Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pairshare (TPS) Berbantuan Media Visual dalam Upaya Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V SDN 1 Jeruk Kecamatan Selo Kabupaten

23  Download (0)

Teks penuh

(1)

47 BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Setting dan Subjek Penelitian

3.1.1 Setting Penelitian a) Tempat

Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Jeruk yang beralamat di Desa Jeruk, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali.

b) Waktu

Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan selama 1 semester dan dilakukan secara bertahap yaitu sebagai berikut ini.

1. Tahap persiapan penelitian (bulan Februari-Maret 2015)

Tahap ini mencakup penyusunan judul, penyusunan proposal penelitian, penyusunan instrumen penelitian, permohonan izin serta survey di sekolah yang direncanakan sebagai tempat penelitian.

2. Tahap pelaksanaan penelitian (bulan Maret-April 2015)

Tahap ini mencakup kegiatan-kegiatan yang dilakukan di sekolah yang meliputi penelitian kelas, pengambilan data kuantitatif dan kualitatif.

3. Tahap pengolahan data dan penyusunan laporan penelitian (bulan April-Mei 2015)

Tahap ini mencakup pengelolaan data dan konsultasi yang diikuti penyusunan laporan serta persiapan ujian.

Dari rincian diatas maka dapat dibuat tabel sebagai berikut : Tabel 3.1

Jadwal Pelaksanaan PTK Kelas V SDN 1 Jeruk

No Tahapan Februari Maret April Mei

(2)

3.1.2 Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Jeruk Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali semester II tahun pelajaran 2014/2015 berjumlah sebanyak 30 siswa yang terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Kondisi ekonomi dari setiap siswa berbeda-beda, yang umumnya berasal dari kalangan menengah kebawah. Rata-rata pekerjaan orang tua siswa adalah sebagai seorang petani, namun ada juga yang bekerja sebagai bidan, peternak, dan PNS.

3.2 Jenis Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Menurut Suharsimi, dkk (2010) penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa suatu tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam suatu kelas secara bersama. Menurut Tampubolon (2014) bahwa PTK adalah penelitian yang dilakukan oleh pendidik/calon pendidik di dalam kelas secara kolaboratif/partisipatif untuk memperbaiki kinerja pendidik menyangkut kualitas proses pembelajaran, dan meningkatkan hasil belajar peserta didik, baik dari aspek akademik maupun nonakademik melalui tindakan reflekstif dalam bentuk siklus.

Penelitian ini berbasis kolaboratif, sehingga dalam pelaksanaannya penelitian dilakukan melalui kerja sama dengan guru wali kelas V SDN 1 Jeruk. Peneliti bekerjasama dengan guru untuk melakukan tindakan pembelajaran sesuai perencanaan tindakan yang dibuat.

3.3 Prosedur / Rencana Penelitian

(3)

Bagan 3.1 Langkah-langkah Penelitian Tindakan Kelas

Dalam pelaksanaannya penilitian secara rinci terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut:

a. Perencanaan tindakan

Tahap dalam menyusun rancangan ini, penelitian tindakan yang ideal sebetulnya dilakukan secara berpasangan antara pihak yang melakukan tindakan dan pihak yang mengamati proses jalanya tindakan. Istilah untuk cara ini adalah penelitian kolaborasi. Cara ini dikatakan ideal karena adanya upaya untuk mengurangi unsur subjektivitas pengamat serta mutu kecermatan yang dilakukan.

(4)

1) Melakukan penelitian awal yaitu observasi untuk mendapatkan data kemudian membuat identifikasi masalah dan merumuskan masalah serta menentukan alternatif pemecahan masalah.

2) Menganalisis materi pembelajaran IPA khususnya indikator pembelajaran. 3) Menyusun RPP sesuai dengan indikator yang ditetapkan dan skenario

pembelajaran yang sesuai dengan model TPS berbantuan media visual.

4) Menyiapkan peralatan penunjang serta sumber belajar yang dibutuhkan pada saat pembelajaran.

