• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sejarah Singkat dan kerangka Alkitab

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Sejarah Singkat dan kerangka Alkitab"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

Etimologi

Istilah Alkitab berasal dari kata “Al-Kitab” (bahasa Arab) yang berarti “buku” atau “kitab”. Dalam bahasa bahasa Inggris disebut the Bible atau Holy Bible yang berarti Kitab Suci, yang diambil dari kata Yunani, “biblos” – Kitab.

Alkitab adalah Kitab Suci yang diinspirasikan/diilhamkan Allah kepada para penulis sehingga mereka menulis kitab Suci sesuai dengan keinginan Allah, tanpa salah, secara keseluruhannya, bukan hanya dalam bentuk pikiran, tetapi juga kata-katanya adalah pilihan Allah, secara sempurna.

Kanon Alkitab

Kata kanon berasal dari akar kata “reed” atau buluh (bah. Inggris “cane”; bah Ibr. “Ganeh”; bah. Yunani “kanon” dan bah. Indonesia diterjemahkan “patok”). Kata “kanon” dalam kaitannya dengan Alkitab berarti “daftar kitab-kitab yang diterima/diakui secara sah.” Alkitab adalah sebuah ukuran yang telah ditetapkan, atau sebuah ukuran yang telah pasti, yang tidak boleh ditambahkan maupun dipendekkan.

Alkitab terdiri dari 66 bagian yang disebut dengan kitab, 39 PL dan 27 PB. Ditulis dalam kurun waktu 1500 tahun, dari tahun 1500 BC – 100 AD oleh 35 penulis selama lebih dari 35 generasi, dari segala lapisan masyarakat. Ditulis diberbagai tempat yang berbeda dalam waktu yang berbeda-beda. Ditulis dalam dua bahasa yang berbeda: Bahasa Ibrani (PL) dan Yunani (PB). Kriteria Kanon Alkitab

Pembagian dan statistik ke-66 kitab dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru Alkitab Perjanjian

Lama

Taurat

Kej. kitab 1 50 pasal 1533 ayat31831 kata

Kel. 2 40 1213 26962

Nabi-nabi Nabi-nabi besar Yes. 23 66 1292 30632

(2)

Rat. 25 5 154 2514

Sejarah Kis. 44 28 1007 22066

Surat

Surat-surat Petrus 1Ptr. 59 5 108 1838

2Ptr. 60 5 105 2328

Akhir zaman Why. 66 22 404 10396

(3)

Total Statistik Alkitab buku66 pasal1189 31102ayat 658257kata

Dalam Bahasa Yunani.

Dalam bahasa Yunani ada empat kata yang artinya sama-sama mengasihi, tetapi dalam lingkup yang berbeda.

1. Kata benda στοργη - STORGÊ dengan kata kerjanya STERGEIN berarti kasih mesra dari orang tua kepada anaknya dan begitu juga sebaliknya.

2. Kata EROS dari kata Yunani, yang kita terjemahkan EROS, artinya kasih asmara antara pria dan wanita yang mengandung nafsu birahi.

3. Kata benda φιλεω - PHILEÔ dengan kata kerjanya φιλειν - PHILEIN berarti kasih sayang yang sejati antar sahabat dekat. Biasanya kasih ini tidak mempunyai hubungan darah. Kasih ini lebih kepada persahabatan.

4. Kata benda αγαπαω - AGAPAÔ dengan kata kerjanya αγαπαν - AGAPAN, yang kita terjemahkan AGAPE, artinya kasih yang tanpa perhitungan dan tanpa peduli orang macam apa yang dikasihinya. Seringkali disebut dengan kasih yang walaupun.

PERTANYAAN TENTANG 4 JENIS KASIH.

B.1. Apakah kasih storge, eros, phileo, agape ada

dalam Alkitab?

Penulis mencari hal ini dalam software e-sword, bagian Strong’s Hebrew and Greek Dictionaries. Berikut ini adalah hasil yang didapatkan, apakah ke-empat kasih tersebut ada dalam Alkitab.

G25 ἀγαπάω agapaō Total KJV Occurrences: 142

love, 74. Mat_5:43-44 (2), Mat_5:46 (2), Mat_6:24, Mat_19:19, Mat_22:37, Mat_22:39, Mar_12:30-31 (2), Mar_12:33 (2), Luk_6:27, Luk_6:32 (4), Luk_6:35, Luk_7:42, Luk_10:27, Luk_11:43, Luk_16:13, Joh_8:42, Joh_10:17, Joh_13:34 (2), Joh_14:15, Joh_14:21,

