TUGAS AKHIR SEMESTER
TEKNOLOGI MULTIMEDIA
SISTEM INFORMASI MUSEUM SONOBUDOYO YOGYAKARTA Dosen Pembimbing : Yumarlin MZ, S.Kom., M.Pd., M.Kom.
Disusun oleh: Ema Nur Hamidah
Suharyanto
(14330021) (14330032)
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS JANABADRA YOGYAKARTA
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang maha esa atas rahmat dan karunianya sehingga Laporan Tugas Akhir Semester dengan judul “Sistem Informasi Museum Sonobudoyo” ini dapat diselesaikan dengan baik dan sesuai waktu yang telah ditentukan tanpa suatu halangan apapun.
Laporan ini dibuat untuk memenuhi Tugas Teknologi Multimedia. Yang diampu oleh Ibu Yumarlin MZ. S.Kom.,M.Pd.,M.Kom. Selain itu laporan ini juga dibuat untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang “Museum Sonobudoyo”. Semoga dengan dibuatnya laporan ini dapat memberika wawasan dan pengetahuan baru kepada mahasiswa tentang Teknologi Multimedia yang digunakan sebagai alat untuk menciptakan sebuah informasi yang modern dan semoga bermanfaat bagi semua pihak. Meskipun penulis telah berusaha sebaik mungkin untuk menyempurnakan laporan ini, namun tentunya masih banyak kesalahan yang terdapat didalamnya. Oleh karena itu, penulis meminta maaf dan mohon agar pembaca memberi kritik dan saran supaya laporan selanjutnya akan lebih baik lagi. Semoga story board ini bermanfaat bagi pembacanya terlebih terhadap penulis.
Yogyakarta, 26 Desember 2017
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page iii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI ... iii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Tujuan ... 2
1.3 Manfaat ... 3
BAB II LANDASAN TEORI ... 4
2.1 Perangkat Lunak Yang Digunakan ... 4
1. Adobe Falsh CC ... 4
2. Photoshop ... 5
3. Corel Draw ... 5
4. Format Factory ... 6
5. Microsoft Office Picture Manager ... 6
2.2 Museum Sonobudoyo ... 7
1. Sejarah Museum Sonobudoyo ... 7
2. Visi dan Misi ... 8
3. Benda Koleksi ... 9
4. Ruangan Museum Sonobudoyo ... 9
BAB III DESAIN SISTEM ... 12
3.1 Story Board ... 12
3.2 Flowchart ... 30
BAB IV IMPLEMENTASI SISTEM ... 31
4.1 Tampilan Halaman Loding ... 31
4.2 Tampilan Halaman Judul ... 31
4.3 Tampilan Halaman Menu Utama ... 32
4.4 Tampilan Halaman Menu Petunjuk Penggunaan ... 33
4.5 Tampilan Halaman Menu Lokasi ... 33
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page iv
4.7 Tampilan Halaman Sub Menu Sejarah Pertama ... 34
4.8 Tampilan Halaman Sub Menu Sejarah Terakhir ... 35
4.9 Tampilan Halaman Menu Koleksi ... 36
4.10 Tampilan Halaman Sub Menu Koleksi Pertama ... 36
4.11 Tampilan Halaman Sub Menu Koleksi Kedua ... 37
4.12 Tampilan Halaman Sub Menu Koleksi Terakhir ... 38
4.13 Tampilan Halaman Menu Profil Pengembang ... 38
4.14 Tampilan Halaman Sub Menu Profil Pengembang I ... 39
4.15 Tampilan Halaman Sub Menu Profil Pengembang II ... 40
4.16 Tampilan Halaman Notifikasi Keluar ... 40
BAB V PENUTUP ... 42
5.1 Kesimpulan ... 42
5.2 Saran ... 42
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 1 BAB I Madura pada masa kolonial yang anggotanya terdiri atas orang asing dan pribumi. Panitia perencana pendirian museum dibentuk pada tahun 1931 dengan anggota antara lain : Ir. Th. Karsten P.H.W. Sisten dan Koeperberg. Bangunan museum menggunakan tanah bekas “Shouten” hadiah dari Sri Sultan Hamengkubuwono VIII dan pembangunannya ditandai dengan candrasengkala memet “Buta Ngrasa Esthining Lata” yaitu tahun 1865 Jawa (tahun 1934 Masehi) terukir di “tebeng” yang letaknya dibagian atas gawangan pintu utama nDalem Ageng. Sedangkan peresmian dilakukan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono VIII pada hari Rabu Wage tanggal 9 Ruwah 1866 Jawa (6 November 1935 Masehi) dengan ditandai candrasengkala memet “Kayu Winayang ing Brahmana Budha”, terukir pada dinding “regol” (gapura) Museum Sonobudoyo. Pada saat ini Museum Sonobudoyo merupakan Unit Pelaksana Teknis Daerah dari Dinas Kebudayaan DIY. Berdasarkan Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 42 Tahun 2008 Museum Negeri Sonobudoyo mempunyai tugas mengelola, mengembangkan koleksi, bimbingan edukatif, mendokumentasikan dan mempublikasikan benda-benda koleksi museum yang mempunyai nilai budaya dan ilmiah.
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 2 mendukung seluruh produktivitas salah satunya membuat aplikasi sistem informasi. Sistem adalah kumpulan orang yang saling bekerja sama dengan ketentuan-ketentuan aturan yang sistematis dan terstruktur untuk membentuk satu kesatuan melaksanakan suatu fungsi untuk mencapai tujuan. Sistem memiliki beberapa karakteristik atau sifat yang terdiri dari komponen sistem, batasan sistem, lingkungan luar sistem, penghubung sistem, masukan sistem, keluaran sistem, pengolahan sistem dan sasaran sistem. Sedangkan Informasi adalah data yang diolah menjadi lebih berguna dan berarti bagi penerimanya dan untuk mengurangi ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan mengenai suatu keadaan. Jadi sistem informasi diartikan sebagai kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi untuk mendukung operasi dan manajemen.
