• Tidak ada hasil yang ditemukan

Renstra OPD 2014-2019 | Kabupaten Kerinci

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Renstra OPD 2014-2019 | Kabupaten Kerinci"

Copied!
56
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

I.1. LATAR BELAKANG

Krisis global yang melanda dunia saat ini menuntut optimalisasi kinerja

Pemerintah untuk meringankan beban masyarakat dari imbas krisis yang

nerkepanjangan. Melemahnya sektor ekonomi masyarakat telah berpengaruh

pada aspek sosial budaya yang selama ini terus terpuruk ke posisi marjinal. Untuk

itu diperlukan perubahan paradigma terutama bagaimana menyiapkan strategi

dalam menghadapi krisis multidimensi, terutama pada istitusi pemerintahan

khususnya di Kabupaten Kerinci. Salah satu bidang yang diharapkan dapat

menjadai tumpuan pada masa yang akan datang adalah bidang Pariwisata,

Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga yang saat ini penganannya telah mengalami

era transformasi dan reformasi. Hal ini tidak berarti bahwa pembangunan bidang

Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga telah berjalan secara optimal,

karena ternya hingga saat ini transformasi dan repormasi yang dimaksud belum

sampai pada lahirnya sebuah format pembangunan Pariwisata, Kebudayaan,

Pemuda dan Olahraga yang komprehensif dan mengakomodir segenap potensi

yang hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat. Upaya pemecahan

masalah tersebut harus secara sistematis dan konsisten. Permasalahan

pembangunan bidang Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga untuk

jangka 5 tahun kedepan akan menentukan agenda, sasaran dan program

pembangunan Kabupaten Kerinci. Terpaan globalisasi yang melanda dunia yang

ditandai oleh kemajuan Tourism, telecommunication, dan Transfortation

menuntut pada ketahanan budaya, terutama budaya lokal, serta pengembangan

pariwisata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan kata lain, bidang

yang diharapkan dapaat menjadi penopang ketahanan nasional saat ini adalah

bidang Pariwisata, Kebudayaan, dan Olahraga. Pada sisi lain yang ada kenyataan

yang cukup memperhatinkan selama ini bahwa pengembangan kebudayaan

menjadi terlantar disebabkan perhatian yang kurang terhadap arti penting

kebudayaan, padahal kebuyaan itu sangat penting sebagai alat perjuangan untuk

mendapatkan pengakuan kesetaraan dalam keberagaman. Setiap daerah akan

berusaha tampil dengan kelengkapan budayanya sebagai jati diri yang

(2)

kebudayaan didorongkan akan kebutuhan media sosial yang dapat

mempersatukan bangsa merupakan tenaga yang kuat dan menjadi dasar

kebanggaan suatu bangsa. Adapun persoalan dalam pengembangan kebudayaan

saat ini adalah bagaimana membangun karakter bangsa (nation and character

building), serta bagaimana setiap negara warganegara diberi akses untuk saling

mengenal kebudayaan yang berbeda agar agara dapat hidup berdampingan

secara damai sebagaimana yang diamanatkan oleh para pendiri bangsa (The

founding fathers) dalam mukadimah Undang-undang dasar 1945.

Isu reformasi dan “Good Governance” menjadi bagian penting yang harus disikapi dengan tepat dan cerdas oleh setiap aparatur pemerintah.“Pro-Poor”, dan

“Pro-Growth” harus pula mendasari setiap kebijakan, program dan kegiatan yang

dilakukan oleh pemerintah. Filosofi Undang-undang tentang Otonomi Daerah,

lebih mengandung arti pemberdayaan dan kemandirian seluruh potensi daerah.

Otonomi Daerah perlu disikapi oleh aparatur dengan sikap baru, paradigma baru

dan pola pikir (mindset) enterpreunership dan networking (partnership, aliansi,

kolaborasi), disertai sikap prilaku yang baru yang menampilkan karakter kuat

aparatur yang menampilkan “Organisasional Behavior” professional yang tanggap,

cepat, cerdas dan tepat dalam bertindak. Perencanaan strategis diperlukan

karena sasaran organisasi diarahkan kepada kepentingan masyarakat (Consumer

driven oriented). Aparatur Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga

yang profesional secara intelektual, Manajerial dan Behabioral (mampu, mau, dan

mencintai tugasnya) akan sangat membantu terwujudnya pelayanan prima.

Aparatur yang ahli dan mampu di bidangnya serta berwawasan ensiklopedis, akan

mempercepat perubahan ke arah lebih baik yang kita inginkan. Ketepatan

penempatan, pelatihan, mutasi dan rotasi pegawai yang lebih mengarah kepada

kompetensi, akan pula memberi warna akselerasi. Untuk memenuhi harapan

reformasi, instansi pemerintah harus dapat menunjukan akuntabilitasnya melalui

pengukuran pertanggungjawaban keberhasilan capaian tujuan, sasaran, dan

kebijaksanaan program yang dijalankan. Terdapat dua hal yang penting dari

amanat OTDA yaitu:

1. Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat (Kesehatan, Pendidikan, Infrastruktur

Kabupaten/air bersih dan lain-lain);

2. Pemenuhan Kesejahteraan masyarakat.

Hal yang sangat strategis yang diamanatkan dan menjadi sasaran yang

(3)

mempengaruhi capaian angka IPM tersebut yaitu Indeks Kesehatan, Indeks

Pendidikan, dan Indeks daya beli masyarakat. Bagi Pemerintah Kabupaten Kerinci

yang harus diperjuangkan secara maksimal adalah indeks daya beli masyarakat

yang sampai saat ini masih rendah dan masih jauh dari angka ideal yang harus

dicapai. Oleh karena itu diperlukan perencanaan strategis yang berkaitan dengan:

a. Analisa lingkungan organisasi untuk melihat peluang dan ancaman;

b. Evaluasi organisasi untuk menentukan keterampilan dan sumber daya yang akan

digunakan untuk mengembangkan strategi kompetitif;

c. Integrasi keterampilan dan sumber daya yang dimiliki dengan peluang dalam

lingkungan organisasi;

d. Penetapan tujuan dan sasaran organisasi;

e. Pengembangan kebijaksanaan organisasi, perencanaan program dan kegiatan

serta langkah dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

Penyusunan rencana pembangunan daerah dimaksud dirumuskan oleh

pemerintahan daerah provinsi, Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangannya.

Penyusunan rencana pembangunan daerah terdiri dari RPJPD untuk jangka 20

(dua puluh) tahun yang memuat visi, misi dan arah pembangunan daerah yang

mengacu kepada RPJP nasional; dan RPJMD untuk jangka waktu lima (lima) tahun

merupakan penjabaran dari visi, misi dan program kepala daerah dan memuat

daerah, kebijakan umum, dan program satuan kerja perangkat daerah, lintas

satuan kerja perangkat daerah, dan program kewilayahan disertai rencana kerja

dalam kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif dari

kepala daerah wakil kepala daerah terpilih yang emnyusunnya berpedoman

kepada RPJP daerah dengan memperhatikan RPJM nasional.

Selanjutnya agara rencana pembangunan daerah untuk jangka waktu 5

(lima) tahun dapat operasional, maka dirumuskan kedalam rencana kerja

pembangunan daerah (RKPD), yaitu rencana pembangunan tahunan untuk

selama 5 (lima) tahun yang merupakan penjabaran dari RPJMD. RKPD dimaksud

memuat rancangan kerangka ekonomi daerah, prioritas pembangunan daerah,

rencana kerja dan pendanaannya, baik yang dilaksanakan langsung oleh

pemerintah daerah maupun ditempuh dengan mendorong partisispasi

(4)

I.2. LANDASAN HUKUM

Landasan idiil dalam penyusunan Renstra ini adalah Pancasila dan landasan konstitusional adalah UUD 1945. Sedangkan landasan operasional meliputi seluruh ketentuan perundang-undangan yang berkaitan langsung dengan pembangunan daerah, antara lain :

1. UU No. 58 Tahun 1958 tentang penetapan UU Darurat No. 21 tahun 1957 tentang pengubahan UU No. 12 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah

Swatantra Tingkat II dalam Lingkungan Daerah Swatarta tingkat I Sumatera

Tengah sebagai UU (Lembaran Negara RI tahun 1958 No. 108, tambahan

lembaran Negara Republik Indonesia No 1643);

2. UU No. 17 Tahun 2003 tentang keuangan negara (Lembaran Negara RI tahun

2003 No. 47, tambahan lembaran Negara Republik Indonesia No 4286)

3. UU No. 25 Tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional

4. UU No. 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah

5. UU No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan keuangan antara pemerintah pusat

dan pemerintahan daerah.

6. UU No. 26 Tahun 2007 tentang penataan Ruang.

7. UU No. 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi Publik

8. UU No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan.

9. UU No. 32 Tahun 2009 tentang Tentang Perlindungan dan pengelolaan

lingkungan hidup.

10. UU No. 25 Tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan

pembangunan keluarga.

11. UU No. 12 Tahun 2011 tentang pembentukan perundang-undangan.

12. UU No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

13. UU No. 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya.

14. UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional,

15. UPP No. 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah.

16. PP No. 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara

Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Kab/Kabupaten,

Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kabupaten Kerinci

17. Peraturan pemerintah Nomor 97 tahun 2005 tentang pedoman penyusunan dan

penerapan standar pelayanan Minimal.