Joh_14:23 (2), Joh_14:31, Joh_15:17, Rom_8:28, Rom_13:8-9 (2), 1Co_2:9, 1Co_8:3, 2Co_11:11, 2Co_12:15, Gal_5:14, Eph_5:25, Eph_5:28, Eph_5:33, Eph_6:24, Col_3:19, 1Th_1:3, 1Th_3:12, 1Th_4:9, 2Ti_4:8, Jam_1:12, Jam_2:5, Jam_2:8, 1Pe_1:8, 1Pe_1:22, 1Pe_2:17, 1Pe_3:10, 1Jo_2:15 (2), 1Jo_3:11, 1Jo_3:14, 1Jo_3:18, 1Jo_3:23, 1Jo_4:7, 1Jo_4:11-12 (2), 1Jo_4:19-21 (4), 1Jo_5:2 (2), 2Jo_1:1, 2Jo_1:5, 3Jo_1:1

loved, 38. Mar_10:21, Luk_7:47, Joh_3:16, Joh_3:19, Joh_11:5, Joh_12:43, Joh_13:1 (2), Joh_13:23, Joh_13:34, Joh_14:21, Joh_14:28, Joh_15:9 (2), Joh_15:12, Joh_17:23 (2),

Joh_19:26 (2), Joh_21:7, Joh_21:20, Rom_8:37, Rom_9:13, 2Co_12:15, Gal_2:20, Eph_2:4, Eph_5:25, 2Th_2:16, 2Ti_4:10, Heb_1:9, 2Pe_2:15, 1Jo_4:10-11 (3), 1Jo_4:19, Rev_1:5, Rev_3:9, Rev_12:11

loveth, 20. Luk_7:5, Luk_7:47, Joh_3:35, Joh_14:21 (2), Joh_14:24, Rom_13:8, 2Co_9:7, Eph_5:28 (2), Heb_12:6, 1Jo_3:10 (2), 1Jo_3:14, 1Jo_4:7-8 (2), 1Jo_4:20-21 (2), 1Jo_5:1 (2) beloved, 7. Rom_9:25 (2), Eph_1:6, Col_3:12, 1Th_1:4, 2Th_2:13, Rev_20:9

(4)

G26 ἀγάπη agapē

Total KJV Occurrences: 116

love, 84. Mat_24:12, Joh_5:42 (2), Joh_13:35, Joh_15:9-10 (3), Joh_15:12-13 (2), Joh_17:26, Rom_5:5, Rom_5:8, Rom_8:35, Rom_8:39, Rom_13:9-10 (3), Rom_15:30, 1Co_4:21, 1Co_16:24, 2Co_2:4, 2Co_2:8, 2Co_5:14, 2Co_8:6-8 (3), 2Co_8:24, 2Co_13:11, 2Co_13:14, Gal_5:6, Gal_5:13, Gal_5:22, Eph_1:4, Eph_1:15, Eph_2:4, Eph_3:17,

Eph_3:19, Eph_4:2, Eph_4:15-16 (2), Eph_5:2, Eph_6:23, Phi_1:9, Phi_1:17, Phi_2:1-2 (2), Col_1:4, Col_1:8, Col_2:2, 1Th_5:8, 1Th_5:13, 2Th_2:10, 2Th_3:5, 1Ti_1:14, 1Ti_6:11, 2Ti_1:7, 2Ti_1:13, Phm_1:5, Phm_1:7, Heb_6:10, Heb_10:24, 1Jo_2:5, 1Jo_2:15, 1Jo_3:1, 1Jo_3:16-17 (2), 1Jo_4:7-10 (4), 1Jo_4:12, 1Jo_4:16-18 (7), 1Jo_5:3, 2Jo_1:3, 2Jo_1:6, Jud_1:2, Jud_1:21, Rev_2:4

charity, 28. 1Co_13:1-4 (7), 1Co_13:8, 1Co_13:13 (2), 1Co_14:1, 1Co_16:14, Col_3:14, 1Th_3:6, 2Th_1:3, 1Ti_1:5, 1Ti_2:15, 1Ti_4:12, 2Ti_2:22, 2Ti_3:10, Tit_2:2, 1Pe_4:8 (2), 1Pe_5:14, 2Pe_1:7, 3Jo_1:6, Jud_1:12, Rev_2:19

love, 10. Mat_23:5-6 (2), Luk_20:46, Joh_15:19, Joh_21:15-17 (3), 1Co_16:22, Tit_3:15, Rev_3:19

loveth, 6. Mat_10:37 (2), Joh_5:20, Joh_12:25, Joh_16:27, Rev_22:15 kiss, 3. Mat_26:48, Mar_14:44, Luk_22:47

loved, 3. Joh_11:36, Joh_16:27, Joh_20:2 lovest, 3. Joh_11:2-3 (2), Joh_21:17 (2) kindness, 1. Act_28:2

Dengan melihat hasil diatas, sangat jelas bahwa kata kasih dalam bahasa Yunani, dari empat yang sering kita dengar, hanya dua kata saja yang dicatat dalam Alkitab, yakni: Agape dan Phileo. Penulis pernah membaca suatu artikel, ada kemungkinan storge juga pernah ditulis, tetapi kata tersebut gabungan dari kata Phileo dan Storge. Tetapi yang lebih pasti, kata tersebut penulis tidak mendapatkannya dalam Alkitab Bahasa Yunani versi Software e-sword.