Pada saat ini dibidang pariwisata juga telah memanfaatkan teknologi untuk membantu peningkatan informasi wisata terhadap masyarakat dan bisa menambah pengetahuan bagi para pelajar mengenai objek wisata tersbut. Dalam dunia komputer, tindakan yang tepat dalam membuat sistem tersebut menggunakan teknologi multimedia. Teknologi multimedia adalah gabungan dari kata "multi" dan "media". Multi berarti banyak atau lebih dari satu, dan media berarti bentuk atau jenis sarana yang dipakai untuk menyampaikan informasi.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis membuat aplikasi sistem informasi untuk Museum Sonobudoyo. Aplikasi ini dibuat untuk mempermudah masyarakat dalam mengetahui sejarah, koleksi dan hal-hal yang berkaitan dengan Museum Sonobudoyo. Oleh karena itu dalam kegiatan tugas akhir semester ini dapat diambil judul “Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta”.
1.2Tujuan
Tujuan dari perancangan aplikasi sistem informasi untuk Museum Sonobudoyo adalah sebagai berikut :
1. Membangun sistem informasi untuk Museum Sonobudoyo.
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 3 3. Mengurangi kinerja pemandu wisata di Museum Sonobudoyo dalam
menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan Museum tersebut. 1.3Manfaat
Manfaat yang diperoleh dari penelitian sistem ini yang akan dilakukan oleh penulis yaitu sebagai berikut:
1. Bagi Instansi
Membuat nama Universitas menjadi semakin dikenal dengan riset yang semakin banyak dan publikasi yang muncul dari penelitian-penelitian tersebut. Publikasi juga menjadi salah satu poin untuk mengukur kualitas kampus.
2. Bagi Peneliti
Sebagai bahan implementasi dari pembelajaran yang telah didapat dikampus dan dapat menambah pengetahuan dalam pembuatan aplikasi teknologi multimedia. Dan dapat mengetahui banyak informasi mengenai Museum Sonobudoyo.
3. Bagi Masyarakat
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 4 BAB II
LANDASAN TEORI 2.1 Perangkat Lunak Yang Digunakan
Perangkat lunak yang digunakan dalam pembuatan aplikasi Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta adalah sebagai berikut :
1. Adobe Falsh CC
Gambar 2.1 Adobe Flash
Adobe Flash (dahulu bernama Macromedia Flash) adalah salah satu
perangkat lunak komputer yang merupakan produk unggulan Adobe
Systems. Adobe Flash digunakan untuk membuat gambar vektor maupun
animasi gambar tersebut. Berkas yang dihasilkan dari perangkat lunak ini mempunyai file extension .swf dan dapat diputar di penjelajah web yang telah dipasangi Adobe Flash Player. Flash menggunakan bahasa pemrograman bernama ActionScript yang muncul pertama kalinya pada
Flash 5. Sebelum tahun 2005, Flash dirilis oleh Macromedia. Flash 1.0
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 5 2. Photoshop
Gambar 2.2 Photoshop
Adobe Photoshop atau biasa disebut Photoshop, adalah perangkat lunak editor citra buatan Adobe Systems yang dikhususkan untuk pengeditan foto
atau gambar dan pembuatan efek. Perangkat lunak ini banyak digunakan oleh fotografer digital dan perusahaaniklan sehingga dianggap sebagai pemimpin pasar (market leader) untuk perangkat lunak pengolah gambar/foto dan bersama Adobe Acrobat, dianggap sebagai produk terbaik yang pernah diproduksi oleh Adobe Systems. Versi kedelapan aplikasi ini disebut dengan nama Photoshop CS (Creative Suite), versi sembilan disebut Adobe Photoshop CS2, versi sepuluh disebut Adobe Photoshop CS3 , versi kesebelas adalah Adobe Photoshop CS4 , versi kedua belas adalah Adobe Photoshop CS5, versi ketiga belas adalah Adobe Photoshop CS6, dan Versi yang terakhir adalah versi keempat belas Adobe Photoshop CS7.
3. Coreldraw
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 6 Corel Draw adalah sebuah program komputer yang melakukan editing pada garis vektor. Program ini dibuat oleh Corel, sebuah perusahaan software yang berkantor pusat di Ottawa, Kanada. Corel draw memiliki kegunaan untuk mengolah gambar, oleh karena itu banyak digunakan pada pekerjaan dalam bidang publikasi atau percetakan ataupun pekerjaan di bidang lain yang membutuhkan proses visualisasi.
4. Format Factory
Gambar 2.4 Format Factory
Format Factory merupakan salah satu dari sekian banyak software convert (pengubah) audio ke video maupun sebaliknya dari video ke audio. Format factory memberikan fasilitas yang beraneka ragam dalam meng-convert file audio contohnya bentuk MP3, WMA, FLAC, AAC, MMF, AMR, M4A,
M4R, OGG, MP2, WAV dan WavPack. Juga dalam mengconvert file video contohnya bentuk : MP4, AVI, 3GP, RMVB, WMV dll.
5. Microsoft Office Picture Manager
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 7 Microsoft Office Picture Manager adalah salah satu program bawaan dari
Microsoft yang otomatis terinstall ketika proses installasi. Tapi terkadang
aplikasi ini tidak dilirik sama sekali oleh pengguna Microsoft. Padahal dibalik kesederhanaan program ini, ada banyak fungsi dan layanan yang akan membantu pengguna dalam hal editing gambar. Microsoft Office Picture Manager mempunyai berbagai fungsi yang dapat digunakan untuk
memotong, mengubah ukuran dan mengkonversi gambar dengan berbagai format, dengan kualitas gambar yang lebih baik.
2.2 Museum Sonobudoyo
Museum Negeri Sonobudoyo merupakan Unit Pelaksana Teknis Daerah pada Dinas Kebudayaan Provinsi DIY, mempunyai fungsi pengelolaan benda museum yang memiliki nilai budaya ilmiah, meliputi koleksi pengembangan dan bimbingan edukatif cultural. Sedangkan tugasnya adalah mengumpulkan, merawat, pengawetan, melaksanakan penelitian, pelayanan pustaka, bimbingan edukatif cultural serta penyajian benda koleksi Museum Negeri Sonobudoyo.