5) Menyusun alat evaluasi yang diperlukan dalam penelitian berupa tes tertulis, non tes dan lembar kerja siswa.

6) Menyiapkan lembar observasi untuk mengamati aktivitas siswa dan aktivitas guru dalam pembelajaran, serta menyiapkan lembar catatan lapangan.

a. Pelaksanaan tindakan

Pelaksanaan tindakan adalah implementasi atau penerapan isi rancangan di dalam kancah, yaitu mengenakan tindakan kelas (Arikunto, 2009:126). Berisi uraian tahapan-tahapan tindakan yang akan dilakukan oleh peneliti, observer, dan peserta didik dalam pembelajaran.

Pelaksanaan tindakan penelitian ini direncanakan dalam dua siklus. Siklus pertama dilaksanakan pembelajaran melalui metode TPS berbantuan media visual mengenai struktur bumi. Siklus kedua yaitu melaksanakan pembelajaran melalui metode TPS berbantuan media visual mengenai daur air dan kegiatan manusia yang mempengaruhinya.

Uraian dari tahapan pelaksanaan adalah sebagai berikut:

1) Guru melakukan kegiatan pembelajaran dengan menerapkan model TPS berbantuan media visual.

2) Langkah pembelajaran diawali dengan pengeksplorasian pengetahuan awal peserta didik mengenai materi yang akan disampaikan. Pada langkah ini, guru sebagai motivator membangun motivasi peserta didik.

(5)

dalam membangun motivasi peserta didik sekaligus memberikan penginderaan mengenai materi pembelajaran yang dilakukan.

4) Guru memberikan penjelasan sedikit tentang materi dengan bantuan media visual, kemudian memberikan pertanyaan kepada peserta didik berhubungan dengan materi yang disampaikan.

5) Guru membentuk kelompok untuk mengerjakan lembar diskusi secara berpasangan.

6) Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk melakukan diskusi berkaitan dengan masalah yang akan dihadapi.

7) Peserta didik membuat kesimpulan dari hasil pengamatannya berupa laporan hasil diskusi.

8) Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi yang telah dikerjakan bersama anggota kelompoknya.

9) Pada akhir pembelajaran, pembelajaran ditutup dengan menyimpulkan dan merespon kegiatan yang telah dialami dan diberi masukan oleh teman yang lainya. Tahap ini merupakan salah satu bentuk konfirmasi dalam pembelajaran. b. Pengamatan / Observasi

Observasi adalah kegiatan pengamatan (pengambilan data) untuk memotret seberapa jauh efek tindakan telah mencapai sasaran (Arikunto, 2009:127). Peneliti menggunakan lembar pengamatan aktivitas siswa, aktivitas guru, keaktifan siswa, serta lembar soal evaluasi dalam pengumpulan data-data di lapangan. Kegiatan observasi dilaksanakan secara kolaboratif dengan observer untuk mengamati aktivitas guru, aktivitas siswa, dan keaktifan siswa.

c. Refleksi

(6)

kegiatan: perencanaan ulang, tindakan ulang, dan pengamatan ulang sehingga permasalahan dapat teratasi.

Seusai melakukan pembelajaran, peneliti melakukan pengkajian terhadap proses pembelajaran yang sudah berlangsung, yaitu dengan membaca hasil observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, keaktifan siswa serta mengolah hasil belajar siswa. Kemudian mengaitkan dengan tujuan penelitian apakah sudah tercapai atau belum, apabila belum maka harus mengkaji kekurangan, dan membuat daftar permasalahan yang muncul dalam pembelajaran siklus yang telah dilaksanakan, selanjutnya membuat perencanaan tindak lanjut untuk siklus berikutnya sampai tercapai tujuan penelitian. Jika tujuan pada penelitian sudah tercapai maka peneliti dapat mengakhiri penelitian yang dilakukan dan menyimpulkan hasil yang diperoleh selama penelitian.