B.2 Dalam Alkitab kita diajarkan, ada tiga obyek

"mengasihi" yaitu :

Luk 10:27 Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Jadi ada tiga obyek mengasihi yang Firman Tuhan ajarkan, yaitu:

1. Mengasihi Tuhan Allah. Hal ini perintah yang pertama dan yang terutama, yang harus kita lakukan. Allah sudah terlebih dahulu mengasihi kita, untuk itulah kita harus mengasihi Allah.

(5)

jahat kepada kita? Tentu hal ini sangat sulit, tetapi Firman Tuhan dengan tegas mengatakan, kita harus mengasihi.

3. Mengasihi diri-sendiri. Mengasihi diri sendiri sering terlupakan, karena memang tidak secara langsung Alkitab mencatatnya. Mengasihi diri sendiri bukan berarti mementingkan kepentingan diri sendiri, tetapi lebih kepada penerimaan diri, Karena masih banyak orang yang tidak bisa menerima dirinya sendiri dari fisik, latar belakang keluarga, kemampuan, dll.

B.3 Apakah AGAPE/AGAPAO hanya dimiliki oleh

Allah?

Mari kita lihat dalam Matius 5:44.

ITB : Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

KJV : But I say unto you, Love your enemies, bless them that curse you, do good to them that hate you, and pray for them which despitefully use you, and persecute you;

GNT : ᾿Εγὼ δὲ λέγω ὑμῖν, ἀγαπᾶτε τοὺς ἐχθροὺς ὑμῶν, εὐλογεῖτε τούς καταρωμένους ὑμᾶς, καλῶς ποιεῖτε τοῖς μισοῦσιν ὑμᾶς καὶ προσεύχεσθε ὑπὲρ τῶν ἐπηρεαζόντων ὑμᾶς καὶ διωκόντων ὑμᾶς,

Dalam ayat ini, Tuhan Yesus memberikan perintah kepada kita untuk mengasihi musuh kita dengan kasih agapate yang merupakan akar kata dari AGAPE/AGAPAO. Apabila Tuhan memberikan perintah seperti itu, seharusnya kita sebagai manusia sanggup memberikan kasih agape kepada sesama kita, dalam ayat ini secara khusus, kepada musuh kita. Berarti manusia mampu memberikan kasih agape terhadap sesama, bahkan kepada musuh kita.

B.4 Apakah Allah selalu memakai kasih Agape?

Mari kita lihat dalam 1 Korintus 6:22.

ITB: Siapa yang tidak mengasihi Tuhan, terkutuklah ia. Maranata!

KJV: If any man love not the Lord Jesus Christ, let him be Anathema Maranatha.

GNT: εἴ τις οὐ φιλεῖ τὸν Κύριον ᾿Ιησοῦν Χριστόν, ἤτω ἀνάθεμα. Μαράν ἀθά.

Ayat ini mengajarkan kita untuk mengasihi Tuhan dengan kasih phileō. Berarti Tuhan juga memberi perintah supaya kita mengasihi Dia sebagai sahabat dekat, karena Allah kita selain Allah yang Trasenden (yang jauh dan tidak bisa dijangkau), Allah juga Allah yang Imanen (Allah yang dekat dengan kita), Jadi Allah tidak selalu memakai kasih agape. Bahkan dalam ayat ini dengan jelas bahwa kita dituntut untuk mengasihi Allah kita dengan kasih sebagai seorang sahabat (phileo).

B.5 Bagaimana urutan yang benar dari kasih yang

terkecil sampai yang terbesar?

(6)

yang mengatakan storge yang lebih awal dan agape selalu paling tinggi derajatnya dibandingkan dengan yang lain. Tetapi apakah benar seperti itu? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus melihat kembali pengertian dari masing-masing empat kata kasih tersebut dalam bahasa Yunani di atas. Penulis akan mencatatnya kembali dibawah ini untuk memudahkan pembaca.

STORGÊ berarti kasih mesra dari orang tua kepada anaknya dan sebaliknya.

EROS artinya kasih asmara antara pria dan wanita yang mengandung nafsu birahi. PHILEÔ berarti kasih sayang yang sejati antar sahabat dekat.

AGAPAÔ/AGAPE, artinya kasih yang tanpa perhitungan dan tanpa peduli orang macam apa yang dikasihinya.

