• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Kinerja Keuangan dengan Metode Rasio pada PT Bank Central Asia Tbk Periode 2006-2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Kinerja Keuangan dengan Metode Rasio pada PT Bank Central Asia Tbk Periode 2006-2015"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

2.1. Laporan Keuangan

2.1.1. Pengertian Laporan Keuangan

Laporan keuangan menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu. Bagi para analis, Laporan keuangan merupakan media yang paling penting untuk menilai prestasi dan kondisi ekonomis suatu perusahaan. Pada tahap pertama seorang analis tidak akan mampu melakukan pengamatan langsung ke suatu perusahaan. Dan seandainya dilakukan, ia pun tidak akan dapat mengetahui banyak tentang situasi perusahaan. Oleh karena itu yang paling penting adalah media laporan keuangan. Laporan keuangan inilah yang menjadi bahan sarana informasi bagi analis dalam proses pengambilan keputusan. Laporan keuangan dapat menggambarkan posisi keuangan perusahaan, hasil usaha perusahaan dalam suatu periode, dan arus dana (kas) perusahaan dalam periode tertentu.

Menurut Munawir (2004:2) pengertian laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat komunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas dari perusahaan tersebut.

(2)

Sedangkan menurut Standar Akuntansi Keuangan PSAK No. 1 (IAI:2004:04) Laporan keuangan merupakan laporan periodik yang disusun menurut prinsip-prinsip akuntansi yang diterima secara umum tentang status keuangan dari individu, asosiasi atau organisasi bisnis yang terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan.

2.1.2. Tujuan Laporan Keuangan

Salah satu tugas penting setelah akhir tahun adalah menganalisis laporan keuangan perusahaan. Analisis ini didasarkan pada laporan keuangan yang sudah disusun. Tujuan laporan keuangan menurut Bernstein (1983) adalah sebagai berikut:

1. Screening

Analisis ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui situasi dan kondisi perusahaan dari laporan keuangan tanpa pergi langsung ke lapangan.

2. Understanding

Memahami perusahaan, kondisi keuangan, dan hasil usahanya. 3. Forcasting

Analisis digunakan untuk meramalkan kondisi keuangan perusahaan di masa yang akan datang.

4. Diagnosis

(3)

5. Evaluation

Analisis dilakukan untuk menilai prestasi manajemen dalam mengelola perusahaan.

Disamping tujuan tersebut di atas, analisis laporan keuangan juga dapat digunakan untuk menilai kewajaran laporan keuangan yang disajikan. Dengan melakukan analisis laporan keuangan, maka informasi yang dibaca dari laporan keuangan akan menjadi lebih luas dan lebih dalam. Hubungan satu pos dengan pos lain akan dapat menjadi indikator tentang posisi dan prestasi keuangan perusahaan serta menunjukkan bukti kebenaran penyusunan laporan keuangan. 2.1.3. Jenis-jenis Laporan Keuangan

Menurut Rudianto (2012:17) Laporan Keuangan terdiri dari:

1. Laporan Laba Rugi Komprehensif (Statement of Comprehensif Income) yaitu laporan yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba selama suatu periode akuntansi atau satu tahun.

2. Laporan Perubahan Ekuitas (Statement of Changes in Equity) yaitu laporan yang menunjukkan perubahan hak residu atas asset perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban.

3. Laporan Posisi Keuangan (Statement of Financial Position) yaitu daftar yang menunjukkan posisi sumber daya yang dimiliki perusahaan, serta informasi dari mana sumber daya tersebut diperoleh.

(4)

5. Catatan atas Laporan Keuangan yaitu informasi tambahan yang harus diberikan menyangkut berbagai hal yang terkait secara langsung dengan laporan keuangan yang disajikan entitas tertentu seperti kebijakan akuntansi yang digunakan perusahaan, dan berbagai informasi yang relevan dengan laporan keuangan tersebut.