Gambar 2.8 Museum Sonobudoyo 1. Sejarah Museum Sonobudoyo
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 8 Jawa, Madura, Bali dan Lombok. Panitia Perencana Pendirian Museum dibentuk pada tahun 1931 dengan anggota antara lain: Ir.Th. Karsten P.H.W. Sitsen, Koeperberg. Bangunan museum menggunakan tanah bekas “Shouten” tanah hadiah dari Sri Sultan Hamengkubuwono VIII dan ditandai dengan sengkalan candrasengkala “Buta ngrasa estining lata” yaitu tahun 1865 Jawa atau tahun 1934 Masehi. Sedangkan peresmian dilakukan oleh Sri Sultan Hamengkubuwana VIII pada hari Rabu wage pada tanggal 9 Ruwah 1866 Jawa dengan ditandai candra sengkala “Kayu Winayang Ing Brahmana Budha” yang berarti tahun Jawa atau tepatnya tanggal 6 Nopember 1935 tahun Masehi. Pada masa pendudukan Jepang Museum Sonobudoyo dikelola oleh Bupati Paniradyapati Wiyata Praja (Kantor Sosial bagian pengajaran). Di jaman Kemerdekaan kemudian dikelola oleh Bupati Utorodyopati Budaya Prawito yaitu jajaran pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Selanjutnya pada akhir tahun 1974 Museum Sonobudoyo diserahkan ke Pemerintah Pusat / Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan secara langsung bertanggung jawab kepada Direktorat Jenderal dengan berlakunya Undang-undang No. 22 tahun 2000 tentang kewenangan Pemerintah dan kewenangan Propinsi sebagai Otonomi Daerah. Museum Sonobudoyo mulai Januari 2001 bergabung pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi DIY diusulkan menjadi UPTD Perda No. 7 / Th. 2002 Tgl. 3 Agustus 2002 tentang pembentukan dan organisasi UPTD pada Dinas Daerah dilingkungan Pemerintah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dan SK Gubernur No. 161 / Th. 2002 Tgl. 4 Nopember tentang TU – Poksi. 2. Visi dan Misi
Visi Pengembangan Museum Sonobudoyo :
"Terwujudnya museum unggul bertaraf internasional yang mengekspresikan budaya jawa"
Misi Pengembangan Museum Sonobudoyo :
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 9 b. Mewujudkan museum berstandart internasional dalam pengelolaan
warisan budaya yaitu dalam pelestarian, preservasi dan diseminasi c. Mewujudkan museum berstandart internasional dalam hal manajemen
permuseuman yang meliputi manajeman strategi, manajemen operasi, manajemen SDM, manajemen keuangan dan manjemen pemasaran. 3. Benda Koleksi
Museum Negeri Sonobudoyo sebagai salah satu Museum yang bersifat umum memiliki 10 (sepuluh) jenis koleksi. Pengumpulan koleksi didapat melalui penyerahan dari masyarakat dengan system ganti rugi, hibah, pesanan, barang titipan. Jumlah 10 jenis koleksi Museum Negeri Sonobudoyo dengan rincian sebagai berikut :
a. Koleksi Geologi : 13 b. Koleksi Biologi : 34 c. Koleksi Etnografi : 8.157 d. Koleksi Arkeologi : 1.981 e. Koleksi Historika : 42 f. Koleksi Numismatika : 21.914 g. Koleksi Filologika : 1.240 h. Koleksi Keramologika : 384 i. Koleksi Senirupa : 9.120 j. Koleksi Tehnologi : 384
Dari data jumlah 10 jenis benda koleksi Museum Negeri Sonobudoyo sebanyak 43.235 buah. Sudah diinventarisir sejumlah 11.031 buah ( 25,51 % ), Belum diinventarisir sejumlah 32.204 buah ( 74,48 % ).
4. Ruangan Museum Sonobudoyo
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 10 a. Ruang Pendopo
Diruangan ini sebagai tempat tamu atau pengunjung beristirahat, duduk-duduk dengan menikmati jenis alat-alat permainan angklung dan hasil pameran dari tahun ke tahun.
b. Ruang Pengenalan
Ruangan ini disebut pengenalan dikarenakan di dalam raungan inni tidak ada spesifikasi jenis, melainkan kumpulan dari seluruh tempat atau ruangan lain, lebih tepatnya bisa dikatakan sebagai pengantar sebelum memasuki ruangan-ruangan lain, isinya antara lain : batik, topeng, pajangan saat penampilan wayang, kendi, kocoran,dll.
c. Ruang Pra-Sejarah
Ruangan ini menyajikan benda-benda peninggalan prasejarah yang menggambarkan cara hidup manusia pada masa itu, meliputi berburu, mengumpulkan dan meramu makanan. Pada tingka selanjutnya manusia mulai bercocok tanam secara sederhana serta melakukan upacara-upacara yang berhubungan dengan religi, isinya antara lain : beliung persegi, teknik pemangkasan batu, alat serpih, timpanium, batu gajh, nekara, ragam hias pada nekara, mata panah dan mata tombak, model cekatan logam open heart casting, kapak corong dari perunggu, teknik pembuatan gerabah dan kendi.
d. Rung Klasik dan Peninggalan Islam
Diruangan ini terdiri dari peninggalan masyarakat islam klasik serta peninggalan-peninggalan islam seperti: Cincin, stempel, kramik, prasasti logam, cermin, stupa, sangka, lampu, duplak, timbangan emas, kentongan, rebana, kaligrafi, miniatur makam Sunan Bayat, Al-Qur’an tulis tangan, kakara, patung Ganesha, dll.
e. Ruang Batik
Diruangan ini hanya berisi peralatan membatik dan cap-cap batik, serta beberapa kain hasil batik dengan berbagai corak.