Apabila kita melihat pengertian tentang 4 kasih seperti diatas, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada urutan terbesar dan terkecil, hanya saja 4 kasih tersebut saling

keterkaitan satu dengan yang lainnya.

Contoh pertama. Kasih tanpa perhitungan (agape) bisa dimiliki kasih orang tua kepada anaknya, dan berapa banyak contoh orang tua yang mau berkorban untuk anaknya, tentunya dalam hal ini adalah orang tua yang benar. Orang tua penulis-pun melakukan hal yang sama, yaitu selalu mengorbankan kepentingan dirinya sendiri hanya untuk anaknya. Jadi orang tua–pun yang juga manusia, mampu memberikan kasih agape.

Contoh kedua. Kasih suami kepada istri, sepasang suami istri-pun juga dapat

memberikan kasih agape. Apabila para pembaca berkenan, dapat membaca kisah yang sangat luar biasa dan mengharukan dari pasangan dalam cerita love never fails.

Klik link ini : http://renungan-harian-kita.blogspot.com/2010/09/love-never-fails.html

Contoh ketiga. Seorang sahabat-pun juga dapat memberikan kasih yang walaupun. Penulis sangat yakin bahwa orang disekitar para pembaca ada orang yang akan memberikan kasih tersebut, walaupun tidak mempunyai hubungan darah dengan saudara. Walau mungkin ada beberapa orang yang tidak bertindak seperti itu. Bahkan Penulis pernah bertemu dengan seseorang yang Penulis tidak kenal, tetapi memberikan kasih agape. Suatu saat, ada seorang pengendara motor menolong Penulis, waktu motor Penulis mogok di tengah jalan. Dan pada saat kehabisan bensin, orang tersebut meniup lobang bensin motor saya (percaya ga percaya setelah itu motornya hidup) dan akhirnya Penulis sampai SPBU dengan selamat. Bahkan orang tersebut tidak mau dibayar.

Kesimpulannya adalah tidak ada yang lebih besar atau lebih kecil dari keempat jenis kasih dalam bahasa Yunani, hanya saja kasih itu diungkapkan kepada seseorang dengan waktu, kondisi, jenis kelamin, usia dan pribadi yang berbeda!

B.6 Apabila kasih tidak ada urutannya, kenapa

dalam Yoh.3:16 Tuhan memberikan Agape?

Mari kita lihat dalam ayat yang terkenal, yaitu Yohanes 3:16.

ITB: Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

(7)

GNT: οὕτω γὰρ ἡγάπησεν ὁ Θεὸς τὸν κόσμον, ὥστε τὸν υἱὸν αὐτοῦ τὸν μονογενῆ ἔδωκεν, ἵνα πᾶς ὁ πιστεύων εἰς αὐτὸν μὴ ἀπόληται, ἀλλ᾿ ἔχῃ ζωὴν αἰώνιον.

Bahasa Yunani dari kata kasih dalam ayat diatas adalah êgapêsen yang merupakan kata kerja - dalam bentuk aorist active indicative - third person singular, kata ini berasal dari kata αγαπαω - 'AGAPAÔ', mengasihi. αγαπη – AGAPÊ.

Tuhan memberikan kasih agape dalam Yoh.3:16 untuk menunjukkan kasih yang tanpa perhitungan (unconditional love) kepada kita. Jadi, Kasih Allah yang tidak dimiliki oleh manusia adalah kasih yang diberikan oleh Allah, seperti Yoh.3:16. Sehingga,

fokusnya bukan di kata “kasih” tetapi pada kata “kasih Allah”. Fokusnya kepada siapa yang memberikan kasih tersebut, dan kata “kasih Allah” tidak boleh dipisahkan, karena apabila fokusnya di kata “kasih (agape)” maka manusia-pun mampu

memberikannya terhadap sesamanya.

Semahal-mahalnya sebuah gitar hanya jadi barang rongsokkan apabila tidak ada yang memainkannya. Begitu juga dengan pelajaran 4 jenis kasih ini, hanya akan menjadi teori, apabila kita tidak pernah menerapkannya kedalam kehidupan kita masing-masing.

Sumber

Wisdom of God

Lewis, C. S., “The Four Loves (Empat Macam Kasih)”, Bandung : Pionir Jaya, 2010 cet.1. E-Sword – The Sword of the LORD with an electronic edge

KBBI-Kamus Besar Bahasa Indonesia v1.1 http://christianity.about.com

http://alkitab.sabda.org/dictionary http://www.sarapanpagi.org

(8)

bibe kitab suci kristen protestan

bible kitab suci katolik

Kitab suci Katolik dan kitab suci Kristen Protestan memang ada perbedaan yang khas. Perbedaannya adalah pada jumlah kitabnya. Katolik punya 73 kitab sedangkan kristen protestan punya 66 kitab.

