kejahatan. Menurutnya, kebaikan merupakan hal yang dapat dicapai oleh manusia dengan melaksanakan

Hasil penelitian menunjukkan pada mata kuliah IPS terpadu sudah diterapkan penilaian otentik dalam bentuk penilaian kinerja, penilaian proyek, penilaian produk, penilaian tulis dan

Cakupan konsumsi bukan makanan dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu kelompok komoditi telekomunikasi yang terdiri dari konsumsi telepon rumah, pulsa HP, benda

Galur DT17 G1 dan DT19 G1-2 memiliki jumlah polong lebih sedikit dan berukuran biji lebih besar dibandingkan dengan varietas Cikuray yang mempunyai polong lebih

pekerjaan yang sangat berat, terlebih medan di daerah ini sangatlah sulit, karena harus mengancurkan gunung cadas yang keras. Sulitnya medan pun membuat banyak pribumi

Namun dengan keterbataan fasilitas sekolah,salah satunya fasilitas pengembangan Lingkungan sekolahr,sarana tata usaha,dan mdia belajar yang jauh dari harapan siswa

Besar sudut keliling-sudut keliling yang menghadap busur yang sama adalah sama besar Sudut- sudut pusat berbanding sebagai p : q, maka perbandingan panjang busurnya dan

Jadi perangkat pembelajaran matematika model Disco-Ning JS materi irisan kerucut kelas XI dalam penelitian adalah baik atau valid, (3) Setelah perangkat