3.4 Siklus Penelitian

3.4.1 Perencanaan dalam siklus 1.3.1.1Siklus Pertama

a. Perencanaan tindakan

1) Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

2) Menyusun dan menyiapkan lembar observasi mengenai aktivitas siswa dan guru serta keaktifan siswa saat pelaksanaan pembelajaran.

3) Mempersiapkan sumber dan media pembelajaran berupa media visual melalui layar proyektor.

4) Menyiapkan lembar penilaian unjuk kerja.

5) Menyiapkan soal evaluasi yang diberikan di akhir siklus. b. Pelaksanaan tindakan

Pada tahap tindakan, guru melaksanakan kegiatan pembelajaran sebagaimana yang telah direncanakan sebelumnya, yaitu melalui langkah-langkah Think-Pair-Share sebagai berikut:

1) Guru melakukan apersepsi.

(7)

3) Guru menyampaikan pertanyaan mengenai meteri yang sudah disampaikan. 4) Siswa berpikir secara individual (Think).

5) Guru memberikan kesempatan kepada siswa beberapa menit untuk memikirkan jawaban dari permasalahan yang disampaikan guru.

6) Guru memberi masukan dan penguatan.

7) Siswa dibentuk kelompok secara berpasangan dalam sebangku atau teman terdekat (Pair).

8) Siswa mempelajari kembali materi.

9) Dengan diamati dan dibimbing guru setiap siswa mendiskusikan hasil pemikiran masing-masing dengan pasanganya.

10) Perwakilan kelompok menyampaikan hasil diskusi di depan kelas. 11) Pemberian penghargaan.

12) Menganalisis dan mengevaluasi hasil jawaban. 13) Guru melakukan refleksi pembelajaran.

14) Guru memberikan evaluasi.

15) Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya jika ada kesulitan pemahaman materi.

c. Observasi

1) Melakukan pengamatan aktivitas siswa dan aktivitas guru dalam menerapkan pembelajaran Think-Pair-Share berbantuan media visual pada pelajaran IPA. 2) Melakukan pengamatan keaktifan siswa dalam pembelajaran Think-Pair-Share

berbantuan media visual pada pelajaran IPA.

3) Melakukan pengamatan pengerjaan soal evaluasi pada siswa. d. Refleksi

Dalam hal ini dilakukan kegiatan sebagai berikut: 1) Mencatat hasil observasi.

2) Mengevaluasi proses dan hasil observasi pembelajaran yang dilakukan guru dan siswa pada siklus 1.

3) Mengkaji pelaksanaan dan efek tindakan pada pembelajaran pada siklus 1. 4) Membuat daftar permasalahan pada siklus I dan mengurangi resiko kesalahan

(8)

5) Merencanakan perencanaan tindak lanjut untuk siklus 2 berdasarkan kekurangan pada siklus 1.

1.3.1.2Siklus Kedua a. Perencanaan tindakan

1) Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

2) Menyusun dan menyiapkan lembar observasi mengenai aktivitas siswa dan guru serta keaktifan siswa saat pelaksanaan pembelajaran.

3) Mempersiapkan sumber dan media pembelajaran berupa media visual melalui layar proyektor.

4) Menyiapkan lembar penilaian unjuk kerja.

5) Menyiapkan soal evaluasi yang diberikan di akhir siklus. 6) Melakukan perbaikan dari hasil refleksi siklus pertama. b. Pelaksanaan tindakan.

1) Guru melakukan apersepsi.

2) Guru bersama siswa mempelajari materi malalui media visual dengan layar proyektor.

3) Guru menyampaikan pertanyaan mengenai meteri yang sudah disampaikan. 4) Siswa berpikir secara individual (Think).

5) Guru memberikan kesempatan kepada siswa beberapa menit untuk memikirkan jawaban dari permasalahan yang disampaikan guru.

6) Guru memberi masukan dan penguatan.

7) Siswa dibentuk kelompok secara berpasangan dalam sebangku atau teman terdekat (Pair).

8) Siswa mempelajari kembali materi.