Dalam Katolik ada 46 kitab Perjanjian Lama, sedangkan dalam Kristen Protestan alkitabnya menggunakan kitab versi King James hanya 39 kitab Perjanjian Lama. Sedangkan kitab Perjanjian Baru jumlahnya sama yakni 27 kitab. Ada 7 kitab yang diakui oleh Gereja Katolik sebagai kitab suci, sedangkan Kristen Protestan tidak mengakui 7 kitab tersebut sebagai kitab suci. Tujuh kitab itu sering disebut “Deuterokanonika”.

Deuterokanonika berasal dari bahasa Yunani yang artinya “termasuk kanon kedua”, daftar yang kedua. Yang termasuk

deuterokanonika

adalah:

(9)

Kitab Makabe II Kitab Kebijaksanaan Kitab Putera Sirakh Kitab Baruch.

Sedangkan kitab Kejadian – Maleakhi disebut Protokanonika (kanon yang pertama) adalah sama-sama diakui oleh Katolik dan Kristen Protestan. Mengenai isi dan terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia juga sama tidak ada bedanya, demikian juga dengan Perjanjian Baru.

Sehingga untuk membedakan dari segi sampul/kulit luarnya, Kitab Suci Bible Katolik di sampulnya ditambahi tulisan Deuterokanonika, sering ditulis lengkap “Alkitab Deuterokanonika”, maksudnya Alkitab yang di dalamnya ada deuterokanonika.

Ilustrasi Kasih

Kasih Tak Terbatas

(10)

Saat itu pukul 11 siang hari. Ditunggunya satu jam ... dua jam ... lonceng tidak juga berbunyi hingga pukul 2 siang. "Akh, berarti kematianku sudah sangat dekat?" pikir si pemuda. Tapi lonceng tidak juga berdentang hingga pukul 5 sore. Lonceng itu memang bergerak sejak siang, namun ternyata bukan bunyi yang dikeluarkannya, melainkan tetesan darah !!! Di tengah-tengah lonceng besar tersebut, ternyata ada seorang wanita tua yang menjepit bola di dalam lonceng hingga tidak terdengar bunyinya. Saat lonceng tersebut dipukul, wanita ini menjepitkan dirinya di dalam lonceng besar itu. Wanita tua itu tak lain adalah ibu sang pemuda yang akan dihukum!!! Akhirnya, pemuda tersebut dibebaskan dari hukumannya karena lonceng tersebut tidak juga berbunyi, sesuai dengan peraturan yang ada. Begitu besarnya cinta Ibu itu terhadap anaknya, hingga dia rela mempertaruhkan nyawanya sendiri demi menyelamatkan anak yang dikasihinya. Ibu itu melambangkan Tuhan kita, Yesus Kristus yang telah rela membayar harga yang seharusnya menjadi tanggungan kita, dengan mati di kayu salib, agar kita diselamatkan. Seharusnya, kitalah yang sepatutnya digantung, kitalah yang sepatutnya disalib! Namun cinta Tuhan amat besar bagi kita, Cintanya tiada batasnya bagi kita anak-anak Nya.

Yohanes 3:16. "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Anak-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal? Yohanes 4:9. "Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Roma 8:39. "Atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Kasih anak sepanjang penggalah ... Kasih ibu sepanjang abad ... Kasih Tuhan sepanjang masa. (Anonim)

Ilustrasi Kesetiaan

Ayat bacaan: Amsal 20:6 ===================

“Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?”

“Dicari, cowok setia”. Demikian status salah seorang teman di sebuah situs jejaring. Sebegitu sulitnyakah mencari cowok setia? Dari komentar-komentar yang ada ternyata ia baru saja putus karena pasangannya ketahuan selingkuh. Jika kita melihat

(11)

semakin lama semakin sulit saja menemukan sosok manusia yang bisa setia, baik dalam hubungan, pekerjaan dan sebagainya, termasuk tentunya pada Tuhan. Ada banyak alasan yang bisa dijadikan dasar untuk melegalkan ketidaksetiaan itu. Membesar-besarkan kekurangan pasangan, mencari-cari kejelekan misalnya, sampai kepada menyalahkan pihak ketiga. “Bukan saya yang mulai, tapi dia yang menggoda duluan..” itu contoh alasan klasik yang menyalahkan pihak ketiga, padahal setiap manusia punya pilihan apakah mau untuk tetap setia atau menyambut godaan itu.

