• Tidak ada hasil yang ditemukan

Identifikasi nama kedudukan wewenang dan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Identifikasi nama kedudukan wewenang dan"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS INDIVIDU 3

NAMA : AININ AMINI

NIM : G1B017003

KELAS : SNT-12

MATA KULIAH : PANCASILA

Tahun Pertama Bersama (TPB) UNIVERSITAS MATARAM

(2)

Identikasi nama, kedudukan, wewenang, dan saling hubungan lembaga-lembaga negara dalam UUD 19945 setelah diamandemen.

Sistematika

A. Nama-nama lembaga negara

1. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) 2. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)

3. Dewan Perwakilan Daerah (DPD) 4. Presiden dan Wakil Presiden 5. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) 6. Mahkamah Agung (MA)

7. Mahkamah Konstitusi (MK) 8. Komisi Yudisial (KY)

B. Kedudukan

1. Kedudukan MPR sejajar atau setingkat dengan lembaga-lembaga negara lainnya. Dengan demikian, MPR bersifat saling bekerja sama dan melengkapi dengan lembaga negara yang lain.

2. DPR merupakan lembaga perwakilan rakyat yang berkedudukan sebagai lembaga negara,sejajar dengan lembaga-lembaga negara lainnya.

3. DPD merupakan lembaga perwakilan daerah yang berkedudukan sebagai lembaga negara,sejajar dengan lembaga-lembaga negara lainnya.

4. Presiden adalah lembaga negara yang kedudukannya sejajar dengan lembaga-lembaga negara lainnya.Dalam menjalankan

pemerintahan,presiden mempunyai kedudukan sebagai kepala pemerintahan dan sekaligus sebagai kepala negara.

(3)

6. Kedudukan Mahkamah Agung sebagai lembaga negara,namun dalam sistem peradilan, Mahkamah Agung berkedudukan sebagai Pengadilan Negara Tertinggi.

7. Mahkamah Konstitusi (MK) merupakan lembaga yang berkedudukan sebagai lembaga negara, sejajar dengan lembaga-lembaga negara lainnya.

8. kedudukan Komisi Yudisial diatur dalam pasal 24 B, sebagai lembaga negara yang keberadaannya bersifat konstitusional dan mandiri. C. Wewenang

1. Sesuai dengan Pasal 3 UUD 1945,Majelis Permusayawaratan Rakyat (MPR) mempunyai tugas dan wewenang sebagai berikut:

a. Mengubah dan menetapkan undang-undang dasar

b. Melantik presiden dan wakil presiden

c. Memberhentikan presiden dan wakil presiden dalam masa jabatannya menurut undang-undang dasar.

2. Tugas atau wewenang DPR terdapat dalam 3 fungsi penting sesuai dengan pasal 20A UUD 1945 sebagai berikut:

a. Fungsi legislatif, yakni DPR sebagai pembuat undang-undang bersama presiden.

b. Fungsi anggaran, yakni DPR sebagai pemegang kekuasaan menetapkan APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) yang diajukan Presiden.

(4)

3. Sesuai dengan Pasal 22 D UUD 1945 maka kewenangan DPD, antara lain sebagai berikut:

a. Mengajukan rancangan undang-undang kepada DPR yang berkaitan dengan otonomi daerah, hubungan pusat dan daerah, pembentukan, pemekaran, serta penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam atau sumber ekonomi lainnya, juga yang berkaitan dengan perimbangan keuangan pusat daerah.

b. Memberi pertimbangan kepada DPR atas rancangan undang-undang APBN dan rancangan undang-undang yang berkaitan dengan pajak, pendidikan, dan agama.

c. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan mengenai hal-hal di atas tadi, serta menyampaikan hasil pengawasannya kepada DPR untuk ditindaklanjuti. DPD ini bersidang sedikitnya sekali dalam setahun.

4. Wewenang presiden mencakup kedudukannya sebagai kepala pemerintahan dan kedudukannya sebagai kepala negara :

a. Presiden sebagai Kepala Negara

Sebagai seorang kepala negara, menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Presiden mempunyai wewenang sebagai berikut:

1. Presiden merupakan panglima tertinggi angkatan perang. Presiden memegang kekuasaan tertinggi atas Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara (pasal 10 UUD 1945). 2. Menyatakan perang, membuat perjanjian dan perdamaian

dengan negara lain dengan persetujuan DPR (pasal 11 UUD 1945).

