• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PENERAPAN METODE PROJECT MANAGEMENT PADA BAGIAN PERENCANAAN “ PT X “

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ANALISIS PENERAPAN METODE PROJECT MANAGEMENT PADA BAGIAN PERENCANAAN “ PT X “"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PENERAPAN METODE PROJECT MANAGEMENT

PADA BAGIAN PERENCANAAN “ PT X “

Harry Indra *)

Program Studi Manajemen UNKRIS

Alamat: Kampus UNKRIS, Jatiwaringin Jakarta Timur [email protected]

Abstract:Along with the industrial competition nowaydays, an exact and strategic planning is highly required particulary for project. There are alot of tasks and activities within, which need to be broken down, in this term for its time line. Every success and failure is caused by raw palnning. The obyective of this research is to find efective time needed to complete a project. Method used are Critical Path Method (CPM) ,

Program Evaluation and Review Technique (PERT), andGantt Chart.

Kata kunci: Metode project, perencanaan

PENDAHULUAN

Di era globalisasi sekarang ini persaingan didunia industri kontruksi

semakin pesat dan mengikuti

perkembangan zaman karena

pertumbuhan dan perkembangan zaman yang semakin pesat. Hal ini dapat

memberikan kesempatan pada para

pengusaha dalam mengembangkan

perusahaan mereka masing-masing

sehingga perusahaan-perusahaan yang diberbagai bidang berlomba-lomba ingin menjadi yang terbaik bagi pelanggannya.

Untuk memenangkan persaingan

dibidang kontruksi para perusahaan

berusaha semaksimal mungkin

menyediakan pelayanan terbaik bagi pelanggannya. Kontruksi itu sendiri adalah suatu kegiatan membangun sarana

maupun prasarana yang meliputi

pembangunan gedung (building

construction), pembangunan prasarana sipil (Civil Engineer), dan instalasi mekanikal dan elektrikal (Trianto, 2011)

Jasa kontruksi mempunyai peranan

penting dan strategis jasa kontruksi

menghasilkan produk bisa berupa

bangunan atau bentuk fisik lainnya baik

yang berupa sarana maupun prasarana

yang berfungsi untuk mendukung

pertumbuhan dan perkembangan di berbagai bidang dan juga mendukung tumbuh dan berkembangnya berbagai barang dan jasa yang diperlukan dalam penyelenggaraan pekerjaan kontruksi.

Disaat sekarang ini jasa kontruksi juga merupakan bidang usaha yang

paling banyak diminati oleh para

masyarakat salah satunya adalah

kontruksi elektrikal dan mekanikal.Maka

dari itu kontruksi elektrikal dan

mekanikal menjadi kunci utama dalam suatu proyek pekerjaan sehingga jumlah perusahaan yang bergerak di bidang jasa

kontruksi semakin meningkat dan

persaingan semakin ketat. Proyek sebagai suatu usaha yang bersifat sementara untuk menghasilkan suatu produk atau layanan unik dan juga proyek memiliki jangka waktu tertentu, yang berarti

bahwa rangkaian aktivitas tersebut

(2)

Jurnal Manajemen Bisnis Krisnadwipayana Harry Indra

pada umumnya berjangka waktu pendek. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, terdapat suatu proses yang mengolah sumber daya proyek menjadi suatu hasil kegiatan yang berupa bangunan. Proses yang terjadi dalam rangkaian kegiatan tersebut tentunya melibatkan pihak-pihak yang terkait, baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Hubungan

antara pihak-pihak yang terlibat dalam suatu proyek dibedakan atas hubungan fungsional dan hubungan kerja. Dengan banyaknya pihak yang terlibat di dalam

proyek konstruksi maka potensi

terjadinya konflik sangat besar sehingga dapat dikatakan bahwa proyek konstruksi mengandung konflik yang cukup tinggi (Wulfram I Ervianto, 2005).