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 11 Diruangan ini diisi dengan berbagai jenis wayang, seperti wayang gedhong solo, sadat, wahyu, kancil, wayang klitik, wayang golek menak jogja, wayang golek purwa pasundan.
g. Ruang Topeng
Diruangan ini berisi topeng figure manusia, topeng bali, jogja, ciebon madura dan topeng barong.
h. Ruang Jawa Tengah
Berbagai pameran seperti miniatur-miniatur cetakan batik, rumah tradisional, candi borobudur, perahu, dari jawa tengah
i. Ruang Emas
Emas merupakan symbol iluminasi Matahari. Dalam agama Hindu-Budha Emas mempunyai makna, iluminasi dan keabadian, ia adalah image of solar light (Cirlot,1962: 119). Emas dan Perak, Matahari dan
Bulan merupakan dua aspek realitas kosmos sehingga logam emas mempunyai peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Tetapi Kami tidak dapat melihat apapun karena ruangan ini dalam proses perbaikan, sehingga tidak dipamerkan
j. Replika Candi
Disini merupakan tempat terbuka dan ada sebuah bangunan seperti saung dan candi.
k. Ruang Bali
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 12
BAB III DESAIN SISTEM
3.1 Story Board
NO. KETERANGAN VISUAL AUDIO
1
Frame Opening Program
Tombol -
Tombol
Navigasi
-
Gambar -
Teks Sonobudoyo Yogyakarta
Animasi Logo, Gunungan Wayang
* ) Animasi gambar (scene 1 ) logo
sonobudoyo, disertai dengan gerakan
gunungan wayang. Selanjutnya akan menuju
halaman judul program
Musik
instrumen
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 13
NO. KETERANGAN VISUAL AUDIO
2
Frame Judul Program
Tombol Pintu Gerbang
Tombol
Navigasi
-
Gambar Benteng, Pendopo
Teks Media Informasi Museum
Sonobudoyo
Animasi Pintu Gerbang
*) judul program (scene 2)
Dalam scene ini menampilkan tentang judul
materi Media Informasi Museum
Sonobudoyo, gambar dan teks beberapa
komponen diatas dianimasi dan muncul
bergantian diiringi music pembuka,tampilan
scene 2 akan menuju ke scene berikutnya jika
kursor diarahkan ke pintu gerbang dan pintu
gerbang terbuka secara otomatis kemudian di
klik.
- Musik
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 14
NO. KETERANGAN VISUAL AUDIO
3 Frame Menu Utama
Tombol Petunjuk penggunaan
lokasi, sejarah, koleksi,
profil
Tombol
Navigasi
Keluar, suara
Gambar Logo Sonobudoyo
Teks -
Animasi wayang
*) menu utama (scene 3) akan tampil setelah
scene 2 selesai atau setelah diklik pintu
gerbang animasi. Ada beberapa tombol menu
pilihan didalamnya jika user mengklik
tombol tersebut maka akan terhubung dengan
scene yang telah ditentukan. Terdapat tombol
navigasi silang yang berfungsi untuk keluar.
- Musik
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 15
NO. KETERANGAN VISUAL AUDIO
4 Frame Petunjuk Penggunaan
Tombol -
Tombol
Navigasi
Menu Utama, Suara
Keluar
Gambar Logo Sonobudoyo
Teks - Kembali ke halaman
judul
- Kembali kehalaman
menu utama
- Petunjuk
penggunaan, lokasi,
sejarah, koleksi,
profil pngembang
Animasi Tombol navigasi,
gambar
*) petunjuk penggunaan (scene 4) ,
scene ini akan tampil ketika mengklik tombol
- Musik
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 16
petunjuk penggunaan dari Menu Utama.
Dalam scene ini akan menjelaskan tentang
pemakaian program sistem informasi museum
sonobudoyo ini. Dan fungsi dari tombol –
tombol yang dapat digunakan untuk
menelusuri halaman – halaman pada media
informasi ini. Terdapat 3 tombol navigasi
yaitu tombol berbentuk home untuk kembali
ke menu utama, tombol berbentuk speaker
untuk mengaktifkan dan mengnonaktifkan
suara, dan tombol silang untuk keluar dari
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 17
NO. KETERANGAN VISUAL AUDIO
4
Frame Lokasi
Tombol Selengkapnya
Tombol
Navigasi
Menu Utama, Kembali ke
Menu Sebelumnya
Keluar program
Gambar Peta Lokasi, Logo
Sonobudoyo
Teks Deskripsi peta lokasi
Animasi Background bergerak
*) scene ini akan tampil jika pada menu utama
(scene 3) di klik tombol lokasi. Ketika kursor
diarahkan ke peta maka akan muncul cermin
pembesar untuk melihat lokasi. Scene ini
berisi peta lokasi. Terdapat 3 tombol navigasi
yaitu tombol berbentuk home untuk kembali
ke menu utama, tombol berbentuk speaker
untuk mengaktifkan dan mengnonaktifkan
suara, dan tombol silang untuk keluar dari
program.
- Musik
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 18
NO. KETERANGAN VISUAL AUDIO
5 Frame Video Sejarah
Tombol
berbentuk text --
Tombol
Navigasi
Menu Utama, Kembali
ke menu sebelumnya,
Lihat Selanjutnya,
Keluar program
Gambar Logo Sonobudoyo
Teks Judul
Animasi -
Video Sejarah Sonobudoyo
Foto - -
*) Sejarah(scene 5), scene ini akan tampil jika
diklik tombol sejarah (scene 3). Di dalam
scene 5 ini terdapat video yang menceritakan
sejarah museum sonobudoyo.
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 19
NO. KETERANGAN VISUAL AUDIO
6 Frame Sejarah
Tombol
berbentuk text --
Tombol
Navigasi
Menu Utama, Kembali
ke menu sebelumnya,
Lihat Selanjutnya,
Keluar program
Gambar --
Teks Sejarah Museum
Sonobudoyo
Animasi -
*) Sejarah(scene 6), scene ini akan tampil jika
diklik tombol selanjutnya (scene 5) . Di dalam
scene 6 ini menceritakan sejarah museum
sonobudoyo .
