• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Motivasi Belajar terhadap Hasil (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pengaruh Motivasi Belajar terhadap Hasil (1)"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SD X

KOTA SALATIGA

Kusumaningtyas G.C.D (292013186) Universitas Kristen Satya Wacana

[email protected]

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa di SD X dalam meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yaitu dengan menganalisis data di SD X dilakukan perhitungan statistik dengan Software SPSS (Statistical Program Smart Solution) Versi 17.0 For Windows. Hasil penelitian di SD X menunjukkan pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar peserta didik di SD X dengan tingkat signifikansi sebesar 0.001. Motivasi belajar peserta didik di SD X berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik, sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan.

Kata Kunci : motivasi belajar, hasil belajar, mutu pendidikan PENDAHULUAN

Masalah yang sering dihadapi saat ini dalam hal pendidikan adalah rendahnya mutu pendidikan diberbagai jenjang pendidikan. Rendahnya mutu pendidikan dapat mengakibatkan ketersediaan sumber daya manusia berkurang karena harus memenuhi tuntutan diberbagai bidang. Usaha dan upaya telah dilakukan untuk memperbaiki mutu pendidikan mulai dari perbaikan kurikulum hingga menambah saran dan prasarana sekolah.

(2)

adalah pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian, sikap, dan keterampilan. Jadi dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah hasil dari inreraksi tindak belajar dan perubahan tingkah laku belajar peserta didik yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotor dalam proses pembelajaran.

Hasil belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah motivasi belajar. Motivasi belajar menurut Santrock adalah proses yang memberikan arahan, semangat, dorongan, dan perilaku yang penuh dengan energi, terarah, dan bertahan lama (Santrock; 2007). Menurut Sutadipura (2008) memberikan pendapat bahwa motivasi belajar merupakan proses yang:

a. Mengarahkan perhatian peserta didik terhadap suatu tujuan.

b. Memberi kekuatan, aktivitas, dan kewaspadaan yang memadai kepada peserta didik. c. Membimbing peserta didik kearah pengalaman dalam kegiatan belajar yang sedang

berlangsung.

Sagala (2010;100) mengemukakan bahwa motivasi merupakan faktor yang membangkitkan, mengelola, mempertahankan, dan menyalurkan tingkah laku menuju suatu sasaran. Motivasi belajar timbul karena adanya faktor intrinsik yang berupa hasrat dan keinginan untuk berhasil dan dorongan kebutuhan belajar, serta harapan akan tercapainya suatu cita – cita. Faktor ekstrinsiknya adalah adanya penghargaan, lingkungan belajar yang kondusif, dan kegiatan belajar yang menarik. Menurut Slameto (2010;26) ada tiga komponen motif keberhasilan dalam belajar diantaranya ;

a. Dorongan kognitif adalah kebutuhan untuk mengetahui, mengerti, dan memecahkan masalah. Dorongan kognitif muncul saat proses interaksi antara peerta didik dengan tugas atau masalah.

b. Harga diri dalam hal ketekunan belajr untuk melaksanakan dan menyelesaika tugas tau maslah bukan untuk memperoleh pengetahuan melainkan untuk memperoleh status atau harga diri.

c. Kebutuhan peserta didik dalam hal penguasaan bahan pelajaran untuk memperoleh pembenaran dari teman atau orang lain sehingga peserta didik giat untuk melaksanakan atau menyelesaikan tugas dengan baik agar memperoleh pembenaran.

Motivasi merupakan suatu dorongan dalam diri seseorang untuk mencapai tujuan yang diharakan yang memiliki pengaruh terhadap belajar. Seseorang dapat dikatakan memiliki motivasi belajar jika mereka tekun menghadapi tugas, ulet ketika menghadapi kesulitan, lebih senang bekerja sendiri, dan cepat bosan terhadap tugas – tugas rutin.