18. Peraturan pemerintah Nomor 58 tahun 2005 tentang pengelolaan keuangan

(5)

19. Peraturan pemerintah Nomor 39 tahun 2006 tentang tata cara pengendalian

dan evaluasi pelaksananaan rencana pembangunan.

20. Peraturan pemerintah Nomor 41 tahun 2007 tentang organisasi perangkat

daerah.

21. Peraturan pemerintah Nomor 6 tahun 2008 tentang pedoman evaluasi

penyelenggaraan pemerintah daerah.

22. Peraturan pemerintah Nomor 7 tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan tugas

pembantuan.

23. Peraturan pemerintah Nomor 8 tahun 2008 tentang tahapan, tata cara

penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan

daerah.

24. Peraturan pemerintah Nomor 7 tahun 2008 tentang rencana tata ruang wilayah

nasional.

25. Peraturan pemerintah Nomor 11 tahun 2010 tentang penertiban dan

pendayagunaan tanah terlantar.

26. Peraturan pemerintah Nomor 15 tahun 2010 tentang penyelenggaraan

penataan Ruang.

27. Peraturan Presiden Nomor 5 tahun 2010 tentang rencana pembangunan jangka

menengah nasional tahun 2010-2014.

28. PERMENDAGRI No. 54 Tahun 2010 tentang Tahapan dan Tata Cara Penyusunan

Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD),

29. Peraturan menteri dalam negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang pedoman

pengelolaan keuangan daerah sebagaimana telah diubah dengan peraturan

menteri dalam negeri nomor 59 tahun 2007 tentang perubahan atas peraturan

menteri dalam negeri nomor 13 tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan

keuangan daerah.

I.3. MAKSUD DAN TUJUAN

I.3.1. Maksud

(6)

pembangunan yang telah ditetapkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Kerinci 2014 -2019 dengan berpedoman pada RPJMD Kabupaten Kerinci 2014 - -2019.

Dokumen Rencana Strategis (Renstra) merupakan acuan resmi bagi Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kerinci dalam

menyusun rencana kerja SKPD dan rencana program kegiatan strategis yang disusun oleh masing-masing Bidang dan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD). Sehingga konsistensi antara kebijakan dan pelaksanaan dan hasil rencana pembangunan dapat terjaga.

I.3.2. Tujuan

Penyusunan Rencana Strategis Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kerinci (Renstra Disbudpar Kabupaten Kerinci) Tahun 2014-2019 bertujuan untuk :

1. Menjabarkan visi, misi, tujuan dan sasaran serta program SKPD ke dalam arah kebijakan dan program pembangunan yang lebih rinci, terarah, dan terukur serta dapat dilaksanakan selama 2014-2019.

2. Meningkatkan koordinasi, integrasi, sinergi, dan sinkronisasi antara SKPD Provinsi,Pemerintah Pusat,Kabupaten/Kota dan stakeholder terkait, dalam koridor pembangunan bidang Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga di Kabupaten Kerinci.

3. Untuk mempermudah dalam mengukur kinerja dan mengevaluasi kinerja setiap Bidang/UPTD lingkup Disporaparbud Kabupaten Kerinci.

4. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam pemanfaatan sumber daya

daerah bidang Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga serta pengelolaannya.

(7)

I.4. SISTEMATIKA PENULISAN

Rencana Strategis Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kerinci Tahun 2014-2019 disusun dengan sistematika sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN

I.1. LATAR BELAKANG I.2. LANDASAN HUKUM I.3. MAKSUD DAN TUJUAN I.4. SISTEMATIKA PENULISAN

BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD

II.1. TUGAS, FUNGSI, DAN STRUKTUR ORGANISASI II.2. SUMBER DAYA SKPD

II.3. KINERJA PELAYANAN SKPD

II.4. TANTANGAN DAN PELUANG PENGEMBANGAN PELAYANAN SKPD

BAB III ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS PEMUDA OLAHRAGA PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN

III. 1. IDENTIFIKASI PERMASALAHAN BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI PELAYANAN

III. 2. KETERKAITAN AGENDA NAWACITA DENGAN PROGRAM PRIORITAS III. 3. Visi, Misi dan Program Pembangunan Daerah Kabupaten Kerinci Tahun 2014 - 2019

III. 4. TELAAHAN RENSTRA KEMENTERIAN PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA III. 5. TELAAHAN RENSTRA KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN STRATEGIS SERTA KEBIJAKAN

IV. 1. VISI DAN MISI SKPD

IV. 2. TUJUAN DAN SASARAN JANGKA MENENGAH SKPD IV.3. ARAH KEBIJAKAN

BAB V INDIKASI PROGRAM KEGIATAN PRIORITAS DAN PENDANAAN BAB VI INDIKATOR KINERJA

BAB VII PENUTUP

(8)

GAMBARAN KERANGKA PIKIR PENYUSUNAN RENSTRA

DINAS PEMUDA OLAHRAGA PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN KERINCI TAHUN 2014-2019

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kerinci Tahun 2014-2019 telah menetapkan prioritas daerah yang ingin dicapai pada Tahun 2014-2019 sebagai penjabaran visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Kerinci terpilih. Prioritas Daerah dalam RPJMD Kabupaten Kerinci Tahun 2014-2019 tersebut dijabarkan dalam Program 100 Hari dan Program yang akan dilaksanakan pada kurun waktu tersebut.

Prioritas Daerah dalam RPJMD Tahun 2014-2019 selanjutnya menjadi acuan dalam penetapan sasaran kinerja Renstra Dinas Pariwisata kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kerinci Tahun 2014-2019. Renstra dimaksud merupakan penjabaran Tupoksi, Visi, Misi, Strategi dan Kebijakan serta Program dan Kegiatan yang akan dicapai untuk masa kerja 5 (lima) tahun mendatang.

VISI MISI BUPATI DAN WABUP KABUPATEN KERINCI

RPJMD

KABUPATEN KERINCI 2014-2019

PRIORITAS DAERAH

RENSTRA DISPARBUDPORA KABUPATEN KERINCI

2016-2021

TUPOKSI VISI MISI STRATEGI DAN KEBIJAKAN

PROGRAM DAN KEGIATAN 2014-2019

(9)

BAB II

GAMBARAN PELAYANAN

II.1. TUGAS, FUNGSI, DAN STRUKTUR ORGANISASI

Berdasarkan PERDA Nomor 50 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Kerinci, Dinas Pariwisata kebudayaan pemuda dan Olahraga Kabupaten Kerinci mempunyai tugas pokok : “Melaksanakan sebagian urusan Pemerintah Daerah berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan di bidang Pariwisata kebudayaan pemuda dan Olahraga Kabupaten Kerinci”.

Untuk melaksanakan tugas dimaksud, Dinas Pariwisata kebudayaan pemuda dan Olahraga Kabupaten Kerinci menyelenggarakan fungsi :

a. Perumusan kebijakan teknis di bidang Pariwisata kebudayaan pemuda dan Olahraga Kabupaten Kerinci.

b. Penyelenggaraan urusan Pemerintahan dan pelayanan umum di bidang Pariwisata kebudayaan pemuda dan Olahraga Kabupaten Kerinci.

c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang Pariwisata kebudayaan pemuda dan Olahraga Kabupaten Kerinci.

d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Dalam mendukung dan menjalankan tugas dan fungsi tersebut Dinas Pariwisata kebudayaan pemuda dan Olahraga Kabupaten Kerinci mempunyai 3 (tiga) Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD), yaitu (1) UPTD Danau Kerinci, (2) UPTD Air Panas Semurup, dan (3) UPTD Aroma Pecco

Berikut tugas dan fungsi dari pemangku jabatan dalam struktur organisasi Dinas Pariwisata kebudayaan pemuda dan Olahraga Kabupaten Kerinci seperti yang diatur dalam Peraturan Bupati Kerinci Nomor 50 Tahun 2016 tentang Uraian Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Pariwisata kebudayaan pemuda dan Olahraga Kabupaten Kerinci sebagai berikut :

a. Kepala Dinas Pariwisata kebudayaan pemuda dan Olahraga Kabupaten Kerinci Tugas:

a. Membantu Bupati di bidang tugasnya b. Memimpin segala kegiatan dinas

c. Memberikan saran-saran dan atau pertimbangan kepada Bupati baik diminta atau tidak sehubungan dengan langkah-langkah atau tindakan yang perlu diambil

(10)

e. Mengadakan Komunikasi dan koordinasi dengan dinas lain untuk kelancaran tugas dinas

f. Melaporkan segala kegiatan kepada Bupati g. Membina Unit Pelaksana Tekhnis Daerah (UPTD)

b. Sekretariat Tugas:

Sekretariat di pimpin oleh seorang Sekretaris dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Pariwisata kebudayaan pemuda dan Olahraga Kabupaten Kerinci mempunyai tugas Memimpin, mengkoordinasikan, merumuskan, membina, menganalisa dan mengarahkan dalam melakukan urusan umum dan kepegawaian, keuangan dan penyusunan program

Fungsi:

a. Penyelenggaraan dan pengelolaan rumah tangga, sarana dan perlengkapan b. Pelaksanaan surat-menyurat, kearsipan dan perpustakaan

c. Pembinaan dan pengembangan serta pengelolaan administrasi kepegawaian

d. Penyelenggaraan dan pengelolaan administrasi keuangan

e. Melaksanakan koordinasi penyusunan program kerja, pengumpulan dan pengolahan data serta laporan

- Sub. Bagian Umum dan Kepegawaian Tugas :

Sub Bagian Umum dan Kepegawaian dipimpin oleh seorang Kasubbag Umum dan Kepegawaian dan bertanggung jawab kepada Sekretaris, mempunyai tugas :

a. Urusan Administrasi Ketatausahaan b. Administrasi Rumah Tangga

c. Administrasi Kepegawaian d. Arsip dan Dokumentasi

Fungsi :

a. Mencetak Surat Masuk dan Surat Keluar

b. Menyiapkan buku kendali serta mendistribusikan surat c. Mengarsip dan Dokumentasi

d. Kebersihan Kantor e. Keamanan Kantor f. Protokoler

(11)

k. Kesejahteraan Pegawai l. Pembinaan Disiplin Pegawai m.Analisis Kompetensi Pegawai

n. Mempersiapkan peningkatan SDM Pegawai o. Pengelolaan Sistem Informasi Kehumasan SKPD p. Penyimpanan Barang

- Sub. Bagian Keuangan dan BMD

Sub Bagian Keuangan dipimpin oleh seorang Kasubbag Keuangan dan bertanggung jawab kepada Sekretaris, mempunyai tugas :

a. Melakukan penyiapan bahan Administrasi Keuangan b. Pengelolaan BMD serta Sarana Program.

