ANALISIS PENERAPAN METODE PROJECT MANAGEMENT
PADA BAGIAN PERENCANAAN “ PT X “
Harry Indra *)
Program Studi Manajemen UNKRIS
Alamat: Kampus UNKRIS, Jatiwaringin Jakarta Timur [email protected]
Abstract:Along with the industrial competition nowaydays, an exact and strategic planning is highly required particulary for project. There are alot of tasks and activities within, which need to be broken down, in this term for its time line. Every success and failure is caused by raw palnning. The obyective of this research is to find efective time needed to complete a project. Method used are Critical Path Method (CPM) ,
Program Evaluation and Review Technique (PERT), andGantt Chart.
Kata kunci: Metode project, perencanaan
PENDAHULUAN
Di era globalisasi sekarang ini persaingan didunia industri kontruksi
semakin pesat dan mengikuti
perkembangan zaman karena
pertumbuhan dan perkembangan zaman yang semakin pesat. Hal ini dapat
memberikan kesempatan pada para
pengusaha dalam mengembangkan
perusahaan mereka masing-masing
sehingga perusahaan-perusahaan yang diberbagai bidang berlomba-lomba ingin menjadi yang terbaik bagi pelanggannya.
Untuk memenangkan persaingan
dibidang kontruksi para perusahaan
berusaha semaksimal mungkin
menyediakan pelayanan terbaik bagi pelanggannya. Kontruksi itu sendiri adalah suatu kegiatan membangun sarana
maupun prasarana yang meliputi
pembangunan gedung (building
construction), pembangunan prasarana sipil (Civil Engineer), dan instalasi mekanikal dan elektrikal (Trianto, 2011)
Jasa kontruksi mempunyai peranan
penting dan strategis jasa kontruksi
menghasilkan produk bisa berupa
bangunan atau bentuk fisik lainnya baik
yang berupa sarana maupun prasarana
yang berfungsi untuk mendukung
pertumbuhan dan perkembangan di berbagai bidang dan juga mendukung tumbuh dan berkembangnya berbagai barang dan jasa yang diperlukan dalam penyelenggaraan pekerjaan kontruksi.
Disaat sekarang ini jasa kontruksi juga merupakan bidang usaha yang
paling banyak diminati oleh para
masyarakat salah satunya adalah
kontruksi elektrikal dan mekanikal.Maka
dari itu kontruksi elektrikal dan
mekanikal menjadi kunci utama dalam suatu proyek pekerjaan sehingga jumlah perusahaan yang bergerak di bidang jasa
kontruksi semakin meningkat dan
persaingan semakin ketat. Proyek sebagai suatu usaha yang bersifat sementara untuk menghasilkan suatu produk atau layanan unik dan juga proyek memiliki jangka waktu tertentu, yang berarti
bahwa rangkaian aktivitas tersebut
Jurnal Manajemen Bisnis Krisnadwipayana Harry Indra
pada umumnya berjangka waktu pendek. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, terdapat suatu proses yang mengolah sumber daya proyek menjadi suatu hasil kegiatan yang berupa bangunan. Proses yang terjadi dalam rangkaian kegiatan tersebut tentunya melibatkan pihak-pihak yang terkait, baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Hubungan
antara pihak-pihak yang terlibat dalam suatu proyek dibedakan atas hubungan fungsional dan hubungan kerja. Dengan banyaknya pihak yang terlibat di dalam
proyek konstruksi maka potensi
terjadinya konflik sangat besar sehingga dapat dikatakan bahwa proyek konstruksi mengandung konflik yang cukup tinggi (Wulfram I Ervianto, 2005).
METODE
T-1 Deskriptif Perusahaan Cross Section Survey
T-2 Deskriptif Perusahaan Cross Section Survey
Sumber : Data diolah, 2015
Dasar penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif, dengan tujuan penelitian untuk evaluasi dan pengendalian proyek. Jenis data penelitian yaitu kuantitatif, dengan
menggunakan data yang dinyatakan dalam bentuk angka dan menggunakan time horizon yaitu cross sectional. Cross sectional adalah dimana data tersebut dikumpulkan dalam satu periode.
