• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PRAKTEK KERJA KAYU Kunjungan Ind

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "LAPORAN PRAKTEK KERJA KAYU Kunjungan Ind"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKTEK KERJA KAYU

Kunjungan Industri ke PT Victory Cemerlang Indonesia Wood Industry

Nama :

PROGRAM STUDI D3 TEKNIK SIPIL

JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA 2014

Tania Mutiarani (5423125089) Deni Permana Budi (5423125099) Agatya Undari (5423125091) Rahmadi Pratama (5423125087) Aditia Muhamad (5423103192) Ratna Indra S. (5423125090) Ega Gustomi (5423125093) Rianto (5415102713)

Sigit Taufik Iskandar (5423127507)

(2)

DAFTAR ISI

BAB I Pendahuluan……… BAB II Pembahasan………..

BAB III Penutup……….. LAMPIRAN………

(3)

Pendahuluan

1. Profile Perusahaan

PT Victory Cemerlang Indonesia Wood Industry merupakan merupakan industry pengolahan kayu lanjutan dengan produk utama adalah produk moulding yang berlokasi di Jalan Tole Iskandar Kav. 35 Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kotamadya Depok, Jawa Barat.

PT. Victory Cemerlang Indonesia Wood Industry didirikan pada tanggal 12 Maret 1982 berdasarkan akte pendirian perusahaan no. 41 tanggal 12 Maret 1982 yang dibuat oleh notaris Misahardi Wilamarta, SH. Namun terbit Akta perubahan perusahaan Nomor : 2 tanggal 31 Januari 2008 oleh Notaris Antonia Sulistijati Santoso, SH.

2. Bahan Baku Industri

PT. Victory Cemerlang Indonesia Wood Industry menggunakan kayu gergajian jenis merbau sebagai bahan baku utama. Pemenuhan bahan baku kayu gergajian dipasok dari beberapa industri pengolahan kayu (primer) yang berada di Papua, antara lain PT. Victory Cemerlang Indonesia Wood Industry Unit-I, PT. Victory Cemerlang Indonesia Wood Industry Unit-III, dan PT Aneka wood Profil indah.

Berikut ini merupakan Tabel Pemenuhan Bahan Baku Kayu Gergajian PT. Victory Cemerlang Indonesia Wood Industry periode Januari s/d November 2010

(4)

Baku 1 Januari 2010 Kayu

gergajian

Merbau 1416,9203 PT. Victory Cemerlang Indonesia Wood Industry Unit-I 2 Februari

2010

Kayu gergajian

Merbau 2592,8592 - PT. Victory Cemerlang Indonesia Wood Industry

Unit-III

- PT. Anekawood Profilindah

3 Maret 2010 - - -

-4 April 2010 Kayu gergajian

Merbau 1480,4926 PT. Victory Cemerlang Indonesia Wood Industry Unit-I 5 Mei 2010 Kayu

gergajian

Merbau 3620,7958 PT. Victory Cemerlang Indonesia Wood Industry Unit-I 6 Juni 2010 Kayu

gergajian

Merbau 4525,7181 - PT. Victory Cemerlang Indonesia Wood Industry

Unit-III

- PT Anekawood Profilindah 7 Juli 2010 Kayu

gergajian

Sonokeling 14,1797 PT Sumber Jati, Sukabumi 8 Agustus 2010 Kayu

gergajian

Merbau 19,6000 PT. Victory Cemerlang Indonesia Wood Industry Unit-I 9 September

2010

Kayu gergajian

Merbau 1949,9570 PT. Victory Cemerlang Indonesia Wood Industry Unit-I 10 Oktober 2010 Kayu

gergajian

Merbau 1496,6151 PT. Victory Cemerlang Indonesia Wood Industry Unit-I Sonokeling 7,0057 PT Jatikembar Majalengka 11 November

2010

Kayu gergajian

Merbau 1603,3092 PT. Victory Cemerlang Indonesia Wood Industry Unit-I Total Penerimaan Kayu Gergajian Merbau 18.706,2673

Total Penerimaan Kayu Gergajian Sonokeling 21,8154 Total Penerimaan Kayu Gergajian 18.727,4527

BAB II

Pembahasan

Proses Produksi PT. Victory Cemerlang Indonesia Wood Industry (Bapak Rajang) 1. Bahan Baku Kayu Gergajian

 Material pokok yang digunakan untuk jenis kayu gergajian.