METODE

T-1 Deskriptif Perusahaan Cross Section Survey

T-2 Deskriptif Perusahaan Cross Section Survey

Sumber : Data diolah, 2015

Dasar penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif, dengan tujuan penelitian untuk evaluasi dan pengendalian proyek. Jenis data penelitian yaitu kuantitatif, dengan

menggunakan data yang dinyatakan dalam bentuk angka dan menggunakan time horizon yaitu cross sectional. Cross sectional adalah dimana data tersebut dikumpulkan dalam satu periode.

Operasianal Variabel Penelitian

No. Variabel Keterangan Indikator

1 Early Start Menujukkan saat paling awal suatu kegiatan dapat dimulai. ( Eddy Herjanto, 2008)

Metode PERT

2 Early Finish Menunjukkan saat paling awal selesainya suatu kegiatan.

( Eddy Herjanto, 2008)

Metode PERT

3 Latest Start Menunjukkan saat paling lambat suatu kegiatan harus dimulai. ( Eddy Herjanto, 2008)

Metode PERT

4 Latest finish Menunjukkan saat paling lambat

suatu kegiatan harus sudah

selesai.

( Eddy Herjanto, 2008)

Metode PERT

5 Jalur kritis digunakan dua proses two-pass,

terdiri atas forward pass dan backward pass. ES dan EF ditentukan selama forward pass, LS dan LF ditentukan selama backward pass. ES (earliest start) adalah waktu terdahulu suatu

(3)

kegiatan dapat dimulai, dengan asumsi semua pendahulu sudah selesai.

( Eddy Herjanto, 2008)

6 Slack waktu yang dimiliki oleh sebuah kegiatan untuk bisa diundur, tanpa

menyebabkan keterlambatan

proyek keseluruhan (Heizer dan Render, 2005).

Metode CPM

Sumber : Data diolah, 2015

HASIL DAN PEMBAHASAN

Jaringan kerja Activity On Node

Jaringan kerja adalah gambaran rencana yang memperlibatkan seluruh

aktivitas yang terdapat didalam proyek serta logika ketergantungan antara satu dengan lain.

.

Gambar Jaringan kerja Activity On Node CPM Sumber : Data diolah, 2015

Gantt Chart

Tujuan Diagram menurut Gantt Jay Heizer and Barry Render (2008) adalah

diagram gantt digunakan untuk

memonitor kemajuan pekerjaan,

(4)

Gambar Gantt Chart (Early and Late Times) CPM Sumber : Data diolah, 2015

Berdasarkan hasil data yang diolah, Gantt chart memiliki 3 warna. Dan ketiga warna tersebut yaitu : 1). Warna Merah

: Jika aktivitas – aktivitas yang ada di tabel di atas berada pada warna

merah maka aktivitas tersebut

menunjukkan bahwa aktivitas ini berada pada jalur kritis (Critical Path). 2). Warna Biru : Jika aktivitas – aktivitas yang ada di tabel di atas berada pada warna biru maka aktivitas tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ini bisa dilaksanakan dan diselesaikan lebih awal.

3). Warna Pink : jika aktivitas –

aktivitas yang ada di tabel di atas berada pada warna pink maka aktivitas tersebut menunjukkan bahwa waktu terakhir aktivitas ini paling lama bisa diselesaikan sesuai waktu yang ada didalam gantt kritis (Critical Path). Jika aktivitas yang berada pada jalur kritis (Critical Path) maka proses pengerjaannya tidak boleh tertunda karena apabila proses pengerjaannya tertunda maka

akan mengalami keterlambatan

proyek. Ketika aktivitas A ini

mengalami keterlambatan maka bisa saja menyebabkan proyek tersebut

mengalami keterlambatan secara

keseluruhan.