9) Dengan diamati dan dibimbing guru setiap siswa mendiskusikan hasil pemikiran masing-masing dengan pasanganya.

10) Perwakilan kelompok menyampaikan hasil diskusi di depan kelas. 11) Pemberian penghargaan.

12) Menganalisis dan mengevaluasi hasil jawaban. 13) Guru melakukan refleksi pembelajaran.

(9)

15) Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya jika ada kesulitan pemahaman materi.

c. Observasi.

1) Melakukan pengamatan keaktifan siswa dalam pembelajaran Think-Pair-Share berbantuan media visual pada pelajaran IPA.

2) Melakukan pengamatan aktivitas guru dalam menerapkan pembelajaran Think-Pair-Share berbantuan media visual pada pelajaran IPA.

3) Melakukan pengamatan pengerjaan soal evaluasi pada siswa. d. Refleksi.

1) Mencatat hasil observasi.

2) Mengevaluasi proses dan hasil observasi pembelajaran yang dilakukan guru dan siswa pada siklus 2.

3) Mengkaji pelaksanaan dan efek tindakan pada pembelajaran pada siklus 2. 4) Menyusun laporan.

3.5 Variabel Penelitian

Variabel adalah objek penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian ( Arikunto, 2009: 96).

Berdasarkan kajian teori, maka dapat ditetapkan variabel-variabel penelitian. Dalam penelitian ini digunakan 2 variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat.

1.5.1 Variabel Bebas (x)

Variabel bebas pada penelitian tindakan kelas ini adalah proses pembelajaran menggunakan model Think-Pair-Share berbantuan media visual.

(10)

berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran.

1.5.2 Variabel Terikat (y)

Variabel terikat pada penelitian tindakan kelas ini adalah meningkatkan keaktifan dan hasil belajar pada pelajaran IPA.

Keaktifan siswa dalam belajar adalah kegiatan yang bersifat fisik maupun non fisik siswa dalam berpartisipasi aktif selama proses belajar mengajar untuk mendapatkan hasil yang baik dan maksimal sehingga dapat menciptakan suasana kelas menjadi kondusif selama kegiatan pembelajaran. Sedangkan hasil belajar adalah hasil dan kemampuan yang dicapai siswa setelah mengikuti proses pembelajaran berupa seperangkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan dasar yang berguna bagi siswa untuk mencapai tujuan pendidikan.

IPA didefinisikan sebagai sekumpulan pengetahuan tentang objek dan fenomena alam yang diperolehdari hasil pemikiran dan penyelidikan ilmuwan yang dilakukan dengan keterampilan bereksperimen dengan menggunakan metode ilmiah.

3.6 Analisis Data dan Cara Pengumpulan Data 3.6.1 Sumber Data

a. Siswa

Sumber data siswa diperoleh dari hasil observasi yang diperoleh secara sistematik selama pelaksanaan siklus pertama dan siklus kedua serta hasil evaluasi.

b. Guru

Sumber data guru berasal dari lembar observasi dalam pembelajaran menggunakan model pembelajaran Think-Pair-Share berbantuan media visual. c. Dokumen

Sumber data dokumen berupa foto selama kegiatan pembelajaran. 3.6.1.1Jenis Data

(11)

Data kuantitatif diwujudkan dengan hasil belajar siswa kelas V yang diambil dengan cara memberikan soal tes tertulis dengan bentuk pilihan ganda ditiap siklus. Berikut ini adalah kisi-kisi soal evaluasi :

Tabel 3.2

Kisi-kisi Butir Soal IPA setelah Uji Validitas pada Siklus 1 dan 2

KISI-KISI SOAL SIKLUS 1

Standar

3. Mengetahui fungsi lapisan atmosfer

12, 14,

4. Menyebutkan 5 lapisan struktur atmosfer bumi beserta ciri-cirinya.

1, 5, 7, 8, 10, 11,

18, 20 KISI-KISI SOAL SIKLUS 2

7.4 3. Menyebutkan kegunaan

(12)

b. Data kualitatif

Data kualitatif diperoleh dari hasil observasi dengan lembar pengamatan keaktifan siswa dalam pembelajaran TPS berbantuan media visual. Kisi-kisi lembar pengamatan keaktifan siswa adalah sebagai berikut :