3. Menyatakan dalam keadaan bahaya (pasal 12 UUD 1945). 4. Mengangkat duta dan konsul.

(5)

6. Memberi gelar, tanda jasa, dan lain-lain sebagai tanda kehormatan.

b. Presiden sebagai Kepala Pemerintahan

Sebagai seorang kepala pemerintahan, presiden mempunyai kekuasaan tertinggi untuk menyelenggarakan pemerintahan, dengan kewenangan sebagai berikut:

1. Memegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD. 2. Mengajukan RUU (Rancangan Undang-Undang) kepada

DPR.

3. Menetapkan PP (Peraturan Pemerintah) untuk menjalankan undang-undang.

4. Mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri. Dalam menjalankan pemerintahan, presiden dibantu oleh wakil presiden dan beberapa menteri yang tergabung dalam kekuasaan. Wakil Presiden adalah pembantu Presiden. Namun demikian kedudukan Wakil Presiden adalah strategis, karena dalam keadaan-keadaan tertentu ia dapat menggantikan kedudukan Presiden. Pasal 8 ayat 1 UUD 1945 hasil amandemen menyatakan : ”apabila Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jabatannya, ia digantikan oleh Wakil Presiden sampai habis masa jabatannya”.

5. Dalam pasal 23 E UUD 1945 telah ditetapkan bahwa untuk

pemeriksaan tanggung jawab yang berhubungan dengan Keuangan Negara diadakan suatu Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dimana peraturannya ditetapkan oleh undang-undang (UU). Kemudian hasil pemeriksaan keuangan tersebut disampaikan kepada DPR.

6. Wewenang Mahkamah Agung dalam pasal 24 A UUD 1945 antara lain sebagai berikut:

(6)

undang-undang, dan mempunyai wewenang lainnya yang diberikan oleh undang-undang.

b. Mengajukan tiga orang anggota hakim konstitusi.

c. Memberikan pertimbangan dalam hal presiden memberi grasi dan rehabilitasi.

7. Sesuai dengan Pasal 24 C UUD 1945 maka wewenang Mahkamah Konstitusi, antara lain sebagai berikut:

a. Mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji undang-undang terhadap UUD. b. Memutuskan sengketa kewenangan lembaga negara yang

kewenangannya diberikan oleh UUD. c. Memutuskan pembubaran partai politik.

d. Memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum.

e. Wajib memberikan putusan atas pendapat DPR mengenai dugaan pelanggaran oleh Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia menurut UUD.

8. Dalam Pasal 24 B UUD 1945, "Komisi Yudisial bersifat mandiri yang berwenang mengusulkan pengangkatan Hakim Agung dan mempunyai wewenang lain dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat, serta perilaku hakim".

D. Saling Hubungan

1. Hubungan antara MPR dengan Presiden dan Wakil Presiden, DPR, DPD, dan Mahkamah Konstitusi

Adapun yang menjadi kewenangan MPR adalah mengubah dan

(7)

Presiden dan/atau Wakil Presiden, serta kewenangan memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden menurut UUD.

Dalam hubungannya dengan DPR, khusus mengenai penyelenggaraan sidang MPR berkaitan dengan kewenangan untuk memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden, proses tersebut hanya bisa dilakukan apabila didahului oleh pendapat DPR yang diajukan pada MPR.

Dalam hubungannya dengan DPD. Seperti halnya peran DPR, peran DPD dalam MPR juga sangat besar misalnya dalam hal mengubah UUD yang harus dihadiri oleh 2/3 anggota MPR dan memberhentikan Presiden yang harus dihadiri oleh 3/4 anggota MPR maka peran DPD dalam kewenangan tersebut merupakan suatu keharusan.

Dalam hal hubungannya dengan Mahkamah Konstitusi (MK) dapat dipahami dari Pasal 24C ayat (1) UUD 1945 menyebutkan bahwa salah satu wewenang Mahkamah Konstitusi adalah untuk memutus sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan UUD. Karena kedudukan MPR sebagai lembaga negara maka apabila MPR bersengketa dengan lembaga negara lainnya yang sama-sama memiliki kewenangan yang ditentukan oleh UUD, maka konflik tersebut harus diselesaikan oleh Mahkamah Konstitusi.

