• Tidak ada hasil yang ditemukan

Adaro Energy Tbk (ADRO IJ)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Adaro Energy Tbk (ADRO IJ)"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Please consider the rating criteria & important disclaimer Performa 3Q18: Bottom Line, Terpukul Beban Non-Rutin

Pada 3Q18, ADRO mencatatkan pendapatan sebesar USD1,0 miliar (+24,8% q-q, +18,8% y-y). Sementara, laba bersih pada 3Q18 tercatat USD117 juta (-3,0% q-q, -21,8%y-y). Secara kumulatif, pada 9M18, laba bersih ADRO mencapai USD313 juta atau 71,2% dari estimasi laba bersih 2018F versi kami dan 72,1% versi konsensus. Laba bersih tergerus oleh biaya transisi (beban operasional non-rutin) senilai USD77,7 juta, terkait akuisisi tambang Kestrel dari Rio Tinto.

Ulasan Operasional 3Q18: Produksi Memuaskan

Musim kemarau pada 3Q18 berkorelasi positif terhadap total produksi batu bara ADRO yang mencapai 14,9 juta ton (+13,8% q-q, 4,8% y-y). Secara kumulatif, pada 9M18 total produksi tercatat 38,9 juta ton, mencapai 69,4% dari target produksi ADRO full-year 2018. Stripping ratio 3Q18 tercatat sebesar 5,4x (vs. 4,9x pada 2Q18 dan 5,0x pada 3Q17). Total volume penjualan 3Q18 tercatat sebesar 15,4 juta ton, terdiri dari 11,4 juta ton penjualan ekspor dan 4,0 juta ton penjualan domestik.

Prospek Harga Batu Bara 4Q18: Berharap Histori Terulang

Kami mengamati histori dalam 8 tahun terakhir: musim dingin pada 4Q selalu menjadi peak season penguatan harga batu bara dunia. Hal itu didorong beberapa faktor klasik: 1) Defisit pasokan, akibat penurunan produksi; 2) Peningkatan permintaan bahan bakar oleh pembangkit listrik karena peningkatan konsumsi listrik penghangat ruangan di negara-negara Asia dan Eropa; 3) Penurunan pasokan listrik dari PLTA dan PLTG karena banyak air terjun yang membeku dan harga gas alam dunia yang saat ini dalam fase bullish. Kami optimis harga batu bara dunia masih terjaga di atas USD90/ton pada full-year 2018F.

Valuasi Cukup Menarik, Pertahankan Rekomendasi Beli

(2)

Source: Company Data, NHKS Research

Every 4Q is peak season for coal price (USD/Mt)

Source: Bloomberg, NHKS Research

Less rainy days is positive factor for coal production

Revenue breakdown in 9M18

Source: Company Data, NHKS Research

3Q18 coal production (Mt) increase of 13,8% q-q

Source: Company Data, NHKS Research

Performance Highlights

3Q18: Non-recurring cost hit net profit margin

Source: Company Data, NHKS Research

OB removal (Mbcm) & stripping ratio(x) rose in 3Q18

(3)
(4)

Global Coal Companies

PT Adaro Energy Tbk (ADRO) adalah perusahaan pertambangan unggul dan produsen batu bara terbesar kedua di Indonesia. Adaro Energy telah berkembang menjadi organisasi yang terintegrasi secara vertikal, dengan anak-anak perusahaan yang berpusat pada energi pertambangan, transportasi dengan kapal besar, pemuatan di kapal, pengerukan, jasa pelabuhan, pemasaran dan penghasil listrik. Perusahaan ini mengoperasikan pertambangan batu bara tunggal terbesar di Indonesia (di Kalimantan Selatan) dan bertujuan menjadi grup pertambangan dan energi besar di Asia Tenggara.

Secara garis besar, bisnis utama ADRO meliputi bisnis pertambangan batu bara, kontraktor jasa pertambangan, jasa logistik pertambangan, dan pembangkit listrik tenaga batu bara. Model bisnis ADRO yang terintegrasi vertikal telah terbukti kokoh dalam mengarungi siklus naik turun batu bara, dengan bisnis non pertambangan batu bara memberikan basis pendapatan yang solid untuk menjaga volatilitas batu bara. Kontribusi dari bisnis non pertambangan batu bara terhadap EBITDA ADRO terus meningkat dan hingga saat ini mencapai sekitar 20%.

