• Tidak ada hasil yang ditemukan

S PKR 1205541 Chapter 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "S PKR 1205541 Chapter 1"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagaimana dijelaskan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003 pasal 15 yang

menyebutkan bahwa “Pendidikan Kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu”.

Dengan demikian diharapkan peserta didik lulusan SMK dapat memiliki kompetensi yang berkualitas agar dapat mempersiapkan diri untuk terjun di dunia kerja.

Pada pelaksanaan proses pembelajaran diharapkan sekolah mendapatkan hasil belajar yang baik dikarenakan hasil belajar merupakan salah satu output dari kajian pembelajaran. Akan tetapi, kenyataan yang ada di SMK Bina Wisata Lembang bahwa hasil belajar siswa di sekolah tersebut dapat dikatakan belum optimal. Penyebab dari belum optimalnya hasil belajar siswa tersebut dikarenakan masih terdapat siswa yang belum mampu mencapai batas Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang telah ditetapkan.

(2)

Tabel 1.1

Rekapitulasi Nilai Akhir Siswa Kelas X Administrasi Perkantoran Mata Pelajaran Produktif Semester Ganjil

Tahun

Ajaran Kelas

Jumlah

Siswa KKM

Rincian Siswa yang Nilai Mata Pelajaran Produktif belum memenuhi KKM (%)

Sumber: SMK Bina Wisata Lembang (data diolah)

Keterangan:

MPPAP : Memahami Prinsip-Prinsip Administrasi Perkantoran DASKOM : Dasar Komunikasi

ARSIP : Kearsipan

DK : Dokumen Kantor

EKONOMI : Ekonomi

(3)

Masalah yang terjadi terhadap hasil belajar siswa ini akan dipecahkan oleh ilmu pendidikan dan pembelajaran khususnya dengan teori belajar, karena hasil belajar merupakan salah satu output atau komponen dari kajian ilmu pembelajaran.

Dalam penelitian ini, penulis akan menelusuri faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil pustaka, faktor-faktor tersebut diantaranya adalah faktor internal dan faktor eksternal.

Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri siswa. Faktor internal terdiri dari faktor fisiologis dan faktor psikologis. Faktor fisiologis yaitu panca indera dan kondisi fisik, sedangkan faktor psikologis yaitu minat, bakat, motivasi dan kecerdasan. Secara umum, kecerdasan dibagi menjadi tiga bagian yaitu kecerdasan IQ, kecerdasan EQ dan kecerdasan SQ.

Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri siswa. Faktor eksternal terdiri dari seperangkat yang menunjang proses belajar mengajar meliputi kurikulum, program, sarana dan prasarana belajar serta guru.

Dengan segala keterbatasan yang dimiliki oleh penulis, maka penulis menelusuri faktor-faktor yang berpengaruh terhadap hasil belajar yang paling dominan di SMK Bina Wisata Lembang. Masalah yang ada di lapangan menunjukkan bahwa faktor internal siswa yang cenderung masih harus dicari penyebabnya. Faktor-faktor internal yang akan penulis telusuri adalah berkaitan dengan kecerdasan yang difokuskan pada kecerdasan emosional dan minat belajar siswa.

(4)

Goleman (2015, hlm. 42) menyatakan bahwa “Kecerdasan intelektual

hanya menyumbang 20% bagi kesuksesan, sedangkan 80% adalah faktor lain,diantaranya adalah kecerdasan emosional atau Emotional Quotient (EQ) yakni kemampuan memotivasi diri sendiri, mengatasi frustasi, mengontrol desakan hati, mengatur suasana hati (mood), berempati serta kemampuan bekerja

sama.”

Dengan demikian jelaslah bahwa siswa yang memiliki kecerdasan intelektual yang tinggi belum tentu bisa meraih prestasi yang tinggi, begitu pula sebaliknya. Kecerdasan intelektual saja tidak bisa menjadi tolak ukur dalam keberhasilan prestasi siswa. Dalam hal ini kecerdasan emosional turut berperan penting dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.

Peneliti melakukan pengamatan sederhana di kelas X Administrasi Perkantoran ketika sedang melaksanakan Program Latihan Profesi (PLP) di SMK Bina Wisata Lembang. Secara umum kecerdasan emosional siswa juga tergolong rendah. Sebagian siswa bukan tidak cerdas namun secara emosi mereka tidak bisa mengendalikan diri dengan baik. Dalam hal percaya diri, ketika terdapat pelajaran yang belum dimengerti mereka malu untuk bertanya pada guru. Akibatnya, pada saat ulangan atau ujian mereka akan mengeluh dan banyak bertanya.