Mencari orang baik mungkin mudah, tapi mencari orang yang setia sama sulitnya dengan mencari jarum ditumpukan jerami. Jika ini kita alami hari-hari ini, hal yang sama sebenarnya sudah terjadi sejak dahulu kala. Salomo menuliskan hal ini dalam salah satu Amsalnya. “Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?” (Amsal 20:6). Mengaku teman itu mudah, namun menjadi sahabat yang setia baik dalam suka maupun duka susahnya minta ampun. Dari masa ke masa kita akan terus berhadapan dengan masalah ini, bahkan diantara kita sendiri pun mungkin sulit untuk setia. Padahal masalah kesetiaan ini merupakan salah satu kualitas utama yang diharapkan ada dalam diri orang percaya. Lihatlah apa pesan Paulus kepada Timotius. “…kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.” (1 Timotius 6:11). Sementara Salomo mengingatkan “Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya; lebih baik orang miskin dari pada seorang pembohong.” (Amsal 19:22).

Kepada Tuhan pun manusia seringkali sulit untuk setia. Sementara Tuhan memberikan kasih setiaNya yang begitu besar, untuk setia sedikit saja kita susah. Alasannya bisa bermacam-macam. Mulai dari merasa permintaan tidak didengarkan Tuhan, tidak kunjung lepas dari kesulitan, uang, jabatan bahkan jodoh. Tidak jarang kita melihat orang yang rela menyangkal imannya demi kekasih. Tuhan begitu mengasihi kita. Bahkan anakNya yang tunggal pun Dia berikan agar kita semua selamat. Kurang apa lagi? Kehadiran Yesus di dunia ini untuk menggenapkan kehendak Bapa pun sudah menunjukkan sesuatu yang seharusnya bisa kita teladani. Yesus membuktikan kesetiaanNya menanggung segala beban dosa kita sampai mati. Tanpa itu semua mustahil kita bisa menikmati hadirat Tuhan hari ini dan mendapat janji keselamatan setelah episode kehidupan di dunia ini. Kita mengaku sebagai anak Tuhan, tapi kita tidak kunjung bisa meneladaniNya. Disamping itu sering pula kita terus meminta perkara besar dalam doa-doa kita, sementara perkara kecil saja kita tidak bisa menunjukkan kesetiaan dan tanggung jawab. Apa yang dijanjikan Tuhan kepada orang setia sesungguhnya jauh lebih besar daripada berkat dalam kehidupan dunia yang sementara ini. “Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.” (Wahyu 2:10c). Ada mahkota kehidupan yang siap dikaruniakan kepada semua orang yang mau taat dan setia sampai mati.

Dalam perumpamaan tentang talenta kita sudah melihat bagaimana Tuhan memandang kesetiaan. Ketika kita diberi perkara kecil, kita harus sanggup mempertanggungjawabkan itu dan melakukannya dengan baik. Lihat apa kata Tuhan kepada hamba yang mampu setia kepada perkara kecil yang dipercayakan Tuhan. “Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” (Matius 25:21,23). Bagaimana reaksi Tuhan kepada orang yang tidak setia? Haruskah Tuhan mempercayakan sesuatu yang lebih besar kepada orang yang tidak sanggup bertanggungjawab dalam perkara kecil? Tentu tidak. “campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”(ay 30). Itu menjadi bagian dari orang yang tidak setia. Maka benarlah nasihat yang diberikan Lukas. “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara-perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara-perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.” (Lukas 16:10).

Mulailah setia dari perkara-perkara kecil. Ketika ada sesuatu yang dipercayakan Tuhan kepada kita, lakukanlah dengan benar dan dengan setia. Bersyukurlah senantiasa, meski apa yang ada saat ini mungkin kecil

(12)

terus setia. Dan semua itu berawal dari hal yang kecil. Tuhan akan melihat sejauh mana kita bisa dipercaya untuk sesuatu yang lebih besar lagi. Tidaklah sulit bagi Tuhan untuk memberkati kita, tapi kita dituntut untuk membuktikan dulu sejauh mana kita mampu setia kepadaNya. Disamping itu, saya pun percaya bahwa lewat hal-hal yang kecilpun Tuhan mampu memberkati kita secara luar biasa. Apapun yang ada pada kita saat ini, bersyukurlah untuk itu, dan lakukan sebaik-baiknya dengan kesetiaan dan kejujuran. Tuhan mampu memberkati itu menjadi luar biasa, dan mempercayakan kita untuk hal-hal yang lebih besar lagi pada waktunya.

SUKACITA MEMBUAT PERBEDAAN

Ilustrasi:

Suatu kali Joni mendapat hadiah undian berupa uang tunai sebesar Rp 200jt. Iapun segera pergi ke bank untuk mencairkannya dan mengecek apakah uang itu sudah masuk ke rekening. Benar saja, uang itu memang telah masuk ke rekeningnya.