Fungsi :

a. Perencanaan DPA dan DPA-P

b. Perencanaan anggaran Kas Daerah

c. Akuntansi dan Pembukuan Perangkat Daerah d. Pengendalian Keuangan

e. Verifikasi SPJ

f. Mengajukan SPD dan SPM

g. Membuat dan Mengajukan Daftar Gaji

h. Melakukan Rekonsiliasi keuangan dengan PPTK i. Penyusunan rencana kebutuhan barang

j. Membuat dan menyusun Laporan Barang Pengguna semester dan tahunan

k. Penyusunan rencana kebutuhan pemeliharaan barang l. Menyusun laporan berkala pemeliharaan BMD

m. Pengusulan penghapusan BMD

n. Pengusulan kerjasama pemanfaatan aset o. Inventarisasi aset

p. Melakukan Rekonsiliasi Aset

q. Pengadaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor r. Pengurus barang

s. Menyusun Laporan Stok Opname

- Sub. Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan Tugas :

Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan dipimpin oleh seorang Kasubbag Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan dan bertanggung jawab kepada Sekretaris, mempunyai tugas :

(12)

b. Evaluasi dan pengendalian program dan anggaran c. Penyusunan LAKIP dan Laporan Tahunan

d. Mendokumentasikan data hasil pelaksanaan program dan evaluasi e. Pengolahan data statistik

f. Koordinasi penyusunan rencana program dan anggaran

Fungsi :

a. Evaluasi Renja dan Renstra b. Membuat dan menyusunan LAKIP c. Membuat dan menyusunan LPPD

d. Membuat Laporan Realisasi Fisik dan Keuangan

e. Membuat Laporan Realisasi Keuangan Triwulan, Semesteran dan Tahunan f. Penyusunan Progrese Report HUT Kabupaten

g. RENSTRA

h. Renja Murni dan Renja Perubahan i. TAPKIN

j. Pengelolaan data statistik bidang perencanaan k. RKA murni dan RKA Perubahan

c. Bidang Pengembangan Destinasi Wisata

Bidang Pengembangan Destinasi Wisata dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 9, menyelenggarakan fungsi :

Fungsi :

a. Menghimpun dan mengorganisir seluruh kegiatan pada bidang Pengembangan Destinasi

b. Membuat rencana dan program kerja tahunan bidang Pengembangan Destinasi

c. Menghimpun dan mengolah bahan perumusan kebijakan di bidang Pengembangan Destinasi

d. Menganalisis bahan rumusan kebijakan di bidang Pengembangan Destinasi e. Menyusun bahan rumusan kebijakan di bidang Pengembangan Destinasi f. Menyusun bahan pembinaan di bidang Pengembangan Destinasi

g. Melaksanaan pembinaan di bidang Pengembangan Destinasi

h. Merumuskan dan menyiapkan juklak dan juknis penyelenggaraan di bidang Pengembangan Destinasi

i. Merencanakan pengembangan pengusahaan di bidang Pengembangan Destinasi

j. Menyiapkan bahan informasi dan proses serta perkembagan investasi di bidang Pengembangan Destinasi

k. Menyusun bahan pengawasan dan pengendalian kegiatan usaha pariwisata, pemberdayaan serta objek dan daya tarik wisata

(13)

m. Menyampaikan informasi, pertimbangan saran dan laporan pelaksanaan kegiatan bidang Pengembangan Destinasi kepada Kepala Dinas

n. Membina dan memberi petunjuk kepala bawahan dalam pelaksanaan tugas o. Menyiapkan bahan koordinasi dengan instansi terkait di bidang

Pengembangan Destinasi

p. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas

Pasal 11

(1) Bidang Pengembangan Destinasi Wisata terdiri dari : a. Seksi Bina Usaha Pariwisata

b. Seksi Objek dan Daya tarik wisata c. Seksi Pemberdayaan Masyarakat

(2) Seksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada bidang

Pasal 12 - Seksi Bina Usaha Pariwisata

Tugas :

Seksi Bina Usaha Pariwisata dipimpin oleh seorang Kasi Bina Usaha Pariwisata, bertanggung jawab kepada Kepada Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, mempunyai tugas Menyiapkan bahan Perumusan kebijakan, koordinasi, pembinaan, pengendalian dan pengawasan serta penyelenggaraan peningkatan dan pengembangan mutu pelayanan, pengaturan dan klarifikasi usaha jasa dan sarana pariwisata.

Fungsi :

a. Mengumpulkan mengolah dan menyajikan data usaha pariwisata

b. Menyusun rencana dan program kerja tahunan seksi Bina Usaha Pariwisata

c. Menghimpun bahan rumusan kebijakan di bidang Usaha Pariwisata d. Menyiapkan konsep kebijakan di bidang Bina Usaha Pariwisata

e. Menyiapkan bahan pembinaan, petunjuk teknis dan pengembangan pengusahaan Usaha Pariwisata

f. Menyiapkan bahan informasi dan profil investasi di bidang Usaha Pariwisata

g. Menyiapkan bahan penetapan klasifikasi jasa perjalanan, akomodasi restoran dan bar

h. Menyiapkan konsep pembinaan di bidang usaha pariwisata

i. Menyiapkan bahan pengawasan dan pengendalian di bidang usaha pariwisata

j. Melaksanakan pemantauan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan di bidang usaha pariwisata

(14)

l. Membina dan memberi petunjuk kepada bawahan dalam melaksanakan tugas

m. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan

- Seksi Pemberdayaan Masyarakat Tugas :

Seksi Pemberdayaan Masyarakat dipimpin oleh seorang Kasi Pemberdayaan Masyarakat, bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Pengembangaan Destinasi Pariwisata. Memberikan bimbingan penyuluhan dan arahan terhadap masyarakat

Fungsi :

a. Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan data Pemberdayaan Masyarakat

b. Menyusun rencana dan program kerja tahunan seksi Pemberdayaan Masyarakat

c. Menghimpun bahan rumusan kebijakan di bidang Pemberdayaan Masyarakat

d. Menyiapkan konsep kebijakan dibidang Pemberdayaan Masyarakat

e. Menyiapkan konsep dan bahan pembinaan, petunjuk teknis Pemberdayaan Masyarakat

f. Menyiapkan bahan pengawasan dan pengendalian di bidang Pemberdayaan Masyarakat

g. Melaksanakan pemantauan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan di bidang Pemberdayaan Masyarakat

h. Menyampaikan informasi, pertimbangan dan saran kepada Kepala Bidang pengembangan Destinasi

i. Membina dan memberi petunjuk kepada bawahan dalam pelaksanaan tugas

j. Melaksanakan tugas –tugas lain yang diberikan oleh atasan

- Seksi Bina Objek dan Daya Tarik Wisata Tugas :

Seksi Bina Objek dan Daya Tarik Wisata dipimpin oleh seorang Kasi Bina Objek dan Daya Tarik Wisata, bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan bertugas Menyiapkan pengembangan, pengendalian dan pengawasan Objek dan Daya Tarik Wisata. Fungsi :

a. Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan data objek dan daya tarik Wisata.

b. Menyusun rencana dan program kerja tahunan seksi objek dan daya tarik Wisata.

