• Tidak ada hasil yang ditemukan

– HIMPAUDI JATENG CAROL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "– HIMPAUDI JATENG CAROL"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

“Let the children free; encourage them; let them run outside when it is raining; let them remove their shoes when they find a puddle of water; and, when the grass of the meadows is damp with dew, let them run on it and trample it with their bare feet; ....”

Taken from ‘The Discovery of the child’ Dr Maria Montessori

"Biarkan anak-anak bebas; berikan mereka dorongan; Biarkan mereka berlari di luar saat sedang hujan; Biarkan mereka melepaskan sepatunya saat menemukan genangan air; dan, ketika rumput padang rumput lembap karena embun, biarkan mereka berjalan di atasnya dan menginjak-injaknya dengan kaki telanjang; .... "

(2)

Dr Maria Montessori (1870 - 1952) discovered her method of education through

observing children. She observed that the minds of different aged children appeared to work differently and that they could be grouped into stages/planes of development.

Dr Maria Montessori (1870 - 1952) menemukan metode pendidikannya dengan mengamati anak-anak. Dia mengamati bahwa pikiran anak-anak usia yang

berbeda tampaknya bekerja secara berbeda dan mereka dapat dikelompokkan ke dalam tahap / bidang perkembangan.

Infants bayi lahir birth – 18 months bulan 1st Stage Toddlers balita 18 – 36 months bulan Tahap 1 Preschool prasekolah3 – 6 years tahun

2nd Stage Primary 6 – 12 years tahun

Tahap 2 Dasar

3rd StageLower Secondary 12 – 15 years tahun

Tahap 3 Menengah Bawah

Upper Secondary 15 – 18 years tahun Menengah Atas

4th StageUniversity 18 – 24 years tahun

In PAUD we are concerned with the children’s development in the 1st stage/plane of development.

(3)

From her observations she also found that all had what she called an ‘Absorbent Mind’ and all went through ‘Sensitive Periods’.

Dari pengamatannya dia juga menemukan bahwa semua memiliki apa yang dia sebut 'Absorbent Mind' dan semua mengalami 'Sensitive Periods'.

For infants and toddlers the mind is unconscious’ but for preschool the mind is ‘conscious’.

Pikiran bagi bayi dan balita adalah ’tidak sadar ’ tapi untuk prasekolah pikirannya adalah' sadar '.

Absorbent Mind

Whatever is in the environment, the child will soak it up like a sponge.

Apapun yang ada di lingkungan, anak itu akan menyerapnya seperti spons. So we must be careful what we put into the environment.

Jadi kita harus hati-hati dengan apa yang kita masukkan ke lingkungan. This includes what we, as adults, do and say.

(4)

Sensitive Periods

These are times in our life when it is very easy to learn something without much conscious effort.

Inilah saat-saat dalam hidup kita ketika sangat mudah untuk belajar sesuatu tanpa banyak berusaha memakai kesadaran.

Some examples are: Beberapa contohnya adalah:

language bahasa order mengurutkan

small objects benda kecil movement gerakan

refinement of the senses penyempurnaan indra

social and spiritual skills ketrampilan sosial dan spiritual music musik

reading membaca writing menulis

(5)

From this understanding of how a child ‘s mind works she designed activities for the children to work/play with to aid their holistic development.

Dari pemahaman tentang bagaimana pikiran anak bekerja, dia merancang kegiatan agar anak bekerja / bermain untuk membantu pembangunan holistik mereka.

One of the areas of the curriculum that she developed is the Activities of Everyday Living (Practical Life Activities)

(6)

Montessori activities obviously have a main aim of teaching a specific skill to the children. However, they also have indirect aims:

Kegiatan Montessori jelas memiliki tujuan utama untuk mengajarkan keterampilan khusus kepada anak-anak. Namun, mereka juga memiliki tujuan tidak langsung:

O order urutan

F fine and gross motor skills motorik halus dan dasar

I independence kemandirian

C concentration konsentrasi

(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)

Older children using their Practical Life Skills in caring for their environment Anak SD menggunakan Ketrampilan Hidup Praktis mereka dalam merawat

(14)
(15)

Book about Montessori education which have already been written in or translated into the Indonesian language:

Buku tentang pendidikan Montessori yang telah ditulis atau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia:

Absorbent Mind by Maria Montessori (Pikiran yang Mudah Menyerap)

The Secret of childhood by Maria Montessori (Rahasia Masa Kanak-Kanak)

Basic Montessori by David Gettman

(Metode Pengajaran Montessori Tingkat Dasar)

Montessori in the Home – Preschool Years by Elizabeth G Hainstock Montessori in the Home – School Years by by Elizabeth G Hainstock Montessori Method by Maria Montessori

(Metode Montesori) Child’s Play by Maja Pitamic

(Permainan dan Aktivitas Montessori untuk Bayi dan Balita Anda)

Teach me to do it Myself by Maja Pitamic

(Ajari Aku Untuk Melakukannya Sendiri) How to Raise an Amazing Child by Tim Seldin

(16)

Thank you for listening to my brief introduction to

Montessori Education.

Terima kasih telah mendengarkan pengantar

singkat saya untuk Pendidikan Montessori

If you have any questions please feel free to email me.

Jika Anda memiliki pertanyaan jangan ragu untuk

email saya.

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Although this more general situation is a ”differential containment”, the condi- tion in (2) will also be referred to as a differential superordination, and the definitions of

20 Kesama- an kekuatan antara anak perempuan dengan anak laki-laki dalam hal mempengaruhi bagian suami atau istri menunjukkan kesamaan kedudukan mereka dalam hubungannya dengan

Panitia Pengadaan Barang/Jasa Jenis Pengadaan Barang pada Badan Lingkungan Hidup Daerah Kota Tangerang Selatan akan mengadakan Pelelangan Umum dengan Pascakualifikasi untuk

pembangunan infr astr uktur kabupaten skala besar. Untuk dapat menggunakan sur plus anggar an di atas, maka Pemer intah Kabupaten Manggar ai. Bar at akan

Ruang lingkup keuangan negara meliputi : hak negara untuk memungut pajak, mengeluarkan dan mengedarkan uang, dan melakukan pinjaman; kewajiban negara untuk

KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN PENELITIAN Disimpulkan bahwa risiko likuiditas, risiko kredit, risiko pasar, risiko efisiensi dan risiko operasional secara bersama

Dari hasil uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test terlihat bahwa nilai p < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa bermain terapeutik menggambar efektif untuk menurunkan