Dalam perjalanan menuju kembali ke rumah, Joni yang membawa sepeda motor terus tersenyum sumringah. Di tengah perjalanan, tiba-tiba ban motornya bocor terkena pecahan beling. Biasanya jikalau mengalami hal ini, dia pasti akan bersungut-sungut, namun kali ini ia tetap bersukacita. Ia pun membawa motornya ke bengkel untuk diperbaiki.

Namun kemudian setelah melanjutkan perjalanan, dia terpaksa harus terjebak macet parah di sebuah persimpangan jalan. Dia baru bisa melaluinya setelah 30 menit menunggu. Biasanya dia akan menggerutu, namun dia tetap saja bersukacita.

Di sepanjang perjalanan, dia hanya memikirkan uangnya sehingga apapun yang dialami itu tidak mempengaruhi sukacitanya.

Demikian juga dengan kita, apapun yang kita hadapi dalam ini, dan seberat apapun pergumulan yg mungkin kita hadapi, bila kita tetap bersukacita, maka hal itu akan membuat perbedaan. Kita akan tetap mampu melewatinya.

Lantas apa yg membuat kita bisa bersukacita?

Sukacita karna kita tau Tuhan pasti pelihara kita, sukacita karna kita tau Tuhan pasti lindungi kita dan tolong kita dalam segala pergumulan.

Kasih dan kebaikan Tuhanlah yang senantiasa membuat kita bersukacita. Bukankah itu semua lebih indah daripada apapun?

Ilustrasi Damai Sejahtera

Pada suatu hari disebuah kerajaan..

(13)

"Lomba melukis yang berjudul 'damai sejahtera' , aku beri waktu 3hari. Yg terbaik akan aku beri hadiah" kata sang raja.

3 hari kemudian.. cuma 3 pelukis yg berhasil menyelesaikan gambar mereka dan memberikan pada sang raja. Lukisan 1 : ada sebuah danau biru yg bening dengan ikan2 yg banyak dan ditengah2 terdapat perahu kecil dan seorang yg sedang bersiul memancing dgn udara sepoi-sepoi dan langit biru yg cerah "Ini lah damai sejahtera" kata pelukis pertama.

Lukisan 2 : ada sebuah gunung yang hijau, udara khas yg sejuk dengan sawah-sawah.. matahari yg cerah, pohon yg rindang.. dan 2 orang sedang duduk dibawah pohon sambil tertawa bahagia. "Inilah damai sejahtera" kata pelukis ke2.

Lukisan 3 : sebuah laut yang luas berwarna hitam krn sedang terjadi badai, ditengah2 ada angin topan, langit yg gelap dengan sambaran petir dimana2. Sebuah batu karang yg diterjang ombak. langit hitam pekat bahkan terlihat abstrak krn warna yg dipakai hanya warna gelap.. tapi, terdapat 1 batu karang yg ada lubang, didalamnya terdapat seekor burung pipit sedang bersiul riang. "Inilah damai sejahtera" kata pelukis ke3. "Aku setuju dengan lukisan 3" kata Raja.

Damai sejahtera bukanlah dimana kita sedang dalam keadaan atau posisi nyaman2 saja tanpa masalah, itu namanya comfort zone.

Damai sejahtera adalah seseorang yg tetap bisa tersenyum ketika badai masalah datang menerpanya.

Ilustrasi Kesabaran

Di tempat saya bekerja tadi kebetulan ada yang sedang membersihkan gudang. Ada sebuah koran tua tergeletak, judulnya lumayan seram. “Cekcok, Suami Bunuh Istri”. Sebuah bentuk tekanan hidup dalam satu keluarga, dimana begitu besarnya tekanan menjadikan sang suami sulit mengendalikan emosinya. Bayangkan, hanya gara2 sedikit keributan akibat makanan kecil yang diperebutkan anak2 mereka, sang suami tega menendang istrinya dan menginjak tengkuknya hingga meninggal. Menyesal? itu kata klise yang sering kita dengar ketika semuanya sudah terlambat. Dan itu pula yang diungkapkan sang suami, tapi kata2 itu tidak akan pernah mengembalikan istrinya dalam keadaan hidup. Bayangkan, kejadian itu berlangsung didepan anak2nya. Bagaimana anak2 tersebut akan dihantui kejadian seperti itu sepanjang hidupnya. Semua hanya karena emosi, semua akibat beratnya tekanan hidup. Semua akibat tidak adanya pegangan.