Suasana hati (mood) juga dapat mempengaruhi semangat belajar mereka dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas. Ketika suasana hati sedang baik, maka mereka dapat berkonsentrasi dan mengikuti pelajaran dengan baik, sebaliknya jika suasana hati mereka sedang kurang baik, mereka kurang fokus dan cenderung malas mengikuti pembelajaran di kelas.

Rendahnya kecerdasan emosional siswa juga dapat dilihat ketika pelaksanaan diskusi. Siswa memiliki pendapatnya masing-masing dan cenderung tidak dapat menerima pendapat dari orang lain. Mereka saling menguatkan pendapat masing-masing tanpa memperhatikan pendapat dari orang lain. Akibatnya proses diskusi berjalan tidak efektif dan tidak tentu arah. Padahal guru sudah memberikan penjelasan untuk menyamakan persepsi.

(5)

saja. Mereka beralasan dan tidak ingin bergabung dengan teman yang lain. Maka daripada itu kelas menjadi tidak kompak karena terpecah menjadi beberapa bagian.

Faktor psikologis lainnya yang mempengaruhi belajar adalah minat. Siswa yang memiliki minat terhadap mata pelajaran tertentu akan lebih bersemangat dan mempunyai perhatian lebih dalam belajar. Dalam konteks ini diyakini bahwa minat mempengaruhi proses dan prestasi belajar.

Suatu minat dapat diekspresikan melalui suatu pernyataan yang menunjukkan bahwa anak didik lebih menyukai suatu hal daripada hal yang lainnya, dapat pula dimanifestasikan melalui partisipasi dalam suatu aktivitas. Anak didik memiliki minat terhadap subjek tertentu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap subjek tersebut (Slameto dalam Syaiful Bahri Djamarah, 2011 hlm. 157).

Pendapat tersebut menyatakan bahwa minat dapat digambarkan dari suatu pernyataan lebih menyukai suatu hal daripada hal yang lain, atau dapat juga dilihat dari partisipasi dalam suatu aktivitas. Dalam hal ini, minat siswa kelas X AP di SMK Bina Wisata Lembang pada Mata Pelajaran Produktif masih tergolong rendah. Rendahnya minat siswa tersebut dapat kita lihat bahwa ketidakharian siswa tanpa keterangan masih banyak dilakukan oleh siswa pada tabel 1.2.

Tabel 1.2

Rekapitulasi Ketidakhadiran Siswa Kelas X Administrasi Perkantoran SMK Bina Wisata Lembang

Tahun Ajaran 2015/2016

(6)

Berdasarkan data pada tabel 1.2 dapat dilihat bahwa tingkat ketidakhadiran siswa karena tidak ada keterangan (alpha) mengalami penumbuhan yang signifikan. Seperti yang telah dipaparkan data di atas bahwa dari September sampai Oktober rekapitulasi kehadiran mengalami kenaikan dari 15,55% menjadi 26,66%, selanjutnya pada bulan November mengalami kenaikan yang cukup besar yaitu 37,78%. Untuk bulan Desember tidak ada data dikarenakan pekan UAS. Selanjutnya pada bulan Januari sampai Februari kembali mengalami kenaikan dari 31.11% menjadi 35,56% . Hal ini perlu dikaji untuk menangani permasalahan yang terjadi pada siswa, bahwa rendahnya minat siswa dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah akibat tidak hadir karena tidak ada keterangan (alpha) memiliki presentase yang tinggi dibandingkan dengan sakit atau izin.

Faktor psikologis lainnya yaitu kecerdasan. Kecerdasan terbagi menjadi tiga, yaitu kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ). Yang akan dikaji oleh peneliti adalah kecerdasan emosional (EQ). Banyak orang yang mengira bahwa siswa yang berprestasi adalah siswa yang memiliki kecerdasan intelektual (IQ) yang tinggi, akan tetapi pada kenyataanya banyak siswa yang IQ nya tinggi namun ia gagal dalam belajar. Hai ini karena faktor yang lebih berpengaruh terhadap keberhasilan siswa dalam mencapai prestasi belajar adalah kecerdasan emosional. Siswa yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi pada umumnya akan lebih mudah dalam menghadapi kesulitan belajar, dan hasilnya pun cenderung baik. Sebaliknya siswa yang kecerdasan emosionalya rendah cenderung mudah frustasi, malas dan tidak bersemangat dalam belajar sehingga prestasi belajarnya pun rendah.