- Musik
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 20
NO. KETERANGAN VISUAL AUDIO
7 Frame Sejarah
Tombol
berbentuk text --
Tombol
Navigasi
Menu Utama, Kembali
Lihat Selanjutnya,
Keluar program
Gambar --
Teks Sejarah Museum
Sonobudoyo
Animasi -
*) Sejarah(scene 7), scene ini akan tampil jika
diklik tombol selanjutnya (scene 6) . Di dalam
scene 7 ini menceritakan sejarah museum
sonobudoyo .
- Musik
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 21
NO. KETERANGAN VISUAL AUDIO
8 Frame Koleksi
Tombol --
Tombol
Navigasi
Menu Utama, Kembali
Keluar program
Gambar Icon Koleksi
Teks Judul
Animasi Tombol navigasi
*) koleksi ( scene 8) Scene ini akan tampil
ketika mengklik tombol koleksi dari Menu
Utama yaitu scene 3. Ketika user mengklik
tombol pada frame koleksi maka akan tampil
beberapa koleksi. Ketika user mengklik
tombol indikator maka akan tampil muatan isi
indikator. Terdapat tiga tombol navigasi yakni
tombol berbentuk rumah untuk kembali ke
menu utama, tombol berbentuk panah untuk
kembali ke menu sebelumnya program dan
tombol silang untuk keluar dari program.
- Musik
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 22
NO. KETERANGAN VISUAL AUDIO
9
Frame Koleksi Senjata Pertama
Tombol -
Tombol
Navigasi
Menu Utama, kembali ke
menu sebelumnya, lihat
selanjutnya, Speaker Keluar
program
Gambar Senjata, Logo Sonobudoyo
Teks - Judul
- Deskripsi Senjata
Animasi Background bergerak
*) Koleksi senjata pertama (scene 9)Scene ini
akan tampil ketika mengklik tombol koleksi
senjata pada scene 8 yakni koleksi. Scene ini
berisi muatan isi dari koleksi senjata yang di
tentukan. Terdapat tiga tombol navigasi yakni
tombol berbentuk rumah untuk kembali ke
menu utama, tombol berbentuk panah untuk
kembali ke menu sebelumnya program dan
tombol silang untuk keluar dari program.
- Musik
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 23
NO. KETERANGAN VISUAL AUDIO
10 Frame Koleksi Senjata Kedua
Tombol -
Tombol
Navigasi
Menu Utama, Kembali
ke menu sebelumnya,
Lihat Selanjutnya,
Speaker
Keluar program
Gambar Senjata, Logo
Sonobudoyo
Teks - Judul
- Deskripsi Senjata
Animasi Background bergerak
*) Koleksi Senjata Kedua (scene 10) Scene ini
akan tampil ketika mengklik tombol koleksi
senjata pada scene 8 yakni koleksi. Scene ini
berisi muatan isi dari koleksi senjata yang
ingin dicapai.Terdapat empat tombol navigasi
yakni tombol berbentuk rumah untuk kembali
- Musik
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 24
ke menu utama, tombol berbentuk speaker
untuk mengaktifkan dan menonaktifkan suara,
tombol berbentuk panah ke kiri untuk kembali
ke menu sebelumnya dan tombol bebentuk
panah ke kanan melihat ke menu selanjutnya,
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 25
NO. KETERANGAN VISUAL AUDIO
11 Frame Koleksi Senjata
Terakhir
Tombol -
Tombol
Navigasi
Menu Utama, Lihat
Selanjutnya, Speaker
Keluar program
Gambar Senjata, Logo
Sonobudoyo
Teks - Judul
- Deskripsi Senjata
Animasi Background bergerak
*) Koleksi Senjata Terakhir (scene 11) Scene
ini akan tampil ketika mengklik tombol
koleksi senjata pada scene 8 yakni koleksi.
Scene ini berisi muatan isi dari koleksi senjata
yang ingin dicapai.Terdapat empat tombol
navigasi yakni tombol berbentuk rumah
untuk kembali ke menu utama, tombol
- Musik
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 26
berbentuk speaker untuk mengaktifkan
danmenonaktifkan suara, tombol berbentuk
panah ke kiri untuk melihat ke menu
selanjutnya, tombol silang untuk keluar
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 27
NO. KETERANGAN VISUAL AUDIO
12 Frame Profil
Tombol -
Tombol
Navigasi
Menu Utama, Speaker,
Keluar Program
Foto Dosen Pengampu,
Pengembang
Gambar Logo Sonobudoyo
Teks Biodata Dosen
Animasi Foto slide show
*) Profil (scene 12), scene ini akan tampil jika
diklik tombol profil pada menu utama (scene
3). Dalam scene ini terdapat tiga profil yakni:
Dosen Pembimbing, Pengembang 1,
Pengembang 2. Terdapat tiga tombol navigasi
yakni tombol berbentuk rumah untuk menuju
menu utama. Tombol berbentuk speaker untuk
mengaktifkan dan menonakifkan suara dan
tombol silang untuk keluar program
- Musik
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 28
NO. KETERANGAN VISUAL AUDIO
13 Frame Profil Pengembang Detail
Tombol -
Tombol
Navigasi
Menu Utama, Speaker,
Keluar Program
Gambar Logo Sonobudoyo
Foto Pengembang
Teks Biodata Pengembang
Animasi Foto slide show
*) Profil (scene 13), scene ini akan tampil jika
diklik foto profil pengembang pada menu
profil pengembang (scene 12).Terdapat tiga
tombol navigasi yakni tombol berbentuk
rumah untuk menuju menu utama. Tombol
berbentuk speaker untuk mengaktifkan dan
menonakifkan suara dan tombol silang untuk
keluar program
- Musik
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 29
NO. KETERANGAN VISUAL AUDIO
14 Frame Keluar Program
Tombol Ya
Tidak
Tombol
Navigasi
-
Gambar -
Teks Konfirmasi Keluar
Animasi Foto slide show
*) scene ini akan tampil jika di klik tombol
silang (scene 13). Scene ini berisi teks
konfirmasi keluar. Terdapat dua tombol yakni
tombol ya, jika mau keluar dan tombol tidak,
jika batal keluar dari program
- Musik
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 30
3.2 Flowchart Navigasi
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 31 BAB IV
IMPLEMENTASI SISTEM 4.1 Tampilan Halaman Loading
Tampilan halaman loading program sistem informasi museum sonobudoyo dapat dilhat pada gambar 4.1. berikut ini :
Gambar 4.1. Tampilan Halaman Loading
Gambar 4.1. memperlihatkan tampilan loading program dengan animasi gunungan wayang yang bergerak dan diiringi oleh suara gamelan. Ketika gunungan wayang bergerak, kemudian secara otomatis akan membuka halaman judul program.