(15)

d. Menyiapkan konsep kebijakan di bidang objek dan daya tarik Wisata. e. Menyiapkan bahan pembinaan , pembinaan pengembangan pengusahaan

objek dan daya tarik Wisata.

f. Melaksanakan pemantauan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan di bidang Pemberdayaan Masyarakat

g. Menyampaikan informasi, pertimbangan dan saran kepada Kepala Bidang Pengembangan Destinasi

h. Membina dan memberi petunjuk kepada bawahan dalam pelaksanaan tugas

i. Melaksanakan tugas –tugas lain yang diberikan oleh atasan

Fungsi:

a. Menyiapkan pelaksanaan kegiatan pemberdayaan aktivitas kepemudaan, termasuk siswa dan mahasiswa

b. Menyiapkan pelaksanaan Pengendalian dan penilaian kegiatan pemberdayaan aktivitas kepemudaan

c. Melaksanakan sosialisasi, penyebarluasan, pedoman dan petunjuk pelaksanaan kegiatan pemberdayaan organisasi kepemudaan termasuk OSIS dan organisasi mahasiswa

d. Melaksanakan pembinaan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen organisasi kepemudaan

e. Melaksanakan kerja sama lembaga kepemudaan dan

f. Memberikan bantuan kepada lembaga dan organisasi kepemudaan

d. Bidang Pemasaran dan Promosi Wisata Bidang Pemasaran dan Promosi Wisata

Bidang Pemasaran dan Promosi Wisata dipimpin oleh seorang Kepala Bidang Pemasaran dan Promosi Wisata dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kerinci, mempunyai tugas :

1. Membantu kepala Dinas Menganalisis pasar 2. Penyiapan bahan perumusan kebijakan

3. Pembinaan, pengkoordinasian dan penyelenggaraan promosi 4. Pemasaran seni budaya dan kepariwisataan daerah

Fungsi :

a. Memimpin dan mengorganisir seluruh kegiatan pada Sub Dinas Promosi dan Pemasaran

b. Membuat rencana dan program kerja tahunan Bidang Promosi dan Pemasaran

(16)

f. Menyusun Juklak dan juknis pembuatan bahan Promosi dan Pemasaran g. Melaksanakan pembinaan di bidang Promosi dan Pemasaran

h. Merumuskan juklak dan juknis penyelenggaraan dan pengembangan di bidang Promosi dan Pemasaran

i. Melaksanakan koordinasi dan kerjasama promosi dan pemasaran

j. Menyiapkan bahan dan menyelenggarakan kegiatan promosi dan pemasaran

k. Menyiapkan bahan dan menyelenggarakan kegiatan promosi dan publikasi serta pelayanan informasi

l. Menyusun bahan pengawasan dan pengendalian kegiatan Promosi dan Pemasaran

m. Melaksanakan pemantauan, evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan di bidang Promosi dan Pemasaran

n. Menyampaikan informasi, pertimbangan dan laporan pelaksanaan kegiatan Bagian Promosi dan Pemasaran kepada Kepala Dinas

o. Membina dan memberi petunjuk kepada bawahan dalam melaksanakan tugas

p. Menilai prestasi kerja, mengisi dan menandatangani DP3 bawahan langsung sesuai dengan peraturan yang berlaku

q. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan

Pasal 14

i. Bidang Pemasaran dan Promosi Wisata terdiri dari : a. Seksi Promosi

b. Seksi Analisa Pasar Pariwisata c. Seksi Sarana Promosi

ii. Seksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada bidang

Pasal 15 Seksi Promosi

Tugas :

Seksi Promosi dipimpin oleh seorang Kasi Promosi, bertanggung jawab Kepada Kepala Bidang Pemasaran dan bertugas menyiapkan, mendistribusikan bahan-bahan pomosi, publikasi dan informasi pemasaran seni budaya dan kepariwisataan

Fungsi :

a. Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan data Promosi b. Menyusun rencana dan program kerja tahunan seksi Promosi c. Menghimpun bahan rumusan kebijakan di bidang Promosi

d. Melaksanakan analisa peluang, perkembangan dan pemasaran produk kepariwisataan

(17)

f. Melaksanakan kegiatan promosi g. Menyiapkan juklak dan juknis Promosi

h. Menyiapkan bahan pengawasan dan pengendalian di bidang Promosi i. Melaksanakan pemantauan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan

Promosi

j. Menyampaikan informasi pertimbangan dan saran kepada Kepala Bidang Pemasaran

k. Membina dan memberikan petunjuk kepada bawahan dalam melaksanakan tugas

l. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan

Seksi Analisa Pasar Pariwisata Tugas :

Seksi Analisa Pasar dipimpin oleh seorang Kasi Analisa Pasar, bertanggung jawab Kepada Kepala Bidang Pemasaran dan bertugas mengkoordinasikan persiapan dan pelaksanaan analisa pasar pariwisata.

Fungsi :

a. Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan data Analisa Pasar b. Menyusun rencana dan program kerja tahunan seksi Analisa Pasar

c. Menghimpun bahan rumusan kebijakan di bidang Promosi dan Pemasaran d. Melaksanakan analisa peluang, perkembangan dan pemasaran produk

kepariwisataan

e. Menyiapkan bahan pembinaan, petunjuk teknis, perizinan dan pengembangan pengusahaan promosi dan pemasaran

f. Mengikuti kegiatan promosi dan pemasaran g. Menyiapkan juklak dan juknis Analisa Pasar

h. Menyiapkan bahan pengawasan dan pengendalian di bidang Analisa Pasar i. Melaksanakan pemantauan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan

Analisa Pasar

j. Menyampaikan informasi pertimbangan dan saran kepada Kepala Bidang Pemasaran

k. Membina dan memberikan petunjuk kepada bawahan dalam melaksanakan tugas

l. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan

Seksi Sarana Promosi Tugas :

(18)

Fungsi :

a. Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan data promosi cetak, elektronik , iklan dan dokumentasi

b. Membuat disain naskah dan terjemahan bahan promosi cetak c. Melakukan pengadaan bahan Promosi Cetak

d. Melakukan pengadaan Promosi VCD, DVD dan informasi tehnologi e. Melaksanakan promosi dalam bentuk media iklan baik dalam bentuk media cetak maupun media elektronik

f. Melakukan dokumentasi terhadap objek-objek wisata baik dalam bentuk audio visual maupun dokumentasi cetak

g. Menyampaikan informasi, pertimbangan dan saran kepada Kepala Bidang Pemasaran

h. Membina dan memberi petunjuk kepada bawahan dalam melaksanakan tugas

i. Menilai prestasi kerja, mengisi dan menandatangani DP3 bawahan langsung sesuai dengan peraturan yang berlaku

j. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan

e. Bidang Kebudayaan Bidang Kebudayaan

Bidang Kebudayaan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang Kebudayaan dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kerinci, mempunyai tugas :

1. Menyusun, mengkoordinasikan, membina, mendistribusikan 2. Mengevaluasi serta mengembangkan pembinaan

3. Pergelaran seni budaya serta

4. Pelestrarian nilai budaya, sejarah dan perbukalaan.

Fungsi :

a. Menyusun bahan rencana kerja, tata kerja dan hubungan kerja bidang budaya dan purbakala ;

b. Mengkoordinasikan tugas para kepala seksi agar terjadi kerja sama yang baik

c. Mendistribusikan tugas, memberikan bimbingan dan memeriksa hasil pelaksanaan kegiatan Kepala Seksi ;

d. Mengawasi pelaksanaan kegiatan untuk bahan perencanaan kerja yang akan datang ;

e. Menilai prestasi kerja Kepala Seksi sebagai bahan pertimbangan pengembangan karir;

f. Menyiapkan bahan pembinaan dan pengembangan seni dan budaya, museum sejarah dan purbakala ;

(19)

h. Melaksanakan pembinaan terhadap organisasi yang bergerak dibidang seni dan budaya ;

i. Merekomendasikan izin memiliki, membawa, meneliti dan mengambil manfaat Benda Cagar Budaya ( BCB ) ;

j. Merekomendasikan izin penelitian bahasa, sastra, seni budaya dan sejarah daerah ;

k. Merekomendasikan izin penderian sanggar dan kelompok seni ; dan

l. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya.

Pasal 17

(1) Bidang Kebudayaan terdiri dari :

a. Seksi Pembinaan dan Pergelaran Seni Budaya b. Seksi Nilai Budaya, Sejarah dan Kepurbakalaan c. Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman

(2) Seksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang Kepala

Seksi yang berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada bidang

Pasal 18

Seksi Pembinaan dan Pergelaran Seni Budaya Tugas :

Seksi Tradisi dipimpin oleh seorang Kasi Pembinaan dan Pergelaran Seni Budaya, bertanggung jawab kepada Kepada Kepala Bidang Kebudayaan, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan, pengembangan, pengendalian dan pengawasan di bidang Pembinaan dan pergelaran Seni Budaya.

Fungsi :

a. Menyusun, mengolah dan menyajikan data di pembinaan dan pergelaran seni budaya

b. Menyusun rencana dan program kerja tahunan seksi pembinaan dan pergelaran seni budaya

c. Melaksanakan pembinaan pengembangan seni dan budaya

d. Melaksanakan kerjasama dengan organisasi/kelompok yang bergerak dibidang seni dan budaya

e. Memberikan bimbingan teknis kepada organisasi/kelompok yang bergerak dibidang kesenian

f. Melaksanakan inventarisasi dan pendataan seni dan budaya untuk pengembangan kepariwisataan

(20)

h. Mengikuti even wisata dalam dan luar negeri ; dan

i. Melaksanakan pemantauan evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pembinaan dan pergelaran seni dan budaya

j. Menyampaikan informasi, pertimbangan dan saran kepada kepala bidang Kebudayaan.

k. Membina dan memberi petunjuk kepada bawahan dalam melaksanakan tugas

l. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan

Seksi Nilai Budaya, Sejarah dan Kepurbakalaan Tugas :

Seksi Nilai Budaya, Sejarah dan kepurbakalaan dipimpin oleh seorang Kasi Nilai Budaya, Sejarah dan kepurbakalaan, bertanggung jawab kepada Kepada Kepala Bidang Kebudayaan, mempunyai tugas Menyusun, Mengumpulkan, mengawasi, Melaksanakan inventarisasi dan pendataan dan kepemilikan benda cagar budaya.