Rumusan dalam penelitian ini adalah:

(3)

METODE

Metode yang digunakan adalah metode Deskriptif yaitu metode dengan mencari fakta dengan interpretasi yang tepat dari suatu data. Pengujian data yang dilakukan adalah dengan menggunakan uji normalitas dan uji korelasi untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antara dua variabel dengan perhitungan statistik menggunakan Software SPSS Versi 17.00 For Windows.

.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dalam penelitian ini penulis ingin mengolah data dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan menentukan pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar peserta didik di SD X. variabel yang akan diteliti adalah Variabel Independent (x) motivasi belajar dan Variabel Dependent (y) hasil belajar untuk mengetahui pengaruh variabel x terhadap variabel y.

A. Hasil analisis data 1. Uji Normalitas

Uji norrmalitas adalah uji yang dilakukan untuk mengetahui normal atau tidaknya sampel terhadap data yang dianalisis. Langkah – langkah untuk mengetahui residual dalam SPSS adalah sebagai berikut :

a. Buka data yang akan dianalisis. b. Pilih Analyze pada toolbar klik c. Pilih Regression dan klik Linear.

d. Masukkan Variabel Y (nilai) pada kolom Dependent, klik tanda panah untuk memindahkan variabel ke kolom Dependent.

e. Klik Save dibagian kanan, kemudian pilih Unstandardized pada bagian Residuals, klik Continue dan OK. Maka akan menampilkan variabel baru pada data dengan nama Unstandardized Rseidual (RES_1).

f. Selanjutnya pilih Analyze, pilih Descriptive Statistics, pilih dan klik Descriptives. g. Pilih Unstandardized Residuals dan klik tanda panah untuk memindahkan ke

kolom variabel.

h. Klik Options dibagian kanan, centang Kurtosis dan Skewness. Klik Continue dan klik OK.

(4)

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean

Std.

Deviation Skewness Kurtosis

Statistic Statistic Statistic Statistic Statistic Statistic Std. Error Statistic Std. Error

Unstandardized Residual

71 -30.66336 19.16494 .0000000 9.05922256 -.186 .285 1.065 .563

Valid N (listwise) 71

Terlihat bahwa rasio Skewness = -0.186 : 0.285 = -0, 652, sedangkan rasio Kurtosis = 1.065 : 0.563 = 1.891. karena rasio skewness dan rasio kurtosis berada diantara – 2 hingga +2, maka kesimpulannya distribusi data adalah normal. Jika data berdistribusi normal maka korelasi yang digunakan adalah korelasi regresi, tetapi jika data

berdistribusi tidak normal, maka korelasi yang digunakan adalah korelasi non parametrik.

2. Uji Korelasi

Uji data untuk mengetahui hubungan atau pengaruh variabel satu dengan variabel yang laninya yaitu Variabel X dan Variabel Y. Karena data berdistribusi normal maka korelasi yang digunakan adalah uji korelasi regresi. Langkah – langkah uji korelasi dalam SPSS adalah sebagai berikut :

a. Buka data yang akan dikorelasikan.

b. Pilih menu Analyze, lalu Correlate, dan klik Bivariate.

c. Setelah muncul kotak dialog pindahkan Motivasi belajar dan Nilai ke kotak

Variables.

d. Pilih Options dan centang Means and standard deviations, klik Continue. e. Centang Pearson dan klik OK.

Hasilnya uji korelasi seperti tabel dibawah ini:

Descriptive Statistics

Mean Std. Deviation N

Nilai 79.78 9.775 71

Motivasi_belajar 47.6761 6.82595 71

(5)