4.2 Tampilan Halaman Judul
Tampilan halaman judul program sistem informasi museum sonobudoyo dapat dilhat pada gambar 4.2.
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 32 Gambar 4.2. Tampilan Halaman Judul
4.3 Tampilan Halaman Menu Utama
Tampilan halaman menu utama program sistem informasi museum sonobudoyo dapat dilhat pada gambar 4.3. berikut ini :
Gambar 4.3. Tampilan Menu Utama
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 33 4.4 Tampilan Halaman Menu Petunjuk Penggunaan
Tampilan halaman menu petunjuk penggunaan sistem informasi museum sonobudoyo dapat dilihat pada gambar 4.4. berikut ini :
Gambar 4.4. Tampilan Halaman Petunjuk Penggunaan
Gambar 4.4. memperlihatkan tampilan menu petunjuk penggunaan program dengan animasi pada tombol dan diiringi oleh suara gamelan. Pada halaman ini terdapat beberapa petunjuk penggunaan yang memiliki fungsi yang berbeda-beda dari masing-masing tombol yang digunakan pada program ini.
4.5 Tampilan Halaman Menu Lokasi
Tampilan halaman menu lokasi pada sistem informasi museum sonobudoyo dapat dilihat pada gambar 4.5. berikut ini :
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 34 Gambar 4.5. memperlihatkan tampilan menu lokasi Museum Sonobudoyo dengan animasi cermin pembesar dan diiringi oleh suara gamelan. Pada halaman ini tedapat peta lokasi Museum Sonobudoyo yang dilengkapi dengan fasilitas zoom, dengan tujuan untuk melihat nama jalan atau daerah didekat Museum tersebut dengan jelas.
4.6 Tampilan Halaman Menu Sejarah
Tampilan halaman menu sejarah pada sistem informasi museum sonobudoyo dapat dilihat pada gambar 4.6. berikut ini :
Gambar 4.6. Tampilan Video Sejarah
Gambar 4.6. memperlihatkan tampilan menu sejarah Museum Sonobudoyo, pada menu ini berisi video cerita sejarah Museum Sonobudoyo yang disampaikan oleh Fitranus Fadilah sebagai pemandu wisata di Museum dan video tersebut diiringi oleh suara gamelan.
4.7 Tampilan Halaman Sub Menu Sejarah Pertama
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 35 Gambar 4.7. Tampilan Halaman Sub Menu Sejarah
Gambar 4.7. memperlihatkan tampilan menu sejarah Museum Sonobudoyo, pada halaman ini berisi tentang cerita mengenai sejarah Museum Sonobudoyo. Untuk membaca lebih lengkap tentang sejarah maka harus meng klik tombol panah ke kanan.
4.8 Tampilan Halaman Sub Menu Sejarah Terakhir
Tampilan halaman sub menu sejarah bagian terakhir pada sistem informasi museum sonobudoyo dapat dilihat pada gambar 4.8. berikut ini :
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 36 Gambar 4.8. memperlihatkan tampilan menu sejarah Museum Sonobudoyo, pada halaman ini berisi tentang cerita lanjutan mengenai sejarah Museum Sonobudoyo.
4.9 Tampilan Halaman Menu Koleksi
Tampilan halaman menu koleksi pada sistem informasi museum sonobudoyo dapat dilihat pada gambar 4.9. berikut ini :
Gambar 4.9. Tampilan Halaman Koleksi
Gambar 4.9. memperlihatkan tampilan menu koleksi Museum Sonobudoyo dengan animasi yang terdapat pada masing-masing tombol dan diiringi musik gamelan, pada halaman ini berisi tentang 6 macam koleksi Museum diantaranya koleksi senjata, koleksi batik, koleksi logam, koleksi prasejarah, koleksi wayang dan koleksi patung.
4.10Tampilan Halaman Sub Menu Koleksi Pertama
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 37 Gambar 4.10. Tampilan Halaman Sub Menu Koleksi Pertama
Gambar 4.10. memperlihatkan tampilan sub menu koleksi Museum Sonobudoyo dengan animasi yang terdapat pada masing-masing tombol dan diiringi musik gamelan, pada halaman ini berisi tentang benda-benda koleksi museum.
4.11Tampilan Halaman Sub Menu Koleksi Kedua
Tampilan halaman sub menu koleksi kedua pada sistem informasi museum sonobudoyo dapat dilihat pada gambar 4.11. berikut ini :
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 38 Gambar 4.11. memperlihatkan tampilan sub menu koleksi kedua Museum Sonobudoyo dengan animasi yang terdapat pada masing-masing tombol dan diiringi musik gamelan, pada halaman ini berisi tentang benda-benda koleksi museum.
4.12Tampilan Halaman Sub Menu Koleksi Terakhir
Tampilan halaman sub menu koleksi terakhir pada sistem informasi museum sonobudoyo dapat dilihat pada gambar 4.12. berikut ini :
Gambar 4.12. Tampilan Halaman Sub Menu Koleksi Terakhir
Gambar 4.12. memperlihatkan tampilan sub menu koleksi terakhir Museum Sonobudoyo dengan animasi yang terdapat pada masing-masing tombol dan diiringi musik gamelan, pada halaman ini berisi tentang benda-benda koleksi museum.