Fungsi :

a. Menyusun, mengolah dan menyajikan data di bidang Nilai Budaya, Sejarah dan kepurbakalaan

b. Mengumpulkan bahan pembinaan dan pengembagan nilai budaya, sejarah dan kepurbakalaan ;

c. Mengawasi dan mengevaluasi pengelolaan Benda Cagar Budaya (BCB) d. Menyelenggarakan pengembangan museum dan pelestarian nilai

tradisional, peningkatan sejarah dan purbakala sejarah untuk kepariwisataan

e. Melaksanakan inventarisasi, pendataan dan kepemilikan benda cagar budaya ;

f. Melaksanakan kegiatan pembinaan dan pengembangan bahasa dan sastra daerah ;

g. Melaksanakan kerjasama penelitian arkeologi dan perlindungan benda cagar budaya ; dan

h. Menilai prestasi kerja Kepala Seksi sebagai bahan pertimbangan pengembangan karir ;

i. Menghimpun bahan rumusan kebijakan di bidang Nilai Budaya, Sejarah dan kepurbakalaan

j. Menyiapkan konsep kebijakan di bidang Nilai Budaya, Sejarah dan kepurbakalaan

k. Mempersiapkan bahan dan pet unjuk teknis di bidang Nilai Budaya, Sejarah dan kepurbakalaan

l. Menyiapkan bahan koordinasi dengan instansi lain di bidang Nilai Budaya, Sejarah dan kepurbakalaan

(21)

n. Melaksanakan pemantauan evaluasi dan penyusunan laporan di bidang Nilai Budaya, Sejarah dan kepurbakalaan

o. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan

Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman Tugas :

Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman dipimpin oleh seorang Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman, bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Kebudayaan, mempunyai tugas Melaksanakan penyiapan bahan pembinaan, pengembangan, pengendalian dan pengawasan di bidang Cagar Budaya dan Permuseuman

Fungsi :

a. Menyusun, mengolah dan menyajikan data Cagar Budaya dan Permuseuman

b. Menyusun rencana dan program kerja tahunan seksi Cagar Budaya dan Permuseuman

c. Menghimpun bahan rumusan kebijakan Cagar Budaya dan Permuseuman d. Menyiapkan konsep kebijakan Cagar Budaya dan Permuseuman

e. Mempersiapkan bahan dan petunjuk teknis Cagar Budaya dan Permuseuman

f. Menyiapkan bahan koordinasi dengan instansi lain tentang Cagar Budaya dan Permuseuman

g. Menyiapkan bahan pengawasan dan pengendalian Cagar Budaya dan Permuseuman

h. Melaksanakan pemantauan evaluasi dan penyusunan laporan Cagar Budaya dan Permuseuman

i. Menyampaikan informasi pertimbangan dan saran kepada kepala bidang Kebudayaan

j. Membina dan memberi petunjuk kepada bawahan dalam melaksanakan tugas

k. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.

Tugas :

Bidang Kebudayaan mempunyai tugas menyusun, mengkoordinasikan, membina, mendistribusikan, mengevaluasi serta mengembangkan pembinaan setrta pergelaran seni budaya serta pelestarian budaya, sejarah dan kepurbakalaan..

Fungsi :

a. Menyusun bahan rencana kerja, tata cara dan hubungan kerja bidang budaya, dan purbakala

(22)

c. Mendistribusikan tugas, memberikan bimbingan dan memeriksa hasil pelaksanaan kegiatan kepala seksi

d. Mengawasi pelaksanaan kegiatan untuk bahan perencanaan kerja yang akan datang

e. Menilai prestasi kerja kepala Seksi sebagai bahan pertimbangan pengembangan karir

f. Menyiapkan bahan pembinaan dan pengembangan seni seni budaya, museum sejara dan purbakala

g. Melaksanakan pembinaan dan pengembangan seni, museum sejara dan purbakala

h. Melaksanakan pembinaan terhadapa organisasi yang bergerak dibidang seni dan budaya

i. Merekomendasikam izin memiliki, membewa, meneliti dan mengambil manfaat benda Cagar Budaya (BCB)

j. Merekomendasikan izin penelitian bahasa,sastra, seni budayadan sejarah daerah

k. Melaksanakan penggalian penelitian dan penulisan seni, sejarah dan budaya

l. Merekomendasikan izin pendirian sanggar dan kelompok seni; dan

m. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya.

f. Bidang Kepemudaan dan Keolahragaan

Bidang Kepemudaan dan Keolahragaan Tugas :

Bidang Kepemudaan dan Keolahragaan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pemberdayaan aktifitas kepemudaan, termasuk siswa dan kemahasiswaan serta pembibitan dan pembinaan olahraga keseluruh lapisan masyarakat.

Fungsi :

a. Menyiapkan pelaksanaan kegiatan pemberdayaan aktivitas kepemudaan, termasuk siswa dan mahasiswa

b. Menyiapkan pelaksanaan pengendalian dan penilaian kegiatan pemberdayaan aktivitas kepemudaan

c. Melaksanakan sosialisasi, penyebarluasan, pedoman dan petunjuk pelaksanaan kegiatan pemberdayaan organisasi kepemudaan termasuk OSIS dan organisasi mahasiswa

d. Melaksanakan pembinaan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen organisasi kepemudaan

e. Melaksanakan kerjasama lembaga kepemudaan

(23)

g. Melaksanakan pemassalan, pembibitan dan pembinaan olahraga seluruh lapisan

h. Melaksanakan pemassalan, pembibitan dan pembinaan olahraga tradisional

i. Melaksanakan pemassalan, pembibitan dan pembinaan olahraga penyandang cacat

j. Melaksanakan pemassalan dan pembinaan olahraga kesegaran jasmani dan rekreasi bagi warga masyarakat dan

k. Melaksanakan penyaluran bantuan peralatan olahraga kepada pihak ketiga.

Pasal 20

1. Bidang Kepemudaan dan Keolahragaan terdiri dari : a. Seksi Kepemudaan

b. Seksi Keolahragaan

c. Seksi Sarana dan Prasarana

2. Seksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang Kepala

Seksi yang berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada bidang

Pasal 21

Seksi Kepemudaan Tugas :

Seksi Kepemudaan dipimpin oleh seorang Kasi Kepemudaan, bertanggung jawab kepada Kepada Kepala Bidang Kepemudaan dan Keolahragaan, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan, pengembangan, pengendalian dan pengawasan di bidang Pemuda.

Fungsi :

a. Merencanakan kegiatan seksi kepemudaan

b. Melaksanakan peningkatan ketrampilan kewirausahaan kepemudaan melalui pelatihan, magang,bimbingan dan pendampingan

c. Melaksanakan seleksi dan pelatihan Paskibraka, PPAP, Pemuda Pelopor d. Membina dan melaksanakan pengembangan kelompok pemuda produktif e. Melaksanakan kegiatan pelatihan manajemen kepemimpinan organisasi/

lembaga kepemudaan

f. Pendataan potensi kepemudaan dan pengendalian pelaksanaan kegiatan pembinaan,pengembangan lembaga kepemudaan

g. Menyusun laporan kegiatan Kepemudaan

(24)

Seksi Keolahragaan Tugas

Seksi Keolahragaan dipimpin oleh seorang Kasi Keolahragaan, bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Kepemudaan dan Keolahragaan, mempunyai tugas:

a. Melaksanakan pemasalahan dan pembinaan olahraga keseluruh lapisan masyarakat di bidang Keolahragaan

b. Melaksanakan pemasalahan dan pembinaan olahraga tradisional

c. Melaksanakan pemasalahan dan pembinaan olahraga Penyandang cacat d. Melaksanakan pemasalahan dan pembinaan olahraga Kesegaran jasmani

dan rekreasi Fungsi :

a. Merencanakan kegiatan seksi olahraga

b. Melaksanakan kerjasama dengan pengurus Provinsi/Kabupaten/kota dan Komite Olahraga Daerah (KODA) serta Instansi terkait lainnya dalam meningkatkan prestasi olahraga.

c. Melaksanakan kegiatan pembinaan olahraga tradisional, penyandang cacat, olahraga rekreasi, dan olahraga prestasi

d. Melaksanakan kegiatan peningkatan penguatan teknis dan ketrampilan bagi guru pendidikan jasmani tentang olahraga tradisional, penyandang cacat, olahraga rekreasi dan olahraga prestasi

e. Memberikan penghargaan kepada pelaku olahraga f. Menyusun laporan kegiatan pembinaan prestasi olahraga

g. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Kepemudaan dan Keolahragaan

Seksi Sarana / Prasarana Tugas

a. Menyusun rencana Kebutuhan sarana dan prasarana keolahragaan b. Melaksanakan pembangunan sarana dan prasarana olahraga

c. Menginventarisasi sarana dan prasarana olahraga yang dibangun dan dikelola oleh pihak ketiga

d. Menyusun laporan pembangunan sarana dan prasarana serta kegiatan olahraga

e. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga

g. UPTD Objek Wisata

UPTD Objek Wisata

(25)

Fungsi :

a. Menyusun rencana kerja, tata kerja, prosedur kerja masing – masing UPTD Objek Wisata

b. Mendistribusikan tugas, memberikan bimbingan dan memeriksa hasil pelaksanaan kepada staf

c. Mengawasi pelaksanaan kegiatan dan kinerja staf di UPTD objek wisata d. Menilai prestasi kerja staf sebagai bahan pertimbangan pengembangan

karir

e. Melaksanakan pengelolaan kebersihan,keindahan dan ketertiban di kawasan wisata

f. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya

(26)