Tabel 3.3

Lembar Pengamatan Keaktifan Siswa

No Indikator Deskriptor Skor Penilaian

1 2 3 4 1 Turut serta

dalam

melaksanakan tugas belajarnya

1. Siswa datang tepat waktu dengan memasuki kelas sebelum pelajaran dimulai

2. Siswa mengikuti pembelajaran dari awal sampai akhir

3. Siswa menyiapkan buku pelajaran yang digunakan untuk belajar 4. Siswa memperhatikan penjelasan

dari guru mengenai materi yang dipelajari 2. Siswa terlibat secara emosional,

dan intelektual dalam pemecahan masalah

3. Siswa diberi pertanyaan oleh guru 4. Siswa terlibat dalam menyampaikan ide atau jawaban mengenai pertanyaan yang diberikan guru berkaitan dengan materi pembelajaran

3 Bertanya kepada siswa lain/guru kurang jelas kepada guru/siswa lain

2. Siswa bertanya sesuai dengan materi yang diajarkan

3. Siswa bertanya dengan percaya diri

4. Siswa bertanya dengan suara lantang

4 Berusaha mencari

1. Tidak menimbulkan kegaduhan ketika mencari informasi melalui buku ataupun media lainya

(13)

informasi yang diperoleh untuk pemecahan masalah

yang ditampilkan oleh guru. 3. Mencatat informasi yang penting

saat memperhatikan media

4. Mampu menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan media yang ditampilkan

5 Melaksanakan diskusi

kelompok

1. Siswa berkelompok secara berpasangan

2. Siswa bertukar ide/jawaban dalam berpasangan

3. Setiap pasangan mengerjakan dan menuliskan jawaban kelompok 4. Siswa berdiskusi sesuai waktu

yang ditentukan

1. Siswa berani maju ke depan kelas 2. Siswa menjelaskan jawaban hasil

diskusi

3. Siswa memberikan tanggapan terhadap hasil pekerjaan kelompok lain

4. Siswa merespon tanggapan yang muncul

1. Siswa mengerjakan lembar diskusi kelompok

2. Siswa mengerjakan tanpa kesulitan

3. Siswa mencari informasi materi untuk mengerjakan lembar diskusi

4. Siswa mencatat hasil diskusi 8 Menerapkan

2. Siswa mengerjakan soal secara mandiri

3. Siswa mulai mengerjakan soal sesuai waktu yang ditentukan guru

(14)

3.6.2 Teknik Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah metode tes dan metode non tes.

a. Metode Tes

Tes adalah himpunan pertanyaan yang harus dijawab, petanyaan-pertanyaan yang harus dipilih / ditanggapi, atau tugas-tugas yang harus dilakukan oleh peserta tes dengan tujuan untuk mengukur suatu aspek tertentu dari peserta tes (Poerwanti, 2008:4.3). Instrument ini digunakan untuk memperoleh data hasil belajar IPA pada siswa. Instrument ini bisa berupa tes pilihan ganda ataupun uraian yang mengukur pemahaman peserta didik terhadap materi berdasarkan indikator pemahaman yang telah ditentukan.

b. Metode non tes

Metode non tes ini penilaianya didasarkan pada dua metode yaitu metode observasi dan metode dokumentasi.

1) Observasi

Observasi menurut Suharsimi Arikunto (2010:199) meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap sesuatu objek dengan menggunakan seluruh alat indra. Teknik ini dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara teliti.

Metode observasi digunakan untuk mengadakan pengamatan secara langsung tentang jalannya penelitian ini, artinya peneliti sendiri harus mengamati secara langsung pada saat penelitian. Observasi yang dilakukan dalam penelitian ini dimaksudkan untuk menjaring data berupa aktivitas dan keaktifan siswa selama kegiatan belajar mengajar serta aktivitas guru dengan mengunakan model pembelajaran Think-Pair-Share berbantuan media visual.