4.13Tampilan Halaman Menu Profil Pengembang
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 39 Gambar 4.13. Tampilan Halaman Profil Pengembang
Gambar 4.13. memperlihatkan tampilan menu profil pengembang program sistem informasi Museum Sonobudoyo dengan animasi yang terdapat pada foto pengembang dan diiringi musik gamelan. Pada halaman ini berisi data dosen pengampu dan foto pengembang program.
4.14Tampilan Halaman Sub Menu Profil Pengembang I
Tampilan halaman sub menu profil pengembang I pada sistem informasi museum sonobudoyo dapat dilihat pada gambar 4.14. berikut ini :
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 40 Gambar 4.14. memperlihatkan tampilan menu profil pengembang program sistem informasi Museum Sonobudoyo dengan animasi yang terdapat pada foto pengembang dan diiringi musik gamelan. Pada halaman ini berisi foto dan data pengembang I.
4.15Tampilan Halaman Sub Menu Profil Pengembang II
Tampilan halaman sub menu profil pengembang II pada sistem informasi museum sonobudoyo dapat dilihat pada gambar 4.15. berikut ini :
Gambar 4.15. Tampilan Halaman Sub Menu Profil Pengembang II Gambar 4.15. memperlihatkan tampilan menu profil pengembang program sistem informasi Museum Sonobudoyo dengan animasi yang terdapat pada foto pengembang dan diiringi musik gamelan. Pada halaman ini berisi foto dan data pengembang II.
4.16Tampilan Halaman Notifikasi Keluar
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 41 Gambar 4.16. Tampilan Halaman Notifikasi Keluar
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 42 BAB V
PENUTUP 5.1 Kesimpulan
Aplikasi ini dibuat untuk dapat membantu mengenalkan koleksi-koleksi yang ada pada Museum Sonobudoyo dengan mudah. Mengurangi kinerja pemandu wisata di Museum Sonobudoyo dalam menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan Museum tersebut. Dengan adanya aplikasi ini maka sistem informasi untuk Museum Sonobudoyo akan lebih akurat.
5.2 Saran
Laporan Teknologi Multimedia
Sistem Informasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Page 43 DAFTAR PUSTAKA
Badrun, 2011. “Microsoft Office Picture Manager”. http://blog.kartunmania.com /2011/01/microsoft-office-picture-manager/. Diakses pada 26 Desember 2017.
Destya, 2013. “Pengertian dan Fungsi Corel Draw”. http://cyberspace-informati-on.blogspot.co.id/2013/05/pengertian-dan-fungsi-corel-draw.html. Diakses Pada 26 Desember 2017.
Dewi, 2016. “Pengertian Formt Factory”. http://puthut1.blogspot.co.id/2016/05/ pengertian-format-factory.html. Diakses Pada 26 Desember 2017.
Mariska, 2014. “Pengertian,Sejarah dan Perkembangan Adobe Flash”.https://ka mariska.blogspot.co.id/2014/10/pengertiansejarah danperkembangan.html. Diakses Pada 26 Desember 2017.
Muhammad, 2012. “Pengertian dan Fungsi Photoshop”. http://muhamad-irvan sah.blogspot.co.id/2012/11/pengertian-dan-fungsi-photoshop.html. Diakses Pada 26 Desember 2017.
Sonobudoyo, 2013. “Sejarah Museum Sonobudoyo”. http://www.Sonobudoyo. com/id/ web/tentang/sejarah. Diakses Pada 26 Desember 2017.
Sonobudoyo, 2013. “Visi dan Misi”. http://www.sonobudoyo.com/id/web/tentang /visi-dan-misi. Diakses Pada 26 Desember 2017.
Sonobudoyo, 2013. “Benda Koleksi”. http://www.sonobudoyo.com/id/web/ tentang/ benda-koleksi. Diakses pada 26 Desember 2017.
1. Frame Loading Source code : stop();
Koding diatas akan menghentikan frame loading, namun didalam frame loading terdapat Symbol dengan type “Movie Clip”. Jadi, walaupun frame loading berhenti tetap akan dijalankan pada movie clipnya. Pada movie clip ini pada frame 120 akan masuk dan berubah menjadi halaman judul program.
Saat movie clip pada frame 1 terdapat source code : import flash.media.SoundTransform;
var myMusic = new gamelan_opening();
var volumesuara = new SoundTransform(0.5, 0); var channel1 = myMusic.play(0, volumesuara);
Source code diatas digunakan untuk memanggil file dengan class gamelan opening. Sehingga saat loading program akan diiringi dengan back sound “gemelan opening”. Volume yang digunakan adalah 0,5, jadi suara yang dihasilkan setengah dari suara volume program yang sedang dijalankan.
Saat movie clip pada frame 200 terdapat source code : import flash.events.MouseEvent;
import flash.media.SoundTransform; stop();
gerbang.addEventListener(MouseEvent.CLICK, masukmenu);
function masukmenu(event: MouseEvent): void { channel1.stop();
MovieClip(root).gotoAndStop("menu_utama"); }
telah jalankan pada frame 1. Lalu dilanjutkan menuju kehalaman utama dimana didalam program ditulis dengan “menu_utama”.
2. Frame Halaman Utama Source code :
stop();
Sama pada frame sebelumnya, untuk menghentikan frame halaman utama, sehingga jika tidak terdapa tombol yang ditekan tidak akan pindah kehalaman lain.
Didalamnya terdapat movie clip yang akan dijalankan saat frame Halaman Utama berhenti. Yakni movie clip dengan symbol “menu”. Pada movie clip ini terdepat source code :
import flash.events.MouseEvent; ditekan tombolnya dengan memanggil label dari framenya.