_____________________________________________________________________________ Dinas Pariwisata kebudayaan pemuda dan Olahraga

STRUKTUR ORGANISASI

DINAS PARIWISATA KEBUDAYAAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN KERINCI

KEPALA DINAS

SEKRETARIAT

UMUM & KEPEG. KEUANGAN PER,EV, PELAPORAN

BID.PENGEMBANGANDESTINASI WISATA

BID. PEMASARAN DAN

PROMOSI WISATA BID. KEBUDAYAAN

BID. KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA

SEKSI. BINA USAHA PARIWISATA

SEKSI. OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA

SEKSI. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

SEKSI. PROMOSI

SEKSI. PROMOSI

SEKSI ANALISA PASAR PARIWISATA

SEKSI PEMBINAAN DAN PERGELARAN SENI BUDAYA

SEKSI NILAI BUDAYA, SEJARAH DAN KEPURBAKALAAN

SEKSI CAGAR BUDAYA DAN PERMUSEUMAN

SEKSI. KEPEMUDAAAN

SEKSI KEOLAHRAGAAN

SEKSI SARANA PRASARANA

U P T D

ODTW DANAU KERINCI ODTW AIR PANAS SEMURUP

(27)

II.2. SUMBER DAYA SKPD

Dilihat dari sudut pandang makro, Kabupaten Kerinci mempunyai asset kepariwisataan berupa keragaman budaya dan kekayaan alam, industri perhotelan dan retoran/rumah makan, dan industri pariwisata lainnya. Tetapi apabila dilihat dari sudut pandang yang lebih spesifik dan fokus terhadap pelaksanaan teknis dinas, sumber daya yang dimiliki dapat diidentifikasi pada tabel berikut ini.

Tabel II.I Jumlah PNS Dilingkungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kerincis.d Tahun 2016

Berdasarkan Pangkat/gol Jumlah

Pembina Utama Muda -

Pembina Tk 1 4

Pembina 11

Penata Tk. 1 6

Penata 10

Penata Muda Tk 1 7

Penata Muda 4

Pengatur Tk 1 1

Pengatur -

Pengatur Muda Tk 1 3

Pengatur Muda 2

Juru Muda 1

Juru muda 1

(28)

JUMLAH PEGAWAI BERDASARKAN PENDIDIKAN

II.3. KINERJA PELAYANAN SKPD

Dengan mengambil tolok ukur capaian kinerja Disparbudpora Kabupaten Kerinci sampai dengan akhir tahun 2016, maka capaian kinerja yang dapat terukur adalah: (1) Jumlah kunjungan wisatawan nusantara; (2) Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara; (3) Jumlah kunjungan museum; (4) Jumlah pertumbuhan usaha pariwisata; (5) Jumlah koleksi museum; dan (6) Jumlah kelompok seni/sanggar, dapat diilustrasikan pada tabel-tabel berikut ini.

Tabel II.2.

Jumlah Kunjungan Wisatawan dan Perkembangan Usaha Pariwisata

No INDIKATOR CAPAIAN PADA TAHUN KETERANGAN

(29)

NO OBJEK WISATA

JENIS KUNJUNGAN WISATAWAN JUMLAH /

KETERANGAN

(30)

Kec. Keliling Danau

Talago 081274917363 Adem Dewi Tradisional

Rp

Talago 081274938584 Rosamayenti Tradisional

Rp

10.000 8 32

47. R.M. Simpang Jujun

Pasar

Jujun 081367760614 Marni Tradisional

Rp

11.000 5 24

48. R.M. Al- Pidung Pidung 085266760840 Yurnalis Tradisional

Rp

10.000 5 24

Kec. Sitinjau Laut

49. R.M. Bintang Timur S. Aro 081378645374 Yusmaniar Tradisional

Rp

15.000 4 16

50. R.M. Jihan S. Aro 085269038707 Zulrifki Tradisional

Rp

15.000 7 28

51. R.M. Defa

Ps.

Hiang 082371439060 Sumiati Tradisional

Rp

15.000 4 16

52.

Wrg. Nasi Mendah

Kincai Sebukar -- Lindawati Tradisional

Rp

56. R.M. Tanpa Nama M. Imat 0828748554136 Ratnawati Tradisional

Rp

R.M. Edi Ayam Goreng

Panas M. Imat 08287450466 Edi Tradisional

(31)

63. R.M. Ikan Semah

II.4. TANTANGAN DAN PELUANG PENGEMBANGAN PELAYANAN SKPD

(32)

akhirnya dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kerinci. Berdasarkan faktor-faktor tersebut, tugas yang diemban Dinas Pariwisata kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kerinci sebagai induk instansi pemerintah daerah dalam mengembangkan Pariwisata kebudayaan Pemuda dan Olahraga di Kabupaten Kerinci sangatlah vital.

Bahwasanya sektor Pariwisata kebudayaan Pemuda dan Olahraga pada periode 2014~2016 termasuk ke dalam 5 (lima) besar prioritas pembangunan merupakan langkah yang strategis. Dalam mencapai kondisi dimana pengembangan Pariwisata kebudayaan Pemuda dan Olahraga menjadi sektor yang diprioritaskan, maka strategi pengembangan pelayanan yang dapat diakomodir oleh Dinas Pariwisata kebudayaan Pemuda dan Olahraga adalah dengan mengukur (1) Kekuatan/Strength, (2) Kelemahan/Weakness, (3) Peluang/Opportunities, dan (4) Ancaman/Threats yang kesemuanya dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel II.5.

Analisa SWOT dalam Pengembangan Pariwisata kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kerinci

Kekuatan Strength Kelemahan Weakness

Peluang Opportunities

Ancaman Threats

(33)

BAB III

ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS

PARIWISATA KEBUDAYAAN PEMUDA DAN OLAHRAGA

III.1. IDENTIFIKASI PERMASALAHAN BERDASARKAN TUGAS

DAN FUNGSI PELAYANAN

Dari analisis terhadap kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang ada selama ini, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa yang menjadi permasalahan utama Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kerinci Kabupaten Kerinci dalam menjalankan tugasnya pokok dan fungsinya.

Secara garis besar dapat diidentifikasi beberapa permasalahan yang dihadapi dalam pembangunan bidang Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga seperti yang tertuang dalam dokumen RPJMD Kabupaten Kerinci 2014-2019, adalah :

a. Permasalahan dalam penyelenggaraan Bidang Destinasi

Pariwisata

Pembangunan destinasi pariwisata meliputi aspek pembangunan daya tarik wisata, fasilitas wisata, aksesibilitas pariwisata, pemberdayaan masyarakat, dan investasi pariwisata. Dalam kerangka pengembangan destinasi wisata, terdapat beberapa masalah utama yang harus dihadapi, yaitu : (1) perubahan iklim dan bencana alam, (2) ketersediaan konektifitas dan infrastruktur yang belum optimal; (3) kesiapan masyarakat di sekitar destinasi pariwisata yang belum optimal; (4) kemudahan investasi yang masih belum optimal.

(1) perubahan iklim dan bencana alam;

(34)

kebakaran hutan, kemarau panjang, gempa bumi, gunung meletus, dan sebagainya.

Isu perubahan iklim ini juga berdampak kepada pemilihan destinasi wisata oleh wisatawan dunia. Wisatawan menjadi lebih berhati-hati dalam menentukan tujuan wisata ke daerah yang sering terkena bencana alam. Dengan berbagai bencana alam yang sering terjadi di Kabupaten Kerinci, seperti seperti banjir akibat curah hujan yang berlebihan, gempa bumi, kebakaran hutan dan sebagainya, membuat wisatawan lebih berhati-hati dalam menentukan tujuan wisatanya ke Kabupaten Kerinci (Indonesia pada umumnya). Hal ini akan berakibat kepada jumlah wisman yang datang ke Kabupaten Kerinci (Indonesia) menjadi berkurang.

Daya tarik wisata di Kerinci tidak luput dari kerusakan yang diakibatkan oleh perubahan iklim dan bencana alam. Hal ini juga akan membuat citra Kerinci di mata wisatawan nasional dan internasional menjadi kurang baik, serta diperlukan sumber daya lebih untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Maka dari itu, diperlukan langkah-langkah untuk mengantisipasi hal ini, seperti penyadaran masyarakat terhadap lingkungan, pemberian sanksi bagi perusahaan yang merusak lingkungan, menyusun strategi tanggap bencana lingkungan pada berbagai objek wisata, dan pembangunan citra Kerinci sebagai Kabupaten yang bebas bencana alam.

(2) ketersediaan konektifitas dan infrastruktur yang belum optimal;

(35)

menambahkan sarana transportasi yang mudah dijangkau dari daerah asal wisatawan.

(3) kesiapan masyarakat di sekitar destinasi pariwisata yang belum optimal; Banyak daerah yang sudah dikenal wisatawan dan menjadi destinasi wisata Kerinci, namun tidak diimbangi oleh kesiapan masyakat sekitar. Hal ini akan berakibat pada kurang terawatnya destinasi wisata, kurang profesionalnya pengelolaan destinasi wisata, serta eksploitasi berlebihan dari destinasi wisata. Untuk mencegah timbulnya masalah tersebut, diperlukan pemberdayaan masyarakat di daerah destinasi wisata Kerinci. Pemberdayaan tersebut dapat dilakukan dengan menanamkan nilai dan tujuan pariwisata Kerinci (Indonesia pada umumnya) dan memberikan pendidikan dan pelatihan keterampilan. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat mengembangkan sendiri daerahnya sebagai daerah destinasi Kerinci dengan bertanggung jawab, serta turut memajukan pariwisata Kerinci. (4) kemudahan investasi yang masih belum optimal.