2) Dokumentasi

(15)

3.7 Teknik Analisis Data

Teknik yang digunakan dalam penelitian ini berupa deskriptif kuantitatif dan kualitatif, dengan menekankan keberhasilan penelitian sesuai rumusan indikator keberhasilan.

a) Kuantitatif

Data ini untuk mengetahui hasil belajar pada mata pelajaran IPA yang dianalisis dengan cara menghitung rata-rata kelas dan persentase ketuntasan belajarnya. Poerwanti (2008: 6.3) menyebutkan bahwa cara pensekoran terhadap tes adalah sebagai berikut:

Keterangan:

B = Jumlah benar

N = Banyaknya butir soal (skor maksimal)

Hasil penghitungan skor tersebut dikonfirmasikan dengan tabel kriteria ketuntasan belajar siswa yang dikelompokkan dalam dua kategori, tuntas dan tidak tuntas, dengan kriteria sebagai berikut:

Tabel 3.4

KKM SDN 1 Jeruk pada Mapel IPA

Kriteria Ketuntasan Kualifikasi

≥ 65 Tuntas

< 65 Tidak Tuntas

Dengan demikian dapat ditentukan jumlah siswa yang tuntas dan tidak tuntas. Untuk menghitung nilai rata-rata hasil belajar siswa, menurut Sudjana (2009: 67) digunakan rumus sebagai berikut:

Keterangan:

(16)

xi = jumlah data

n = banyak data

Menurut Herrhyanto dan Hamid (2008:2.23) untuk mengetahui frekuensi dalam bentuk persentase ketuntasan klasikal menggunakan rumus sebagai berikut:

Keterangan:

% = persentase ketuntasan klasikal ft = frekuensi siswa tuntas KKM ∑f = jumlah frekuensi seluruhnya

b) Kualitatif

Data kualitatif berupa data hasil aktivitas siswa dan aktivitas guru dalam kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran Think-Pair-Share dengan bantuan media visual serta data hasil keaktifan siswa. Bentuk deskriptif kualitatif dipaparkan dalam kalimat yang dipisah-pisahkan menurut kategori dalam beberapa paragraf menurut kriteria agar diperoleh kesimpulan. Keaktifan belajar siswa diobservasi dengan lembar observasi keaktifan belajar siswa yang berisi indikator keaktifan yang harus dicapai siswa.

Menurut Herrhyanto dan Aqib (2008:5.3) dalam mengolah data skor dapat dilakukan langkah sebagai berikut:

1) Menentukan skor terendah 2) Menentukan skor tertinggi 3) Mencari median

4) Membagi rentan nilai menjadi 4 katagori yaitu sangat baik, baik, cukup dan kurang.

Setelah itu kita dapat menghitung data skor dengan cara sebagai berikut : R = skor terendah

T = skor tertinggi

(17)

Letak Q2 = ( n+1 ) untuk data ganjil atau genap

Untuk data ganjil letak Q1 = ( n +1 ) dan letak Q3 = ( n +1 ) Untuk data genap letak Q1= ( n +2 ) dan letak Q3 = (3n +2 ) Untuk data genap atau untuk data ganjil Q4 = kuartil keempat = T

Tabel 3.5

Kriteria Ketuntasan Data Kualitatif

Kriteria Ketuntasan Kategori Kualifikasi Q3 ≤ skor ≤ T Sangat Baik (A) Tuntas

Q2 ≤ skor < Q3 Baik (B) Tuntas

Q1 ≤ skor < Q2 Cukup (C) Tidak Tuntas R ≤ skor < Q1 Kurang (D) Tidak Tuntas

3.8 Uji Prasyarat 3.8.1 Uji Validitas

Menurut Hasan (2006:15) untuk memenuhi kriteria sebuah penelitian yang dianggap sebagai penelitian ilmiah, kecermatan pengukuran sangat diperlukan. Ada dua syarat utama yang harus dipenuhi oleh alat ukur untuk memperoleh suatu pengukuran yang cermat yaitu validitas dan releabilitas. Pada uji validitas ini dilakukan dengan bantuan dari program SPSS 16.0.

