• Tidak ada hasil yang ditemukan

Data Produksi Benih 2013

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Data Produksi Benih 2013"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Data Produksi Benih

Produksi benih di Unit Pelaksana Teknis Balai Benih Ikan (BBI) tahun 2005-2013 dapat

dilihat pada tabel berikut:

Tabel 49. Perkembangan Produksi BBI Tahun 2005-2013

No Tahun Produksi (Ekor) Nilai Produksi (Rp)

1 2005 2.750.000 25.000.000

Gambar 41. Grafik Perkembangan Produksi BBI Tahun 2005-2013

Produksi pada tahun 2009 mencapai 3.471.000 ekor dan mengalami penurunan

sampai tahun 2012 dan meningkat lagi pada tahun 2013. Hal ini disebabkan karena

produksi benih yang dijual merupakan benih dengan ukuran lebih besar dari pada

benih yang dijual tahun 2009 dan sebelumnya. Peningkatan ukuran benih membawa

konsekuensi menurunnya jumlah dalam ekor, namun nilai produksinya tidak

(2)

Gambar 41. Grafik Perkembangan Nilai Produksi BBI Tahun 2009-2013

Produksi benih pada tahun 2013 sebanyak 1.717.147 ekor atau senilai Rp

75.460.300,00. Produksi dan nilai benih per BBI pada tahun 2012 dan 2013 dapat

dilihat pada tabel berikut:

Tabel 50. Perbandingan Produksi dan Nilai per BBI Tahun 2012 dan 2013

(3)

Gambar

Gambar 41. Grafik Perkembangan Produksi BBI Tahun 2005-2013
Tabel 50. Perbandingan Produksi dan Nilai per BBI Tahun 2012 dan 2013
Gambar 43. Grafik Komparatif Nilai Produksi Benih Tahun 2012 dan 2013

Referensi

Dokumen terkait

pasar benih yang berasal dari pihak produsen tidak dikaji karena kapasitas produksi benih sejak tahun 2009 dianggap telah dapat memenuhi, bahkan melampaui, jumlah permintaan

Usaha produksi benih ikan kue hatchery skala rumah tangga (HSRT) berada di Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng desa Penayabangan yang tidak begitu jauh dari lokasi dari Balai

Hasil ini berbeda dari hasil sebelumnya yang justru menunjukkan bahwa stomata dari benih yang direndam sebelum perlakuan medan magnet memiliki ukuran yang lebih

Benih merupakan awal dari suatu kehidupan tanaman. Dalam suatu sistem  budidaya benih memegang peranan yang sangat penting. Benih bermutu merupakan faktor utama

Selain kualitas benih, faktor lain yang harus diperhatikan dalam usaha produksi benih adalah cara pembudidayaan tanaman induk, seperti pemupukan, pemeliharaan, pencegahan serangan

Dengan sebagian besar hasil perhitungan yang menunjukkan bahwa benih bibit dari ukuran berat dan sedang berbeda nyata dengan bibit dari benih ukuran ringan, dan juga didukung dengan

Berdasar- kan permasalahan tersebut di atas, maka dalam tulisan ini dibahas tentang aspek perbenihan jahe mulai dari produksi benih sampai pada distribusi

Ukuran screen yang dapat digunakan untuk melakukan pemilahan pada benih jagung genotipe SD3 yaitu screen atas berukuran lebih besar dari nomor 20 dan lebih kecil dari nomor 30,