Kabupaten Kerinci sebagai salah satu Provinsi tujuan investasi yang prospektif merupakan nilai tambah penting yang akan dapat meningkatkan daya saing pariwisata Kerinci, Namun demikian potensi tersebut menjadi tidak memiliki arti manakala berbagai hambatan iklim usaha masih terjadi. Keruwetan birokrasi dan proses yang berbelit yang masih terjadi di sejumlah daerah menjadi catatan tersendiri yang membuat para investor masih enggan untuk melakukan investasi. Hal ini perlu ditangani dengan berbagai langkah misalnya dengan membuat kebijakan yang mempermudah proses investasi dengan tetap memperhatikan daerah destinasi disertai pengawasan kepada proses tersebut.

b. Permasalahan dalam penyelenggaraan Bidang Pemasaran

Pariwisata

(36)

dengan program-program komunikasi yang inovatif dan kreatif dalam rangka bersaing menarik minat konsumen yang sangat beragam baik karakteristik, perilaku maupun preferensinya. Untuk dapat mengefektifkan peran pemasaran pariwisata kita perlu untuk dapat menemukenali potensi dan permasalahan yang dihadapi dalam pembangunan kepariwisataan Kerinci.

Dalam kerangka pengembangan pemasaran pariwisata, terdapat beberapa masalah utama yang dihadapi dan menjadi kendala bagi tumbuhnya industrI pariwisata, antara lain yaitu: (1) belum adanya acuan riset pasar yang komprehensif; (2) strategi komunikasi pemasaran yang belum terpadu; (3)

sinergi kemitraan pemasaran masih belum optimal; (4) kegiatan promosi

pariwisata yang maish berjalan parsial ;

(1) belum adanya acuan riset pasar yang komprehensif;

Dalam menetapkan target pasar wisatawan nusantara dan mancanegara masih belum mengacu kepada riset pasar yang dilakukan secara komprehensif. Hal ini dapat terlihat dari penetapan fokus pasar yang belum mengacu terhadap analisa pasar yang dilakukan, beberapa hal disebabkan belum adanya pembobotan terhadap variable yang menjadi penilaian dalam menentukan fokus pasar baik wisatawan mancanegara, maupun wisatawan nusantara. Penetapan pasar wisatawan mancanegara dan nusantara baru berdasarkan desk analysis yang mengambil dari BPS dan sumber referensi lain yang relevan sehingga belum mencapai pada kedalaman informasi yang diharapkan.

Belum dilakukannya revitalisasi terhadap Cetak Biru Pemasaran Pariwisata untuk mengikuti dinamika perkembangan pasar yang terus berubah sehingga mampu memberikan strategi pemasaran dan informasi pasar yang sesuai dengan kondisi yang di hadapi pada saat ini. Selain itu tingkat kedalaman terhadap pemahaman pasar yang didapat melalui pelaksanaan Market intelligence untuk menunjang pemasaran belum dilaksanakan secara optimal, karena masih dilaksanakan dalam taraf desk research tanpa melihat pasar secara langsung.

(2) strategi komunikasi pemasaran yang belum tepadu;

(37)

berbagai daerah Kab/Kota,regional, nasional dan negara pasar utama dan potensial pariwisata Indonesia, sehingga product awareness dari masyarakat (calon wisatawan) pada negara pasar utama dan potensial terhadap produk dan destinasi pariwisata Kabupaten Kerinci masih lemah bila dibandingkan dengan Kabupaten/Kota pesaing Kabupaten Kerinci. Kabupaten Kerinci juga belum memiliki suatu strategi komunikasi pemasaran pariwisata terpadu yang dapat digunakan oleh Pemerintah maupun para pemangku kepentingan pariwisata Kabupaten Kerinci dalam melakukan aktivitas pemasaran pariwisata Kabupaten Kerinci. Pemanfaatan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi belum optimal dalam mempromosikan citra pariwisata Kabupaten Kerinci di tingkat Regional, Nasional dan dunia internasional, hal ini dikarenakan banyaknya pemangku kepentingan pariwisata yang belum memiliki kesadaran serta tidak memiliki kemampuan untuk menyikapi trend perkembangan teknologi dan informasi tersebut.

(3) sinergi kemitraan pemasaran masih belum optimal;

Banyaknya Asosiasi dan Organisasi yang bergerak di bidang pariwisata antara lain seperti ASITA, PHRI, HPI yang belum bersinergi dengan program kerja pemerintah sehingga menghambat pengembangan public-private partnerships hal ini dikarenakan perbedaan tujuan dan kepentingan yang justru menghambat usaha pemerintah dalam memasarkan pariwisata. permasalahan lainnya juga dapat terlihat dari Belum efektifnya kerja sama pemasaran pariwisata antara pihak pemerintah dan juga Asosiasi serta Organisasi yang masih belum berjalan secara baik.

(4) kegiatan promosi pariwisata yang masih berjalan parsial.

(38)

secara lebih bagus dan mulai dipromosikan secara nasional maupun internasional. Dalam mempromosikan pariwisata Kerinci belum semua program-program yang dibuat secara terpadu sehingga diperlukan keterpaduan program antar pemerintah pusat, provinsi dan Kab/Kota, masyarakat juga khususnya masyarakat kreatif dalam mengemas program yang kreatif dan inovatif, juga keterpaduan media promosi agar gaung promosinya makin meluas, jika memanfaatkan komunitas-komunitas untuk promosi serta sinergitas program/kegiatan yang sifatnya regional, nasional maupun internasional dengan promosi pariwisata bersama secara co-marketing, Belum dimilikinya Pusat Informasi Kepariwisataan yang berskala nasional sebagai salah satu sarana promosi Nasional, selain itu beberapa pusat informasi daerah atau destinasi masih belum mampu memeberikan informasi menyeluruh kepada wisatawan yang berkunjung ke daerah. Belum optimalnya pemanfaatan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang mampu memberikan informasi yang menyeluruh baik online offline kepada target pasar yang membutuhkan informasi kepariwisatan Kabupaten Kerinci.

c. Permasalahan dalam penyelenggaraan Bidang Nilai Seni Budaya

Melalui peran dan bantuan pemerintah pusat dan pemerintah daerah masih cukup tinggi. Inisiasi pelaku budaya masih banyak yang dilakukan secara sendiri-sendiri dan kurang tersinergi. Sementara itu peran pemerintah juga belum optimal dalam upaya memberdayakan serta melibatkan para pelaku budaya tersebut. Dalam kerangka pengembangan Nilai Budaya Seni dan Film, terdapat beberapa masalah yang dihadapi dan menjadi kendala bagi tumbuhnya kebudayaan daerah yakni ;

(1) Minimnya Apresiasi Seni dan Kreativitas Karya Budaya

(39)

membangun kecintaan pada budaya lokal membuat seni dan karya budaya lokal semakin terpinggirkan.

(2) Pelestarian Warisan Budaya belum Efektif

Banyaknya warisan budaya yang dicuri, hilang, atau diakui pihak lain menunjukkan masih minimnya peran pemerintah dalam melindungi kekayaan

warisan budaya. Basis data yang belum jelas membuat pemerintah kesulitan dalam mengelola seluruh warisan budaya. Rendahnya diplomasi budaya Kerinci ke pemerintah pusat maupun ke dunia internasional membuat banyak warisan budaya daerah yang dimiliki oleh negara lain hilang begitu saja.

(3) Belum Optimalnya Promosi, Diplomasi, dan Pertukaran Budaya

Permasalahan yang masih dihadapi dalam rangka diplomasi budaya dan hubungan kerja sama ditingkat nasional, internasional pada bidang kebudayaan antara lain, (i) terbatasnya pengetahuan masyarakat dunia dan Indonesia tentang kekayaan budaya Daerah Kerinci sehingga representasi budaya Kerinci di nasional / internasional dan apresiasi terhadap kebudayaan Kerinci masih terbatas; (ii) terbatasnya pengetahuan masyarakat terhadap kekayaan budaya antar daerah sehingga diperlukan promosi budaya untuk meningkatkan rasa persatuan dan rasa bangga terhadap kekayaan budaya daerah dan bangsa; dan (iii) belum adanya sertifikasi sebagai bukti keahlian bagi pelaku budaya sehingga mengakibatkan terbatasnya keikutsertaan pelaku budaya dari Kerinci pada event - event budaya tingkat Nasional maupun di tingkat internasional. Di samping itu pemanfaatan promosi budaya dengan menggunakan berbagai

media, baik nasional maupun internasional, belum optimal. (4) Pengembangan Sumber Daya Kebudayaan belum Maksimal

(40)

daerah; (ii) belum optimalnya hasil penelitian dan pengembangan kebudayaan; (iii) terbatasnya sarana dan prasarana kebudayaan termasuk pemanfaatan teknologi; (iv) terbatasnya dukungan peraturan perundangan kebudayaan; (v) belum tersedianya sistem pendataan kebudayaan yang dapat digunakan sebagai dasar untuk menyusun perencanaan dan pengambilan kebijakan; (vi) belum optimalnya koordinasi antarinstansi di tingkat pusat, provinsi dan daerah serta belum optimalnya kerja sama antarpihak, yaitu pemerintah, swasta, dan masyarakat.