(18)

Keterangan :

: koefisien korelasi pearson x : variabel terpengaruh y : variabel tindakan n : jumlah data

Kriteria validitas instrumen menurut Azwar (2009:15) menyatakan bahwa semua item yang mencapai koefisien korelasi minimal 0,30 daya pembedanya dianggap. Jadi jika nilai koefisien korelasinya diatas 0,30 maka item tersebut dinyatakan valid.

3.8.1.1Hasil Uji Validitas Siklus 1

Instrumen tes diuji cobakan pada responden yaitu siswa kelas 6 SD Negeri 1 Tarubatang Kecamatan Selo yang berjumlah 38 orang. Instrumen tes yang akan diuji terdiri dari 25 item soal yang berbentuk pilihan ganda.

(19)

Tabel 3.6

Analisis Hasil SPSS Siklus 1

No.Item Nilai r

3.8.1.2Hasil Uji Validitas Siklus 2

Instrumen tes diuji cobakan pada responden yaitu siswa kelas 6 SD Negeri 1 Tarubatang Kecamatan Selo yang berjumlah 38 orang. Instrumen tes yang akan diuji terdiri dari 25 item soal yang berbentuk pilihan ganda.

(20)

yang valid tersebut item soal 25 mendapatkan nilai r paling rendah, sehingga yang digunakan hanya 20 item soal. Berikut hasil data tersebut :

Tabel 3.7

Analisis Hasil SPSS Siklus 2

No.Item Nilai r hitung Nilai r tabel (n=38) Keterangan

soal1 .468

0,30

Valid

soal2 .644 Valid

soal3 .631 Valid

soal4 .347 Valid

soal5 .476 Valid

soal6 -.130 Tidak Valid

soal7 .443 Valid

soal8 .631 Valid

soal9 .582 Valid

soal10 .650 Valid

soal11 .432 Valid

soal12 .646 Valid

soal13 .157 Tidak Valid

soal14 .671 Valid

soal15 .678 Valid

soal16 .650 Valid

soal17 .582 Valid

soal18 -.047 Tidak Valid

soal19 .542 Valid

soal20 -.093 Tidak Valid

soal21 .556 Valid

soal22 .692 Valid

soal23 .443 Valid

soal24 .383 Valid

soal25 .311 Valid

3.8.2 Uji Reliabilitas

(21)

Reliabilitas instrumen dimaksudkan untuk mengetahui tingkat keajegan instrumen dari dari variabel yang hendak di ukur. Pengukuran dalam reliabilitas instrumen dalam penelitian ini digunakan yang berdasarkan pendapat George dan Mallery dalam Azwar (2009: 29) sebagai berikut:

α ≤ 0,7 : tidak dapat diterima 0,7 < α ≤ 0,8 : dapat diterima 0,8 < α ≤ 0,9 : reliabilitas bagus α > 0,9 : reliabilitas memuaskan 3.8.2.1Hasil Uji Reliabilitas Siklus 1 dan Siklus 2

Hasil uji reliabilitas dilakukan dengan bantuan SPSS 16.0, pada siklus 1 diperoleh α sebesar 0,859 hal ini menyatakan bahwa tingkat reliabilitasnya bagus, sedangkan pada siklus 2 diperoleh α sebesar 0,881 dengan tingkat reliabilitas bagus.

3.8.3 Uji Taraf Kesukaran Soal

Asumsi yang digunakan untuk memperoleh soal yang baik, disamping melalui uji validitas dan reliabilitas adalah adanya keseimbangan yang digunakan dalam soal tersebut. Keseimbangan yang dimaksud adalah adanya soal yang masuk kedalam kategori soal mudah, soal sedang dan soal sukar. Persoalan yang penting dalam melakuakn analisi tingkat kesukaran soal adalah penetuan proporsi dan kriteria soal yang termasuk mudah, sedang dan sukar (Sudjana, 2011:137). Untuk menentukan indeks kesukaran digunakan rumus sebagai berikut.