 Bahan kayu gergajian :

(5)

Kayu merbau dipilih karena kayu merbau merupakan alternatif pengganti kayu jati, kayu ini cukup keras dan stabil dan tahan terhadap serangga, tekstur kayu ini berwarna coklat kemerahan, dan terkadang terdapat warna kuning. Kayu sonokeling pohon ini di dapat di daerah Jawa timur dan Jawa tengah, namun pohon ini sudah mulai berkurang, dan jarang digunakan lagi. serat yang berwara ungu bercorak hitam dengan belang coklat kemerahan merupakan salah satu ciri-ciri kayu sonokeling.

 Persyaratan penggergajian :

1. Alat ukur : Alat ukur yang digunakan untuk mengukur dan menguji kayu gergajian yang harus dikalibrasi oleh instansi yang berwenang.

(6)

Ukuran baku Kayu daun lebar selain jati dan kayu daun jarumToleransi Kayu jati

Tebal ≤ 5 mm ≤ 5 mm

Lebar ≤ 5 mm ≤ 5 mm

Panjang ≤ 50 mm ≤ 30 mm

2. Sortir

 Pemilihan bahan baku kayu yang sesuai dengan standar

Kegiatan sortir ini bertujuan untuk dapat menghindari kesalahan dalam pemilihan bahan baku kayu yang ingin diproduksi sehingga mutu dalam pengolahan produksi kayu dapat berjalan dengan baik dan sesuai permintaan konsumen ketika dipasarkan.

3. Make Oven

 Proses pengeringan kayu dilakukan selama 2 minggu

 Dimana pada tahap awal proses ini kayu yang telah di simpan dengan keadaan

masih basah dengan kadar air rata-rata 14% akan segera di oven dengan mesin oven yang cukup besar, perlakuan terhadap kayu yang di oven harus secara berlanjut/continue, pada tahap oven ini kayu akan di oven selama 2 minggu dengan suhu 60O -120Oc. Kayu yang kering ini akan lebih tahan kuat

dan mendapat kualitas kayu terbaik. Mesin oven kayu ini dioperasikan secara langsung dari pusat pabrik.

 Pada tahap ini juga volume kayu yang di oven atau dimasukkan ke mesin oven

akan dibatasi dari 60 kubik kayu sampai dengan 240 kubik kayu.

 Kegiatan KD ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi kayu yang sesuai agar

(7)

4. Gudang BB

 Tempat penyimpanan bahan baku yang telah dikeringkan dan sudah siap

untuk proses cross cuting

 Tempat tersebut tentu disesuaikan dengan kondisi kayu yang ingin diproduksi apakah sesuai dengan suhu pada kayu atau tidak

 Gudang BB bertujuan sebagai wadah agar dapat memperbaiki mutu kayu dan

dapat menjaga kondisi kayu agar tidak cacat dan mengalami kondisi yang tidak diinginkan.

5. Cross Cut

 Proses pemotongan kayu menggunakan mesin cross cut.

 Kayu hasil pembelahan pada proses sebelumnya dialihkan ke mesin cross cut

untuk dipotong ujung-ujungnya sehingga diperoleh ukuran panjang sesuai permintaan pasar.pada tahapan ini sortimen diseleksi untuk memisahkan antara sortimen yang baik dan yang cacat.

(8)

6. Moulding

 Moulding adalah pembentukan kayu yang sudah di oven dan di potong melalui

proses cross cut secara khusus melalui mesin pembentuk (moulder) yang berkadar air ≤ 20 %, kayu bentukan dapat ditentukan sesuai pesanan.

 Proses produksi dengan membentuk kayu menggunakan sebuah rangka kaku

atau model yang disebut sebuah mould.

(9)

7. Double End (T&G)

 Proses pembentukan ujung kayu pada proses produksi kayu guna menyambungkan kayu satu sama lain.

8. Shanding

(10)

 Pada pengujian pengampelasan dipakai contoh uji berukuran 30cm x 5cm x

2cm dengan menggunakan mesin amplas (sander). Kecepatan dorong kayu (feed rate) diatur kurang lebih 360 menit dengan arah pengumpanan searah dengan arah pengumpanan pada saat penyerutan. Proses ini menggunakan kertas amplas grit 80 dan 120 dengan tebal pengampelasan sebesar 0,5 mm. Selanjutnya dilakukan pengamatan cacat-cacat yang timbul.

9. Quality Control

 Pengecekan barang apakah ada yang cacat (tidak sesuai standar) atau

memenuhi kualitas yang diinginkan.