2. Hubungan DPD dengan DPR, BPK, dan MK

(8)

Dalam hubungannya dengan BPK, DPD berdasarkan ketentuan UUD menerima hasil pemeriksaan BPK dan memberikan pertimbangan pada saat pemilihan anggota BPK. Ketentuan ini memberikan hak kepada DPD untuk menjadikan hasil laporan keuangan BPK sebagai bahan dalam rangka melaksanakan tugas dan kewenangan yang dimilikinya, dan untuk turut menentukan keanggotaan BPK dalam proses pemilihan anggota BPK. Disamping itu, laporan BPK akan dijadikan sebagai bahan untuk mengajukan usul dan pertimbangan berkenaan dengan RUU APBN. Dalam kaitannya dengan MK, terdapat hubungan tata kerja terkait dengan kewenangan MK dalam hal apabila ada sengketa dengan lembaga negara lainnya.

3. Hubungan MA dengan MK

Pasal 24 ayat (2) menyebutkan bahwa kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan badan peradilan dibawahnya serta oleh sebuah Mahkamah Konstitusi. Ketentuan tersebut menyatakan puncak kekuasaan kehakiman dan kedaulatan hukum ada pada MA dan MK. Mahkamah Agung merupakan lembaga yang mandiri dan harus bebas dari pengaruh cabang-cabang kekuasaan yang lain.Dalam hubungannya dengan Mahkamah Konstitusi, MA mengajukan 3 (tiga) orang hakim konstitusi untuk ditetapkan sebagai hakim di Mahkamah Konstitusi.

4. Hubungan antara Mahkamah Konstitusi dengan Presiden, DPR, BPK, DPD, MA, KY

Kewenangan Mahkamah Konstitusi sesuai dengan ketentuan Pasal 24C ayat (1) dan (2) adalah untuk mengadili pada tingkat pertama dan terakhir untuk menguji UU terhadap UUD, memutus sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan UUD, memutus pembubaran partai politik, dan memutus perselisihan tentang hasil

(9)

pendapat DPR mengenai dugaan pelanggaran oleh Presiden atau Wakil Presiden menurut UUD.

Dengan kewenangan tersebut, jelas bahwa MK memiliki hubungan tata kerja dengan semua lembaga negara yaitu apabila terdapat sengketa antar lembaga negara atau apabila terjadi proses judicial review yang diajukan oleh lembaga negara pada MK.

5. Hubungan antara BPK dengan DPR dan DPD

BPK merupakan lembaga yang bebas dan mandiri untuk memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab tentang keuangan negara dan hasil pemeriksaan tersebut diserahkan kepada DPR, DPD, dan DPRD. dengan pengaturan BPK dalam UUD, terdapat perkembangan yaitu menyangkut perubahan bentuk organisasinya secara struktural dan perluasan jangkauan tugas pemeriksaan secara fungsional. Karena saat ini pemeriksaan BPK juga terhadap pelaksanaan APBN di daerah-daerah dan harus menyerahkan hasilnya itu selain DPR juga pada DPD dan DPRD.Selain dalam kerangka pemeriksaan APBN, hubungan BPK dengan DPR dan DPD adalah dalam hal proses pemilihan anggota BPK.

6. Hubungan antara Komisi Yudsial (KY) dengan MA

Pasal 24A ayat (3) dan Pasal 24B ayat (1) menegaskan bahwa calon hakim agung diusulkan Komisi Yudisial kepada DPR untuk mendapat persetujuan. Keberadaan Komisi Yudisial tidak bisa dipisahkan dari kekuasaan

(10)
(11)

Referensi

Dokumen terkait

5.3.2 Vsebina Evropskega kodeksa policijske etike Evropski kodeks temelji na vrsti različnih priporočil in resolucij, sicer pa obsega področje organizacije policije, izbora

Menurut kepustakaan gambaran klinik meningioma foramen magnum sangat bervariasi dengan rata- rata waktu yang dibutuhkan dari timbulnya gejala pertama dengan

Berdasarkan hasil analisis petrografi dari conto sayatan tipis (thin section), maka litologi penyusun batuan sumur SR-1 terdiri dari lava berjenis Andesit dan Tufa yang

Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara nilai angka lekosit terhadap prognosis outcome klinis stroke iskemik akut berdasarkan skala

Tujuan penulisan skripsi ini dibuat sebagai salah satu syarat kelulusan untuk dapat menyelesaikan proses pembelajaran dalam jenjang Strata I pada Program Studi Manajemen di

Bagian terbawah umbi rambut adalah matriks rambut, yaitu daerah yang terdiri dari sel-sel yang membelah dengan cepat dan berperan dalam pembentukan batang rambut.. Dasar umbi

Valued policies adalah polis yang menutup harta benda di mana bila terjadi total loss disebabkan oleh bahaya yang dipertanggungkan, penanggung akan membayar sebesar harga