6. Laporan Posisi Keuangan pada awal periode komparatif yang disajikan ketika entitas menerapkan kebijakan akuntansi secara retrospektif (menyajikan kembali pos-pos laporan keuangan) atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya.

2.2. Kinerja Keuangan

2.2.1. Pengertian Kinerja Keuangan

Menurut Sucipto (2003) pengertian kinerja keuangan adalah penentuan ukuran-ukuran tertentu yang dapat mengukur keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan dalam menghasilkan laba. Sedangkan menurut IAI (2007) Kinerja keuangan adalah kemampuan perusahaan dalam mengelola dan mengendalikan sumberdaya yang dimilikinya.

Menurut Jumingan (2011:239) Kinerja keuangan merupakan gambaran kondisi keuangan perusahaan pada suatu periode tertentu diukur dengan indikator kecukupan modal, likuiditas, dan profitabilitas perusahaan.

(5)

2.2.2. Tujuan Kinerja Keuangan

Menurut Jumingan (2011:239) tujuan kinerja keuangan bagi perusahaan yaitu:

1. Untuk mengetahui keberhasilan pengelolaan keuangan perusahaan terutama kondisi likuiditas, kecukupan modal dan profitabilitas yang dicapai dalam tahun berjalan maupun tahun sebelumnya.

2. Untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam mendayagunakan semua asset yang dimiliki dalam menghasilkan profit secara efisien.

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2007:4) analisis kinerja keuangan bermanfaat untuk memprediksi kapasitas perusahaan dalam menghasilkan arus kas dari sumber daya yang ada dan bermanfaat dalam perumusan pertimbangan tentang efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan tambahan sumber daya. 2.2.3. Cara menilai Kinerja Keuangan

Menurut Irham Fahmi (2014:3), terdapat lima tahap dalam menilai kinerja keuangan yaitu:

1. Melakukan review terhadap data laporan keuangan, bertujuan agar laporan keuangan yang sudah dibuat tersebut sesuai dengan penerapan kaidah-kaidah yang berlaku umum dalam dunia akuntansi sehingga hasil laporan keuangan tersebut dapat dipertanggungjawabkan.

2. Melakukan perhitungan, penerapannya disesuaikan dengan kondisi dan permasalahan yang sedang dilakukan sehingga hasil dari perhitungan tersebut akan memberikan suatu kesimpulan sesuai dengan analisis yang diinginkan. 3. Melakukan perbandingan terhadap hasil hitungan yang telah diperoleh, hasil

(6)

dengan hasil hitungan dari berbagai perusahaan lainnya. Terdapat dua metode yang paling umum dipergunakan dalam melakukan perbandingan yaitu:

a. Time series analysis, yaitu membandingkan secara antar waktu atau antar periode.

b. Cross sectional approach, yaitu melakukan perbandingan terhadap hasil hitungan rasio-rasio yang telah dilakukan antara satu perusahaan dan perusahaan lainnya dalam ruang lingkup yang sejenis yang dilakukan secara bersamaan.

Dari hasil penggunaan kedua metode ini diharapkan nantinya akan dapat dibuat suatu kesimpulan yang menyatakan posisi perusahaan tersebut berada dalam kondisi sangat baik, baik, normal, tidak baik, dan sangat tidak baik. 4. Melakukan penafsiran (interpretation) terhadap berbagai permasalahan yang

ditemukan, yang bertujuan untuk melihat apa-apa saja permasalahan dan kendala-kendala yang dialami oleh perusahaan tersebut.

5. Mencari dan memberikan pemecahan masalah (solution) terhadap berbagai permasalahan yang ditemukan, setelah ditemukan berbagai permasalahan yang dihadapi maka dicarikan solusi guna memberikan suatu input atau masukan agar apa yang menjadi kendala dan hambatan selama ini dapat terselesaikan.