10. Packing

 Proses pengemasan pada hasil produksi kayu yang sudah memenuhi

(11)

11. Eksport

 Pengiriman produk kayu yang sudah siap untuk dipasarkan.

(12)

Bab III

Penutup

1. Kesimpulan

(13)

mesin yang bekerja pada pabrik ini sudah mempunyai sertifikat sesuai standar. Pabrik ini menghasilkan produk kayu dengan kualitas yang baik dan tahan lama. Karena kualitas yang baik pada kayu mempengaruhi harga jual produk kayu tersebut.

Produk kayu yang dihasilkan oleh PT. Victory Cemerlang Indonesia Wood Industry sangat berkualitas. Ini dapat dibuktikan dengan banyaknya permintaan eksport produk kayu pabrik ini ke beberapa Negara, sepeti China dan Turki.

2. Saran

Untuk pengembangan melalui saran dari kelompok kami YAITU

 agar pabrik lebih mampu lagi untuk menjaga dan mengembangkan kualitas dari produk hasil produksi.

 Perlindungan kesehatan, keselamatan, serta kesejahteraan kerja Pegawai

lebih diperhatikan dan gterus ditingkatkan.

 Mesin harus terus digunakan sesuai penggunaannya, dirawat secara

berkala, serta dijaga dari kerusakan.

 Kayu yang digunakan harus diteliti terlebih dahulu agar didapat hasil produksi dengan kualitas baik dan sesuai standar.

 Pengaturan jadwal pengirimin yang lebih cepat

3. Penutup

Demikian laporan hasil survey kunjungan praktek kerja kayu ini dibuat data dan gambar yang dilampirkan diperoleh dari PT. Victory Cemerlang Indonesia Wood Industry.

Lampiran

Dokumentasi

(14)

Anggota Kelompok 1 :

Kelompok 2

Tania Mutiarani (5423125089)

Deni Permana Budi (5423125099)

Agatya Undari (5423125091)

Rahmadi Pratama (5423125087)

Aditia Muhamad (5423103192)

Ratna Indra S. (5423125090)

Ega Gustomi (5423125093)

Rianto (5415102713)

(15)

Anggota Kelompok 2:

Kelompok 3

Dewani Kelirinsani (5423125106)

Fauzan Rivai (5423127486)

Arifiani Hikmi (5423127478)

Imam Prayoga (5423127492)

M. Nur Fajri (5423103202)

Murni Ayuntini (5423127497)

Firman Setyadi (5423127487)

(16)

Anggota Kelompok 3:

Nanda Savila (5423127498)

Erwin Prasetyo (5423125095)

Elfa Kemalasari (5423127484)

Bryan Simbisa (5423125107)

Ilman Fajar (5423103215)

Dwi Atika (5423127483)

Yogi Mafri (5423125096)

Referensi

Dokumen terkait

Tindakan perbaikan pada pengendalian kualitas yang ada di PT Woodaya Natamas mencakup pengendalian kualitas terhadap bahan baku, untuk memastikan kayu yang masuk

Selama  Periode  April  2019  s/d  Maret  2020,  PT.  Sura  Indah  Wood  Industries  telah  melakukan  kegiatan  penerimaan  bahan  baku  Kayu  Olahan 

Memenuhi Dokumen Laporan Mutasi bahan baku kayu gergajian periode Juni 2015 s/d Mei 2015 telah sesuai dengan dokumen angkutan dan data penggunaan bahan baku pada periode yang

Seluruh penerimaan bahan baku kayu bulat dan kayu gergajian (Hutan Negara dan Hutan Hak) jenis kayu mahoni, jati dan pinus di PT Surya Intan Mandiri didukung dengan dokumen

Januari 2016 adalah nihil, namun rencana pemenuhan bahan baku kayu bulat Auditee (berasal dari Hutan Rakyat) telah dilengkapi dengan Kontrak Suplai bahan baku kayu

Sagaya Megah Lestari merupakan industry pengolahan dari kayu yang menggunakan bahan baku berupa Kayu Gergajian, Veneer, dan Plywood.. Sagaya Megah Lestari

Tidak Diterapkan PT Gened Devries Indonesia merupakan industry furniture dari kayu yang menggunakan bahan baku berupa Kayu Gergajian dan furniture ½ jadi.. Dalam

Tidak Diterapkan CV Gilang Permata hanya menerima bahan baku kayu dalam bentuk kayu gergajian, furniture 1/2 jadi dan handycraft dan tidak pernah menerima kayu