 Aktivitas kegiatan B memiliki durasi selama 2 bulan. Aktivitas Kegiatan Bini berada pada warna merah yang berarti aktivitas ini berada pada jalur kritis (Critical Path). Jika aktivitas yang berada pada jalur kritis (Critical Path) maka proses pengerjaannya tidak boleh tertunda karena apabila proses pengerjaannya tertunda maka

akan mengalami keterlambatan

proyek.. Ketika aktivitas B ini

mengalami keterlambatan maka bisa saja menyebabkan proyek tersebut

mengalami keterlambatan secara

keseluruhan

 Aktivitas kegiatan C memiliki durasi selama 2 bulan. Aktivitas Kegiatan C ini berada pada warna merah yang berarti aktivitas ini berada pada jalur kritis (Critical Path). Jika aktivitas yang berada pada jalur kritis (Critical Path) maka proses pengerjaannya tidak boleh tertunda karena apabila proses pengerjaannya tertunda maka

akan mengalami keterlambatan

proyek.Ketika aktivitas C ini

(5)

saja menyebabkan proyek tersebut

mengalami keterlambatan secara

keseluruhan.

 Aktivitas kegiatan D memiliki durasi selama 2 bulan. Aktivitas kegiatan D ini berada pada warna biru. Aktivitas yang berada pada warna biru ini menunjukkan proses pengerjaanya bisa dimulai lebih awal pada waktu (time) 3 dan diselesaikan lebih cepat pada Critical Path waktu (time) 5. Dan aktivitas ini juga berada pada warna pink. Aktivitas yang berada pada warna pink menunjukkan proses pengerjaannya waktu terakhur bisa dimulai paling lama dimulai pada

waktu (time) 8 dan terakhir

diselesaikan pada waktu (time) 10.  Aktivitas kegiatan E memiliki durasi

selama 5 bulan. Aktivitas Kegiatan E ini berada pada warna merah yang berarti aktivitas ini berada pada jalur kritis (Critical Path). Jika aktivitas yang berada pada jalur kritis (Critical Path) maka proses pengerjaannya tidak boleh tertunda karena apabila proses pengerjaannya tertunda maka

akan mengalami keterlambatan

proyek.Ketika aktivitas E ini

mengalami keterlambatan maka bisa saja menyebabkan proyek tersebut

mengalami keterlambatan secara

keseluruhan.

 Aktivitas kegiatan F memiliki durasi selama 2 bulan. Aktivitas Kegiatan F ini berada pada warna merah yang berarti aktivitas ini berada pada jalur kritis (Critical Path). Jika aktivitas yang berada pada jalur kritis () maka proses pengerjaannya tidak boleh

tertunda karena apabila proses

pengerjaannya tertunda maka akan

mengalami keterlambatan proyek.

Ketika aktivitas F ini mengalami

keterlambatan maka bisa saja

menyebabkan proyek tersebut

mengalami keterlambatan secara

keseluruhan

 Aktivitas kegiatan G memiliki durasi selama 16 bulan. Aktivitas kegiatan G ini berada pada warna biru. Aktivitas yang berada pada warna biru ini menunjukkan proses pengerjaanya bisa dimulai lebih awal pada waktu (time) 5 dan diselesaikan lebih cepat pada waktu (time) 21. Dan aktivitas ini juga berada pada warna pink. Aktivitas

yang berada pada warna pink

menunjukkan proses pengerjaannya waktu terakhir bisa dimulai paling lama pada waktu (time) 10 dan terakhir diselesaikan pada waktu (time) 26.

 Aktivitas kegiatan H memiliki Critical Path durasi selama 15 bulan. Aktivitas kegiatan D ini berada pada warna biru. Aktivitas yang berada pada warna biru ini menunjukkan proses pengerjaanya bisa dimulai lebih awal pada waktu (time) 10 dan diselesaikan lebih cepat pada waktu (time) 25. Dan aktivitas ini juga berada pada warna pink. Aktivitas

yang berada pada warna pink

menunjukkan proses pengerjaannya waktu terakhir bisa dimulai paling lama pada waktu (time) 11 dan terakhir diselesaikan pada waktu (time) 26.

 Aktivitas kegiatan I memiliki durasi selama 14 bulan. Aktivitas Kegiatan I ini berada pada warna merah yang berarti aktivitas ini berada pada jalur kritis (Critical Path). Jika aktivitas yang berada pada jalur kritis (Critical Path) maka proses pengerjaannya tidak bisa di tunda karena apabila di

tunda maka akan mengalami

keterlambatan proyek. Ketika aktivitas I ini mengalami keterlambatan maka

bisa saja menyebabkan proyek

tersebut mengalami keterlambatan

secara keseluruhan.

