• Tidak ada hasil yang ditemukan

S IKOR 1001873 Chapter5

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "S IKOR 1001873 Chapter5"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

58

Khotibul Lutfi, 2014

HUBUNGAN ASUPAN GIZI DENGAN KEBUGARAN JASMANI PADA SISWA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA DI SMA NEGERI 1 SUKAGUMIWANG INDRAMAYU

Unipersitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

1. Gambaran asupan gizi siswa yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga di

SMAN 1 Sekagumiwang secara keseluruhan berada pada kategori defisit

berat selain itu proporsi makanannya tidak seimbang karena kurang

karbohidrat, kurang protein, dan lemak berlebih. Hal ini menunjukkan

bahwa asupan gizi siswa buruk.

2. Gambaran kebugaran jasmani siswa yang mengikuti ekstrakurikuler

olahraga di SMAN 1 Sukagumiwang dengan rincian lari cepat pada

kategori kurang, angkat tubuh pada kategori sedang, baring duduk pada

kategori baik, loncat tegak pada kategori sedang, lari jarak 1000m (Putri)

dan 1200m (Putra) berada pada kategori kurang. Secara keseluruhan tes

kebugaran jasmani siswa berada pada kategori sedang. Hal ini

menunjukkan bahwa kebugaran jasmani siswa sedang.

3. Hubungan antara asupan gizi dengan kebugaran jasmani pada siswa yang

mengikuti ekstrakurikuler olahraga di SMAN 1 Sukagumiwang yaitu

tidak terdapat hubungan.

B. Saran

1. Bagi Praktisi

a. Untuk siswa yang masih pada kategori defisit berat perlu ditingkatkan

lagi porsi makanan sehat yang berimbang dan pengetahuan gizinya.

b. Untuk pembina atau pelatih perlu adanya penambahan materi tentang

pengetahuan gizi pada saat kegiatan ekstrakurikuler olahraga agar

siswa dapat mengetahui keragaman dan manfaat zat gizi sehingga

siswa dapat memilih makanan yang dapat memenuhi kebutuhan

(2)

59

Khotibul Lutfi, 2014

HUBUNGAN ASUPAN GIZI DENGAN KEBUGARAN JASMANI PADA SISWA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA DI SMA NEGERI 1 SUKAGUMIWANG INDRAMAYU

Unipersitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

c. Perlu adanya pengetesan berkala agar siswa yang kebugaran

jasmaninya bisa terkontrol dengan baik misalnya pada kategori sedang

bisa dipertahankan kalau bisa ditingkatkan lagi agar menjadi baik,

sedangkan yang masih berada pada kategori kurang harus

memperhatikan kembali pola hidup sehat (makan, istirahat, olahraga)

siswanya karena dengan pola hidup sehat dapat menjaga kesehatan

atau dapat meningkatkan kebugaran jasmani.

2. Bagi Instansi

a. Untuk dinas kesehatan, mungkin perlu diadakannya seminar atau

promosi kesehatan ke setiap sekolah atau mungkin bisa melalui

program posiyandu agar orang tua siswa dapat memahami pentingnya

zat gizi bagi tubuh serta memberikan pengetahuan tentang pentingnya

kebugaran jasmani.

b. Untuk universitas yang memiliki jurusan/fakultas ilmu kesehatan

maupun olahraga seperti FPOK di UPI bandung khususnya di prodi

IKOR (Ilmu Keolahragaan) untuk lebih sering lagi mengadakan

seminar yang menyangkut gizi baik untuk olahragawan maupun

keluarga agar masyarakat dapat mengetahui atau mengaplikasikan

ilmu yang didapat pada kehidupan sehari-harinya.

c. Untuk sekolah, mungkin perlu diadakannya penyuluhan kepada

pedagang makanan yang ada di lingkungan sekolah agar menjual

makanan yang bergizi.

3. Bagi Keilmuan

Penelitian ini dapat dikembangkan lagi baik dalam asupan gizi

maupun kebugaran jasmaninya, bisa dengan cara menggunakan instrumen

Referensi

Dokumen terkait

Perbandingan Perilaku Sosial Antara Siswa Yang Mengikuti Ekstrakurikuler Cabang Olahraga Individu Beregu Dan Ekstrakurikuler Non Olahraga Di SMA Negeri 5 Cirebon..

Hubungan Antara Tingkat Frekuensi Kehadiran Mengikuti Latihan Futsal Dengan Tingkat Kebugaran Jasmani Di Maestro Futsal Academy. Universitas Pendidikan Indonesia |

Bagi pelatih atau pembina olahraga SMA Negeri 16 Bandung diharapkan untuk meningkatkan kebugaran jasmani pada atletnya yaitu dengan cara membuat program olahraga yang

PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA EKSTRAKURIKULER PASKIBRA DAN SISWA YANG TIDAK MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER APAPUN DI SMA NEGERI 3 PURWAKARTA Universitas

PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA EKSTRAKURIKULER PASKIBRA DAN SISWA YANG TIDAK MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER APAPUN DI SMA NEGERI 3 PURWAKARTA.. Universitas

PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA EKSTRAKURIKULER PASKIBRA DAN SISWA YANG TIDAK MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER APAPUN DI SMA NEGERI 3 PURWAKARTA Universitas

PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA EKSTRAKURIKULER PASKIBRA DAN SISWA YANG TIDAK MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER APAPUN DI SMA NEGERI 3 PURWAKARTA Universitas

Perbandingan Tingkat Kebugaran Jasmani Mahasiswa Melalui Jalur Masuk Sbmptn, Snmptn Dan Ujian Mandiri Sebelum Dan Setelah Mengikuti Perkuliahan Dua Semester.. Universitas