(7)

Kinerja Keuangan dapat dinilai dengan beberapa alat analisis. Berdasarkan tekniknya, analisis keuangan dapat dibedakan menjadi 8 macam, yaitu menurut Jumingan (2011:242):

1. Analisis perbandingan Laporan Keuangan, merupakan teknik analisis dengan cara membandingkan laporan keuangan dua periode atau lebih dengan menunjukkan perubahan, baik dalam jumlah (absolut) maupun dalam persentase (relatif).

2. Analisis Tren (tendensi posisi), merupakan teknik analisis untuk mengetahui tendensi keadaan keuangan apakah menunjukkan kenaikan atau penurunan. 3. Analisis Persentase per Komponen (common size), merupakan teknik analisis

untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aktiva terhadap keseluruhan atau total aktiva maupun utang.

4. Analisis Sumber dan Penggunaan Modal Kerja, merupakan teknik analisis untuk mengetahui besarnya sumber dan penggunaan modal kerja melalui dua periode waktu yang dibandingkan.

5. Analisis Sumber dan Penggunaan Kas, merupakan teknik analisis untuk mengetahui kondisi kas disertai sebab terjadinya perubahan kas pada suatu periode waktu tertentu.

6. Analisis Rasio Keuangan, merupakan teknik analisis keuangan untuk mengetahui hubungan dis antara pos tertentu dalam neraca maupun laporan laba rugi baik secara individu maupun secara simultan.

(8)

8. Analisis Break Even, merupakan teknik analisis untuk mengetahui tingkat penjualan yang harus dicapai agar perusahaan tidak mengalami kerugian.

Dalam penelitian ini teknik yang digunakan dalam analisis laporan keuangan adalah analisis rasio keuangan dan trend.

1. Analisis Rasio Keuangan, merupakan teknik analisis keuangan untuk mengevaluasi posisi keuangan perusahaan yang berguna untuk membantu perusahaan dalam menentukan estimasi dan prediksi mengenai kondisi dan kinerja keuangan perusahaan pada periode mendatang.

2. Analisis Trend

Menurut Harahap (2007:244), Analisis trend bertujuan untuk mengetahui kecenderungan keadaan keuangan suatu perusahaan di masa yang akan datang baik kecenderungan naik, turun maupun tetap. Analisis ini bermanfaat untuk menilai situasi “trend” perusahaan yang telah lalu serta dapat memprediksi

trend perusahaan di masa yang akan datang berdasarkan garis trend yang

sudah terjadi. 2.3. Rasio Keuangan

2.3.1. Pengertian Rasio Keuangan

(9)

Rasio keuangan ini hanya menyederhanakan informasi yang menggambarkan hubungan antara pos tertentu dengan pos lainnya. Dengan penyederhanaan ini kita dapat menilai secara cepat hubungan antara pos tadi dan dapat membandingkan dengan rasio lain sehingga kita dapat memperoleh informasi dan memberikan penilaian.

2.3.2. Keunggulan Analisis Rasio

Menurut Harahap (2009:298) Analisis rasio ini memiliki keunggulan dibanding teknik analisis lainnya. Keunggulan tersebut adalah:

1. Rasio merupakan angka-angka atau ikhtisar statistik yang lebih mudah dibaca dan ditafsirkan.

2. Merupakan pengganti yang lebih sederhana dari informasi yang disajikan laporan keuangan yang sangat rinci dan rumit.

3. Mengetahui posisi perusahaan di tengah industri lain.

4. Sangat bermanfaat untuk bahan dalam mengisi modle-model pengambilan keputusan dan model prediksi (Z-score).

5. Menstandarisir size perusahaan.

6. Lebih mudah memperbandingkan perusahaan dengan perusahaan lain atau melihat perkembangan perusahaan secara periodik atau “time series”.