Operasianal Variabel Penelitian
No. Variabel Keterangan Indikator
1 Early Start Menujukkan saat paling awal suatu kegiatan dapat dimulai. ( Eddy Herjanto, 2008)
Metode PERT
2 Early Finish Menunjukkan saat paling awal selesainya suatu kegiatan.
( Eddy Herjanto, 2008)
Metode PERT
3 Latest Start Menunjukkan saat paling lambat suatu kegiatan harus dimulai. ( Eddy Herjanto, 2008)
Metode PERT
4 Latest finish Menunjukkan saat paling lambat
suatu kegiatan harus sudah
selesai.
( Eddy Herjanto, 2008)
Metode PERT
5 Jalur kritis digunakan dua proses two-pass,
terdiri atas forward pass dan backward pass. ES dan EF ditentukan selama forward pass, LS dan LF ditentukan selama backward pass. ES (earliest start) adalah waktu terdahulu suatu
kegiatan dapat dimulai, dengan asumsi semua pendahulu sudah selesai.
( Eddy Herjanto, 2008)
6 Slack waktu yang dimiliki oleh sebuah kegiatan untuk bisa diundur, tanpa
menyebabkan keterlambatan
proyek keseluruhan (Heizer dan Render, 2005).
Metode CPM
Sumber : Data diolah, 2015
HASIL DAN PEMBAHASAN
Jaringan kerja Activity On Node
Jaringan kerja adalah gambaran rencana yang memperlibatkan seluruh
aktivitas yang terdapat didalam proyek serta logika ketergantungan antara satu dengan lain.
.
Gambar Jaringan kerja Activity On Node CPM Sumber : Data diolah, 2015
Gantt Chart
Tujuan Diagram menurut Gantt Jay Heizer and Barry Render (2008) adalah
diagram gantt digunakan untuk
memonitor kemajuan pekerjaan,
Gambar Gantt Chart (Early and Late Times) CPM Sumber : Data diolah, 2015
Berdasarkan hasil data yang diolah, Gantt chart memiliki 3 warna. Dan ketiga warna tersebut yaitu : 1). Warna Merah
: Jika aktivitas – aktivitas yang ada di tabel di atas berada pada warna
merah maka aktivitas tersebut
menunjukkan bahwa aktivitas ini berada pada jalur kritis (Critical Path). 2). Warna Biru : Jika aktivitas – aktivitas yang ada di tabel di atas berada pada warna biru maka aktivitas tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ini bisa dilaksanakan dan diselesaikan lebih awal.
3). Warna Pink : jika aktivitas –
aktivitas yang ada di tabel di atas berada pada warna pink maka aktivitas tersebut menunjukkan bahwa waktu terakhir aktivitas ini paling lama bisa diselesaikan sesuai waktu yang ada didalam gantt kritis (Critical Path). Jika aktivitas yang berada pada jalur kritis (Critical Path) maka proses pengerjaannya tidak boleh tertunda karena apabila proses pengerjaannya tertunda maka
akan mengalami keterlambatan
proyek. Ketika aktivitas A ini
mengalami keterlambatan maka bisa saja menyebabkan proyek tersebut
mengalami keterlambatan secara
keseluruhan.
Aktivitas kegiatan B memiliki durasi selama 2 bulan. Aktivitas Kegiatan Bini berada pada warna merah yang berarti aktivitas ini berada pada jalur kritis (Critical Path). Jika aktivitas yang berada pada jalur kritis (Critical Path) maka proses pengerjaannya tidak boleh tertunda karena apabila proses pengerjaannya tertunda maka
akan mengalami keterlambatan
proyek.. Ketika aktivitas B ini
mengalami keterlambatan maka bisa saja menyebabkan proyek tersebut
mengalami keterlambatan secara
keseluruhan
Aktivitas kegiatan C memiliki durasi selama 2 bulan. Aktivitas Kegiatan C ini berada pada warna merah yang berarti aktivitas ini berada pada jalur kritis (Critical Path). Jika aktivitas yang berada pada jalur kritis (Critical Path) maka proses pengerjaannya tidak boleh tertunda karena apabila proses pengerjaannya tertunda maka
akan mengalami keterlambatan
proyek.Ketika aktivitas C ini
saja menyebabkan proyek tersebut
mengalami keterlambatan secara
keseluruhan.