(5) Minimnya kelompok sanggar seni dan kelompok usaha bidang kesenian Permasalahan yang dihadapi dalam kelompok seni dan kelompok usaha kesenian, masih minimnya peran sanggar dan atau kelompok usaha bidang kesenian yang perlu didukung dengan penguatan manajerial, sumber daya terampil dan peralatan pendukung serta ruang apresiasi kreatifitas, inovasi dan pengembangan seni secara ekonomi kreatif.

(6) Belum optimalnya pengakuan dan penghargaan hasil karya seni budaya, Permasalahan yang di hadapi dalam hal ini masih kurangnya pengakuan Hak Atas Kekayaan Intelektual ( HAKI ) dan penghargaan terhadap hasil karya seni budaya dan perfilman, dalam lingkup kekaryaan, kreatifitas, isi dan nilai karya yang dihasilkan, baik di tingkat daerah, nasional maupun internasional melaui prosedur penetapan hak kekayaan intelektual.

d. Permasalahan dalam penyelenggaraan Bidang Sejarah,

purabakala dan Permuseuman.

Dalam Peningkatan upaya untuk melindungi, mengembangkan dan

meningkatkan kepedulian daerah dalam membangun kebudayaan yang

bertujuan untuk meningkatkan karya budaya, peninggalan sejarah

purbakala,dan permuseuman. Pemerintah juga harus meningkatkan

pelindungan terhadap kekayaan warisan budaya, memperbaiki basis data agar

mudah mengelola seluruh warisan budaya daerah Kerinci sebagai bagian dari

kebudayaan Nasional untuk di angkat ke level dunia internasional agar warisan

(41)

(1) Data di bidang sejarah purbakala dan permuseuman belum tersusun dan tersaji secara baik sebagai media dan dasar informasi.

(2) Penyiapan bahan pembinaan, pengembangan, pengendaliaan dan pengawasan di bidang kepurbakalaan dan permuseuman belum optimal.

(3) Sumber daya manusia di bidang kebudayaan masih sangat terbatas dan yang adapun belum memiliki sertifikasi kompetensi keahlian yang dibutuhkan.

(4) Koordinasi antar instansi dan antar bidang Kebudayaan antar instansi kabupaten/kota serta pusat masih belum terjalin dengan baik, lancar dan berkualitas.

(5) Pengelolaan, pengawasan dan tata kelola situs-situs belum terkoordinasi antar instansi pusat dan daerah sesuai kewenangan yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku baik di bidang Kesejarahan Kepurbakalaan (situs percandian dan kebumian) dan Permuseuman maupun yang bersifat kebumian.

(42)

BAB IV

VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN STRATEGIS

SERTA ARAH KEBIJAKAN

IV.1. VISI DAN MISI SKPD

a. Pernyataan Visi

Visi Pembangunan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kerinci, menggunakan pijakan Visi Bupati Kerinci periode 2014 - 2019, yaitu:

KERINCI LEBIH BAIK”

Berdasarkan visi tersebut, Bupati Kerinci Periode 2014-2019 merumuskan misi yang dikerucutkan ke dalam 6 agenda prioritas Pemerintah Kabupaten Kerinci yang disebut KERINCI LEBIH BAIK. Di dalamnya, terkandung agenda prioritas pemerintah Kabupaten Kerinci 2014 - 2019 yang terkait dengan Pariwisata adalah agenda prioritas butir ke kedua, ke empat, ke lima, dan keenam, visi pembangunan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kerinci yakni :

Terwujudnya Kerinci sebagai daerah tujuan wisata yang unggul berdaya saing, berkelanjutan dan berbasis kekayaan alam dan

budaya Menuju Kerinci LEBIH BAIK ,

Dalam rangka meningkatkan potensi pariwisata yang unggul, berdaya saing, Visi Dinas Pariwisata kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Kerinci, mengandung arti :

a. Pariwisata Kerinci dapat menjadi lokomotif perekonomian yang berbasis ekomomi kerakyatan menuju Kerinci Lebih Baik.

(43)

c. Mempertahankan budaya lokal yang multikultur menjadi bagian dari semua aspek kehidupan masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

b.

Pernyataan Misi

Untuk dapat mewujudkan visi Dinas Pariwisata kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kerinci tersebut, disusunlah enam misi Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga 2014 -2019 yang terarah dan terpadu, misi Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kerinci yaitu :

a. Misi 1 ; Destinasi pariwisata yang berdaya saing tinggi b. Misi 2 ; Melestarikan seni budaya daerah.

c. Misi 3 ; Pemuda dan atlit berprestasi

IV.2. TUJUAN DAN SASARAN JANGKA MENENGAH SKPD a. TUJUAN

Berdasarkan rumusan Visi dan Misi tersebut dan mengacu dengan arahan teknis operasional dokumen RPJMD 2014 - 2019, tujuan pembangunan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kerinci adalah ;

a. Menyiapkan dan meningkatkan fasilitas Pariwisata.

b. Melestarikan Seni Budaya Daerah

c. Meningkatkan kader-kader Pariwisata kebudayaan Kepemuda dan olahraga

d. Meningkatkan kerja sama dengan pihak luar daerah Kabupaten Kerinci dan swasta.

b. SASARAN

(44)

setiap tahunnya sebagai ukuran kinerja dari Dinas Pariwisata kebudayaan Pemuda dan Olahraga 2014 -2019, bagian berikut ;

1. Meningkatkan fasilitas serana pariwisata kebudaya pemuda dan olahraga yang dapat memberikan kenyamanan pada tamu

2. Meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat serta dapat menambah penghasilan dan kesejahteraan masyarakat kabupaten kerinci.

3. Menginventarisir tentang potensi yang dimiliki pemuda serta mengadakan pendidikan dan pelatihan

4. Menyiapkan dana untuk pembangunan pariwisata kebudayaan pemuda dan olahraga Kabupaten Kerinci

(45)
(46)

IV.3. ARAH KEBIJAKAN

Dalam merumuskan Arah kebijakan dan strategi pembangunan Pariwisata kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kerinci untuk mencapai sasaran-sasaran strategis kurun waktu tahun 2014 -2019, Dinas Pariwisata kebudayaan Pemuda dan Olahraga mengembangkan Kerangka Strategi makro yang akan menjadi dasar pijakan atau payung dalam perumusan focus strategi dan program dari masing-masing bidang dan Unit Kerja didalam struktur Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kerinci. Kerangka strategi yang dimaksud meliputi sebagaimana tergambar dibawah ini ;

a. Pengembangan objek dan daya tarik wisata yang berbasis kekayaan alam dan budaya.

b. Mendorong keterlibatan stakeholder pariwisata dalam mengembangkan kepariwisataan daerah dengan kajian ilmu pengetahuan dan teknologi. c. Melakukan reaktualisasi nilai-nilai keragaman budaya daerah sebagai salah

satu dasar dalam pengembangan komoditas pariwisata.

d. Peningkatan efektifitas pemasaran pariwisata baik dalam maupun luar negeri.

e. Peningkatan kapasitas SDM bidang Pariwisata kebudayaan Pemuda dan Olahraga.

f. Pengembangan jenis, keragaman, dan produk pariwisata. g. Mendorong peningkatan apresiasi nasional dan internasional.

Arah kebijakan Dinas Pariwisata kebudayaan Pemuda dan Olahraga dalam mencapai sasaran-sasaran strategis kurun waktu tahun 2014 -2019 adalah menjalankan PROGRAM PENINGKATAN DAYA SAING KEPARIWISATAAN KABUPATEN KERINCI dengan didukung kegiatan-kegiatan berikut ini:

3.1. PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA ,

Gambar

Tabel II.I    Jumlah PNS Dilingkungan Dinas Kebudayaan dan                         Pariwisata Kabupaten Kerincis.d Tahun 2016
Tabel II.2.  Jumlah Kunjungan Wisatawan dan Perkembangan Usaha Pariwisata
Tabel II.5.
Tabel V.2. Indikasi Program dan Kegiatan Disbudpar Kerinci Kerinci

Referensi

Dokumen terkait

Gedung H, Kampus Sekaran-Gunungpati, Semarang 50229 Telepon: (024)

Berpijak pada siswa kelas IV merupakan suatu yang wajar dan tidak berlebihan apabila dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini ada ikhtiyar yang sungguh-sungguh dan sistematis yang

FADHILA AWAL RAMADHANI H KELAS 6 MUA’DZ BIN JABBAL. SDIT INSAN

“Apabila orang-orang itu telah selesai berpuasa pada bulan Ramadlan lalu keluar menuju (shalat )hari raya mereka, maka Allah Ta’ala berfirman :

• Cara pemberian obat sedian estrogen yang ada di Indonesia saat ini adalah per oral, krim vagina atau plester (“path” perkutanius).. Jenis Persedian Progesteron Tersapat dua

ovarium. Apabila seseorang mempunyai organ kelamin satu yang kurang sempurna bentuknya, misalnya ia mempunyai vagina yang tidak berlubang dan ia mempunyai rahim

Rekomendasi Outcome Analisis Kesimpulan & Saran.. Komponen-komponen Input Analisis mencakup fenomena adanya dinamika epistemologi fikih seksual, asumsi terhadap

2 Apakah Bapak/ Ibu ikut dilibatkan dalam menciptakan budaya dan ilkim kerja yang kondusif