7. Lebih mudah melihat tren perusahaan serta melakukan prediksi di masa yang akan datang.

Adapun jenis analisis rasio yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Rasio Likuiditas

(10)

dapat menghitung melalui sumber informasi tentang modal kerja yaitu pos-pos aktiva lancar dan utang lancar.

a. Quick Ratio merupakan rasio untuk mengukur kemampuan bank dalam memenuhi kewajibannya terhadap para deposan (pemilik simpanan, giro, tabungan, dan deposito) dengan harta yang paling liquid yang dimiliki oleh suatu bank.

= ℎ � %

b. Loan to Deposit Ratio (LDR) yaitu rasio untuk mengukur komposisi jumlah kredit yang diberikan dibandingkan dengan dana pihak ketiga.

= � %

2. Rasio Rentabilitias/Profitabilitas

Rasio ini menggambarkan kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampuan dan sumber yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang, dan sebagainya.

a. Returns on Total Assets (ROA) yaitu rasio yang digunakan untuk mengetahui kemampuan manajemen bank dalam mengelola aktiva yang dikuasainya untuk menghasilkan berbagai pendapatan. Semakin tinggi ROA suatu bank, semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai oleh bank tersebut dan semakin baik pula posisi bank tersebut dari segi penggunaan asset.

= � %

(11)

6/23/dpnp tanggal 31 Mei 2004). Sedangkan pendapatan bunga bersih diperoleh dari pendapatan bunga yang diperoleh bank dikurangi biaya bunga bank yang menjadi beban.

� = ℎ � %

c. Biaya Operasional dan Pendapatan Operasional (BOPO) yaitu perbandingan antara biaya operasional dan pendapatan operasional. Rasio ini sering juga disebut sebagao rasio efisiensi yang digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengendalikan biaya operasional terhadap pendapatan operasional. Semakin kecil rasio ini berarti semakin efisien biaya operasional yang dikeluarkan bank yang bersangkutan sehingga kemungkinan suatu bank ada dalam kondisi bermasalah semakin kecil.

= � � %

2.4. Bank

2.4.1. Pengertian Bank

Pengertian Bank menurut undang-undang N0. 10 tahun 1998 yang merupakan perubahan dari undang-undang N0.7 tahun 1992 tentang perbankan, menyatakan bahwa:

“Bank adalah bank usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam

(12)

Menurut Kasmir (2012:12) Bank adalah Lembaga keuangan yang kegiatan utamanya adalah menghimpun dana dan menyalurkan kembali dana tersebut ke masyarakat serta memberikan jasa bank lainnya.

2.4.2. Jenis Bank

1. Dilihat dari segi fungsinya

Berdasarkan Undang-Undang RI. Nomor 10 tahun 1998 maka jenis perbankan menurut fungsinya terdiri dari:

a. Bank Umum merupakan bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa lalu lintas pembayaran. Sifat jasa yang diberikan adalah umum dalam artian dapat memberikan seluruh jasa perbankan yang ada. Begitu pula dengan wilayah operasinya dapat dilakukan seluruh wilayah. Bank umum sering disebut juga Bank Konvensional.

b. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah bank yang melaksanakan usaha secara konvensional atau berdasar prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Artinya disini kegiatan bank perngkreditan rakyat jauh lebih sempit jika dibandingkan dengan kegiatan bank umum.

2. Dilihat dari Segi Kepemilikannya

(13)

seluruh atau sebagian besarnya dimiliki oleh swasta nasional serta akte pendiriannya pun didirikan oleh swasta, begitu pula pembagian keuntungannya diambil oleh swasta pula. Ketiga, Bank Milik Asing merupakan cabang dari bank yang ada diluar negeri, baik milik swasta asing maupun pemerintah asing suatu Negara. Keempat, Bank milik Campuran merupakan Bank yang kepemilikan seharusnya dimiliki oleh pihak asing dan pihak swasta nasional. Dimana kepemilikan sahamnya secara mayoritas dipegang oleh warga Negara Indonesia.