3. Frame Petunjuk Penggunaan
stop();
Penjelasannya adalah stop(); digunakan untu menghentikan frame petunjuk penggunaan. Function km digunakan untuk kembali ke menu utama. Sehingga saat function km dipanggil akan kembali ke halaman menu utama. Dimana pada frame ini dipanggil dengan menggunakan button kembali_menu.
4. Frame Lokasi
Frame 1 pada petunjuk penggunaan terdapat source code : stop();
import flash.events.MouseEvent;
kembali_menu.addEventListener(MouseEvent.CLICK, km);
Penjelasannya adalah stop(); digunakan untu menghentikan frame petunjuk penggunaan. Button kembali_menu digunakan untuk memanggil function km yang sebelumnya telah dibuat pada frame Petunjuk penggunaan.
Pada frame lokasi terdapat symbol movie clip dengan nama Symbol_lokasi. Didalamnya terdapat source code berikut :
import flash.display.MovieClip; import flash.events.MouseEvent; import flash.events.Event;
//code by wandah.org 2015 var zoomer:zoom_mc;
var zoomed:MovieClip; var zoom_val:Number = 1;
var ob:Object = e.currentTarget; if (!ob.zoom_active){
zoomed = MovieClip(ob); zoom_val = ob.zoom_val; ob.zoom_active = true; zoomer = new zoom_mc(); zoomer.x = mouseX; zoomer.y = mouseY;
var bitmapData:BitmapData = new BitmapData(zoomed.width, zoomed.height);
bitmapData.draw(zoomed);
var bitmap:Bitmap = new Bitmap(bitmapData); zoomer.img_loader.addChild(bitmap); var ob:Object = e.currentTarget; if (ob.zoom_active){
ob.zoom_active = false;
zoomer.removeEventListener(Event.ENTER_FRAME, var ob:Object = e.currentTarget; ob.x = mouseX;
5. Frame Sejarah Source code : stop();
Sama pada frame sebelumnya, untuk menghentikan frame pada halaman utama sejarah, sehingga jika tidak terdapa tombol yang ditekan tidak akan pindah kehalaman lain.
Didalam frame ini terdapat symbol movie clip dengan nama sejarah, dimana didalamnya terdapat 6 (enam) frame. Setiap frame mempunyai action (sourcecode) yang terpisah.
Frame pertama pada movie clip sejarah stop();
Pada frame 1 di mc. Sejarah terdapat 2 function, yakni : a. Function stopPlay1
Function stopPlay1 digunakan untuk menghentikan video dan menuju ke frame selanjutnya dengan menggunakan function video.stop() dan nextFrame().
b. Function Km1
Sehingga saat ditekan tombol next_vid akan menuju ke halaman sebelumnya dengan sebelumnya menghentikan video sejarah.
Sedangkan jika ditekan tombol kembali_menu maka akan menghentikan video sejarah dan dilanjutkan menuju ke halaman utama program.
Frame 2 pada movie clip sejarah stop();
Pada frame 2 di mc. Sejarah terdapat 3 function, yakni : a. Function b yang berarti back
Function b digunakan untuk menuju ke frame sebelumnya dengan menggunakan function prevFrame().
b. Function n yang berarti back
Function n digunakan untuk menuju ke frame selanjutnya dengan menggunakan function nextFrame().
c. Function km
Sehingga saat ditekan tombolnya akan menjalankan fungsinya. 1. Tombol back menjalankan function b
2. Tombol next menjalankan function n dan
3. Tombol kembali_menu menjalankan function km
Frame 3 – 5 pada movie clip sejarah mempunyai source code yang sama stop();
Pada source code diatas digunakan untuk memanggil function yang telah dibuat pada Frame 2 di mc. Sejarah.
Sehingga saat ditekan tombolnya akan menjalankan fungsinya. 1. Tombol back menjalankan function b
2. Tombol next menjalankan function n dan
3. Tombol kembali_menu menjalankan function km
Frame 6 pada movie clip sejarah stop();
Source code frame pertama pada movie clip koleksi stop();
import flash.events.MouseEvent;
kol_pra_sejarah.addEventListener(MouseEvent.MOUSE_DOWN, didalamnya terdapat beberapa function, yakni :
1. Function km_koleksi
Digunakan untuk menuju ke frame dengan label “menu_koleksi” 2. Function senjata
Digunakan untuk menuju ke frame dengan label “senjata” 3. Function pra_sejarah
4. Function batik
Digunakan untuk menuju ke frame dengan label “batik” 5. Function wayang
Digunakan untuk menuju ke frame dengan label “wayang” 6. Function logam
Digunakan untuk menuju ke frame dengan label “logam” 7. Function patung
Digunakan untuk menuju ke frame dengan label “patung” 8. Function back
Digunakan untuk menuju ke frame sebelumnya 9. Function next
Digunakan untuk menuju ke frame selanjutnya
Pada frame selanjunya pada movieclip koleksi tinggal menjalankan function yang telah dibuat pada frame pertama.
7. Frame Profil Pengembang
Source code frame profil pengembang stop();
import flash.events.MouseEvent;
kembali_menu.addEventListener(MouseEvent.CLICK, km);
source code stop() digunakan untuk menghentikan halaman profil. Tombol kembali_menu digunakan untuk memanggil function km.
8. Tombol Sound
import flash.media.SoundTransform; import flash.events.MouseEvent;
stop();
var myMusic = new gamelan_bg();
var volumesuara = new SoundTransform(0.5, 0); var channel1 = myMusic.play(0, 9999, volumesuara);
function onStopClick(event:MouseEvent):void{ digunakan untuk menjalankan musik backsound dari program. Yakni backsound yang akan dijalankan adalah sound dengan function gamelan_bg. Akan dijalankan terus menerus sampai 9999 kali dengan volume 0.5 dari suara aplikasi.
Function onStopClick digunakan untuk menghentikan suara back sound lalu menuju ke frame 2 mc. sound.
import flash.events.MouseEvent;
Pada syntak ini digunakan untuk memulai kembali backsound (gamelan_bg) dari awal.
Function onStartClick digunakan untuk kemuju ke frame 1 mc. Sound.