1.2 Identifikasi dan Pembatasan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah disampaikan sebelumnya, untuk mengetahui pengaruh lebih jauh mengenai kecerdasan emosional dan minat belajar terhadap hasil belajar siswa, maka peneliti merasa perlu melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Minat Belajar terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Produktif Kelas X di

SMK Bina Wisata Lembang”.

(7)

1. Bagaimana gambaran tingkat kecerdasan emosional siswa kelas X Administrasi Perkantoran di SMK Bina Wisata Lembang?

2. Bagaimana gambaran tingkat minat belajar siswa kelas X Administrasi Perkantoran di SMK Bina Wisata Lembang?

3. Bagaimana gambaran tingkat hasil belajar siswa kelas X Administrasi Perkantoran di SMK Bina Wisata Lembang?

4. Adakah pengaruh kecerdasan emosional terhadap hasil belajar siswa kelas X Administrasi Perkantoran di SMK Bina Wisata Lembang?

5. Adakah pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar siswa kelas X Administrasi Perkantoran di SMK Bina Wisata Lembang?

6. Adakah pengaruh kecerdasan emosional dan minat belajar terhadap hasil belajar siswa kelas X Administrasi Perkantoran di SMK Bina Wisata Lembang?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk memperoleh pengetahuan serta melakukan kajian secara ilmiah tentang kecerdasan emosional dan minat belajar terhadap hasil belajar siswa. Analisis tersebut diperlukan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional dan minat belajar terhadap hasil belajar siswa kelas X Administrasi Perkantoran di SMK Bina Wisata Lembang. Adapun tujuan khusus dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1) Mengetahui tingkat kecerdasan emosional siswa kelas X Administrasi Perkantoran di SMK Bina Wisata Lembang.

2) Mengetahui tingkat minat belajar siswa kelas X Administrasi Perkantoran di SMK Bina Wisata Lembang.

3) Mengetahui tingkat hasil belajar siswa kelas X Administrasi Perkantoran di SMK Bina Wisata Lembang.

4) Mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap hasil belajar siswa kelas X Administrasi Perkantoran di SMK Bina Wisata Lembang.

(8)

6) Mengetahui pengaruh kecerdasan emosional dan minat belajar terhadap hasil belajar siswa kelas X Administrasi Perkantoran di SMK Bina Wisata Lembang.

1.4 Kegunaan Penelitian

Jika tujuan penelitian yang diuraikan di atas tercapai, penelitian ini akan memberikan dua macam kegunaan, yaitu:

1) Kegunaan Teoritis

Secara teoritis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran terhadap perkembangan ilmu pendidikan, khususnya mengenai kecerdasan emosional dan minat belajar terhadap hasil belajar siswa.

2) Kegunaan Praktis

Gambar

Tabel 1.2 Rekapitulasi Ketidakhadiran Siswa Kelas X

Referensi

Dokumen terkait

Pendekatan metode penelitian verifikatif ini digunakan untuk menguji kebenaran dari hipotesis yang dilaksanakan melalui pengumpulan data dan untuk mengetahui ada

Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh yang bermanfaat dari kombinasi yang sesuai dari tingginya tekanan anggaran dan partisipasi anggaran dalam situasi kesukaran tugas

pembelian pada Ranch57 Café & Resto Medan Achmad Ardi Irawan (2010) Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang Pengaruh store atmosphere terhadap keputusan

Hasil uji statistik didapat nilai p 0,000 (lebih kecil dari α 5%) sehinga H0 ditolak maka dapat disimpulkan ada perbedaan rata- rata pengetahuan responden pada

Persiapan yang dilakukan sebelum pelaksanaan akreditasi di bidang kurikulum atau kegiatan belajar mengajar adalah sekolah menyiapkan semua dokumen kurikulum yang

Puji syukur ke Hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Analisis Profil Protein Ekstrak Biji

PT Kumboro merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa penyiaran radio, PPh Pasal 23 dipotong oleh pihak klien atas jasa yang telah dikerjakan antara

Fungsi penting sebuah transistor adalah kemampuannya untuk menggunakan sinyal yang sangat kecil yang masuk dari satu terminal transistor tersebut untuk