3. Dilihat dari Segi Status

Bank Devisa adalah Bank yang berstatus devisa atau Bank Devisa merupakan bank yang dapat melaksanakan transaksi ke luar negeri atau yang berhubungan dengan mata uang asing secara keseluruhan, misalnya transfer ke luar negeri, inkaso keluar negeri, travelers cheque, pembukuan dan pembayaran letter of credit (L/C) dan transaksi luar negeri lainnya. Persayaratan untung menjadi Bank devisa ini ditentukan oleh Bank Indonesia setelah semua persyaratan yang ditetapkan. Bank non devisa Bank dengan status non devisa merupakan bank yang belum mempunyai izin untuk melaksanakan transaksi sebagai bank devisa, sehingga tidak dapat melaksanakan transaksi sebagai bank devisa, jadi Bank non devisa merupakan kembalikan daripada Bank devisa, di mana transaksi yang dilakukan masih dalam batas-batas suatu Negara.

2.4.3. Usaha Bank

(14)

1. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan, dan / atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.

2. Memberikan kredit.

3. Menerbitkan surat pengakuan hutang.

4. Membeli, menjual atau meminjam atas risiko sendiri maupun untuk kepentingan dan atau perintah nasabah.

5. Memindahkan uang baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabah.

6. Menempatkan dana pada, meminjam dana dari, atau meminjam dana kepada bank lain, baik menggunakan surat, sarana telekomunikasi maupun dengan wesel atau sarana lainnya.

7. Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan perhitungan dengan atau antara pihak ketiga.

8. Menyediakan tempat untuk menyimpan barang atau surat berharga.

9. Melakukan kegiatan penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasarkan suatu kontrak.

10.Melakukan penempatan dana dari nasabah kepada nasabah lainnya dalam bentuk surat berharga yang tidak tercatat di bursa efek Indonesia.

11.Membeli melalui pelelangan guna baik semua maupun sebagian dalam hal debitur tidak memenuhi kewajiban kepada bank, dengan ketentuan agumen yang dibeli tersebut wajib dicairkan secepatnya.

(15)

13.Bank Umum yang melakukan kegiatan usaha secara konvensional dapat juga melakukan usaha berdasarkan prinsip syariah.

2.4.4. Fungsi dan Tujuan Bank

Menurut Kuncoro dan Suhardjono (2002:67) terdapat 3 fungsi utama bank dalam pembangunan ekonomi, yaitu: Bank sebagai lembaga yang menghimpun dana masyarakat dalam bentuk simpanan, Bank sebagai lembaga yang menyalurkan dana ke masyarakat dalam bentuk kredit, Bank sebagai lembaga yang melancarkan transaksi perdagangan dan peredaran uang. Sedangkan menurut Undang-Undang nomor 10 tahun 1998 fungsi utama Perbankan Indonesia adalah sebagai penghimpunan dan penyalur dana masyarakat. Sedangkan Perbankan Indonesia bertujuan memanjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nasional kea rah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak.

2.5.Penelitian Terdahulu

Penelitian-penelitian terdahulu yang digunakan sebagai bahan perbandingan dan referensi dalam penelitian ini antara lain:

(16)

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan selalu mendapatkan kategori sehat predikat AAA. Akumulasi total skor selalu mengalami peningkatan kecuali tahun 2009 mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.

2. Penelitian ini dilakukan oleh Siti Aminah dengan judul Analisis Common Size Statement dan Trend untuk menilai kinerja keuangan PT KAI. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan PT Kereta Api Indonesia (Persero) periode tahun 2009 – 2014 dengan metode analisis Common size statement dan analisis Trend.

Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Analisis trend dari tingkat kesehatan BUMN (aspek keuangan) menunjukkan trend cenderung meningkat dan BUMN mendapatkan predikat sehat. Kondisi ini menunjukkan bahwa kondisi kesehatan perusahaan dari aspek keuangan semakin baik dari tahun ke tahun. 3. Penelitian ini dilakukan oleh Anggria Dwi Silvana Hariyati dengan judul

Analisis Komparatif dan Trend atas Laporan Keuangan (Studi Analisis atas laporan keuangan PT. Bank Mandiri dan PT. Bank Syariah Mandiri tahun 2008-2010). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan dan pertumbuhan perbankan konvensional dan perbankan syariah.