Aktivitas kegiatan D memiliki durasi selama 2 bulan. Aktivitas kegiatan D ini berada pada warna biru. Aktivitas yang berada pada warna biru ini menunjukkan proses pengerjaanya bisa dimulai lebih awal pada waktu (time) 3 dan diselesaikan lebih cepat pada Critical Path waktu (time) 5. Dan aktivitas ini juga berada pada warna pink. Aktivitas yang berada pada warna pink menunjukkan proses pengerjaannya waktu terakhur bisa dimulai paling lama dimulai pada
waktu (time) 8 dan terakhir
diselesaikan pada waktu (time) 10. Aktivitas kegiatan E memiliki durasi
selama 5 bulan. Aktivitas Kegiatan E ini berada pada warna merah yang berarti aktivitas ini berada pada jalur kritis (Critical Path). Jika aktivitas yang berada pada jalur kritis (Critical Path) maka proses pengerjaannya tidak boleh tertunda karena apabila proses pengerjaannya tertunda maka
akan mengalami keterlambatan
proyek.Ketika aktivitas E ini
mengalami keterlambatan maka bisa saja menyebabkan proyek tersebut
mengalami keterlambatan secara
keseluruhan.
Aktivitas kegiatan F memiliki durasi selama 2 bulan. Aktivitas Kegiatan F ini berada pada warna merah yang berarti aktivitas ini berada pada jalur kritis (Critical Path). Jika aktivitas yang berada pada jalur kritis () maka proses pengerjaannya tidak boleh
tertunda karena apabila proses
pengerjaannya tertunda maka akan
mengalami keterlambatan proyek.
Ketika aktivitas F ini mengalami
keterlambatan maka bisa saja
menyebabkan proyek tersebut
mengalami keterlambatan secara
keseluruhan
Aktivitas kegiatan G memiliki durasi selama 16 bulan. Aktivitas kegiatan G ini berada pada warna biru. Aktivitas yang berada pada warna biru ini menunjukkan proses pengerjaanya bisa dimulai lebih awal pada waktu (time) 5 dan diselesaikan lebih cepat pada waktu (time) 21. Dan aktivitas ini juga berada pada warna pink. Aktivitas
yang berada pada warna pink
menunjukkan proses pengerjaannya waktu terakhir bisa dimulai paling lama pada waktu (time) 10 dan terakhir diselesaikan pada waktu (time) 26.
Aktivitas kegiatan H memiliki Critical Path durasi selama 15 bulan. Aktivitas kegiatan D ini berada pada warna biru. Aktivitas yang berada pada warna biru ini menunjukkan proses pengerjaanya bisa dimulai lebih awal pada waktu (time) 10 dan diselesaikan lebih cepat pada waktu (time) 25. Dan aktivitas ini juga berada pada warna pink. Aktivitas
yang berada pada warna pink
menunjukkan proses pengerjaannya waktu terakhir bisa dimulai paling lama pada waktu (time) 11 dan terakhir diselesaikan pada waktu (time) 26.
Aktivitas kegiatan I memiliki durasi selama 14 bulan. Aktivitas Kegiatan I ini berada pada warna merah yang berarti aktivitas ini berada pada jalur kritis (Critical Path). Jika aktivitas yang berada pada jalur kritis (Critical Path) maka proses pengerjaannya tidak bisa di tunda karena apabila di
tunda maka akan mengalami
keterlambatan proyek. Ketika aktivitas I ini mengalami keterlambatan maka
bisa saja menyebabkan proyek
tersebut mengalami keterlambatan
secara keseluruhan.
Jurnal Manajemen Bisnis Krisnadwipayana Harry Indra
yang berada pada jalur kritis (Critical Path) maka proses pengerjaannya tidak boleh tertunda karena apabila proses pengerjaannya tertunda maka
akan mengalami keterlambatan
proyek. Ketika aktivitas J ini
mengalami keterlambatan maka bisa saja menyebabkan proyek tersebut
mengalami keterlambatan secara
keseluruhan.
Aktivitas kegiatan K memiliki durasi selama 2 bulan. Aktivitas Kegiatan K ini berada pada warna merah yang berarti aktivitas ini berada pada jalur kritis (Critical Path). Jika aktivitas yang berada pada jalur kritis (Critical Path) maka proses pengerjaannya tidak boleh tertunda karena apabila proses pengerjaannya tertunda maka
akan mengalami keterlambatan
proyek. Ketika aktivitas K ini
mengalami keterlambatan maka bisa saja menyebabkan proyek tersebut
mengalami keterlambatan secara
keseluruhan.