I =

Keterangan:

I = Indeks kesulitan untuk setiap butir soal

B = Banyaknya siswa yang menjawab benar setiap butir soal N = Jumlah siswa

Kriteria indeks kesulitan soal dibagi menjadi 3 kategori yaitu soal sukar, soal sedang, dan soal mudah. Kriterianya adalah sebagai berikut:

(22)

I = 0,71 – 1,00 = soal kategori mudah

Soal evaluasi yang sudah di validitas pada siklus 1 dan siklus 2 kemudian soal tersebut ditentukan taraf kesukaranya. Uji taraf kesukaran dilaksanakan pada siswa kelas 6 SD Negeri 1 Tarubatang Kecamatan Selo yang berjumlah 38 orang. Instrumen tes yang akan diuji terdiri dari 20 item soal yang berbentuk pilihan ganda. Berikut hasil data tersebut :

Tabel 3.8

Taraf Kesukaran Soal Siklus 1

Indikator Kesukaran No. Item Jumlah Item

Mudah 3, 4, 6, 7, 9, 11, 14, 19 8

Sedang 1, 2, 5, 8, 12, 13, 15, 16, 17, 18

10

Sukar 10, 20 2

Total 20

Berdasarkan tabel 3.8 dari 20 soal item yang memiliki indeks kesukaran kategori mudah ada 8 pada item nomor 3, 4, 6, 7, 9, 11, 14, 19. Item yang memiliki indeks kesukaran kategori sedang ada 10 pada item nomor 1, 2, 5, 8, 12, 13, 15, 16, 17, 18. Dan item yang memiliki indeks kesukaran kategori sukar ada 2 pada item nomor 19 dan 20.

Tabel 3.9

Taraf Kesukaran Soal Siklus 2

Indikator Kesukaran No. Item Jumlah Item

Mudah 1,3, 5, 7, 9, 14, 20 7

Sedang 2, 4, 8, 10, 11, 12, 13, 15, 16, 17, 18

11

Sukar 6, 19 2

Total 20

(23)

16, 17, 18. Dan item yang memiliki indeks kesukaran kategori sukar ada 2 pada item nomor 6 dan 19.

3.9 Indikator Keberhasilan

Model pembelajaran Think-Pair-Share berbantuan mediaa visual dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar pada pelajaran IPA kelas V SDN 1 Jeruk dengan indikator sebagai berikut:

a. Persentase keaktifan siswa dalam pembelajaran IPA menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share berbantuan media visual dapat ≥ 75%.

Figur

Tabel 3.1 Jadwal Pelaksanaan PTK Kelas V SDN 1 Jeruk

Tabel 3.1

Jadwal Pelaksanaan PTK Kelas V SDN 1 Jeruk p.1
Tabel 3.2

Tabel 3.2

p.11
Tabel 3.3 Lembar Pengamatan Keaktifan Siswa

Tabel 3.3

Lembar Pengamatan Keaktifan Siswa p.12
Tabel 3.4 KKM SDN 1 Jeruk pada Mapel IPA

Tabel 3.4

KKM SDN 1 Jeruk pada Mapel IPA p.15
Tabel 3.5 Kriteria Ketuntasan Data Kualitatif

Tabel 3.5

Kriteria Ketuntasan Data Kualitatif p.17
Tabel 3.6 Analisis Hasil SPSS Siklus 1

Tabel 3.6

Analisis Hasil SPSS Siklus 1 p.19
Tabel 3.7

Tabel 3.7

p.20
Tabel 3.8 Taraf Kesukaran Soal Siklus 1

Tabel 3.8

Taraf Kesukaran Soal Siklus 1 p.22

Referensi

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di