(6)

Jurnal Manajemen Bisnis Krisnadwipayana Harry Indra

yang berada pada jalur kritis (Critical Path) maka proses pengerjaannya tidak boleh tertunda karena apabila proses pengerjaannya tertunda maka

akan mengalami keterlambatan

proyek. Ketika aktivitas J ini

mengalami keterlambatan maka bisa saja menyebabkan proyek tersebut

mengalami keterlambatan secara

keseluruhan.

 Aktivitas kegiatan K memiliki durasi selama 2 bulan. Aktivitas Kegiatan K ini berada pada warna merah yang berarti aktivitas ini berada pada jalur kritis (Critical Path). Jika aktivitas yang berada pada jalur kritis (Critical Path) maka proses pengerjaannya tidak boleh tertunda karena apabila proses pengerjaannya tertunda maka

akan mengalami keterlambatan

proyek. Ketika aktivitas K ini

mengalami keterlambatan maka bisa saja menyebabkan proyek tersebut

mengalami keterlambatan secara

keseluruhan.

Metode Program Evaluationand Review Tehnique (PERT)

Metode Program evaluation and

review tehnique (PERT) ini banyak digunakan untuk proyek penelitian dan

pengembangan yang berusaha

mengestimasikan unsur waktu

penyelesaian yang paling baik dan setiap

aktivitas PERT menghadapi situasi

dengan kadar ketidakpastian. PERT menggunakan tiga angka estimasi , yaitu

 a ( optimistic duration time)  m ( most likely time )

 b ( pessimistic duration time )

Tiga estimasi waktu setiap aktivitas perusahaan dapat dilihat pada tabel dibawah ini, yaitu :

Tabel Aktivitas Program Evaluation And Review Tehnique

Kegiatan Optimistic

Sumber : Data Perusahaan

Dari data tabel diatas, berdasarkan hasil analisis yang dilakukan diketahui :

o Total penyelesaian pembangunan

proyek saluran udara tegangan tinggi pada perusahaan adalah selama 37,5983 = dibulatkan menjadi 38 bulan.

o Jalur kritis dari setiap aktivitas adalah kegiatan

 Aktivitas A : Preparation work  Aktivitas C : Soil investigation

( sondir & boring )

(7)

 Aktivitas F : Delivery of

o Aktivitas yang memiliki slack adalah

 Aktivitas B memiliki slack

selama 0,0317. Jadi aktivitas B memiliki waktu bebas atau

kelonggaran waktu selama

0,0317 untuk bisa diundur

tanpa menyebabkan

keterlambatan proyek apabila aktivitas B waktu bebas atau kelonggaran waktu melebihi

dari 0,0317 maka akan

menyebabkan keterlambatan

proyek secara keseluruhan.

 Aktivitas D memiliki slack

selama 4,9117. Jadi aktivitas B memiliki waktu bebas atau

kelonggaran waktu selama

4,9117 untuk bisa diundur

tanpa menyebabkan

keterlambatan proyek apabila

aktivitas D waktu bebas atau kelonggaran waktu melebihi

dari 4,9117 maka akan

menyebabkan keterlambatan

proyek secara keseluruhan.

 Aktivitas G memiliki slack

selama 4,8783. Jadi aktivitas B memiliki waktu bebas atau

kelonggaran waktu selama

4,8783 untuk bisa diundur

tanpa menyebabkan

keterlambatan proyek apabila aktivitas G waktu bebas atau kelonggaran waktu melebihi

dari 4,8783 maka akan

menyebabkan keterlambatan

proyek secara keseluruhan.

 Aktivitas H memiliki slack

selama 0,8833. Jadi aktivitas B memiliki waktu bebas atau

kelonggaran waktu selama

0,8833 untuk bisa diundur

tanpa menyebabkan

keterlambatan proyek apabila aktivitas H waktu bebas atau kelonggaran waktu melebihi

dari 0,8833 maka akan

menyebabkan keterlambatan

proyek secara keseluruhan

Jadi hasil analisis dapat dilihat pada tabel dibawah ini, yaitu :

Project Management PERT Result

Finish Late Start

Late

(8)

Jurnal Manajemen Bisnis Krisnadwipayana Harry Indra

Jaringan kerja Activity On Node

Jaringan gambaran rencana yang memperlibatkan seluruh aktivitas yang terdapat didalam proyek serta logika ketergantungan antara satu dengan lain.