Dalam rangka memberi petunjuk2 terakhir kepada Timotius, sebelum mereka berpisah untuk selamanya, Rasul Paulus memberi pesan agar Timotius tetap mampu menguasai diri dalam segala hal, dan tabah dalam

penderitaan. Kesabaran sangat penting dan dapat menghindarkan anda dari hal2 yang bisa merugikan orang lain bahkan diri sendiri. Anda harus mampu bersabar ketika menghadapi emosi orang lain, anda harus mampu bersabar menghadapi masalah, anda pun harus mampu menyabarkan diri anda sendiri ketika sedang emosi. Di hari2 ini dimana begitu banyak tekanan hidup, pesan Rasul Paulus menjadi sangat relevan. Dalam keadaan apapun, tetaplah sabar, dan tetaplah fokus melayani Tuhan. Ketika Tuhan Yesus menunjukkan tingkat kesabaran yang luar biasa, seperti itu pula kita harus berusaha, seperti yang diinginkan Tuhan. Dan itu semua tidak pernah sia2. Ada damai sejahtera menunggu anda.

(14)

Bacaan Alkitab : Amsal 16:21-32 Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota. (Amsal 15:32).

Seorang psikolog pernah mengadakan sebuah eksperimen dengan anak-anak berkaitan dengan penguasaan diri. Seorang anak akan ditinggal sendirian dalam sebuah ruangan dengan diberi sebuah lonceng dan manisan. Seberapa tahan anak tersebut dengan manisannya dalam kesendiriannya di dalam ruangan tersebut itulah yang akan dinilai. Ada anak yang tidak dapat bertahan lama dalam ruangan dan gelisah kemudian membunyikan lonceng sebagai tanda menyerah. Adapula yang bertahan sampai jangka waktu yang diberikan. Puluhan tahun kemudian dilakukan evaluasi pada obyek yang sama. Anak yang mampu menguasai dirinya berhasil dalam hidupnya, sementara yang cepat membunyikan lonceng menjadi preman yang merugikan masyarakat dan negara. Penguasaan diri adalah hal yang penting dalam kehidupan seseorang. Raja Daud tidak dapat menguasai hawa nafsunya, sehingga ia berbuat zinah dan akhirnya membunuh suami Batsyeba. Akibatnya, keluarganya pun mengalami masalah. Raja Daud adalah seorang yang luar biasa namun gagal penguasaan nasfu birahinya. Contoh lain adalah Yudas Iskariot. Ia termasuk dalam 12 murid Yesus dan mengikuti seluruh pelayananYesus. Seharusnya ia setia kepada Yesus. Akan tetapi apa yang terjadi? Kegagalan menguasai diri dan keserakahan harta membuai mata rohaninya buta. Padahal selama ini ia selalu mendengar pengajaran-pengajaran Yesus. Saya sangat percaya bahwa Firman Tuhan memiliki kuasa dalam kehidupan seseorang termasuk Yudas. Sayangnya, ia membiarkan dirinya dipikat dan diseret dengan keinginan dagingnya dan hidupnya berakhir dengan tragis. Banyak orang yang tidak berhasil dalam hidupnya meski memiliki IQ (tingkat intelegensia) tinggi, tetapi memliki EQ (tingkat penguasaan emosi) yang rendah. Apapun yang dibangun dengan susah payah akhirnya ambruk karena penguasaan diri yang lemah. Jika Anda memiliki penguasaan diri yang lemah, kini tiba saatnya untuk berlatih menguasai diri. Jangan pernah menyerah untuk melatihnya dan sejalan waktu akan tercipta karakter yang sabar.

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan pada masa perkembangan kemaksiatan yang diberantas tidak hanya yang dapat dilihat oleh mata saja tetapi juga yang berbentuk ideologis, lebih dulu menggunakan

Menurut Ryff (1989) psychological well-being adalah suatu kondisi seseorang yang bukan hanya bebas dari tekanan atau masalah- masalah mental saja, tetapi lebih dari itu yaitu

Probabilita bahwa seseorang pengguna jasa datang merupakan angka yang sangat kecil dan konstan untuk setiap interval. a) Probabilita bahwa 2 atau lebih pengguna jasa akan datang

Siswa diminta un- tuk untuk membandingkan dua dokumen atau lebih dari berbagai periode dan untuk menerangkan yang berubah dan yang tetap saja, untuk menilai kemajuan dan

Siswa diminta untuk untuk membandingkan dua dokumen atau lebih dari berbagai periode dan untuk menerangkan yang berubah dan yang tetap saja, untuk menilai

Toko Kopi Tuku hadir sebagai sebuah toko kopi yang tidak hanya menjual minuman kopi saja, tetapi juga menjual biji dan bubuk kopi eceran, serta makanan ringan untuk pendamping

Sedangkan, pada kelas eksperimen pembelajaran hampir sama pada kelas kontrol, hanya saja dalam pembelajaran matematika tersebut diberikan media pembelajaran interaktif berupa Aurora

Karena, menurut informan biaya transaksi sesama jasa bank, seperti jasa bank syariah lebih kecil dibandingkan bertransaksi dengan berbeda jasa bank seperti