(17)

2009-2010, sementara untuk laporan laba rugi mempunyai kenaikan laba sebesar 150,4% dan 208,8% pada tahun 2008 sampai 2009 dan 2009 sampai 2010. 4. Penelitian ini dilakukan oleh Andriyanto Wijaya dengan judul Perbandingan

Analisis Tren Laporan Keuangan untuk memprediksi Kinerja Perusahaan di masa yang akan datang (Penelitian pada kelompok industry semen yang terdaftar di BEJ). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan teknik analisis tren dalam membandingkan kemampuan atau kinerja suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya yang sejenis dari tahun ke tahun agar dapat diketahui kelebihan dan kekurangan pada masing-masing perusahaan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan selama waktu 4 tahun kinerja industri semen mengalami pemulihan setelah sebelumnya sempat mengalami krisis yang diakibatkan pada kelalaian perusahaan dalam kegiatan pendanaannya. Kinerja terbaik dimiliki PT Semen Gersik, dan Kinerja terburuk adalah pada PT Semen Cibinong.

5. Penelitian ini dilakukan oleh Audri Ayuwardani Parathon, Dzulkirom, Devi Farah dengan judul Analisis Rasio Keuangan Perbankan sebagai alat ukur Kinerja Keuangan Bank (Studi kasus PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur, Tbk periode 2009-2012). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kinerja keuangan bank berdasarkan hasil analisis rasio keuangan perbankan.

(18)

standar yang ditetapkan Bank Indonesia. Pada analisis rentabilitas, kondisi kinerja keuangan dapat dikatakan baik, rata-rata ROA sebesar 4,431%, ROE sebesar 30,549% dan BOPO sebesar 63,403% telah memenuhi standar Bank Indonesia. Pada hasil rasio solvabilitas kondisi kinerja keuangan dapat di katakan baik karena perolehan rata-rata pada capital adequacy ratio sebesar 21,033% telah memenuhi standar Bank Indonesia.

2.6. Kerangka Pikiran

(19)

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir

Sumber : Penulis (2017).

PT. Bank BCA Tbk

Laporan Keuangan Periode 2006-2015

Analisa Laporan Keuangan

Likuiditas Rentabilitas

Analisis Kinerja Bank SEBI No. 6/23/DPNP/2004

Analisis Trend

Gambar

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir

Referensi

Dokumen terkait

Penulis menyampaikan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan berkat dan kasihnya yang melimpah kepada penulis sehingga penulis dapat

- Platform mikroblog dan situs jejaring sosial yang membuat pengguna mengirimkan konten multimedia atau lain dalam. bentuk

Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) yang tidak dapat dicegah (Unpreventable adverse event) :. • Suatu KTD akibat komplikasi

Yang dimaksud dengan masyarakat dalam penelitian ini adalah kesatuan manusia yang hidup dan saling berinteraksi secara individu maupun kelompok yang merupakan masyarakat

Dampak yang diberikan dari erupsi Gunung Sinabung sangat besar bagi.. kehidupan masyarakat seperti dari aspek kesehatan terutama

can see the social dimensions reflected from the address terms used by characters. So here the physical contact is not a major requirement in

Sesuai dengan hasil evaluasi kelompok kerja, maka perusahaan Saudara merupakan salah satu penyedia jasa untuk diusulkan sebagai calon pemenang pada paket tersebut di atas, bersama

Dari hasil perolehan dan pengolahan data, peneliti mendapatkan hasil bahwa setiap hipotesis yang dicantumkan pada penelitian ini adalah benar dan diterima. Berdasarkan