Gambar Jaringan kerja Activity On Node CPM Sumber : Data diolah, 2014

Gantt Chart

Tujuan Diagram menurut Gantt Jay Heizer and Barry Render (2008) adalah

diagram gantt digunakan untuk

memonitor kemajuan pekerjaan,

menujukkan pekerjaan yang mana yang berada pada jadwal dan yang mana berada di depan atau di belakang jadwal. Jadi dari gambar dibawah ini dapat kita lihat bahwa :

Gambar Gantt Chart (Early and Late Times) PERT Sumber : Data diolah, 2015

Berdasarkan hasil data yang diolah, Gantt chart memiliki 3 warna. Dan ketiga warna tersebut yaitu :

 Warna Merah : Jika aktivitas –

aktivitas yang ada di tabel di atas berada pada warna merah maka

aktivitas tersebut menunjukkan

bahwa aktivitas ini berada pada jalur kritis (Critical Path ).

 Warna Biru : Jika aktivitas –

aktivitas yang ada di tabel di atas berada pada warna biru maka

aktivitas tersebut menunjukkan

bahwa aktivitas ini bisa dilaksanakan dan diselesaikan lebih awal.

 Warna Pink : jika aktivitas –

aktivitas yang ada di tabel di atas

berada pada warna pink maka

aktivitas tersebut menunjukkan

(9)

Jadi sesuai gambar diatas dapat diketahui bahwa :

 Aktivitas kegiatan A memiliki durasi selama 3 bulan. Aktivitas Kegiatan A ini berada pada warna merah yang berarti aktivitas ini berada pada jalur kritis (Critical Path). Jika aktivitas yang berada pada jalur kritis (Critical Path) maka proses

pengerjaannya tidak boleh

tertunda karena apabila proses

pengerjaannya tertunda maka

akan mengalami keterlambatan proyek. Ketika aktivitas A ini mengalami keterlambatan maka bisa saja menyebabkan proyek tersebut

mengalami keterlambatan secara

keseluruhan.

 Aktivitas kegiatan B memiliki durasi selama 2 bulan. Aktivitas kegiatan B ini berada pada warna biru. Aktivitas

yang berada pada warna biru

ini menunjukkan proses

pengerjaanya bisa dimulai lebih awal pada waktu (time) 3 dan diselesaikan lebih cepat pada waktu (time) 5. Dan aktivitas ini juga berada pada warna pink. Aktivitas

yang berada pada warna pink

menunjukkan proses pengerjaannya terakhir waktu aktivitas bisa dimulai paling lama dimulai pada waktu (time) 3 dan diselesaikan terakhir paling cepat pada waktu (time) 5.  Aktivitas kegiatan C memiliki durasi

selama 2 bulan. Aktivitas Kegiatan C ini berada pada warna merah yang berarti aktivitas ini berada pada jalur kritis (Critical Path). Jika aktivitas

yang berada pada jalur kritis

(Critical Path) maka proses

pengerjaannya tidak boleh tertunda karena apabila proses pengerjaannya tertunda maka akan mengalami

keterlambatan proyek. Ketika

aktivitas C ini mengalami

keterlambatan maka bisa saja

menyebabkan proyek tersebut

mengalami keterlambatan secara

keseluruhan.

 Aktivitas kegiatan D memiliki durasi selama 2 bulan. Aktivitas kegiatan D ini berada pada warna biru. Aktivitas yang berada pada warna biru ini menunjukkan proses pengerjaanya bisa dimulai lebih awal pada waktu (time) 3 dan diselesaikan lebih cepat pada waktu (time) 5. Dan aktivitas ini juga berada pada warna pink. Aktivitas yang berada pada warna

pink menunjukkan proses

pengerjaannya terakhir waktu

aktivitas bisa dimulai paling lama dimulai pada waktu (time) 8 dan diselesaikan terakhir paling cepat pada waktu (time) 10.

