• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Yuridis Pemberian Iwadh Dalam Gugatan Cerai Menurut Hukum Islam (Studi Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia No.248 K AG 2011)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Yuridis Pemberian Iwadh Dalam Gugatan Cerai Menurut Hukum Islam (Studi Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia No.248 K AG 2011)"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Ketentuan dalam Kompilasi Hukum Islam juga menyebutkan apabila pemegang hadhanah ternyata tidak dapat menjamin keselamatan jasmani dan rohani anak, meskipun

Sesuai dengan ketentuan Pasal 144 Kompilasi Hukum Islam (KHI), perceraian dapat terjadi karena adanya talak dari suami atau gugatan perceraian yang dilakukan oleh istri,

PDNUXI««´. 17 Kompilasi Hukum Islam yang disebarluaskan melalui Instruksi Presiden No. 19 Muhammad bin Idris al- 6\DIL¶L Ringkasan Kitab Al-Umm Buku II, trans. Muhammad Yasir

Bab ini memuat pembahasan dan analisa dari hasil penelitian, mencakupletak perbedaan Kompilasi Hukum Islam Pasal 149 (b) dan Putusan Mahkamah Agung nomor 137/K/AG/2007

Jafizham, T , Sari Kuliah Hukum Islam I, Medan : FH.USU, 1999 Karim, Helmi , Fiqh Muamalah, Jakarta : Raja Grafindo Persada, 1997 Kompilasi Hukum Islam, Bandung :

Adapun permasalahan yang diangkat adalah : Bagaimanakah kedudukan janda tanpa keturunan terhadap harta warisan suami menurut Hukum Islam, Berapakah bagian untuk janda tanpa

Permasalahan yang diangkat pada penelitian ini, yakni Mengapa Kompilasi Hukum Islam memberikan pembatasan dalam pemberian hibah, Bagaimanakah akibat hukum hibah yang

Merujuk pada Pasal 210 ayat (1) Kompilasi Hukum Islam menegaskan “orang yang telah berumur 21 tahun, berakal sehat dan tanpa paksaan dapat menghibahkan