Metode Program Evaluationand Review Tehnique (PERT)
Metode Program evaluation and
review tehnique (PERT) ini banyak digunakan untuk proyek penelitian dan
pengembangan yang berusaha
mengestimasikan unsur waktu
penyelesaian yang paling baik dan setiap
aktivitas PERT menghadapi situasi
dengan kadar ketidakpastian. PERT menggunakan tiga angka estimasi , yaitu
a ( optimistic duration time) m ( most likely time )
b ( pessimistic duration time )
Tiga estimasi waktu setiap aktivitas perusahaan dapat dilihat pada tabel dibawah ini, yaitu :
Tabel Aktivitas Program Evaluation And Review Tehnique
Kegiatan Optimistic
Sumber : Data Perusahaan
Dari data tabel diatas, berdasarkan hasil analisis yang dilakukan diketahui :
o Total penyelesaian pembangunan
proyek saluran udara tegangan tinggi pada perusahaan adalah selama 37,5983 = dibulatkan menjadi 38 bulan.
o Jalur kritis dari setiap aktivitas adalah kegiatan
Aktivitas A : Preparation work Aktivitas C : Soil investigation
( sondir & boring )
Aktivitas F : Delivery of
o Aktivitas yang memiliki slack adalah
Aktivitas B memiliki slack
selama 0,0317. Jadi aktivitas B memiliki waktu bebas atau
kelonggaran waktu selama
0,0317 untuk bisa diundur
tanpa menyebabkan
keterlambatan proyek apabila aktivitas B waktu bebas atau kelonggaran waktu melebihi
dari 0,0317 maka akan
menyebabkan keterlambatan
proyek secara keseluruhan.
Aktivitas D memiliki slack
selama 4,9117. Jadi aktivitas B memiliki waktu bebas atau
kelonggaran waktu selama
4,9117 untuk bisa diundur
tanpa menyebabkan
keterlambatan proyek apabila
aktivitas D waktu bebas atau kelonggaran waktu melebihi
dari 4,9117 maka akan
menyebabkan keterlambatan
proyek secara keseluruhan.
Aktivitas G memiliki slack
selama 4,8783. Jadi aktivitas B memiliki waktu bebas atau
kelonggaran waktu selama
4,8783 untuk bisa diundur
tanpa menyebabkan
keterlambatan proyek apabila aktivitas G waktu bebas atau kelonggaran waktu melebihi
dari 4,8783 maka akan
menyebabkan keterlambatan
proyek secara keseluruhan.
Aktivitas H memiliki slack
selama 0,8833. Jadi aktivitas B memiliki waktu bebas atau
kelonggaran waktu selama
0,8833 untuk bisa diundur
tanpa menyebabkan
keterlambatan proyek apabila aktivitas H waktu bebas atau kelonggaran waktu melebihi
dari 0,8833 maka akan
menyebabkan keterlambatan
proyek secara keseluruhan
Jadi hasil analisis dapat dilihat pada tabel dibawah ini, yaitu :
Project Management PERT Result
Finish Late Start
Late
Jurnal Manajemen Bisnis Krisnadwipayana Harry Indra
Jaringan kerja Activity On Node
Jaringan gambaran rencana yang memperlibatkan seluruh aktivitas yang terdapat didalam proyek serta logika ketergantungan antara satu dengan lain.
Gambar Jaringan kerja Activity On Node CPM Sumber : Data diolah, 2014
Gantt Chart
Tujuan Diagram menurut Gantt Jay Heizer and Barry Render (2008) adalah
diagram gantt digunakan untuk
memonitor kemajuan pekerjaan,
menujukkan pekerjaan yang mana yang berada pada jadwal dan yang mana berada di depan atau di belakang jadwal. Jadi dari gambar dibawah ini dapat kita lihat bahwa :
Gambar Gantt Chart (Early and Late Times) PERT Sumber : Data diolah, 2015
Berdasarkan hasil data yang diolah, Gantt chart memiliki 3 warna. Dan ketiga warna tersebut yaitu :
Warna Merah : Jika aktivitas –
aktivitas yang ada di tabel di atas berada pada warna merah maka
aktivitas tersebut menunjukkan
bahwa aktivitas ini berada pada jalur kritis (Critical Path ).
Warna Biru : Jika aktivitas –
aktivitas yang ada di tabel di atas berada pada warna biru maka
aktivitas tersebut menunjukkan
bahwa aktivitas ini bisa dilaksanakan dan diselesaikan lebih awal.