 Aktivitas kegiatan E memiliki durasi selama 5 bulan. Aktivitas Kegiatan E ini berada pada warna merah yang berarti aktivitas ini berada pada jalur kritis (Critical Path). Jika aktivitas

yang berada pada jalur kritis

(Critical Path) maka proses

pengerjaannya tidak boleh tertunda karena apabila proses pengerjaannya tertunda maka akan mengalami

keterlambatan proyek. Ketika

aktivitas A ini mengalami

keterlambatan maka bisa saja

menyebabkan proyek tersebut

mengalami keterlambatan secara

keseluruhan.

 Aktivitas kegiatan F memiliki durasi selama 2 bulan. Aktivitas Kegiatan F ini berada pada warna merah yang berarti aktivitas ini berada pada jalur kritis (Critical Path). Jika aktivitas

yang berada pada jalur kritis

(Critical Path) maka proses

pengerjaannya tidak boleh tertunda karena apabila proses pengerjaannya tertunda maka akan mengalami

keterlambatan proyek. Ketika

aktivitas A ini mengalami

keterlambatan maka bisa saja

(10)

Jurnal Manajemen Bisnis Krisnadwipayana Harry Indra

mengalami keterlambatan secara

keseluruhan.

 Aktivitas kegiatan G memiliki durasi selama 16 bulan. Aktivitas kegiatan G ini berada pada warna biru. Aktivitas yang berada pada warna

biru ini menunjukkan proses

pengerjaanya bisa dimulai lebih awal pada waktu (time) 5 dan diselesaikan lebih cepat pada waktu (time) 21. Dan aktivitas ini juga berada pada warna pink. Aktivitas yang berada

pada warna pink menunjukkan

proses pengerjaannya terakhir waktu aktivitas bisa dimulai paling lama dimulai pada waktu (time) 10 dan diselesaikan terakhir paling cepat pada waktu (time) 26.

 Aktivitas kegiatan H memiliki durasi selama 15 bulan. Aktivitas kegiatan H ini berada pada warna biru. Aktivitas yang berada pada warna

biru ini menunjukkan proses

pengerjaanya bisa dimulai lebih awal

pada waktu (time) 10 dan

diselesaikan lebih cepat pada waktu (time) 25. Dan aktivitas ini juga berada pada warna pink. Aktivitas

yang berada pada warna pink

menunjukkan proses pengerjaannya terakhir waktu aktivitas bisa dimulai paling lama dimulai pada waktu (time) 11 dan diselesaikan terakhir paling cepat pada waktu (time) 26.  Aktivitas kegiatan I memiliki durasi

selama 14 bulan. Aktivitas Kegiatan I ini berada pada warna merah yang berarti aktivitas ini berada pada jalur kritis (CriticalPath). Jika aktivitas

yang berada pada jalur kritis

(Critical Path) maka proses

pengerjaannya tidak boleh tertunda karena apabila proses pengerjaannya tertunda maka akan mengalami

keterlambatan proyek. Ketika

aktivitas I ini mengalami

keterlambatan maka bisa saja

menyebabkan proyek tersebut

mengalami keterlambatan secara

keseluruhan.

 Aktivitas kegiatan J memiliki durasi selama 10 bulan. Aktivitas Kegiatan J ini berada pada warna merah yang berarti aktivitas ini berada pada jalur kritis (Critical Path). Jika aktivitas

yang berada pada jalur kritis

(Critical Path) maka proses

pengerjaannya tidak boleh tertunda karena apabila proses pengerjaannya tertunda maka akan mengalami

keterlambatan proyek. Ketika

aktivitas J ini mengalami

keterlambatan maka bisa saja

menyebabkan proyek tersebut

mengalami keterlambatan secara

keseluruhan.

