• Tidak ada hasil yang ditemukan

SOP test alergi dan pemfis imun keshatan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "SOP test alergi dan pemfis imun keshatan"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

1. DEFINISI :

Skin tes adalah test alergi yang dilakukan kepada pasien terhadap obat yang diberikan (umumnya obat antibiotika) dengan cara memasukkan obat ke bawah jaringan kulit (in-trakutan).

2. TUJUAN :

Petunjuk kerja ini sebagai acuan dalam melakukan skin test sebelum pemberian obat secara parentaral ( injeksi ) atau untuk menghindari reaksi alergi pasien terhadap obat yang diberikan.

3. PROSEDUR

3.1. Tanggung jawab dan wewenang

3.2. Bagian akademik sebagai penanggung jawab pembelajaran

3.3. Koordinator mata ajaran KMB yang bertanggung jawab dalam pengelolaan ketercapaian prosedur pemeriksaan fisik dehidrasi ini

3.4. Pembimbing praktik pendidikan & lahan yang bertanggung jawab dalam membimbing , menilai ketercapaian pelaksanaan prosedur tindakan setiap peserta didik secara objektif baik di laboratorium maupun di lahan praktik.

POLITEKNIK KESEHATAN DEPKES BANDUNG Standard Operasional Prosedur

(2)

No Aspek yang dinilai

Skala

penilaian Keterangan Iya Tidak

A. Persiapan Alat dan Bahan 1. Baki

2. Obat yang akan diberikan 3. Aquabides

4. kapas alcohol (alcohol swabs) 5. Sarung tangan(handscoon) 6. Spuit 1 cc

7. Neddle

8. Alas kerja/perlak 9. Pulpen dan jam 10. Bengkok

B. Persiapan Lingkungan

1. Mengatur lingkungan klien

2. Jaga privacy klien dan ciptakan lingkungan yang aman dan nyaman

3. Memasang sampiran C. Persiapan Klien

1. Menjaga privacy klien dengan menutup sampiran

2. Atur posisi klien senyaman mungkin

D. Tahap Pra Interaksi

1. Verifikasi data sebelumnya (bila ada) 2. Mencuci tangan

POLITEKNIK KESEHATAN DEPKES BANDUNG Standard Operasional Prosedur

(3)

3. Dekatkan Alat E. Tahap Interaksi

1. Memberikan salam terapeutik

2. Menjelaskan tujuan dan prosedur pemeriksaan test alergi

3. Menanyakan persetujuan / kesiapan pasien 4. Melakukan kontrak dengan pasien

F. Tahap kerja

1. Perawat mencuci tangan 2. Tanyakan nama pasien

3. Beri etiket obat untuk mencegah kekeliruan (6 benar)

4. Dekatkan alat

5. Gunakan sarung tangan

6. Oplos obat, ambil 0,1 cc obat campur dengan aquabides dengan perbandingan (1:9)

7. Atur posisi

8. Pasang perlak, lakukan desinfeksi, biarkan mon-gering

9. Lakukan skin test (intra cutan) dengan posisi penyuntikan 15 derajat

10. Lingkari area penyuntikan dengan menggunakan pulpen dengan diameter 2,5 cm, beri jam pe-meriksaan hasil

11. Perawat membereskan alat 12. Perawat mencuci tangan

G. Tahap Terminasi

1. Lakukan evaluasi tindakan

2. Kontrak untuk kegiatan selanjutnya 3. Pamitan pada pasien

4. Bereskan alat 5. Cuci tangan

(4)

4. EVALUASI

Mengevaluasi respon klien terhadap pemeriksaan

5. DOKUMENTASI

5.1. Mencatat tanggal dan waktu pemeriksaan 5.2. Mencatat hasil pemeriksaan

6. PENGESAHAN

Disusun oleh:

Tim Mata Ajaran:

Tanggal:

Diperiksa oleh:

Unit Akademik:

Tanggal:

Disetujui dan disahkan oleh:

Ketua Pengelola:

Referensi

Dokumen terkait

Metode pelatihan yang relevan dan efektif untuk pasien simulasi sebagai alat evaluasi pelayanan KIE obat rintis alergi dari mahasiswa farmasi yaitu (1) pelatihan

Metode pelatihan yang relevan dan efektif untuk pasien simulasi sebagai alat evaluasi pelayanan KIE obat rintis alergi dari mahasiswa farmasi yaitu (1) pelatihan

Penyebab eritroderma dibagi menjadi 3 golongan yaitu akibat alergi obat secara sistemik, akibat perluasan penyakit kulit, dan akibat penyakit sistemik

Provokasi secara DBPCFC sebaiknya dilakukan pada pasien yang sangat mungkin alergi terhadap makanan tersebut seperti pada telur, susu dan kacang ,dengan uji kulit positif dan

Sebanyak 85 pasien dengan diagnosis klinis DKA yang datang ke Poliklinik Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin (IKKK) Divisi Alergi Imunologi RSUPMH Palembang selama periode

Simpulan e kstrak kulit manggis sebagai bagian dari pengobatan adjuvan tidak efektif pada pasien rinitis alergi menetap derajat sedang berat dalam meningkatkan

Reaksi hipersensitivitas terhadap obat harus dipikirkan pada pasien yang datang dengan gejala alergi yang umum seperti anafilaksis, urtikaria, asma, serum sickness-like symptoms, ruam

Provokasi secara DBPCFC sebaiknya dilakukan pada pasien yang sangat mungkin alergi terhadap makanan tersebut seperti pada telur, susu dan kacang ,dengan uji kulit positif dan