Warna Pink : jika aktivitas –
aktivitas yang ada di tabel di atas
berada pada warna pink maka
aktivitas tersebut menunjukkan
Jadi sesuai gambar diatas dapat diketahui bahwa :
Aktivitas kegiatan A memiliki durasi selama 3 bulan. Aktivitas Kegiatan A ini berada pada warna merah yang berarti aktivitas ini berada pada jalur kritis (Critical Path). Jika aktivitas yang berada pada jalur kritis (Critical Path) maka proses
pengerjaannya tidak boleh
tertunda karena apabila proses
pengerjaannya tertunda maka
akan mengalami keterlambatan proyek. Ketika aktivitas A ini mengalami keterlambatan maka bisa saja menyebabkan proyek tersebut
mengalami keterlambatan secara
keseluruhan.
Aktivitas kegiatan B memiliki durasi selama 2 bulan. Aktivitas kegiatan B ini berada pada warna biru. Aktivitas
yang berada pada warna biru
ini menunjukkan proses
pengerjaanya bisa dimulai lebih awal pada waktu (time) 3 dan diselesaikan lebih cepat pada waktu (time) 5. Dan aktivitas ini juga berada pada warna pink. Aktivitas
yang berada pada warna pink
menunjukkan proses pengerjaannya terakhir waktu aktivitas bisa dimulai paling lama dimulai pada waktu (time) 3 dan diselesaikan terakhir paling cepat pada waktu (time) 5. Aktivitas kegiatan C memiliki durasi
selama 2 bulan. Aktivitas Kegiatan C ini berada pada warna merah yang berarti aktivitas ini berada pada jalur kritis (Critical Path). Jika aktivitas
yang berada pada jalur kritis
(Critical Path) maka proses
pengerjaannya tidak boleh tertunda karena apabila proses pengerjaannya tertunda maka akan mengalami
keterlambatan proyek. Ketika
aktivitas C ini mengalami
keterlambatan maka bisa saja
menyebabkan proyek tersebut
mengalami keterlambatan secara
keseluruhan.
Aktivitas kegiatan D memiliki durasi selama 2 bulan. Aktivitas kegiatan D ini berada pada warna biru. Aktivitas yang berada pada warna biru ini menunjukkan proses pengerjaanya bisa dimulai lebih awal pada waktu (time) 3 dan diselesaikan lebih cepat pada waktu (time) 5. Dan aktivitas ini juga berada pada warna pink. Aktivitas yang berada pada warna
pink menunjukkan proses
pengerjaannya terakhir waktu
aktivitas bisa dimulai paling lama dimulai pada waktu (time) 8 dan diselesaikan terakhir paling cepat pada waktu (time) 10.
Aktivitas kegiatan E memiliki durasi selama 5 bulan. Aktivitas Kegiatan E ini berada pada warna merah yang berarti aktivitas ini berada pada jalur kritis (Critical Path). Jika aktivitas
yang berada pada jalur kritis
(Critical Path) maka proses
pengerjaannya tidak boleh tertunda karena apabila proses pengerjaannya tertunda maka akan mengalami
keterlambatan proyek. Ketika
aktivitas A ini mengalami
keterlambatan maka bisa saja
menyebabkan proyek tersebut
mengalami keterlambatan secara
keseluruhan.
Aktivitas kegiatan F memiliki durasi selama 2 bulan. Aktivitas Kegiatan F ini berada pada warna merah yang berarti aktivitas ini berada pada jalur kritis (Critical Path). Jika aktivitas
yang berada pada jalur kritis
(Critical Path) maka proses
pengerjaannya tidak boleh tertunda karena apabila proses pengerjaannya tertunda maka akan mengalami
keterlambatan proyek. Ketika
aktivitas A ini mengalami
keterlambatan maka bisa saja
Jurnal Manajemen Bisnis Krisnadwipayana Harry Indra
mengalami keterlambatan secara
keseluruhan.
Aktivitas kegiatan G memiliki durasi selama 16 bulan. Aktivitas kegiatan G ini berada pada warna biru. Aktivitas yang berada pada warna
biru ini menunjukkan proses
pengerjaanya bisa dimulai lebih awal pada waktu (time) 5 dan diselesaikan lebih cepat pada waktu (time) 21. Dan aktivitas ini juga berada pada warna pink. Aktivitas yang berada
pada warna pink menunjukkan
proses pengerjaannya terakhir waktu aktivitas bisa dimulai paling lama dimulai pada waktu (time) 10 dan diselesaikan terakhir paling cepat pada waktu (time) 26.