 Aktivitas kegiatan K memiliki durasi selama 2 bulan. Aktivitas Kegiatan K ini berada pada warna merah yang berarti aktivitas ini berada pada jalur kritis (Critical Path). Jika aktivitas

yang berada pada jalur kritis

(Critical Path) maka proses

pengerjaannya tidak boleh tertunda karena apabila proses pengerjaannya tertunda maka akan mengalami

keterlambatan proyek. Ketika

aktivitas K ini mengalami

keterlambatan maka bisa saja

menyebabkan proyek tersebut

mengalami keterlambatan secara

keseluruhan.

KESIMPULAN DAN SARAN

Dalam menyelesaikan

pembangunan proyek perusahaan tidak menggunakan metode-metode khusus merencanakan waktu yang dibutuhkan.

Perusahaan mempunyai standart khusus

yang selalu diikuti dalam proses

(11)

proses pengerjaannya. Hasil analisis yang diperoleh yaitu dengan menggunakan metode CPM, PERT, dan Gantt Chart. Total waktu yang diperlukan dalam proyek pembangunan tersebut dapat dioptimalkan selama 38 bulan.

Karena metode yang selama ini dipakai perusahaan belum efektif dalam

menetapkan jadwal proyek, maka

perusahaan sebaiknya menggunakan

metode CPM, PERT, dan Gantt Chart

sebagai alat bantu untuk mengetahui kegiatan-kegiatan mana saja yang perlu dilakukan terlebih dahulu. Sehingga

perusahaan tidak akan mengalami

keterlambatan dalam proyek.

Pada pembangunan proyek

tersebut, perusahaan harusnya

memperhatikan jalur kritis yang ada, hal

ini bertujuan untuk menghindari

keterlambatan aktivitas yang dapat

menpengaruhi penyelesain proyek secara keseluruhan.

Bangun Wilson,2008. Intisari

Manajemen. Yang Menerbitkkan PT Refika Aditama: Bandung. Ervianto, Wulfram I,2007. Teori-Aplikasi

Manajemen (Proyek

Konstruksi).PT. ANDI, Yogyakarta.

Herjanto Eddy, 2008, Manajemen

Operasi. Penerbit Grasindo, Jakarta.

Rangkuty,F, 2004, Manajemen

Persediaan. Penerbit Rajawali Press, Jakarta.

Santoso, Budi, 2003,Manajemen Proyek. Penerbit Guna Widya, Jakarta. Sarjono,H, 2010, Aplikasi Riset Operasi.

(12)

Gambar

Gambar Jaringan kerja Activity On Node CPM
Gambar Gantt Chart (Early and Late Times) CPM
Gambar Jaringan kerja Activity On Node CPM

Referensi

Dokumen terkait

patofisiologi antara lain: 1) Penurunan aliran darah serebral akut, seperti pada sinkop vasovagal, gangguan jantung, penyumbatan pembuluh darah paru dan obstruksi

Sludge yang tidak mengandung minyak akan dilairkan ke fat fit tank untuk dialirkan lagi ke kolam limbah sedangkan sludge yang masih mengandung minyak ini kemudian

Pada buku pedoman ini dijelaskan cara pengutipan berdasarkan format APA (American Psychological Association). Pada format APA, kutipan langsung ditulis dengan menyebutkan

Pembina dapat mengadakan tantangan bagi anak-anak supaya menerima Yesus Kristus dalam hati sebagai Tuhan dan mengakui bahwa tidak ada jalan lain untuk bisa bertemu

Memutar pemilihan sumber Tekan tombol [ SRC / ] pada panel depan atau kendali jarak jauh beberapa kali untuk memilih sumber putar yang

Motor memang dapat berputar hanya dengan daya DC, tapi tidak bisa diatur tanpa menggunakan driver , maka diperlukan suatu rangkaian driver yang berfungsi untuk

 Mendiskusikan bagaimana cara memperbaiki kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan saat melakukan gerak dasar dalam renang gaya bebas (latihan teknik

Dalam kurun waktu satu tahun mulai dari bulan April 2014 sampai dengan Maret 2015, spektrum klinis pasien ditinjau dari jenis kelamin, kelompok usia, hasil pemeriksaan NS1,