Correlations

Nilai Motivasi_belajar mutu_pendidikan

Nilai Pearson Correlation 1 .376** 1.000**

Sig. (2-tailed) .001 .000

N 71 71 71

Motivasi_belajar Pearson Correlation .376** 1 .376**

Sig. (2-tailed) .001 .001

N 71 71 71

mutu_pendidikan Pearson Correlation 1.000** .376** 1

Sig. (2-tailed) .000 .001

N 71 71 71

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Berdasarkan uji korelasi pada tabel diatas, maka dapat disimpulkan bahwa korelasi antara nilai atau hasil belajar dengan motivasi belajar tingkat signifikansinya 0.001 < 0.05 artinya terdapat korelasi yang signifikan, sama dengan tingkat signifikansi antara motivasi belajar dan mutu pendidikan yaitu 0.001 < 0.05. Tingkat signifikansi antara nilai atau hasil belajar dengan mutu pendidikan adalah 0.000 < 0.05 yang artinya terdapat korelasi yang signifikan. Jadi, motivasi belajar berpengaruh terhadap nilai atau hasil belajar peserta didik, sehingga berpengaruh pula pada peningkatan mutu pendidikan.

Jadi, variabel motivasi belajar dan hasil belajar menentukan penigkatan mutu pendidikan dalam suatu sekolah. Apabila pihak sekolah ingin meningkatkan mutu pendidikan sekolahnya maka yang perlu diperhatikan adalah motivasi peserta didik yang dapat meningkatkan hasil belajar. Kedua variabel tersebut dapat mempengaruhi mutu pendidikan. Untuk meningkatkan hasil belajar, guru harus memberikan arahan, dorongan, dan bimbingan kepada peserta didik dengan baik, sehingga dapat

meningkatkan hasil belajar dan mutu pendidikan di sekolah. Hasil dari perhitungan analisis data diatas adalah sebagai berikut: 1. Motivasi belajar berpengaruh terhadap mutu pendidikan.

Besarnya hasil pengujian dari pengaruh motivasi belajar terhadap mutu

(6)

2. Hasil belajar berpengaruh terhadap mutu pendidikan.

Besarnya hasil pengujian pengaruh hasil belajar terhadap mutu pendidikan termasuk korelasi kuat sebesar 1.000. Dengan demikian nilai atau hasil belajar berpengaruh terhadap mutu pendidikan dapat diterima.

3. Motivasi belajar dan hasil belajar berpengaruh terhadap mutu pendidikan. Motivasi belajar dan hasil belajar sama – sama berpengaruh terhadap mutu pendidikan, terbukti dengan adanya tanda bintang dua pada angka yang tertera dikolom. Dengan demikian motivasi dan hasil belajar peserta didik berpengaruh terhadap mutu pendidikan dapat diterima.

Berdasarkan uji hipotesis pada variabel diatas, kedua variabel sama-sama memberikan pengaruh terhadap peningkatan mutu pendidikan di SD X Salatiga. Hasil pengujian ini bukan merupakan hasil mutlak dan memiliki toleransi (tarap salah) atau taraf signifikan tertentu.

B. Upaya tindak lanjut

Mutu pendidikan dapat berjalan secara optimal jika didukung oleh motivasi belajar peserta didik dalam lingkungan sekitar baik dilingkungan sekolah, keluarga, atau masyarakat sekitar. Selain itu guru perlu meningkatkan hasil belajar dengan terus

memberikan motivasi kepada peserta didik. Motivasi belajar berfungsi sebagai pengarah atau pendorong untuk melakukan suatu tindakan.

Selain memberikan motivasi kepada peserta didik, guru perlu mengetahui faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi hasil belajar. Setiap kegiatan pembelajaran menghasilkan suatu perubahan yang khas. Peserta didik dapat mencapai hasil belajar melalui usaha – usaha untuk mencapai tujuan belajar secara optimal.

Upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan sekolah perlu dilakukan dengan terus memberikan dorongan dan semangat kepada peserta didik untuk terus belajar agar dapat meningkatkan hasil belajar. Selain itu guru terus meningkatkan cara mengajar yang inovatif agar proses pembelajaran menjadi lebih menarik. Jadi untuk meningkatkan mutu pendidikan kepala sekolah juga perlu meningkatkan sarana dan prasarana yang baik dan dilaksanakan oleh semua warga sekolah dan dapat memberi dampak positif untuk pendidikan di sekolah.