Daya Saing ADRO di Pasar Batu Bara Global

Indonesia menduduki peringkat kelima negara penghasil batu bara terbesar di dunia. Pada 2017, Indonesia mampu memproduksi 461 juta ton batu bara dan mengekspor 364 juta ton batu bara. ADRO sebagai salah satu penghasil batu bara terbesar menargetkan total produksi sebesar 56 juta ton pada 2018. Memiliki aset dan penjualan terbesar di Indonesia dengan ROE dan

net profit margin cukup besar, yaitu sebesar 11,9% dan 12,1%, saham ADRO secara valuasi berada pada rasio P/E sebesar 8,2x dan P/BV sebesar 0,9x masih cukup menarik untuk diperdagangkan.

(5)

Multiple Valuation

Forward P/E band | Last 1 year

Source: NHKS research

Dynamic Forward P/E band | Last 1 year

Source: NHKS research

Rating and Target Price Update

Target Price Revision

Date Rating Target Price Last Price Consensus vs Last Price vs Consensus

05/30/2018 Buy 2,500 (Dec 2019) 1,830 2,613 +36.6% -4.3%

11/7/2018 Buy 1,970 (Dec 2019) 1,585 2,471 +24.3% -20.3%

Source: Bloomberg, NHKS research

Closing and Target Price

Source: NHKS research Analyst Coverage Rating

Source: Bloomberg

NH Korindo Sekuritas Indonesia (NHKS) stock ratings

1. Period: End of year target price

2. Rating system based on a stock’s absolute return from the date of publication

 Buy : Greater than +15%

 Hold : -15% to +15%

(6)

Summary of Financials

DISCLAIMER

This report and any electronic access hereto are restricted and intended only for the clients and related entity of PT NH Korindo Sekuritas Indonesia. This report is only for information and recipient use. It is not reproduced, copied, or made available for others. Under no circumstances is it considered as a selling offer or solicitation of securities buying. Any recommendation contained herein may not suitable for all investors. Although the information here is obtained from reliable sources, it accuracy and completeness cannot be guaranteed. PT NH Korindo Sekuritas Indonesia, its affiliated companies, respective employees, and agents disclaim any responsibility and liability for claims, proceedings, action, losses, expenses, damages, or costs filed against or suffered by any person as a result of acting pursuant to the contents hereof. Neither is PT NH Korindo Sekuritas Indonesia, its affiliated companies, employees, nor agents liable for errors, omissions, misstatements, negligence, inaccuracy arising herefrom.

Referensi

Dokumen terkait

Analisis energi dan analisis eksergi rinci pada instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Unit Bisnis Pembangkit Kamojang Unit PLTP Darajat Jawa Barat

Langkah penting dalam mengurangi emisi CO2 dari pembakaran batu bara adalah pengembangan dalam efisiensi termal dari pembangkit listrik tenaga uap.. Efisiensi

PLTKoS (Pembangkit Listrik Tenaga Kolam Surya) : Inovasi Teknologi dari Pemanfaatan Garam Air Laut sebagai Energi Alternatif Pengganti Bahan Bakar Berbahan Dasar Fosil dan Batu

Mengingat perusahaan ini mempunyai akses ke cadangan batu bara yang besar dan permintaan Indonesia untuk listrik makin naik, segmen bisnis pembangkit listrik diharapkan

Sekarang pemerintah berusaha meningkatkan pemakaian batu bara sebagai bahan bakar, terutama untuk meningkatkan pembangkit listrik tenaga uap, industri semen, dan peleburan

Proyek-proyek pembangkit tenaga listrik berbasis batu bara yang memenuhi kriteria berikut ini dapat memperoleh dukungan berupa jaminan-jaminan Bank Dunia, yaitu: (i) proyek

Tenaga listrik tenaga uap menggunakan berbagai macam bahan bakar terutama batu bara dan minyak bakar serta MFO untuk star up awal.Perbedaan PLTU dengan pembangkit listrik lain adalah

Pembangkit listrik tenaga uap, merupakan pembangkit yang menggunakan energi panas dari batu bara yang digunakan untuk memanaskan fluida hingga tekanan tertentu yang kemudian digunakan