Aktivitas kegiatan H memiliki durasi selama 15 bulan. Aktivitas kegiatan H ini berada pada warna biru. Aktivitas yang berada pada warna
biru ini menunjukkan proses
pengerjaanya bisa dimulai lebih awal
pada waktu (time) 10 dan
diselesaikan lebih cepat pada waktu (time) 25. Dan aktivitas ini juga berada pada warna pink. Aktivitas
yang berada pada warna pink
menunjukkan proses pengerjaannya terakhir waktu aktivitas bisa dimulai paling lama dimulai pada waktu (time) 11 dan diselesaikan terakhir paling cepat pada waktu (time) 26. Aktivitas kegiatan I memiliki durasi
selama 14 bulan. Aktivitas Kegiatan I ini berada pada warna merah yang berarti aktivitas ini berada pada jalur kritis (CriticalPath). Jika aktivitas
yang berada pada jalur kritis
(Critical Path) maka proses
pengerjaannya tidak boleh tertunda karena apabila proses pengerjaannya tertunda maka akan mengalami
keterlambatan proyek. Ketika
aktivitas I ini mengalami
keterlambatan maka bisa saja
menyebabkan proyek tersebut
mengalami keterlambatan secara
keseluruhan.
Aktivitas kegiatan J memiliki durasi selama 10 bulan. Aktivitas Kegiatan J ini berada pada warna merah yang berarti aktivitas ini berada pada jalur kritis (Critical Path). Jika aktivitas
yang berada pada jalur kritis
(Critical Path) maka proses
pengerjaannya tidak boleh tertunda karena apabila proses pengerjaannya tertunda maka akan mengalami
keterlambatan proyek. Ketika
aktivitas J ini mengalami
keterlambatan maka bisa saja
menyebabkan proyek tersebut
mengalami keterlambatan secara
keseluruhan.
Aktivitas kegiatan K memiliki durasi selama 2 bulan. Aktivitas Kegiatan K ini berada pada warna merah yang berarti aktivitas ini berada pada jalur kritis (Critical Path). Jika aktivitas
yang berada pada jalur kritis
(Critical Path) maka proses
pengerjaannya tidak boleh tertunda karena apabila proses pengerjaannya tertunda maka akan mengalami
keterlambatan proyek. Ketika
aktivitas K ini mengalami
keterlambatan maka bisa saja
menyebabkan proyek tersebut
mengalami keterlambatan secara
keseluruhan.
KESIMPULAN DAN SARAN
Dalam menyelesaikan
pembangunan proyek perusahaan tidak menggunakan metode-metode khusus merencanakan waktu yang dibutuhkan.
Perusahaan mempunyai standart khusus
yang selalu diikuti dalam proses
proses pengerjaannya. Hasil analisis yang diperoleh yaitu dengan menggunakan metode CPM, PERT, dan Gantt Chart. Total waktu yang diperlukan dalam proyek pembangunan tersebut dapat dioptimalkan selama 38 bulan.
Karena metode yang selama ini dipakai perusahaan belum efektif dalam
menetapkan jadwal proyek, maka
perusahaan sebaiknya menggunakan
metode CPM, PERT, dan Gantt Chart
sebagai alat bantu untuk mengetahui kegiatan-kegiatan mana saja yang perlu dilakukan terlebih dahulu. Sehingga
perusahaan tidak akan mengalami
keterlambatan dalam proyek.
Pada pembangunan proyek
tersebut, perusahaan harusnya
memperhatikan jalur kritis yang ada, hal
ini bertujuan untuk menghindari
keterlambatan aktivitas yang dapat
menpengaruhi penyelesain proyek secara keseluruhan.
Bangun Wilson,2008. Intisari
Manajemen. Yang Menerbitkkan PT Refika Aditama: Bandung. Ervianto, Wulfram I,2007. Teori-Aplikasi
Manajemen (Proyek
Konstruksi).PT. ANDI, Yogyakarta.
Herjanto Eddy, 2008, Manajemen
Operasi. Penerbit Grasindo, Jakarta.
Rangkuty,F, 2004, Manajemen
Persediaan. Penerbit Rajawali Press, Jakarta.
Santoso, Budi, 2003,Manajemen Proyek. Penerbit Guna Widya, Jakarta. Sarjono,H, 2010, Aplikasi Riset Operasi.