(7)

Dari hasil pengujian yang dilakukan di SD X besarnya pengaruh motivasi belajar terhadap mutu pendidikan termasuk dalam kategori korelasi sedang dengan tingkat signifikan sebesar 0.376, sedangkan besarnya hasil belajar terhadap mutu pendidikan termasuk dalam kategori korelasi kuat dengan tingkat signifikan sebesar 1.000. Dengan hasil perhitungan analisis data sebagai berikut:

1. Motivasi belajar berpengaruh terhadap mutu pendidikan.

Besarnya hasil pengujian dari pengaruh motivasi belajar terhadap mutu pendidikan

berkorelasi sedang sebesar 0.376. Dengan demikian motivasi belajar berpengaruh terhadap mutu pendidikan dapat diterima.

2. Hasil belajar berpengaruh terhadap mutu pendidikan.

Besarnya hasil pengujian pengaruh hasil belajar terhadap mutu pendidikan termasuk korelasi kuat sebesar 1.000. Dengan demikian nilai atau hasil belajar berpengaruh terhadap mutu pendidikan dapat diterima.

3. Motivasi belajar dan hasil belajar berpengaruh terhadap mutu pendidikan.

Motivasi belajar dan hasil belajar sama – sama berpengaruh terhadap mutu pendidikan, terbukti dengan adanya tanda bintang dua pada angka yang tertera dikolom. Dengan demikian motivasi dan hasil belajar peserta didik berpengaruh terhadap mutu pendidikan dapat

diterima.

SARAN

Jika kepala sekolah ingin terus meningkatkan mutu pendidikan, maka harus terus

(8)

DAFTAR PUSTAKA

(n.d.). Retrieved April 8, 2016, from

http://eprints.walisongo.ac.id/1681/3/093811019_Bab2.pdf

(n.d.). Retrieved April 8, 2016, from

http://digilib.ump.ac.id/files/disk1/6/jhptump-a-destriretn-257-2-babii.pdf

(n.d.). Retrieved April 8, 2016, from http://digilib.unila.ac.id/509/3/BAB %20II.pdf

Nugraheni, F. (n.d.). Retrieved April 8, 2016, from

http://eprints.umk.ac.id/144/1/HUBUNGAN_MOTIVASI_BELAJAR.pdf

Purwanto. (2011). Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Repository. (n.d.). Retrieved April 8, 2016, from

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17468/3/Chapter%20II.pdf

Repository. (n.d.). Retrieved April 8, 2016, from

(9)

Slameto. (2010). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta.

Referensi

Dokumen terkait

Pemanfaatan tanaman vetiver dan kangkung sebagai agen fitoremediasi tidak efektif dalam menurunkan konsentrasi ammonium dalam limbah cair industri kayu lapis..

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh antara tata kelola perusahaan terhadap kinerja keuangan pada perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia BEI pada periode

Di sini terlihat dengan jelas bahwa komunikasi pembangunan di desa, antara masyarakat dan pemerintah desa, belum partisipatif. Transparansi dan akuntabilitas..

SIGMA (SS) ) ADALAH SUATU HURUF DALAM ALFABET YUNANI ADALAH SUATU HURUF DALAM ALFABET YUNANI YANG DIGUNAKAN DALAM ILMU STATISTIK UNTUK.. YANG DIGUNAKAN DALAM ILMU STATISTIK UNTUK

Sesuai dengan masalah yang dirumuskan, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara panjang tungkai dan power tungkai dengan

Prinsip GCG yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan meningkatkan kualitas laporan keuangan serta dapat memenuhi hak para pemegang saham untuk memperoleh informasi

Namun begitu, sesuai dengan kemajuan pembangunan yang dilakukan pada zaman sekarang, dapat diperhatikan bahawa pola petempatan di desa Petanak lebih bersifat

Model analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis kuantitatif yaitu dengan menggunakan angka-angka, rumus atau model