BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah - Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Perempuan dalam Memilih Pengobatan Medis atau Alternatif (Studi Kasus pada Perempuan Penderita Kista di Kota Medan)
Teks penuh
Dokumen terkait
Temuan dalam penelitian ini dapat memberikan pencerdasan bagi masyarakat mengenai hubungan pengobatan alternatif dengan keterlambatan terapi konvensional pada
Letak perbedaan dengan yang telah penulis buat yaitu tema yang berjudul faktor-faktor yang mempengaruhi drop out pengobatan pada penderita kusta di wilayah kerja Dinkes
Pengetahuan mengenai pengobatan modern sebagai determinan memilih jenis pengobatan modern digolongkan dalam tindakan rasional instrumental, berdasarkan pandangan weber
oleh para penderita TB paru dalam melakukan pengobatan dan hal-hal yang. memengaruhi perilaku tersebut atau yang disebut sebagai determinan
Partisipan terdiri dari 8 orang yang memenuhi kriteria sebagai penderita yang melakukan pengobatan medis Tb dengan DM, berdomisili di Desa Malinau Kota, Kabupaten Malinau
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ibu memilih persalinan sectio caesarea tanpa indikasi medis di Rumah Sakit Umum Bunda
Proses Pengobatan Masyarakat Kota Medan Yang Berobat Ke Penang Malaysia 4.3.2.1 Pengobatan Medis Ke Penang Malaysia Secara Langsung Dari data yang saya dapat bahwa tidak semua
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa, Secara Medis Pengobatan alternatif merupakan pengobatan yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan penyakit. Pengobatan alternatif dipiliih pasien untuk menyembuhkan penyakitnya karena harganya yang ekonomis, minim efek samping dan mudah ditemukan. Penerimaan diri yang baik dari pasien akan menjadikan pasien berusaha untuk mencari pengobatan yang baik untuk kesembuhannya. Pasien memilih dan menggunakan pengobatan alternatif dikarenakan pasien percaya bahwa pengobatan tersebut dapat menyembuhkan penyakitnya. Secara Islam selain sebagai petunjuk, juga di dalamnya mengandung pengobatan (syifâ’) dengan tujuan untuk mencegah dan mengobati penyakit, dari berbagai macam jenis penyakit, dengan berbagai metode, teknik, dan pendekatan tertentu diantarnya dengan bnacaan Alquran dan mendengarkannya (neurofisiologi Alquran), dzikir, istighfar, doa, dan ruqyah untuk menimbulkan ketenangan hati (طمأنينة النفس (dalam usaha penyembuhan berbagai penyakit, terutama dari penyakit hati yang dapat berpengaruh kepada penyakit jasmani. Praktik pengobatan demikian pada hakikatnya bersumber dari Alquran dan alSunnah sehingga manusia yang membutuhkan pengobatan tersebut menjadi sembuh (sehat), dan terhindar dari penyakit hati atau unsur-unsur kesyirikan. Tindakan pengobatan dalam perspektif hukum Islam dapat berupa ruqyah, al-hijâmah, meminum madu, dan